Baekhyun mengaduk minumannya dengan malas. Bibirnya mengerucut lucu, dengan pandangan yang sesekali ia arahkan ke luar ruangan berdinding kaca yang sekarang ia tempati. Ia mendengus ketika sekelebat visual rupawan pria dengan model hair up—menampilkan dahinya yang super seksi— mampir di benaknya.

Tepat di seberangnya, ada sosok pria jangkung yang tengah memberi atensi secara penuh pada benda elektronik keluaran brand kenamaan negerinya. Ia nampak larut pada dunia virtual yang kini menampilkan medan pertempuran; Mobile Legends. Sesekali jemari panjangnya ia gunakan untuk memperbaiki letak gagang alat optik yang membingkai iris bulatnya—kaca mata—. Yup, ialah objek yang berkeliaran di benak Baekhyun.

"Kamu tuh ga bisa ya, ga main handphone kalau lagi jalan sama aku?"

Si Mungil Byun yang hari ini terbalut oleh celana katun berwarna salem dengan atasan jaket denim berwarna ungu bersuara. Sesekali ia menyedot lemon juice pesanannya dengan tanpa minat. Kaki yang dilekati oleh sepatu sport putih itu pun berulang-ulang mengayun di bawah meja café.

"Bisa bisa.." Si Jangkung terus fokus pada layar perangkat pintarnya.

Baekhyun menggembungkan pipi chubbynya, hingga kemudian menghembuskan napasnya dengan berat. "Ya udah coba udahan dulu main handphonenya, kita ngobrol." Ujarnya dengan nada yang sedikit ketus, sementara wajahnya terlihat masam. Oh, ngambek.

"Iya iya.." Pria dominan berstatus sebagai mahasiswa tingkat akhir Teknik Informatika itu menyanggupi, walaupun lagi-lagi fokusnya masih pada benda portable kesayangannya.

"Chanyeol!"

Seruan kesal dari sang submisif membuat Chanyeol—si Jangkung— terkekeh pelan. Ia meletakkan ponselnya, kemudian menyedot minuman yang sedari tadi ia diamkan. Salah satu tangannya bergerak, menyangga rahang tegasnya, dengan netra yang terlindung kacamata itu menatap intensif pada paras ayu milik si Bungsu Byun. "Ya udah." Senyum menawan tersungging kemudian, "kita mau ngobrol apa sekarang?"

Suara berat pemilik dimple yang kini berbalut polo shirt hijau itu membuat Baekhyun stagnan ditempatnya. Perlahan, rona merah muda mulai memenuhi pipi apelnya. Bibirnya terkatup rapat, dengan netra puppynya yang terbelalak. Sementara degup sang penopang hidup yang bersemayam di rongga dadanya meningkat pesat.

Deg.
Deg.
Deg.

Bungkam. Heran. Bingung. Dan... Mematung. Background imajiner ala-ala Manga Shoujo[1] dengan emot hati yang bertebaran membuat pemeran utama kita yang sebenarnya tengah tersipu itu nampak manis—bahkan teramat sangat—.

Baekhyun menggembungkan —lagi— pipi bulatnya. "Eunggg.." Tatapannya ia arahkan ke atas; lebih tepatnya langit-langit café bernuansa vintage tersebut. Bibirnya melingkupi ujung sedotan yang mencuat dari gelas besar berisi sari lemon kesukaannya. "...ngobrol apa ya?"

Sementara itu, Chanyeol menghembuskan napas pasrah, kemudian merotasikan bola matanya malas. Kedua tangannya yang bertumpu di meja mulai bergerak—salah satunya—. Ia meraih ponsel dengan casing full metal berwarna kehitaman yang sempat ia tak acuhkan.

Ya, Chanyeol memilih untuk kembali tenggelam dalam dunia paralel yang selalu menjadi pemicu silat lidah antara dia dan sang kekasih.

Dan, Baekhyun—si Mungil bersurai ombre antara coklat tua dengan ujung ungu itu—menatap datar pacar tiang listriknya.


—o—OWARI—o—


Note :
[1] Manga Shoujo : Shōjo atau shoujo manga (少女漫画,shōjo manga) adalah komik/manga yang ditujukan untuk pembaca perempuan berusia 10 hingga 18 tahun. (Sumber : Wikipedia)


[Rambling's Area] :

Aal balik lagi bawa SF. Intinya terinspirasi dari postingan komik strip dagelan di Instagram dengan pengubahan.

Mohon maaf kalau apa yang aku buat nyinggung kalian 🙏

So, Wanna Review?

.

.

.

Sign,

Orang Tampan :)