Chapter 6 : Konoha?

Kali ini saya minta maaf sebesar-besarnya, karena tidak updet sesuai jadwal yang sudah saya janjikan dan parahnya sampai hamper 3 minggu lamanya. Hal itu dikarenakan saya sudah mulai PKL dikantor POLDA dan sungguh itu sangat menguras tenaga saya. Jadi mulai untuk beberapa bulan kedepan saya bakalan terlambat untuk mengupdet fic gaje saya ini.
maaf karena membuat para reader kecewa.*membungkuk*
so…let's start…

Thanks to :

Namikaze ryu-sa is a fujoshi

Nasumi-chan Uharu

99

Aoi Namikaze

Lavender orange

Kiriya Diciannove

Imperiale Nazwa-chan

Uchiha no Luti

Nakamura Nezumi

Okici 121

Yashina Uzumaki

hyde sasunaru

xxruuxx

yuchan desu

Wulan-chan

Narunaru-chan

.

.

.

SUNFLOWER IN THE ICE

Author : Queen The Reaper

Disclaimer : Masashi Kishimoto

Rating : T

Pairing : SasufemlNaru, ItafemlNaru, ItaKyuu

Genre : romance,supernatural,atau fantasy and little humor.

WARNING: abal,jelek,OOC,Typo,femlnaru,berserak,tidak beraturan,YAOI,BL,DLL.

Jika tidak suka femlnaru dan yaoi saya sarankan untuk tidak membaca.

Note :

Naruto 16 tahun (karena naru sempat tekurung jadi waktunya terhenti jadi walaupun bertahun-tahun tetapi dia tetap awet)

Sasuke 17 tahun

Itachi 20 tahun

Kuubi/Kurama ? tahun

Kushina adalah seorang miko sedangkan Minato hanya manusia biasa.

.

.

.

DI GUA TEMPAT OROCHIMARU

"Tu-tuan Orochimaru ma-maafkan aku karena tidak berhasil membawa anak itu ke hadapan tuan Orochimaru." Ucap Kimimaro takut. Orochimaru yang mendengar itu memandang Kimimaro dengan tajam.

"Kau tau? Aku tidak suka mendengar berita yang kau bawa kepadaku saat ini." Ucap Orochimaru dengan aura yang sangat menusuk.

"Ta-tapi saat itu saat itu ada rubah yang menolongnya." Jelas Kimimaro yang mulai ketakutan dengan aura yang dikeluarkan Orochimaru.

"Maksudmu?" Tanya Kabuto yang berdiri disamping Orochimaru.

"Saat saya ingin mematahkan tangan seorang bocah anak itu berteriak, kemudian muncul sosok rubah yang berdiri disampingnya dan memiliki Sembilan ekor." Jelas Kimimaro. Orochimaru yang mendengar itu langsung menyeringai senang karena buruannya bertambah satu, namun tiba-tiba muncul seorang wanita berambut merah yang langsung berlutut didepan Orochimaru.

"Berita apa yang kau bawa dari memata-matai vila tempat anak itu tinggal, Tayuya?" Tanya Orochimaru kepada wanita yang dipanggilnya Tayuya.

"Tuan Orochimaru mereka berencana untuk keluar dari vila dan pergi ke Konoha." Beri tahu Tayuya yang sudah memata-matai Naruto dan yang lainnya.

"Kabuto bersiaplah, kita akan mengikuti mereka ke Konoha." Perintah Orochimaru kepada Kabuto, 'Sepertinya kita akan bertemu lagi, Kyuubi dan juga Naruto.' Ucap Orochimaru dalam hati dan mempelebar seringai yang terpasang di wajahnya.

.

.

.

Saat ini Naruto, Kyuubi dan Uchiha brothers sedang dalam perjalanan menuju Konoha dengan menggunakan mobil. Saat ini yang mengendarai mobil adalah Itachi dan disebelah Itachi ada Kyuubi sedangkan Naruto dan Sasuke duduk dikursi belakang.

"Wah…lihat-lihat bagunan itu besar sekali Teme." Seru Naruto senang yang melihat-lihat bangunan melalui kaca mobil sambil menarik-narik baju Sasuke untuk melihat kearah bangunan yang ditunjuknya. Sasuke melirik kearah Naruto dan tersenyum mendapati wajah Naruto yang terlihat seperti anak kecil yang mendapat hadiah dari ibunya, kemudian dia melihat ke bangunan yang ditunjukkan Naruto tadi.

"Itu namanya mall Dobe." Ucap Sasuke untuk memberi tahukan Naruto.

"Mall?"

"Hn. Tempat orang berbelanja pakaian dan berbagainya." Jawab Sasuke. Dia memaklumi jika Naruto tidak tau apa itu Mall karena Naruto pernah mengatakan kalau dia tidak pernah keluar dari hutan atau menjauh dari daerah sekitar kuil karena ibunya melarangnya untuk keluar dari batas kekkai yang telah dibuat Kyuubi. Dan jangan lupa, Naruto sendiri juga tidak tau dia hidup dulu dijaman kuno atau modern karena dia tak pernah keluar hutan.

Itachi yang memperhatikan Naruto dari kaca mobil juga ikut tersenyum, sedangkan Kyuubi, dia hanya diam dan memperhatikan keadaaan luar melalui jendela mobil, "Bagaimana kalau besok kita pergi kesana berdua?" Tawar Itachi kepada Naruto sambil memberi seringaian menantang kearah Sasuke melalui kaca spion mobil.(wah…Itachi ngajak perang rupanya.)

'Ho…mau main depan rupanya.' Ucap Sasuke dalam hati setelah mendapat kibaran bendera tanda perang dari sang kakak. Sasuke memperhatikan Naruto, dia takut kalau Naruto akan menerima ajakan sang kakak.

"Apa boleh?" Tanya Naruto.

"Tentu saja." Jawab Itachi.

"Yey! Naru mau." seru Naruto senang.

Mendengar Naruto yang menyetujui keinginan kakaknya tersebut membuat Sasuke kesal dan rasanya ingin pundung dipojokan sambil curhat ama angin yang lewat(?).

"Teme dan Kyuubi-nii juga ikut ya." Ajak Naruto dengan mata berbinar-binar bahagia, "maukan, teme?" lanjut Naruto.

"Hn." Jawab sasuke sambil seringaian mengejek kearah Itachi melalui kaca spion mobil, Itachi yang melihat itu langsung memberi deathglare kepada Sasuke sedangkan Kyuubi hanya diam.

'Gagal deh, untuk berduaan dengan Naru-chan' ucap Itachi sambil menangis dalam hati dan sekarang sepertinya giliran Itachi yang ingin pundung dipojokan, tak lama kemudian Itachi membuka suara "sepertinya kita sudah sampai." Ucap itachi yang sudah melihat pintu gerbang rumah keluarga Uchiha.

.

.

.

Terlihat Naruto yang sedang mengagumi rumah keluarga Uchiha yang sangat besar dan megah, "wah…rumah Itachi-nii besar sekali ya? Rumah ini lebih besar dari pada vila yang ada dihutan tadi." Seru Naruto senang sedangkan Kyuubi hanya diam.

"Kyuubi kenapa kau dari tadi diam saja?" Tanya Itachi yang sedari tadi memperhatikan Kyuubi.

"Akanku ceritakan nanti, dimana kamarku?" Tanya Kyuubi.

"Kau boleh pakai kamar yang ada diujung lantai dua." Jawab Itachi. Dan Kyuubi langsung pergi ke lantai dua.

DIKAMAR KYUUBI

Terlihat Kyuubi sedang gelisah, karena sesampainya dikamar dia hanya berjalan mondar-mandir seperti gosokan panas.

"kenapa tidak bisa?" Tanya Kyuubi entah pada siapa, "ARRGGHH….kenapa tidak bisa sih..." ucapnya frustasi sambil berjalan dan menjambak rambutnya sendiri.

"Apanya yang tidak bisa?" tiba-tiba Itachi sudah berada didepan pintu Kyuubi yang memang terbuka sedikit dan masuk kekamar Kyuubi. Itachi berjalan kearah Kyuubi dan berdiri tepat dihadapan Kyuubi, kemudian memandangi Kyuubi yang sedang menundukkan kepalanya. Dengan seksama Itachi memperhatikan Kyuubi untuk menunggu jawaban dari objek yang dipandanginya.

Beberapa detik kemudian Kyuubi mengangkat kepalanya dan berucap, "Aku tak bisa melacaknya." Dengan ekspresi wajah yang terkesan sedikit takut?, ini pertama kalinya Kyuubi tidak berekspresi angkuh seperti biasanya.

DEG…!

'Ke-kenapa wajahnya yang berekspresi seperti itu terlihat…manis.' Ucap Itachi dalam hati dan terus memandangi wajah Kyuubi tanpa henti, Kyuubi yang merasa risih dipandangi seperti itu langsung kesal tak karuan dan memasang ekspresinya yang seperti biasa.

"Hoi!, Keriput kau kenapa?" Tanya Kyuubi kesal. Itachi yang tersadar dari acara memandangnya langsung menggelengkan kepalanya. Kyuubi yang sedang memperhatikan gerak-gerik Itachi pun langsung mengeluarkan suara, "Heh, ada apa dengan kepalamu keriput? Apa otakmu bergeser dari tempatnya?" Tanya Kyuubi dengan nada yang mengejek. Dan dengan bodohnya Itachi menjawab…

"Tidak, hanya saja kalau diperhatikan kau manis ya."

BLETAKK.

"Aduh." Seru Itachi yang mengaduh karena kepalanya di jitak oleh Kyuubi.

"Ternyata otakmu memang bergeser dari tempatnya." Ucap Kyuubi yang kesal. Tahukah kau Itachi? Bahwasannya kalimat yang mengatai dirinya 'manis' adalah kalimat tabu bagi Kyuubi.

"Jadi ada apa?" Tanya Itachi sambil mengelus kepalanya yang sudah kena jitak.

"Entah kenapa aku tak bisa merasakan hawa keberadaan Orochimaru." Ucapnya dengan wajah yang tampak gelisah kembali.

" Tentu saja, kita kan berada jauh dari vila." Jelas Itachi.

"Bukan begitu."

"Jadi?" Tanya Itachi.

"Sebelum keluar hutan hawa keberadaannya memang hilang secara tiba-tiba dan aku takut dia merencanakan sesuatu." Jelas Kyuubi.

"Kenapa harus takut? Bukannya kekuatanmu sudah kembali setelah tidur ditubuh Naruto?" Tanya Itachi.

"Sebenarnya belum semua kekuatanku kembali." Ucap Kyuubi lirih.

"Loh? Bukannya kau bilang…." Ucapan Itachi menggantung karena dipotong oleh Kyuubi.

"Aku bohong kalau kekuatanku sudah kembali." Ucap Kyuubi yang semakin lama semakin memelankan suaranya.

"Jadi kenapa kau keluar kalau kekuatanmu sendiri belum pulih?" Tanya Itachi yang entah kenapa jadi sedikit marah pada Kyuubi.

"Bagaimana aku gak keluar, Jika Naruto akan mengeluarkan kekuatanya divila saat kalian diserang waktu itu, dia itu memiliki tubuh lemah dan tidak bisa mengontrol kekuatannya sendiri dan jika saat itu aku tidak keluar untuk menghentikannya dia pasti akan kehilangan nyawanya karena tubuhnya yang tidak mampu itu." Ucapnya dengan nada yang sedikit meninggi, "Aku tak ingin terjadi sesuatu yang buruk terhadapnya, karena aku sudah menganggapnya seperti adikku sendiri." Ucapnya lagi dengan nada yang kembali memelan.

Itachi terdiam mendengar alasan yang dikeluarkan oleh Kyuubi dan tak lama kemudian dia membuka suara, "Bagaimana kalau kau masuk lagi?" usul Itachi.

"Tidak bisa." Ucap Kyuubi.

"Kenapa?" Tanya Itachi.

"Karena aku tidak bisa melakukannya sendiri, Aku membutuhkan seorang miko yang memiliki kemampuan dan kekuatan reiatsu yang tingginya sama seperti ibunya Naruto." Jelas Kyuubi.

Saat Itachi ingin mengatakan sesuatu tiba-tiba Naruto sudah berdirididepan pintu memanggil nama Kyuubi dan Itachi. " Kyuu-nii, Itachi-nii." Panggil Naruto. Itachi dan Kyuubi langsung menegang karena takut Naruto mendengar pembicaraan mereka, Kyuubi dan Itachi yakin Kalau Naruto sampai tahu soal penyebab Kyuubi keluar dari tubuhnya bukan karena kekuatannya yang sudah pulih melainkan karena ingin menolongnya, dapat dipastikan Naruto pasti akan merasa sedih dan bersalah.

"Ada apa Naru-chan?" Tanya Itachi sambil berusaha bersikap seperti biasanya.

"Ayo turun makan malam sudah siap." Ucap Naruto dengan senyum yang merekah diwajah manisnya.

Kyuubi dan Itachi menghela nafas legah karena sepertinya Naruto tidak mendengar pembicaraan mereka tadi. Naruto melangkah masuk kedalam kamar Kyuubi dan berjalan melewati Kyuubi dan Itachi kemudian mendorong mereka dari belakang menuju pintu keluar kamar.

"hei, aku bisa jalan sendiri." Protes Kyuubi yang didorong oleh Naruto, Sedangkan Itachi hanya tertawa kecil dan menerima dorongan dari Naruto. Tanpa Kyuubi dan Itachi sadari raut wajah Naruto berubah menjadi sedih dan ia menggumamkan kata maaf dengan suara yang sangat pelan sehingga Itachi maupun Kyuubi tak dapat mendengar dan melihat raut wajahya.

.

"Hei teme, kamarku dimana?" Tanya Naruto kepada sasuke.

"Dilantai dua, nomor tiga dari ujung." Ucap Sasuke. Tiba-tiba seorang maid berambut merah datang dan memberitahukan Kepada Sasuke bahwa makan malam sudah disiapkan.

"Maaf tuan muda Sasuke saya ingin memberitahukan bahwa sudah waktunya untuk makan malam." Ucap maid yang bernama Karin.

"Hn. Kau boleh pergi." Perintah Sasuke, dan sang maid pun membungkukkan badannya dan pergi. Kemudian Sasuke menoleh kearah Naruto dan memanggilnya, "Dobe." Panggilnya.

"Ada apa Teme?" Tanya Naruto yang sudah menginjak anak tangga yang ke lima.

"panggilkan Itachi dan Kyuubi untuk turun makan malam." Ucap Sasuke. Sedangkan Naruto hanya mengangguk dan melanjutkan langgkahnya.

NARUTO POV

"sepertinya aku tak perlu kekamar langsung, lebih baik aku langsung memanggil Kyuu-nii saja." Kataku pada diriku sendiri. Aku melangkahkan kaki ku menuju kamar Kyuu-nii yang terletak diujung, saat aku hampir sampai didepan pintu aku mendengar suara Itachi-nii yang seperti sedang marah.

"Jadi kenapa kau keluar kalau kekuatanmu sendiri belum pulih?" Tanya Itachi-nii pada seseorang yang ku yakin itu adalah Kyuubi-nii. Entah kenapa aku tidak jadi memasuki kamar Kyuubi-nii dan memilih untuk mendengar percakapan mereka.

"Bagaimana aku gak keluar, Jika Naruto akan mengeluarkan kekuatanya divila saat kalian diserang waktu itu, dia itu memiliki tubuh lemah dan tidak bisa mengontrol kekuatannya sendiri dan jika saat itu aku tidak keluar untuk menghentikannya dia pasti akan kehilangan nyawanya karena tubuhnya yang tidak mampu itu." Ucap Kyuu-nii dengan nada yang tinggi, "Aku tak ingin terjadi sesuatu yang buruk terhadapnya, karena aku sudah menganggapnya seperti adikku sendiri." Sambung Kyuu-nii dengan nada yang kembali memelan.

Mendengar itu hal itu membuatku merasa bersalah dan sekaligus senang, senang karena Kyuu-nii sangat mengkhawatirkan keadaanku dan menganggapku sebagai adiknya, dan merasa bersalah karena keadaanku yang terlalu lemah.

"Bagaimana kalau kau masuk lagi?" kudengar suara Itachi-nii yang mengusulkan Kyuu-nii untuk masuk ketubuhku lagi.

"Tidak bisa." Ucap Kyuu-nii. Ingin sekali rasanya aku bertanya kepada Kyuu-nii kenapa dia tidak bisa kembali masuk kedalam tubuhku, tapi sepertinya Itachi-nii sudah mengeluarkan pertanyaan yang inginku tanyakan pada Kyuu-nii.

"Kenapa?"

"Karena aku tidak bisa melakukannya sendiri, Aku membutuhkan seorang miko yang memiliki kemampuan dan kekuatan reiatsu yang tingginya sama seperti ibunya Naruto." Jelas Kyuu-nii pada Itachi -nii. Karena merasa sudah terlalu lama aku mendengar pembicaraan mereka aku melangkahkan kaki kedepan pintu dan memanggil nama Kyuu-nii dan Itachi-nii.

" Kyuu-nii, Itachi-nii." Dapatku lihat Kyuu-nii dan Itachi-nii menegang mendengar suaraku, pasti mereka takut kalau aku jadi merasa bersalah dan sedih karena mendengar pembicaraan mereka tadi. Dan itu terbukti benar kalau aku merasa sedih dan bersalah, tapi aku tak memperlihatkannya karena aku tidak mau membuat mereka khawatir.

"Ada apa Naru-chan?" Tanya Itachi-nii padaku.

"Ayo turun makan malam sudah siap." Ucapku dengan memamerkan senyumku agar Kyuu-nii dan Itachi-nii tidak curiga kalau aku sudah mendengar percakapan mereka tadi dan sepertinya berhasil. Aku melangkahkan kakiku menuju Kyuu-nii dan Itachi-nii, saat aku hampir sampai dihadapan mereka tiba-tiba saja aku ingin menangis tapi kutahan dan segera berjalan melewati mereka dan berdiri dibelakang mereka, kemudian mendorong mereka dari belakang agar mereka tak bisa melihat wajahku yang sedang ingin menangis.

NARUTO POV END

Telihat Naruto dan yang lainnya sedang melakukan ritual(?) makan malam bersama. Kyuubi yang sedari tadi diam tiba-tiba membuka suara.

"Sudahku putuskan …" ucapnya sambil menggantungkan kalimatnya, "…aku akan mengajari Itachi dan Sasuke untuk mengendalikan reiatsu." Ucap kyuubi secara tiba-tiba.

.

.

.

TBC

Gomen…saya sudah sangat telat untuk updet, dan juga saya gak sempat untuk membalas review para readers sekalian. Sekali lagi gomennasai…*sujud2*

See you in the next chapter…\(^O^)/

23 Maret 20012

REVIEW PLEASE