My Senior, My Brother, My Love

Rated: T

Cast: Kim Ryeowook (yeoja)

Kim Jongwoon (Yesung)

Kim Kibum

Kim Youngwoon (Kangin)

Kim Heechul

Kim Sungjin (appa)

Kim Heejin (umma)

Lee Hyukjae (yeoja)

Zhoumi

Pairing: YeWook

Warning: Typo(s)/miss typo(s), EYD berantakan, alur ga jelas.

Don't like don't read!

Enjoy~

.

Chapter 6

"Bagaimana kalau ternyata aku menyukai Ryeowook?‼"

.

.

.

Ryeowook duduk sendiri di atap sekolah sambil memakan bekalnya. Ia menolak saat diajak Kibum dan Hyukkie ke kantin karena itu sama saja membuatnya bertemu dengan Yesung yang memang sengaja dihindarinya.

"Ryeowook-ah?"

Yeoja manis itu menoleh mendengar suara yang memanggilnya. Dilihatnya Zhoumi sedang menuju ke tempat Ryeowook duduk dan menatapnya heran. "Kenapa makan sendirian?"

"Aku lagi malas ke kantin. Oppa sendiri kenapa ada di sini?"

Zhoumi duduk di sebelah Ryeowook yang hanya mengaduk-aduk makanannya. "Setiap istirahat aku memang selalu ke sini…" namja tinggi itu menatap bekal Ryeowook. "Itu masakanmu sendiri? Boleh aku mencicipinya?"

Ryeowook menyodorkan kotak bekalnya ke arah Zhoumi. "Silakan…"

"Mmm.. ini enak banget!" seru Zhoumi dengan mata berbinar dan mulut yang penuh dengan makanan. Ryeowook menutup wajahnya berusaha menahan tawa melihat tingkah Zhoumi yang baginya sangat lucu. "Makananannya ditelan dulu, baru bicara, oppa.. hihi…"

Zhoumi buru-buru menelan makanannya lalu nyengir. Malu dia.

"Berhenti memanggilku oppa… panggil saja Mimi…" Zhoumi mengerucutkan bibirnya. Merasa risih saat mendengar Ryeowook memanggilnya 'oppa'.

"Kalau begitu panggil aku Wookie…" balas Ryeowook.

"Deal!" seru keduanya bersamaan. Mereka pun melanjutkan makan siang mereka sambil sesekali bersenda gurau. Dalam hati Zhoumi sangat senang karena bisa seakrab dan sedekat ini dengan Ryeowook.

"Wookie, dari tadi pagi kuperhatikan sepertinya hubunganmu dengan Yesung merenggang… ada apa?"

Ryeowook menundukkan kepalanya. "Ada sedikit masalah… makanya untuk beberapa hari ini aku ingin menjauhinya…"

Belum sempat Zhoumi bertanya lagi, bel masuk terdengar. "Ayo masuk." namja itu berdiri dan menatap Ryeowook yang masih tetap duduk di bangku panjang yang tersedia di atap.

"Aku mau bolos saja. Hari ini aku nggak bisa menyimak pelajaran dengan benar…"

"Kalau begitu biar ku temani." Zhoumi kembali duduk di sebelah Ryeowook dan mengeluarkan ponselnya. "Yoboseyo, Hyukkie. Ne, aku dan Wookie nggak akan masuk di pelajaran berikutnya. Bilang saja Wookie sakit dan aku sedang menjaganya. Gomawo…"

Ryeowook menatap Zhoumi. "Gomawo, Mimi…"

Zhoumi tersenyum dan mengusap rambut Ryeowook. "Sekarang kau tidur saja. Kau kelihatan lelah…" namja itu menarik kepala Ryeowook agar bersandar di bahunya. Dan ternyata Ryeowook cukup kesulitan mengingat tinggi badan mereka terlampau jauh. "Mimi ketinggian…" protesnya. Mendengar hal itu, Zhoumi tertawa lebar. "Kalau begitu tidur di pangkuanku saja…" ia menepuk pahanya. Ryeowook meletakkan kepalanya di atas paha Zhoumi dan menyamankan posisinya sebelum ia benar-benar memasuki alam mimpi. Zhoumi melepas blazernya dan menyelimuti tubuh mungil Ryeowook. Tangannya bergerak menelusuri garis wajah Ryeowook. Ia bagaikan melihat malaikat saat melihat wajah damai Ryeowook.

"Mimi!"

Terdengar suara Hyukkie. Zhoumi menoleh dan meletakkan jari telunjuknya di depan bibir. Mengisyaratkan agar jangan berisik. Hyukkie melihat Ryeowook yang tidur pulas di pangkuan Zhoumi. "Shin seonsaengnim hari ini nggak masuk, makanya aku ke sini…"

Hyukkie merapikan poni Ryeowook yang menutupi wajahnya.

"Apa kau tahu ada masalah apa antara Wookie dengan Yesung?" tanya Zhoumi tiba-tiba. Hyukkie menggeleng. "Aku tahu kalau Wookie sedang ada masalah, tapi aku nggak tahu kalau masalah itu berhubungan dengan Yesung oppa…" jawabnya jujur. Zhoumi mengangguk-anggukkan kepalanya. Tak lama, Kibum datang ke atap bersama dengan Kangin dan Yesung.

"Bagaimana keadaan Wookie noona?"

"Baik-baik saja dan sekarang ia sedang tidur…" Zhoumi melirik ke arah Yesung yang sedang menatapnya tajam. "Sebenarnya ada masalah apa sampai Wookie tertekan begini?"

Hyukkie menoleh kearah 'Weird Brothers' itu. Khususnya Yesung.

"Itu…AW‼" Kangin baru saja hendak menjelaskan kalau saja ia tak mendapat tatapan tajam dan injakan kaki gratis dari Yesung dan Kibum. 'Dasar mulut ember...'

Hyukkie dan Zhoumi menatap curiga kearah tiga bersaudara itu. Zhoumi ingin bertanya lagi saat dirasakan Ryeowook menggeliat tak nyaman dengan suasananya. Namja berkebangsaan China itu mengusap rambut Ryeowook berusaha menyamankan yeoja yang masih tidur berbantalkan pahanya itu.

"Bisa tenang sedikit? Nanti Wookie terbangun…" Zhoumi membetulkan letak blazernya yang menyelimuti Ryeowook. Yesung yang melihatnya mendengus. 'Apa-apaan anak itu? Sok cari perhatian Wookie…' batinnya kesal.

"Ngomong-ngomong Yesung oppa dan Kangin oppa nggak kembali ke kelas?" tanya Hyukkie heran.

"Aku bilang kalau ada urusan OSIS dan Kangin memang sengaja membolos…"

Bel jam pelajaran ketujuh berbunyi. Hyukkie berdiri diikuti Kibum. "Mimi nggak masuk kelas?"

Zhoumi menatap Ryeowook yang masih tidur di pangkuannya.

"Biar aku yang menjaganya. Kau kembali saja ke kelasmu…" ucapan Yesung membuat dua saudaranya menoleh serempak kearahnya.

Sebenarnya Zhoumi ingin menolak,. Tapi mengingat status Yesung yang merupakan kakaknya Ryeowook, dia menurut. Perlahan diangkatnya kepala Ryeowook dan segera bertukar posisi dengan Yesung. Ketua OSIS itu menyandarkan kepala Ryeowook di bahunya.

Setelah suasana sepi, Yesung menghela napas. Ia masih sibuk dengan pikirannya sendiri. 'Kenapa Wookie jadi dekat dengan anak China itu, sih?' batinnya tak rela. Ia mendekatkan wajahnya ke wajah Ryeowook dan hampir menciumnya kalau saja Yeoja itu tak terbangun dan berusaha menjauh darinya. Yesung langsung memeluk Ryeowook erat mencegahnya kabur. "Op..oppa, lepas…" Ryeowook mati-matian berusaha melepaskan diri dari kakaknya itu.

"Mimi mana?"

Yesung mendelik mendengar pertanyaan Ryeowook. Mimi? Kenapa Wookienya bisa memanggil anak itu dengan begitu manis. Dia tahu kalau Hyukkie juga memanggilnya Mimi. Tapi tetap saja ia tak suka kalau Ryeowook yang bilang begitu.

"Dia sudah kembali ke kelas…"

"Ka-kalau begitu aku juga harus kembali…"

"Ani, ada yang ku bicarakan denganmu." Yesung menarik Ryeowook agar semakin mendekat dan menghadapkan wajah manis itu kearahnya. Ryeowook membatu seketika. Rona merah muncul di kedua pipi chubbynya. Baru ia sadari kalau kakaknya itu memang sangat tampan apalagi dilihat dari jarak sedekat ini.

Yesung menempelkan keningnya ke kening Ryeowook. "Saranghae…" bisiknya. Mendengar ucapan itu, air mata Ryeowook menetes. Bagaimana pun Yesung itu kakaknya. Dia juga belum tahu apa ia juga mencintai Yesung lebih dari sekedar adik ke kakaknya.

"Aku tahu kau hanya menganggapku sebagai kakak. Tapi sampai kapanpun aku nggak akan pernah menganggapmu sebagai adik karena aku memang mencintaimu lebih dari sekedar adik. Ku mohon, beri aku kesempatan sekali saja untuk bisa memilikimu. Dan aku akan berusaha membuatmu mencintaiku dan aku berjanji akan membahagiakanmu…"

"Ta-tapi…"

Ryeowook membelalakkan matanya. Yesung mencium bibirnya lembut. Sama sekali tak mengizinkannya untuk melanjutkan kata-katanya. Jantung Ryeowook berdegup kencang. Padahal ini bukan pertama kalinya Yesung menciumnya. Sebelumnya Ryeowook tak merasakan apa-apa selain perasaan hangat dan nyaman. Tapi sekarang…

"Ummh.." Ryeowook tersentak kaget saat dirasanya ciuman Yesung semakin dalam. Namja itu mulai melumat bibir merah Ryeowook kasar. Tanpa mereka sadari kalau beberapa orang sedang mengintip mereka dari jarak yang cukup jauh.

"Anak di bawah umur dilarang melihatnya…" Kangin menutup mata Hyukkie dan Kibum. Keduanya menyentakkan tangan Kangin kasar. "Apa, sih…!" Hyukkie menatap Kangin kesal setelah itu kembali memperhatikan dua orang yang masih berciuman itu. "Jadi Yesung oppa menyukai Wookie?" gumamnya pelan.

"Lalu bagaimana? Kau mau mendukung atau menetang hubungan mereka?" tanya Kibum sambil melirik Hyukkie sekilas.

"Tentu saja aku mendukungnya! Wookie itu sahabatku dan aku akan selalu mendukung apapun yang terbaik untuknya…" jawab Hyukkie semangat. Di belakangnya Zhoumi menatap dua orang itu dengan pandangan yang sulit diartikan. 'Jadi dugaanku benar kalau Yesung juga menyukai Wookie…' ia berbalik arah hendak kembali ke kelas. Hatinya sakit melihat pemandangan di depannya itu. "Aku ke kelas duluan…"

Kangin, Kibum, dan Hyukkie saling bertatapan. "Mimi pasti cemburu…" ucap Hyukkie yang dibalas anggukan dari Kibum.

"Sebaiknya kita kembali ke kelas juga…" Kangin menarik kerah baju Kibum dan Hyukkie dari belakang lalu menyeret keduanya.

Sementara itu, Yesung masih terus melumat bibir Ryeowook. Yeoja itu merasa persediaan oksigen di paru-parunya berkurang. Ia menepuk bahu Yesung gelisah. Namja tampan itu pun melepaskan ciuman panjangnya agar Ryeowook mengatur napasnya.

"A-aku harus kembali ke kelas…" Ryeowook hendak berdiri ketika Yesung kembali menariknya dan menciumnya lagi. Perlahan namja itu mendorong tubuh Ryeowook hingga berbaring di bangku panjang yang sedang mereka duduki. Yesung terus menciumnya sambil sesekali berhenti untuk membiarkan Ryeowook mengambil napas setelah itu menciumnya lagi dan begitu seterusnya sampai akhirnya terdengar suara bel pulang sekolah terdengar.

"Astaga… jadi dari tadi kalian masih awet berciuman? Apa kalian nggak kehabisan napas?" suara Kangin menghentikan semua kegiatan mereka. Ryeowook menunduk menyembunyikan wajahnya yang merona. Yesung menatap tajam kearah Kangin, Kibum, dan Hyukkie yang hanya cengengesan. "Kalian itu menggangu sekali…"

"Sabar, hyung… kan bisa dilanjutkan kapan-kapan. Apa kalian tak mendengar suara bel pulang?" Kibum menyerahkan tas ungu di tangannya pada pemiliknya. Ryeowook menerimanya sambil tetap menundukkan kepalanya. "Oh ya, hari ini Hyukkie ikut ke rumah kita. Dia minta diajari fisika dan biologi…" tambah Kibum lagi.

Yesung berjalan mengandeng Ryeowook. "Ya sudah. Ayo pulang…"

Mereka berjalan menuju parkiran mobil dan bergegas pulang.

Dalam hati Yesung berjanji pada dirinya sendiri apapun yang terjadi dia akan tetap mempertahankan Ryeowook sekalipun yeoja itu menolaknya. 'Wookie itu milikku. Nggak akan aku lepaskan sedikitpun…' batinnya yakin.

Lagipula semua saudaranya juga ikut mendukungnya, ia hanya perlu meyakinkan kedua orang tuanya saja. Setelah itu semua beres. Tapi apa mungkin semuanya bisa berjalan dengan mulus?

Entahlah…

.

Tbc...

_~o0o~_

Anneyong~

mianhae kalau apdet kali ini lelet… author lagi sibuk-sibuknya, nih. ditambah lagi laptop author sempet error. huhuhu~ melas amat, ya?

gimana chapter yang ini? jelek kah? kurang panjang? atau ngebosenin?

ripiu, pliis~ ^^v