Percaya Padaku, Aku Mohon!

:EXO-OT12:

:HunKai-Other:

::

Dorm

Aura suram dan kelam dikeluarkan oleh maknae EXO yang tengah duduk di ruang tengah sembari meremat ponselnya erat. Bahkan ia merasa ingin menghancurkan ponselnya.

"Apa saja yang aku lewatkan, hm?" desisnya. Lay dan Chen yang berada di sana mengambil jarak beberapa langkah ke belakang.

"Sehun, aku mohon, dengarkan aku dulu!" seorang namja tan duduk tepat di sebelahnya.

"DENGARKAN APA LAGI KIM JONGIN?!" amuk Sehun pada namja tan manis di sampingnya, Jongin, kekasihnya.

"Sehun~ aku mohon dengarkan aku dulu!" mohon Jongin dengan air mata yang siap turun kapan saja.

"Sehun-ah, akan lebih baik kalian bica-" perkataan Chen terpotong dengan teriakan amarah Sehun.

"BICARA?! BICARA APA LAGI?! SAAT AKU PULANG SYUTING, INI BERITA YANG AKU TERIMA?! KAU TAHU BAGAIMANA PERASAANKU SEKARANG, HAH?!" Jongin menangis di hadapan Sehun.

"Maafkan aku hiks ini hiks ini ini juga untuk kita maafkan aku maaf maaf" ujar Jongin disela tangisnya.

"Aku masih bisa mentorelir beritamu dengan Krystal karena aku tahu dia mengatakannya sendiri padaku sebelum berita ini tersebar. Tapi-? ini? BAGAIMANA KAU MENJELASKAN INI KIM? KENAPA KAU BISA ADA SATU HOTEL DENGANNYA, HAH?!" marah Sehun.

"Sungguh Sehun itu hanya settingan hiks aku aku tak melakukan hiks apapun dengannya hiks Sehun-ahhh~ aku mohon maafkan aku maaf" tangis Jongin. Sehun tak bicara apapun dan pergi dari sana. CKLEK! BLAM!

"Jongin-ah?" panggil Lay lembut, Jongin menangis keras, bertepatan dengan kedatangan para member dan para mantan EXO.

"Jongin?" panggil Tao. Jongin tak menjawab dan ia hanya menangis.

"Bagaimana hiks ini hyung bagaimana? Sehun marah hiks padaku dia hiks tak hiks percaya hiks lagi padaku hiks bagaimana?" tangis Jongin.

"Maafkan dia Jongin, semuanya bukan salahmu~" ujar Baekhyun berusaha menenangkan. Jongin menggeleng.

"Harusnya aku bilang juga padanya soal settingan ini tapi hiks tapi ARRGGHH!" teriak Jongin kalap. Dia tak bisa menahan lelahnya, sakitnya, semuanya.

"Jongin-ah!" Luhan dan Chanyeol dengan sigap melepas tangan Jongin yang memukuli dada dan kepalanya keras.

"Jangan sakiti dirimu, Jongin!" teriak Luhan berharap dapat di dengar oleh dongsaengnya.

"JONGIN!" teriak Chanyeol. Tubuh ringkih itu berhenti memberontak tetapi tubuhnya merosot jatuh.

"Ya Tuhan! Jongin!"

.

.

"Sehun-ah, hyung mohoh dengarkan dia, ne? Maafkan dia, ini hanya settingan, dia tak ingin melukaimu makanya dia tak mengatakannya padamu~" ujar Suho. Sehun menatap sedih.

"Tapi jika begini dia menyakitiku hyung~" lirih Sehun.

"Maafkan dia Sehun, ini semua bukan kemauannya. CEO –gila tak waras- Kim itu benar-benar membuat semuanya runyam, dia menggunakan ini untuk comeback kita, ini sama seperti kasus Baekhyun dan Taeyeon noona!" ujar Suho. Sehun menunduk dan meremas lengannya.

"Jongin selalu menangis pada Minseok hyung dan padaku, dia tak kuat melakukan semuanya. Kyungsoo berkali-kali menemukannya melukai dirinya sendiri!" ujar Suho, tangan Sehun semakin mengepal erat.

"Dengarkan semuanya, Krystal juga datang pada kami dan meminta maaf, dia juga tak mau melakukan ini! tapi Krystal berusaha membantu sehingga dia mau, kekasihnya berkali-kali menghubunginya meminta kejelasan, dan dia juga tak enak padamu dan kekasihnya. Maafkan dia Sehun~ ini bukan salahnya~" jelas Jongin. Sehun menunduk lalu mengangguk.

"Temui dia~"

.

"Sehun?" panggil Jongin pelan, namja pucat itu mengangguk.

"Aku di sini, Jongie~" ujar Sehun. Jongin bangun dari tidurnya, hampir saja ia melepas infusnya namun dengan segera ditahan Sehun.

"Ssshhht~ jangan terburu-buru sayang, aku ada di sini tak akan kemana-mana~" ujar Sehun menenangkan.

"Jinjjayo?" lirih Jongin. Sehun mengangguk.

"Maafkan aku, aku tak mendengarkan penjelasanmu dan memarahimu hingga kau seperti ini. aku sungguh minta maaf, Jongie~" Jongin menatap mata Sehun lembut dan mengangguk.

"Harusnya aku yang minta maaf tak memberitahukan semuanya padamu, Sehun, maaf~" Sehun mengangguk.

"Ne, intinya kita sama-sama salah dan saling memaafkan~" Jongin tertawa pelan.

"Cepat sembuh, aku menyayangimu~" Jongin mengangguk.

.

.

"CEO itu apa sudah gila?" tanya Luhan marah.

"Dia gila skandal~" sahut Kris kesal.

"Apa lagi setelah KaiStal?" sindir Tao.

"Sudahlah kalian, kami tak apa!" ujar Baekhyun.

"Tak apa apanya, HAH?!" marah tiga namja tampan itu.

"Ini keterlaluan, mendongkrak popularitas dengan beragam skandal!" sindir Luhan.

"Sudah sudah, jangan cari gara-gara, pasti semuanya juga akan berlalu sebagaimana mestinya~" ujar Minseok.

"Hahhh~" hela mereka semua.

.

.

"Sehun?" namja pucat itu menatap kekasihnya dengan alis terangkat, heran.

"Ada apa?" tanya Sehun.

"Apa kau mencintaiku?" tanya Jongin.

"Tentu saja, sayang~" ujar Sehun gemas.

"Lalu, apa aku percaya padaku?" tanya Jongin lagi.

"Kau masih meragukanku ya?" tanya Sehun, Jongin mengangguk pelan.

"Habisnya tadi kau it-" chu~

"Ermmhh~ angghh~ S-sehunnhhh~" desah Jongin saat Sehun mengulum bibir penuhnya.

"Dengarkan aku, Jongin! Untuk yang tadi maaf, aku kelalahan dan pulang-pulang mendapat berita semacam ini otakku sudah tak bisa diajak kerja sama. maafkan aku soal tadi, hm? Aku selalu percaya padamu!" ujar Sehun.

"Jinjjayo?" Sehun mengangguk.

"Tetap percaya padaku, Sehun!" Sehun mengangguk.

"Ne!"

.

.

"Mungkin ciuman tadi bisa dilanjut?" goda Sehun.

"YA! DASAR MESUM! Anggghh~ Sehunnhh~"

.

.

TBC/END