Absolute Love
Pairing :KiHae/DongBum, KiHyun/KyuBum and other
Disclaimer :Super Junior milik SMEnt, Semua member milik mereka sendiri, tapi untuk Kim Kibum adalah milik saya, dan ryeowook adalah calon saya #kena Gampar#
Rated : T
Warning : Typos, bad plot, gaje, YAOI, BOYS X BOYS don't like don't read, crack pair (always hehehehe)
Summary :"Aku Lee Donghae, guru Biologi baru sekaligus pengganti wali kelas yang baru saja kalian patahkan lehernya. Salam kenal dan kau" namja tampan yang berdiri di depan kelas itu menatap salah satu muridnya. "temui aku sepulang sekolah"
Genre : Romance, Humor
%ika. Zordick%
Wajah donghae memucat, bibirnya bergetar mendengar penuturan singkat, jelas dan padat dari mulut suami esnya. Ia menunduk, terdiam, rasanya ia juga malu, bagaimana mungkin Kibum menjawab begitu di depan Appanya. Ia tak bisa membayangkannya bagaimana marahnya appanya sekarang. Ia bisa melihat kemarahan yang tersulut di mata Yesung.
"Aappaa…" Donghae berusaha menenangkan Yesung. Ia tak ingin Yesung harus sungguh memisahkan dia secara paksa dengan Kibum seperti kasus eommanya beberapa waktu yang lalu.
"Aku akan melakukannya Appa" lanjut Kibum yang membuahkan senyuman di wajah Yesung. Donghae membelalakkan matanya, masih berusaha mencerna apa yang sedang dimaksudkan kibum. Dia yang terlalu babo atau makna perkataan kibum yang terlalu ambigu? Kibum ingin menceraikannya atau menerima keputusan Appanya untuk segera mengumumkan pernikahan mereka?
Donghae mengerjab lucu, ditatapnya kibum yang kini menyunggingkan senyuman yang amat manis. Senyuman yang tak pernah dilihatnya secara langsung. Kibum mengecup bibir Donghae kilat, seolah tahu bahwa namja polos takkan mengerti apa yang ia katakan. Donghae menunduk, wajahnya memerah bahkan sangat merah. Yesung terkikik melihat tingkah anak semata wayangnya tersebut.
"Aku setuju saja, jika Hae memang menyukainya" Mimpi apa sebenarnya donghae semalam, kenapa kibum sungguh begitu memanjakannya? Apa dunia sebentar lagi akan kiamat atau gunung Fuji akan segera meletus?
Donghae pov.
Deg…
Deg…
Baru saja jantungku hampir berhenti karena perkataan ambigu si sialan ini sekarang dia berhasil membuat jantungku memompa lebih cepat dengan aksi gilanya. Yah… meskipun tak bisa terbilang gila juga sih? Mengingat dia tak pernah memperlakukanku seperti itu sebelumnya. Hah~ Tuhan, apa rencanamu dibalik semua ini?
Apa jangan-jangan, dia bukan Kim Kibum? Apa ada alien yang menyamar menjadi dirinya kemudian mencoba menggodaku yang manis dan imut ini? Alien itu punya selera tinggi juga rupanya. Lalu Kibum? Dimana kibum? Apa jangan-jangan kibum dibawa oleh alien itu untuk di nikahkan dengan putri alien? Ternyata begitu, mereka sebenarnya menginginkan Kibumku yang seperti pangeran.
"Baiklah, ayo kita makan di luar, aku tahu tempat yang enak. Eommamu pasti sudah menunggu lama di sana" ujar appa menyadarkanku dari pemikiran anehku. Aku bangkit, kibum lebih dahulu berdiri. Ahh~ ternyata dia bukan alien. Jika dia memang alien dia pasti akan membantuku berdiri terlebih dahulu kan.
Aku bangkit dari sofa, menyunggingkan senyuman terbaik pada appa yang menungguku untuk berdiri. Bukan seperti si es tampan itu. Dia malah meninggalkanku dan berjalan ke depan duluan. Aku mendengus kesal. Appa tertawa dengan tingkahku. Dia pasti tahu apa masalah yang sedang menghampiri anak kesayangannya ini. Aku selalu bercerita padanya tentang keluh kesahku pada kibum. Sampai dia bosan dan tertidur sementara aku masih sibuk mengoceh di telpon.
Tiba-tiba kibum kembali, dia terlihat terburu-buru menghampiriku. "Lama sekali" katanya dengan nada kesal tapi masih setia dengan wajah datarnya. Apa dia terserang sindorm ya? Tapi aku tak pernah tahu ada sindorm seperti itu meski aku sudah menjadi guru biologi sekarang. Ada hal yang perlu ku syukuri dari ketidak abnormalannya tersebut, aku tak perlu takut jika dia marah atau dia membentakku. Dia tak pernah membuatku takut karena dia selalu menunjukkan ekspresi dan tak banyak bicara hingga tak pernah membuat hatiku sakit.
Dia menggandenga tanganku, menarikku dengan lembut. Langkah kakinya yang panjang menyebabkan aku harus setengah berlari untuk menyeimbangkan jarak kami. "Limosin?" aku menaikkan sebelah alisku. Aku berbalik dan menatap horror pada appa yang kini nyengir di belakangku. "APA MAKSUDNYA INI APPA?" teriakku sangar yang membuat kibum menatapku dan appa bergantian.
Aku tak terlalu suka appa menunjukkan kekayaannya. Lihatlah, untuk apa dia membawa kenderaan dengan panjang berlebih ini hanya untuk membawaku dan kibum makan? Kibum merangkul pinggangku dan mendorongku cepat masuk ke dalam mobil. Dia sekongkol dengan appa ternyata. Aku mengerucutkan bibirku, kesal. Mereka duduk dengan aku diantaranya. Seolah menjadikanku sebagai tahanan.
"Jalan Albert!" kata appa pada tangan kanannya yang ku yakin sedang duduk di sebelah supir sekarang. Mobil ini pun melaju dari perkarangan rumah kediaman Kim. Kenapa aku punya appa dan suami yang sama tak pengertiannya seperti ini?
%ika. Zordick%
Aku masih setia dengan wajah di tekuk, dan bibir mengerucut saat kami tiba di depan sebuah restaurant pinggir laut. Aku menggerutu, tak hendak turun dari mobil ini. Aku sudah kelewat kesal dengan pasangan menantu dan mertua yang sedang membujukku untuk segera turun. Aku tak peduli, bukan kali pertama aku mengatakan bahwa aku tak suka mengumbar kekayaan mereka. Mereka pikir apa alasanku menjadi guru?
Yah… tentu saja selain tak ingin berurusan dengan berkas-berkas tebal appa yang di penuhi banyak angka. "Kau turun atau aku akan memakanmu di sini?" aku terdiam, mencoba mencerna kata-kata kibum yang terdengar begitu menusuk di telingaku. Ia membisikkan kata-kata itu saat appa berbalik. Makan? Aku? Apa dia begitu lapar?
"Makan saja!" ujarku santai, yang membuat semburat merah di pipi appa. Sementara kibum tampak menyeringgai setan. Sebenarnya ada apa? Gak mungkin kan dia memakanku? Meskipun keadaannya sangat lapar.
Kibum semakin menghapus jarak di antara kami. Apa yang akan di lakukan bocah ini padaku? "Benarkah?" dia berbisik lagi, kali ini dengan nada yang err—entahlah membuat tubuhku menegang karena takut.
"HYAAA…. MESUM!" teriakku memukul kepalanya kemudian menghambur keluar. Appa tertawa geli saat melihatku. Aku sibuk menenangkan detak jantungku dan wajah memerah. Sementara kibum, dia dengan santainya keluar dari mobil, dengan tenang dan datarnya. Apa jangan-jangan dari awal dia memang bukan manusia? Apa dia sungguh alien?
Appa dan kibum melangkah lebih dulu masuk ke restaurant tersebut. Aku hanya mengekori dari belakang setelah sebelumnya mengadu pada albert tentang kejahatan dua manusia yang jelas ia ketahui. Aku mengedarkan pandanganku, banyak sekali yeoja di sini. Dan mereka…. ANDWAE… aku langsung berlari dan merangkul lengan kibum cepat. Apa-apaan mereka itu? Tidak sopan sekali memasang tampang bernafsu dengan suami orang.
Aku memberikan deathglare gratis pada para yeoja yang uhh~ oke mereka memang cantik dan bertubuh bagus. Kenapa appa harus membawa kami makan di tempat seperti ini. Kibum masih setia dengan wajah datarnya sementara appa dengan kurang ajarnya, meneber pesona. "Eomma…" teriakku memanggil eomma yang sedari tadi sibuk melirik jam tangannya. Ia tersenyum dan melambaikan tangan.
"Appa… itu eomma!" aku sengaja mengeluarkan suara keras agar para yeoja itu mendengar bahwa orang yang sedang mereka tatap sudah mempunyai istri dan anak. Mereka sibuk menggosip dan aku tahu mereka sedang mengagumi kedua namja luar biasa yang berwajah tampan dan berdompet tebal.
Aku menarik kibum dan duduk di sebelahku. Eomma tertawa melihat tingkahku, bukankah itu wajar? Bukankah dia yang seharusnya menarik appa secara kasar agar tak menebar pesona secara berlebihan? Itu mimpi kim donghae. Jika eomma melakukan hal seperti itu. Siapapun tahu diantara eomma dan appa tak ada perasaan yang bernama 'cinta' di antara mereka. Termasuk aku, dan akulah yang paling mengetahui meski appa dan eomma berusaha menutupinya dariku.
Bukankah sangat lucu? Seorang lee donghae yang terkenal dengan hidup sempurna. Mempunyai appa yang tampan dan kaya raya. Mempunyai eomma yang luar biasa cantik dan terkenal. Mempunyai hidup yang penuh kasih saying dan cinta. Tapi apa gunanya semua itu jika appa dan eommaku bahkan tak punya rasa cinta di antara mereka. Aku adalah anak hasil dari kecelakaan tanpa cinta mereka.
"Hae… kau mau pesan apa chagi?" suara lembut eomma menyadarkanku. Aku tersenyum menatap wajah ke dua orang tuaku yang terlihat cemas. Aku melirik kibum, oke… hapus dia dalam daftar orang yang akan mengkhawatirkanku. "Aku pesan yang sama dengan kibummie saja" ucapku. Aku tahu dia akan memilih steak daging sapi.
Kibum tersenyum lagi, sangat mempesona. OMO~ kali ini sama pelayan cantik itu. Aku memandang tajam kibum. "Tolong anggur merahnya ya" aku melototkan mataku. Dia mau minum anggur? Gila? Dia belum cukup umur.
"Anniyo… tolong minuman non alcohol yang ini saja, 2" ujarku. Dia memandangku datar kemudian mengembalikan buku menu pada pelayan yeoja tersebut. Ku dengar suara kekehan eomma dan appa. Aku mengerucutkan bibirku, "Waeyo? Jangan mentertawakanku seperti itu"
"Saladnya satu" aku mendengar pesanan eomma. Dia memang selalu menjaga berat badannya.
"Hanya salad? Kau sudah terlalu kurus chullie. Tolong pesanan yang sama dengan punyaku ya! Tidak usah panas dan pedas. Arraso!" eomma menatap tak percaya pada appa. Appa tersenyum dan kemudian membuahkan semburat merah pada pipi eomma. Apa appa juga di gantikan oleh alien? Dia berubah.
"Seafoodnya satu lagi" suara kibum, aku menoleh. "Kau juga perlu nutrisi lebih" hiks… sepertinya dunia bakal kiamat.
%ika. Zordick%
Seperti biasa kibum makan dengan khidmat. Yesung appa juga seperti itu. Hanya eomma yang mengobrol denganku. Menanyakan kondisi kedua mertuaku yang ia bilang sangat ia rindukan. Eomma memang sangat hebat membuatku tertawa dan appa tak bisa menyembunyikan tawanya saat eomma mulai mengatai wajah dingin kibum yang ia rasa adalah topeng pembela kebenaran.
Hingga seorang yeoja cantik berpakaian minim bertubuh sexy menghampiri meja kami. Kibum sepertinya tak terlalu tertarik, ia masih menikmati makannya dengan khidmat. Eomma mendongak melirik tajam yeoja saat suara manjanya terdengar menyapu pendengaran kami. "Oppa…" appa terlihat membuang wajahnya. Aku tahu mereka mempunyai perjanjian kalau di depanku appaku tak boleh bersama dengan yeoja lain.
"Yesung oppa… ini kau kan?" appaku hanya tersenyum, melepaskan pegangan tangan yeoja itu dari tangannya. Aku menatap mereka secara bergantian, sedangkan kibum mulai meletakkan garpunya dan menatap lekat yeoja yang terus menggoda appaku.
"Mianhe noona, bisakah kau tak terlalu berisik". Yee… "Ahh… suaranya sangat menggoda" aku mendengar teriakan dari yeoja-yeoja lain. Baru kali ini aku merasa kalau kibum lebih baik tidak usah bicara saja.
Yeoja itu mengerucutkan bibirnya, "Baiklah… oppa aku tunggu nanti malam eoh! Saranghae…" tubuhku bergetar hebat mendengarnya. Ia mengecup pipi appa kemudian pergi tanpa rasa bersalah. Aku melirik kibum, rasa malu sungguh memenuhi hatiku. Bagaimana mungkin suamiku melihat keretakan keluarga ini? Padahal baru pertama kali kami berempat makan bersama.
"Siapa yeoja itu?" eomma dengan tenangnya bertanya pada appa. Jika aku berada di posisi eomma, aku akan menangis sejadi-jadinya. Yah… kalau kasusnya eomma mencintai appa. Appa menoleh pada eomma. "Dia… teman"
"Teman tidurmu semalam" aku terdiam, eomma sungguh perlu menjaga mulutnya. Kibum masih di sini, aku tak peduli dia memikirkan perasaanku atau tidak tapi kibum. Aku merasa tak enak padanya.
Appa mendelik tajam. "Kenapa kau berkata seperti itu?" aku sudah merasakan rasa tidak enak. Mereka pasti akan bertengkar kali ini. Eomma bangkit dari kursinya, di ambilnya gelasnya dan menyiramnya ke wajah appa. Aku melihat buliran hangat mengalir membasahi pipi putih eomma. Pertama kalinya ia menangis saat di lukai appa. Apa ia sungguh sakit hati sekarang?
"Brengsek!" makinya pada appa kemudian ia berlari keluar. "Eomma…." Aku ikut bangkit tapi kibum menahanku. Dia menatapku sekilas kemudian dialah yang mengejar eomma. Aku menatap tajam appa, berusaha meminta. Meminta agar ia bisa meminta maaf pada eomma, tidak bersama yeoja-yeoja lagi.
"Appa.. kau keterlaluan" jangan menangis lee donghae, atau kedua orang tuamu akan sama terlukanya.
"Mianhe… donghae-ya" suara appa nyaris tak terdengar.
YESUNG POV
Kupeluk putra semata wayangku erat. Dia memang tak menangis tapi aku tahu dia terluka karena mengetahui aku yang bukan seorang appa yang baik seperti yang ia kenal sebelumnya. Aku memang namja yang normal yang menyukai yeoja. Aku tak mencintai namja cantik bernama Kim Heechul yang telah melahirkannya dan membantuku membesarkannya di dunia ini.
Sejujurnya aku bingung dengan perasaanku sendiri. Di satu sisi, aku masih namja normal yang menginginkan yeoja. Di sisi lain, ada perasaan aneh yang membuatku tak ingin membuat namja cantik itu terluka. Mungkin saja karena dia adalan eomma dari anakku, eomma dari lee donghae. Dia memang satu-satunya istriku dan dia satu-satunya orang yang kuakui menjadi istriku meski dia bukan seorang yeoja.
Seumur pernikahan kami, aku tak pernah menyentuhnya. Aku hanya melakukan segalanya untuknya karena dia menjaga anakku bukan karena cinta. Entahlah… aku memang sering merindukan sosoknya yang selalu ku benci. Mulutnya yang blak-blakkan dan kasar. Tingkahnya yang terkadang konyol yang membuatku tertawa. Ia sungguh namja tak terduga. Apakah aku harus mengatakan aku sungguh mencintainya?
Itu hal idiot yang tak mungkin kulakukan! Aku mencintai wanita! Tak mungkin aku mencintai namja dan berubah abnormal. Meskipun aku membiarkan anakku menikah dengan seorang namja bukan berarti aku suka. Aku hanya tak ingin membuat donghae yang memang mencintai namja itu terluka dan menyalahkanku.
"Appa… kejar eomma! Minta maaf padanya!" aku tertunduk , aku tak mampu melihat mata polos namja yang begitu kusayangi yang sedang memohon padaku. Apakah aku harus jujur padanya? Aku sudah tak mampu berbohong padanya selama ini.
"Appa tidak bisa chagi" apa suaraku terdengar begitu serak. Kubingkai wajahnya yang terlihat memelas. "Appa dan eomma akan bercerai sebentar lagi" aku mengaku dan kurasa inilah keputusan yang benar. Donghae sudah cukup dewasa untuk mengetahui kenyataannya. Inilah perjanjiannya, saat donghae dewasa. Kami akan berpisah. Dia bebas memiliki pasangan hidup yang ia cintai, akupun begitu.
BRAAAKKKK…..
Donghae mendorong tubuhku saat ia mendengar suara berisik di luar yang cukup keras. "EOMMA… KIBUMMIE…!" teriaknya dan akupun ikut menghambur keluar.
Deg…
Deg…
Jantungku seolah tak berhenti berdetak. Waktu seakan enggan bergerak. Aku melihatnya bersimbah darah di jalanan. Aku tak tahu entah darahnya atau darah menantuku yang memeluknya. Aku berlari menembus keramaian. Kuangkat tubuhnya dan menggendongnya. "Albert! Albert!" teriakku memanggil orang yang selalu berada di sampingku.
Albert mengangkat tubuh kibum, memapahnya bersama donghae. Aku menaikkan tubuhnya ke dalam limosinku. "Jangan membuatku takut! Bangunlah heechullie… kumohon!" bisikku di telinganya yang sepertinya sama sekali tak di gubrisnya. Aku menekan ponselku. "Bereskan orang yang menabrak istriku!" teriakku kalut. Kenapa aku sungguh takut melihatnya seperti ini?
%ika. Zordick%
AUTHOR POV.
"Hiks.. hiks…" suara tangisan menggema di ruangan serba putih. Sesosok namja Nampak mulai membuka matanya. Ia terbaring di atas sebuah ranjang. Ia bangkit dan ia rasa ia tak boleh berlama-lama tertidur di ranjangnya atau istrinya itu akan terus menangis.
"Hae hyung" dia mamanggil nama namja lain yang berada di ruangan yang sama. Donghae menoleh. Ia langsung memeluk tubuh kibum. Menangis di dada suaminya. Padahal ia sangat tahu bahwa kibum tak mengalami cedera yang parah. Hanya luka di pelipis yang membuat kepala namja tampan itu di perban.
Kibum mengelus pucuk kepala donghae. Menyalurkan sebuah rasa tenang agar ia tak mendengar isakkan lagi. "Bagaimana keadaan eomma?" Tanya kibum membingkai wajah donghae. Menatap obsidian kecoklatan yang membuatnya semakin tergila-gila dengan pesona keindahannya.
"Dia belum sadar. Aku malu bummie" donghae mangakuinya. Kibum mengeriyit heran, di genggamnya tangan donghae lebih erat. "Aku malu kau harus melihat keluargaku yang seperti ini. Appaku tak pernah mencintai eommaku dan eommaku pun begitu. Aku hanya anak yang tak sengaja terjadi diantara mereka. Aku anak yang tak di harapkan"
Kibum tersenyum. "Ssstt… apa yang kau katakan? Appa dan eomma sangat mencintaimu" kibum mengecup pipi donghae. "Ayo kita temui mereka!"
%ika. Zordick%
Yesung tersenyum miris. Diperhatikannya lekuk wajah Heechul. Terlihat sekali rasa bersalah, penyesalan dan khawatir tercermin di wajah tampannya. "Chullie… bangunlah!" di genggamnya tangan heechul. Sudah tak terhitung berapa kali ia mengatakan itu. Entah sudah berapa banyak air mata yang ia keluarkan. Ia bagaikan anak kecil yang sungguh takut kehilangan seseorang yang begitu berharga.
Di kecupnya dahi heechul berkali-kali sambil terisak. Bukankah dia orang munafik yang mengatakan perasaaannya pada heechul bukan cinta. Pertahanannya telah jatuh. Ia mencintai namja itu. Mencintainya lebih dari apapun di dunia ini.
"Appa…" suara malaikat terdengar menyapu gendang telinganya. Yesung menghapus air matanya dan menatap nanar anaknya bersama dengan menantu yang menyelamatkan nyawa istrinya. Kibum tersenyum, dia mengecup pucuk kepala Donghae.
"Hae—ya" Yesung bangkit dari kursinya. BRUUK…. Dia terjatuh. Kakinya terlalu lemas. Dia terlalu lelah menangis. Kibum membantu Yesung berdiri. Di naikkannya tubuh namja tersebut di atas sofa. "Appa, kau kan belum makan. Makan dulu eoh!" pinta donghae yang merasa wajah Yesung sungguh pucat sekarang. Ia tahu persis bahwa Yesung belum makan. Dan hari sudah mulai larut.
"Gwechana…" Yesung menyeret tubuhnya sendiri, menghampiri tubuh heechul yang masih terbaring dengan mata tertutup. Di elusnya lembut pipi namja cantik itu. "Bangunlah… ku mohon!"
TREEKK….
Kibum dan donghae melirik ke arah pintu yang terbuka. "Bagaimana keadaanmu chagi? Kau terluka?" Siwon mengerocos tak jelas memperhatikan tubuh kibum dan memutar-mutarnya. Memperhatikan sosok anaknya yang hanya memandangnya bingung.
"Gwechana appa" ujar kibum sambil tersenyum manis.
Siwon tersentak, dia menatap leeteuk. "Kau tahu siapa namaku, kibummie?"
"Appaku, Kim Siwon" jawab kibum. Leeteuk tersenyum. Ia sedang meyakinkan suaminya bahwa anak mereka sungguh baik-baik saja. "Lalu siapa namja yang kau peluk itu?" siwon melanjutkan pertanyaannya.
"Dia namja yang sangat kucintai. Istriku. Kim donghae" jawab Kibum penuh keyakinan yang membuat semburat merah menjalar di pipi donghae.
"Yeobo…" ujar siwon gugup. "Kurasa otaknya bermasalah! Cepat bawa dia kepemeriksaan" siwon menarik tubuh kibum cepat. "Aish! Kenapa lagi dengan dia?" gerutu Leeteuk dan mengikuti langkah suami dan anaknya.
Donghae memiringkan kepalanya menatap kepergian keluarga suaminya. Sebenarnya ada apa? Ia berbalik menatap appanya yang sungguh dalam kondisi mengenaskan. "Appa.. eomma tak akan masalah! Appa makan eoh!" donghae masih berusaha meminta. Yesung hanya menggeleng, tatapannya tak beralih dari Yesung.
"Ehmm…" suara lembut menginterupsi kesadaran Yesung. "Kau bangun chullie?" Tanya Yesung menggenggam tangan Heechul lebih erat. Heechul dengan kasar menepis tangan Yesung. Di keluarkannya deathglare mematikan yang sama sekali tak berpengaruh pada Yesung.
"Pergi sana, sama yeoja mu itu!" pekik Heechul yang membuat yesung tersentak. Tapi senyuman manis langsung merekah di wajahnya. Di peluknya tubuh heechul, di kecupnya beberapa kali wajah Heechul. "Apaan sih? Kau menjijikkan Yesung!" teriak Heechul mendorong tubuh Yesung. Kali ini donghae yang terkikik geli.
Yesung meraih ponselnya, terlihat semburat kekecewaan di wajah Heechul. Lihatkan! Tak ada yang berubah! Namja ini masih juga lebih memikirkan pekerjaannya di banding dirinya. Heechul mengambil bantalnya, melemparnya tepat di wajah Yesung. "Albert, bisa kau tarik surat ceraiku di pengadilan? Oh… arraso! Sepertinya dia juga mencintaiku" Yesung melirik Heechul. Wajah heechul sontak memerah. Dia mencintai namja babo berkepala besar yang selalu bersetubuh dengan yeoja saat punya waktu. Itu hal gila! Tapi tak bisa ia pungkiri ia senang mendengar kata 'juga' yang di sebutkan Yesung.
Senyum tak menghilang dari wajah tampan Yesung. Di kecupnya pipi Heechul membuat namja cantik itu makin memerah. "Entah apa yang terjadi, mungkin aku telah jatuh ke jurang namun berhasil naik kembali. Hanya untuk mengatakan satu hal yang tak mungkin ku katakan. Saranghae Yeobo! Aku sungguh mencintaimu dan aku tak mau merasakan perasaan hampir kehilanganmu seperti barusan" Yesung menyembunyikan wajahnya di ceruk leher heechul. Menghirup aroma cherry yang terasa begitu manis di hidung mancungnya.
"Sebaiknya kalian jangan melakukannya di rumah sakit. Aku tahu hotel yang dekat dari sini eomma.. appa" celutuk Donghae menghentikan aksi aneh yang dilakukan oleh dua namja di hadapannya.
"Ahh~~ kau benar chagi. Ayo.. yeobo!" dengan polos dan mesumnya Yesung menarik tangan Heechul. PLLLAAAKK…. Heechul tepat menepuk kepala Yesung keras. "Kau pikir setelah kau mengakui kau abnormal aku akan mau tidur denganmu! Tidak akan babo yesung! Aku tidak suka bau yeoja di tubuhmu!" dengus heechul. Yesung nyengir. "Aku akan menunggu" jawabnya cepat yang sontak membuat donghae merasa kelakuan Yesung sungguh OOC.
'Apa semua suami kalau berhadapan dengan istri akan seperti itu ya? Jadi kekanakan?' batin donghae mengingat kelakuan Siwon—mertuanya yang sepertinya tak ada bedanya dengan kelakuan ayahnya sekarang.
%ika. Zordick%
"Bagaimana dokter apa anakku baik-baik saja? Aku akan bayar berapapun untuk kesembuhan anakku" cerocos Siwon panic saat merasa begitu cemas melihat kondisi Kibum yang sebenarnya jauh dari kata 'sakit'.
Kibum tersenyum menatap siwon. Leeteuk merinding sejenak. "Aku tidak apa-apa appa? See~ aku baik-baik saja! Tidak mungkin aku sakit hanya karena terjatuh menabrak aspal kan appa"
"Lihat kan dokter! Dia baru saja mengucapkan kata-kata lebih dari 10kata. Itu kalimat yang panjang yang tak pernah ia ucapkan" Siwon semakin heboh. Anaknya pasti sungguh bermasalah. Ya.. dia memang sungguh bermasalah.
Dokter tersebut mengangguk mengerti. "Itu memang akibat trauma di kepalanya karena benturan" leeteuk memeluk tubuh Kibum. Ia juga sangat ketakutan jika seperti ini.
"Tapi tenang saja, hal tersebut hanya bersifat sementara. Ia akan bertindak sedikit aktif" siwon mengangguk mengerti. Dirangkulnya tubuh kibum. "Dia akan sembuh tuan kim. Tenanglah!" sambung sang dokter yang merasa kalau keluarga tersebut terlalu berlebihan.
%ika. Zordick%
Donghae pov.
Aku menatapi satu per satu namja yang mengelilingi meja makan di ruang makan keluarga Kim. Aku tersenyum canggung, kulirik kibum yang masih memamerkan senyum cerianya. Ada yang aneh dengannya. "Chagi… buka mulutmu!Aaaa" katanya hendak menyuapiku makan. Aku tak tahu harus senang atau merasa takut. Dia sungguh berubah drastic.
Aku membuka mulutku dan dia menyuapinya. "Enak?" Tanya kibum lagi yang hanya ku jawab dengan anggukan.
Tak lama kemudian, acara makan kami pun selesai. Kibum membawaku masuk ke kamar kami. Hah… itu memang kebiasaannya. Hanya yang ini bagian yang benar yang ia lakukan semenjak keluar dari rumah sakit. Kibum mulai membaca bukunya dan itu artinya aku akan mulai di cuekin. Lima belas menit dia membaca bukunya tiba-tiba… BUGH…
Aku tercengang, kim kibum yang seorang kutu buku. Yang mencintai bukunya lebih dari apapun di dunia ini kini melempar bukunya ke sembarang arah dengan tatapan bosan. Apa aku sedang bermimpi? Atau aku sedang berhayal. "Chagiya… aku bosan!" dia memeluk tubuhku yang memang duduk di sampingnya. Buku bahan ajarku untuk besok jatuh begitu saja. Sungguh aku terkejut!
"Bo..bosan?" tanyaku gugup.
"Nee…" dia mengangguk manja. Dia mencium leherku kemudian. Mengecupnya pelan seolah dirinya yang selalu bermain kasar di ranjang telah hilang. "Bummie… kau kenapa?" tanyaku agak menjauhkan kepalanya.
"Kau tahu, hyung…." Dia mulai menindih tubuhku menatap mataku lekat. Kenapa tubuhku jadi tak bisa bergerak? "Aku dulu sering bertanya mengapa orang suka berkelahi hanya karena cinta" kibum mengecup dahiku, kedua kelopak mataku, hidungku dan terakhir bibirku. "Tapi sekarang aku mengerti, saat melihat wajahmu, aku merasa siap untuk menghadapi perang dunia ke tiga"
"Eh…?" aku mengerjab bingung. Dia sedang menggombal kah?
"Tidurlah! Aku mengantuk!" dia memejamkan matanya sambil memelukku. Kurasa aku telah berada di surga, atau mungkin aku sedang di bawa alien ke suatu tempat tanpa ku sadari.
TBC
Hahahahhahaha….
Reviewnya donk! Kekekekkekeke….
Sadarlah buat SR eoh! Love u all! #meluk kibum
Kibum : Lee Eunhye, Kurasa untuk kyuhyun memang OOC sih, Cuma untuk diriku sendiri, gak terlalu. #datar
Donghae : RistaMbum, ANDWAE! Kalau dia botak, dia pasti jelek!
Kyuhyun: Nelly key donghae, MWO? Kau bilang apa? Baiklah untuk chap berikutnya adeganku lebih menderita, tapi ada bagian yang manis lho… bwahaahahahahaha….
Siwon : Tendou, astaga… tidak boleh seperti itu! Itu tidak baik! #kultum. Bla.. bla…bla,,,
Yesung: Raihan, benarkah aku begitu keren?
Ika. Zordick: Oke.. eonni, tapi lanjutin semua FF eon! (to: Hyukssoul)
Hangeng: ecca augest, dia memang manis, dan cocoknya sama aku di FF ini. Kyu: Lu aja gak pernah muncul. Hangeng: #nunjuk skrip, mulai chp depan gua banyak muncul!
Heechul: Cloudyeye, entahlah! Anak itu susah untuk ditebak pikirannya.
Eunhyuk: Rizkyeonhae, mwo? Yesung ditakuti? It's not real! #teriak gaje. #ditimpuk yesung
Kibum: KiaHyora, aku sungguh mencintai ika! Mianhe..
Hangeng: AIrzanti, Ni hao,,, ya.. mereka sudah di satukan, sesuai permintaanmu. Wah… permintaan tentang kyuminwook, itu sulit! Bukankah begitu? Minwook: #angguk
Ryeowook: HaeUKE, kan manjaan aku! #meluk sungmin
Sungmin: Liviyakim, wah… singkat bener..
Kyuhyun: Echa Sk'ElfRyeosomnia, MWO? Sama si gila yang hobinya aneh gitu? Aku gak mau jadi psikopat dalam ceritanya seperti kibum!
Ika. Zordick: Cici aal, mian masih lama…
Shindong: DS, jangankan dirimu, aku sebagai sanjangnim di cerita ini aja bingung kok aku gak muncul-muncul lagi! #gak nyambung
Donghae: Eun Byeol, #meluk. Yah… aku akan mempertahankan bummie!\
Yesung: cloud3024, dirimu salah paham menganggap si albert itu istriku! Andwae! Lebih baik sama heechul hyung saja! Cantik…
Heechul: dew'yellow, wah… mati suami ane, dipeluk gitu…. #kebawa naskah. Apa kihaenya kurang banyak?
Siwon: isfa. Id, astaga… masa donghae hamil? Itu tidak boleh? Tapi menurut si ika, bakal ada…
Sungmin: HwiKa. HaeKyu, oke..oke…
Ryeowook: Lullu48129, gak masalah asalkan tetap koment…
Leeteuk: Kira itu Jung Dabin Naepopo, yesung memang sangat ambigu!
Siwon: aoora, ok!
Hah… kenapa ya… yang minta FF ini di lanjutkan dan meneror saya amat banyak namun jumlah reviewannya tak sebanding? #digetok. Huwee…. Harap reviewnya!
