Buat readernim yang masih kurang perhatian pyong mohonnn banget
1. Ini bukan BDSM, karena itu murni salah pyong nulis summary. Itu bahkan sekitar seminggu yang lalu, dan sudah diperbaiki jadi kalau kalian baru berkoar sekarang, fix. Kalian ketinggalan jaman.
2. Jangan pake guest, biar pyong bisa liat stories, fav stories kalian kaya gimana. Biar sekalian satu-satu disesuain sama kemauan kalian, tapi ini kan story pyong jd ga perlu kan ?
3. Tolong itu dari kemarin yang bilang pelecehan seksual, sama fantasi seksual. Itu bahasanya tolong dikondisikan.
Sampe chap ini bahkan belum ada adegan kisseunya :( karena Pyong belum bisa dapet feelnya , apalagi yang bilang pelecehan seksual tapi ngeship juga. Itu mah munafik ! Ngeship bxb sama aja kan pelecehan seksual ? Coba bayangin kalau kalian punya anak trus ada orang yang ngefans sama anak kalian trus ngebayangin kalau anak kalian dijadiin gay ? Sama aja kan ?
4. Pyong masih 10 tahun lagi kali baru mikirin soal 'anak' . Tolong jangan hiperbola kalian nganggap mereka anak. Kalau dongsaeng iyaa, ohh apa jangan-jangan yang ngomongin anak mulu itu sudah ibu2 atau kebelet punya anak ?
Sejauh ini pyong 'masih' berusaha positive thinking, tapi lama-lama pyong capek juga. Inspirasi pyong ga jalan jadwal pyong juga jadi berantakan :( karena kebetulan pyong punya jadwal harian.
Jadi readernim sekali lagi, INI BUKAN BDSM. Makasih. Tolong bilangin itu katanya yang gabaca, liat summary duluan aja udah jijik. Summarynya aja udah dibenerin dari kapan tau, dia baru berkoar :")
Okelahhh ini ceritanya~
Prince's Control
A screenplay fanfic by Guanbae's
Warning! Typo, OOC, 17
Don't like don't read
.
.
.
Lai Guanlin X Yoo Seonho
Bae Jinyoung X Park Jihoon
Park Woojin X Ahn Hyungseob
and others (P'101)
Disclaimer : All cast belong to themself, the story is mine :3
.
.
.
Pagi ini nampak lebih mendung dari biasanya. Aura sedikit mencekam dan sialnya Seonho harus datang lebih pagi karena dapat tugas piket pagi. Sekolah benar-benar sepi nampaknya baru beberapa anak yang datang, itupun berada di kelasnya masing-masing.
Ukkhh Seonho menyesalkan nasibnya sebagai anak kelas satu. Dia dapat kelas di lantai tiga, dan menurut Seonho itu membuang tenaganya. Hari ini dia kurang sehat. Jika ditelisik lebih jauh, bibirnya nampak sedikit pucat. Kemarin setelah menemani Jihoon hyungnya ke perpustakaan ia pulang lebih dulu, karena ada tugas rumah yang harus dikerjakan dan di-email saat itu juga. Dan berakibat tubuhnya yang terguyur air hujan dan terserang flu dalam jangka waktu kurang dari dua jam.
Semalam hyungnya sudah mengomeli habi-habisan dirinya, dan jika bukan karena acara makan malam yang harus dihadiri keluarga Jihoon, mungkin dirinya akan terus diberi berbagai macam petuah menyebalkan. Yang sungguh menyebalkan.
Ketika Seonho tiba di kelasnya, sepi menyapa. Hanya terdengar detik jarum jam dan detak jantungnya seolah bersahutan. Hufffftttt dihembuskan nafasnya perlahan, kemudian Seonho meletakkan tasnya dan segera mencari alat pembersih jendela. Yang lainnya belum hadir pikirnya, mungkin terjebak kemacetan.
Seonho mengelap kaca dengan telaten seolah enggan menyisakan satupun titik di sana. Ia meniup-niupkan nafasnya kemudian mengelapnya dengan kain di tangannya. Ahhhh lucunya~
GGRREEEPPPPPP
Seonho terkejut ketika seseorang merengkuhnya dari belakang. Ia nyaris saja berteriak namun mulutnya dibungkam oleh sebuah tangan.
" HHHMMMMM APA AKU DICULIKKK ? "
Yayaya salahkan saja dia dan otak blanknya yang kadang-kadang muncul. Kadang-kadang tolong digaris bawahi.
" Senang sekarang sudah bebas ? Aahh aku tidak mau melepaskanmu.. Istirahat pertama. Mroom. Tidak datang dan kau tau akibatnya. Jangan membantah!"
Tolong dia. Tolong Seonho. Suara ini membuat bulu kuduknya meremang. Dia tau siapa pemilik suara berat yang tadi membisikannya. Menyempatkan mengecup tengkuknya sebelum menghilang bersama udara. Pikirnya saja sih.
Tak lama para murid yang piket berdatangan. Mereka mengerjakan pekerjaan yang belum dilakukan Seonho, dan berterimakasih karena Seonho datang lebih awal.
Ini sudah jam istirahat pertama. Hyungseob menghampirinya mengikutsertakan Jihoon. Memang begini kebiasaan mereka. Menghabiskan waktu untuk memakan bekal bersama yaa itupun jika salah satu atau salah dua mereka dipanggil para pangeran ke kerajaan mereka. Kenapa tidak pergi ke kantin ? Bukankah itu terlalu mencolok ketika ada sekumpulan tboys tidak juga sih karena mereka hanya bertiga dan Jihoon bukan tboys. Ya sebelum kemarin. Ahhh sialan mengingatnya saja membuat Jihoon muak.
"Seonho neo gwaenchana ? Bibirmu terlihat pucat apakah kau sakit ?"
"Semalam aku sudah menceramahinya, Seob. Ia hujan-hujanan kemarin"
"Kenapa sih hujan-hujanan dipermasalahkan ? Kan seru tauuu"
"Seru kalau kamu tidak sakit setelahnya!"
"Hehehe mian hyungg-ahh~ Tapi bukannya keadaan Hyungseob yang perlu leboh dikhawatirkan ? Mian hyung kami meninggalkanmu kemarin."
Seonho dan raut menyesalnya memang perpaduan yang buruk. Terlihat seperti anak ayam yang kehilangan induknya. Ahhh malang sekali dirimu Seonho-yaa~ pikir setiap orang yang melihatnya.
"Aku tidak apa-apa. Kalian juga tidak usah menyesal seperti itu. Ini kan salah para monster tak berperikemanusiaan dan keayaman"
"Lalu apa yang terjadi setelah kami pergi ?"
"Haruskah aku ceritakan Jihoonie hyung ? Seonho bisa tercemarkan ?"
"Ohhh ayolah hyung… Aku bahkan berada di posisi sama denganmu!"
Seonho memutar bola matanya malas. Hyungnya masih menganggapnya bocah––coret––anak ayam yang polos. Dan kemudian Hyungseob menceritakan semuanya yang terjadi kemarin.
.
.
.
~Flashback On~
"Memohonlah, lepaskan bajumu dan merangkak ke tiang di depan sana ! Dan aku punya mainan untukmu~"
"A..Ak..Aku tidakhhh.. akhh mahh..uhhh"
"Yaaa.. Apa akan terus seperti ini ? Kau tidak lelah membantah eoh ? Ahn Hyungseob"
Woojin menelusupkan tangannya ke dalam kemeja sekolah yang Hyungseob gunakan. Mengelus pinggangnya dan merambat ke dada. Sial. Jinjja. Jeongmal. Daebak. Heol. Hyungseob mendongakkan wajahnya menatap Woojin. Tatapan yang dilayangkannya penuh kebencian. Dia sangat muak tapi tubuhnya menolak untuk dia kendalikan yang parahnya merespon dengan baik sentuhan si pervert Park Woojin. 'Ini menggelikannn arrgghhh' batinnya frustasi.
"Jeballl hentthhiiihhkann.."
"Kau minta berhenti tapi tubuhmu merespon seperti itu hahaha, kau benar-benar manis Ahn~ Sudahlah cepat lakukannn.. Aku sudah mulai tidak sabar!"
Dan jalan terakhirnya adalah menuruti semua perintah Park brengsek Woojin. Dirinya sudah hilang kontrol. Panas yang mendera tubuhnya semakin menjadi, ia melepaskan kemejanya kemudian merangkak mendekati salah satu pilar di sudut ruangan. Seperti anak anjing yang baik ia berdiri dan menunggu perintah sang majikan.
"Bagus baguss… Anjing manis seperti ini lebih menyenangkan, neomu johaa"
Woojin mendekatkan diri. Dipasangnya colar ke leher pemuda Ahn tersebut lalu diikatkan pada tiang di belakangnya. Kemudian Ia dipaksa untuk berlutut. Woojin memikirkan apa yang sekiranya cocok untuk dilakukan kali ini ?
Hyungseob sudah memerah. Memandang Woojin seakan ingin melenyapkan pemuda itu, kalau ia mampu. Setelah Woojin perhatikan ternyata pemuda Ahn itu memang manis, apalagi jika pasrah beginiiii.. Aaahh dirinya jadi tidak tahan
"Aku mau sekarang kau memuaskanku ! Buat aku keluar dengan tanganmu dalam sepuluh menit dan aku akan memberimu hadiah.. Bagaimana ?"
Aa.. Apa ? Sepertinya Hyungseob baru saja salah dengar. Ini benar-benar gawat ! Meskipun dirinya hilang kontrol tapi otaknya jelas masih berfungsi sebagaimana mestinya. Dia pikir Park yang satu ini sudah tidak waras. Memangnya sepuluh menit itu sebentar apa ! Mulutnya pasti akan kram––ya si abang salah fokus .-. ––maksudnya ini di luar akal, heol bagaimana bisa dia me.. ahhh susah dijelaskan! Tapi dewi fortuna sepertinya sedang berpihak padanya. Otak 2G nya yang sama dengan Seonho sepertinya sekarang terupgrade.
"Cepatlahh Ahnnn! Palli !"
"Ba..baik.. tapihhh kumohhhonnhh lepashh.. lepashhkan duluu akuuhh"
"Kenapa ? Tapi aku suka melihatmu terikat seperti ituuu, kau sepertii anjing manis yang menunggu diberi makan tuannya ahahah"
Kan benar Park Gila itu menjadi gila sekarang ! Kalau bukan karena rencananya ia tidak akan melakukan ini lagii. Ini akan sungguh menjijikkan. Dipasangnya raut anak anjing yang tersesat.
"Jeballhhh oppahhh"
"Baiklah-baiklahhh.. Neomu kwiyeowo"
Setelah melepaskan colar yang mengikat leher Hyungseob, Woojin segera menjambaknya. Ia membuka retsleting celananya dan menurunkan jelananya. Ketika terlihat Woojin junior, Hyungseob harus bersabar. Bagaimanapun obat perangsang itu bekerja aktif pada tubuhnya ! Hyungseob mengambil nafas panjang, sebelum-
–– "AAAAARGGHHHHHHH APPPOOO!"
Tiba-tiba suara teriakan terdengar. Mau tau apa yang terjadi ? Ketika Park Woojin kecil yang tidak bisa dibilang kecil itu terlihat, Hyungseob langsung menendangnya sekuat tenaga ! Kemudian ia melarikan diri sekuat tenaga, mengabaikan pekikan frustasi Woojin akan masa depannya. Masa bodoh pikir Hyungseob, yang penting sekarang dia bisa selamat dulu kan. Jadi ia secepat kilat menuju pintu utama dan segera memencet tombol pembuka pintu tersebut. Dan TTAADAA ! Ia berhasil kabur dengan sempurna, mengabaikan Woojin yang masih berguling dilantai yang dingin dan keras.
~Flashback Off~
.
.
.
Jihoon dan Seonho menatap Hyungseob horror. Sedangkan yang ditatap menampilkan senyum bangga. Ini sih sama aja cari mati pikir Jihoon.
"Heol itu benar-benar… ahh maksudku Hyungseob, kau tidak takut ? Arghh jadi.. ASTAGA SEKARANG KAU BURONAN !?"
"Sssttt jangan teriak-teriak begitu Hyung ! Aku belum tuliii"
"Tapi otakmu tersangkut di celana Hyungseob ! Bagaimana bisa kau lakukan itu, kau akan mati sebentar lagi sungguh.. Kau menjemput ajalmu sendiri"
Yaa ! Memangnya orang bodoh mana lagi yang masih sempat berbuat konyol seperti itu ketika nyawanya berada di ujung tanduk ? Betul. Ahn Hyungseob orangnya.
"Itu namanya pertahanan diri hyungaa~"
"Hyunggg Seonhoo takuttt"
"Aigoo tenanggg Seonho-yaa kau tidak akan terkena––
"Hyunggg bagaimana keadaan Park Woojin sunbae sekarang ? UKhhh itu pasti sakit"
Seonho berkaca-kaca sambil memegggangi selangkangannya. Mendengar ceritanya saja ia sudah merasakan perihnya, 'astaga Woojin sunbae kau harus kuat!' pikir Seonho yang baik hati dan penuh semangat.
"Ahhh majja ! Kenapa tidak kutendang lalu kuputuskan saja ya kepala ayamnya ?"
"AYAAM ?"
Dan kini Seonho sudah pingsan di tempat. Hyungseob terlihat berapi-api merenungi perbuatannya. Sepertinya ia masih kurang 'puas' balas dendam. Jihoon merinding mendengarnya. Ahn Hyungseob terlihat seperti psikopat sungguhan. Seperti bapak jaehwan ketika menyerang minhyun sunbae dengan lipstick. Menakutkan.
"Ngomong-ngomong soal buronan hyung… Aku ada janji istirahat pertama dengan Guan hyung dan aku lupa ehhe"
Itu Seonho. Dengan cengiran bahagianya bangkit dari ketidaksadarannya. Jihoon benar-benar akan meninggal sebelum sebuah suara terdengar di speaker.
"Ekkhem, perhatian ! Yoo Seonho dan .Seob ke Mroom sekarang."
Jihoon mengghirup nafas, menahannya.. lalu mengembuskan nafas keras dan––
"Ahh dan Park Jihoon"
––meninggal. Semuanya nampak mengalihkan atensinya pada mereka bertiga. Tamat sudahh ketika namamu dikumandangkan oleh speaker oleh para pangeran. GAME OVER.
.
.
.
Annyeong readernim (bow)
Pyong akuin chap ini agak dewasa awalnyaa, tapi belakangan pyong buat yang lebih normal koo, ngomong2 pyong mau mulai masukin konfliknya di chapter depann. Thanks for ur reviews :3
