Author : Melody-Cinta

Disclaimer : Masashi Kishimoto

Pairing : Gaara x Sakura H.

Genre : Romance / Fantasy

Langue : Indonesian

"Say"

'Mind'

.

Snow Never Make Sakura Dead Again

.

( Normal POV )

"Jadi kau benar-benar memaafkanku?" Tanya Gaara tak percaya,

Sakura mengangguk, "Aku berpikir bahwa memang tidak baik memendam perasaan kita kan?"

Gaara ikut-ikutan mengangguk setuju.

"Baiklah, aku pulang dulu ya!" Kata Gaara sambil berjalan ke arah pintu.

Sakura tersenyum sambil menatap Gaara yang keluar dari kamarnya.

.

"Kudengar Sakura memaafkanmu." Kata seseorang singkat.

"Memang. Apa yang kau inginkan sekarang Sasuke?" Tanya Gaara menatap Sasuke kesal.

"Aku hanya beri tahu padamu, mulai sekarang kita akan berlomba," Jawab Sasuke,

"Baiklah. Pastikan tidak ada kecurangan." Balas Gaara sambil berjalan keluar asrama perempuan.

'Kau yakin?' Batin Sasuke sambil tersenyum.

.

Sakura menatap kalung yang melingkar di lehernya. Ya, kalung yang sudah dibelinya kemarin.

Sakura menatap pohon dan salju itu lekat-lekat.

"Aneh.. Kenapa pohon sakura bisa tahan di tempat bersalju ya?" Tanya Sakura pelan sambil memutar-mutar kalung barunya itu.

"Tapi syukurlah.. Berarti aku dan Gaara dapat.." Belum selesai Sakura bicara, dia langsung memukul kepalanya pelan.

"Apa sih yang aku pikirkan?!" Tanyanya, tapi tidak beberapa lama kemudian dia tersenyum indah.

"O, ya!" Ingatnya, dia segera membuka laci di meja kerjanya, "Kenapa aku beli dua kalung ya?" Tanyanya kemudian. "Hm! Lebih baik yang satu aku berikan Gaara saja ya?"

Lalu Sakura menaruh satu kalung di sakunya.

Sakura pun berjalan keluar dari istananya,

.

"Konnichiwa Sakura! Akhirnya kau keluar juga," Sapa Sasuke pada Sakura,

"Eh? Sasuke-kun menungguku?" Tanya Sakura kaget melihat Sasuke yang sudah berdiri di hadapannya.

"Iya. Mau jalan?" Tanya Sasuke langsung.

Sakura mengangguk, "Boleh!" Jawabnya langsung.

.

Ino menatap rumah yang kemarin dikunjunginya. "Apa Sai masih ada ya?"

Krreeek..

Pagar rumah itu pun terbuka.

( Ino POV )

"Eh, Sai!" Panggilku pada laki-laki itu. Dia menoleh ke arahku lalu mendekatiku.

"Ino? Ada apa?" Tanya Sai padaku,

"Emm.. Kau ingin kemana?" Tanyaku pada Sai yang terlihat sedang membawa kanvas dan cat.

"Aku ingin melukis pemandangan," Jawab Sai,

"Eh? Kamu bisa melukis? Bisa lukis aku?" Tanyaku pada Sai,

"Eee.. Aku belum percaya diri untuk melukis orang." Jawab Sai,

Aku langsung kecewa, "Yaaah… Gak apa-apa deh! Aku ikut kamu ya!"

Dia pun mengangguk, aku mengikutinya kea rah bukit di dekat sini.

.

( Sakura POV )

"Hwaaa! Lelah sekali!" Teriakku sambil meregangkan otot-ototku.

"Kalau lelah, aku antar ke asrama sekarang ya? Kan sudah malam." Kata Sasuke padaku.

"Tidak usah Sasuke-kun. Aku bisa pulang sendiri kok!" Kataku,

"Oh.. Baiklah.." Kata Sasuke padaku. Sepertinya sih kecewa.

Aku menatap wajah Sasuke. "Eh, kau terluka ya?" Tanyaku saat menyadari dahi Sasuke sedikit memerah karena darah.

"Ti-Tidak apa-apa. Hanya luka kecil." Kata Sasuke,

"Tapi harus segera dibersihkan! Nanti wajahmu yang tampan bisa jelek," Kataku sambil berbisik pada kata-kata tampan.

Aku segera mengambil sapu tangan di sakuku. Aku segera membersihkan luka di dahi Sasuke itu.

Setelah yakin sudah bersih, aku pun menaruh kembali sapu tangan itu di sakuku.

Trek.. Trek..

Terdengar sesuatu yang jatuh dari sakuku. Aku segera membungkuk untuk menemukan benda apakah itu. Sampai beberapa lama, aku menemukan benda itu. Sebuah kalung dengan gambar pohon sakura dan salju. Eh? Bukankah aku ingin memberikan kalung ini pada Gaara?

"Sasuke-kun, aku pergi dulu ya! Daah!" Kataku pada Sasuke lalu berlari kea rah gedung 2. Asrama laki-laki.

.

Tok.. Tok..

Aku mengetuk pintu kamar Gaara. Tak berapa lama kemudian Gaara keluar.

"Ada apa Sakura?" Tanya Gaara pelan sambil menatapku.

Aku segera merogoh sakuku dan memberikannya kalung itu.

"Kalung ini untukmu!" Kataku sambil memperlihatkan kalung itu pada Gaara.

Gaara tampak bingung, "Untuk apa?" Tanya Gaara sambil menerima kalung itu.

"Bukan apa-apa, aku hanya kebetulan beli dua." Kataku, Gaara masih tampak bingung, "Nih, aku juga punya yang sama kayak itu." Kataku sambil menunujukkan kalung yang terlingkar di leherku.

Gaara terlihat mulai mengerti. Dia memakai kalung itu di lehernya.

Aku mulai tersenyum, "Sudah ya! Sampai ketemu besok!" Kataku sambil berbalik dan berjalan menuju gedung 1.

.

( Normal POV )

Gaara dan Sasuke kini sedang mengobrol di sebuah taman.

"Aku akan mendapatkan Sakura jauh lebih cepat darimu!" Kata Sasuke pada Gaara.

Gaara tersenyum, "Sebenarnya aku yang jauh lebih dulu mendapatkan Sakura." Balas Gaara.

Sasuke mulai berdiri. Gaara ikut-ikutan berdiri. Sasuke menghadap kea rah Gaara. Dia menatap sesuatu yang aneh di leher Gaara.

"Sejak kapan kau mencuri kalung Sakura?" Tanya Sasuke curiga.

"Aku tidak mencurinya. Dia yang memberikanya padaku." Jawab Gaara cepat.

Sasuke berbalik untuk pergi, 'kenapa Sakura tidak memberikan apa-apa padaku ya?' Pikir Sasuke.

Gaara tersenyum melihat kalung itu. 'Kau tidak akan menang melawanku jika aku mempunyai ini, Sasuke.'

.

TBC

.

Chap 6 selesai! Semakin banyak Review, semakin cepat diupdate!
So, Review ya!

Salam Cinta, Melody.