"Aku akan kembali bersama Yui-chan dan setelah semua itu, ayo kita menikah dan menjadi keluarga yang sesungguhnya untuk Yui-chan dan kita berdua.." Naruto. (Kitsune no Kami|Chapter 5).

A/N: Di Author Note's ini, Author hanya ingin meminta maaf karena Hiatus yang berkepanjang bahkan sampai kelupaan cerita fic ini hehehe -_-" sekian A/N singkat dan tidak penting ini


...

"... mungkin hanya inilah yang bisa kuceritakan padamu Sasuke, tentang beberapa kisah perjalanan hidupku setelah delapan tahun perang dunia shinobi keempat berakhir.. tentang pertemuanku dengan Yui dan juga.. Kaguya" Ucap Naruto yang terlihat sedih di saat menyebut nama Kaguya.

Sementara itu Sasuke hanya diam melihat Naruto yang tidak jauh dari hadapannya, tanpa berkata apapun setelah mendengar penuturan Naruto kepada dirinya. Sasuke mengerti.. tidak, tetapi Sasuke sangat memahami perasaan yang Naruto rasakan saat ini, perasaan yang bercampur aduk di dalam tubuh Naruto. Sasuke memahami hal itu...

Perasaan sakit, khawatir, takut, kebencian, marah, dan lebih penting lagi adalah sebuah perasaan yang tergambar jelas dari raut wajah Naruto saat ini adalah... rasa putus asa.

"Yah.. sebenarnya banyak hal yang telah terjadi setelah aku bertemu dengan mereka, namun aku tidak bisa menceritakannya kepadamu, karena tanpa kusadari semua hal yang telah kulalui bersama mereka telah membuat sebuah ikatan yang telah mengikatku bersama mereka.. itulah kenapa aku tidak bisa menceritakannya kepadamu, karena aku takut jika mengingat semua itu.. mungkin saja membuat hatiku menjadi ragu dengan keputusanku ini.." Dengan tatapan dan nada yang mulai serius Naruto mengatakan semua curahan di dalam hatinya kepada teman baiknya Sasuke.

"Kau pasti mengerti bukan, Sasuke?" Naruto terdiam sementara setelah melayangkan sebuah pertanyaan ke arah Sasuke, hanya untuk melihat ekspresi di wajah temannya itu.

"Hal itu juga berlaku untukmu, Sasuke.. kau tahu? ketika aku mengingat tentang dirimu di masa lalu, ataupun saat aku mengingat apa yang selalu kau katakan padaku tentang menanggung semua rasa sakit itu sendirian.. tapi entah kenapa?.. aku bisa merasakan rasa sakitnya juga, rasanya sakit sekali -ttebayo" Sebuah senyuman secerah matahari terlukis di wajah Naruto di saat mengakhir ucapannya dan di waktu yang bersamaan tanpa Naruto sadari ekspresi Sasuke sedikit berubah.

"Kau masih saja seperti dulu, bodoh dan juga naif, Naruto" Setelah mendengar ucapan Sasuke yang dingin, senyuman yang terlukis di wajah Naruto tiba-tiba saja menghilang dan kini di gantikan dengan ekspresi serius Naruto menatap Sasuke.

'Naif? Sepertinya kau benar, Sasuke.. bahkan setelah aku kehilangan banyak hal, aku masih tetap saja mengejarmu..'

'Kenyataan ini...'

'Sebenarnya aku selalu bertanya-tanya, sebodoh apakah aku ini? Mau melakukan semua ini, hanya untuk mengejarmu..'

'Sangat menyakitkan..'

'Hingga aku harus kehilangan banyak hal, ikatan, teman-temanku, guru, dan tempat kelahiranku.. hanya untuk menghentikan mu, Sasuke'

'Tapi aku tahu..'

'Tapi aku sudah tahu jawabannya sekarang, setelah semua yang kulalui.. bertemu dengan Yui dan Kaguya, menghabiskan waktu bersama seperti sebuah keluarga.. setelah itu, kau datang dan memaksaku untuk mengakhiri semuanya, hingga diriku harus kehilangan ikatan-ikatan yang dulu kumiliki'

'Sebagai seorang manusia dan juga shinobi..'

'Setelah aku yakin dengan jawabanku, aku membawamu ke sini untuk mengakhiri semuanya.. aku membawamu ke tempat ini, tempat di mana aku dan kau akhirnya bekerja sama lagi seperti dulu, tempat di mana kita mengalahkan Kaguya.. tempat di mana kita memulai untuk mengakhiri masalah di antara kita..'

'Aku harus bisa menghadapi kenyataan yang menyakitkan ini'

'kita saling berhadapan dengan sisa bagian pohon shinjuu yang masih hidup, untuk menjadi saksi pertarungan akhir di antara kau dan aku.. Sasuke..'

"Sasuke? Apakah kau akan mengubah keputusanmu?" Sebuah pertanyaan melontar dari bibir Naruto.

"Ini adalah keputusanku, dan aku tidak akan mengubahnya apapun itu" Sebuah jawaban yang Sasuke ucapkan, entah kenapa membuat Naruto terlihat lebih tenang.

'Hey, Kaguya, bolehkah aku bertanya? Apakah keputusan yang kuambil selama ini benar?' Batin Naruto yang teringat akan Kaguya.

"Sepertinya tidak ada cara lain, -ttebayo"Ucap Naruto yang kini sudah siap dengan rasengan di tangan kanannya, begitu juga dengan Sasuke yang sudah siap dengan chidori di tangan kirinya.

"Kita akan mengakhiri semua ini..." Ucapan Naruto dan Sasuke bersama-sama, lalu dengan cepat mereka berdua pun melesat maju dan mulai beradu jutsu mereka.

"Sasuke!"

"Naruto!"

'Duarrr!'

...

'Naruto..'

'Tou-chan..'

Lantunan suara menggema di dalam hatinya yang sangat ingin dia lupakan

...

'Kaguya.. Yui.. maafkan aku..' Ucap Naruto di dalam hati dan sebuah senyum tulus tergambar di wajah Naruto. Akan tetapi senyuman itu menghilang tertelan cahaya yang begitu menyilaukan.

'Tes'

'Sebuah suara tetesan air yang jatuh membasahi hati yang membatu'


Kitsune no Kami © Ian Namikaze

Rate : T - M

Genre : Romance, Family & Adventure

Pairing : Naruto U. & Kaguya O.

Disclaimer:

Naruto © Masashi Kishimoto

Fiction © Ian Namikaze

Warning!

Cerita yang tidak mungkin terjadi, AU, OOC, gaje, abal-abal, typo bertebaran, alur cerita kurang jelas, ketikannya tidak jelas, fic yang nggak berbobot, dll.


Summary :

"Aku akan kembali bersama Yui-chan dan setelah semua itu, ayo kita menikah dan menjadi keluarga yang sesungguhnya untuk Yui-chan dan kita berdua.. kita akan selalu bersama seperti sebuah keluarga, ini adalah janjiku... jadi, tetaplah di sini dan menunggu kami kembali"|"Kau berjanji?"|"Iya, aku berjanji"|"...aku akan membawa Yui-chan kembali dan menjadi keluarga bahagia seperti di mimpiku'|Bad Summary. Warning : Genre, judul kemungkinan nggak bakal nyambung! Dan bahkan akan ada beberapa kata-kata aneh yang akan terlihat!


Kitsune no Kami © Ian Namikaze

Chapter 5 :

Finally Shortened


Catatan: Berhubung author lupa bagaimana cara menulis dan dengan susah payah author mencoba, namun pada akhirnya author memutuskan untuk mempersingkat ceritanya di chapter ini saja, dan mudah-mudahan chapter yang bisa dikatakan dengan low quality ini bisa memuaskan para reader's walaupun agak maksa banget T.T


...

Waktu begitu cepat berlalu tanpa Naruto sadari. 8 tahun sudah terlewati setelah perang dunia Shinobi berakhir dan selama 8 tahun itu pula Naruto harus menjalani kehidupan yang menyakitkan. Setelah pertarungannya dengan Sasuke di akhir perang dunia shinobi keempat, Naruto menjadi tahanan dunia yang di penjarakan dalam penjara khusus milik Konoha karena sebuah insiden misterius.

5 setengah tahun kemudian Naruto masih mendekam di dalam penjara khusus tersebut dan bahkan Naruto mengalami penyiksaan yang luar biasa sakitnya dalam masa penahanannya tersebut. bagai sebuah luka yang terus bertambah banyak, akhirnya Naruto pun tidak bisa tinggal diam. Dua tahun kemudian Naruto akhirnya melarikan diri dari penjara khusus dengan seluruh kekuatan cakra bijuu yang ada di dalam tubuhnya.

Walaupun dalam pelariannya tidak berjalan mulus, karena seluruh Shinobi elite dan bahkan anggota Anbu Konoha melakukan pengejaran terhadap dirinya. Setelah berhasil melarikan diri walaupun dengan keadaan teluka parah, Naruto masih terus melarikan diri hingga dia mulai kehilangan kesadaran dan terjatuh tidak berdaya di suatu tempat yang bahkan tidak ia ketahui. Sebuah keajaiban muncul di saat rasa putus asa menggerogoti semangat miliknya, setelah kesadaran Naruto mulai kembali dan dia bertemu dengan seorang gadis kecil yang telah menolongnya.

Pertemuan tidak terduga mungkin kata yang tepat dan akhirnya Naruto mulai membangun ikatan dengan gadis itu seperti seorang ayah dan anak, tidak berselang lama semua kejadian tidak terduga lainnya juga ikut muncul yaitu pertemuan dirinya dengan Kaguya. Setelah kejadian cukup rumit terjadi, akhirnya Kaguya muncul di antara kehidupan Naruto bersama gadis kecil yang menyelamatkannya dan tanpa sadar ikatan baru mulai mengikat mereka hingga saat ini.
...

Sarapan pagi mungkin adalah hal yang wajar bagi setiap keluarga, tetapi jika sarapan pagi bersama dengan orang yang kau sayangi mungkin adalah hal yang langka bagi gadis yang sudah ditinggal lama oleh kedua orang tuannya. Semenjak Kaguya muncul di kehidupan gadis kecil yang akrab disapa Yui,acar sarapan adalah hal yang wajib dan harus dilakukan oleh mereka bertiga. Tetapi tidak seperti hari-hari biasanya, sebuah sikap yang ditunjukkan Kaguya dan Naruto terlihat sangat berbeda bagi Yui.

"Sa-Sasami-san, apa kau bisa ambilkan kecap itu untukku, -ttebayo?" Ucap Naruto dengan nada halus kepada Kaguya.

"Tentu saja Kou-kun, ini" Ucap Kaguya yang terlihat tenang sembari tersenyum dan menyerahkan botol berisi kecap ke arah Naruto

'Sasami-san?.. Kou-kun?..' Sebuah pertanyaan tergambar di dalam pikiran Yui yang mendengar ucapan Naruto dan Kaguya.


Catatan: Sasami dan Kou adalah nama kedua orang tua Yui, Naruto dan Kaguya menyebut nama itu untuk berpura-pura menjadi orang tua kandung Yui


Setelah mendengar percakapan Naruto dan Kaguya yang membuat Yui duduk terdiam dengan Kousuke sang rubah kesayangannya yang tertidur di pangkuannya. Di dalam hati Yui terus bertanya tentang panggilan yang mereka ucapkan, -san..-kun? walaupun panggilan itu tidak mesra dibandingkan dengan nama panggilan pasangan suami istri yang selayaknya, tetapi di dalam ucapan yang mereka lontarkan panggilan Sasmi-san dan Kou-kun terdengar lebih mesra dibanding kata yang layak dibandingkan dengan panggilan suami istri yang baru menikah saat mereka berbicara.

"Tou-chan, Kaa-chan?" Panggil Yui dengan suara pelan namun bisa di dengar oleh mereka.

Merasa ada yang memanggil sontak Naruto dan Kaguya menoleh ke arah Yui hampir berbarengan dan setelah itu Kaguya terlihat tersenyum hangat sembari berkata "Ada apa Yui-chan?" Mendengar sebuah respon positif dari Kaguya, Yui akhirnya tanpa ragu mengajukan sebuah pertanyaan polos tak berdasar yang membuat Naruto dan Kaguya terlihat panik.

"Apa semalam terjadi sesuatu?" Ucap Yui tanpa rasa dosa

"Se-semalam?" Ucap kaguya yang terlihat panik dan gugup serta rona merah muda menghiasi kedua pipinya.

"Ti-tidak ada a-apa-apa, iyakan Kou-kun?" Dengan gagap Kaguya mengelak pertanyaan yang mengintimidasi itu.

"Te-tentu saja, bukankah kita melaku- iya, maksudku semalam kita per-gi ke festival hanabi di desa terdekat bukan? Da-dan kita kele-lahan serta aku dan Sasami-san terlalu banyak minum ja-jadi kita memutuskan untuk pulang dan tidur bukan, Yui-san?" Naruto mendukung ucapan Kaguya walaupun dengan sangat gugup sebuah pertanyaan di jawab dengan pertanyaan sukses dia lontarkan.

"Hmm? Memang, tapi.." dengan kalimat yang di gantungkan sukses membuat jantung kedua orang dewasa yang bersama Yui berdegup dengan kencang.

"lupakan saja, kalau begitu" Ucap Yui yang berhasil membuat batin kedua orang dewasa itu berkata 'Syukurlah dia tidak menanyakannya lebih dalam' kira-kira seperti itulah.

"Ayo kita habiskan sarapannya Tou-chan, setelah ini aku mau pergi bersamamu dengan Kousuke ke desa itu lagi" Dengan ucapan ceria Yui melahap sarapannya.

"Ah.." Terdengar jawab ragu dari Naruto soal keinginan Yui, tetapi setelah melihat Kaguya yang menganggukkan kepala sembari dihiasi rona merah membuat Naruto refleks untuk menjawab permintaan Yui.

"Baiklah kita akan pergi setelah sarapan" Ucap Naruto yang di balas dengan suara ceria dari Yui.

...


'Sebenarnya apa yang terjadi di antara mereka berdua?'


...

'Wuuuusssshhh'

Terdengar suara angin yang menemani rintihan pilu dari seorang wanita berambut putih panjang. wanita itu duduk memangku kepala seorang pria yang terluka parah, cairan bening terus mengalir bersama dengan rasa sakit yang terus bertambah di hatinya.

"Ka-Kaguya.." Ucap Naruto dengan suara hangat tetapi terdengar lemah memanggil wanita yang memangku kepalanya.

Mendengar nada dari ucapan Naruto, sontak Kaguya langsung melihat ke arah Naruto meski pun air mata yang sudah membasahi pipinya masih terus mengalir. Dengan tangan kanan Naruto yang menyentuh pipi kanan miliknya, Naruto mengucapkan sesuatu kepadanya.

"Jangan menangis, semua pasti akan baik-baik saja" Setelah mengatakan hal itu, Naruto mulai mengubah posisinya menjadi duduk menghadap Kaguya.

"Ma-maafkan aku, ini semua salahku" Ucap Kaguya yang menahan tangisnya.

"Tidak! ..ugh.. ini bukan salahmu atau salah siapapun.. tidak ada yang di sini, baik itu aku ataupun dirimu, Kaguya" Ujar Naruto yang terlihat menahan sakit setelah berteriak di awal ucapannya.

"Ta-tapi, apa yang terjadi dengan temanmu, semuanya, bahkan gadis Byakugan itu serta Yui-chan juga.. kau bilang ini semua bukan salahku?! Ini semua.. bukan.. salahku? Jika saja aku tidak ada di dunia ini, kau pasti tidak akan merasakan rasa sakit, semua luka itu.. dan.. ekspresi itu.. sangat menakutkan, kumohon jangan tinggalkan aku.. a-a.. a-aku.. tidak tahu harus berbuat apalagi jika kau tidak ada, aku sangat takut..." Mendengar penuturan Kaguya membuat Naruto diam membatu dengan tangan Kaguya yang gemetar saat menggenggam erat bajunya sembari menundukkan kepalanya untuk menyembunyikan ekspresi ketakutannya.

Naruto tahu apa yang telah terjadi, setelah mendengar penuturan Kaguya pikirannya melayang dan mengingat serpihan-serpihan kejadian yang telah terjadi.

...


...

'Naruto, meskipun ini terlambat.. kami semua benar-benar minta maaf dan terima kasih telah membebaskan kami dari genjutsu miliknya.. walaupun kata maaf dan terima kasih tidaklah cukup untuk membalas semua kesakitan yang kau rasakan, tapi.. apa kita semua tetap temanmu?' Ujar Shikamaru yang tampak ragu sembari mengulurkan tangannya ke arah Naruto.

'Jangan bertanya sesuatu yang bisa dengan mudah kau temukan jawabannya, kupikir klan Nara memiliki kecerdasan yang luar biasa.. tapi tidak kusangka kau akan sebodoh ini, -ttebayo' Balas Naruto dengan senyuman sehangat mentari dan menyambut uluran tangan Shikamaru.

'Cukup basa-basinya, kupikir kalian semua sudah mengetahui semua kebenarannya dan itu semua sudah cukup bagiku.. dan sekarang aku membutuhkan kalian semua untuk menghadapinya, aku mohon pada kalian' Pinta Naruto yang disambut dengan senang hati oleh semua Shinobi yang tersadar akan kebenaran yang sebenarnya.

...


Dan sekarang semuanya telah tiada, banyak shinobi berjatuhan yang tidak terhitung jumlahnya. Bahkan Naruto melihat semua teman satu angkatannya terbujur kaku, ini pasti bercanda bukan? Tapi Naruto tahu ini bukan sebuah lelucon anak kecil, seberapa kuat dirinya atau teman-temannya sekalipun. Semuanya tidak sebanding dengan kekuatan yang Sasuke miliki, bagai sebuah kekuatan yang menyerupai sebuah kutukan.

'Hina...ta?'

Naruto yang tanpa sengaja melihat Hinata yang terbaring yang tidak jauh dari dirinya dan Kaguya dengan besi hitam yang menacap di seluruh tubhnya. Naruto sontak melebarkan matanya karena terkejut dan Naruto hanya terdiam membatu tanpa bisa mengatakan satu katapun untuk diucapkan.

'..bahkan gadis Byakugan itu..'

...


...

'Naruto!' Teriak Kaguya dari kejauhan yang terlihat kelelahan karena terlalu banyak mengeluarkan cakra miliknya.

Melihat Naruto yang mulai terjatuh setelah terkena telak serangan Sasuke dan membuat Naruto harus menerima luka di tubuhnya.

'Duarr!'

'Eh? Hinata?' Naruto yang baru saja bangkit sangat terkejut melihat gadis berambut indigo panjang ini berdiri tegak memunggungi dirinya.

'Hinata! Apa yang kau lakukan minggir, kau tidak perlu melindungiku!' Teriak Naruto yang melihat Hinata mulai melakukan serangan kepada Sasuke yang mencoba mendekati Naruto.

'Cih, mengganggu saja' Ucap Sasuke sembari menggunakan shinra tensi untuk melontarkan Hinata hingga terlempar beberapa meter ke belakang.

'Ugh.. Naruto-kun, aku akan melindungimu apapun yang terjadi.. seperti yang dilakukan Neji-nii saat perang dulu, walaupun aku tidak layak mendapat pujian seperti yang dilakukan Neji-nii.. tapi aku akan tetap melakukannya.. karena aku tahu Naruto-kun adalah orang yang baik, bahkan Naruto-kun sampai memaafkan kesalahan kami semua yang telah membuatmu merasakan sakit selama bertahun-tahun... kau benar-benar orang yang baik Naruto-kun dan karena sifat itulah aku menyukaimu.. aku.. aku benar-benar mencintaimu, Naruto-kun' Ucapan Terakhir Hinata sembari memperlihatkan senyum hangat dan manis ke arah Naruto yang tidak bisa melakukan apapun karena beberapa besi hitam telah menancap di beberapa organ geraknya.

'Hen-hentikan, Sasuke! Berhenti!'

'Jleb''Jleb''Jleb''Jleb''Jleb''Jleb''Jleb''Jleb''Jleb''Jleb''Jleb''Jleb''Jleb''Jleb''Jleb''Jleb''Jleb''Jleb''Jleb''Jleb''Jleb''Jleb''Jleb''Jleb''Jleb''Jleb''Jleb''Jleb''Jleb''Jleb''Jleb'

'Hi-Hina-ta?'

'Sekarang giliranmu Naruto'

'UWOooooOAAAAHHHH!' Teriak Naruto yang kehilangan kendali dari kekuatan Kaguya yang mengalir di dalam tubuhnya.

'Boouuummm!'

...


Setelah mengingat kejadian itu tubuh Naruto mulai bergetar hebat, nafasnya mulai tidak beraturan karena rasa sakit di dalam tubuhnya yang tiba-tiba saja muncul. Rasanya begitu sakit membuat Naruto mulai kehilangan kendali, tapi...

'... ekspresi itu.. sangat menakutkan..'

Setelah mengingat ucapan dan ekspresi Kaguya, tubuh Naruto mulai melemas dan sedikit tenang. Naruto melihat Kaguya yang masih menundukkan kepalanya dengan tangan yang masih memegangi bajunya, Naruto terlihat ragu apa yang harus ia lakukan saat ini.

'Ma-maafkan aku, ini semua salahku'

'.. Jika saja aku tidak ada di dunia ini..'

'.. kumohon jangan tinggalkan aku.. a-a.. a-aku.. tidak tahu harus berbuat apalagi jika kau tidak ada, aku sangat takut...'

'Greb'

Narutopun memeluk tubuh Kaguya dengan erat tidak peduli merasa kesakitan atau apapun, Naruto tahu bagaimana rasanya kehilangan orang yang paling dia sayangi. Jadi karena itulah dia juga tidak ingin kehilangan orang-orang yang dia sayangi lagi, Naruto bertekad akan melindungi seluruh ikatannya yang tersisa.

"Jangan takut, aku tidak akan meninggalkanmu.. kita akan selalu bersama, jadi tunggulah aku di sini.. aku akan membawa Yui-chan kembali" Ucap Naruto lembut ke arah Kaguya, tetapi mendengar hal itu tidak membuat Kaguya merasa tenang.

"Jangan bercanda! Dengan kekuatanmu saat ini kau bisa saja terbunuh" Teriak kaguya sembari melapas pelukan Naruto dan kemudian mencekram kedua kerah baju Naruto dengan menahan air mata yang seakan mau mengalir.

Melihat ekspresi Kaguya membuat Naruto terkejut, Naruto tahu jika saat ini dia mungkin tidak bisa mengalahkan Sasuke ataupun menyelamatkan Yui.

"Aku tahu itu, tapi aku harus menyelamatkan Yui-chan karena dia telah menyelamatkan nyawaku jadi apapun yang terjadi aku harus membalasnya" Ujar Naruto yang terlihat sedih sembari mengingat kenangannya saat bertemu dengan gadis kecil itu.

"Bodoh" Ucap Kaguya dengan menjatuhkan kepalanya ke dalam dada bidang milik Naruto.

"Dia benar, kau benar-benar bodoh" Ucap seorang wanita yang berjalan mendekati mereka.

Mendengar ucapan dari wanita yang terdengar familiar di telinganya, Naruto langsung terkejut dan refleks menyapa wanita itu.

"Obaa-chan!" teriak Naruto yang terkejut.

"Jangan lupakan aku juga" Ujar seorang pria yang mengenakan masker dan jubah yang tampak terkoyak namun masih meninggalkan sebuah kanji –Roku yang berarti keenam di jubahnya.

"Kakashi-sensei!"

"Jadi kalian masih hidup?" Sebuah pertanyaan kasar terlontar tanpa melihat situasi membuat Tsunade naik darah dan langsung memukul Naruto hingga terpental beberapa meter ke belakang.

"Ugh.. apa yang kau lakukan Obaa-chaan itu sangat menyakitkan" Rintih Naruto yang kesakitan sementara itu Kaguya yang lihat kejadian itu hanya terdiam saat Naruto terpental.

"Ini adalah balasannya karena kau telah menyakitiku dan Kaguya, karena lebih memilih gadis kecil itu!" Teriak Tsunade dengan lantang, Naruto yang tidak mengerti apa maksudnya hanya terdiam dan memiringkan kepalanya tanpa dosa.

"Na-ru-to!"

"Yare, yare.. hentikan itu, Tsunade-sama.. Naruto sekarang tidak memiliki banyak waktu, dia harus bergegas sekarang" Ucap Kakashi yang mencoba mengalihkan obrolan sembari menenangkan suasana yang aneh ini.

"Naruto, ambil gulungan ini.." Ujar Kakashi sembari melemparkan gulungan besar ke arah Naruto.

"Gulungan ini berisi kesembilan cakra bijuu yang berhasil Yamato dan aku kumpulkan selama perang melawan Sasuke, walaupun hanya sedikit tetapi kupikir itu akan berguna untukmu.. jadi gunakan itu dengan bijak" Kakashi menjelaskan gulungan itu dengan singkat.

"Aku mengerti, aku akan menggunakan semua cakra ini dengan bijak" Balas Naruto.

"Kau bilang mengerti? Tapi kau tidak mengerti apa yang dirasa-" Belum selesai Tsunade berbicara Naruto langsung memotong ucapannya.

"Aku tidak terlalu mengerti dengan penjelasanmu, Obaa-chan.. tapi.." Ucap Naruto yang mulai berjalan mendekati Kaguya dan tanpa diduga tiba-tiba saja Naruto mencium kening Kaguya.

"Aku akan kembali bersama Yui-chan dan setelah semua itu, ayo kita menikah dan menjadi keluarga yang sesungguhnya untuk Yui-chan dan kita berdua.. kita akan selalu bersama seperti sebuah keluarga, ini adalah janjiku... jadi, tetaplah di sini dan menunggu kami kembali" Ujar Naruto yang tersenyum lembut sembari mengangkat jari kelingkingnya, melihat hal itu Kaguya yang awalnya terdiam karena terkejut kini mulai membalas dengan mengaitkan kedua jari kelingking mereka.

"Kau berjanji?"

"Iya, aku berjanji" Setelah berjanji Naruto langsung masuk ke dalam mode cakra Kurama dengan cepat.

"Naruto, bawalah bagian kecil dari Katsuyu ini bersamamu.. agar bisa menyembuhkanmu saat kau pergi" Ucap Tsunade sembari memberikan siput kecil ke arah Naruto.

"Aku pergi Kaguya, Obaa-chan, Sensei" Setelah mengucapkan hal itu Naruto berlari pergi meninggalkan mereka bertiga dengan sangat cepat.

'Naruto kembalilah bersama Yui-chan dengan selamat' Kaguya menatap punggung Naruto yang mulai menjauh, meski semua ini terasa berat bagi Kaguya tetapi yang bisa dia lakukan hanya menunggu Naruto kembali.

'Kau sudah bertambah dewa Naruto' Batin Tsunade yang menatap kepergian Naruto

'Kau benar-benar orang yang aneh, setelah kau terlepas dari janji yang kau buat dengan Sakura, kau malah membuat janji yang lain, mungkin itu semua kau lakukan untuk menunjukkan rasa cintamu terhadap seorang gadis bukan?' Batin Kakashi sembari melirik Kaguya yang menatap kepergian Naruto.

...

'Kau tahu kaguya, saat aku tidak sadarkan diri di pangkuanmu.. aku bermimpi kita bertiga sarapan pagi bersama seperti yang kita lakukan pagi ini, dan kita semua bertingkah layaknya sebuah keluarga dan kau tahu? Itu semua membuatku senang dan karena itulah apapun yang terjadi aku akan membawa Yui-chan kembali dan menjadi keluarga bahagia seperti di mimpiku' Seulas senyum hangat terlukis di ekspresi Naruto yang berlari sangat jauh dari keberadaan Kaguya, Tsunad dan Kakashi.

...


OoOoO


...

"Sudah kuduga kau pasti akan datang untuk mengejarku, Naruto" Ucap Sasuke yang berdiri di atas seekor ular raksasa.

"Tentu saja, kau pikir untuk apa aku datang kemari" Balas Naruto yang menatap tajam Sasuke.

"Kau tidak perlu khawatir, Gadis itu masih hidup walaupun saat ini dia tidak sadarkan diri saat melihat kedua orang tua kandungnya yang sudah tidak bernyawa ada di hadapannya" Ucap Sasuke dengan ekspresi dingin tanpa rasa bersalah.

"Hei, Sasuke bisakah aku bertanya sesuatu hal? Apakah kau membunuh kedua orang tua kandung Yui-chan?" Sebuah pertanyaan keluar dari mulut Naruto.

"Entahlah, siapa yang tahu?" Balas Sasuke yang tersenyum sinis.

"Sasuke!"

'Duarrr!'

Sebuah kibasan ekor yang tercampur amarah mencoba membelah kegelapan penuh dendam dan rasa kebencian.

(Sebuah pertarungan untuk menentukan nasib dunia shinobi tidak terelakan)


Kitsune no Kami © Ian Namikaze

To be Continued?!

Next Chapter: Final Battle? or Epilogue?


A/N: Author Bener-bener berterima kasih buat para reader's yang setia membaca fanfic ini. Author juga mau minta maaf sebesar-besarnya karena hiatus dadakan dan berkepanjangan sampai lupa sama cerita karena keenakan hiatus hehehe (^o^").. dan oh iya saya ingatkan kembali fic yang ane buat ini jauh dari kata bagus dan sempurna hehehe.. (-_-") dan terimah kasih yang udah review, ngasih semangat dan saran ataupun kritik... Author minta maaf klo chapter ini sangat-sangat jauh dari keinginan atau lain-lainnya T.T ini karena author lupa alurnya, hahaha ^.^ maaf ya.. efek hiatus.. Klo ada yang kurang atau apapun itu mohon di maafkan dan katakan agar saya bisa membuat ulang alurnya.. Dan tiba saatnya untuk mengucapkan terima kasih sudah mau membaca... Hiks.. Arigatou Minna T.T

Tolong reviewnya yah :D karena anda yang membuat Author percaya diri untuk membuat fic ini (y) makasih ya :D


Catatan tambahan: Untuk cerita lemon saya nggak jadi memasukkannya sekarang atau mungkin enggak, tapi bisa saja iya.. tetapi karena berhubung bentar lagi puasa jadi ane bakal hiatus lama lagi, maklum nyaris pencerahan.. jika saya memasukkan cerita lemon mungkin akan saya masukan di Chapter terakhir atau mungkin di epilog aja ya hehehe.. maaf kol catatanya kagak penting (-_-")


Pesan Author:

"Dilarang menyukai cerita fanfic Author ini apapun yang terjadi" by Ian Namikaze.