HUSBAND
Remake from Phoebe Maryand's novel "Husband"
Hunhan as Maincast
GS(Genderswitch) for uke, Typo(s)
When you wake up from your sweet dream,
you are finding a stranger guy on your bed
and he said that you are his wife.
What will you do?
Luhan masih gemetaran karena Sehun melakukannya lagi, bermain- main dengan tubuhnya dan di tempat yang sama sekali tidak ada rahasia. Di Kantor. Meskipun ruangan Sehun tertutup, tapi para karyawan lain pasti bisa melihat bayangan saat Luhan berada di atas meja kerja Sehun dan di atas file-file penting itu, saat Sehun mendaki tubuhnya dari betis sampai ke kening.
Karyawan lain pasti juga bisa mendengar erangannya saat orgasme meskipun sebenarnya Luhan sudah menahan diri untuk tidak bersuara. Dan sekarang Luhan harus melihat tatapan semua orang begitu dirinya keluar dari ruangan Bos. Mereka pasti berfikir Luhan sudah menggoda Monsieur Oh yang jadi idola mereka. Monsieur Oh yang tampan itu sudah di rebut oleh Xi Luhan yang hanya seorang pegawai administrasi biasa.
Harusnya ia tidak perlu perduli dengan pandangan orang-orang. Mereka semua mau apa? Walau bagaimanapun Luhan adalah istri sah dari tuan Oh mereka, sayangnya mereka tidak tau apa-apa. Begitu kembali keruangannya, Luhan harus mendapati pandangan aneh yang sama dari Baekhyun. Gadis itu meninggalkan katalog-katalognya dan mendekati Luhan. Baekhyun duduk di atas meja sambil menarik Blouse yang Luhan pakai agar dia bisa melihat sesuatu kedalam sana, beberapa tanda merah di dada membuat Baekhyun semakin terperangah.
"Kalian bercinta dikantor?" Tanyanya penasaran.
"Tidak sampai begitu, hanya bermesraan sedikit!"
"Tapi kau mengerang, Luhan!" desis Baekhyun, ia berusaha untuk tidak bersuara dengan lantang.
"Semua orang menonton bayangan erotis di dalam ruangan Bos tadi sambil menggigit bibir masing-masing. Kalian memutuskan untuk mengumumkannya dengan itu?"
"Entahlah," Luhan angkat bahu.
Semuanya begitu tiba-tiba saat Sehun memanggilnya untuk masuk keruangannya dan menarik Luhan kepangkuannya lalu mereka bercumbu, kemudian berlanjut ke hal yang lebih dari sekedar bercumbu. Luhan tau kalau cepat atau lambat dirinya harus terbiasa dengan sikap Sehun yang satu ini. Tapi untuk melakukan itu di Kantor, Sehun seolah-olah ingin dirinya mati karena pandangan teman-teman sekantornya.
"Sepertinya aku mau berhenti kerja."
"Karena ini berhenti bekerja? Mau melarikan diri?"
"Bukan, kenapa harus melarikan diri? Aku ini istri sah, bukan selingkuhan. Masalahnya aku lelah kalau harus bertemu dengannya setiap saat, di rumah, dikantor, lama-lama bisa bosan"
"Benarkah?" Sehun tiba-tiba saja sudah berdiri di depan pintu ruangan kerja Luhan.
Laki-laki itu bertolak pinggang dan mengeluarkan wajah kecewanya.
"Jadi bagimu aku se-membosankan itu?"
Luhan menelan ludah lalu kembali saling pandang dengan Baekhyun, ia merasa sedang diliputi sebuah perasaan yang tidak bisa disangkanya akan hadir di dalam dirinya. Takut Sehun marah dan meninggalkannya.
"Aku tidak…"
"Sudahlah. Aku kabulkan permintaanmu. Xi Luhan, Kau dipecat dan mulai sekarang, tinggallah di rumah dan tidak perlu datang ke kantor lagi. Kau hanya perlu menghabiskan uang suamimu karena dia pasti bingung untuk siapa dirinya bekerja sebenarnya jika istrinya mencari uang sendiri. Sekarang ayo siapkan semua barangmu, kita harus pergi."
Spontan Luhan berusaha bergerak secepat mungkin sambil menggerutu, ia tidak bermaksud benar-benar akan berhenti kerja, saat mengatakan itu tadi Luhan hanya kebingungan harus mengatakan apa. Tapi Sehun tidak menanggapi apa-apa, bahkan sebuah senyumpun tidak. Sehun benar-benar sudah memecatnya dan ia tidak perlu datang lagi kemari? Luhan berhenti menggerutu dan mendekati Sehun sambil bertanya mau kemana? Tapi Sehun tidak perduli dan menggandeng tangannya sambil memerintahkan sesuatu kepada Baekhyun.
"Kau tidak perlu merahasiakan apa-apa. Jika ada temanmu yang bertanya tentang kejadian tadi, katakan yang sesungguhnya. Tuan Oh dan Nyonya Luhan sudah menikah!"
Baekhyun tertawa senang, ya tentu saja Baekhyun senang. Ini akan jadi kali pertama ia menyebarkan gosip dimana semua gosip itu berawal dari dirinya dan hanya dirinyalah orang yang tau. Bisa di bayangkan kalau hari ini dirinya akan menjadi primadona dan semua karyawan yang ingin tau akan mendekat kepadanya. Dia akan menceritakan semuanya dengan sangat heboh seolah-olah menceritakan kejadian kecelakaan lalu lintas.
"Dimana mobilnya…." Sehun berbisik.
Luhan tersadar seketika. Dalam sekejab Sehun sudah berhasil memindahkannya ke parkiran seolah-olah mereka berteleportasi. Padahal Luhan tidak yakin ada sihir di dunia ini, Luhan hanya terlalu lama berkhayal dan melewatkan pandangan teman-temannya yang lain saat dirinya di gandeng oleh Bos keluar kantor sehabis mengeluarkan erangan berkali-kali beberapa waktu lalu. Ia ingin melihat wajah semuanya saat Baekhyun memberi tau kalau Luhan adalah istri Oh Sehun yang selalu mereka bicarakan di toilet. Tapi dia sudah di pecat, kan? Luhan tidak akan kembali ke kantor ini lagi besok.
"Kau serius memecatku?" Desis Luhan saat Sehun sibuk mencari mobilnya.
Dia tidak parkir sendiri tadi, pasti menyuruh orang lain sehingga Sehun tidak tau letak mobilnya. Sehun tidak menjawab pertanyaan Luhan sampai ia menemukan mobilnya dengan wajah cerah lalu memaksa Luhan untuk masuk ke dalam mobil.
"Seharusnya kau memberiku pesangon yang besar, baru boleh memecatku!" Luhan bersuara lagi. "Kita mau kemana?"
"Siapa bilang kita mau pergi? Tidak makan siang sekali-kali tidak apa-apa kan? Aku mau melanjutkan yang tadi," Sehun berbisik di kalimat terakhir lalu menjatuhkan bibirnya di belakang telinga Luhan.
Luhan sedikit bergidik, tapi tidak menghindar. Matanya berusaha melihat ke sekeliling takut jika ada yang memergoki mereka. Kaca mobil Sehun cukup jernih sehingga bila Sehun menelanjanginya sekarang, orang bisa melihatnya begitu saja.
Tapi tunggu! Mata Luhan menangkap sesuatu. Ada seseorang disana yang menatapi segala kelakukan Sehun kepadanya. Kris.
Luhan seharusnya berteriak, keluar dari mobil dan memanggil namanya. Seharusnya Luhan mengejar Kris menanyakan apa yang sudah Luhan lakukan kepadanya. Tapi dia sedang menanti sentuhan Sehun selanjutnya yang sudah sampai di pangkal pahanya, Luhan mendesah dan ia melihat senyum pahit Kris dari kejauhan. Laki-laki itu pergi.
"Kau kelihatan sangat menikmatinya." Lamunan Luhan buyar.
Ia mempertajam pandangannya sekali lagi dan Kris benar-benar sudah tidak ada. Apa yang membuatnya sangat terlena pada sentuhan Sehun? Ini pasti menyakiti Kris dan Luhan menyesal memperlihatkan wajah sangat menikmati saat memandangnya. Luhan mengerang sekali lagi sehingga nafasnya yang memburu mulai teratur secara pelan-pelan. Ia berusaha menjauhkan tangan Sehun dari tubuhnya, matanya memandangi Sehun dengan kesal. Kris masih mempengaruhinya.
"Tentu saja aku menikmatinya, Lalu kau? Apa bisa menikmatinya hanya dengan menyentuh? Atau, Tuan Oh! Kau sebenarnya seorang maniak?" Sehun tertawa terbahak-bahak.
"Ya, aku memang seorang maniak. Aku cukup hanya dengan menyentuh saja. Lalu? Jangan katakan kalau dirimu mulai menginginkan sesuatu yang lebih dari ini!"
"Aku belum pernah melakukan ini sebelumnya atau seingatku begitu, Lalu bagaimana bisa aku menginginkan hal yang lebih?" Luhan berujar yakin. Tapi dirinya sedang berbohong.
Meskipun samar-samar, semua kenikmatan yang Sehun berikan sudah membuatnya ketagihan. Luhan mulai kelaparan, ia mulai menginginkan kenikmatan yang lebih dari yang pernah Sehun berikan, kenikmatan yang hanya bisa di dapat melalui seks dalam arti sesungguhnya. Bukan main-main seperti saat ini. "Kau yakin kalau tidak pernah melakukan ini sebelumnya?!"
"Lalu? Kau benar-benar memecatku seperti yang kau ucapkan tadi" Sehun tau kalau Luhan sedang berusaha mengalihkan pembicaraan. Ia tidak mau membicarakan masalah seks lebih lanjut.
"Kita akan bertemu kakakku!" Hanya itu. Sehun tidak memberikan jawaban yang Luhan inginkan. Tapi bukan masalah besar karena Luhan benar-benar tidak menginginkan jawaban apa-apa.
Beberapa waktu kemudian mereka melaju menuju restoran terdekat dan Sehun memperkenalkan Luhan dengan kakak sulungnya, Jongin yang datang bersama istrinya dan anak tunggalnya yang baru empat tahun. Bernama Phill. Jongin sangat ramah tapi istrinya sangat galak. Pandangan istri kakak iparnya itu benar-benar membuat Luhan ingin menghilang seketika, pandangan yang sangat menghakimi seolah-olah Luhan sudah melakukan sebuah kesalahan dengan menikah dengan adiknya.
Selanjutnya Luhan tidak banyak bicara, ia hanya menyimak obrolan dua bersaudara itu sambil sesekali di iringi celetukan dari Kyungsoo istri Jongin. Mereka berdua berencana untuk menjalankan bulan madu kedua ke luar kota. Sayangnya si kecil Phill sekarang menjadi kendala. Jongin dan istrinya kebingungan kemana mereka harus menitipkan Phill selama seminggu, siapa yang bisa menjamin keadaannya, dan kesehatannya bagaimana?
Kyungsoo tidak bisa percaya kepada tempat penitipan anak, panti asuhan dan sejenisnya. Ia takut Phill terpengaruh kepada pergaulan liar di usia kanak-kanaknya. Pada saat seperti itulah Sehun tiba-tiba menawarkan untuk dititipi Phill karna katanya Luhan sudah mengundurkan diri dari pekerjaannya dan membutuhkan kegiatan untuk mengisi waktu. Setidaknya mengurusi Phill selama seminggu bisa memberikannya kesibukan.
Luhan mendengus dan berusaha menghabisi potongan- potongan cake di hadapannya dalam jumlah banyak karena ternyata Sehun serius memecatnya dari kantor, dan ia semakin tertekan saat Kyungsoo memandanginya tajam, mungkin fikirnya; apa Oh Sehun sudah gila? Menititipkan anakku kepada wanita rakus begini?
Luhan berusaha menahan tawa karena fikirannya sambil menyumbat mulutnya dengan sesuap cake. Tapi walau bagaimanapun ia sangat kesulitan sehingga semua potongan cake yang ada di mulutnya tersembur dan membuat Kyungsoo sangat gaduh. Luhan tertawa kecil lalu terbatuk-batuk. Ia berusaha tidak perduli terhadap gerutuan Kyungsoo yang mengatakan kepada Sehun kalau adik iparnya itu sangat malang karena menikah dengan wanita yang tidak sopan.
Luhan sibuk memandangi katalog karena ia sedang ingin mengganti suasana di kamarnya. Luhan sudah mengganti sofa coklat di kamarnya dengan sofa Da Vinci berwarna putih. Luhan juga mengganti seprai dengan sutra berwarna krim. Sekarang ia ingin mencari gordyn berwarna Shippo, hanya karena Luhan tertarik dengan warna cat kukunya yang juga berwarna Shippo.
Ia benar-benar sedang berusaha menghabiskan uang Sehun. Laki-laki itu tidak lagi memberikannya kartu kredit, Sehun membiarkan Luhan memegang ATM-nya agar jumlah belanjanya terbatas. Jika tidak, Luhan bisa belanja sampai kartunya over limit dan Sehun bisa mati karena membayar hutang. Tapi tabungan Sehun cukup banyak dan Luhan juga tau kalau kartu yang di pegangnya bukan satu-satunya. Meskipun begitu, yang ada di genggamannyalah tabungan Sehun dalam jumlah terbanyak.
Sejauh ini Luhan hanya berbelanja untuk kepentingan bersama, tapi tidak menutup kemungkinan suatu saat nanti ia berbelanja untuk kepentingan sendiri. Salah Sehun sendiri yang mencetaknya menjadi istri yang disukainya, tinggal di rumah, berdandan yang cantik dan belanja menghabiskan uang. Jika Sehun benar-benar suka dengan wanita yang seperti itu, maka Luhan sama sekali tidak keberatan untuk berubah menjadi seperti yang Sehun inginkan. Setidaknya Luhan tidak melakukan kesia-siaan saja.
Ia juga mulai mengikuti kelas Yoga setiap pagi dan di mulai pada hari ini juga. Sepulang dari studio Yoga Luhan langsung sibuk berkutat dengan berbagai contoh gordyn dan katalog-katalog yang berisi macam dan warna. Luhan menunjukkan gambar Gordyn berwarna Shippo itu kepada pegawai galeri yang sejak tadi menyertainya.
"Aku mau yang ini, bisa pasang besok? Aku ingin melihatnya sudah terpasang setelah makan siang." Pelayan itu mengangguk sopan.
"Tentu saja Nyonya. Kami bisa jamin itu. Anda tinggal menuliskan alamatnya dan pegawai kami akan mengecek kesana lebih dulu mengenai ukurannya. Kami menjanjikan pelayanan yang terbaik"
"Lalu dimana aku harus membayar?"
Tidak butuh waktu banyak bagi Luhan untuk menyelesaikan semua urusannya dan keluar dari galeri itu. Ia berjalan kepinggir jalan untuk memanggil taksi sambil beberapa kali meneguk air putih yang sejak tadi terus di bawanya. Sayangnya tidak ada satu taksipun yang datang, Luhan mendengus kesal. Ia harus segera pulang dan bersiap-siap karena hari ini Phill akan mulai tinggal bersamanya dan Sehun. Besok Luhan akan latihan menjadi ibu setidaknya untuk seminggu kedepan.
"Kau sibuk?"
Kris? Batin Luhan. Ia mengenal suara itu dan itu adalah suara Kris. Spontan Luhan berbalik kebelakang dan melihat Kris berdiri menghadapnya. Laki-laki itu berusaha memberikan senyum untuk menunjukkan kalau dirinya punya maksud baik.
"Keberatan kalau kita bicara?"
TBC
Annyeong! Ini udah agak panjang-an kan?
Readers-nim seyeo mau cerita nih. Kemaren sebenernya waktu setelah seyeo nge-pos chap 5, seyeo jadi males gitu buat ngelanjutin/nerusin ff ini. Gegara ada satu hal (yg berkaitan dgn ff remake-an ini) yg bikin seyeo jadi gak semangat. Malahan seyeo berencana bakal lambat apdet alias dua minggu sekali. Tenang aja, seyeo janji bakal tamatin ffnya kok. Tapi kalo review kalian bisa bikin semangat seyeo buat nerusin ff ini balik lagi, nggak nutup kemungkinan seyeo bakal fast update kayak biasanya (:
Buat (Phill) anaknya jongout /plak/, eh salah ding, jongin maksudnya XD, itu nggak aku ganti dari nama aslinya di novel. Soalnya aku bingung harus ganti namanya jadi siapa, hihi :D
Terus buat DBSJYJ mungkin review kamu di chap 4 gamasuk, soalnya aku cek lagi ternyata memang gak ada. Tapi makasih loh ya udah nyempetin buat nge-review di chap kemaren dan di chap sebelum²nya (:
Pokoknya makasih banyak buat nge-fav, nge-foll, sama yg nge-review. Aku cinta kaliiaaaaaannnn mumumu:*/civokbasah/ XD
SUMPAH DEMI SEHUN YANG TOPLES WAKTU NGE-DANCE BABY DON'T CRY, ITU MV LIGHTSABER NYA KEREEEENN BANGEEETTTT! /capslockjebol/ Apalagi sehun, kyaaaaaa...! HAYATI GAK KUAAAAAT! /alayluthor-.-/
Big thanks and Big hug to:
Arifahohse, MissPark92, deerhanhuniie, XikaNish, sheerii, noVi, Nia Luhannie, laabaikands, ysoplanit, anisaberliana94, inzy, Seravin509, Juna Oh, Selenia Oh, Deer-Bubble, 23, DBSJYJ, Lisasa Luhan, Cadeli94, Re-Panda68, edogawa ruffy, nisaramaidah28, Urushibara Puterrizme, and All Guest.
Last..
Review juseyo...
And DON'T FORGET to vote EXO at MAMA (EXO TURUN DRASTIS CUYY)!
Gomawo... :*:*:*
