1
~
2
~~
3
?
~(Start)~
Yoroshiku Reader,I kurogami ray
author dari fanfic ini dan semoga reader menyukai fanfic yang saya buat ini. ()
~*Chunin Exam*~
Di Kantor Hokage
Jounin elite itu memberikan sebuah kertas yang berisi seluruh kemampuan dari anggota teamnya,mata kecilnya menyipit ke arah Yondaime lalu membicarakan tentang anggota baru di team barunya itu.
"Menma,berkembang pesat juga,dia berhasil menguasai rasenggan dan elemen futonnya juga sudah membaik begitu juga dengan Satsuki lalu Haruno Sakura,dia mengusai medic nin dengan baik,mungkin sesuai dengan cita-citanya sebagai medic nin yang akan melampaui Tsunade hime"matanya sedikit menajam ketika dia melihat nama yang akan menjadi anak angkatnya itu.
"Uzumaki Naruto"gumam Yondaime Hokage.
"Ya,Yondaime-sama dia menguasai elemen futon dengan sangat sempurna,bahkan dia mampu menghantarkan jutsu futonnya ke semua senjata ninja lebih tepatnya menyingkronkan suatu jutsu ke benda dengan sempurna dan satu lagi kemampuannya yang cukup hebat yaitu Fuuin,dia bisa menggunakan Fuuin cukup sempurna,walaupun dia berkata tidak bisa mengendalikan Fuuinnya dengan sempurna,karena chakra yang terlampaui besar mengingat dia dari klan Uzumaki"Kakashi menjelaskan kemampuan Naruto yang menurutnya itu cukup menarik untuk didengarkan.
"Fuuin,bahkan Kushina saja tidak tertarik dengan Fuuin apa lagi dengan Menma,dia hanya tertarik dengan Ninjutsu daripada Fuuin"Minato tersenyum kecil.
"Ya,Menma memang tidak tertarik dengan Fuuin,tetapi setidaknya dia bisa mengendalikan Futon dan Suiton dengan sempurna,kudengar dia bisa mengendalikan elemen Suiton tanpa adanya air disekitarnya?"tanya Kakashi kepada Yondaime.
"Ha ha,ternyata berita itu dengan cepat menyebar"Minato tersenyum,dia melihat wajahnya terpatri di tebing Hokage, "Sebenarnya dia belum bisa mengendalikan Suitonnya dengan sesempurna itu,tetapi dia cukup hebat dalam menciptakan air dari udara walaupun belum bisa menciptakan jutsu"ucap Minat dengan grinnya.
"Hm,jadi begitu,kalau begitu saya pergi dulu Yondaime-sama"Minato mengangguk,kemudian Jounin elite itu menghilang dari kantor Hokage dengan kepulan asap putih yang cukup tebal.
"Hm,Fuuinjutsu dan Futon,dia bisa menguasai itu semua dengan cukup sempurna walaupun dia memiliki chakra yang hampir menyamai biju.Uzumaki Naruto,kau memang anak yang hebat"senyum Minato terpatri sempurna dibibirnya.
The Gate Of Clan NamiUzu
Mereka masuk kedalam pintu yang berukiran klan Namikaze dan Uzumaki,terlihatlah sebuah mansion megah dan luas yang dipekarangannya terdapat sebuah kolam ikan yang indah, "Masuklah Otouto,Kaa-chan telah menunggumu di dalam"ucap Menma.
"Okaasan?"tanya Naruto yang sepertinya masih bingung dengan perkataan Menma.
"Hah,iya Kaa-chan angkatmu,Namikaze Kushina"ucap Menma yang terlihat kesal.
"Hm,aku tahu itu"gumam Naruto,mereka memasuki rumah yang pintunya terbuat dari kayu.
Kushina menatap lekat Naruto,dia tersenyum tulus lalu memeluknya dengan erat.Setetes air mata keluar dari kedua matanya,dia tersenyum kearah Naruto lalu mengajaknya makan malam bersama dengan Menma.
"Ayo makan Naruto-chan"ajak Kushina dia menarik tangannya,sementara tangannya yang lain memegang tangan Menma.
"Kau suka makanan apa,Naruto-chan?"tanya Kushina disela-sela makannya.
'Makanan kesukaanku,hm'pikir Naruto,sejujurnya dia tidak mempermasalahkan makanan yang ia makan ataupun makanan yang dia sukai.
"Aku tidak tahu,karena aku tidak memikirkannya,aku makan yang kuanggap akan melangsungkan kehidupanku dan aku tidak akan memakan yang mematikan kehidupanku"jawab Naruto datar,dia melanjutkan makannya dengan hikmat,sementara Kushina dan Menma terkejut atas jawaban dari Naruto.
'Apa maksud dari jawabannya itu,dia itu susah sekali untuk ditebak'pikir Menma yang melanjutkan makannya.
'Hm,Naruto-chan pasti hidupmu sulit di dimensimu,tetapi sekarang berbahagialah dan hiduplah dengan semestinya,disini kau tidak akan diperintah ataupun dijadikan sebagai senjata tak berekspresi,kau sekarang sudah bebas dan lakukan apa yang akan kau lakukan,kami tidak akan menghalangimu'batin Kushina menatap hangat Naruto yang sedang memakan ramen.
"Makanlah yang banyak,Naruto-chan"ucap Kushina dengan senyum hangatnya lalu melirik ke arah Menma,bibirnya mengerucut tanda tidak suka kalau Kaa-channya hanya memperhatikan Naruto, "Hah,kau juga Menma-chan,kalian harus makan yang banyak agar tumbuh menjadi ninja yang kuat seperti Tou-chan kalian"lanjutnya,dia juga melanjutkan makannya.
"Oh,iya, Kaa-chan dimana Tou-chan,apa dia lembur lagi?"tanya Menma,dia menghentikan makanya untuk berbicara dengan Kushina.
Kushina tersenyum kepada Menma,makannya dihentikan untuk berbicara kepada anak sulungnya itu, "Ya,Tou-chanmu lembur lagi Menma-chan"jawab Kushina.
"Uhm,kalau boleh tahu dimana pedangku yang kalian ambil waktu di Rumah Sakit?"tanya Naruto.
Kushina mengernyitkan dahinya,karena bingung,seingatnya dia tidak pernah mengambil senjata Naruto,apa mungkin Minato yang mengambil pedang anak angkatnya itu,"Naruto-chan,Kaa-chan itu tidak pernah mengambil pedangmu itu,mungkin Minato yang mengambilnya,ah kalau tidak begini saja,setelah Minato pulang Kaa-chan akan berbicara kepada Minato untuk mengembalikan pedangmu itu"Jawab Kushina.
"Pedang itu bernama Shikyou no Ken atau lebih dikenal dengan nama Uzu-Nami no Ken,pedang itu diberikan kepadaku oleh Ojiisan sebagai hadiah ulang tahunku jadi kembalikan pedang itu secepatnya"ucap Naruto,dia melanjutkan makannya dengan tenang.
Kushina menatap Naruto dengan mata yang sayu, "Ya,baiklah aku akan mengembalikan pedangmu secepatnya"balas Kushina.
"Pedang Kematian,hah nama pedang yang menyeramkan"gumam Menma.
~0~0~0~ ~0~
Di Kantor Hokage
Minato sedang memegang pedang Naruto,dia memperhatikan bentuk ukiran pedang itu dengan detail,ukiran pedang itu sangat menyeramkan disertai dengan ukiran hewan yang menyeramkan.
Yondaime Hokage merasakan aliran chakra yang cukup menyeramkan pada pedang tersebut,'Aneh,bukankah pedang Uzu-Nami itu memiliki aliran chakra yang menenangkan dan hangat,tetapi kenapa pedang ini memiliki aliran chakra yang begitu menyeramkan,apakah pedang Uzu-Nami di dimensi sana berbeda dengan dimensi ini?'pikir Minato.
Dia berjalan dengan pelan untuk duduk di kursi Hokagenya,matanya melirik ke arah langit malam yang dihiasi bintang-bintang. "Dimensi pararel bisa saja itu adalah dimensi cermin yang menjungkirbalikan kenyataan di dimensi ini dengan dimensi sana,dengan kata lain disana benda ataupun orang bisa saja terbalik dengan yang disini"ucap Yondaime dengan senyuman terukir dibibirnya.
Di Mansion Uzu-Nami
Seorang pria paruh baya berambut kuning memasuki gerbang Mansion Uzu-Nami tersebut,digerbang itu terdapat dua penjaga berambut kuning menunduk hormat kepada pria paruh baya itu,sementara pria paruh baya itu tersenyum tulus kepada mereka.
"Tadaima!"ucap Yondaime dengan nada yang sedikit agak keras.
Terdengarlah suara balasan dari dalam mansion,suara itu berasal dari wanita berambut akai dengan kulit putih mulus tidak ada bekas luka sedikitpun ditubuhnya, "Kau sudah pulang,Minato-kun"ucap Kushina.
"Ha'i,hah hari ini cukup melelahkan"balas Minato dengan senyuman yang sedikit dipaksakan,karena kelelahan saat bekerja.
Kushina menghela nafas ketika dia melihat senyuman terpaksa milik Minato,dia tidak menyangka pekerjaan Hokage yang dia dan Minato dambakan bisa seberat ini,"Hm,Minato-kun um,bagaimana bicaranya ya.."Kushina sedikit agak gugup jika Minato sedang kelelahan seperti ini.
"Jadi,ada apa?"tanya Minato dengan pandangan tajam miliknya.
Kushina yang melihat tatapan tajam milik Minato sedikit agak gugup dan terintimidasi oleh suaminya itu, "Pedang Uzu-Nami milik Naruto.."Kushina meneguk ludahnya tidak berani menatap suaminya itu.
'Uzu-Nami,pedang itu cukup berbahaya'batin Minato.
"Tolong kembalikan kepada Naruto,dia tidak ingin senjata kesayangannya itu tidak berada disisinya,karena pedang itu diberikan langsung oleh Jir..aiya-sensei kepadanya"ucap Kushina sedikit terbatah-batah.
Minato menghela nafas,dia menepuk mahkota akai Kushina,dia menatap mata wanita itu dengan lekat, "Pedang Uzu-Nami itu berbahaya bahkan bisa dikategorikan sangat berbahaya bagi Naruto,aku merasakan aliran chakra kegelapan mengililingi pedang itu.Pedang itu seakan-akan memerintahkanmu untuk membunuh siapa saja yang berada didekatmu,itu yang kurasakan saat aku memegang pedang itu".
Kushina membelakan matanya,dia tidak menyangka bahwa pedang Uzu-Nami bisa memiliki aliran chakra kegelapan yang bahkan dapat memanipulasi pikiran si pemilik pedang untuk membunuh siapa saja.
"Bukankah,Pedang Uzu-Nami tidak memiliki aliran chakra kegelapan,Anata?".
"Hm,aku juga sempat terkejut ketika pertama kali aku memegang pedang itu.Uzu-Nami no Ken di dimensi sana berbeda dengan dimensi ini,bagaikan kedua cermin yang saling berlawanan,tetapi mempunyai inti yang sama yaitu dunia ninja"Minato,merasakan aliran chakra yang menurutnya tak asing berada didekatnya.
Mereka membelakan matanya ketika mereka melihat seorang anak berambut akai memegang sebilah pedang berwarna hitam dengan ukiran unik yang berada disetiap bilahnya.
"Ya,Uzu-Nami no Ken berbeda dengan di dunia ini.Aku menyadarinya setelah aku mencari tahu tentang Uzu-Nami no Ken diperpustakaan Konoha.Uzu-Nami no Ken itu memiliki aliran chakra yang menenangkan dan hangat,pedang itu memiliki kemampuan meregrenerasikan sel-sel tubuh dengan cepat,sehingga dapat menyembuhkan luka dua kali lebih cepat dari biasanya".
Minato mencari pedang Uzu-Nami no Ken dipinggangnya dan pedang itu tidak berada dipinggangnya,tetapi bagaimana mungkin dia tidak menyadari bahwa pedang itu sudah diambil oleh Naruto,entah bagaimana caranya dia mengambil pedang itu dengan mudah tanpa sepengetahuan dirinya,'Anak ini,dia memiliki level yang sulit untuk di tebak,bahkan aku tidak menyadari bahwa Uzu-Nami no Ken telah diambil olehnya tanpa aku ketahui,dia seorang prodigy yang hebat'pikir Minato,anak itu bernama Uzumaki Naruto,dia menyeringai kepada dua orang yang berada didepannya, "Akan tetapi,pedang ini memiliki fungsi yang sangat mematikan dan memiliki efek yang mematikan juga.."dia memainkan pedangnya dengan lihai dengan menatap tajam ke arah pedang yang digenggamnya,pedang itu mengeluarkan aliran chakra kegelapan yang cukup besar dan kuat.
"...Jika pedang ini tidak dapat dikendalikan maka pedang inilah yang mengendalikan si pemiliknya,akan tetapi jika pedang ini dapat dikendalikan maka akulah si pemilik yang dapat mengendalikannya"aliran chakra itu di tekan olehnya sampai titik dimana dia dapat mengendalikan senjatanya itu.
Mereka kembali lagi terkejut,bagaimana mungkin pedang itu dapat dia kendalikan dengan mudahnya,bahkan Minato saja ragu jika Jounin elite dapat mengendalikan pedang itu dengan mudah.
'Dia mengendalikan pedang itu sampai dimana pedang itu berhenti mengendalikan aliran chakra kegelapan dan memanipulasi si pemilik,dia,kemampuan Naruto memang sudah selevel Jounin'pikir Minato.
"Anak yang hebat"gumam Kushina.
Naruto melirik ke arah mereka, "Jadi,bolehkah aku menggunakan pedang ini?".
Minato tertawa pelan, "Tentu saja boleh,karena kau mampu untuk mengendalikan senjata itu,tetapi jangan menggunakan senjata itu jika situasi dapat kau kendalikan tanpa menggunakan senjata ini"ucap Minato.
Naruto menatap Minato,dia mengerti apa yang dimaksudkan oleh Yondaime,tetapi dia ingin memastikannya terlebih dahulu. "Apa perkataanmu itu perintah?"tanya Naruto monoton.
Minato yang mendengar pertanyaan Naruto hanya tersenyum miris,mungkin ini yang sering dianggap oleh Naruto sebagai sebuah perintah dari atasannya,padahal Minato hanya menyarankan bukan untuk memerintah anak berambut akai itu.
"Bukan,ini bukan perintah,tetapi Nasehat orangtua untuk anaknya"senyum terukir dibibir Minato dan Kushina.
Naruto nenyeringai kecil,'Nasehat orangtua kepada anaknya'pemuda bermarga Uzumaki itu tertawa kecil dan itu membuat kedua orangtua Naruto di dimensi ini menyerngit bingung.
"Ada apa denganmu Naruto?"tanya Kushina.
Seringai terpatri jelas dikedua bibirnya, "Tidak ada apa-apa hanya mengingat sesuatu yang lucu,hm aku akan kembali tidur,Oyasumi"Naruto kembali kekamarnya setelah mengucapkan selamat tidur kepada Minato dan Kushina.
"Anak itu penuh dengan rahasia,dia memang mantan ketua Anbu Ne dan Anbu elite kepercayaan Hokage didunianya,akan tetapi dia penuh dengan rahasia yang bahkan aku sendiri tidak mengetahuinya,mungkin Jiraiya-sensei didunianya juga sangat penasaran dengan apa yang dia sembunyikan dari dirinya dan kita,aku mungkin ingin membongkar rahasia yang dia kunci selama ini tentang apa yang ada di dalam dirinya itu"Minato menatap tajam kamar Naruto,dia benar-benar ingin mengetahui kepribadian dan apa yang dia sembunyikan dari dirinya dan mereka.
"Apa maksudmu Minato-kun,aku sama sekali tidak mengerti?"tanya Kushinya yang menyerngit bingung.
"Hm,aku juga tidak tahu apa yang kukatakan,tetapi pada intinya aku ingin mengetahui sisi lain dari seringai yang sering dia pakai di kedua bibirnya itu"jawab Minato.
Naruto memang sering menciptakan seringai pada saat dia sedang senang atau membuat dia tertarik pada sesuatu hal,marah ataupun sedih,dia tidak menunjukan hal itu semua,akan tetapi disisi lain dia tersenyum saat dia melihat Satsuki,dia bahkan tidak tahu,kalau dia saat itu tersenyum dengan tulus.Seakan-akan ekspresi yang sudah lama dia kunci dengan rapat perlahan-lahan mulai luntur oleh sebuah kenangan yang indah.
"Ya,aku juga ingin mengetahui kepripadian Naruto-chan,tetapi jangan memaksa dirinya,karena itu akan membuatnya tidak nyaman"Kushina tersenyum tulus lalu memeluk tubuh Minato dari belakang dan itu membuat wajah Yondaime merah merona.
"Ehm,Kushina-chan,jangan disini ah aku jadi tidak enak jika diruang tamu"ucap Minato memalingkan wajahnya dari Kushina.
"Mou,kalau begitu dikamar saja,ayo!!"Kushina menarik tangan Minato dengan paksa.
Minato sedikit agak heran dengan kelakuan istrinya itu,karena dia yang setiap kali melakukan itu,tetapi dia tidak lelah sama sekali bahkan hampir setiap hari dan juga dia sering menggoda dirinya dimanapun dia berada,tidak kenal waktu dan tempat itu yang membuat Minato heran,karena bukankah seharusnya dia yang menggoda dan mengajak-istrinya bukan malah istrinya itu, "Hah,dunia ini memang aneh"gumam Minato.
Keesokan Harinya
Suara burung memecah kesunyian di pagi hari membuat keluarga Hokage harus mendengarkan suara burung tersebut disetiap paginya dan itu sangat mengganggu bagi anak sulung Yondaime Hokage itu.
"Burung itu membuatku ingin memukulnya saja"umpat Menma.
Kushina yang mendengar umpatan anaknya itu hanya menghela nafas panjangnya,karena dia sudah sering mendengar umpatan anak berambut kiiroi itu, "Sudahlah Menma,kau jangan sering mengumpat burung itu,karena hal itu tidak baik"nasehat Kushina dan itu membuat Menma tambah kesal.
"Cih,baiklah Kaa-chan"Menma lebih baik mengalah dan tidak mengumpat lagi,karena kalau Kaa-channya itu sudah memberi nasehat itu sangat lama selesainya dan itu membuat Menma bosan mendengarnya.
Bersambungʕ•ٹ•ʔ
