Cosplay Addict! Chapter 6~
Happy reading ^^
Fic ini punya nabe, tetapi tidak dengan karakter yang terdapat di fic ini.
Banyak warning yang tersirat di dalam fic ini, ayo temukan. :p /slap
.
.
.
.
Jadi namja yang punya tampang cute memang… agak ngeselin juga ya? Mengingat saat SMP, kalau setiap pelajaran olahraga dan ada praktek renang itu seperti masuk ke dalam kandang buaya. Hyukjae yang memakai celana pendek selutut dan ber-topless ria saja sudah banyak anak laki-laki yang menatapnya-oh-kamu-sungguh-hot!—bagaimana nanti kalau Hyukjae pakai celana renang—yang ketat itu? Mungkin, banyak namja seme yang mimisan, kali ya? Atau, kolam renang akan dipenuhi mayat yang mengambang dengan tidak elitnya? Oke, sangat hiperbolis memang. Dan Hyukjae meragukan orientasi seksual mereka—para namja. Yeoja di kelasnya saja mengatakannya kurus dan kurang gizi tetapi kenapa ada saja namja yang bilang kalau Hyukjae seperti model yang memiliki lekuk tubuh dan tinggi semampai.
Hyukjae benar-benar tidak habis pikir kala itu dengan anak laki-laki di kelasnya, dan justru terlihat ketakutan kalau mereka mengajaknya untuk bermain. Oleh karena itu, ia lebih memilih pergi ke kelas Leeteuk pada saat jam istirahat.
Hyukjae tetap merasa tenang karena ada Leeteuk—si malaikat yang apabila berubah jadi Park Jung Soo sangatlah berkebalikan dengan malaikat—yang pasti menjaganya. Apalagi, Hyukjae satu sekolah dengan Leeteuk, dari SD, SMP, sampai SMA dan sekolah mereka satu kompleks. Jadi, walaupun Leeteuk adalah sunbae-nya, Hyukjae tetap merasa aman. Oh ayolah, Leeteuk selalu bisa mengawasi dongsaeng-nya meskipun letak kelas mereka terpisah.
Berangkat dan pulang sekolah selalu bersama Leeteuk. Main dengan Leeteuk. Pergi berlibur dengan Leeteuk. Leeteuk selalu berada di sekitarnya.
Tapi, setelah lulus dan Leeteuk ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi, Hyukjae harus bagaimana?
Saat itulah, Hyukjae merasa ia harus jadi pribadi yang kuat. Terlalu lama berlindung di balik punggung Leeteuk adalah masalah baginya. Ia jadi kurang mengenal sekitar—karena yang ia tahu adalah banyak 'orang ganas' di luar sana yang menatapnya dengan tatapan aneh dan lagi ia sudah cukup dengan adanya Leeteuk di sekitarnya.
Bertahun-tahun belajar dan mencari sebanyak-banyaknya teman, akhirnya, Lee Hyukjae yang baru lahir! Meski ada bagian dari dirinya yang masih terbawa sampai di umurnya yang sudah kepala dua, tapi Hyukjae tetaplah Hyukjae. Ia dan gummy smile-nya. Ia yang manis saat tertawa. Ia yang cute. Hyukjae yang masih cengeng itu tampak menggemaskan.
Kilasan-kilasan singkat itu memenuhi otak Hyukjae. Dia benar-benar merindukan Teukki-hyung-nya sekarang. Apalagi, ditemani kelima namja yang Hyukjae ragukan kalau mereka adalah manusia. Yah, bagi Hyukjae, kelima namja tersebut adalah alien-alien seram yang akan menginvasi bumi perlahan-lahan dengan memanfaatkan Hyukjae sebagai boneka mereka. Itu hal yang seram bagi Hyukjae!
Tapi, meski mereka berbuat banyak hal yang tidak membuat Hyukjae nyaman, ia masih bisa melihat kelima namja tersebut secara positif. Mereka mau memberikan surprise dan membelikan sebuah kado untuk hyung tercintanya. Sungguh, ia senang sekali dengan hal itu. Hyung-nya juga pasti akan sangat senang. Jadi, ia akan berusaha membantu mereka, yah, walaupun… walaupun… dengan mengenakan—ah, sudahlah, Hyukjae tidak mau membahasnya, membuat kesal saja.
Jadi… Hyukjae… benar-benar polos ya…
Dan perangkap yang dibuat namja-namja pervert itu sepertinya berhasil mengelabui Hyukjae.
.
.
Hyukjae terlihat terkantuk-kantuk saat melihat televisi yang menyiarkan drama terbaru dari sebuah stasiun televisi lokal. Ia baru saja mandi dengan air hangat. Handuk hijau masih tersampir di bahunya. Dan lagi, suasana senja yang tenang tanpa ada gangguan membuatnya merasa nyaman.
Yesung yang melihat Hyukjae duduk di sofa hendak mendekati namja tersebut tapi mengurungkan niatnya ketika melihat Hyukjae yang terasa mirip dengan seseorang yang dikenalnya. Yesung menggeleng-gelengkan kepalanya sampai mengusap-usap kelopak matanya, melihat Hyukjae dari samping mengingatkannya dengan seseorang yang pernah dikenalnya. Yesung menyunggingkan senyum kemudian berbalik pergi meninggalkan Hyukjae yang benar-benar tertidur sekarang. Ia mengurungkan niatnya untuk mengganggu namja itu. Hal tersebut bisa dilakukannya nanti.
.
.
.
Hyukjae melenguh ketika merasakan sesuatu yang keras menusuk-nusuk pipinya. Perlahan ia membuka matanya. Dengan pandangan yang masih buram, ditatapnya keempat namja tersebut yang mengerubunginya.
Blizt!
Dan kesadaran Hyukjae kembali ketika sorot flash dengan cepat menyinari wajahnya, membuat silau.
"Ya!", Hyukjae berteriak kesal dan segera bangun dari tidurnya. Mengusap-usap matanya yang berkunang-kunang. Hyukjae kemudian berbalik dan melayangkan death glare pada keempat namja yang tersenyum tidak berdosa dan menunjukkan foto Hyukjae yang langsung jadi—berkat kamera polaroid milik Zhoumi. Hyukjae merasa hobi para namja tersebut adalah fotografi dengan dirinya sebagai objek.
"Ukh! Ya! Matikan flash-nya!", Hyukjae kembali berteriak dan menutup wajahnya dengan tangannya. Menghalangi sorot flash yang langsung diarahkan kepadanya oleh Donghae.
Karena kesal Hyukjae segera berlari menuju pintu dengan wajah tertunduk.
Duk!
Prak!
"YA!"
"Appo!"
Suara Kyuhyun dan Hyukjae, membuat Donghae, Siwon, Yesung, dan Zhoumi, mengalihkan pandangan mereka menuju pintu.
Di sana, terdapat Kyuhyun yang terlihat marah. Hyukjae yang terlihat menutupi dagunya. Dan sebuah PSP hitam yang tergeletak tak jauh dari kaki Hyukjae. Yang sepertinya tidak disadari oleh Hyukjae.
Hyukjae melihat Kyuhyun dengan tatapan kesal. Mood-nya benar-benar tidak baik sekarang. Terbangun dari tidur karena hal sepele bukanlah hal yang menyenangkan. Dan melihat Kyuhyun yang menatapnya marah membuat mood-nya semakin jelek.
"Apa?", tanya Hyukjae dengan nada tidak ramah. "Ah!", Hyukjae menghentakkan kakinya kesal dan melanjutkan larinya yang sempat tertunda karena bertabrakan dengan Kyuhyun.
Kyuhyun menautkan kedua alisnya. Menatap punggung Hyukjae dengan kesal. Dengan segera mengambil PSP-nya yang masih tergeletak di lantai dalam keadaan mati. Kyuhyun menyalakan PSP hitam bututnya yang terdapat goresan di layar LCD-nya.
"Sial!", Kyuhyun membanting pintu coklat itu dengan kesal. Meninggalkan Hyungdeul-nya yang speechless dengan pertengkaran antara Hyukjae dan Kyuhyun.
.
.
.
Tok. Tok.
Hyukjae melirik pintu kamarnya yang diketuk oleh seseorang. Dengan enggan ia mendekati pintu kamarnya.
"Siapa?", tanyanya dengan suara keras tanpa membuka pintu kamarnya yang terkunci.
"Ini Siwon." Hyukjae diam. Haruskah ia membuka pintu untuk Siwon? "Apa kamu tidak lapar? Ini sudah jam makan malam."
Hyukjae terdiam. Benar juga, kalau dipikir lagi, ia hanya makan snack yang disediakan Teukki Hyung di dapur dari pagi. Tapi, kejadian tadi masih membuatnya kesal. Walaupun Siwon tidak melakukan apapun kecuali mengamati, Hyukjae tetap kesal. Ah, rasanya ia seperti yeoja yang sedang PMS saja.
"Enggak!" jawabnya jutek.
"Be—"
Gruuuyuk~!
Hyukjae shock dengan suara yang ditimbulkan oleh perutnya sendiri dan wajahnya merona. Ia memukul pelan perutnya pelan karena malu dan bergumam kesal.
"Pft!"
Hyukjae mengerucutkan bibir plumnya. Ia yakin, di luar sana, Siwon sedang menahan tawanya.
"Ukh! Tertawa saja!", teriak Hyukjae yang kemudian menendang pintu dengan kakinya.
Sementara di luar Siwon sedang tersenyum geli membayangkan ekspresi Hyukjae dengan wajah merona. Omona, Cute!
"Huh! Aku tidak mau makan!", teriak Hyukjae lagi.
"Aa, benarkah? Kami akan makan malam dengan ramyeon yang sangat enak, Hyukkie!" dari luar terdengar suara Donghae.
"Tidak mau!", teriak Hyukjae lagi.
"Sudah tinggalkan saja dia, Hyung! Merepotkan!"
Eunhyuk yakin itu pasti suara Kyuhyun. Tiba-tiba saja membuat rasa kesalnya kembali muncul.
"Ya sudah! Aku juga tidak mau makan! Kyuhyun jelek, sana pergi!" teriak Hyukjae yang kemudian menendang pintu kamarnya keras.
"YA!" terdengar teriakan Kyuhyun.
Brak!
Kyuhyun menendang keras pintu kamar Hyukjae membuat namja yang berada dalam kamar itu terlonjak.
"Tinggal saja dia Hyung! Cepat kita pergi, aku lapar!" teriak Kyuhyun lagi.
Hyukjae kembali mengerucutkan bibirnya kesal. Kemudian berbalik untuk membelakangi pintu. Ia melipat tangannya di depan kedua dadanya. Kenapa Kyuhyun sepertinya mengajaknya perang, memang apa salahnya?
Sepuluh menit kemudian…
Perut Hyukjae kembali meronta untuk diberi makan. Perutnya kembali berbunyi di kamarnya yang sunyi. Hyukjae menempelkan telinganya di pintu kamarnya. Berusaha mendengar suara apapun yang ada di luar kamarnya.
"Umm…", ia bergumam, sepertinya sudah tidak ada orang lagi di luar kamarnya. Hyukjae tersenyum senang, setidaknya ia bisa mengambil beberapa pudding yang masih tersimpan di lemari pendingin dan minum susu strawberry yang cukup membuatnya kenyang sampai besok pagi.
Hyukjae membuka pintu kamarnya yang sudah tidak terkunci perlahan. Ia menyembulkan kepalanya keluar.
"Boo!"
"YA!"
TBC~
.
.
.
Annyeong! Ada yang masih ingat fic ini? Ada yang masih menunggu nabe? :p
Ehehe mian setelah sekian lama menghiatuskan fic ini sekitar 8 bulan kah? Akhirnya nabe update juga. :3 silakan kasih sepatu, kue, atau bau ketek(-_-) buat nabe. nabe terima, ikhlas ko ikhlas. ;( /gelundungan di pojokan /slap
Mungkin untuk chapter ini hanya segini dulu saja ya. Pendek ya chapter kali ini? Hihi. Jeongmal mianhaeyo dan big thanks juga big hug nabe sampaikan untuk semua. Mian nabe belum sempat balas review dan menghiatuskan akun ffn nabe. Hehe. Nanti nabe akan lanjut fic ini kalau ada waktu lagi, terima kasih atas dukungannya, nabe jadi semangat lho pas buka kotak review yg isinya bikin nabe senyum2~ :3 /big hug
Mind to review? Nabe tunggu komentarnya buat chapter ke-6 ini. Kritik dan segala ketidakpuasan thd fiksi ini nabe tampung dg senang hati. Hihi. :3
Jaa.
nabe.
