Session Talkshow
Bella : Minna, apa kabar. Maaf banget kalau lama update-nya. Habisnya skor nilainya dikit untuk fanfic ini. Jadi ya lama deh, hehehehe.
Kazusa : Untuk chapter ini lagi-lagi perubahan rencana. Seharusnya chapter ini sudah ke pertempurannya, tapi malah ditunda untuk chapter depan.
Bella : Hehehehe, maaf lagi. Habis Bella lupa sama ceritanya. Jadinya ditunda dulu dengan adegan lainnya.
Kazusa : Author gimana sih, kan author yang buat ceritanya. Masak lupa sama jalan ceritanya sendiri.
Bella : Hehehehe, yang penting kan nyambung ceritanya.
Kazusa : Yah sudahlah, minna ini dia chapter enam. Balasan review dibacakan akhir nanti. Jadi chapter ini dibaca dulu ya.
Title : De Angela
Chapter 6 : Shadow in Heart
Disclaimer : Kamichama Karin Chu © Koge Donbo
~De Angela~ © Bella-chan
Rated : T
Genre : Fantasy ; Friendship
Pairing : KazuRin
Warning : AU, OOC, typo, abal, gaje, alur kenceng, nggak nyambung, dll
Summary : "Oh ya Himeka, apa kau tahu sesuatu tentang shadow?" / "Shadow itu makhluk yang tercipta dari perasaan buruk manusia... malaikat senior turun ke bumi dengan tujuan untuk membasmi shadow dan mengembalikan jiwanya ke manusia itu. Tapi-" / "Banyak bangsa kita yang sudah menjadi bagian dari bangsa iblis...," / "Sepertinya shadow gadis itu sudah bangkit."
.
.
Please Enjoy Reading
.
.
~De Angela~
Karin POV
Tet… tet… tet…
'Yes, akhirnya bel pulang juga,' sorakku dalam hati.
Aku segera mengemasi buku-bukuku dan memasukkannya ke dalam tasku.
"Teman-teman, aku dan Micchi ada ekskul setelah ini. Jadi kalian pulang saja dulu," ujar Kazusa seraya menatap kami.
"Terserah kau saja," ucap Kazune cuek.
Kazusa hanya menjulurkan lidahnya saking kesalnya dengan sikap cuek kembarannya ini.
"Kalau begitu kita duluan ya, Karin, Himeka, dan tuan menyebalkan," ucap Kazusa sinis.
Kazune hanya mendelik kesal begitu mendengar perkataan Kazusa. Sedangkan Himeka hanya tertawa kecil dan aku hanya tersenyum saja melihat tingkah mereka berdua.
"Kazusa, ayo kita bisa terlambat!" seru Micchi tiba-tiba.
Kazusa segera menggendong tasnya dan setelah itu ia berlari menyusul Micchi yang sudah ada di depan pintu kelas.
"Oh ya, aku baru ingat. Aku harus menemui sensei, kalian pulanglah dulu," ujar Kazune.
"Kalau begitu sana, hush hush," ucapku dengan nada seperti orang mengusir.
Kazune hanya mendengus kesal, namun ia tampak tidak berniat membalas ucapannku. Mungkin sudah bosan karena hampir setiap hari kami bertengkar. Tanpa berkata apapun lagi, Kazune langsung melesat keluar ruangan meninggalkan aku dan Himeka berdua saja.
"Kalau begitu ayo Himeka kita pulang sekarang!" ajakku seraya menoleh ke arah Himeka.
Namun, tampak Himeka hanya diam saja. Sedari tadi ia hanya memegangi buku yang tampak tebal. Aku berpikir, nih anak masih niat pengen belajar ya.
"Hmm… anu Karin, sebenarnya aku mau ke perpustakaan dulu untuk mengembalikan buku ini," ucap Himeka seraya menundukkan kepalanya.
"Kalau begitu aku antar ya," tawarku padanya.
Himeka langsung mendongakkan kepalanya, menatapku dengan mata berbinar-binar.
"Kau tidak marah?" tanya Himeka.
"Memangnya untuk apa aku harus marah. Sudahlah ayo cepat kita ke perpustakaan sebelum tutup," ujarku seraya menarik tangan Himeka pergi.
Himeka hanya menurut, membiarkan tangannya digandeng olehku. Tiba-tiba saja ada sesuatu yang melintas di kepalaku.
"Oh ya Himeka, apa kau tahu sesuatu tentang shadow?" tanyaku dengan suara sepelan mungkin, takut kalau nanti ada yang mendengar percakapan kami.
"Memangnya kenapa?" Bukannya menjawab pertanyaanku, Himeka malah balik bertanya.
"Habisnya aku mendengar Kazune dan Kazusa terus mengatakan itu," jelasku.
"Oohh begitu, tapi Karin bukannya kita sudah pernah mempelajari tentang shadow di sekolah langit," ujar Himeka bingung.
"Benarkah, hehehehe maaf mungkin aku lupa," ucapku sedikit malu. Bodohnya aku, bagaimana aku bisa melupakan itu. Sebenarnya apa sih yang aku ingat.
"Baiklah kalau begitu akan kujelaskan lagi tentang shadow. Dengarkan baik-baik ya," ujar Himeka dengan gaya layaknya seorang guru yang tengah mengajarkan sesuatu pada muridnya.
Aku hanya menganggukkan kepala dengan semangat.
Himeka tersenyum melihatnya lalu ia pun mulai menjelaskan, "Shadow itu makhluk yang tercipta dari perasaan buruk manusia. Shadow itu berwujud bayangan. Shadow hanya muncul ketika hati seorang manusia sudah tertutup oleh perasaan buruk yang sangat kuat. Shadow itu seperti kawan bagi bangsa iblis dan kekuatannya pun tidak jauh beda dengan kekuatan bangsa iblis. Hanya saja kekuatannya bergantung pada hati manusia itu sendiri. Manusia yang sudah menciptakan shadow dari hatinya. Maka ia akan kehilangan kesadarannya, karena jiwanya sudah diambil oleh shadow tersebut. Kalau dibiarkan terus, bisa-bisa manusia itu akan meninggal. Maka dari itu Bangsa kita, malaikat menugaskan malaikat senior turun ke bumi dengan tujuan untuk membasmi shadow dan mengembalikan jiwanya ke manusia itu. Tapi-"
"Tapi kenapa?" tanyaku penasaran, meminta Himeka untuk melanjutkan penjelasaannya.
"Shadow tidak hanya berbahaya bagi manusia, tapi juga bagi kita, bangsa malaikat. Karena jika kita sampai dimakan oleh shadow, apalagi sampai berhasil merebut jiwa kita. Maka otomatis kita akan menjadi makhluk yang tidak memiliki hati yaitu bangsa iblis," ujar Himeka sambil menghela napas pelan.
"Apa!" seruku tidak percaya.
"Banyak bangsa kita yang sudah menjadi bagian dari bangsa iblis. Untuk itu tugas malaikat senior tidaklah mudah, aku sendiri sangat takut jika suatu saat nanti aku berhasil lulus ujian ini dan menjadi malaikat senior. Aku takut tidak bisa menjalani tugas itu," ujar Himeka sedih.
Aku meneguk ludah, aku tidak percaya seberbahaya itukah shadow. Pantas saja Kazune melarangku. Tunggu, kalau begitu gadis itu. Jangan-jangan dia…
"Kau kenapa Karin?" tanya Himeka membuyarkan lamunanku.
"Egh tidak, tidak ada apa-apa," ucapku seraya tersenyum.
Himeka hanya memandangku bingung. Lalu ia kembali memasang senyum manisnya.
"Kalau begitu aku masuk dulu ya atau kau mau menemaniku?" tanya Himeka begitu kami sampai di depan pintu perpustakaan.
"Tidak, aku tunggu disini saja," ujarku.
"Baiklah, aku tidak akan lama kok," ucapnya seraya masuk ke dalam perpustakaan.
Aku hanya menganggukkan kepala. Lalu aku menyandarkan tubuhku pada dinding di samping pintu perpustakaan. Menunggu Himeka keluar.
'Shadow ya,' batinku dalam hati.
Tiba-tiba saja gadis di lapangan tadi dan waktu aku bersama Kazune tadi lewat di hadapanku. Tampak gadis itu berjalan dengan pandangan kosong.
'Mau kemana gadis itu?' tanyaku dalam hati.
Gadis itu tampak berjalan terus tanpa mempedulikan keadaan sekitar, karena rasa penasaran aku pun mengikutinya. Aku mengikuti gadis itu hingga ke halaman belakang. Sekarang ini halaman sedang sepi, karena sekarang sudah jam pulang sekolah. Gadis itu tampak berhenti di depan sebuah pohon. Tiba-tiba saja gadis itu memukul pohon itu hingga menyebabkan tangannya berdarah. Tapi sepertinya gadis itu tidak mempedulikan tanganya yang sudah mengeluarkan banyak darah bahkan gadis itu tidak tampak sedikitpun merasa sakit.
Tiba-tiba saja bayangan gadis itu mulai bergerak lagi dengan sendirinya persis seperti di lapangan tadi. Namun, kali ini bayangan itu tidak hanya bergerak. Tapi ia mulai membesar dan membentuk suatu makhluk hitam yang sangat menyeramkan.
Seiring dengan terbentuknya makhluk itu, gadis itu jatuh terkulai lemas di depan pohon itu. Sepertinya gadis itu pingsan. Akhirnya makhluk itu sudah terbentuk secara sempurna. Wujudnya seperti manusia hanya saja besar dan hitam dan matanya pun merah.
Makhluk itu tiba-tiba saja menoleh ke arahku. Sepertinya keberadaanku disini sudah ketahuan. Makhluk itu menjulurkan tangannya yang seperti tali panjang ke arahku. Tiba-tiba saja tubuhku sudah dililit oleh tangan makhluk itu. Aku berusaha memberontak, tapi semakin aku memberontak. Lilitan tali ini semakin kuat.
Makhluk itu langsung menarikku ke hadapannya. Aku ingin berteriak, tapi rasanya susah sekali untuk mengeluarkan suara. Aku hanya bisa menatap ngeri ke arah makhluk itu.
'Kazune, Kazusa, siapun tolong aku,' jeritku dalam hati.
Mulut makhluk itu pun membuka lebar seperti siap melahap apapun yang berada di depannya. Aku pun langsung dilemparkan oleh makhluk itu masuk ke dalam mulutnya.
"Arrggghhh!"
~De Angela~
Kazune POV
Aku sedang berjalan di koridor sekolah, berniat untuk pulang. Entah kenapa sejak keluar dari kantor guru. Perasaanku tidak enak, aku merasa ada sesuatu yang buruk akan terjadi. Dan benar saja, beberapa saat kemudian aku mencium bau sesuatu. Bau yang sangat amat kukenal.
"Sepertinya shadow gadis itu sudah bangkit," ujarku yang setelah itu langsung berlari ke arah shadow itu berada.
Begitu aku melewati perpustakaan, aku melihat Himeka keluar dari sana. Himeka menatapku bingung begitu melihatku berlarian.
"Kazune, ada apa sepertinya kau terburu-buru?" tanya Himeka bingung.
"Lho bukannya tadi kau pulang?" tanyaku balik.
"Aku mengembalikan buku dulu baru setelah ini mau pulang sama Karin. Lho Karin mana?" tanya Himeka seraya celingak-celinguk mencari sosok Karin.
"Jangan-jangan dia," ucapku menduga-duga.
"Jangan-jangan apa, Kazune?" tanya Himeka penasaran.
"Bukan apa-apa, sebaiknya kau segera pulang. Aku yang akan mencari Karin," ujarku pada Himeka.
Himeka hanya menatapku bingung lalu ia tampak tersenyum.
"Baiklah, aku percaya kau akan menemukan Karin. Kalau begitu aku tunggu kalian di rumah," ucap Himeka seraya pergi ke arah darimana aku datang tadi.
Aku hanya mengangguk ke arahnya. Setelah itu aku kembali melanjutkan pencarianku.
'Sepertinya baunya berasal dari halaman belakang sekolah. Semoga aku tidak terlambat,' batinku dalam hati.
.
.
To Be Contiuned
.
.
Please Review
Session Talkshow
Bella : Minna, berhubung kemarin Bella sakit dan belum sempet balas review. Jadi balasan review chapter 4 dan 5 digabung ya.
Karin : Yah, berarti banyak review yang harus kita balas.
Bella : Berhentilah mengeluh, semangat dong kayak Micchi.
Micchi : Merdeka! Merdeka! Bersatu kita teguh, bercerai kita kawin lagi.
Jin : Bukannya bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh.
Kazune : Iya nih Micchi, pernah belajar di sekolah atau nggak sih.
Himeka : Author, aku kan sudah bacain balasan review di session talkshow fanfic sebelah sama Kazune dan Micchi. Masak ini lagi.
Kazune : Iya, capek tahu. Dari fanfic sebelah langsung lari kesini. Sudah naik ojek, becek, nggak dikasih ongkos lagi sama author.
Bella : Memangnya Bella juga nggak capek apa langsung update dua fanfic sekaligus. Kalian aku ajak kesini, karena banyak balasan review yang harus kita balas.
Kazusa : Kalau begitu cepat mulai, daritadi ngomong mulu.
Bella : Iya ya, yang pertama buat devi yolanda. Iya nih Kazune payah, emang dari sananya orangnya pelit, perhitungan lagi.
Kazune : Apa kau bilang, author payah!
Kazusa : Diam kalian berdua, kalau kalian berantem. Aku bakalan buat kalian bungee jumping lagi. Mau heh *sambil memberi tatapan death glare*.
Bella dan Kazune : *langsung speechless*.
Himeka : Buat Jamilah, KK LOVERS, KK LOVERS 2. Sekarang sudah tahu kan summon Kazune apa dan shadow itu apa. Maaf ya kalau satu-satu jelasinnya.
Karin : Buat gea, apa aku terlihat bodoh. Dasar author payah, kau merusak image-ku.
Bella : Egh non, emang dari sananya kamu sudah bodoh tahu *sambil menjulurkan lidah*.
Micchi : Untuk Sun, Natali-chan, yume sora, jj, Kazuka Luna Dragneel dan ryukutari. Aku bilang juga apa, Kazune itu memang cocok jadi tikus. Hahahahaha
Kazune : *langsung pundung di pojokan* Author kejam, masak aku dikasih wujud tikus. Mending kelinci, kucing, pokoknya hewan imut lainnya. Asalkan jangan tikus.
Jin : Kasihan Kazune, dia sedang meratapi nasibnya yang terus disiksa sama author. Baiklah, buat Chinatsu, Fukito, andien hanazono, Rizki Kinanti, karinokazune, karin nizza, Kirei, miss Vanilla, 4. Ceritanya seru kan, emang fanfic bikinan author itu bombatis.
Bella : Tumben muji-muji, biasanya juga ngeledek. Pasti ada maunya nih *menatap curiga ke arah Jin*.
Jin : Habisnya, di fanfic ini kan cuma aku doang yang belum muncul. Author kapan nih aku muncul?
Bella : Beberapa chapter ke depan, mungkin.
Micchi : Oke, balasan terakhir buat yui, kktsaniachan, jg, mmm, dan para Guest. Ini sudah lanjut lagi, maaf kalau lama ya.
Bella : Minna, maaf kalau kepanjangan talkshow-nya. Chapter depan diusahain ceritanya bakal lebih panjang dari ini dan maaf kalau para readers tidak puas dengan chapter ini.
Kazusa : Pokoknya jangan lupa review ya.
Jin : Dan kasih nilai juga.
Bella : Akhir kata-
All : Sampai jumpa minna.
