You're All I Need

Sequel

Genre : Romance, Drama

Rate : T

Pairing : KyuMin

Warning : GenderSwitch, Typo(s), Newbie, Abal, OOC

Summary :Persahabatan yang terjalin antara Kyuhyun dan Sungmin selama 10 tahun. Kyuhyun yang tidak pernah bisa jauh dari Sungmin dan merasa bahwa dirinyalah orang yang terpenting bagi Sungmin merasa terancam keberadaannya saat Sahabat Lama Sungmin datang kembali. Hingga akhirnya Kyuhyun memutuskan untuk mengikat Sungmin sebagai miliknya seutuhnya.

Disclaimer : KyuMin milik mereka sendiri. Saya hanya meminjam cast dari mereka. Ini hanya sebuah Fanfiction dari seorang Newbie yang baru belajar menulis. FF ini murni milik saya. Mohon Perhatian dan dukunganya ^^

.

.

.

.

Sungmin POV

Aku tidak percaya ini.

Seorang Lee Sungmin berpendirian teguh dan tidak dapat kau paksa, menyerah begitu saja dengan bujuk rayu seorang iblis. Ya, Cho Kyuhyun berhasil memaksaku untuk menikah secepat ini. Well, sebenarnya bukan sepenuhnya paksaan karena aku juga ingin menikah dengannya kelak, tapi tidak secepat ini. Kami masih harus melanjutkan kuliah! Ya meskipun di kampus kami tidak melarang adanya sebuah pernikahan.

Namun tidak bisa ku pungkiri. Berdiri di depan cermin dalam ruangan ini, memandangi bayangan diriku sendiri yang sudah berbalut gaun putih indah membuat hatiku berdesir. Tinggal menghitung menit lagi aku akan merubah margaku menjadi Cho Sungmin. Rasa hangat karena bahagia menjalar diseluruh tubuhku.

Aku tersenyum mengingatnya. Mengingat Cho Kyuhyun yang bersimpuh dikakiku, memohon aku mau menikah dengannya hari ini membuat jantungku berdetak lebih cepat. Ya, aku sempat menolaknya saat kami sudah sampai di butik pengantin, meski tidak sepenuh hati. Namun apa yang dilakukan Cho Kyuhyun? Dia kembali berlutut di depanku. Mengeluarkan sebuah cincin indah dan mengucapkan kata 'aku mencintaimu'. Hanya dua kata itu, namun kau akan luluh apabila melihat matanya yang hangat. Belum pernah aku melihatnya hingga hari itu.

Aku mencintainya. Ya, aku mencintai Cho Kyuhyun saat kami masih sekolah dulu. Rasaku saat bersama Siwon dengannya jelas berbeda. Entahlah, aku merasa dia memperlakukanku lebih spesial. Dia sangat menjagaku, bahkan dia tidak membiarkan namja – namja mendekatiku. Bisa dibilang dia sangat protektif. Namun entah kenapa aku malah menyukai sifatnya itu. Seiring berjalannya waktu, aku mulai merasakn rasa yang lebih untuknya. Aku mulai menyadarinya saat Kyuhyun mulai berkencan dengan seorang yeoja disekolah kami. Aku merasakan panas api cemburu membakarku. Namun bukan Lee Sungmin namanya jika tidak bisa menutupinya. Ya, meskipun itu terlihat jelas dimata Victoria Eonnie. Ah aku harus berterima kasih padanya nanti.

Cklek

Aku mendengar pintu ruanganku menunggu ini terbuka. Dan disana terlihatlah sosok yang sangat berwibawa dan sangat kusayangi.

"Sungmin". Ucapnya diringi senyuman.

"Appa". Balasku dengan senyuman juga.

Dengan langkah pasti, Appa berjalan mendekatiku. Dia memandangku dengan pandangan teduhnya. Menjulurkan tangannya untuk mengusap lembut pipiku.

"Kau sangat cantik, Nak". Pujinya tulus.

Tidak terasa air mata mulai turun perlahan membasahi pipiku. Melihat itu wajah Appa berubah kaget. "Hey, mengapa kau menangis?". Tanya Appa pelan seraya mengusap air mataku.

"Hikss.. Appa". Isakku segera memeluknya. Dapat kurasakan Appa mengusap lembut punggungku. "Appa".

"Husstt.. sebentar lagi kau akan menikah. Kenapa malah menangis, hm? Kau akan merusak riasan di wajah cantikmu ini Minnie". Ucap Appa-ku menenangkan.

"Hikss.. Appa. Aku menyayangimu". Dapat kurasakan Appa mengeratkan pelukannya. "Appa juga sangat menyayangimu Sungminnie. Tapi pemuda yang sedang gelisah tidak bisa diam di altar itu mencintaimu". Ujar Appaku mulai melepaskan pelukan kami.

"Appa".

"Ssstt. Lihat matamu jadi memerah. Appa bisa dihabisi kedua ibu itu jika tahu kalau Appa yang membuatmu seperti ini". Aku terdiam berusaha menahan tangisku. Appa mengajakku duduk di kursi yang memang disediakan di ruangan itu.

"Kau tahu? Sebenarnya Appa tidak rela kau menikah secepat ini. Namun, karena melihat kesungguhan Kyuhyun yang meminta sendiri pada Appa membuat Appa rela menyerahkanmu padanya". Ujar Appa sambil membelai rambutku lembut.

"Appa"

"Appa menyayangimu, Sungmin. Untuk itulah Appa berani mempercayakanmu pada Kyuhyun. Meskipun dia terlihat kekanakan, tapi apa sangat yakin dia akan membahagiakanmu. Dia sangat mencintaimu Sungminnie. Jadi, berbahagialah dengannya". Ujar Appa dengan senyum manisnya. Sepertinya keluarga kami pantas dijuluki Keluarga dengan senyum manis. Karena Appa, Umma dan diriku ini memang sangat manis jika tersenyum.

Aku membalas membalas senyum Appa. "Terima kasih Appa". Jawabku tulus.

Tok tok tok

"Permisi Tuan, Nona. Sebaiknya mempelai wanita bersiap – siap, lima menit lagi anda keluar". Ucap seorang staf pernikahanku.

"Ne, terima kasih". Jawab Appa sementara aku menggenggam jemariku sendiri. Tiba – tiba aku merasa gugup. Appa memegang tanganku dan tersenyum. "Tidak usah segugup itu anakku. Ada Appa disampingmu. Mari kita keluar. Jangan membuat mempelai pria resah menunggumu".

.

.

.

Aku berjalan menuju altar dengan tanganku yang mengalun pada lengan Appa. Aku sangat gugup, semua mata memandang ke arahku kini. Namun rasa gugupku tiba – tiba hilang ketika mataku bertemu dengan pemilik mata yang kini tengah berdiri di altar menungguku. Namja itu terlihat tampan dengan balutan jas berwarna putih. Sungguh, jika dalam keadaan seperti ini seorang Cho Kyuhyun terlihat seperti malaikat.

Tidak terasa Appa sudah membawaku tepat didepannya. Appa menyerahkan tanganku pada Kyuhyun. Dia mengucapkan kata yang aku tidak jelas mendengarnya pada Kyuhyun. Kyuhyun menoleh kearahku, mendekatkan wajahnya dan berbisik pelan. "Kau sangat cantik Ming". Ucapnya yang sukses membuat wajahku merona.

Dan setelahnya kami dan seluruh undangan fokus dalam pemberkatan pernikahan ini. Doa dan sumpah dibacakan. Aku melirik sekilas kearah Kyuhyun. Dapat ku lihat wajahnya yang bahagia. Aku benar – benar tak salah memilihmu Cho.

Setelah sumpah dibacakan, setelah masing – masing dari kami mengucapkan kata sumpah. Tibalah saatnya dimana pasangan pengantin mengakhiri proses ini dengan sebuah ciuman. Hal yang sebenarnya membuatku gugup dari tadi. Ayolah, melihat Cho Kyuhyun yang kini menyeringai menatapku membuatku gugup tak berdaya.

"Sekarang kau istriku, Cho Sungmin". Ucapnya sebelum menempelkan lembut bibir tebalnya diatas bibirku. Bibirnya bergerak teratur, menyapa setiap sudut bibirku. dapat kurasakan dia menekan tengkukku. Mencoba lebih menekan dan memperdalam ciuman kami. Aku pun terbuai akan aktivitas kami sampai sebuah suara menyadarkanku kalau kami masih berada di altar.

"Ehm.. maaf, ciuman ini hanya untuk simbol saja. Jika ingin lebih, kalian bisa lakukan di dalam kamar nanti". Dapat kulihat para undangan yang tersenyum tersipu. Akupun menundukan wajahku karena malu, sementara Kyuhyun hanya tersenyum tidak bersalah.

.

.

"Hoahhmm aku lelah". Kyuhyun menguap dan menjatuhkan kepalanya tepat di pundakku. "Sabarlah Kyu, acaranya masih berlangsung". Ucapku sedikit menepuk kepala Kyuhyun. "Tapi kapan berakhirnya Minnie? Aku sudah lelah". Ucapnya sedikit merajuk. Ya memang saat ini kami sedang di pesta perayaan pernikahan kami. Pesta yang dibuat meriah oleh kedua Umma kami.

"Kyuhyun! Wew, kenapa kau terlihat tak bersemangat sekali". Ujar seorang yeoja menghampiri kami dengan menggandeng seorang namja disebelahnya.

Kyuhyun mengangkat kepalanya. "Oh, kau Noona". Ucapnya malas. "Ya! Apa – apaan dengan wajahmu itu?".

"Dia hanya kelelahan Eonnie". Ucapku pada Victoria Eonnie yang terlihat tidak terima dengan sikap Kyuhyun.

"Issh.. anak ini. Sungminnie, aku datang mau mengucapkan selamat atas pernikahan kalian. Akhirnya kalian bersama juga, tapi aku sedikit tidak percaya kalau kalian akan langsung melaksanakan pernikahan. Sekali lagi selamat ya Sungmin, Kyuhyun". Ucap Victoria Eonnie tulus.

"Ne, terima kasih Eonnie". Balasku.

"Oh iya aku sampai lupa. Perkenalkan dia Jonghyun. Kekasihku". Vic Eonnie memperkenalkan namja yang memang sedari tadi hanya diam dia sebelahnya. Namja itu tersenyum membungkukan badannya.

"Annyeong. Jonghyun Imnida. Selamat atas pernikahan kalian Kyuhyun-ssi, Sungmin-ssi". Ujarnya.

"Jonghyun-ssi. Kau yakin ingin menjadi kekasih Ahjumma ini? Lebih baik kau pikirkan lagi, daripada kau menyesal nantinya".

Vic Eonnie segera memukul kepala Kyuhyun setelahnya. "Ya! Kau ini tidak tahu terimakasih! Aku sudah membantumu bersatu dengan Sungmin tapi sikapmu malah begini. Aisshh.. sudahlah Jonghyun Chagi, kita pergi saja dari sini". Victoria Eonnie menarik tangan kekasihnya kasar, dia terlihat sangat marah sementara Kyuhyun hanya cuek tidak bersalah. Anak ini benar – benar.

"Annyeong Sungminnie". Aku mendengar suara yang sangat familiar di telingaku.

"Siwonnie?". Dia tersenyum lembut kearahku seraya membentangkan kedua tangannya. Mengerti maksudnya, segera ku memajukan diri untuk menghambur ke pelukannya sebelum tanganku ditarik oleh orang disebelahku. Saat aku menoleh ingin protes, Kyuhyun melemparkan deathglarenya padaku. Seketika nyaliku menciut.

"Maaf Siwon-ah. Aku tahu kau sahabatnya Minnie-ku. Tapi kau jangan lupa, sekarang dia istriku. Jadi jangan main peluk sembarangan!".

Dapat kulihat Siwon terkikik geli melihat wajah Kyuhyun. Aisshh.. apa dia tak takut pada iblis?

"Kau ini possesif sekali Kyuhyun-ah. Masa mau peluk saja tidak boleh? Aku kan hanya ingin mengucapkan selamat".

Dapat kurasakan Kyuhyun mulai memelukku erat."Tidak boleh! Dia milikku! Tidak boleh ada yang menyentuhnya!".

Blusshh

Aku merasakan panas menjalar wajahku. Mendengar kata – kata Kyuhyun yang possesif membuatku berdebar.

"Aishh.. baiklah baiklah. Selamat atas pernikahan kalian. Hmm aku datang kesini juga tidak sendiri. Aku mau memperkanalkan seseorang". Siwon terlihat memanggil seseorang yang berdiri agak jauh dari kami. "Perkenalkan, ini Kibum. Calon istriku".

"Uwooww.. kau Kibum? Huuaa kau cantik sekali Kibum-ssi". Aku dan Siwon mendelik tidak suka pada kata – kata Kyuhyun. Apa – apaan dia? Memuji orang lain tepat didepanku. Mau gantian membuatku cemburu eoh?

"Err.. gomawo". Ucap Kibum takut. "Hahahaha.. tak kusangka wajahmu bisa memerah juga Siwon-ah. Bagaimana rasanya mendengar kekasihmu dipuji orang lain? Tidak suka kan?". Kyuhyun measih melanjutkan tawanya. Sementara dapat kulihat Siwon mulai geram.

"Sudahlah percuma saja berada lama – lama disini. Ayo Kibum". Siwon menarik Kibum untuk menjauh. Tapi Kibum berhenti sebentar dan mengucapkan selamat pada kami berdua.

"Selamat atas pernikahannya Sungmin-ssi, Kyuhyun-ssi". Ucapnya ramah. Memang benar apa yang Kyuhyun bilang. Kibum benar – benar cantik.

"Terima kasih Kibum-ssi. Sebaiknya kau cepat menyusul kami. Tapi aku sarankan lebih baik kaumencari namja lain. Hidupmu akan sengsara jika memutuskan bersama kuda ini".

"Ya! Sudah cukup! Ayo Kibum". Kyuhyun tertawa saat melihat wajah Siwon yang kesal dan menarik Kibum jauh. Baru pertama kali aku melihat Siwon cemburu seperti itu. Pasti dia sangat mencintai Kibu.

Kyuhyun masih saja tertawa meski Siwon sudah tak terlihat. "Kyu, kau ini suka sekali menggoda mereka. Vic Eonnie dan Siwonnie kan sudah berbaik hati pada kita". Kyuhyun menghentikan tawanya dan menatapku dengan sedikit tajam.

"Jangan memanggil kuda itu dengan panggilan seperti itu lagi Minnie. Lagipula aku hanya membalas mereka apa salah? Mereka dulu kan juga menyusahkan kita". Ucap Kyuhyun dengan santainya.

Aku mengerucutkan bibirku mendengar jawabannya. Kyuhyun sedikit terdiam, wajahnya mendekati wajahku seperti ingin membisikan sesuatu. "Jangan mengerucutkan bibirmu seperti itu Ming. Kau tahu? Aku ingin sekali melahapnya".

Blusshh

Apa – apaan dia? Berbicara seenaknya. Bisa kulihat seringai diwajahnya.

"Hmm.. aku rasa sudah terlalu lama kita berada disini. Umma!"

"Eh, Waeyo?"

"Berapa lama lagi kami harus berada disini? Ini sudah malam, kami harus menjalankan ritual wajib kami segera".

Blusshh

"Ya! Apa – apaan kau? Bersabarlah sedikit! Pesta ini akan selesai tiga jam lagi. Kalian harus tetap berada disini!".

"Mwo? Toga jam? Itu terlalu lama Umma! Pokoknya aku ingin selesai secepatnya. Aku sudah tidak sabar".

Blusshh

"Mwo? Kau ini mesum sekali! Tidak bisakah kau menahannya?".

"Tidak! Lagipula bukankah dulu Appa dan Umma bahkan tidak mengikuti pesta setelah pernikahan? Kalian bahkan langsung menghilang. Halmonie menceritakan semuanya padaku kalau ia kelabakan mencari Appa dan Umma yang menghilang. Jadi jangan heran kalau aku mesum. Appa dan Umma bahkan lebih parah dariku. Sudahlah Umma cepat selesaikan pesta ini, aku ingin membawa istriku ke kamar".

Blussshh

"Y-ya! K-kau jangan membuka rahasia itu di depan Minnie! Aishh.. baiklah dua jam lagi".

"Terlalu lama".

"Satu jam".

"Apa aku harus menceritakannya pada Leeteuk Umma ya?"

"Aishh.. baik baik. Setengah jam lagi Cho. Tidak ada tawar menawar lagi".

"Hmm.. baiklah".

"Minnie Chagiya ~"

Blusshh

Aku yang sedari tadi terdiam mendengar debat Heecul Umma dan Kyuhyun kini mulai bergidik saat menyadari Kyuhyun tengah berbisik padaku lagi.

"Tunggu setengah jam lagi ya. Setelah itu, kita akan bersenang – senang".

Blusshhh

Apa aku akan selamat?

Sungmin POV End

.

.

.

Sungmin sedang duduk di pinggir ranjangnya dengan masih menggunakan pakaian pengantin, Menunggu Kyuhyun yang sedang berbicara dengan roomboy Hotel ini. Sungmin sangat gugup saat ini. Dia takut tidak bisa lepas dari jerat maut sang iblis.

Merasa bagian kepalanya sedikit pegal, Sungmin berjalan ke arah meja rias dan dengan perlahan membuka satu – persatu jepitan pada rambutnya. "Kenapa ini susah sekali?". Geramnya kesal saat tidak dapat melepaskan jepitan terakhir di rambutnya.

"Perlu ku bantu Yeobo?"

Deg

Entah sejak kapan Kyuhyun sudah berdiri di belakangnya. Mungkin Sungmin terlalu fokus sehingga tidak menyadari keberadaan Kyuhyun. "N-ne". Jawab Sungmin gugup.

Dengan perlahan tangan Kyuhyun menyentuh rambut Sungmin lembut, mencoba melepaskan jepitan itu. Jantung Sungmin seratus kali lebih cepat saat ini. Dia dapat merasakan hangat nafas Kyuhyun pada tengkuknya. Sungmin dapat merasakan nafas Kyuhyun kian lama kian berat.

Akhirnya jepitan itu lepas dari kepala Sungmin. Dia menghela nafas lega, namun sedetik kemudian, nafas Sungmin kembali tercekat. Kyuhyun mendekatkan kembali tubuhnya sehingga saat ini punggungnya menempel sempurna pada dada Kyuhyun.

"Ming~". Ucap Kyuhyun yang kini tengah berada di ceruk leher Sungmin.

"Y-ya?". Sungmin mencengkram erat gaunnya.

"Kau wangi sekali". Ucap Kyuhyun sambil menghirup wangi khas Sungmin mulai dari lehernya hingga bahu Sungmin yang terekspos.

"N-ne ... aahhh". Desah Sungmin tidak sengaja saat merasakan bahunya di kecup Kyuhyun. Kecupan itu perlahan mulai berubah menjadi jilatan bahkan hisapan. Tanpa disadari, Sungmin memiringkan kepalanya mempermudah akses Kyuhyun memberikan tanda kepemilikan pada bahu putihnya.

Satu Kissmark telah tercetak. Kyuhyun membalikan tubuh Sungmin, menangkupkan wajah Sungmin yang tertunduk malu. Kyuhyun memberikan senyum terbaiknya saat mata Sungmin menemukannya.

"Aku mencintaimu". Ucapnya sebelum membawa Sungmin pada satu ciuman lembut. Ciuman yang semakin lama semakin dalam intensitasnya. Kyuhyun membawa tangan Sungmin melingkar di lehernya. Membiarkan tubuh mereka benar – benar merekat.

"Euummpphh..." Kian lama Sungmin mulai terbawa suasana. Dijambaknya pelan helaian rambut Kyuhyun. Sungmin semakin menekan tengkuk Kyuhyun agar lebih memperdalam ciumannya. Tangan Kyuhyun pun tidak tinggal diam. Dengan perlahan dia menurunkan resleting belakang gaun Sungmin. Dengan lembut di elusnya perlahan punggung putih itu. Sungmin sempat tersentak saat merasakan tangan dingin Kyuhyun menyentuh punggungnya. Namun, ciuman yang Kyuhyun tidak dapat membuatnya berontak.

Dengan pasti Kyuhyun membawa tubuh mereka yang masih berdiri ke tempat tidur tanpa melepaskan ciumannya. Sungmin pun menurut mengikuti Kyuhyun. Dengan lembut Kyuhyun menjatuhkan tubuh Sungmin dan tubuhnya tepat diatasnya.

Kyuhyun melepaskan ciumannya dan memandang Sungmin yang sedang terengah. Kyuhyun mengusap lembut pipi Sungmin. "Kau sangat cantik Ming. Terima kasih telah mau menjadi istriku. Saranghae"

Chu~

Setelahnya Kyuhyun membawa Sungmin pada suatu proses yang cukup menguras tenaga. Suara decit tempat tidur serta rintihan dan desahan menjadi pengiring bagi kedua insan yang sedang memadu cinta ini.

.

.

.

.

"Eunghh~". Sungmin menggeliatkan tubuhnya pelan tepat saat jam menunjukkan pukul tujuh pagi. Dia mengusap wajahnya dan seketika tersentak saat merasakan ada lengan yang memeluknya erat. Dengan cepat dia menoleh, menampakan sesosok Namja yang tertidur dengan damainya. Sungmin tersenyum melihat wajah polos suaminya, sedikit mengutuk diri sendiri yang melupakan jika dia sudah menikah. Bagaimana dia bisa sebodoh itu? Jelas – jelas tadi malam mereka melakukannya.

Wajah Sungmin memerah ketika mengingat melam tadi. Kyuhyun sangat perhatian dan begitu lembut. Semua ketakutan dan kegugupan yang sempat Sungmin rasakan, hilang entah kemana saat Kyuhyun menyentuhnya. Kata cinta yang selalu Kyuhyun bisikan disela desah nafasnya membuat Sungmin bahagia. Tidak pernah ia sebahagia ini sebelumnya.

Sungmin melepaskan pelukan Kyuhyun dengan perlahan. Dia bangkit setelah sebelumnya mengeakan handuk piyama. Ia berjalan mendekati jendela dan membukanya lebar.

"Waahh.. indah sekali". Decak kagumnya ketika melihat keindahan yang tersaji di depannya. Dapat ia lihat laut yang mempesona dan indahnya pantai. "Ah, jika Kyunnie sudah bangun. Aku akan memintanya berjalan – jalan di pinggir pantai itu". Gumamnya.

Sreet

"Eh?". Sungmin sedikit tersentak ketika merasakan sepasang lengan melingkari pinggangnya.

"Morning Chagi". Ucap Kyuhyun dan langsung mengecup pipi Sungmin.

"P-pagi". Jawab Sungmin merasa gugup tiba – tiba.

"Kenapa kau tak membangunkanku?". Tanya Kyuhyun seraya mengeratkan pelukannya.

"Aku juga baru saja bangun Kyu". Jawab Sungmin jujur.

Lama dengan posisi Kyuhyun memeluknya dari belakang. Hingga akhirnya dia menyadari ada sesuatu benda lunak basah telah bergerilya di lehernya.

"K-kyunie".

"Hmm?"

"A-apa yang kau lakukan?". Tanyanya berusaha menahan desahan yang ingin keluar.

Tanpa menjawab pertanyaan Sungmin, Kyuhyun mengangkat tubuh Sungmin, menggendongnya ala bridal style dan menjatuhkannya lembut keatas tempat tidur mereka yang masih berantakan. Kemudian Kyuhyun memposisikan diri tepat diatas Sungmin. Ia menyanggakan kepalanya dengan tangannya lalu tersenyum penu arti.

"K-Kyu".

"Kenapa kau masih bertanya Yeobo? Tentu saja aku akan melakukan seperti tadi malam". Ujar Kyuhyun seduktif.

"T-tapi kita kan s-sudah melakukannya semalam". Ujar Sungmin malu – malu.

Kyuhyun makin tersenyum dibuatnya. "Kau kira aku puas hanya dengan satu ronde? Aku tahu semalam kau lelah, makanya hanya melakukannya sekali". Ucap Kyuhyun dengan gerlingan nakalnya.

Sungmin menggigit bibirnya malu. "T-tapi aku ingin berjalan – jalan di pantai Kyu. Pasti asik sekali". Sungmin mencoba memohon dengan puppy eyes-nya. Namun sangat disayangkan, jurusnya tidak akan mempan melawan hasrat mesum Cho Kyuhyun.

Kyuhyun menggelengkan kepalanya. "Itu bisa nanti. Ada hal lebih penting yang harus segera kita lakukan Yeobo. Aku akan memakanmu hingga tujuh ronde". Ucap Kyuhyun menyeringai yang sukses membuat Sungmin membelalakan matanya.

"MWO? Tap–eemmpphhhh..".

Well, sepertinya Sungmin sudah tidak bisa menolak lagi sekarang.

.

.

.

.

"Eunghh...". Sungmin kembali menggeliatkan tubuhnya di hari ini. Namun kali ini jam sudah menunjukkan pukul empat sore. Sungmin mengederkan pandangannya saat dia tidak menemukan sang suami disebelahnya. "Kemana dia?". Gumam Sungmin.

"Sudahlah, lebih baik aku mandi". Sungmin segera bangkit dari tempat tidur, namun rasa sakit pada bagian bawahnya membuat ia terjatuh kembali. "Aww.. kenapa jadi sakit? Iisshh ini pasti karena dia yang berubah jadi ganas. Ternyata sifat aslinya baru keluar tadi pagi. Aku menyesal telah memujinya". Gerutu Sungmin sambil berusaha bangkit dari tempat tidur. Dengan tertatih dia berjalan menuju kamar mandi. Membersihkan diri dari sisa – sisa cairan dan keringat yang menempel di tubuhnya.

Lima belas menit berlalu, Sungmin akhirnya keluar dari kamar mandi lengkap dengan pakaiannya. Dia terlihat lebih segar sekarang.

"Morning Yeobo~ kemarilah, aku sudah menyiapkan sarapan untukmu". Terlihat sang suami berdiri dekat meja yang sudah tertata rapi berbagai macam makanan.

Sungmin mendelikan matanya agak jengkel. "Apanya yang pagi! Ini sudah sore! Dan mana ada sarapan di sore hari!".

Kyuhyun dengan wajah polosnya berjalan mendekati Sungmin seraya menarik tangannya menuju meja yang tersedia makanan. "Anggap saja begitu Yeobo. Kita kan baru saja bangun". Ucapnya dengan 'senyum' manisnya.

Kyuhyun menarik kursi dan mempersilahkan Sungmin untuk duduk kemudian mengambil posisi tepat disebelah Sungmin. Kyuhyun dengan perhatiannya menyendokan nasi dan lauk ke piring Sungmin. "Nah, ayo dimakan Yeobo. Kau pasti kelaparan bukan?". Sungmin tidak bergeming, dia masih memasang wajah kesalnya pada Kyuhyun.

"Jangan memasang wajah cemberut seperti itu Yeobo. Kau membuatku merasa bersalah". Kyuhyun memasang wajah menyesalnya yang membuat Sungmin mendesah berat. "Setelah makan, bagaimana kalu kita jalan – jalan? Mau ya Yeobo? Tapi kau harus makan dulu. Mau kusuapi? Ini.. aaaa". Kyuhyun mulai menyendokan nasi Sungmin. Akhirna Sungmin mengalah dan mulai membuka mulutnya menerima suapan dari suami tercintanya.

.

.

.

"Huuaa anginnya sejuk sekali". Sungmin merentangkan kedua tangannya menikmati semilir angin pantai sore hari. Kyuhyun tersenyum melihatnya. Dengan perlahan dia melingkarkan sepasang lengannya pada pinggang istrinya lalu meletaka dagunya pada pundak Sungmin.

"Nikmat bukan? Menikmati indahnya pantai lebih enak pada sore hari Yeobo. Kita juga bisa sambil menunggu matahari terbenam". Gumam Kyuhyun. Sungmin hanya mengangguk senang, kemudian mulai meletakkan tangannya diatas tangan Kyuhyun.

"Sudah lama aku ingin ke pantai. Tapi tidak pernah jadi". Ujar Sungmin.

Kyuhyun mengerutkan keningnya. "Memangnya sejak kapan kau ingin ke pantai? Kau tidak pernah bilang padaku".

Sungmin memejamkan matanya menikmati belaian angin. "Buat apa aku bilang padamu? Aku hanya ingin sendiri ke pantai".

Kyuhyun melonggorkan pelukannya lalu berjalan meninggalkan Sungmin yang terheran. "Hey, kau kenapa?". Tanya Sungmin ketika berhasil menyusul Kyuhyun.

Kyuhyun hanya diam tak peduli dan terus berjalan. "Kyu~ kau kenapa?". Tanya Sungmin lagi kali ini menghentikan langkah Kyuhyun.

"Kenapa kau ingin pergi ke pantai sendirian? Kau tidak suka aku berada di dekatmu?".ujar Kyuhyun kesal. Dengan sedikit hentakan dia menjatuhkan diri duduk di pasir. Sungmin masih mencerna kata – kata Kyuhyun barusan. 'Dia merajuk hanya karena hal itu?' Tanyanya dalam hati.

Sungmin ikut mendudukan diri di pasir. Dia memandang Kyuhyun yang sedang cemburut. Sungguh lucu pikir Sungmin. "Kyu~" Sungmin memegang lengan Kyuhyun. "Kau marah hanya karena ini?".

Kyuhyun menoleh memandang Sungmin. "Aku hanya tidak suka kau berpergian sendiri. Aku jadi merasa tidak dibutuhkan". Jawabnya ketus.

Sungmin tersenyum kemudian menyandarkan kepalanya pada pundak Kyuhyun dan mengalungkan tangannya pada lengan Kyuhyun. "Kyu~ jangan bicara seperti itu. Aku selalu membutuhkanmu. Tidak ada orang lain yang dapat menggantikanmu Kyu~ hanya kaulah yang aku butuhkan. Lagipula, itu keinginanku saat masih kecil, sebelum bertemu denganmu. Sekarang tentu saja aku ingin bersamamu. Pergi ke semua tempat yang aku inginkan hanya denganmu". Sungmin menegakkan dirinya kembali. Melihat Kyuhyun yang sepertinya mematung. "Aku mencintaimu Kyu".

Cup

Sungmin mengecup pipi Kyuhyun sekilas dan kembali pada posisinya tadi, bersandar pada Kyuhyun. Sungmin tersenyum manis, momen seperti inilah yang selalu Sungmin nantikan. Duduk bersama Kyuhyun di pinggir pantai. Menikamati matahari tenggelam sambil bergelayut manja.

Perlahan Kyuhyun kembali ke alam nyatanya. Seringai nampak muncul disudut bibirnya. "Ming"

"Hmm?" sahut Sungmin tanpa merubah posisinya.

"Kenapa hanya di pipi?".

Sungmin menegakkan kembali tubuhnya. "Maksudmu?".

.

.

.

"Euummpphh... Kyuuhhh... Leph...Lephasss dhuuuluu". Sungmin memukul – mukul dada Kyuhyun saat menciumnya ganas. Posisinya yang dibawah Kyuhyun membuatnya tidak leluasa bergerak. Ya, saat ini mereka memang telah berada di dalam kamar lagi. Semenit setelah matahari tenggelam sempurna, Kyuhyun langsung membawa Sungmin dengan bridal style tanpa mempedulikan pandangan orang – orang yang tersipu melihat mereka.

Dengan berat hati Kyuhyun melepaskan pagutannya. "Wae?". Tanyanya sedikit kesal karena kenikmatannya di ganggu.

Sungmin mengatur nafasnya sebentar. "Apakah kita akan melakukannya lagi?". Tanya Sungmin.

Kyuhyun dengan keyakinan yang penuh mengangguk. "Tentu saja! Memang mau apa lagi?". Tanyanya sedikit heran dengan pertanyaan Sungmin.

"Tapi kita kan sudah melakukannya tadi". Ujar Sungmin berharap Kyuhyun mengurungkan niatnya.

"Itu kan tadi! Kalau sekarang ya sekarang! Sudah lebih baik kau diam dan nikmati saja Minnieehh... aku akan membawamu ke Surga". Ucap Kyuhyun dengan nada sedikit mendesah.

Dan setelahnya Sungmin hanya bisa pasrah menerima semua sentuhan Kyuhyun pada setiap sudut tubuhnya. Sungmin hanya bisa membalasnya dengan desahan nikmat dan suaranya yang memanggil Kyuhyun. Hal yang tentu saja membuat libido Kyuhyun semakin naik.

.

.

.

~oOo~

.

.

.

2 Bulan kemudian

"Kenapa tubuhku terasa tidak enak?". Sungmin menghempaskan tubuhnya di sofa ruang tamu keluarga Cho. Dia merasa tubuhnya sedikit berbeda. Bertanya dimana Kyuhyun? Dia sedang bekerja di perusahaan keluarganya. Ini hari pertama dia bekerja. Dia sudah memutuskan akan bekerja di tempat Appanya sambil meneruskan kuliahnya.

"Minnie? Kau kenapa?". Tanya Heechul yang baru pulang dari acara arisannya. Heechul menghampiri Sungmin dan memegang keningnya. "Tidak panas". Ucapnya.

"Aku hanya sedikit pusing dan mual saja Umma". Kata Sungmin dengan suara agak lirih.

"Kita ke rumah sakit saja ya? Wajahmu pucat sekali sayang". Ujar Heechul mulai khawatir.

Sungmin kemudian mengangguk. Sepertinya dia memang butuh penanganan dokter kali ini.

.

.

.

"Minnie~ aku pulang sayang". Suara Kyuhyun terdengar terlebih dahulu sebelum sosoknya masuk kedalam kamar.

"Eh, ada Umma. Tumben sekali Umma datang ke kamar kami". Ujar Kyuhyun sedikit heran melihat Heechul yang sedang duduk di pinggir tempat tidur sementara Sungmin terlihat merebahkan diri di kasurnya.

"Minnie-ah, gwaenchana?". Tanya Kyuhyun sedikit khawatir melihat wajah pucat Sungmin. Saat ini dia sudah berada disamping Sungmin yang berlawanan dengan Heechul.

Sungmin tersenyum. "Nan–Eummphh" Sungmin menutup mulutnya dan segera beranjak dari kasur menuju kamar mandi.

"Hooeekk... hoeekkk".

"Minnie!".

Kyuhyun segera menghampiri Sungmin dan berdiri di belakangnya, mengusap punggung Sungmin lembut.

"Kau tidak apa – apa?" tanya Kyuhyun setelah Sungmin berhenti mengeluarkan sesuatu. Sungmin ingin mengangguk, namun rasa mual itu kembali datang.

"Hooekkk hooeekk".

"Minnie!". Kyuhyun kembali panik melihatnya. Ia mengalihkan pandangannya pada Heechul yang masih duduk di tempat tidur sambil tersenyum.

"Ya! Umma! Kenapa kau hanya tersenyum seperti itu? Ada apa dengan Minnie?" bentak Kyuhyun pada Heechul.

"Sudahlah, bawa istrimu kembali ke tempat tidur. Dia butuh banyak istirahat". Ucap Heechul. Kyuhyun hanya bisa menurutinya dan membawa Sungmin kembali setelah yakin Sungmin sudah berhenti muntah.

Dibaringkannya Sungmin pada tempat tidur, Kyuhyun menyelimuti tubuh Sungmin dan mengelus keningnya lembut. "Kau kenapa, Min?". Yang ditanya malah memasukkan kepalanya kedalam selimut. Kyuhyun semakin khawatir melihat tingkah aneh Sungmin. "Ya! Kau kenapa Min?". Tanyanya khawatir. "Umma, Minnie kenapa?". Heechul hanya tersenyum seraya menyerahkan sebuah amplop pada Kyuhyun.

"Ini. Kau bacalah".

Kyuhyun segera mengambil amplop itu dan membacanya. Kyuhyun membulatkan matanya melihat keterangan yang ada disana. "I-ini benarkah? I-istriku hamil?".

Heechul mengangguk. "Ne, sudah empat minggu. Chukkae anakku, sebentar lagi kau akan menjadi seorang ayah". Senyum tulus Heechul terukir.

Kyuhyun mengerjapkan matanya. "Aku tidak menyangka ini. Umma! Aku bahagia sekali! Ming, bangun Ming. Kenapa kau menutupi wajahmu seperti itu Ming". Kyuhyun mencoba menarik selimut Sungmin namun gagal. Sungmin masih setia menutupi wajahnya.

"Sudah biarkan saja Cho". Ucap Heechul.

"Jinja Umma. Aku tak menyangka bisa membuatnya secepat ini". Ujar Kyuhyun senang.

"Ya tentu saja cepat! Kau hanya membiarkan Minnie keluar di sore hari! Tentu saja Minnie cepat hamil". Ujar Heechul dengan senyum jahilnya.

"Aisshh Umma. Sudah Umma keluar saja. Aku mau berduaan dengan istriku". Kyuhyun menarik tangan Heechul menuju pintu kamarnya.

"Ya! Anak kurang ajar! Apa – apaan kau mendorong Umma?"

"Sudah keluar saja Umma!". Kyuhyun tidak mengindahkan protes Heechul.

Blaam

"Ya! Cho! Jangan berbuat mesum pada menantuku!". Teriak heechul dari luar.

"Isshh Umma berisik". Gumam Kyuhyun.

Kyuhyun kembali mendekati ranjang dan duduk diatas kasur di sebelah Sungmin. "Sayang~ Umma sudah keluar. Aku tahu kau pasti malu kan?".

Dengan ragu Sungmin mulai menyembulkan kepalanya. Sungmin melihat wajah Kyuhyun yang tersenyum dan perlahan ikut tersenyum. Dia kemudian merubah posisi rebahannya menjadi duduk. "Habis, Umma selalu menggodaku Kyu~ aku kan malu". Adunya imut.

Kyuhyun tersenyum, dan dengan perlahan dia menyentuh perut Sungmin. "Benarkah disini ada aegya kita?". Tanya Kyuhyun menatap Sungmin.

Sungmin mengangguk mantap membuat senyum Kyuhyun semakin lebar. Kyuhyun membawa Sungmin kedalam pelukan hangatnya. "Terimakasih Tuhan. Terimakasih Minnie". Kyuhyun mengecup puncuk kepala Sungmin yang dibalas dengan pelukan Sungmin yang mengerat.

"Apa kau bahagia Kyu?"

Kyuhyun melepaskan pelukannya dan menangkupkan wajah Sungmin. "Kau masih bertanya padaku? Tentu saja aku bahagia Chagiya~ ini adalah hadiah terindah dalam hidupku setelah kau. Aku mencintaimu". Ujar Kyuhyun tulus.

"Aku juga mencintaimu Kyu"

Chu~

Mereka kembali menautkan bibir untuk menyampaikan semua rasa yang ada dalam dada mereka. Ini adalah karunia terindah dalam keluarga mereka. Hadirnya seorang anak akan lebih merekatkan rasa cinta mereka.

"Besok aku harus ke dokter". Ucap Kyuhun setelah melepaskan tautanbibirnya.

"Untuk apa?"

"Untuk menanyakan apakah kau tetap bisa melakukan 'itu' meskipun kau hamil. Aku tidak bisa membayangkan jika harus berpuasa 'itu' selama delapan bulan". Ujar Kyuhyun

"Ya! Kau–"

Seperti biasa, Sungmin tidak dapat melancarkan protesnya karena bibirnya sudah dibungkam sempurna oleh bibir tebal Cho Kyuhyun. Well, sepertinya sifat mesum Kyuhyun tidak akan pernah hilang sepanjang masa.

.

.

.

.

FIN

.

.

.

Taraaaa

Sebuah sequel gaje telah hadir...

Ini dibuat untuk memenuhi permintaan reader semua...

Mian yah kalau ga sesuai harapan..

Mian juga buat yg minta NC, aku ga sanggup bikinnya ,

Well, semoga suka deh..

Gomawo yang udah ngucapin met ultah ke aku kemaren, hehe :P

Jeongmal Gamsahamnida Yeeorobun

*deep bow*

Restiero