Author: Makasih yang review hehehehe. Tolong maklum sama tulisan author yang kadang suka seenaknya, ini auhtor udah berusaha menaati lalu lintas dalam pertulisan loh! Bagi OC yang masih masuk thanks juga, dan akhirnya ada juga OC KEMBAR HUWAHAHAHAHA *ketawa gaje*. Author seneng, soalnya author juga kembar dan OC kembarnya kok bisa hampir sama kaya author ya? *blink-blink* (sungguh suatu kebetulan, tapi author kembar cowok bukan cewek-cowok ^^).
Pein: Makin banyak aja dong author gaje kaya lo!
Kakuzu: Dan sarap kaya lu!
Author: Ah...Sayang sekali kembaran author gak suka nulis fanfic, dia lebih ke penikmat fanfic. Oh, di chap ini mungkin akan lebih fokus ke Sasori dan Nazuka dan perkenalan penampakan OC lain. Sepertinya OCnya sudah cukup, jadi author tutup aja lowongan OCnya.
Warning: K+
Pairing: AkatsukixOC (siapa aja? mending di simak sendiri).
Disclaimer : Naruto dan Akatsuki belong to Masashi Kishimoto.
Akatsuki Masuk Sekolah
Chapter 6
(Sasori, Nazuka dan Lollipop)
"Sebenernya kenapa?" tanya Saki yang dengan ajaibnya udah ngebuka headset tercintanya dan sekarang lagi siap-siap masang kuping untuk mendengar.
"Yang sebenernya adalah si Sasori jatoh nyosor lantai! Wakakakakakakak!" Pein tertawa laknat bareng yang lainnya.
"Diem lo!" omel Sasori dengan wajah merah menahan malu.
"Tapi kok, si Nazuka kayanya marah banget?" tanya Rei masih penasaran ada apa dengan Nazuka.
"Kejadian sebenernya tuh begini…." Kata Kisame mulai bercerita.
FLASHBACK
"Kis, es bon-bon nya abis!" kata Sasori sambil jalan kearah teman-temannya, tapi sayang sekali Sasori kepleset berkat sebutir(?) kulit kacang yang di buang Zetsu dengan sangat seenak-jidatnya ke jalanan.
"GYAAAAAA!" (Sasori teriak kaget kepleset kulit kacang plus panik di depan dia ada Nazuka, Sasori gak sempet ngeles).
"KYAAAAA!" (Nazuka yang kaget denger teriakan, ikutan teriak, apalagi pas liat Sasori yang mau jatuh ke arah dia).
"Nazuka awas!" teriak Konan kaget. (Nah, untungnya si Hidan yang berdiri di depan Nazuka langsung reflek dan narik Nazuka menghindari dari kejatuhan botol saos aka Sasori, permen lollipop hasil tukeran dari si Tobi jatoh).
BRUGH! (Disini Sasori jatoh dengan sukses).
CUP….(Kok ada cup? Nah itu karena Sasori nyium lollipop Nazuka yang udah tergeletak tak berdaya di lantai ck ck ck).
"Na-Nazuka lo gak apa-apa?" tanya Konan panik.
"Sasori…." Nazuka menatap Sasori dengan mata yang berkaca-kaca *teary eyes*. (Hancur hati Nazuka liat Lollipopnya udah ternoda sama bibir Sasori, padahal dia belom apa-apain entu Lollipop).
"So-sorry Nazuka, maaf gak sengaja…" Sasori berusaha mengucapkan kalimat maaf dengan baik dan benar biar cewek penyuka lollipop di depannya itu gak marah, meskipun dia tau sepertinya gak semudah itu di maafin karena dia telah melakukan hal yang sangat berdosa ke Nazuka –author lebay mode on-.
PLAK! Sebuah tamparan dahsyat mendarat telak di pipi Sasori.
"Sasori jelek!" teriak Nazuka yang langsung ngibrit ninggalin Sasori yang sekarang lagi bengong sambil megangin pipinya.
END FLASHBACK
"Jadi begitulah ceritanya saudara-saudaraku selautan dan sesamudera" kata Kisame mengakhiri ceritanya dengan gaya pak RT. Yang lain Cuma ber-oooh ria denger cerita Kisame.
"Ya elah, gak elit banget!" komen Saki dan Rei secara berbarengan.
TENG! TONG! TENG! TONG! Bunyinya kaya es tong-tong (lagi-lagi bel norak Konoha bunyi).
"Nazuka, lo gak apa-apa?" tanya Konan khawatir melihat temannya sekarang sedang tertunduk diam.
"Nazuka….Lo gak apa-apa kan?" kali ini Konan mencoba untuk mendekati gadis tersebut sambil memegang bahunya.
"Konan…Gue…Gue nabok Sasori!Waaaaaaaa!" Nazuka dengan berlinang air mata yang udah keluar kaya air terjun teriak histeris ke Konan, dia gak percaya kalau barusan tuh dia nabok Sasori dengan telak.
"Buset, jangan teriak gitu kenapa!" Konan berusaha menutupi kupingnya dari ancaman serangan ultra sonic voice attack milik Nazuka.
"Gomen, Konan…..Tapi gimana, nih? Gue gak sengaja tadi, reflek. Abisnya gue kaget plus Lollipop gue jatoh gara-gara dia!" kata Nazuka dengan sedikit mendengus kesal mengingat Lollipop hasil pertukarannya yang limited edition (ealah pake limited edition segala!) jatoh berkat aksi Sasori dan kulit kacang (?).
"Yah, elo minta maaf aja entar sama dia" jawab Konan santai yang dibalas dengan wajah blushing Nazuka.
"Ta-tapi kalau Sasori marah sama gue gimana? Gue kan juga gak enak, udah nabok dia…"
"Tenang aja, Sasori anaknya gak dendaman kok! Dia pasti maafin elo lagi, percaya deh sama gue!" kata Konan sok dukun.
"TOBI!" Sasori begitu masuk kelas langsung nyamperin tobi dengan napsu.
"Ke-kenapa Sasori senpai?" tanya Tobi takut-takut samibl membatin 'hari ini Tobi jadi anak baik deh, gak nakal!'.
"Tobi bantuin gue plis! Cuma elo satu-satunya di ujung sekolah ini yang bisa nolongin gue!" kata Sasori sambil megangin tangannya Tobi, kaya seorang Romeo yang lagi merayu Juliet, walhasil mereka berdua jadi pusat perhatian di kelas.
"Bantuin apa? Pasti Tobi bantu Sasori-senpai!" tanya Tobi yang sekarang gantian megang tangan Sasori, sedangkan murid-murid yang di belakang langsung bersiul-siul gaje.
"Gue minta Lollipop elo!" jawab Sasori yang langsung di respon Tobi dengan pelukan hangat ke Lollipopnya tercinta, berusaha melindungi sang permen warna-warni.
"Kok minta Lollipop Tobi?" tanya Tobi yang sepertinya enggan untuk membantu sang senpai (Author: Gimana kamu Tobi? Bukannya tadi mau bilang bantuin ya, ck ck ck. Tobi anak nakal nih!).
"Buat gantiin Lollipopnya Nazuka….Please ya, tar gue gantiin 10 permen deh!" Sasori berusaha merayu Tobi yang akhirnya setuju.
"Iya deh senpai" Tobi langsung mengeluarkan harta paling berharga miliknya yaitu Lollipop.
"HORE!" Sasori nyaris lompat meluk Tobi, seenggaknya dia masih waras dan gak melakukan hal kekanak-kanakan kayak gitu. "Makasih ya Tobi, elo emang Kohai gue yang paling baek!" Sasori langsung ngacir bawa Lollipop dan menuju kelas Nazuka.
"Mulai sakit si Sasori" kata Hidan geleng-geleng ngeliat kelakuan temennya makin gak waras aja dari hari ke hari (sama kaya elo kan! *author di iket buat ritual sama Hidan*).
"Ayo kebawah, un!" kata Deidara yang udah nenteng-nenteng baju olahraga, di sebelahnya udah ada Mayuri.
"Sasori-senpai gimana?" tanya Tobi tumben perhatian sama senpainya.
"Udah, tinggal aja. Dia bisa nyusul ini" kata Hidan yang udah buka baju duluan di kelas (dasar preman!).
"Hidan-san..Ganti bajunya di ruang ganti aja!" kata Mayuri sambil menasehati Hidan, soalnya dia jadi di liatin ck ck ck, gak tau malu emang nih anak satu.
"Malu-maluin,un!" kata Deidara dan langsung narik Mayuri keluar kelas, di ikuti oleh Tobi.
BRAK! Pintu kelas 3-A di buka oleh seseorang dengan brutal.
"Nazuka!" rupanya orang yang buka pintu dengan brutal itu adalah Sasori yang sekarang lagi mejeng di depan pintu sambil manggilin Nazuka.
"Kamu bukannya murid dari kelas 2-B?" tanya seekor (?) panda yang sekarang lagi ngajar di kelas 3-A.
"Kok tau?" tanya Sasori curiga.
"Ya jelas saya tau, saya kan wali kelas kamu!" oalah rupanya itu Ryuuzaki yang sekarang dapet giliran ngajar di kelas Pein.
"Kamu ngapain kemari?" tanya Ryuuzaki sambil menatap Sasori dalam-dalam (tatap mata saya!).
"Errr…..Saya…." Sasori bingung mau jawab apaan, dia sekarang Cuma garuk-garuk ala kera di depan pintu.
"Oh…..Makasih." kata Ryuuzaki gak nyambung dan langsung nyomot Lollipop yang di pegang Sasori.
"Lho sensei….Itu bukan…." Sasori udah jawdrop duluan liat tingkah wali kelasnya yang satu ini.
"Kenapa?" tanya Ryuuzaki yang sekarang udah sukses ngemot Lollipop hasil permohonan Sasori ke Tobi.
"Ah…..Gak jadi deh! Saya permisi dulu sensei!" Sasori gak bisa apa-apa melihat Lollipopnya udah berada di mulut sang sensei. Sasori terpaksa cabut dari sana sambil membatin 'gini nih kalau punya guru jelmaan panda! Gak boleh liat yang manis-manis sedikit, main embat aja! Untung gue gak di embat'.
"Kasian banget Sasori….Pasti itu Lollipop tadinya buat elo deh" kata Konan yang sekarang lagi godain Nazuka.
"Ma-masa sih…" Nazuka ngeblush.
"Iya lah, pasti itu! Buat apa dia repot-repot kemari sambil manggilin elo tadi" Konan nahan ketawa ngeliat Nazuka yang udah merah abis mukanya kaya cabe di ulek.
Sementara anak-anak kelas 2-B udah mulai ke ruang ganti, Sasori yang ikutan ke ruang ganti masih ngumpat-ngumpat kesel Lollipopnya di comot sama Ryuuzaki.
"Aduh, gue lupa bawa minuman, un!" kata Deidara sambil nepok jidat, pikunnya kumat.
"Diambil aja dulu senpai!" usul Tobi.
"Gue keatas dulu deh, un" Deidara langsung ngacir lagi ke kelas sambil tetep bawa-bawa baju olahraga tercinta (mungkin dia takut di jailin Hidan atau Sasori yang udah masang senyum iblis di pojokan).
"Si Deidara ngapain lari-lari lagi sambil bawa baju?" tanya Sasori heran dan mikir kenapa gak di taro aja dulu bajunya.
"Gak tau" jawab Hidan cuek sambil menyeringai dam membatin 'ah sayang sekali, coba bajunya di tinggal udah gua umpetin tuh' .
Drap. Drap. Drap. (Suara langkah kaki lagi lari kaya gini bukan sih? ==a).
"Yurina tunggu!" teriak seorang gadis berambut coklat kepada temannya yang sedang berlari di depannya.
"Buruan Aoi! Dimarahin Ibiki-sensei loh kalau telat!" balas gadis berambut biru tua kepada temannya yang bernama Aoi atau lebih lengkapnya Aoi Gekkou.
Mereka berdua itu murid dari kelas sebelahnya Deidara, dan hari ini kelas mereka juga ada pelajaran olahraga yang di bimbing oleh Morino Ibiki, guru yang terkenal sadis, dia gak segan-segan ngasih hukuman lari 20 putaran bagi tiap muridnya yang telat ke lapangan. Tentu saja kedua gadis ini gak mau sampai kena hukuman, belum mulai olahraga masa udah keringetan duluan. Tapi saking terburu-burunya, Yurina gadis yang tadi di panggil Aoi tersebut tidak melihat didepannya ada Deidara yang juga lagi buru-buru lari kekelas, walhasil tabrakanlah mereka.
BLUGH!
Keduanya sekarang terjatuh sambil megangin jidat masing-masing yang tadi sempat bentrok dengan keras.
"Aw, maaf ya!" kata Gadis berambut biru tua tersebut sambil membungkuk kepada Deidara, rambut panjangnya yang di gerai terlihat hampir menutupi wajahnya pas membungkuk.
"Iya, gak apa-apa un" balas Deidara sambil megangin jidatnya yang terasa benjol. Dengan cepat gadis tadi mengambil seragam olahraganya dan kembali berlari bersama temannya.
Deidara juga langsung masuk ke kelas dan mengambil botol minumannya yang tadi sempat kelupaan dia bawa. Begitu menemukan yang dia cari, Deidara bergegas lagi turun ke bawah, ke ruang ganti.
.
.
"Buruan lu, anak-anak udah pada kumpul!" kata Hidan sambil berjalan keluar ruangan. Deidara dengan napsu memburu langsung ganti baju tanpa menyadari adanya suatu kejanggalan.
"Dei, lu gak salah pake bajunya?" tanya Hidan melongo ngeliat Deidara yang baru selesai ganti baju.
"Kenapa emangnya, un?" tanya Deidara heran, karena anak-anak sekarang ngeliatin dia dengan tampang nahan ketawa. 'Ada apaan sih, un? Ada yang aneh sama baju gue ya, un? Emang sih gue berasa ini baju kok sempit banget rasanya, un' batin Deidara mulai parno gaje.
"Sejak kapan baju lo menyusut!" ledek Sasori yang langsung meledak ketawa.
"Hah?" Deidara diem sekejap dan mulai memperhatikan baju yang dia pakai, begitu menyadari bajunya itu memang benar-benar menyusut, apalagi di bagian pinggang yang malah menjadi ketat dan bagian lengan yang mengecil, Deidara langsung teriak lebay "BAJU GUE KETUKER,UN!".
Disis lain gadis bernama Yurina atau lengkapnya Kaneshiro Yurina sedang kebingungan melihat bajunya kebesaran dua nomor secara mendadak.
"Bajunya….Bajunya kok bisa berubah gede gini!" jerit Yurina panik, setelah meyakini kalau bajunya memang sudah benar-benar menjadi besar (dikasih makan kali jadi besar tuh baju?).
"Jangan-jangan ketuker sama cowok yang tadi" kata Aoi mengingatkan kejadian pas tadi Yurina tabrakan sama Deidara.
Baru aja mereka berdua ngomongin soal baju yang ketuker, mendadak ruang ganti cewek di dobrak oleh seorang mahkluk gaje berambut pirang dengan poni yang menutupi sebagian wajahnya.
BRAK! Deidara mendobrak pintu ruang ganti cewek tanpa merasa bersalah sama sekali.
"Oi, lo! Cewek rambut biru tua yang pake bando merah, baju kita ketuker, un!" teriak Deidara tanpa liat sikon posisi dia sekarang dimana.
"KYAAAAAAA! DASAR COWOK MESUM!" begitulah kira-kira teriakan para cewek yang sedang ganti baju, mereka dengan sukses lemparin Deidara pake sepatu tanpa ampun.
SYUT!
PRANG! (?)
BRUK!
PLUK!
TOK! Dan bermacam-macam ragam bunyi-bunyian terjadi akibat kedodolan Deidara yang sekarang tampak seperti habis di keroyok Fan girls.
Gak lama setelah insiden -ayo lempar cowok mesum itu dengan benda apa aja- terjadi, Yurina akhirnya keluar ruangan sambil membawa baju olahraga.
"Hei…..Ini bajunya" Yurina keluar ruang ganti sambil menyerahkan baju olahraga Deidara yang tertukar, Deidara sendiri pundung di pojokan berkat aksi tak tahu malunya tadi.
"Makasih, un…" jawab Deidara agak canggung dan menyerahkan baju Yurina yang dia pegang.
"Lain kali kalau mau manggil, jangan manggil 'cewek rambut biru, pakai bando merah', tapi panggil Yurina aja!" kata gadis itu sambil tersenyum dan lalu langsung kembali masuk kedalam ruangan dengan tak lupa untuk kali ini menutup pintu rapat-rapat. Untuk sesaat Deidara lupa kalau dia harus buru-buru turun buat ganti baju akibat senyuman Yurina.
Pelajaraan olahraga yang hari itu di bimbing oleh Maito Guy dapat dengan sukses berjalan lancar, meskipun Maito kadang suka kewalahan menghadapi ke autisan Tobi yang bener-bener gak bisa diem. Orang gurunya aja udah capek, tapi si Tobi masih seger buger ajakin main lompat-lompatan lagi ( yang aslinya sih itu basket).
"Baiklah, olaharaga kali ini selesai. Jangan lupa minggu depan kita ujian mengenai basket!" kata Maito Guy yang setengah ngos-ngosan.
"Baik, sensei!" jawab semua murid yang kemudian pada hitungan ketiga segera ngacir berebutan ke kelas.
.
.
"Ngomong-ngomong, Sas. Lu tadi udah ngasih Lollipopnya ke Nazuka?" tanya Hidan di ruang ganti cowok.
"Ah…Boro-boro! Permennya udah keburu di comot Ryuuzaki-sensei!" ujar Sasori sambil berdecak kesal.
"Hahahaha kasian banget sih lu!" ejek Hidan setelah mendengar respon Sasori.
"Ah…Tar aja lah, gue ajak ke toko Lollipopnya langsung!" kata Sasori berapi-api.
"Tobi ikut ya, senpai!" pinta Tobi berharap dia di ijinin ikut.
"Anak kecil gak boleh ikut-ikut, un!" samber Deidara sambil mainin jari telunjuknya ke Tobi.
"Tapi tadi Sasori-senpai udah janji mau beliin Lollipop ke Tobi!" Tobi masih ngotot, maksa mau ikut.
"Gak boleh, un!".
"Tau lu, gak boleh ikut Tobi, Entar lu ganggu Sasori sama Nazuka yang mau kencan!" timpal Hidan yang sukses bikin muka Sasori merah mendadak.
"Siapa yang mau kencan?" tanya Sasori menatap Hidan dengan tatapan –please deh-.
"Emang mau kencan kan, un?" sindir Deidara ikut-ikutan ngeledek Sasori.
"Gue Cuma mau beliin dia Lollipop doang sebagai permintaan maaf! Sekalian gue juga beliin permen buat Tobi!" kata Sasori masih dengan muka merah yang dibalas dengan kikikan dari Deidara dan Hidan, sedangkan Tobi Cuma merespon "Hore!" karena Sasori nepatin janjinya.
"Sukses ya kencannya!" teriak Hidan sambil menyeringai ala iblis.
"Diem lu!" Sasori melempar penghapusan papan tulis yang tergeletak di atas meja kearah muka Hidan, dan langsung cabut dari sana sebelum dia di ledekin lagi.
"AW!" respon Hidan pas kena lemparan sakti ala Sasori yang sekarang membekas di mukanya.
"Konan! Lo liat Nazuka?" tanya Sasori yang sekarang lagi berada di dalam kelas 3-A.
"Wah, dia tadi ke kelas elo malah, nyariin" jawab Konan sambil membereskan buku sisa pelajaran dari Yamato-sensei.
"Katanya mau nonjok elu!" kata Pein main nyamber-nyamber aja sambil nyengir mencurigakan.
"Sebelum lu ancur babak belur, gimana kalau lu gua lalap duluan?" samber Zetsu yang tau-tau udah nongol di sebelah Sasori. Sasori Cuma masang muka bête.
"Ma-makasih ya!" jawab Sasori setengah ngeri sambil bayangin kalau dia bener-bener di tonjok sama Nazuka (dibayangan Sasori, dia sama Nazuka lagi di ring tinju dan Nazuka berhasil nonjok Sasori sampai telak, Pein sebagai wasit langsung teriak K.O).
'Hadeh kalau gue beneran di tonjok sama Nazuka gimana…' batin Sasori wanti-wanti sambil lari ke lorong kelasnya.
"NAZUKA!" teriak Sasori begitu melihat gadis berambut lavender yang di ekor kuda itu tengah berdiri di depan kelasnya.
"Sasori!" Nazuka yang ngeliat Sasori langsung berlari kearah cowok berambut merah tersebut.
"MAAF!" kata keduanya sambil membungkuk berhadap-hadapan.
'Kok, bisa barengan' batin keduanya sambil kembali berdiri tegak melihat lawan bicara mereka masing-masing.
"Er….Nazuka, soal Lollipop elo yang jatoh….Gue minta maaf" kata Sasori agak canggung.
"….Ano, maaf juga udah nampar Sasori...Ma-maaf ya!" kata Nazuka ikutan minta maaf sambil nunduk malu plus takut.
"I-iya gak apa-apa…..Tapi lain kali jangan keras-keras dong! Sakit nih pipi gue!" jawab Sasori sambil nyengir dan megangin pipi nya yang bekas di tampar Nazuka.
"Iya, Maaf yah!" Nazuka malah minta maaf lagi, bikin Sasori geleng-geleng sambil mikir apa kagak capek ya nih, anak. Dari tadi bungkuk-bungkuk mulu.
"Iya-iya…..Nazuka…Gue mau ajak lo ke toko Lollipop langganannya si Tobi, sebagai permintaan maaf….Lo mau kan?" tanya Sasori sedikit gugup dan gelisah gak jelas.
"Lollipop? Mau-mau! Ayu!" Nazuka begitu denger kata Lollipop langsung berbinar-binar matanya, tanpa malu-malu lagi dia narik tangan Sasori. Sasori langsung geleng-geleng sambil tersenyum kecil liat kelakuan Nazuka yang hampir persis kaya Tobi (untungnya Nazuka gak autis kaya Tobi). Tanpa disadari Sasori ada beberapa pasang mata yang sudah mengintai dari belakang.
"Kita ikutin gak nih?" tanya sosok Hiu aka Kisame yang nongol dari balik tembok.
"Kagak usah, lah. Biarin aja!" jawab Pein yang tumben-tumbenan bisa bijak.
"Tapi gue penasaran!" kata Itachi yang di ikuti dengan anggukan dari Deidara dan Zetsu.
"Ah, lu pada payah! Biarin aja mereka berduaan, kita gak usah ikut campur!" Pein sukses geplak kepala Itachi, Deidara sama Zetsu.
"Ya udah yuk, cabut!" kata Konan sambil narik Pein ninggalin temen-temennya yang lain.
"Gimana?" Kisame nanya Itachi yang cuma angkat bahu.
"Pulang aja lah, gua pengen buru-buru itungin duit nih!" kata Kakuzu yang emang kayanya udah males lama-lama berdiri kagak ngitung duit, bikin tangannya gatel aja.
"Ya, udah lah. Yuk pulang!" akhirnya aksi pengintaian di sudahi, mereka lebih memilih untuk pulang dan membiarkan Sasori bersama Nazuka.
TBC….
Author: Sepertinya akan ada romance di fic author kali ini (semoga saia bisa menulis romance *berdoa komat-kamit ala Hidan*).
Sasori: Iya, jangan kepleset lagi ke jurang kegajean *udah ngancem author pake kugutsu*.
Author: Maap, itu memang penyakit author yang agak susah sekali di basmi! tapi di chapter ini sudah saya tekan kok biar gak gaje *nunjuk-nunjuk Sasori*.
Sasori: Awas lo, jangan nulis yang aneh-aneh!
Author: Kagak kok! Thanks buat semua review yang masuk, sekali lagi makasih! Author tetep memanti saran dari teman-teman, ini pertama kali author memutuskan untuk bikin romance...Ughh, semoga saia selamat sampai pada tujuan. Hope you'll enjoy this chapter! ^_^.
