"Maaritome!"
.
.
.
.
.
K yang jelas bukan punya saya#gbuagh
.
.
.
.
.
Ini cerita punya Hananami Hanajima.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
"Haaat!" Kuro menyapu lima orang dengan tangan transparannya agar ia dan kelompoknya dapat berlari memutar sesuai perintah Raja Biru.
"Sankyuu!" gumam Yata langsung meluncur melewati Kuro dengan skate board-nya diikuti oleh Sukuna.
"Ayo, Kuroh san!" gumam Domyouji berlari mengikuti Yata sambil memasukkan pedangnya yang selanjutnya disusul Kuroh.
.
.
.
Flashback
"Mari kita mulai rapatnya."
Mikoto berdeham sekali.
"Sudah beberapa bulan ini aku memperhatikan gerak gerik Raja Abu Abu yang menyamar menjadi anggota Raja Hijau. Kecurigaanku menjadi kenyataan karena baru baru ini ia dikeluarkan dari Jungle karena ketahuan membunuh salah satu player-" kata katanya diputus.
"Dan itulah yang menjadi penyebab hilangnya player satu persatu." gumam sang pendatang.
Semua pandangan tertuju pada Si Pendatang.
"Raja Hijau, Hisui Nagare. Bukan 'kah kau menolak undanganku?" tanya Mikoto.
"Tadinya. Tapi aku berubah pikiran. Maaf menyela, apa aku masih bisa masuk ke dalam rapat?"
"Tentu." gumam Mikoto mempersilahkan.
Raja Hijau, setelah dipersilahkan, duduk di tempatnya. Pendamping Raja Hijau duduk di belakangnya.
Ada yang menggaggu Kuro, Shiro tau itu. Yang menjadi objek benci Kuro malah tersenyum padanya tanpa rasa bersalah.
"Seniornya Kuro... Mishakuji Yukari. Haha..." tawa Shiro garing dalam hati.
"Ehm." deham Mikoto. "Dan baru kemarin, salah satu anggota Scepter 4 dibunuh juga."
"Dengan segala hormat, izinkan saya bicara." potong Reisi mengangkat tangannya sebahu. Mikoto mempersilahkannya dengan Isyarat mata.
"Dari mana anda tau tentang itu?" tanyanya sarkastik.
Mikoto terdiam sebentar, "Kebetulan salah satu kelompok Homra yang sedang memata matai Raja Abu Abu tak sengaja melihat adegan itu."
"Maaf menyela, tetapi sejak kapan Raja Abu Abu dicurigai? Dan kapan ia bergabung dengan Jungle?" tanya Shiro.
"Ia mulai bergabung 3 bulan yang lalu. Mulai dicurigai 1 bulan yang lalu." jawab Hisui.
"Apa ada penolakan atau sanggahan agar ia tak dikeluarkan dari Jungle?"
"Tidak. Ia langsung menerimanya dengan tabah."
"Berapa orang anggota Jungle yang dibunuhnya?"
"5 orang. Masing masing satu ditiap level."
"Gender?"
"Lelaki semua."
"Apakah mayat korban ditemukan?"
"Tidak dimanapun."
"Apakah ada kesamaan ditiap korban?"
"Maaf, tapi untuk apa itu semua ditanyakan?" sela Yukari yang langsung mendapatkan isyarat tangan Hisui.
"Yah... jadi, dengan jangka waktu segitu, hal apa yang memungkinkan untuk dilakukannya demi mencapai tujuannya?"
"Tujuan?" Reisi tampak heran.
"Dia memiliki tujuan bukan?" Shiro mencoba meyakinkan pendengarnya.
Semua mulai memproses perkataan Shiro.
"Bisa saja ia membunuh 5 orang ditiap Kelompok Raja. Nah, 5 orang ini dari level yang berbeda ditiap kelompok Raja. Buktinya ialah, ia tak masalah jika dikeluarkan dari Jungle.
"Ditambah lagi, korban ke enam ialah anggota Scepter 4. Selanjutnya lagi mungkin Homra. Sepertinya anggota Kelompok Raja yang besar - dalam artian anggotanya banyak - terancam keselamatannya.
"Nah, sekarang. Apa tujuan Raja Abu Abu melakukan itu semua?
"Korban mau dijadikan persembahan? Dijadikan tumbal? Apa ternyata hanya mencari sensasi?
"Atau kunci untuk memperoleh kekuatan?" penjelasan telah dikemukakan oleh Shiro dan diakhiri dengan pertanyaan yang dikhususkan Shiro dengan cara menekan nada serta intonasi ketika melantunkannya.
Semua mebelalakkan matanya.
"Prasasti Dresden!" seru semua Raja, kecuali Raja Emas yang sepertinya telah mengetahui arah bicara Shiro sejak awal.
Shiro tersenyum manis pada Raja Emas selayaknya seorang cucu tersenyum pada kakeknya.
"Mungkin sekarang dia sedang menyetor mayat mayat Jungle ke Prasastinya." gumam Raja Emas.
"Kita semua bergabung ke Menara Mihashira?" Mikoto meminta persetujuan Raja yang lainnya.
Semua tampak setuju walau Reisi agak berat hati.
"Apa aku diundang agar bisa mengizinkan kalian mengutak atik Menara Mihashira jika diperlukan?" kata Raja Emas.
"Jadi?" tanya Mikoto.
"Jika terjadi apa apa adalah tanggung jawab kita semua."
"Setuju."
"Kalau begitu, kita sudahi rapatnya. Tentang Mihashira Tower kita bahas diperjalanan." dengan perkataan Mikoto barusan, seluruh Raja meninggalkan kursinya.
.
.
.
"Setelah memutar kita akan bertemu kelompok 2. Kau tau 'kan para anggotanya?" tanya Sukuna.
"Tentu saja! Serahkan padaku!" jawab Yata yang memang dari awal memimpin barisan.
Kuro berjaga dibelakang, dibantu oleh Domyouji.
Pasukan rekaan Raja Abu Abu terus mengejar mereka.
.
.
.
"Coba kita perdetil lagi. Dia akan menyetor sekarang, dan perkiraan kita benar. Berapa hari, atau bulan jangka waktu untuk menyetor lagi?" tanya Yashiro di garis belakang.
"Aku menanyakannya pada Raja Emas secara empat mata seusai rapat. Menurutnya sebulan sekali. Namun, tanggalnya tak tentu. Semisal kau menyetor tanggal 31 januari, tanggal 1 Februari kau sudah boleh menyetor lagi." jawab Hisui.
"Jadi, yang penting bulannya sudah berganti, ya?" pikir Shiro.
Saat ini di garis belakang ada Shiro, Anna, dan Hisui. Mikoto dan Reisi ikut terjun, bertugas mengarahkan anggota gabungan.
.
.
.
"Itu dia kelompok 2!" teriak Yata.
Akiyama, Rikio, Mishakuji bergabung dengan Yata, Sukuna, Domyouji dan Kuro.
"Ara, kita bertemu lagi di medan pertarungan."
"Cih!" hanya decihan sebagai pembalas sapaan seniornya itu.
.
.
.
DUAR!
.
.
.
"Kelompok pendahulu berhasil membuka jalannya. Ayo!" komando Domyouji.
"Lebih tepatnya, Anna yang membukanya. Mereka hanya menempelkan kelereng saja." gerutu Yata tak terima.
"Sudahlah..." lerai Rikio.
Mereka semua berlari menuju lantai diatas mereka.
"Akiyama, kananmu!" peringat Kuro yang ternyata, salah satu makhluk hampir seperti manusia rekaan Raja Abu Abu akan menyerang Akiyama dari arah sana.
Baru saja Akiyama menoleh.
.
.
.
ZRAT!
"Payah." komen Sukuna setelah membunuh makhluk tadi dengan scythe hitamnya.
"Terima kasih."
"Ayo!" teriak Yata.
Mereka terus berlari di iringi suara ledakan yang artinya jalan masuk telah terbuka.
.
.
.
"Ah!" Anna terjatuh tiba tiba.
"Anna, kau tak apa?" khawatir Shiro.
"Tak apa. Tinggal sedikit lagi. Tinggal pintu aura terakhir yang paling atas." kata Anna mencoba lebih kuat.
Tiap lantai diberi pintu yang bermuatan aura. Tidak bisa dibuka atau dhancurkan oleh sembarang orang.
Saat ini, kendali Menara Mihashira telah sepenuhnya diambil alih Raja Abu Abu.
Sementara diluar terjadi perang, di puncak Menara Mihashira, Raja Abu Abu tengah khusyuk membaca mantra di depan prasasti yang diatasnya tergeletak mayat mayat anggota Jungle.
Mayat mayat yang termutilasi itu ditumpuk sedemikian rupa menjadi piramida. Tingkat terbawah kaki, badan, tangan dan puncaknya adalah kepala mereka.
.
.
.
"Berapa lantai lagi? Aku sudah bosan berlari terus." desak Sukuna.
"Kita naik sekali lagi." kata Akiyama.
Tiba tiba seseorang muncul dari balik salah satu pilar dekat tangga.
"Tunggu dulu di sana, tuan tuan..."
Ia memakai jas buntut putih, celana putih, kemeja hitam, pita leher putih, sepatu putih.
Ia mengibas rambutnya yang juga bewarna putih dengan tangannya yang tak berkaos tangan. Mulai mengangkat kelopak matanya, memperlihatkan iris Amber-nya.
Seketika semua berhenti. Kuro membelalakkan matanya tak percaya, begitupun yang lainnya.
"Ada apa?" tanyanya lagi dengan nada merendahkan.
Semua diam membatu, meyakinkan diri masing masing tentang apa yang dihadapi mereka.
Ditengah gemetar, Kuro mengeluarkan kelereng merah dari saku celananya. Kelereng itu berfungsi menghubungi orang yang dikehendaki memakai kekuatan Anna. Hanya boleh dipakai ketika darurat, semacam hal diluar rencana atau hal yang baru.
Atas dasar itulah, Kuro, yang dipercaya membawa kelereng untuk mewakili kelompoknya, berani mengambilnya.
.
.
.
"Ah, ada panggilan dari Kuro untuk Shiro." gumam Anna. Ia langsung memejamkan matanya, mencoba konsentrasi.
"Kuro, kau dengar aku?"
"Ada musuh baru muncul." suara yang biasanya terdengar tegas dan kuat kini bergetar dan memelan.
"Ada apa. Sepertinya gawat sekali keadaannya." cengir Shiro seperti biasa, mencoba menghibur.
"Dia... menutupi jalan ke lantai teratas."
Shiro mulai terdiam. Kekhawatiran tersirat di wajahnya yang semakin serius.
"Dia..."
.
.
.
"Adalah dirimu."
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Huft. Ngerjain ni chapter, padahal besok UN .
Aku kepiran sama Macchan. Isi pikiranku :
"Haduh, ini lama banget updatenya!"
"Tanggal berapa? Ya, ampun. Ini Marsha hunhun n readers lain nungguin kagak ya?"(ge er mode : ON)
"Tulis! Tulis! Ah, tidak besok UM dan UAMBN!"
Dan akhirnya...
"Besok UN ... tapi ni cerita kelamaan hiatus. Nulis ajalah."
Ada Syair :
Ditengah kantuk malam hari.
Bermain HP sembunyi sembunyi.
Batrai habis minta diisi.
Padahal lagi klimaks, ni.
Itulah yang menggambarkan keadaanku saat ini.
Ngomel sedikit*banyakoy!
Jujur, mulai nulis ini itu tahun 2016 akhir. Karena progresnya yang lama, tau tuh dipublish kapan.
Dan jujur aja, aku nonton Anime ini 2015 pertengahan. Dan beberapa bulan kemudian, ganti HP plus SD Card baru. Otomatis SD Card yang isinya ada Anime K nganggur tuh. Nah, itu SD Card disimpen yang rapih. Pertengahan 2016 baru mau dicoba tuh. Eh, malah Crash. Mau download ulang kagak ada wifi. Hadeh-_-"
Jadi artinya, mulai dari pertengahan 2015 hingga saat ini, aku lupa nama nama atau istilah istilah atau bahkan julukan julukan yang ada di K.
Nah, maksudnya ngomong kek gini, aku pengen minta bantuan, barang kali ada yang inget.
Saya mau nanya nih.
1. Nama panjangnya Sukuna itu siapa ya?
2. Benerkan, Menara yang nyimpen Prasasti Dresden itu namanya Mihashira Tower?
3. Pesawat yang dinaiki Raja Silver (yang gak pernah turun) itu namanya Himmelreich atau Schattenreich
4. Mihashira Tower itu punya berapa lantai, ya? 5, 6, 7? Atau gak ada dipilihan?
5. Namanya Raja Abu Abu siapa ya?
Yah, yang di atas berdasarkan ingatan saya yang kurang pasti. Makanya saya ingin memastikan, apakah benar ingatan saya itu? Jalan ceritanya saya ingat, kok.
Dan satu lagi, ni cerita mau dipublish tanggal 4 Mei 2017, namun koneksi internet tak mendukung. Ada sih, cuman pas mau buka situs ffn malah gak bisa. Kuharap readers sekalian*mangada?* Bisa memakluminya.
Semoga ni cerita bermanfaat bagi orang maupun diri sendiri. Karena setiap peristiwa pasti bermanfaat.
Sekian, bye bye(ngos ngosan)
.
.
.
Yang chapter ini dianjurkan Review. Khusus. Tapi kalau gak mau ya gak maksa*santai
