Disclaimer : Masashi Kishimoto

***

Rawa

Konan, seorang mantan dokter di RSJ Akatsuki menatap sebuah batu nisan di perkuburan yang banyak pohon togenya.

"Adik, sekarang aku sudah berhenti bekerja di rumah sakit berhantu itu." keluh Konan sambil mengelus batu nisan yang ada di depannya.

Satu bulan lalu Konan berhenti bekerja di RSJ Akatsuki karena ternyata Rsj itu berhantu dan doi nyaris tewas terbunuh oleh hantu jenis dokter ngesot itu.

"Seandainya kau masih hidup." Konan meneteskan air mata seraya memeluk batu nisan yang berukiran nama Kisame itu.

"Sudah, jangan menangis lagi, adikmu beruntung mati cepat, dari pada hidup menanggung aib karena wajahnya." ujar Pein yang tiba-tiba muncul bagaikan penampakan di kuburan.

Konan mengusap air matanya, ingin rasanya dia melabrak pacarnya itu, tapi apa yang di katakan Pein ada benarnya juga, makanya dia mengurungkan niatnya.

"Mmm, gimana kalo besok kita berdua liburan ke tempat yang indah dan romantis?" ujar Pein lagi.

Konan mengangguk lalu memeluk Pein membuat Pein keenakan dan langsung masang tampang binal.

***

Esoknya..

Konan dan Pein pergi ke sebuah rawa yang terletak di kampung Akatsuki. Rawa itu sangat kotor bahkan terkesan angker mana Pein dan Konan pergi ke sana malam hari pula. Pein beralasan, kalau pergi malam hari lebih romantis, padahal sebenarnya dia ingin melakukan hal mesum dan sebenarnya alasan dia memilih ke rawa ini karena rawa ini sepi hingga dia bisa melakukan tindakan mesum kepada Konan.

"Huh, tempat romantis apaan? Serem begini!" protes Konan pada Pein yang nyengir kuda.

"Sayang, tempat ini cukup romantis kok, coba kau lihat rawa itu, indah bukan?" Pein menunjuk rawa yang airnya sudah kayak jamban itu.

"Terserahlah! Dasar pembawa acara uka-uka!"

JREENG JREENG (Suara Sfx Film horor)

Tiba-tiba dari dalam rawa, keluar sesosok mahluk tidak jelas. Mahluk itu berbadan manusia tapi bertampang buaya, buaya darat.

"HIIIII!! Hantuuuu! Setaaann! Ibliiiis!! Perempuan buaya daaaraaat!" jerit Pein yang dengan secepat kilat kabur ninggalin Konan.

"WOY!! Jangan kabur sendirian!!" teriak Konan pada Pein, namun sayang Pein sudah kabur duluan.

"Heh kamu perempuan! Ngapain lo di sini!!" tanya sang mahluk tidak jelas tadi pada Konan, tanpa dia sadari bahwa dia sendiri adalah perempuan, perempuan buaya darat.

"Nggak ngapa-ngapain, gue cuma di paksa kemari oleh gembong preman tadi." jawab Konan yang dengan sadisnya mengatai pacarnya sendiri gembong preman.

"Lo tau nama rawa ini apa?" tanya mahluk gaje itu pada Konan.

Konan berpikir sejenak, "Rawa Kintama?"

"Benar! Rawa Kintama! Lo tau kenapa namanya aneh begitu? Karena dulu seorang petani di kampung Akatsuki ini memiliki seorang adik perempuan bernama Kintama yang mati di makan buaya di sini!"

"Terus? Emangnya kenapa?" tanya Konan, cuek.

"Gue lah Kintama itu." ujar sang mahluk tidak jelas itu dengan mata melotot ke arah Konan.

"So What?" sahut Konan masih dengan cueknya.

"AAARRRGGH!! Cuek amat lo!! Pokoknya intinya gue mau ngebunuh lo!"

"Hah? Ngebunuh gue? Emank apa salah gue?"

"Setan seperti gue kalo ngebunuh gak perlu pake alasan." Kintama melangkah keluar dari rawa lalu dia mendekati Konan yang mulai ketakutan.

"Tolooong gue mau dibunuh buaya darat, eh, buaya rawaaaaa!!" jerit Konan namun sayang, Kintama sudah terlalu dekat lalu dengan paksa diseretnya Konan ke dalam rawa.

"Umphh!" rintih Konan yang kelelep di dalam rawa dan akhirnya Konan pun meninggal secara tragis dan terkhianati..

***

"Di mana bang? Pacar abang di mana?" tanya seorang penduduk kampung pada Pein yang tampaknya kembali ke rawa Kintama setelah mendapat bala bantuan.

"Lho? Kemana dia? Tadi dia masih di sini!" ujar Pein binggung.

"Emang kapan abang ninggalin pacar abang?"

"Kemaren malem."

"Yah! Pantes aja kalo pacar abang udah gak ada! Nich rawa terkenal angker bang, mungkin pacar abang sudah meninggal."

Mata Pein membulat kaget, namun dalam hati dia senang juga karena bisa cari pacar lagi.

BLUUB

Tiba-tiba dari arah rawa, muncul sesosok tubuh yang mengapung, tubuh itu terlihat kaku tak bernyawa.

Para penduduk kampung dan Pein cengo sesaat melihat tubuh itu kemudian Pein langsung menjerit penuh penghayatan dengan speaker megaphone yang dicolongnya dari toko elektronik terdekat ketika menyadari bahwa tubuh tak bernyawa itu adalah tubuh orang yang sangat dikenalnya.

"KONAAAAAAAAAN!!"

Tamat

***

A/N : Maaf lama updated nich fict maklum baru dapet feel buat lanjutin nich fict hehehe

ow ya ngejawab pertanyaan kemarin, yup!! A & R itu Arana & Rhivia! yang ngikutin fict ini dari chap pertama pasti tahu deh jawaban nya (Selamat buat Sanich dan Miraiz Eror karena udah jwb dengan bener) ^^

Pertanyaan lagi, kenapa Kisame bisa mati?? :P