Top of Form
Bottom of Form
Strawberry pie chapter 6
Disclamer : Aoyama Gosho-Sensei
Strawberry pie chapter 6
OooooooooooooooooooooO
Aku pulang agak sore. Karena kami pergi mencari tempat magang
Tapi akhirnya, pencarian kami berakhir dengan acara 'wisata kuliner Scarlet'.
Aku heran dengan selera makan seperti itu-kami sudah mengunjungi 5 toko manisan, 3 toko roti dan 2 cafe-tapi ia tidak terlihat gendut. Mungkin ia sangat cocok magang menjadi koki?
Jam di meja belajarku menunjukkan pukul 7 malam. Dan artinya aku harus turun untuk makan malam kalau tak ingin kelaparan sampai pagi -aku pernah melewatkan sekali makan malam karena tugasku begitu banyak. Tapi, aku kelaparan dan akhirnya aku turun ke dapur untuk melihat apakah dikulkas ada makanan yang bisa kumakan atau tidak. Tapi sepertinya bibi Anne mengunci kulkas *?* sebelum mau tidur seperti mengunci pintu rumah setiap malam. Jadi akhirnya aku tidak bisa tidur sepanjang malam itu-
aku turun ke bawah dan melihat Hakuba sudah duduk di kursi utama. Akupun mengambil tampat duduk dan mulai makan.
"Hakuba" panggilku
"Saguru saja"
"Baiklah, Saguru arigatou"
"Memangnya kenapa?" Ia sedikit mangerutkan alis
"Karena...analisismu tadi-
kepalaku mulai mengingat kejadian tadi siang
"huh! Kasus begini mudah, tak perlu sampai sore. Aku akan memecahkannya saat ini juga"
semua mata melihat kearahnya
"Kalau begitu, bisakah kau beri tahu analisismu Mr. Hakuba?" Mr. Dannean bertanya padanya
"Baiklah. Pertama yang harus dilihat adalah, kasus ini termasuk dalam pembunuhan berantai 'random'. Kenapa saya bilang random, karena pembunuh pada kasus ini mambunuh hanya untuk bersenang-senang. Jadi para polisi sulit melacaknya karena para korban tidak ada hubungannya sama sekali" terangnya dengan gayanya yang bikin aku mau muntah saja.
"Kedua, korban di serang dari belakang, tapi luka tusukan berada di pinggang kiri. Itu artinya pelaku-"
"Kidal?" tanyaku memotong pembicaraan.
"Ya. Bagaimana inspektur? Apakah ada diantara tersangka yang kidal?"
"Ada 2 ,sir"
"Bagus, paling tidak kita bisa meminimalisasikan tersangka menjadi 2. Tapi, dengan bukti tersebut tidak bisa menjadi bukti kuat di pengadilan nanti. Bisa saja pelaku sengaja menusuk di sebelah kiri untuk memfitnah pelaku". Ia menarik nafas sebentar.
"Tapi yang membuktikannya adalah cara pelaku memegang pisau. Hal itu membuktikan bahwa pelaku benar-benar kidal. Inspektur, bisakah sebutkan keterangan-keterangan 2 pelaku tersebut?"
"Baiklah. Tersangka pertama bernama Inue Takada. Berkewarganegaraan Jepang, ia dijadikan tersangka karena beberapa saat sebelum korban terbunuh, seorang saksi melihatnya adu mulut dengan korban hanya karena bertabrakan dengannya" sang inspektur menghel nafas sejenak "Tersangka kedua, George Blackman. Ada seorang saksi yang lain, yang berkata ia melihat George juga adumulut dengan korban. Sepertinya korban suka cari masalah "
"Bisakah kau selidiki inspektur? Apakah Mr. Takada bisa berbahasa inggris?"
"Tidak bisa, sir. Menurut juru bicara Inue, ia selalu memakai jasanya jika pergi Keluar negeri."
"Kalau begitu inspektur, tangkap saksi yang berkata bahwa Mr. Takada adumulut dengan korban"
"Baiklah. Tapi kenapa?"
"Ia berkata bahwa korban adu mulut dengan Mr. Takada. Tapi buktinya, Mr. Takada selalu menggunakan jasa seorang juru bicara. Berarti ia tidak bisa berbahasa Inggris. Lagipula saat tadi dengan sengaja-tapi kuperlihatkan seolah tidak sengaja- menginjak kakinya dan aku bertanya 'I'm sorry' ia hanya kebingungan. Seharusnya, secara tidak sadar- seandainnya ia benar2 bisa berbahasa Inggris- ia secara tidak sengaja akan menjawab 'yes' atau apalah. Tapi ia hanya kebingungan"
"Baiklah. Kami mengarti terima kasih atas bantuannya, Sir"
"Never mind"
=o=o=o=o=o=o=o=o=o=o=o
"Karena analisismu tadi, nilai kelompok kita menjadi bagus"
"Oh, itu. Kasus begitu mudah, tak usah berterima kasih" katanya masih dengan tampang mengesalkannya itu.
"Engg" aku masih bingung apakah aku akan membicarakan soal magang itu. Setelah berjanji dengan Scarlet, rasanya aku jadi tidak enak misalnya aku jadi magang di tempatnya tapi tidak bersamanya. Tapi kalau aku mengajaknya mungkin dia tidak mau? Atau yang tidak mau? Aku jadi bingung sendiri.
"Ada apa Shiho?" tanyanya
"Err, nggak ada apa-apa"
"Kau tidak pintar berbohong, Shiho. Sorot matamu terlihat ragu-ragu. Ada yang ingin kau bicarakan. Tapi melihat gerakkan tanganmu, kau sepertinya bingung mau bicara atau tidak" oh hebat! Sekalian saja kau jadi peramal!
"Tidak. Mungkin memang ada, tapi aku tidak akan membicarakannya sekarang"
"Dan makanan penutup hari ini, pie lemon!" sela bibi Anne memotong percakapan kami
'Kesukaan Shinichi' batinku. Tak terasa setitik airmata keluar dari pelupuk mataku. Oh tuhan, aku merindukannya. Amat sangat merindukannya.
"Are you ok, Shiho?" tanya Saguru yang melihat airmataku
"I'm fine. Hanya kemasukkan debu kok" kataku sambil mengucek mataku.
"Jangan dikucek. Itu malah akan membuat matamu menjadi iritasi. Lebih baik-" ia mencondongkan tubuhnya kearahku. Haah? Dia mau ngapain nih? Kurasakan jantungku memompa darah lebih cepat dari biasanya. Dan wajahku sedikit memanas. Hei! He want, kiss? Tanyaku dalam hati. Ia mengulurkan tangannya kearah wajahku dan menyingkirkan beberapa helai poni yang menutup poniku. Kemudian ia, meniup mataku?
Oh! Bodohnya aku!
Ia kemudian menjauh dan sedikit tertawa geli melihat pipiku yang sudah semerah tomat itu.
"Kelihatannya kau tidak sedih lagi"
"Siapa bilang aku sedih?"
"Sudah kubilang kau tidak pandai berbohong"
"Baiklah. Kenapa kau tidak jadi peramal saja?"
"Maksudmu?"
"Ya, kau kan tau bahwa setiap orang berbohong atau tidak"
"Sepertinya tidak tuh!"
pernyataannya membuatku sedikit bingung.
"Apa maksudmu?"
"Pikirkan saja sendiri!"
arrrggghhh! Cowok satu ini memang selalu membuatku kesaaaal!
=o=o=o=o=o=o=o=o=o=o=o
"Shiho!" panggil seseorang dari ujung koridor. Mendengar suara cempreng khas seorang Scarlet, aku langsung menoleh.
"Ada apa sih? Dari pagi sudah ribut. Lihatlah, kita jadi diperhatikan orang-orang tahu!"
"Kok sewot sih? Ntar cepet tua loh!"
"Mmmm baiklah. Jadi ada apa?"
"Aku, aku mau minta maaf"
"Soal apa?" perasaanku, Scarlet gak salah apa-apa deh sama aku
"Kayaknya kita gak bisa magang sama-sama. Habisnya kantor magangnya sudah dicarikan sama David -kakak Scarlet- dan dia bilang kantor itu hanya menerima satu orang pekerja magang"
"Oh, hanya itu. Baiklah, aku bisa cari sendiri nanti" berarti mungkin aku bisa magang di tempatnya?
"Kau tidak marah ,kan?" tanyanya pelan-pelan
"Enggak kok. Ngomong-ngomong, kau akan kerja dimana?"
"Aku juga gak tau. David bilang itu kantor sahabatnya. Tapi dia menolak memberi tahu nama kantornya. Katanya nanti juga kau tahu sendiri" katanya sambil menirukan gaya kakaknya itu. Aku sedikit tertawa melihatnya.
"Kau terlihat murung. Ada apa? Dah oh! Kau semalan begadang? Your panda's eyes terlihat jelas loh!" Scarlet memang begitu peduli dengan penampilan. Aku bisa melihat dari gaya berpakaiannya yang begitu rapi, dan yah...feminim. Ia kadang lebih memperhatikan penampilanku lebih dari aku memperhatikan diriku sendiri.
"Engg. Iya sih" sebenarnya aku berbohong padanya. Semalam aku menangis sampai tertidur. Apalagi penyebabnya kalau bukan cowok penyuka pie lemon itu? Tapi saat aku terbangun tengah malam, aku merasakan dilantai didepan pintu kamarku, hangat. Mungkinkah?
"Ini" Scarlet menyerahkan sebuah roll-on kepadaku
"What for?"
"Tentu saja untuk matamu Shiho!"
"Oh, thanks"
=o=o=o=o=o=o=o=o=o=o=o
Diperjalanan pulang, aku mencoba bertanya pada Saguru soal magang itu. Kebetulan hari ini Scarlet enggak ngajak hangout, jadi aku pulang ikut dengannya.
"Saguru?"
"Ya?"
"Errr bolehkah-" gimana nih? Gimana kalau dia tidak mau? Atau sudah ada yang magang jadi tidak ada lowongan? Atau dia menolak karena tidak mau aku terus bergantung padanya? Pikiranku terus berkecamuk dalam kepalaku. Tapi kalau tidak begini, kaupun bisa tidak lulus loh!
"Bolehkah aku magang dikantormu?"
To be continued
huft! Akhirnya selesai juga chapter yang paling melelah kan ini...
Maaf telat Alfa susah mikirin kasusnya dan maaf kalau kasusnya terlalu mudah
di chapter ini Alfa masukkin romance SaguruShiho, gimana? Pada suka? Kalau enggak yaaa gak papa deh
ok saatnya bales review
kiara : maaf juga updatenya lama, pengennya sih update cepet, tapi ngeliat reviewnya dikiiit bngt jg lesu. Maaf ya
choco : konfliknya nanti. Pas Shiho magang. Maaf ya kalau ceritanya jadi ngawur kyk gini. Soalnya ni fic kykny bkl pnjng.
Dan makasih jd silent reader ataupun yang ngeriview
akhir kata
review please...Top of Form
