Title : To Find You

Disclaimer : Seandainya Toboso Yana ngejual Kuroshitsuji dengan harga Rp 1000, maka saya akan langsung membelinya!


To Find You Ch 6

The Illusory Contract

"Kyle~!" aku memanggil namanya dengan nada manja.

"Ada apa nona?" Kyle yang dipanggil menunjukkan wajah curiga kepadaku.

"Taadaaa~! Aku menemukan cara untuk menyembunyikan tanda kontrak~!" balasku dengan menunjukan sebuah buku dongeng.

"Hutan Ilusi?" Tanya Kyle sambil membaca judul buku yang kupegang.

"Yup, ini adalah buku yang kubaca saat aku masih kecil," aku tersenyum padanya.


Pada zaman dahulu ada seorang gadis yang bernama Mary. Mary adalah seorang gadis yang disayangi semua orang. Dia hidup bahagia dengan keluarga dan orang-orang di desanya yang ramah.. Tak jauh dari desa Mary, ada sebuah hutan terlarang. Hutan yang bernama 'Hutan Ilusi'.

Sejak kecil Mary selalu diajarkan agar tidak memasuki hutan itu. Para penduduk dan orang tuanya memberitahukan adanya iblis yang akan menculiknya. Mary mematuhinya, meski ia sangat ingin berjalan-jalan di hutan itu.

Waktu berjalan, dan Mary sudah tumbuh menjadi dewasa. Begitu juga keinginannya untuk menjelajahi hutan itu. Suatu hari ia memutuskan untuk memasuki hutan itu. Dan akhirnya Mary memasuki hutan terlarang itu.

Hutan itu tidak seperti yang dibayangkan Mary. Ia melihat banyak peri-peri yang menyambutnya. Berbagai bunga yang indah mengiringi langkah Mary. Ia bisa mendengar nyanyian merdu para peri. Setelah puas berjalan-jalan, ia memutuskan untuk pulang. Ia mendapati bahwa keluarganya dan oang-orang desa menyambutnya seperti biasa. Dan akhirnya ia hidup sebagaimana selama ini dia hidup tanpa menyadari sesuatu.

Di desa Mary , telah ditemukan tubuh Mary yang telah dingin di dekat hutan. Senyum diwajahnya menunjukkan betapa bahagianya ia. Tanpa menyadari bahwa kenyataan dirinya yang telah pulang ke desa hanyalah ilusi yang ia lihat meski ia sudah mati.


"Cerita ini…," Kyle terdiam.

"Mirip denganku ya," aku mendekap buku itu di dadaku. Dan menundukan kepala untuk menyembunyikan senyum sedih di wajahku.

Suasana menjadi hening. Tidak ada suara di antara kami berdua. Kesamaanku dengan Mary ialah rasa ingin tahu yang akhirnya akan menjatuhkan kami. Meski sudah mengetahui apa yang akan dihadapi, kami tetap melakukan apa yang tidak boleh dilakukan. Sesuatu yang terlarang yang tak semenakutkan dengan apa yang dibilang orang lain. Mary menemukan keindahan hutan yang dilihatnya. Dan aku… aku mendapati Kyle tidak seperti iblis yang selama ini kubayangkan. Seorang iblis yang lembut yang akan meminjamkan bahunya saat aku menangis nanti.

"Dimana-nya?" respon Kyle dengan datarnya.

"Aku dan Mary…" belum selesai aku berbicara Kyle sudah memotong ucapan-ku.

"Mary berjalan di hutan hanya karena rasa ingin tahunya yang bodoh. Tapi anda melakukan kontrak denganku karena tekad anda ingin menemukan tunangan anda." potong Kyle

I-iblis ini! Padahal saat aku bilang ingin menemukan Ciel dia berkata bahwa aku ini bodoh! Tapi itu berarti , dia sudah tidak melihatku sebagai gadis bodoh lagi. Memang aneh, tapi aku tidak bisa menahan rasa senangku sehingga mau tidak mau aku tersenyum.

"Kalau begitu ganti topik! Seperti yang kubilang tadi aku sudah menemukan cara untuk menyembunyikan kontraknya!" ucapku sambil menunjuk judul buku dongeng yang kupegang.

"Caranya?" tanya Kyle.

"Bagaimana kalau tanda kontraknya, dibuat hanya bisa dilihat oleh kau dan aku saja?" usulku dengan nada ceria.

"Benar juga," pikir kyle sambil meletakkan tangannya di dagunya. "Biarpun saya tidak mengerti apa hubungannya ilusi dengan kontrak yang anda bilang." lanjutnya

"Tidak apa-apa kan? Setidaknya aku sudah menemukan cara supaya tanda kontrak kita tidak diketahui orang lain!" Seruku.

"Bagaimana kalau kita mulai sekarang?" tanyanya sambil mengulurkan tangannya.

"Apa? Maksudmu… membuat kontraknya?" tanyaku untuk meyakinkan.

"Iya, tolong kemarikan tangan anda dan pejamkan mata anda." jelasnya.

Aku-pun melakukan seperti apa yang telah dibilangnya. Memejamkan mata dan mengulurkan tanganku. Aku bisa merasakan lembutnya sarung tangan satin yang menyentuh jemariku secara pelahan. Dan aku bisa merasakan dinginnya jemari Kyle yang satunya lagi menyentuh punggung tanganku. Jarinya yang dingin menggambarkan sesuatu yang tak bisa kutebak.

"Anda boleh membuka mata anda." ucapnya

Aku membuka mataku dan melihat tangan kananku. Bisa kulihat dipunggung tanganku tergambar sebuah lingkaran, bintang, dan huruf yang tak bisa kumengerti.

"Jelek." satu kata yang terucap olehku saat itu juga.

"Tidak imut, warnanya aneh, kenapa bukan gambar bunga saja?" lanjutku sambil terus memperhatikan tanda kontak yang baru kubuat.

Aku mencoba melirik ke atas untuk melihat Kyle. Bisa kulihat ekspresi yang amat kesal di wajahnya.

"Maaf, tapi itu adalah tanda perjanjian yang sudah ditetapkan dari dulu." balasnya. Entah mengapa aku merasa senang melihatnya begitu. Jadi teringat Ciel dulu.

"Kalau begitu akan kutes tanda kontrak ini!" aku berlari meninggalkan Kyle dan segera mencari Paula.


"Paula!" panggilku dengan setengah berteriak.

"Ada apa nona?" tanya Paula yang muncul dari arah dapur dengan ramah.

"Coba lihat tangankku! Apa ada sesuatu yang aneh?" tanyaku dengan was-was

Paula memegang tanganku dan memperhatikannya. Apakah dia bisa melihatnya? Kenapa dia diam saja?

"Tangan anda…." ia mulai berbicara.

Aku merasa tidak siap dengan kelanjutannya. Apakah dia bisa melihatnya?

"Dingin!" ia melanjutkan kalimatnya.

"Eh?" ternyata Paula tidak bisa melihatnya! Kyle benar-benar membuatnya tidak bisa dilihat orang lain selain aku dan dia.

"Kenapa nona tidak memakai sarung tangan saja? Lebih baik anda segera beristirahat. Malam sudah semakin dingin, bukan waktu yang tepat untuk beraktivitas." saran Paula dengan khawatir.

"Iya. Tolong siapkan pakaian tidurku ya!" jawabku dengan senang. Senang karena tanda kontrak telah dibuat. Berarti Kyle bisa menggunakan kekuatanya untuk mencari Ciel.


Dimalam dimana bulan menyembunyikan dirinya dibalik awan. Di sebuah kamar seorang Lady. Terlihat seorang pelayannya berdiri di sampingnya. Ia terus memandangi Lady-nya. Memegang tangan kanan sang lady, memperhatikan wajah damai Ladynya yang tertidur dengan damai.

Flashback

"Sebastian! Apa dia mangsa barumu?"tanya seekor burung gagak hitam pada seorang lelaki tinggi berambut hitam dan mata berwarna merah

"Sebastian. Apa semua iblis memang suka memakai wujud gagak?" tanya seorang anak lelaki yang menggunakan eyepatch di mata kanannya.

"Benar. Ia adalah masterku. Bocchan, pada umumnya kami bangsa iblis lebih suka memakai wujud gagak." jawab lelaki yang dipanggil Sebastian kepada kedua orang yang bertanya kepadanya.

"Bocah sepertinya kau mempunyai sesuatu yang dikhawatirkan. Apa kau ingin aku membantumu?" tanya burung gagak itu pada Ciel.

"Jiwaku sudah menjadi milik Sebastian. Aku tidak punya sesuatu untuk ditawarkan." jawab Ciel dengan menatap gagak itu.

"Tak masalah bagiku. Asalkan perkerjaan yang kau berikan menyenangkan, maka itulah bayaranku. Aku sedang bosan di dunia ini." ujar burung gagak itu.

"Kalau begitu tolong jaga tunanganku." ucap Ciel pendek

Flashback end

Dengan pelan Kyle mengangkat tangan kanan Elizabeth dan mencium punggung tangannya. Di punggung tangan Elizabeth tidak terlihat tanda kontrak yang baru mereka buat.

"Maaf nona. Yang sebenarnya yang sedang melihat ilusi adalah anda. Ilusi yang membuat anda mengira tanda kontrak itu sudah dibuat." bisiknya dengan pelan

"Tolong jaga tunanganku."

Bagaikan sihir, kalimat itu tergiang di kepala Kyle.

"Aku tidak mungkin mengotori jiwa anda." bisiknya lagi sambil meletakkan tangan Elizabeth di tempat tidurnya.

Dengan pelan Kyle meninggalkan ruangan itu. Tak menyadari bahwa seseorang dari kejauhan memperhatikannya.


Author's rambling

A.K.H.I.R.N.Y.A Chaper 6 selesai juga!!!!!! Maaf soal hutan ilusi yang gaje. Itu cuma karangan saya. Jangan dicari diwikipedia maupun tolololpedia oke? Jadi Kyle memang ketemu Ciel dan dia jadi pelayannya lizzie buat ngejaga lizzy XD

The Illusory Contract berarti kontrak yang dibuat-buat ^^

Sekedar pengen nanya aja…., Setujukah anda kalo Fic ini dibuat dalam bahasa inggris biar dibaca ma orang yang ga ngerti indo??

Oke kita ke sesi balas-balas ripiu.

Aurora Makasih atas saran-saran yang membangunnya! Maaf kalau saya ga bisa langsung mengubah kelemahan-kelemahan saya. ^^

Nicky Lebih tepatnya seperempatnya saya bikinnya dengan merampok laptop anda dulu XD

Dietsy Benarkah saya membuat anda sedikit normal?? *padahal sendirinya stengah normal*

PHBS Untuk anda yang SELALU memberikan banyak pertanyaan untuk saya. maaf ga bisa jawab semuanya. Karena takut spoiler. Tapi saya jawab 1 pertanyaan aja ya. Sebastian ma Grell bakal nongol di chapter yang berjudul "The Missing Butlers" ^^ Masalah saya ialah UN yang bakal dihadapi pada tanggal 22 maret. Jadi mesti belajar XP

Padahal besok LUN tapi saya belajar bahasa Indonesia dengan mengetik fic… hahahaha *author stress mode on*

Seperti biasa, saran, kritik, permen, coklat khayalan bisa dikirim melalui tombol review di bawah ini.

Penelitian saya membuktikan kalau review bisa membuat kedua sudut bibir saya naik stengah senti hehe.

PS : Ada yang nonton Hetalia?? Ada yang suka pairing Asakiku? Nantikan Fic saya yang berjudul "The Freedom and The Honor" hehehe. ^^