OUR SWEET MOCHI
Decklaimer :
Member NCT punya Tuhan dan orang tua masing-masing.
Aku cuma orang yang punya cerita ini gak lebih.
Rating : T
Genre : Romance. Fluff.
Pair : IlTa
…
Taeil itu orangnya garing. Apapun yang dikatakannya pasti akan terdengar kriuk-kriuk sekali. Apalagi kalau sudah melawak. Mendengar suara jangkrik sepertinya akan lebih baik. Selera humor Taeil itu dibawah rata-rata walau tidak separah Jeno sih.
Jika Taeil dibandingkan dengan Jeno itu, tingkatan humornya bisa mencapai 5 : 2. Tentu saja Taeil yang nomor 5 nya. Masak iya Taeil yang nomor 2. Kegaringan Taeil tidak sampai ketingkat menghawatirkan itu kok. Kan Taeil sudah bilang Taeil bukan Jeno.
Taeil menatap Yuta yang saat ini tengah melempar ejekan dengan sang magnae penyangdang gelar setan. Bukan Jisung kok bukan. Jisung mah kalem imut orangnya. Lah yang ini? Taeil tidak yakin bocah yang satu ini punya sisi imut apalagi kalem begitu mengingat betapa rusuh dan menyebalkannya dia. Tentu saja yang dimaksud Taeil itu Haechan.
" Mana ada namja yang punya wajah sepertimu hyung. Ngaca dulu sana! Jangan ngawur. Pakai bilang ganteng segala."
Taeil mengernyit mendengar ejekan Haechan yang ditujukan pada Yuta. Taeil rasa terlalu banyak setan yang menempel di tubuh magnae yang satu itu.
Sepertinya hari minggu nanti Taeil harus menyeret Haechan ke dorm SUJU dan menyerahkannya pada Siwon hyung untuk disucikan. Haechan sudah terlalu penuh akan dosa. Tidak seperti Taeil, Taeil mah suci ya orangnya. Baca majalah porno saja Taeil tidak pernah. Taeil bukan Johnny yang suka baca majalah porno ya.
Sedangkan orang putih dan suci macam Yuta harus dijauhkan dari mahluk berdosa namun tak hina seperti Haechan. Yuta terlalu bersinar untuk disandingkan dengan bocah berkaki panjang itu.
Tolong jangan bicarakan apapun tentang kaki di depan Taeil karena itu bisa membuatnya sakit hati sekaligus iri setengah mati. Taeil itu tidak pendek, tidak bantet juga. Buktinya Taeil dan Ten punya tinggi yang sama, dulunya. Kenapa dulu? Karena Ten sudah besar sekarang.
Tapi tetap saja ya biarpun begitu Taeil tidak mau menggunakan cara instan untuk mendekati Yuta, seperti yang Ten lakukan minggu lalu sampai menyogok Taeil dengan album Exodus segala. Taeil kan jadi makin kesal saja sekarang.
Taeil ingin mencoba mendekati Yuta dengan caranya sendiri. Sepertinya belajar menggombal dari Johnny tidak akan menjadi masalah. Sebenarnya ia ingin minta diajari Ten, tapi karena Ten sudah dianggapnya sebagai rival paling mengancam maka Taeil mengurungkan niatnya.
Haechan? Oh tidak, bocah itu sudah masuk daftar black list Taeil pada urutan pertama jadi tidak mungkin Taeil minta bantuan bocah itu, jatuhnya malah nanti Taeil sendiri yang akan dikerjai habis-habisan sama bocah itu.
Yuta? Yuta memang lucu dan menyenangkan. Tapi masak iya Taeil harus minta diajari sama orang yang ditaksirnya itu? Ya gak mungkin lah ya, masak iya minta diajari Yuta.
Mau ditaruh mana muka Taeil nanti? Pantat? Hoho, wajah Taeil terlalu mempesona untuk ditaruh pantat, kesuciannya akan luntur jika ditaruh tempat laknat itu. Tunggu, pantat Taeil mah tidak laknat ya. Yang laknat itu pantatnya Haechan.
" Jangan menghinaku ya dasar malika. Masih mendingan aku kali putih bersih. Kamu?"
" Yuta hyung gak boleh SARA ya! Kulit eksotis ini pemberian dari Tuhan, jadi harus disyukuri. Dan, siapa yang hyung maksud malika hah? Hyung gak tahu apa kalau aku bahkan lebih ganteng dari Lee Minho?" Taeil menatap Haechan datar. Mana ada lebih ganteng dari Lee Minho? Mirip saja tidak.
Taeil menggelengkan kepalanya heran. Bocah yang satu ini kalau sudah bicara memang luar biasa sekali efeknya. Ia bahkan melihat Yuta yang tertawa geli sebagai respon untuk kepercayaan diri Haechan yang sangat tinggi itu. Taeil mendengus, ia juga mau kan ya diperhatikan Yuta seperti Yuta memperhatikan Haechan.
Taeil menatap Yuta yang saat ini berjalan kearah dapur. Taeil mengikutinya, dan duduk di kursi begitu mereka sampai. Yuta mengambil botol berisi jus jambu dan menuangnya kedalam gelas. Yuta memberikan salah satu gelas kepada Taeil.
Tenang saja, jus itu tidak mengandung kecap, garam atau sianida kok. Jaman sekarang mah sianida sudah tidak jaman ya. Revanol sepertinya lebih oke. Eh, tapi Yuta tidak sejahat itu kok, Yuta kan bukan Haechan yang menyebalkan itu.
" Hyung sejak tadi memperhatikanku. Mau bicara apa?" Tanya Yuta yang kini duduk dihadapan Taeil.
Taeil menahan nafas. Duduk sedekat ini dengan Yuta merupakan salah satu hal yang sering Taeil impikan, maksud Taeil itu duduk berdua dan membicarakan sesuatu yang serius tapi tidak sampai membahas anu kalau itu mah Johnny, orang-sok-dewasa macam Taeil mah bahan bicaranya yang dewasa juga. Seperti membahas politik misalnya. Membosankan sekali.
Taeil mengamati wajah Yuta dengan seksama. Ia bahkan tidak berkedip barang sekalipun. Ia terlalu terpesona dengan Yuta yang terlihat semakin bersinar saat dilihat dari dekat.
Sekarang Taeil tidak heran kenapa banyak sekali orang yang menyuruh pemuda Jepang ini melakukan aegyo. Wajahnya terlalu cantik dan menggemaskan disaat yang bersamaan.
Taeil heran, orang tua Yuta makan apa kok ya anaknya bisa seperti ini? Bukan makan paku kan seperti yang sponsbob lakukan? Mungkinkah ibunya Yuta saat mengandung Yuta makannya mutiara dan sutra? Eh? Tapi dapat mutiara dari mana ya?
" Yuta."
" Nde?"
" Mau jadi pacarku?"
KRIK
KRIK
KRIK
Yuta terdiam dengan wajah datarnya. Ia menatap Taeil dengan wajah datar dan kepala yang dimiringkan. Taeil jadi bingung sendiri mau menyebut Yuta apa untuk saat ini. Mau dibilang imut ya kayaknya gak cocok. Mana ada orang berekspresi datar terlihat imut? Eh tapi Yuta memang imut kok menurut Taeil, cantik lagi.
" Hyung."
" Hm?"
" Jones ya?"
DOENG. Taeil melongo, masak iya Taeil dikatai jones sama Yuta. Ya Tuhan, tega sekali Yuta pada orang seperti Taeil. Taeil salah apa coba? Perasaan Taeil, Taeil itu anak yang baik deh. Tampan, dewasa, dan rajin menabung juga. Tapi kenapa Yuta…
Ah sudahlah, Taeil jadi sakit hati saja sekarang.
Yuta tertawa melihat reaksi Taeil. Lucu sekali hyungnya yang satu ini. Ternyata benar apa yang dikatakan Haechan. Member yang paling enak dikerjai itu Taeil. Sebenarnya Yuta tidak bermaksud seperti itu kok. Yuta cuma menuruti saran Haechan saja.
" Hyung aku kedepan dulu ya. Mau ikut?" tanya Yuta. Taeil menggeleng dengan ekspresi yang tidak apat didefinisikan. Taeil terlihat sekali sakit hatinya. Yuta mengangkat bahunya tak perduli dan melangkahkan kakinya meninggalkan Taeil sendiri di dapur.
Setelah kepergian Yuta, munculah Ten dan Haechan yang sejak tadi bersembunyi di belakang pintu. Mereka berdua tersenyum lebar dan menatap Teil dengan pandangan kasihan sekaligus mengejek disaat yang bersamaan.
Taeil memutar bola matanya bosan. Cabe saja sudah sangat membuatnya repot, apalagi ini ditambah setan. Musnahkan saja Taeil ya Tuhan. Dikembalikan ke orang tuanya juga Taeil ikhlas kok.
" Hahahahahaha. Benar kataku kan Ten hyung. Yuta hyung gampang sekali dibodohi. Hasilnya memuaskan sekali kan? Hahahaha." Oh, ternyata setan ini biang keroknya. Ingatkan Taeil untuk menyiksa bocah ini nanti.
" Hahahaha. Genius kamu Chan salut aku. Taeil hyung sih ngeyel sekali kalau dibilangi. Yuta hyung sukanya cowok tinggi tahu. Bukan cowok bantet macem hyung. Hahahaha." Taeil mendengus. Cabe yang satu ini mentang-mentang sudah tinggi jadi sombong sekali sekarang.
Apa Taeil juga harus minum susu peninggi badan seperti Ten dulu ya? Baru menembak Yuta. Taeil mengangguk dengan hipotesanya. Dan kelakuannya itu menimbulkan tawa Haechan dan Ten semakin keras. Tahu kah kamu Taeil? Ekspresimu minta diketawain saja sekarang.
TBC
WKWKWKWK MAAFKAN AKU BANG BULAN. AKU BENERAN GAK ADA MAKSUD KOK.
Abisnya Taeil kok ya keliatannya cocok banget buat dibully /PLAK/ XD
Aku post cepet nih. Bnetar lagi aku mau UAS jadi mungkin setelah ini aku akan jarang post lagi. maklum udah kelas 3
Makasih yang dah mau review
Salam
sokyu
