PENGUMUMAN

Untuk menyambut hari ulang tahun ekschool Drama yang ke 46, kami selaku pengurus dari ekschool drama mengadakan kontes pertunjukan bakat. Syarat dan ketentuan sebagai berikut:

Dinyatakan oleh panitia kalau yang bersangkutan tidak KUPER (kurang pergaulan)

Dalam pertunjukan, dilarang meniru bentuk tubuh hewan. P.S : pantat ayam juga dihitung

Dilarang berpenampilan layaknya setengah perempuan atau setengah lelaki

Harus menampilkan bakat yang luar biasa, berbeda dengan yang lain.

Pendaftaran dibuka pada tanggal 8 mei (hari ini) dari jam 07.00 – 16.00 sampai tanggal 18 mei di Aula sekolah.

Bagi pemenang, Hadiahnya adalah

BOLEH BERKENCAN DENGAN PARA JURI

Sekian dan terima kasih

N.B

Keterangan lebih lanjut dapat kalian tanyakan kepada Namikaze Deidara XII bahasa dan Namikaze Ryu-sa X.1

New comer

Namikaze Kyuubi 21 tahun *leaders*

Namikaze Ryu-sa 15 tahun kelas X 1

Haruno Sakura 17 tahun kelas XII IPA 1

Sabaku no Temari 17 tahun kelas XII IPA 1

Yamanaka Ino 17 tahun kelas XII IPA 1

Curhatan uke (mission 1)

Disclaimed : Masashi Kishimoto

Author : Namikaze Ryu-sa is a fujoshi

Pair : SasuNaru, NejiGaa, ShikaSai, ShinoKiba, SasoDei, ItaKyuu, and much more

Genre : Romance and Humor

Sasuke melangkahkan kaki jenjangnya memasuki kelas XI IPA 1 yang sudah 8 bulan ini ia tempati bersama teman barunya. Mata onixnya memandang kosong kelasnya sampai seorang gadis menyapanya. Seorang gadis dengan rambut hitam yang dipotong pendek, mata biru safir yang mengingatkannya dengan sosok yang sejak kemarin menghindarinya, dengan kulit putih gading tampak tersenyum penuh arti di depannya.

"Ohayou, Sasuke-senpai" sapanya masih mempertahankan senyumnya. Berusaha bersikap ramah dengannya. Sasuke mendengus kesal, tidak ingin berbincang dengan seseorang pagi ini. Termasuk seorang gadis yang kemungkinan besar fans nya itu.

"Hn"

CTAK

"Perkenalkan nama saya Ryu, pindahan .."

"Tidak perlu" potong sasuke sarkastis mengalihkan perhatiannya dari langit melalui jendela kelas disampingnya, menyuguhkan pemandangan langit biru tanpa awan kecil yang menghalanginya.

CTAK CTAK

"Apaan sikap sombongnya itu, kalau saja dia bukan target ku, sudah kubunuh dia" Batin gadis itu yang baru kita kenal bernama Ryu itu kesal.

Flash Back

Pantai Kuta, Lombok

Ryu P.O.V

Pantai, tempat yang sempurna untuk menghabiskan waktu liburan sekolah. Surfing, berjemur dan banyak lagi yang bisa dilakukan kalau berada di pantai. Begitu juga denganku. Oh ya, perkenalkan namaku Namikaze Ryu-sa.

Aku adalah sepupu jauhnya Naruto. Ayahku dulu adalah adik tiri dari Namikaze Minato. Sekarang, aku tinggal di Lombok bersama Anikiku, Namikaze Sora. Oranngtuaku bernama Namikaze Yamato dan Namikaze Shion. Hobiku bermain di pantai, sama seperti yang aku lakukan saat ini..

eereol ddaereul bomyeon na

eorigineun hangabwa

noon apae dugodo eojji hal jul molla

eoddeokgaedeul sarangeul shijakhago itneunji

saranghaneun sarangdeul malhaejweoyo

terdengar alunan merdu lagu Hello Hello dari SHINee membuyarkan kegiatan Ryu. Yang kemudian berjengit bingung melihat sebuah nomor asing di layar ponselnya.

"Moshi moshi" sapanya malas, tidak berniat berbicara dengan orang yang seenak dengkulnya menganggu acara berlibur yang sangat jarang ia dapatkan.

"Yo, Berry"

"Siapa kau?"tanyanya bingung.

Terkekeh sebentar, penelpon itu kembali diam dan menghela napas lelah seakan ia baru saja berlari estafet *bener gak tulisannya*

"Kyuubi" jawab si penelepon yang baru di ketahui sebagai seorang pemuda bernama Kyuubi

"Oh, kau rubah tua. Ada apa menghubungiku?" tanya Ryu masih dengan nada malas.

"Kau sudah makan?" tanya Kyuubi to the point. Meskipun pertanyaan Kyuubi ambigu, namun ia bukanlah Naruto yang tidak bisa mengerti pertanyaan Kyuubi *di rasengan Naruto*

"Tidak ada gizi disini" jawab Ryu seakan mengerti jalan pembicaraan ini.

"Kasihan, kau pasti sangat kurus disana. Aku turut berduka cita" ucapnya prihatin kemudian terkekeh pelan. Sangat bertolak belakang dengan ucapannya.

"Yeah" balas Ryu sambil menopang dagu. Tidak menyadari seringai kejam yang bermain di wajah Kyuubi.

"Wanna join with me, Berry" mendengar ajakan yang begitu 'wow' dari sang sepupu. Mau tidak mau suka atau tidak suka sebuah seringai yang terkesan licik dan kejam terukir di bibir Ryu.

"KhuKhu... with my pleasure leaders" balasnya ikut menyeringai.

"Senang bisa mendengarnya. Datanglah ke Jepang nanti sore. Misi akan diadakan besok senin. Jaa berry"

Tut.. Tut.. Tut..

"KhuKhu, its gonna be fun" seringai yang lebih kejam kembali terpampang di wajah sang gadis melihat layar handphonenya yang baru saja ia gunakan untuk berkomunikasi. Membuat semua orang yang tidak sengaja lewat di depannya merinding disko.

Skip Time

Kediaman Namikaze

"Woy Kyuu-nii, sampai kapan kita menunggu. Aku sudah lelah menunggunya" rengek Naruto, berguling-guling di lantai layaknya anak anjing yang sedang meminta makan kepada majikannya.

"Jangan seperti anak kecil Nar..."

Ting Tong

"SPADA, any body there" teriak seseorang di depan pintu mansion. Saking kerasnya, Naruto dkk harus menutup telinganya kalau tidak mau tuli mendadak akibat teriakan tersebut. Padahal jarak mereka dari pintu masuk jauh, sangat jauh malah.

"Ck, anak itu tidak pernah berubah" batin mereka sweet drop. Tidak asing bagi mereka, karna sudah beberapa kali Ryu bermain ke Jepang sehingga bisa dibilang kalau mereka semua berteman dengannya.

Tidak lama kemudian, pintu ruangan itu terbuka. Menampakkan seorang gadis dengan tinggi yang hanya pendek sedikit dari Naruto tengah membawa koper berwarna orange dengan gambar phoenix makan strawberry (?) di depannya, yang mampu membuat Kyuubi bergubrak ria dengan tidak elitnya.

"Yo, minna" sapanya ceria.

"Yo, Ryu-chan" *kiba*

"Hn" *Gaara"

"Lama tidak bertemu" *Naruto*

"..."

"..."

"Jadi?" tanya Ryu setelah ia duduk menghadap teman dan sepupunya itu.

"Jadi?" Naruto membeo tidak mengerti. Mengerutkan dahinya tanda ia bingung mendengar pertanyaan sang sepupu yang hanya lebih muda 6 bulan darinya itu. Ryu menghela napas panjang, menghadapi otak Naruto yang terlalu lemot *di gebug naruto FC* untuk mencerna pertanyaan Ryu yang memang penuh makna tersembunyi di dalamnya.

"Seperti apa rencana kalian? Kalian pasti sudah mempunyai rencana kan" jelas Ryu panjang x lebar

"Ah... " Deidara bangkit dan segera menyalakan LCD yang terpasang manis di ruangan itu. Membuka sebuah file dan segera memulai penjelasan tentang rencananya kepada Ryu dan Kyuubi yang baru saja menjadi anggota baru dari perkumpulan itu.

End Flashback

"Aku hanya ingin menyerahkan sesuatu untukmu senpai. Hari ini ada sebuah pengumuman yang sangat bagus, mengingat ex school drama akan mengadakan kompetisi minggu depan. Mungkin senpai tertarik" tawar Ryu sesekali mencuri pandang ke Sasuke untuk mengetahui respon dari sang pemuda.

"Hadiahnya bagus lohh, senpai bisa pergi kencan denganku atau.."

"dengan naruto-nii" bisiknya tepat di daun telinga sasuke. Meniup sedikit lubang telinga untuk memberi kesan jahil kepadanya. Dan

GOTCHA

Raut wajah Sasuke tampak menegang. Entah karna kaget, merinding atau terkejut, ia tidak tahu. Yang penting ia berhasil membuat Sasuke si manusia paling miskin ekspresi merespon perkataannya.

"Ini" tanpa menunggu persetujuan dari sang empu, ia menyodorkan selembar kertas pengumuman tepat di wajah Sasuke, tersenyum manis penuh arti seperti biasa kemudian meninggalkan Sasuke yang masih belum mengerti arah bicara Sang gadis misterius (Ryu: ahhh, aku kan sudah berkenalan tadi, ngambek mode:On)

Sasuke P.O.V

Apa yang dia katakan tadi?

Hadiah

Naruto

Pengumuman

Tergesa-gesa Sasuke membuka selembaran pengumaman itu. Dan betapa terkejutnya Sasuke ketika ia membaca sebaris kalimat yang entah sengaja atau tidak sengaja di bold oleh sang author.

BOLEH BERKENCAN DENGAN PARA JURI

Tidak mungkin!

"Tidak mungkin Naruto menjadi jurinya. Memang sih, Naru-Dobe itu sangat pintar dance. Tetapi Naruto kan tidak pernah masuk club Drama. Jadi tidak mungkin ia dipercayakan menjadi jurinya"Sasuke mendengus kesal dengan pikiran buruknya akan Naruto.

Hadiahnya bagus lohh, senpai bisa pergi kencan denganku atau.."

"dengan naruto-nii"

Sasuke mengernyitkan dahinya, ketika otaknya masih saja memutar perkataan gadis itu bak kaset rusak. Namun, ia tidak menggubrisnya dan kembali melanjutkan acara melamunnya.

End Sasuke P.O.V

Normal P.O.V

Suasana kelas mulai ramai saat ini, mengingat jam sudah menunjukkan 07.30 waktu konoha, 30 menit lagi sebelum bel masuk kelas berbunyi.

"Hei, Apa kau tahu cerita terbaru?" tanya salah seorang murid di kelasnya, tersenyum misterius kearah kedua temannya.

"Apa.. beritahu kami Sakura" balas kedua temannya sambil memajukan bangku kursi mereka. Tampak sangat tertarik dengan pembicaraan tersebut.

"Uke termanis di Konoha High School ini sedang mencari jodoh, lho" katanya dengan nada jahil, sesekali melirik ke arah Sasuke yang dengan senang hati memberikan deathglare number wahid untuknya.

"Oh, maksudmu bocah anjing, Sai senpai, Gaara, Dei-senpai sama..."

"Naruto" potong Sasuke dengan suara berat dan mengitimidasi, yang entah kapan mengikuti acara gosip menggosip teman sekelasnya itu.

"Ya, itu maksudku" teriak Sakura girang, yang mampu membuat semua pasang mata diruangan itu menatap mereka heran.

"Siapa yang menceritakan seperti itu, Ino, Sakura, Temari" geram Sasuke marah. "Apaan mereka, padahal hubunganku masih baik-baik saja dengan Dobe, Ups.. jangan-jangan" pikir Sasuke OOC. Sasuke mendadak tidak bisa berbicara ketika dengan cepatnya mengerti akan semua sikap Naruto. Dengan langkah cepat ia berlari menyusuri lorong kelas, mencari keberadaan seseorang dan

BINGO

Tampak dari kejauhan, seorang gadis sedang memegang setumpuk selembaran yang Sasuke yakini adalah lembaran pengumuman. Tampak asik menyebarkannya kesemua murid yang melewatinya.

"Woy, kau anak aneh berhenti" teriak Sasuke dari kejauhan sambil berlari mengejarnya.

CTAK

"Siapa yang kau bilang anak aneh, rambut bebek?" tanya Ryu sewot. "kurang ajar nih orang" batin Ryu marah.

"Apa maksudmu dengan hadiah itu?" tanya Sasuke tidak mengindahkan pertanyaan yang diajukan untuknya. Tatapan mata yang mengisyaratkan harapan, kebingungan dan ... putus asa?

"Oh itu, hadiahnya kencan dengan para juri" jawab Ryu enteng, samar-samar sebuah seringai licik terpampang dibibirnya.

"Siapa jurinya?" desak Sasuke tidak sabar.

"Hmmm, saya, Deidara senpai, Gaara senpai, Kiba senpai, Sai senpai dan ..." Ryu sengaja tidak melanjutkan perkataannya seakan memberi efek dramatis, sehingga membuat Sasuke harap-harap-cemas karnanya.

"Naruto senpai" lanjutnya.

"Apaaaa" teriak Sasuke benar-benar OOC. Mata melotot, bibir terbuka tertutup hampir mirip ikan koi, dan kulit yang emang dari zaman dinosaurus (?) emang udah putih kini 3 kali lipat putihnya *pucat*

"Ne, Sasuke senpai" Ryu menggoncang tubuh Sasuke, Nihil. Tubuh Sasuke tidak menunjukkan reaksi yang berarti dan..

BRUK

"Sasuke senpai" teriak Ryu dramatis yang kini masih sibuk menggoyangkan tubuh Sasuke yang terbujur kaku tak bernyawa #Plak *pingsan*.

"Mission one, complete" perlahan sebuah seringai kejam nan licik terukir jelas diwajah Ryu. Membuat siapapun yang melihatnya akan bergidik ngeri karnanya.

Skip time

"Bwahahahahahaha" tawa kejam nan melecahkan terdengar di sebuah ruangan besar bercat kuning gading di kediaman Namikaze. Pelaku yang tidak lain adalah Deidara dan Kyuubi tersenyum penuh kemenangan pada anak buah mereka yang tadi pagi sudah bekerja keras.

"Aniki, berhenti mentertawakan Sasuke. Lagipula, aniki terlalu keterlaluan kepada mereka" protes makhluk Tuhan paling imut disampingnya.

"Kau ini Naruto, jadi Uke jangan terlalu baik pada Sememu itu, sekali-kali kau harus menghukumnya seperti itu" nasihat Sakura sok bijak yang langsung mendapat anggukan semua anggota-minus naruto- disana.

"Lalu bagaimana dengan yang lainnya" tanya Deidara menatap satu persatu agen rahasianya itu.

"Sasori senpai hampir menghancurkan boneka yang baru saja ia buat" *Ryu*

"Neji malah nangis gaje di depanku" *Sakura*

"Shika jatuh dari pohon dengan tidak elitnya" *Temari*

"Lalu, kalau Shino senpai sih hanya diam tidak merespon" *Ino* sweetdrop

"Bagus, berarti Cuma Shino saja yang tidak kita ketahui reaksinya" ucap Kyuubi menarik kesimpulan, mengindahkan tangisan gaje Kiba di ruangan sebelah. Poor Kiba

"Lalu, rencana selanjutnya apa?" tanya Ryu sambil mengemut permen lolipop hasil curiannya dari Tobi tadi pagi.

"Sai, cepat kau jelaskan rencanamu" perintah Kyuubi sok memimpin.

"Baiklah, bla... bla... bla..."

tbc

Seperti apa kelanjutan kisah perjuangan kelompok Uke untuk menuntut keadilan dari sang Seme...

Yo minna... maaf lama updet.. oh ya, ada yang tanya knapa si author geblek ini masuk kedalam cerita? Hohohoho, itu karna Ryu kehabisan pemain.. maunya sih Sakura, tapi kayaknya tidak memadai kriteria Ryu, lagipula mungkin Sakura akan muncul di cerita selanjutnya, akan menjadi anggota kelompok Ryu, tapi Ryu tidak tahu membuatkan nama kelompoknya,, ada yang mau kasih Ryu inspirasi gak?

Siapa nama kelompok fujoshi?

Siapa nama anggota fujoshi? Ketuanya boleh Ryu atau yang lain!

Kasih tau Ryu boleh dengan PM atau review, terserah minna.. oke, akhir kata HIDUP FUJOSHI