Disclaimer : Naruto © Masashi Kisimoto

.

.

.

Pairing : Uchiha Sasuke & Haruno Sakura

.

.

Story by : Hyuugadevit-Chery

.

.

Romance, Drama, friendshif, Hurt/comfort, etc

.

.

.

Warning : OOC, typo(s), bad fic, abal, alur kecepetan, gaje, etc.

.

.

.

If you don't like, don't ever try to read

.

.

.

Enjoy okey ^^

.

.

.

"Waiting For You"

.

.

.

(CARRY)

.

.

.

.

.

Ini sudah dua minggu Sasuke tidak kemana- mana. Dia memutuskan semua komunikasi dengan semua orang. Sasuke benar- benar frustasi semenjak acara tunangan bodoh itu dilaksanakan.

Perusahaan kembali bangkit, Itachi sangat benci semua ini. Benci bukan karena bangkitnya Uchiha Corps, tapi karena yang menjadi pendonor dana lah yang dia benci.

Sebenarnya Itachi bisa menyelamatkan perusahaan dengan bantuan temannya yang baru pulang dari Kanada, tapi ayahnya Fugaku sangat keras kepala.

Kisah cinta adiknya harus dikorbankan. Itachi tidak pernah melihat Sasuke sebahagia itu saat ia bersama Sakura. Bersama Sakura, Sasuke menjadi lebih hangat dan bersahabat.

Itachi, Mikoto, Hanna, bahkan si kembar Mei dan Ryuka pun merasa sangat senang dengan adanya Sakura dan merasa cocok.

Tapi semuanya lenyap, Sasuke menjadi sosok yang lebih pendiam dan murung. Mikoto yang melihat itu sangat sedih dan sering mengeluh mengenai semua itu pada Itachi. Keluarga ini sudah bukan keluarga yang hangat lagi, bahkan lebih dingin dari kutub utara.

.

.

.

Sasuke kembali beraktivitas, bolosnya Sasuke selama dua minggu tidak menjadikan dia ketinggalan pelajaran, karena pada dasarnya Sasuke memang sudah cerdas.

Sasuke mencari Kekasihnya- tidak, mantan kekasihnya. Tapi tidak satupun yang didapatnya, bahkan Naruto dan Hinata hanya menggelengkan kepala mereka dengan pandangan sedih.

Sasuke menghubungi pihak Universitas, dan apa yang ia dapat sekarang ini adalah informasi bahwa Sakura mendapatkan beasiswa dan pindah ke salah satu Universitas di Las Vegas.

Ini menjadi pukulan telak baginya. Apa- apaan ini, kisah cintanya sangat memuakan. Ia baru pertama kali merasa jatuh cinta, dan hanya Sakura yang mampu membuatnya jatuh cinta.

Selama ini Sasuke sangat anti pacaran, jangan kan pacaran, dekat dengan wanita pun tidak pernah. Terkecuali keluarga dan Hinata yang notabenenya pacar Naruto, sahabatnya.

Sasuke diam di dalam kamar semabri memperhatikan fotonya dan Sakura yang terpampang jelas. Sasuke menyentuh foto itu dengan penuh kasih sayang.

"Sakura" suara Sasuke sangat lirih. Ini pertama kalinya ia merasa dunia nya sungguh tidak berarti dan kosong.

"Sejauh apapun kau pergi, sekeras apapun kau mengelak, jika kau takdirku, maka kau akan kembali padaku. Waiting For You".

Mikoto yang sedari tadi melihat itu langsung pergi meninggalkan kamar putranya dengan cepat. Ia tidak kuat melihat putranya terpuruk seperti ini. Kenapa kami- sama sangat jahat pada putranya.

-WAITING FOR YOU-

Sasuke berusaha menjalani hidupnya. Hidupnya kini bertambah dingin seiring kepergian Sakura. Ia berusaha tak peduli pada apapun atau siapapun. Baginya, kepergian Sakura nya benar- benar merubah harinya.

Ino terus menerus menemui Sasuke. Entah di kampus, rumah, kemana pun Sasuke pergi, Ino berusaha selalu bersamanya.

Tapi karena ia lelah dan jengkel akan sikap Sasuke dan terus membuat dinding kokoh diantara mereka Ino memutuskan untuk mengambil kesempatan emas di depannya. Ia sangat menyukai fashion.

Maka dari itu ,Ino sekarang menjalani profesi impiannya menjadi model. Ia sekarang semakin sibuk dengan kegiatan pemotretan dan yang lainnya. Terlebih sekarang bukan hanya dunia model, bagian perfilman pun ia sedang berusaha menggandrunginya.

Sasuke sendiri tidak peduli dengan Ino yang semakin menjauh karena kesibukannya sebagai artis dan model terkenal. Ia hanya akan fokus pada tujuannya dan cita- citanya menjadi seorang dokter. Dan selalu berharap semoga ia dipertemukan kembali dengan Sakuranya.

Ino yang mendapat Sasuke tidak peduli dan terkesan biasa- biasa saja karena jarang berkomunikasi dengannya merasa semakin benci pada Sakura. Ino berusaha mencari kesenangan lain.

Diam- diam Ino menjalin hubungan gelap dengan artis- artis atau model- model lainnya untuk melepaskan segala perasaannya untuk Sasuke.

Ya, Sasuke memang laki- laki terbaik untuknya. Ia tampan, pintar, kaya, dan juga banyak kelebihan lainnya yang hanya pantas bersanding dengannya. Meski hati laki- laki itu tidak sedikitpun ia miliki.

-WAITING FOR YOU-

~~Ottawa, Kanada~~

Ottawa adalah ibu kota dari negara Kanada. Negara ini mengalami empat musim yaitu musim panas, dingin, semi dan musim gugur.

Negara ini merupakan negara industri, teknologi maju, dan kecukupan dalam pengadaan energi dikarenakan tersedianya bahan bakar fosil, energi, nuklir, dan tenaga hidroelektronik.

Berbicara mengenai Kanada, terlihat seorang pemuda bersurai merah pekat yang sedang menggandeng tangan wanita bersurai merah muda.

Mereka berdua baru sampai di Kanada, dan sedang menuju rumah mereka.

.

.

.

.

.

Wanita berambut merah muda itu sedang berdiri melihat kolam renang, tangan kanan nya terus mengusap- usap perutnya yang masih rata. Pemuda bersurai merah pekat itu mendekat dengan berjalan pelan. Setelah jarak mereka dekat pemuda itu memeluknya dari belakang.

"Kau yakin imouto? Kau akan membesarkannya tanpa seorang Sasuke?" Ucap pemuda itu pelan.

" ya Sasori nii-chan" jawab Sakura pelan.

Sasori, pemuda berambut merah itu adalah kakak dari Sakura dan sahabat baik Itachi sejak masa junior high school dulu. Sasori sangat sedih pada saat adiknya menelepon dan memutuskan untuk tinggal dan meneruskan studinya di University Of Toronto, Kanada.

Kisah cinta adiknya selalu berujung seperti ini. Sasori sangat ingin menyalahkan Ino, tapi ia tak dapat menyalahkannya.

Menurut nya Sakura juga bersalah disini. Sakura terlalu lemah dan selalu menuruti kemauan Ino yang mengandalkan kata Sahabat.

Ia tahu, saat ini tidak seharusnya sibuk menyalahkan orang lain. Tapi kita harus lebih berkaca pada diri sendiri dan merenungkannya. Bukankah itu semua akan menjadikan kita lebih bijak?

Wanita itu tersenyum samar, sambil terus mengelus perutnya.

"Nii-chan, mau kah nii-chan menjadi sosok ayah yang nyata untuknya?" Tanya Sakura.

Senyum miris tercetak diwajah babyface Sasori, ia sangat menyayangi adiknya. Sasori juga merasa bangga pada adiknya yang tidak pernah menyerah pada hidupnya yang keras ini, dan selalu menpertanggung jawabkan segala keputusannya.

Ketika Sakura masih duduk dibangku Junior High School, kedua orang tuanya meninggal. Sasori memutuskan untuk melanjutkan mengelola perusahaan yang ditinggalkan orang tuanya di Kanada.

Sedang Sakura memilih melanjutkan Senior High Schoolnya di Jepang, tepatnya di Konoha. Menjalani hidup seorang diri (Mandiri).

Sekarang, ia mendapatkan masalah yang menurut Sasori adalah batas dimana Sakura dapat menahan semua bebannyan.

Sasori membelai surai merah muda adiknya, dikecup kening adiknya itu dengan penuh kasih sayang.

"Tentu, anakmu adalah anakku Sakura. Aku adalah ayahnya". Sakura tidak dapat menahan air matanya, ia membalikan tubuhnya dan balik memeluk nii- chan nya itu dan menangis sejadi- jadinya.

-WAITING FOR YOU-

"Nii-chan, aku ingin jus tomat"

"Nii-chan, aku ingin shish taouk ekstra tomat"

"Nii-chan, mangga"

"Nii-chan, aku mau disuapin"

"Nii-chan ... Nii-chan... Nii-chan..."

Itulah keseharian Sakura selama mengandung. Sakura yang mengandung semakin manja. Sasori sendiri sering kebingungan menghadapi ngidamnya Sakura.

Yah, tapi setidaknya ia belajar menghadapi wanita hamil, sebum benar- benar menghadapi istrinya nanti.

Naruto sesekali berkunjung ke kediaman Sakura di Kanada. Naruto selalu membawa makanan kesukaan Sakura, dan juga sesekali mengirmkannya ke Kanada ketika Sakura benar- benar ingin makanan itu.

Naruto juga selalu menceritakan tengang Sasuke, memberi foto- foto Sasuke yang ia ambil sembunyi- sembunyi. Hal itu membuat Sakura senang bukan kepalang, Sakura bagai anak kecil yang mendapat permen ketika Naruto menceritakan dan mendapat foto- foto Sasuke.

Studi Sakura pun tidak terganggu di University of Toronto, justru Sakura mendapat beasiswa. Terlebih studinya itu tidak membatasinya dengan otaknya yang encer.

.

.

Sasori menikah dengan Akasuna Sara. Keluarga dari ibu Sasori adalah keluarga Akasuna. Bahkan perusahaan yang dilanjutkan Sasori adalah peninggalan keluarga Akasuna. Sasori menikah dengan Akasuna Sara yang mana ia adalah kerabatnya (masih satu marga). Dan tentu saja dalam pesta pernikahan nii-channya Itachi dan Hanna diundang.

Sakura sendiri tidak peduli, terlebih kandungannya belum membesar dan tidak akan diketahui mereka. Ia sangat bersyukur Nii-channya mempercepat pernikahannya sebelum kandungannya membesar.

Sakura mencoba menghindari komunkasi dengan Itachi dan Hanna, dan hanya saling menyapa biasa, seperti mengenai kebohongannya yang mengambil beasiswa di Las Vegas. Itachi dan Hanna sendiri sesungguhnya merasa malu pada Sasori dan Sakura untuk memulai pembicaraan.

Acara pesta pernikahan Sasori dan Sara telah selesai. Sakura berjalan pelan menuju kamarnya. Ia merebahkan diri di kasur King sizenya , tangan kanannya mengelus- elus perutnya yang masih rata itu, air mata mengalir begitu saja dari emerladnya.

"Sasuke-kun, aku tak bisa tidur. Aku merindukanmu" tuturnya pelan.

Tentu saja, melihat Itachi yang memiliki wajah hampir serupa dengan Sasuke membuat Sakura merasakan sesak yang amat dalam. Apalagi sepertinya keinginan bayi ini selalu semangat untuk hal- hal yang berhubungan dengan Sasuke.

Sakura berusaha menepis semua pemikirannya yang tak karuan. Akan tetapi ia tidak bisa. Setelah itu Sakura menangis, setelah merasa puas ia tertidur.

Disisi lain Sasuke merasa hatinya sangat sesak. Ia tak dapat melupakan Sakuranya. Ia merasa rindu mendera jiwanya.

"Sakura, aku merindukanmu" tuturnya pelan dan berlabuh ke alam mimpinya.

-WAITING FOR YOU-

"Haaahh ... haahhh... nii..nii-chan"

Peluh keluar dari pelipis, mengalir terus menerus. Ia merasakan sakit di bagian perutnya.

Sakura saat ini sepertinya mengalami kontraksi pada perutnya. Tapi kandungannya baru saja menginjak delapan bulan.

Sakura terus memanggil nii-chan nya, tapi suaranya bahkan sangat pelan bagai sebuah bisikan.

Tangan kanannya terus mengusap pelan perutnya, sedang tangan satunya berusaha menggapai barang apapun disekitarnya.

Praaanggg... Sasori dan Sara yang sedang tidur pun seketika bangkit. Jantung mereka berdegup kencang. Suara tadi berasal dari kamar Sakura.

Tanpa berfikir panjang mereka menghampiri kamar Sakura.

Braaakkkk...

Pintu itu terbuka menampilkan Sakura yang tergeletak di lantai dengan ketuban yang telah pecah.

Sasori sangat takut, ia langsung membawa adiknya dengan tergesa menuju rumah sakit terdekat. Sara sendiri ikut bersama suaminya sambil menangis memegang tangan Sakura yang bahkan sudah tak sadarkan diri.

.

.

.

.

"Aku rasa kita harus melakukan operasi. Tapi si ibu telah sadar dan ingin melahirkan normal. Kami akan berusaha sebaik mungkin" kata- kata dokter tadi seakan menghantam kepalanya.

Sasori menjambak rambutnya sehingga menjadi acak- acakan. Fikirannya sangat kacau. 'Kenapa Sakura bertindak nekat? Tak taukah itu berbahaya' batin Sasori.

Sakura sedang berusaha di dalam. Sasori dan Sara hanya berdo'a semoga keselamatan menyertai ibu dan anak yang sedang berjuang di dalam.

Suara bayi yang sangat kencang membuat Sasori dan Sara menahan nafas sebentar, dan melepaskan secara perlahan.

Tak lama kemudian dokter keluar ruangan yang langsung di borong pertanyaan oleh Sasori.

"Bagaimana dokter keadaan adik saya? Bagaimana dengan bayinya?"

"Selamat tuan Haruno, nyonya Haruno telah melewati masa- masa sulitnya. Ia berhasil, bayinya ..."

Sasori dan Sara langsung masuk kedalam ruangan tanpa memperhatikan lagi perkataan dokter untuk menemui Sakura dan anggota baru Haruno.

.

.

.

Di Jepang, tepatnya kota Konoha. Uchiha Sasuke merasakan hatinya gundah gulana. Ada sesuatu yang membuatnya tak tenang. Ia berfikir apakah terjadi sesuatu dengan Sakura? . Entah kenapa fikirannya selalu pada Sakura.

Bagaimanapun jarak memisahkan mereka, perasaan mereka tetap terhubung.

Kepercayaan dan cinta serta kasih sayang tulus, yang mereka miliki satu sama lain, terlebih kehadiran anak mereka.

.

.

.

.

.

.

.

~Eight Years Later~

Wanita bersurai merah muda itu membuka tirai yang menghalau cahaya matahari. Perlahan tapi pasti, cahaya- cahaya itu berhasil menembus kaca yang tak tertutupi lagi oleh kain.

Seorang laki- laki menggeliat di atas tempat tidurnya, merasa terganggu akan cahaya yang menerpa wajahhnya. Ia menaikan selimut biru dongkernya hinggga menutupi seluruh tubuhnya.

Wanita itu terkekeh melihat pemandangan pagi hari ini. Sungguh ia sangat gemas sekali melihatnya.

"Good morning dei-kun" bisik Sakura sambil menggelitik laki- laki itu karena sangat sulit dibangunkan.

Mungkin laki- laki itu kelelahan setelah acara jalan- jalannya ke berbagai tempat wisata terkenal di Kanda.

Akhir- akhir ini mereka berjalan- jalan ke tempat- tempat romantis, seperti Old Montreal, Bucharts Garden, Air Terjun Niagara, dan Teluk Fundy.

Anak laki- laki itu terkikik geli dengan apa yang dilakukan wanita di sampingnya. Ia menggeliat sambil terus berusaha melepaskan tangan wanita itu.

"Kaa-chan, Aku akan segela bangun, okey?" Jawab tegas laki- laki yang bernama Deisuke itu.

Lengkapnya Haruno Deisuke. Ya, benar. Dia adalah anak dari Haruno Sakura yang merupakan buah cintanya dengan Uchiha Sasuke. Deisuke tidak menyandang marga ayahnya, karena kedua orangtuanya tidak menikah.

Anak itu sudah tumbuh menjadi anak yang tampan. Jika kalian melihatnya, kalian seolah melihat Sasuke tapi dalam versi juniornya.

Jadi bagaimana mungkin Sakura bisa melupakan cintanya pada Sasuke? Sedang setiap harinya, Sasuke junior dan foto Sasuke yang terpampang jelas, dengan ukuran King size di kamar putranya ini.

Bukan hanya foto Sasuke, foto Sakura, Sasori dan Naruto pun ada, bahkan poster- poster film Transformer pun sangat banyak di dinding kamar anaknya itu.

Deisuke sangat menyukai film- film action. Sungguh seleranya pun tidak dapat diremehkan diusianya yang baru akan menginjak 8tahun. Tapi baik pemikiran maupun sikap serta otaknya yang cerdas tak dapat diragukan.

Bagaimana tidak? Uchiha Sasuke dan Haruno Sakura adalah dua orang yang terkenal cerdas, bahkan mereka dapat lulus dari Universitas kedokteran dengan cepat dibanding yang lain dan telah menyelesaikan studi spesialisnya. Mereka dokter muda sekarang.

"Kau tau, hari ini kita akan pindah ke Jepang. Tepanya ke Kota Konoha" Sakura berusaha tersenyum, tapi yang terlihat justru senyum miris.

Deisuke tersenyum dan mengusap pipi ibunya itu. "Aku akan mandi terlebih dahulu dan akan menyusul kaa-chan ke mobil. Aku sudah siap. Sangat siap pindah kesana" jawabnya antusias.

Sakura mengangguk, Deisuke pun segera menuju kamar mandi. Tentunya mandi sendiri, karena Deisuke termasuk anak yang selalu ingin melakukan segala hal olehnya sendiri selagi ia bisa.

-WAITING FOR YOU-

~Konoha, Jepang~

Sakura dan Deisuke telah sampai di Konoha. Sasori yang pada dasarnya sudah pidah ke Konoha tiga tahun yang lalu menjemput Sakura dan DeiNya.

Naruto pun tak mau kalah oleh Sasori. Meskipun ia sedang banyak urusan bisnis, tapi ia tetap meluangkan waktunya untuk putranya itu. Hinata? Hinata sendiri sedang berusaha profesional bekerja di Konoha International Hospital, karena sulitnya masuk bekerja disana. Jadi ia akan menemui Deisuke setelah beres bekerja.

Sakura dan Deisuke yang mendapat sambutan dari nii-chan dan sahabatnya tentu saja merasa senang.

Sakura sebenarnya enggan pidah kembali ke Jepang, Konoha. Tapi ia ditugaskan menjadi dokter di rumah sakit yang sama dengan Hinata.

Bedanya, Hinata harus bekerja keras untuk dapat bekerja disana. Sedang Sakura justru dipinta oleh negara untuk bertugas disana.

Dan yah, mau tak mau Sakura dengan Deisuke harus kembali ke Konoha untuk urusan pekerjaan, tentunya dengan bersikap profesional.

Sakura sendiri tahu, Sasuke bertugas di KIH juga. Tentu saja informasi itu dapat dipercaya karena Hinata juga bertugas disana.

Mempersiapkan mental, hati dan yang lainnya. Itulah yang Sakura mantapkan dalam dirinya, ia akan siap menghadapi berbagai hal. Terutama menyembunyikan Dei Nya, dari orang- orang yang akan mengambil Deisuke dari tangannya.

Mereka telah sampai di apartemen mewah. Naruto sendiri telah kembali ke kantornya setelah menjemput Ibu dan anak itu. Sakura bersikeras tidak ingin tinggal dengan Sasori . Seperti biasanya, Sakura selalu ingin hidup mandiri. Sara sendiri sempat khawatir, pasalnya Sakura akan bertugas yang mana berarti Deisuke akan sering ditinggal. Tapi bukan Sakura kan jika tidak keras kepala?.

Akhirnya Sasori dan Sara memutuskan untuk memberikan pengasuh dan mengurus apartemen Sakura di Konoha. 'Ayame'. Ayame adalah orangnya. Orang kepercayaan Sasori dan Sara untuk melakukan tugas yang telah dibicarakan tadi.

"Nah Sakura, kau tidak usah khawatir. Deisuke akan bersama Ayame selama kau bekerja. Dia juga sesekali akan membawanya kerumah kami" seru Sara dan mendapat anggukan dari Sakura.

.

.

.

Ini adalah hari yang ditunggu- tunggu, dimana hari pertama ia akan diperkenalkan pada semua rekan kerja, sebelum hari efektif kerjanya.

Setelah sarapan bersama Deisuke serta nasihat- nasihat baik untuk Deisuke dan Ayame, Sakura mengecup putranya kemudian pergi bekerja.

Konoha International Hospital, rumah sakit impiannya bekerja selama ini. Rumah Sakit kelas dunia yang benar- benar tidak memperkerjakan sembarang orang.

Sesungguhnya Sakura merasakan jantungnya berdetak lebih kencang dari biasanya. Ahh~ ia akan bertemu dengan kekasih lamanya, lebih tepatnya mantan kekasih?.

.

.

.

.

.

.

.

*Konoha International Hospital*

-Sasuke pov-

Sangat melelahkan. Setelah melakukan pengecekan pada pasien- pasien ku, para petinggi di rumah sakit ini meminta semua dokter dan perawat yang senggang untuk berkumpul di aula tempat rapat.

Lelah, tapi apa yang bisa aku lakukan ? Bukan kah aku selalu ingin menyibukan diri? Yah, setidaknya penting tidak penting aku tetap hadir sebagai dokter yang taat.

Mendokusai. Satu kata yang ada difikiranku. Kenapa? Karena semua orang di ruangan ini membicarakan kepindahan dokter baru yang digadang- gadang sangat cantik, pintar, dan pujian- pujian lainnya.

Aku tidak tahu kenapa mereka sangat memuji orang yang bahkan belum mereka temui. Orang - orang disini mungkin mulai gila, pasalnya mereka yang bahkan sudah memiliki istri dan kekasih pun sempat- sempatnya membicarakan perempuan lain.

Aku mencoba tetap fokus membaca data- data pasienku dan Hinata berbicara sesuatu yang tidak ku mengerti.

"Sasuke-kun kau datang? Syukurlah. Aku kira kau tidak datang untuk penyambutan dokter satu ini, karena jika kau tidak datang... kau akan menyesal". Aku hanya mengangkat satu alisku tinggi- tinggi.

Aku tak mengerti apa yang dia katakan, solah dokter ini adalah dokter yang spesial. Oh baiklah- baiklah. Dia mungkin dokter yang sangat spesial karena katanya nilai dan prestasi- prestasi lainnya yang mampu membuat University Of Toronto dan negara Kanada tak ingin melepasnya.

Tapi tentunya pemerintah Jepang ingin warganya yang cerdas membantu negaranya sendiri bukan? Oh~ dan sejak kapan aku mulai tertarik dengan topik dokter ini?

Kulirik Hinata yang tersenyum sendu menatapku. Kenapa kekasih si bodoh dobe memasang wajah seperti itu huh? Aku tidak peduli, aku hanya menggelengkan kepalaku. Aku merasa tidak peduli dengan apapun itu.

Semua dokter dan perawat berkumpul. Tsunade sensei adalah kepala rumah sakit ini. Ia datang dan memulai pidatonya yang menurutku tidak penting. Aku hanya menundukan kepalaku, berpura- pura mendengarkan . Sampai suara kepala rumah sakit ini menyebutkan satu nama yang membuat tubuhku menegang dan langsung mendongakan kepala.

"Nah ini dia dokter muda baru kita yang berasal dari lulusan University Of Toronto, Haruno Sakura. Silahkan Haruno-san perkenalkan dirimu" .

"Haruno Sakura tomoshimasu, saya dibagian spesialis kandungan. Douzo yoroshiku onegai shimasu"

Sakura? Sakura ? Sakuraku? Sakura yang hilang? Sakura yang selalu ku tunggu? Oke cukup.

Sakura memperkenalkan dirinya dengan senyum khas alaminya.

ahh~ senyum itu, senyum yang selalu ku rindukan. Sakura bahkan terlihat sangat manis.

Tatapan mata yang menyejukan dan wajah yang cantik, manis yang bertambah dewasa semakin memukau dengan tetap terkesan imut.

Dia adalah Sakuraku, aku tau itu, dia Sakuraku yang hilang dulu, dia kembali, kembali.

Lihatlah semua mata menatapnya dengan kagum. Hey, kalian sudah beristri dan hey apa ini ? Dokter Tanaka dan Dokter Gaara disampingku pun orang yang hampir sama dinginnya sepertiku ikut terpana.

Ingatlah kalian sudah memiliki istri dan kekasih. Oh ya aku lupa, akupun memiliki seorang tunangan.

-Sasuke end pov-

-TBC-

A/N:

Balasan review :

Bang Kise Ganteng : wahh iya makasih yaa J hehehe liat aja kelanjutannya yaa ;);) udah ketauan kan dichap ini siapa pemuda itu heheehe buat GaSaku akan dhe-chan pertimbangkan :D masalah lemon iya aku kabulkan, soalnya aku ga bisa buat lemon wkwkwk XD konflik berat, liat aja nanti deh ya hehe :D ini udah kilat belum ? :D

Makasih ya udah review ^^

EchaNM: hahaha iya gapapa :D wahh, maafkan ide pasaranku ini yaa caa T.T selalu semangat XD makasih udah review ^^

CrimsomQueenLunatic : ini udah lanjut, makasih ya udah review ^^

LovelyLany : ini udah update ;) makasih udah review ^^

Dewie867 : aku juga gitu pas ngetik ini malah baper .. kita samaan hikss… hikss .. *lebay dhe-chan mah* ini udah cepet belum ? :D Makasih ucapannya, dan makasih juga udah review ^^

Guest : aduhh namamu siapa ? ikuti terus fic ini yaa .. makasih dah review ^^

Euri-Chan : ini udah lanjut. Ga jahat sih cuman.. aaa liat aja chap selanjutnya :D makasih udah review ^^

Herarara : makasih yaa :D ini udah update, makasih juga udah review ^^

Cemberut : cemberut jangan cemberut dong, smile smile :D XD makanya ikuti terus fic ini hehe makasih udah review ^^

Zielavienaz96 : nahhh…Inolovers yaa ? maaf yaa Ino aku buat OOC banget T.T buat jawaban keinginan kamu ada di chap-chap selanjutnya. Ikuti terus fic ini . makasih udah review ^^

Gues :lain kali pakai nama yaa hehe biar ga ketuker sama yang lain :d chap kemarin emang pendek soalnya masalalu yang dibahas sekilat aaja :D wahh jahat yaa kamu hehehe kita liat aja nanti dichap selanjutnya :D makasih lohh udah review :D

Gues : Buat kamu yang lagi pusing, makasih udah nytempetin waktu kamu buat ngflame karya dhe-chan. Sebut aja dhe-chan cengeng dan baper. Tapi dhe-chan langsung nangis loh baca review kamu T.T buat permintaan kamu hapus tokoh Ino itu ga mungkin soalnya Ino punya peran penting disini. Lagian kamu kan belum tau sampe selesai ceritanya gimana. Aku juga ga maksud buat kamu sakit hati koo T.T Oiya aku niat nanggepin kamu, Cuma kamu pake "GUES" segala.. Coba login , kita kan bisa diskusi. Toh perlu kamu tau juga, semua cerita punya alurnya masing- Masing ^^ thank's dah review ^^

akhirnya satu persatu tokoh dhe-chan munculkan dan pemuda berambut merah itu adalah "Akasuna Sasori" my Lovely ;)

Mungkin ada yang bertanya kenapa dhe-chan pilih Kanada ?

Jawabannya adalah karena ya itu salah satu impian masa SMP dhe-chan, kalo dhe-chan nikah terus bulan madu pengennya ke kanada atau Milan, tapi yaa kaya nya cuma mimpi yaa *curhat mulu dhe-chan mah *gomenasai*

Tadinya dhe-chan sempet pengen gam au lagi buka ffn gara- gara review itu .tapi dhe-chan udah janji dan selalu konsisten T.T entahlahh.. semangat sama moodnya jadi ancur gini T.T

Akhir kata Arigatou buat yg fav&foll apa lagi yg review .. pokonya lophelophee duingduingg buat kaliaaann ({})