.
.
Selenavella production
Proudly present
Aideen © Selenavella
WARNING : OOC, AU, Bad Language, Typo
The character belong to Masashi Kishimoto-san
While, The story forever mine
.
.
I didn't know, how and when I started to looking at you in different stares
STORY SIX (Helpless girl)
.
.
Sakura berjalan dengan wajah senyuman manis. Semua orang tahu, ia berarti merupakan tanda bahwa gadis itu sedang marah. Menahan marah lebih tepatnya.
Bagaimana ia tak marah! Kami-sama! Setiap orang menanyakan pertanyaan yang sama!
'Bagaimana-kau-bisa-menjadi-pengawas-Sasuke-sama.'
6 kata yang memuakan!
Bagaimana bisa berita menyebar sebegitu cepatnya! Yang tahu hanya dia, Nona Tsunade, Ino, dan Sasuke sendiri! guru-guru bahkan tidak tahu mengenai hal ini –ia meminta nona Tsunade untuk merahasiakannya, !
Tak mungkin ia yang membocorkannya. Ia lebih memilih loncat dari menara timur –yang merupakan menara tertinggi di Aideen, dibandingkan mengatakan kepada semua orang dengan bangga bahwa ia adalah pengawas si berandalan sialan itu! Ia masih waras untuk tak memberitahu orang-orang, mengingat semua fansgirl Sasuke adalah orang-orang kanibal! Bisa-bisa ia dimaka hidup-hidup jika ketahuan sedang ada masalah dengan prince mereka.
Rasanya kepalanya mau pecah!
Apalagi, si gadis merah yang mengaku kalau ia ketua dari Uchiha Sasuke FansClub terus menerus menanyainya tanpa henti! Lama-lama ia bisa mengamuk dan menghancurkan Aideen! Sungguh, jika ia tidak mengingat bahwa ia adalah seorang ketua murid dari Aideen Academy. Barangkali, ia akan mencabut kepala si merah itu.
"AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!" teriak Sakura frustasi.
Setiap orang di koridor memusatkan perhatiannya pada ketua komite kedisiplinan Aideen Academy itu. Mungkin, saat ini mereka semua memiliki sebuah pertanyaan besar dalam otak mereka. Apakah gadis ini masih mempertahankan kewarasannya?
Sakura lalu mendelik marah pada mereka semua. "Apa kalian lihat-lihat!" bentaknya. Ia jengkel, tidak! Lebih tepatnya ia marah. Sangat marah.
Mereka semua lalu memalingkan wajahnya dari Sakura. Tak mau kena hukuman oleh gadis itu. Meskipun begitu, mereka masih saja berbisik-bisik membicarakan gadis Haruno itu. Sakura mendengus jengkel. Ia lalu berjalan kembali lagi.
Ia tak mengerti bagaimana mungkin hal ini bisa terjadi! Ia tak mungkin menyebarkan bahwa ia merupakan pengawas si berandalan itu.
Dan, Ino tidak mungkin membocorkan hal itu. Satu, Ino tahu Sakura akan marah besar dan bukan tak mungkin akan menghancurkan koleksi tas-tas berharga dan mahal miliknya. Dua, Ino masih menyayangi nyawanya.
Apalagi, Nona Tsunade! Itu juga tak mungkin. Mana mungkin, seorang kepala sekolah gemar bergosip? Oke, mungkin Nona Tsunade gemar berjudi dan minum-minum. Tapi, bergosip? Oh tidak tidak tidak.
Jadi, orang terakhirlah yang paling mungkin.
Siapa lagi yang ingin membuatnya menderita lebih dari lelaki brengsek itu? Sakura berani bertaruh saat ini lelaki brengsek itu tengah tertawa keji dengan penuh suka cita! Sejak kecil, sampai saat ini ialah orang yang paling senang jika Sakura menderita.
Uchiha Sasuke.
"Uchiha," desis Sakura. Ia lalu berjalan cepat. Semakin lama semakin cepat, hingga saat ini ia sudah bisa dikatakan nyaris berlari. Ia membiarkan kakinya membawanya berlari dengan sendirinya. Kakinya berlari sesuai dengan instingnya.
Ia tahu tujuannya.
Aideen Academy Ice Skating Rink!
.
.
Sakura menengok kearah kiri dan kanan. Mencari sesosok lelaki bermodel rambut pantat ayam –kata Sakura dan menurut Sasuke itu dinamakan emo. Model aneh yang di anut lelaki itu sejak kecil. Model aneh menurut Sakura, tapi sangat keren bagi para Uchiha blablabla club.
Ia akhirnya menemukan lelaki itu tengah bermain hoki sendirian. Ia terlihat menikmati permainannya sendiri. Seolah ada di dunianya sendiri. Oh, great! Sasuke tengah bersenang-senang, sementara dirinya tengah terjebak di nerakanya!
Lelaki menyebalkan.
"UCHIHA!" teriak Sakura.
Ia lalu berlari ke sisi arena ski. Tak berani masuk, apalagi untuk meluncur di atas es ia tidak berani, akan memalukan jika ia sampai terjatuh nanti, "kemari kau!" teriak Sakura galak.
Sasuke menghentikan permainannya. Ia menyangga tubuhnya pada sebilah tongkat hoki, "oh, halo Haruno," kata Sasuke sembari mengacungkan sebelah tangannya, "mencariku eh?"
"TENTU SAJA!" raung Sakura jengkel. Sakura menunjuk lantai di bawahnya, "kemari kau!"
Sasuke mengerutkan alisnya, "yang butuh itu siapa? Kau semestinya yang kemari," kata Sasuke sembari memandang Sakura dari atas hingga bawah.
"Demi Kami-sama! Apa sulitnya sih! Kemari saja!"
Sasuke menggeleng cepat, "Tidak mau. Kaukan yang butuh, jadi masuk saja ke dalam arena 32C." Cemooh Sasuke sembari menyeringai. Ia lalu meluncur cepat menjauhi Sakura.
"SASUKE! DASAR MENYEBALKAN! BRENGSEEEK! KEMARI KAU!" umpat Sakura sembari melompat-lompat menginjak-injak lantai marmer. Wajah Sakura mulai memerah.
Ia tahu lelaki itu jelas-jelas bermaksud menghinanya! Jelas-jelas, semenjak dulu ia tak bisa bermain ski! Dan lelaki itu bermaksud merendahkannya! Dan, apa maksudnya dari 32C itu? Laki-laki mesum itu mengejek ukuran dadanya! Dasar lelaki sialan! Baru kurang dari 1 jam ia berfikir laki-laki itu cukup baik dan sekarang?
SEKARANG IA MENARIK KATA-KATANYA! LELAKI ITU ADALAH IBLIS DARI NERAKA YANG DIKIRIM KHUSUS UNTUK MENYIKSANYA.
"Tidak berani menginjak es Haruno?" Sasuke berbicara dengan anda mencemooh.
Sakura menatap lelaki itu dengan mata yang menyipit, "sok tahu sekali kau Uchiha."
Sejak kecil Sakura membenci es! Ia tak pernah bisa berjalan atau meluncur dengan tegak di atas es. Pasti saja ia selalu jatuh. Dan akan terlihat tolol sekali jika ia sampai jatuh di hadapan Uchiha muda itu. Bukan sekali atau dua kali lelaki itu mengolok-olok dirinya yang tak bisa berseluncur dengan baik. Dan, kelemahan Sakura itu adalah kelebihan Sasuke. Dasar sialan.
Pangeran Aideen itu, terkenal akan kelihaiannya berseluncur di atas es. Karena itulah, ia merupakan kapten hoki dari asrama Lyon.
Menyebalkan.
Ia merasa benci ketika menyadari dirinya lemah. Lebih lemah dibandingkan Sasuke.
"Kemarilah, kau tahu berseluncur seperti ini," cemooh Sasuke sembari melemparkan seringai mengejeknya, ia memberi jeda sebelum melanjutkan kalimatanya, "…rasanya menyenangkan." Lalu dengan seringai menyebalkannya Sasuke dengan ringan berhenti tidak jauh dari Sakura –namun masih di atas es, "ups, aku lupa kalau kau tidak bisa berseluncur."
Sasuke berseluncur mondar-mandir di depan pintu masuk arena ice skating itu –yang dimana dipintu itu pula Sakura berdiri. Wajah Sakura sudah memerah, dari awalnya malu karena ejekan Sasuke mengenai dadanya sekarang ia memerah karena menahan marah. Ia lalu berteriak, "kau kira aku tak berani hah!"
Sakura lalu melangkah di atas es. Udara dingin langsung menyergap kakinya. Oh, shit! Ia lupa kalau saat ini ia sedang memakai rok!
Langkah pertama. Oke.
Langkah kedua. Mulai goyang.
Langkah ketiga...
BUAAAAAAAAAAGHH!
Sakura terjatuh dengan bokong terlebih dahulu.
Tawa Sasuke meledak. Ia memegangi perutnya yang sakit karena tertawa, "huahaha, Baka! Meluncur saja tak becus!" Ejek Sasuke masih sembari tertawa terbahak-bahak.
"UCHIHA!"
HOLLYCRAP! INI MEMALUKAN SEKALI!
.
.
"Kau kenapa sih Sakura?"
Sakura menatap tajam Ino, "menurutmu?"
"Aa, gosip itu ya," kata Ino seraya mengangguk-anggukan kepalanya. Gadis Yamanaka itu lalu tersenyum lebar, "kalau aku pasti malah akan bahagia di gosipkan seperti itu."
"Aaaaaaaa, aku harus bagaimana sekarang!" Seru Sakura seraya mengacak-acak rambutnya dengan frustasi. Ia menatap Ino dengan tatapan memelas, "aku itu punya dosa apasih sampai raja setan mengirimkan iblis terkutuk itu ke muka bumi!" Sakura berkata pelan dengan nada putus asa.
Ino menghirup jus jeruknya seraya menggerak-gerakan kepalanya, "uhm, menurutku jikapun Sasuke itu iblis. Tapi…" Ino memberikan jeda beberapa waktu sebelum melanjutkan perkataannya dengan berbisik pelan, "dia iblis yang seksi…"
"Ih, pikiranmu itu ya kotor sekali sih!"
Ino lalu tertawa dengan keras, "ya ampun! Kau seperti gadis berumur 10 tahun saja yang masih polos!"
"Ugh, itu memang menjijikan Yamanaka!" Cibir Sakura.
"Ya ya ya, oh dan aku hanya ingin mengingatkanmu hati-hati ya dengan para fans Sasuke. Well, yah walaupun aku meragukan mereka berani menyerangmu. Tapi, tetap saja hati-hati."
Sakura memutar matanya bosan, "ya aku mengerti. Tapi, aku meragukan bahwa mereka sampai-sampai berani mendekati apalagi mencari gara-gara denganku Ino. Aku yakin, mereka tidak mau mati muda."
"Oh, aku nyaris melupakan bahwa kau bisa mematahkan badan orang-orang hanya dengan satu tangan," ino berkata dengan nada sarkastik.
Ketua murid Aideen itu tersenyum tipis, "terkadang aku itu berfikir, aku belajar sedikit bela diri dulu itu ternyata bagus juga. Mungkin, kalau kau nanti macam-macam berbicara tentang aku dan Uchiha itu aku bisa sedikit mematahkan tanganmu pig."
"Dasar, sombong sekali kau bisa bela diri saja, kau dan bela dirimu itu sama saja dengan Sasuke dan permainan hokinya," gerutu Ino.
Sakura lalu menyipit tidak suka saat mengingat kejadian tadi, dia bahkan belum menceritakan kepada Ino tentang kejadian memalukan di arena ski tadi. Karena ia tidak sanggup bercerita, dan pasti Ino juga akan menertawai kebodohannya karena tidak bisa berseluncur, –Ino tahu ia tidak bisa berseluncur tapi ia tidak tahu seberapa buruknya Sakura dengan es terkutuk itu.
Ingatan Sakura melayang ke kejadian beberapa jam yang lalu.
Setelah Sakura dengan wajah merahnya berusaha bangun dan terjatuh lagi, Sasuke bukannya berlagak baik dengan mengulurkan tangannya atau apa –well tidak seperti Sakura akan menerima bantuannya sih, tapi lelaki itu malah makin menertawai Sakura yang terpogoh-pogoh berusaha keluar dari arena es itu. lelaki brengsek itu dan es terkutuk, sangat cocok.
Sakura saat itu bahkan sampai menyumpahi agar Uchiha tolol itu mati karena tertawa.
Bahkan kini ia tengah berpikir ratusan kali siapakah yang menyelimutinya malam kemarin. Kemungkinan bahwa U.S adalah Uchiha Sasuke rasanya sekarang sedikit mustahil mengingat sikap lelaki brengsek itu tadi saat di arena es.
Lelaki mana yang bisa berubah secepat itu! Mungkin, memang bukan lelaki iblis brengsek itu yang memberikan selimut padanya malam tadi. Oke, ada 4 kemungkinan tentang masalah selimut itu.
1. Semalam, seorang hantu merasuk ke tubuh Sasuke dan mengambil alih tubuhnya untuk berbuat baik pada orang-orang.
2. U.S itu bukan Uchiha Sasuke. Bisa saja itu nama merk, dan bukan 1 orang yang memiliki inisial U.S. Bisa sajakan itu inisial dari Umeihara Satsuki, Usagi Seiki, atau siapapunlah.
3. Salah satu anak student council merasa kasihan padanya lalu mengambilkan selimut di asramanya, namun kebetulan ia salah mengambil selimut dan ternyata selimut yang diambil adalah milik pangeran asrama Lyon itu.
Dan kemungkinan inilah yang rasanya menggelikan,
4. Sasuke memang orang yang memberikannya selimut.
Rasanya kemungkinan 1-3 mustahil, tapi kemungkinan ke-4 juga lebih ia ragukan. Maksudku, ia adalah seorang UCHIHA SASUKE. Dan seorang Uchiha Sasuke tidak akan berbuat baik pada Sakura. Lelaki itu musuhnya, dan si brengsek itu akan lebih bahagia jika Sakura tersiksa, atau sakit, atau apapun yang intinya bisa membuat gadis itu menderita.
"Jangan bicarakan soal Uchiha lagi Ino, lama-lama aku muak juga mendengar namanya," Sakura mengacak-acak rambutnya dengan frustasi. "Dia membuatku gila karena selalu memikirkan dirinya dan tingkah laku ajaibnya," gerutu Sakura.
"Ugh kau tahu tidak? Aku selalu beranggapan bahwa kau dan si pangeran Lyon yang seksi itu saling menyukai, mungkin saja kalian ternyata berpacaran diam-diamkan," kata Ino seraya mengangkat bahunya acuh.
Sakura memutar matanya bosan, "yang benar saja."
"Serius! Tapi, hey! Kau tidak sedang berpacaran diam-diamkan dengan pangeran seksi kita?" Ino bertanya dengan cuek.
Sakura mendelik, lalu ia melanjutkan meminum jusnya dengan wajah yang tertekuk, "aku dan Sasuke berpacaran? Kau pikir aku mau membuat ayahku membunuhku ya?"
.
.
"Sakura, kau tahu bukan kalau Aideen charity tahun ini di adakan minggu depan?"
Ketua Aideen itu mengangguk kepada kepala sekolahnya, menunjukan bahwa ia mengerti apa yang kepala sekolah itu katakan, "ya, nona Tsunade."
"Dan, kau sudah memiliki rencana untuk apa yang akan di jual untuk menambah uang charity? Kudengar, para student council akan menjual makanan seperti kue, apa benar?" Tsunade menyangga kepalanya dengan kedua tangannya.
"Ya, saya dan para anggota student council akan memasak bersama. Beberapa orang terampil dalam hal kuliner. Saya rasa itu tidak akan menjadi masalah besar," kata gadis itu yakin.
Tsunade menganggukan kepalanya, "kalau begitu, kau sudah menyiapkan semua untuk acara itu?"
"Ya, sudah saya persiapkan nona."
"Kalau begitu kau boleh keluar," kata Tsunade seraya mengibas-ngibaskan tangannya.
Sakura mengangguk, lalu ia membungkukan tubuhnya sedikit dan berjalan menuju pintu keluar dari ruangan nona Tsunade , Sakura membuka pintu itu lalu mengayunkannya terbuka.
Derap langkah ketua murid Aideen itu terdengar menggema di koridor. Gadis itu menghela napasnya, wajahnya menunjukan raut frustasi. Raut tidak suka terlihat jelas di wajahnya.
"Ugh! Kenapa harus memasak sih?"
Haruno Sakura jelas-jelas bukan seseorang yang ahli dalam hal masak-memasak. Saat di suruh untuk memasak air, bisa saja ia malah membiarkan dapur tersebut terbakar. Atau, alih-alih menambahkan gula ia malah akan menambahkan garam. Intinya, itu jelas-jelas aib untuk seorang Haruno!Ia memiliki ribuan pembantu, sehingga dulu ia tidak pernah memusingkan hal-hal sepele seperti memasak.
Ia bukan orang yang cocok dengan hal berbau dapur.
Sakura berjalan terus sendiri menuju asramanya –asrama bersama si brengsek Uchiha, dengan raut wajah seperti itu rasa frustasi Sakura terlihat begitu nyata, begitu transparan. Hinga rasanya orang-orang yang berpapasan dengan gadis Haruno kita akan tahu seberapa kesal dirinya saat ini.
"Kenapa aku tidak bisa memasak sih!" Desis Sakura dengan wajah yang cemberut. Ia lalu memasukan password asramanya lalu ia mengayunkan pintu terbuka.
Aroma segar pohon pinus yang kebetulan dekat dengan asramanya tercium dari dalam asramanya. Ia tadi pagi sengaja membiarkan jendela asramanya terbuka. Letak asramanya dengan hutan dan juga danau membuat dirinya terkadang bisa merasakan aroma segar hutan pinus yang berada tepat di samping Aideen Academy. Asrama Sakura memang memiliki letak strategis.
Asramanya bisa dikatakan sebagai asrama dengan tingkat kenyamanan yang paling tinggi. Sama nyamannya juga dengan asrama Grunther –yang berada tidak terlalu jauh dari asrama ketua murid. Tapi, mungkin memang asrama yang memiliki pemandangan paling indah adalah asrama Lyon. Si orang-orang brengsek itu bisa menikmati pemandangan danau dari kaca mereka.
Kenapa?
Karena ruangan rekreasi asrama mereka –anak asrama Lyon, berada di bawah danau. Dan, kamar tidur mereka terletak di atas permukaan tanah.
Kesadaran Sakura kini tengah kembali sepenuhnya, pantry khusus ketua murid kini terlihat nyata di depannya. Sakura menghela napasnya, "ini akan menjadi sore paling panjang."
.
.
"Ugh! Bau apa ini?"
Sasuke memasuki asrama ketua murid masih dengan seragam hoki Lyon yang menempel di tubuh atletisnya. Terlihat keringat membasahi tubuhnya. Bukannya membuat Sasuke terlihat menjijikan, justru itu menambah kesan seksi cowok Uchiha itu.
Uchiha muda itu kini memandangi asrama barunya dengan pandangan heran, asap berwarna hitam yang kini mulai menghilang tertiup angin yang berada di samping pantry itu menunjukan tanda bahwa cewek berambut merah jambu itu baru saja gagal memasak sesuatu. Seonggokan benda menjijikan yang berada di meja pantry memperkuat dugaan Uchiha muda itu.
"Berisik!"
Sasuke menoleh ketika mendapati sang ketua murid tengah memandangi benda abstrak berwarna hitam di depan kedua mata gadis itu. Dari bentuknya, sepertinya awalnya benda itu adalah adonan kue. Sasuke sekarang yakin apa yang tengah ketua murid cewek itu tengah lakukan.
"Kau… memasak?" Sasuke bertanya dengan pandangan heran, ia kembali mengulangi pertanyaannya berulangkali, "maksudku kau benar-benar memasak? Seorang Haruno Sakura memasak? Kau? Apa ini april mop atau apa?"
Sakura mendelik ke arah Sasuke, "diamlah Uchiha!"
Sasuke memandangi Sakura heran, seolah-olah gadis itu berasal dari alam lain. Dia sendiri heran, untuk apa pewaris kerajaan bisnis Haruno itu belajar memasak? Seumur-umur dirinya mengenal Sakura, tidak pernah sekalipun ia melihat gadis galak itu tertarik dalam hal yang bersangkut paut dengan dunia tata boga.
Sekali-kalinya ia melihat gadis itu memasak adalah saat gadis itu berada di tingkat 1 untuk memasak cookies dan Sasuke ingat bagaimana cookies yang gadis itu buat berujung menjadi sebuah arang. Cookies yang seharusnya berwarna kecoklatan, di tangan pewaris Haruno itu berubah menjadi berwarna hitam. Gadis itu bukan tipe perempuan yang berbakat dalam hal masak-memasak.
Intinya gadis itu benar-benar harus di jauhkan dari dapur.
Haruno Sakura dengan dapur itu sama mengerikannya dengan Uchiha Sasuke dengan sepatu high heels.
"Well, terserah kau saja Haruno," Sasuke lalu berjalan ke kamarnya bersiap-siap untuk membilas seluruh tubuhnya.
Sebelum menutup pintu kamarnya Sasuke menoleh dan tersenyum mengejek, "hati-hati jangan sampai kau nanti membakar pantry Haruno."
"Berisik!"
.
.
"Kau yakin memang begitu cara membuatnya?"
Sakura mendelik ke arah Sasuke, "kukatakan berapa ratus kali, pergi dari hadapanku Uchiha! Kau kira aku sudah memaafkanmu!"
"Memaafkanku? Kapan aku berbuat salah padamu?" Sasuke lalu menggigit tomatnya. Aroma mint menguar dari tubuh Uchiha itu.
Sakura nyaris saja melemparkan adonan kue yang ada di tangannya, kalau saja tidak ingat bagaimana sulitnya membuat adonan itu barangkali adonan kue itu telah melayang ke kepala si brengsek Sasuke itu, ia menghela napasnya lalu menatap Sasuke jengkel, "kau amnesia, idiot, tolol, atau apa? Kau ingin aku bunuh hah?"
"Ah, pasti soal gosip itu bukan?" Sasuke menyeringai, "walaupun aku diam, tidak akan membutuhkan waktu lama bagi para wanita itu untuk menemukan hal sepele ini," Uchiha muda itu lalu melanjutkan perkataannya lagi, "kau harus mulai berhati-hati sekarang Haruno. Mereka mungkin saja sekarang tengah merencanakan pembunuhanmu. Mengingat betapa populernya aku dimata para wanita itu, bukan tidak mungkin mereka gelap mata dan membunuh segala halangan untuk bisa bersamaku," ujar Sasuke seraya menggigit tomatnya kembali.
"Ya Tuhan! Dibandingkan menggangguku, lebih baik kau masuk kamar saja! Atau pergi mencari gadis jalang, pokoknya jangan ada di depanku!"
"Kau yang mengatakan kau akan mengatur kegiatankukan? Kenapa malah menyuruhku keluyuran lagi heh," Sasuke menatap gadis yang masih saja berkutat dengan adonan dan resep kuenya, gadis itu terlihat kesulitan, "kau butuh bantuanku?"
"Seperti kau bisa memasak saja," cibir Sakura, gadis itu kembali membaca buku resepnya, "pergi sana aku tidak butuh bantuan seorang keturunan Uchiha."
"Kenapa harus membawa nama keluarga Haruno," Sasuke bangkit dan berjalan ke arah gadis Haruno itu, "jaga mulutmu, keluarga Uchiha itu sempurna. Kami berbakat dalam berbagai hal, jadi minggir. Anggap saja sebagai penebusan dosaku," Sasuke lalu mendorong Sakura agar menyingkir dari hadapan adonan tersebut.
"HEY!"
"Kau itu membuat apasih? Adonannya tidak mengembang, warnanya pucat begini," gerutu Sasuke.
Sakura menarik mangkuk adonannya, ia lalu menatap Sasuke dengan tatapan dinginnya, "pergi. Aku tidak butuh bantuanmu Uchiha."
Sasuke mendecih dan memandang Sakura dengan tatapan yang tidak kalah dinginnya, "cih, kau dan kearogananmu yang memuakan."
"Kalau begitu pergilah, aku tidak membutuhkanmu Uchiha."
Sasuke menatap mangkuk Sakura, "kau kira kau bisa belajar memasak dengan waktu sebegitu singkatnya Haruno? "
"Kuulangi lagi, aku tidak membutuhkan bantuanmu. Uchiha." Sakura menekankan kalimat terakhirnya, "jangan sok mencampuri urusanku."
"Kau itu harus menyadari bahwa kau itu orang biasa yang membutuhkan bantuan orang lain."
Sakura menatap Sasuke dengan tatapan menantang, "lalu? Aku sanggup mengerjakan segalanya sendirian. Kau orang brengsek yang sok tahu dan selalu ikut campur. Kau tahu? Aku ti –"
BRUK!
Tubuh gadis Haruno itu terdorong hingga terpojok ke dinding pantry asrama ketua murid itu, mangkuk berisi adonan yang susah payah Sakura buat kini terjatuh dan adonannyapun jatuh ke lantai marmer yang kotor itu. Adonan yang susah payah ia buat kini bahkan menjadi onggokan sampah. Ia ingin marah sekali pada si brengsek itu. Beraninya ia membuat hasil kerja Sakura menjadi sampah seperti itu.
Tapi, amarahnya bahkan kini tidak bisa menandingi rasa kagetnya.
Kenapa?
Karena, sepasang mata onyx yang tajam menatapnya dengan pandangan dingin yang bahkan lebih dingin dari biasanya.
Udara di sekelilingnya seolah-olah tersedot dan membuat dirinya merasa sesak. Napasnya tercekat, rasa tak nyaman mulai menggerogoti dirinya. Ia menarik nafasnya lalu menghembuskannya secara perlahan, ia mencoba membuat dirinya merasa tenang. Walaupun pada akhirnya itu sama sekali tidak berguna. Dirinya tetap saja merasa panik.
Sakura merasa sangat panik, sampai rasanya jantungnya sudah meloncat keluar dari tubuhnya. Sakura tahu walaupun lelaki brengsek ini sangat brengsek, tapi Sasuke tidak pernah sekalipun bermain fisik, apalagi menyentuh Sakura. Sejak pertama kali mereka kenal, hingga menjadi musuh abadi seperti sekarang, bisa di hitung oleh jari berapa kali Sasuke menyentuh Sakura.
Pegangan tangan Sasuke pada Sakura makin mengerat. Pandangan dingin Sasuke kini berubah menjadi pandangan menghina andalannya.
Apa... yang terjadi?
Kepalanya terus berusaha memproses dan berpikir tentang apa yang tengah Uchiha Sasuke lakukan pada dirinya.
"Kau terlalu sombong Haruno, kau harus menyadari bahwa kau itu cewek biasa. Kau terlalu sombong, bahkan untuk meminta bantuan orang lain."
Perut Sakura seperti di kocok-kocok, rasa mual menjalari dirinya. Ia menelan ludah dengan susah payah, "a-apa maksu –"
Sasuke memotong perkataan Sakura, "maksudku?" Sasuke memberi jeda, ia lalu mendengus dan dengan perlahan mulai melepaskan tangan Sakura, "maksudku. Kau selalu memaksakan diri, sekali-kali sadarlah orang-orang tidak akan menertawaimu karena kau gagal. Kau, tetap seorang cewek Haruno Sakura."
Sasuke lalu membiarkan tubuh Sakura merosot dan jatuh terduduk di lantai. Lelaki itu berjalan dengan cuek, seolah-olah tidak terjadi apapun. Ia melenggang ke arah pintu asrama dan membuka pintunya. Ia lalu keluar dari asrama dan meninggalkan Sakura sendirian. Sakura terdiam, ia lalu menatap lantai dengan pandangan kaget bercampur heran.
Ia tidak pernah mengira ada seseorang yang mengatakan hal seperti itu padanya. Apalagi Sasuke yang mengatakannya. Pertama, karena Sasuke merupakan musuhnya. Kedua, karena Sasuke seorang Uchiha. Lelaki itu peduli padanya?
Jangan bercanda, maksudku UCHIHA SASUKE? PEDULI PADANYA?
Bahkan untuk ukuran lelucon, itu sama sekali bukan lelucon yang lucu.
"A-apa maksudnya?"
Uchiha muda itu kini meninggalkan gadis cantik kita dengan tanda tanya besar di kepalanya. Sebuah pertanyaan muncul dengan alami di kepalanya saat ini.
Bahkan untuk ukuran orang sejenius Sakura, ia masih tidak bisa menjawab pertanyaan itu.
.
.
Catatan Abal Author :
Ulalalala, ini gatau kenapa saya lagi seneng banget nulis Aideen. Draft buat chapter 8 aja udah jadi~ mungkin karena alasan, ide buat Aideen lagi mengucur dengan deras-derasnya. Dan, itu sceene terakhir bikin saya jerit-jerit pas ngebayanginnya! UWAAAAAAAAAAAAAAAA PENGEN DIGITUIN SAMA SASUCAKES XD
Dan disini ada beberapa hint sih, kalo pada sadar itu juga huehehe.
Eh,mau nanya dong. Kalo ada tanda tanya sebelum tanda petik seudah tanda petik itu ada huruf lagi itu harus pake huruf kecil atau kapital, contohnya :
harus gini -blablabla?" Ujar Sasuke.
Atau - blablabla?" ujar Sasuke.
Itu bikin bingung aslinya.
Terus, kalo kalian milih lebih suka fanfic yang bertema fantasia tau drama? Soalnya saya mau publish fanfic baru lagi XD
Btw, reviewnya nyampe 16! Uwooo, hebat banget. Ayo ayo, sillet reader apalagi yang ngefave langsung kabur rada di review dong, nanti makin sering di update deh Aideennya~
Review non login :
Sagaarayuki : iyaa ini di update huehehe. Kiba tuh naksir Sakura udah dari lama ko, ehehe makasih yaa udah ngucapin happy birthday ^^
Kikyo Fujikazu : Ini udah di update koooo~
Cherry snow : waaah makasih pujiannya! Iyaa, ini udah dipanjangin lagi ko hehehe. Makasih yaa ucapan HBDnya, hehe. Ini udah di update yaaaa
Witthechavalery ga login : soalnya kalo Sasuke ngerjain neraca, rasanya gamungkin dia tiba-tiba baik banget gitchuuu~ novelnya? Untitled as know as belom berjudul! Hehehehe, updated yaaa
Uchiharuno phorepeerr : makasih pujiannya! Updated yaaaa
Special thanks :
4ntk4-ch4n ; sagaarayuki ; Kikyo Fujikazu ; cherry snow ; witthechavalery ; chocolatess ; Riku Aida ; kurokurokarasu-chan ; Cassie Disandi ; Soldier of Light ; eet gitu ; Sky pea-chan ; Kira Desuke ; akasuna no hataruno teng tong ; uhiharuno phorepeerr
.
Review again please?
.
.
Xoxo
Arisa-chan
