jadi, dari semua drabble saya di timeline LINE, ini adalah fict yang paling paling paling pertama yang saya tulis. saya terangin sedikit, dipikiran saya waktu nulis ini adalaah semua manusia hidup berdasarkan suhu tubuh. panas dan dingin. panas hanya akan berpasangan dengan panas, begitu pun dingin. terus...
ntar kalau ngerasa fict yang ini gak jelas, saya maklum. ini fict pertama yang saya tulis setelah sekian lama nggak nulis fict lagi.
fict terakhir kan yang KyuMin Destiny,itu aja tahun 2014 akhir. setelah itu saya nggak pernah nulis fict lagi.
saya ingat, waktu itu saya bangun kepagian karena AC di kamar sepupu saya dinginnya minta ampun. terus kepikiran bikin ini.
baca aja ya. hehe
"terimakasih sudah menghangatkan malam-malam dan pagiku, Jin-ah..."
XXX
seingatnya, paginya tak pernah sehangat ini. tidak pada saat musim dingin, pun musim panas. karena selama ini paginya selalu saja dingin.
mungkin itu karena dekapan yang dia terima sejak malam menjemputnya hingga pagi seperti sekarang. dekapan yang baru dia tahu rasanya ternyata sehangat ini. mungkin karena selama ini dia tidak pernah sekali pun didekap hangat.
"don't you ever dare to leave me alone, Jin-ah," katanya. "karena tubuhku tak sanggup lagi kedinginan sendirian."
lelaki yang mendekapnya tersenyum, sama hangatnya dengan dekapannya sendiri. "pun tubuhku, Namjoon-ah. karena teralu dingin sendirian pun membosankan. dingin darimu menyempurnakan semuanya."
jika Jin tidak datang dalam hidupnya, mungkin Namjoon tidak pernah tahu jika dingin hari-harinya pun berguna untuk orang lain.
Namjoon tak habis pikir dengan rasa dingin yang menyelimuti Jin saat pertama kali lelaki itu datang kehidupnya. kedinginan Jin dapat membekukan hujan, setara dengan badai musim dingin setiap tahun. Namjoon pun dingin, tapi tak sedingin Jin. Namjoon tidak bisa membekukan hujan. justru hujan yang selalu mengalahkannya. membekukan dirinya.
"selama ini aku pikir setiap orang hanya akan hidup berpasangan. dingin dan hangat. seperti yang dunia kita ajarkan sejak lama," bisik Namjoon. dia mengelus surai kecoklatan yang bersandar didadanya.
"lalu menurutmu kita salah?" tanya Jin. jemarinya menggambar lingakaran kecil-kecil didada Namjoon.
"tidak. jika rasa dingin kita berdua bisa menjadi sehangat ini mana bisa aku menyalahkan aturan dunia. aku justru senang. karena hangat ini, hanya kita berdua yang rasa."
"hanya kita berdua, Namjoon-ah?"
lelaki bersurai merah muda itu mengangguk. menghadiahi kecupan dikening Jin.
"terimakasih sudah menghangatkan malam-malam dan pagiku, Jin-ah..."
akzm_
pku, Dec 29, 15
7.49 am
