IT'S TIME TO BE HAPPY

.

MAIN CAST : KIM MINSEOK (XIUMIN) (GS)& XI LUHAN

OTHER CAST: KIM JOONMYEON, BYUN BAEKHYUN(GS), HWANG ZITAO(GS), DO KYUNGSOO(GS) dan akan bermunculan seiring berjalannya cerita

.

RATE : M

.

GENRE: HURT/COMFORT& FAMILY

.

CHAPTER 5

.

HAPPY READING

.

.

.

Waktu istirahat tiba, dan semua siswa berbondong- bondong untuk pergi ke kantin termasuk Minseok, namun suara seseorang mengehentikannya

"mau kemana kau?" suara cempreng mulai keluar dari mulut Baekhyun, ya orng yang menghentikan natnya untuk pergi ke kantin

"kau bertanya padaku?" Minseok menaggapinya dengan dingin, karena bagaimanapun sikap Baekhyun, dia tak akan pernah takut pada anak itu

"tentu saja, menang kami bertanya pada siapa lagi?" Zitao ikut maju bersama Baekhyun

"aku mau ke kantin, lalu kau mau apa? Mau ikut denganku? Ikut saja" Minseok menjawab sambil berjalan melalui ketiga orang itu

"kau masih berani melawan kami?, apa mentang- mentang Jongin sekarang tak masuk, kau berani pada kami?" Baekhyun langsung menarik baju Minseok agar Minseok kembali ke tempatnya

"ouuuh, aku sangat takut pada wanita ini" Minseok mundur dan kemudian membuat gerakan seperti ketakutan pada Baekhyun

"kau minta di hajar ya?" Baekhyun yang merasa kesal dengan kelakuan Minseok kemudian mengancungkang tinjunya pada Minseok

Melihat kelakuan rombongan wanita di kelasnya yang selalu ribut dengan alasan yang tidak jelas membuat Luhan sedikit kesal juga

"berhenti" Luhan maju mrnghampiri Minseok dan juga Baekhyun

"kenpa kami harus berhenti" Zitao dengan wajah yang menyebalkan bertanya pada Luhan yang berada ditengah antara geng Baekhyun dan Minseok

"kau tak lelah terus menggangunya?" Tanya Luhan dengan wajah yang datar

"kenapa kami harus lelah?" Baekhyun maju untuk menghadapi Luhan

"jangan banyak bicara sebaiknya kalian berhenti saja, dan sekarang kalian pergi saja" Luhan yang merasa kesal dengan kelakuan geng wanita ini akhirnya mengusir mereka

"kenapa denganmu tiba- tiba jadi membelanya?" Baekhyun bertanya dengan nada yang meremehkan

"apa kau jatuh cinta padanya?" Kyungsoo berbicara dengan tiba- tiba, diantara mereka bertiga memang Kyungsoo adalah orang yang lebih pendiam

"sepertinya begitu" Zitao makin maju mendekat pada Luhan

"pergi, kalian sekarang juga!" Luhan membentak mereka bertiga

"aku tak perlu kau bela, jadi kau juga bisa pergi sekarang" Minseok yang sedari tadi diam, akhirnya berbicara dengan nada yang kesal dan kemudian pergi meninggalkan keempat orang itu

"jadi apa yang kalian tunggu?" Luhan bertanya pada Baekhyun dan teman- temannya

Merasa mainan mereka sudah pergi akhirnya Baekhyun dan gengnya pun memilih untuk pergi mengejar Minseok

"apa kau baik- baik saja?" Yifan bertanya setelah Baekhyun pergi

"kenapa kau jadi tiba- tiba perhatian padanya?" Chanyeol kemudian bertanya sambil merangkul Luhan

"sudah biasa jika Baekhyun memperlakukannya seperti itu, kenapa sekarang kau membelanya" Yifan bertanya lagi pada Luhan yang hanya diam dengan ekspresi datar

"sudah kalian diam saja, Jangan banyak bicara" Luhan berbicara dengan dingin dan melangkah keluar dari kelas

"tunggu aku"Chanyeol yang rangkulannya di lepas paksa oleh Luhan pun berlari mengikuti Luhan dan Yifan yang sudah berjalan jauh di depannya

'tak bisakah kau bersikap seperti dirimu jika dirumah? apa harus seperti ini terus, kau tak lelah jika seperti ini terus, mereka juga harus melihatmu yang penuh dengan senyuman kecerian, kau yang sering berteriak padaku, aku juga ingin melihat senyumanmu di sekolah, sampai kapan Minseok?'

.

.

.

Jam pelajaran kembali berlangsung semua siswa larut dengan pelajaran mereka namun tidak dengan Baekhyun

"kau kenapa?" itu Ziitao bertanya dengan berbisik pada Baekhyun yang sedang melamun di bangkunya

"kau baik- baik sajakan?" Kyungsoo yang memperhatikan sedari tadi juga bertanya dengan khawatir

"kenapa kau selalu melihatnya?" tambah Kyungsoo yang curiga dengan tatapan Baekhyun yang tertuju pada satu hal, namun itu bukan guru yang menerangkan di depan kelas

"tidak, aku tidak melihat padanya, kalian mungkin salah lihat" Baekhyun yang ketahuan terus memperhatikan orang itu membela diri sendiri karena dia tak mau kena salah

"tapi kau melihat kearah itu, artinya kau melihat ke arah Minseok, ada yang salah dengannya?" benar, sedari tadi Baekhyun terus melihat kearah Minseok dengan tatapan yang sedikit sulit diartikan

"apa dia berbiuat salah padamu ?" Zitao bertanya lagi pada Baekhyun

"dia kan selalu menyebalkan, dia selalu salah di mataku" Baekhyun menjawab sambil memutar bola matanya kesal

"jadi bukan itu masalahnya" Kyungsoo menambahkan sambil mengangguk- angguk

"jadi ada apa?" tambah Zitao

"tidak ada apa- apa, sudah perhatikan guru kalian saja" Baekhyun memerintah kedua temannya untuk kembali memperhatikan giuru, karena jika nanti mereka ketahuan mengobrol, maka mereka akan dihukum

"lalu kau?" tanya Zitao lagi karena aneh juga dengan jawaban Baekhyun yang hanya meyuruh mereka berdua untuk memperhatikan guru mereka

"aku juga akan memperhatikannya" Baekhyun pun mengalihkan pandangannya pada gurunya

.

.

.

"jadi apa yang kau mau?" Minseok bertanya pada Baekhyun yang ada dihadapannya, ngomong- ngomong, mereka ada di gudang sekolah saat jam pulang sekolah telah lewat beberapa lama

"kau bertanya padaku?" Baekhyun bertanya pada Minseok dengan wajah yang kesal, entah karena apa Baekhyun terus merasa kesal pada Minseok pada hari ini

"memangnyaa da siapa lagi selain kita disini?" Minseo tentu saja menjawab dengan kesal, karena tadi sebelum bel pulang berbunyi Baekhyun menyuruhnya untuk adatang ke gudang sekolah, hanya mereka berdua, entah apa yang akan Baekhyun omongkan

"bertanyalah dengan sedikit sopan, kudengar umurmu lebih muda dari pada kami?" Baekhyun menjawab sekaligus bertanya dengan kesal pada Minseok

"lalu aku harus apa jika umurku memang lebih muda?" Minseok menjawab sekaligus bertanya degan kesal juga, karena dia lelah sepulang sekolah, sebenarnya dia ingin segera pulang ke rumah, karena dia ingin istirahat dan juga tidur

"tak bisakah kau sedikit hormat pada kami, tidak maksudku padaku?" Baekhyun yang melihat Minseok bersikap yang menurutnya tidak sopan, pun berbicara sambil menunjuk dirinya sendiri

"kenapa aku harus bersikap sopan padamu? Kau juga tak punya sopan santunkan?" Minseok menjawab dengan telak pada Baekhyun

"beraninya kau!" Baekhyun terdiam sebentar namun kemudian membentak Minseok dan mengangkat tangannya untuk meninju Minseok

"apa? Kau mau memukulku? Silahkan" Minseok yang melihat Baekhyun pun maju untuk memasang pipinya agak lebih mendekat pada Baekhyun

"kau menang anak yang menyebalkan dan tak tau diuntung" merasa yang dilakukannya tidak baik, Baekhyun pun menurunkan tangannya lagi kemudian berbicara sambil mundur sedikit dari Minseeok dan jangan lupakan kerlingan matanya yang menjijikan

"memang aku meminta apa padamu? sehingga kau menyebutku anak yang tak tau diuntung?, aku tak pernah meminta makan atau dibiayai hidupnya olehmu, jadi atas dasar apa kau menyebutku anak yang tak tau diuntung?" Minseok yang mendengar Baekhyun berbicara dengan seeenaknya padanya pun sedikit tersulut emosinya dan mulai maju kemudian menunjuk- nunjuk bahu Baekhyun

"kenapa kau selalu membalas perkataanku, tak bisakah kau diam dan menurut saja jika aku bicara dan memerintahmu!" Baekhyun yang tak mau kalah, membalas perbuatan Minseok dengan ikut maju dan juga mennjuk-nunjuk bahu Minseok

"kenapa kau mengalihkan pembicaraan? Kau tak punya kata untuk membalasku ya?" Minseok mundur beberapa langkah kemudian bicara sambil menunjukan seringainya

"kau memang selalu kalah jika beradu mulut denganku" tambah Minseok lagi yang langsug membuat Baekhyun menjadi bingung akan membalas apa lagi pada Minseok

"kau ini memang anak kecil yang sangat menyebalkan" Baekhyun pun berteriak dengan keras melihat kelakuan Minseok padnya, bukannya harus takut dengannya malah kini ia yang di buat mati kutu dengan perkataan Minseok

"sini pukul saja" melihat Baekhyun yang mengepalkan tangan membuat Minseok kembali maju sambil menunjuk pipinya

"kau pikir aku takut jika memukulmu?" Baekhyun kini mengangkat tinjunya keatas pun maju medekati Minseok

"jika kau tak takut maka sini pukiul saja" Minseok kembali memajukan dirinya agar lebih dekat dengan Baekhyun

"sabar Baekhyun, anak kecil ini memang menyebalkan, jadi kau harus sabar menghadapinya" pada akhirnya Baekhyun malah membalikan badannya dan kemudian mengatur nafasnya sambil nmenggerutu pelan, meski itu masih bisa di dengar oleh Minseok

"Tapi bukankah kau lebih menyebalkan, dan untuk apa kau berbisik sepulang sekolah dan menyuruhku menemuimu, apa kau ingin kita saling memukul?" melihat Baekhyun yang sedang menenangkan emosinya Minseok mencoba terus memancing emosi Baekhyun

"dan aku kaget kau tak membawa dua pengikutmu itu" tambah Minseok di akhir kalimatnya

"mereka bukan pengikutku, mereka temanku, kau tak tau konsep berteman ya? Aku rasa karena kau tak pernah punya teman" Baekhyun yang seolah mendapatkan inspirasi dari perkatann Minseok pun membalikan badannya lagi dan mulai berbicara pada Minseo k dengan wajah yang menyebalkan

"apa kau bilang?" akhirnya Minseok terpancing emosinya kembali membalas perkataan Bakehyun

"jadi sekarang balik kau yang takut memukulku?"melihat tangan Minseok yang kini balik mengepal Baekhyun mengikuti kelakukan Minseok dengan memajukan dirinya sambil menunjuk pipinya bermaksud agar Minseok memukulnya

"aku tak takut untuk memukulmu, tapi aku masih ingat tatakrama, jadi aku tak akan memukulmu duluan" Minseok mengambil nafas sebentar kemudian mnejawab Baekhyun dengan nada bicara yang tenang

"apa maksudmu tak akan memukulku duluan?" malah kini balik Baaekhyun yang tersulut emosi

"jadi aku tak akan diam saja jika kau memukulku, aku juga akn membalasnya, setidaknya aku membalasnya bukan memulainya" Minseok kini menyeringai pada Baekhyun

"apa kau bilang"

Biarkan mereka menyelesaikan masalah mereka dahulu, karena mereka jika sudah saling berargumen maka tak akanp ernah ada akhirnya, karena mereka berdua sama- sama keras kepala dan juga tak ada yang mau mengalah. Jadi biarkan mereka sendiri yang menyelesaikan masalah mereka

.

.

.

"kau dari mana saja?" Luhan langsung bangkit dari duduknya melihat Minseok yang masuk dari pintu kamarnya

"hey, aku disini" merasa tak diperhatikan Luhan berjalan mendekati Minseok

"kau tak mau menjawabku?" Luhan kembali bertanya pada Minseok yang kini sedang membuka sepatunya

"hey kenapa dengan pipimu?" melihat ada lebam keunguan di pipi Minseok membuat Luhan penasaran

Minseok masih tak menjawab atau pun menanggapi Luhan berjalan untuk berganti baju

"apa kau bertengkar?" sebelum Minseok bangkit Luhan menahan tangan Minseok

"bisakah kau diam?" merasa dirinya diganggu oleh Luhan akhirnya Minseok menjawab Luhan dengan dingin dan juga dengan tatapan yang seakan- akan membunuh Luhan

"tapi pipimu lebam seperti itu" Luhan berusaha menyentuh pipi Minseok

"lalu aku harus bagaimana jika pipiku lebam, kau diam dan pulang saja sana" masih merasa keberadaan Luhan menggunya akhirnya Minseok mengusir Luhan agar keluar dari kamarnya

"kau habis berkelahi dengan Baekhyun ya?" Luhan kembali bertaya dengan khawatir pada Minseok meski Minseok sudah mengusirnya

"kenapa kau sangat ingin tau?" Minseok berusaha melepaskan tangan Luhan yang masih memegang tanganya "dan berhenti bersikap sok perhatian jika di sekolah, aku tak mau ada orang yang curiga dengan identitas asliku" Minseok kini berubah menatap Luhan dengan marah, dan mengingatkan Luhan dengan kejadian tadi di sekolah, diamana Luhan berusaha membelanya dari Baekhyun

"aku hanya tak ingin kau selalu di ganggu oleh Baekhyun" Luhan menatap Minseok dengan tatapan yang teduh, berusaha agar Minseok mengerti apa maksudnya

"biarkan aku digangu, toh, aku tak diam sajakan jika dia mengangguku" Minseok kembali menjawab dengan marah pada Luhan

"tapi" Luhan masih tak mau berhenti bicara

"diam dan pergi sekarang juga" Minseok yang lelah dan juga merasakan sakit di pipinya pun merasa bertambah kesal, kemudian mengusir Luhan sambil menunjuk pintu kamarnya bermaksud agar Luhan mau keluar dari kamarnya

"Minseok" Luhan tak mengubris perintah Minseok untuk keluar, dia kemudian memanggil nama Minseok dengan sedikit manja

"apa?" mendengar Luhan yang memanggil namanya dengan nada yang menjijikan, Minseok menjawab dengan mata yang melotot

"tak bisakah aku main disini?" Luhan kembali memegang tangan Minseok

"pergi sekarang, pulanglah kerumahmu" Minseok tak terima dengan permintaan Luhan pun, malah membentak Luhan dan mengusirnya

"tapi pipimu tak apa kan?" Luhan yang masih belum mennyerah, kini berusaha memegang pipi Minseok yang lebam

"kau pikir?" Minseok menampik tangan Luhan yang hendak memegang pipi lebamnya "pulanglah aku ingin istirahat" kini Minseok yang sudah terlanjur kesal pada Luhan malah berbicara dengan nada yang sedikit memohon, hanya sedikit

"aku tak akan pulang sebelum kau menjelaskan dari mana saja kau, kau tau aku mengunggumu selama berjam- jam disini" memang benar, tadi sepulang sekolah Luhan langsung kerumah Minseok berharap agar Minseok ada dirumahnya dan mereka akan main bersama, namun setelah lama menunggu malah Minseok datang dengan wajah yang lebam seperti sekarang

"apa aku memintamu untuk menungguku? dan ini tak ada urusanya denganmu, jadi pulanglah" Minseok menjawab perkataan Luhan dengan malas, ya karena dia sudah benar- benar lelah, dan kembali menyuruh Luhan agar mau pulang, atau setidaknya mau keluar dari kamarnya

"aku tak marah menunggumu lama, tapi kenap adengan pipimu?" kembali Luhan memberikan sejuta alasan agar dia bisa di kamar Minseok

"kenapa kau sangat peduli dengan pipiku? aku hanya perlu mengompresnya dan nanti juga akan menghilang" Minseok pun bertanya dengan dingin pada Luhan

"tapi itu tak akan hilang dalam sebentar" Luhan kembali mengkhawatirkan pipi Minseok kemudian mendekat supaya dia bisa lebih dekat melihat separah apa lebam di pipi Minseok

"kenapa jadi kau yang rebut? aku yang punya luka saja biasa saja"melihat Luhan yang semakin mendekat, membuat Minseok langsung mendorong kepala Luhan agar menjauh dari wajahnya an juga mengambil beberapa langkah mundudr agar jaraknya dan jarak Luhan tak terlalu dekat

"aku khawatir padamu!" Luhan yang mendapaat perlakuan seperti itu dari Minseok akhirnya menjawab dengan nada yang sedikit naik

"apa?"minseok bingung dengan Luhan yang kini malah balik membentaknya

"kau tak pulang dalam waktu yang lama, aku menunggumu dengan sabar dan kau pulang dengan kedaan seperti ini" namun tak lama Luhan menunrunkan nada bicaranya lagi

"jadi katakan alasannya?!" namun setelahnya Luhan kembali bertanya namun dengan nada yang memerintah pada Minseok

"bukan urusanmu" merasa dia tak harus menjawab pertanyaan Luhan Minseok hanya menjawab sekenanya

"baik jika kau tak akan menjawab" Luhan pada akhirnya menyerah dengan kelakuan Minseok dan memilih untuk pulang "aku pulang"

"baguslah" Minseok pun bernafas lega, karena setidaknya dia bisa beristirahat sekarang

"tapi jangan harap aku akan peduli lagi denganmu, aku berusaha peduli padamu, karena aku sadar dengan keadaanmu"sebelum membuka pintu kamar Minseok Luhan berbicara dengan nada yang dingin seperti saat dia berada disekolah

"kau kesepian tapi berpura- pura baik- baik saja, kau juga sebenarnya bukan orang yang keras kepala seperti ini, tapi kau bersembunyi dibalik topengmu" lagi Luhan menambahkan perkatannnya

"terus bersikap seperti ini pada semua orang, maka tak ada orang yang mau disampingmu" Luhan membuka pintu dan melangkah keluar dari kamar Minseok

"aku berhenti" sebelum menutup pintu dan pergi Luhan mengatakan kata- katanya dengan dingin

"terserah padamu" Minseok yang mendengar perkataan Luhan pun kemudian pergi untuk mengganti pakaiannya

'aku hanya berusaha peduli padamu, karena kau selalu bersembunyi dibalik topeng sok kuatmu, namun kenapa kau begitu keras kepala? Jika lelah kau bisa beristirahat, jangan memaksakan dirimu, jika kau ingin menangsi kau bisa menangis, jangan selalu bersembunyi, kau tak sekuat yang kau kira, apa kau tak lelah?'

.

.

.

Benar apa kata Luhan, jika lelah seharusnya seseorang beristirahat, bukan memaksakan keadaannya jika ingin menagis maka harus menangis, sehingga semua rasa lelah dan juga sesaknya bisa selesai saat itu juga, bukan terbendung menjadi lautan besar yang suatu saat akan mencelakai kita sendirir

"maaf" setelah Luhan pergi dan Minseok masuk kekamar mandi, sebenarnya Minseok tak langsung berganti baju,

"aku yang salah" dia menangis dengan tersedu- sedu seakan dunianya meninggalkannya

"sejak awal aku yang salah" memang sejak awal dunianya sudah meninggalkannya, dunia tak pernah sedikitpun berpihak padanya, dunia hanya berani menertawakan kelamahannya, bukan membantunya

"maafkan aku" kembali dengan tangisan yang tersedu- sedu Minseok terus bergumam

"jangan pergi" Minseok memohon entah pada apa supaya tak pergi, karena sekarang semuanya pergi, termasuk Luhan, dia berpura-pura baik- baik saja namun pada kenyataannya dia tak pernah baik- baik saja

"ku mohon" di akhir kalimatnya Minseok berhenti menangis dan langsung menampilkan wajah dan ekspresi datarnya

.

.

.

TBC

Hai hai semuanya, maaf nungguin lama, maaf sekali lagi karena author yang ga update- update, author sadar author yang slah karena telat mulu updatenya

Dan maaf banget yang minta id line aku, aku ga bisa kasih, bukan karena aku pelit atau apa, karena ya line kau pake nama asli aku, dan selama aku nulls, aku ga pernah pake nama asli aku, bukannya sok misterius atau apa, karena di real life aku ga ada satu orang pun yang tau kalau aku nulis fanfic kaya gini, termasuk semua keluarga aku. karena aku tuh pingin ya untuk saat ini, orang kenal aku sebagai ya username aku aja, jadi maaf ya sekali lagi buat yang minta id line, aku ga bisa ngasih buat sekarang

Maksih buat semuanya yang sabar banget buat m=nungguin aku update semua reviewnya membantu banget buat numbuhin semnagt aku buat nulis, jadi makasih buat semua yang udh review, fav dan juga follow ya, dan maaf buat typo yang bertebaran

Makasih sekali lagi

MIND TO REVIEW?