'SkyLark'

oleh Majah

diterjemahkan oleh Ilie

Link ke versi original: (ganti # dengan titik)

www#fanfiction#net/s/2126570/6/Incorporated

Disclaimer:

Saya tidak memiliki CCS, dan Majah yang memiliki cerita dan segala sesuatu yang tidak berhubungan dengan CCS dalam cerita ini. Semua tempat, peristiwa sejarah dan hal-hal lain yang disebutkan, dimana Anda mungkin tidak tahu IRL, adalah hasil imajinasi Majah. Segala kemiripan dengan dunia nyata hanyalah kebetulan semata.

Have a nice read~


Dari Chapter Sebelumnya:

"Jangan khawatir, nak." Suaranya parau saat ia berusaha menahan batuk. "Aku tidak akan mati. Belum. Aku bersumpah pada diriku sendiri kalau aku akan menyempurnakannya." kata pria tua itu, sambil menatap bintang-bintang yang mulai bermunculan di langit. "Seperti bintang yang aku lihat tiap malam. Sebagaimana mereka muncul...satu per satu..." Ia berkata teguh; mengacungkan satu jari kurusnya, "...selangkah demi selangkah...akan kulakukan. Semenjak saudara laki-lakiku memberitahuku kebenarannya...tepat sebelum dia meninggal."

Sang pemuda hanya bisa menatap pria tua itu. Ia mengagumi dedikasi dan rasa tanggung jawabnya. Tapi dalam hatinya, ia tahu ketika tiba waktunya...ia...dirinya sendiri...akan ditinggalkan dengan lubang besar di hatinya saat pria tua itu pergi.

"Terserah Anda." Akhirnya ia berkata. Terlepas dari segalanya, ia tidak bisa menyampaikan apa yang ingin ia katakan dalam kata-kata. Ia mengenakan kacamatanya kembali dan pergi dengan wajah santai yang sama. Ia hampir berbelok menuju arah keluar taman ketika sang pria tua memanggilnya.


Chapter Lima: The Ultimate Patch

Sakura menjatuhkan dirinya ke tempat tidur hotel. Saat itu hampir tengah malam dan ia sangat lelah. Peragaan busana memakan waktu lebih lama dari yang ia bayangkan. Masih ada pesta lanjutan di salah satu aula hotel, tapi Sakura tidak sanggup berdansa, makan, maupun bersosialisasi lagi. Yang ia inginkan sekarang adalah tidur. Masih mengenakan gaun satin, Sakura menutup kedua matanya perlahan. Telentang, ia bersyukur dengan ruang kedap suara itu. Selain aula hotel, seluruh pulau masih penuh energi. Pesta-pesta di berbagai sudut pulau masih berlangsung.

"Mereka mungkin masih lanjut sampai pagi," bisik Sakura, membiarkan dirinya tenggelam ke kelembutan kasurnya yang mengundang.

Kamar hotel yang diberikan untuknya tidak sebesar kamarnya di Mansion Kinomoto. Tapi hal yang menarik dari kamar hotel ini bukan dari ukuran tetapi aura eksotisnya. Khayalan bersinar terang di bawah naungan malam sementara dinding aztec ditumbuhi tanaman anggur merambat menjadi ciri khas kamar ini. Tempat tidurnya didukung oleh empat tiang yang dihiasi bunga anggrek dan karnelia. Kipas di langit kamar berputar seakan menyanyikan lagu nina bobo dan menyebarkan bau wangi. Di sisi kamar, terdapat dua pintu geser yang terbuat dari kaca. Pintu ini mengarah ke balkon menghadap pantai pasir putih dan laut biru.

Biasanya, Sakura membiarkan pintu balkon terbuka agar udara tropis masuk ke dalam kamar. Tapi sayangnya, suara-suara di bawah terlalu berisik sehingga ia memutuskan untuk menutupnya dan menyalakan AC. Ia lega, kamar itu tetap hening dan tenang walaupun pesta di lantai bawah masih berlangsung. Sekarang ia bisa tidur. George telah mengeluarkan barang-barangnya dan membereskan hingga detil terkecil sehingga tidak ada yang bisa ia lakukan. Sakura mengingatkan diri sendiri untuk mengucapkan terima kasih pada pelayan setianya di pagi hari. George bahkan membawakan laptop, tahu bahwa ia selalu menggunakannya.

Laptop-nya. Mata Sakura terbuka.

'...sangat penting bagimu untuk segera membuka pesan pribadiku. A-S-A-P.'

Bunyi SMS Damaski-is terdengar di kepalanya. Sakura menoleh untuk melihat mesin yang diletakkan di atas meja samping tempat tidur.

'...sangat penting...'

Ia mengerang. Damaski-is selalu membuatnya begadang semalaman. Ada turnamen di InterVEST dan Damaski-is, seperti biasa, membuatnya kesulitan.

Tidak. Ia berpikir dan menutup matanya lagi. Cukup sudah. Aku butuh tidur. Biarkan dia. Itu masalah dia.

'...Langsung ke pokok utama,...'

Sakura mengerutkan kening meskipun matanya tertutup.

'...Ini tidak menyangkut persaingan kita...'

Sakura memutar tubuhnya, telungkup dan mengubur kepalanya di bawah bantal.

'...akan menentukan MASA DEPAN KITA di InterVEST...'

"Aku tahu apa yang akan kulakukan." Ia menggumam di balik selimut, matanya masih tertutup. "Lebih baik aku memikirkan Yukito." Ia mati-matian berusaha memikirkan momen spesial dengan Yukito hari itu. Sayangnya, wajah pucat George terus bermunculan dengan topi pisangnya. Akhirnya Sakura malah memeluk selimutnya lebih erat.

'...membaca pesan pribadiku...'

Ia membuka sebelah mata perlahan dan melirik laptop kecil yang terlihat mengundang di atas meja. Waktu terasa berjalan lamban saat ia berbaring tidak bergerak. Jam antik di dinding berdentang, menandakan sudah jam 00.15.

- tik -

Kedua mata Sakura terbuka sekarang dan menatap tajam mesin tersebut.

- tik -

- tik -

- tik -

"Wai!" Akhirnya Sakura berkata, keluar dari selimutnya. "Aku gak tahan lagi." Ia berseru sambil meraih laptop dan meletakkannya di atas tempat tidur. Ia bahkan tidak repot-repot menyalakan lampu. Malah, ia buru-buru membuka laptop-nya.

"Aku berpendirian lemah," kata Sakura pada dirinya sendiri sementara menunggu program berjalan.


Syaoran duduk di kursi kayu dekat kolam renang dengan mata tertutup. Satu tangan menggantung di sampingnya menggenggam ponsel. Ia lupa waktu, berdebat apakah perlu mengirim pesan lain ke Agatha. Ia mengirim pesan terakhir tadi pagi. Sekarang sudah tengah malam dan ia belum mendapat balasan. Biasanya, Agatha langsung menjawab. Tapi kali ini dia tidak langsung menjawab. Syaoran bertanya-tanya apakah dia sudah membaca pesan pribadinya dan mungkin berpikir ia gila dan memutuskan untuk tidak berhubungan lagi dengannya.

"Itu gak mungkin." Syaoran berkata pada dirinya sendiri dan membuka matanya, "Bukan sifatnya." Ia terus memandang langit di atasnya.

Bintang-bintang menyebar seperti pecahan gelas di langit malam. Udara dingin berhembus lembut, gemerisik pelan terdengar. Syaoran berada di unit kondominiumnya. Seratus lantai di atas permukaan tanah, penthouse-nya termasuk salah satu gedung tertinggi di kota. Dan ia, Li Syaoran, mendapat hak istimewa untuk memilikinya. Unit tersebut sangat luas dan memiliki kolam renang di atap yang sekarang berkilauan di bawah sinar bulan.

Rambutnya masih basah sehabis berenang tadi. Ia tidak bisa tidur jadi ia memutuskan untuk berenang di kolam. Setelah itu, ia berganti pakaian dan pergi tidur tapi rasa kantuk tetap belum menerpanya. Antisipasi membunuhnya saat ia memikirkan apa jawaban Agatha. Akhirnya, ia memutuskan untuk keluar dan bersantai di balkonnya menghabiskan waktu. Dalam hati ia tahu ia terlalu sabar menunggu. Tapi harga dirinya terlalu tinggi untuk mengirim pesan lain. Itu akan membuatnya terlihat terlalu bergantung padanya. Ia tidak akan membiarkan rival InterVEST-nya berpikir seperti itu.

...rival InterVEST...

Syaoran menoleh ke arah pintu kaca penthouse-nya. Di dalam, satu-satunya cahaya dari layar komputernya terlihat. Sisa unit itu gelap dan formal...seperti dirinya.

Banyak orang menyebutnya seperti itu. Di mata mereka, ia tidak lebih dari pebisnis brutal yang akan menghancurkan hidup siapapun begitu mereka online. Sangat sedikit orang yang akan menentang Damaski-is di InterVEST.

...sangat sedikit...

Syaoran menolehkan kepalanya dan memandang langit malam sekali lagi. Ia pemain veteran. Bertahun-tahun ia membangun reputasi dan pendapatannya. Ia tidak peduli apa kata orang asal ia mendapat apa yang ia inginkan. Segalanya berjalan mudah...sampai suatu hari...satu pemain rogue muncul. Karakter yang sangat agresif bernama Agatha. Entah dia terlalu berani atau terlalu bodoh untuk menantang pemain veteran seperti dirinya. Meskipun demikian, ia kagum melihat bagaimana Agatha membangun jaringan, aset dan statusnya dalam beberapa bulan. Beberapa minggu malah. Kebanyakan pemula biasanya mengamati sekitar atau menyelesaikan quest awal. Tapi Agatha...dia langsung terjun ke tempat-tempat yang seharusnya tidak dimasuki pemula. Tampaknya keberuntungan berada di pihaknya karena Agatha selalu berhasil keluar hidup-hidup dari misi yang berbahaya. Karena itu, dia mendapat EXP (Experience Points) dalam jumlah yang banyak pula.

Syaoran mengencangkan genggaman ke ponselnya dan hampir membuat buku-buku jarinya memutih.

"Sial. Apa yang membuatnya begitu lama." Syaoran bergumam pelan.


Sakura menatap laptop-nya. Ia akhirnya masuk ke InterVEST...dalam invisible mode. George juga online karena pria tua itu juga asistennya yang membantu mengurus hal-hal yang ia lakukan di InterVEST. Walaupun ia bukan full player, aset besarnya sulit ia kelola sendiri. Oleh karena itu, ia membujuk George untuk bermain juga. Entah kenapa ia merasa lebih baik membuat status online-nya tersembunyi dari pria tua itu. Mengingat percakapan mereka tadi pagi, ia bisa menebak apa yang dipikirkan George jika pria itu melihatnya online meskipun dalam keadaan lelah, ia menyempatkan dirinya online hanya untuk membaca pesan Damaski-is. Jujur saja, ia merasa bersalah, diam-diam menyelinap seperti ini. Entah terhadap George maupun Yukito.

Yukito. Ia bertanya-tanya apakah pria itu marah jika mengetahui kalau ia berbicara dengan pria lain. Lalu, ia menggelengkan kepala seakan ingin menghapus pemikiran itu.

"Bukan berarti aku selingkuh," kata Sakura dengan suara keras. "Ini cuma online. Ini hanya permainan." Ia meyakinkan diri sendiri.

Sakura mengambil napas dalam-dalam saat kotak pesannya muncul.

'Anda mempunyai 10 pesan baru di kotak masuk.'

Sakura membuka kotak masuknya. Sebagian besar pesan mengenai penawaran dan aset. Ia mengabaikannya dan menemukan pesan yang ia cari.

'Subjek: InterVEST semakin ambisius, seharusnya kita juga.

Pengirim: Damaski-is'

Sakura mengklik link itu dan menunggu pesan tersebut tampil di layar.

'Ms. Agatha,

Aku tahu ini tiba-tiba, tapi aku ingin berbagi informasi yang baru aku temukan. Hal ini ada hubungannya dengan patch InterVEST terbaru yang direncanakan admin sejak lama. Aku mendapat informasi langsung tentang hal tersebut dan ingin membaginya denganmu. Kamu mungkin berpikir kenapa aku memberi tahu ini sekarang. Aku dari semua orang. Tapi menyadari potensi besar patch ini, aku pikir lebih baik KITA melihatnya. Disini aku bicara sebagai pebisnis... dan ini adalah transaksi lain. Aku tahu kamu tidak begitu senang melakukan bisnis denganku, tapi mengingat isu heboh ini... aku tidak buta melihat siapa yang dapat bekerja sama denganku dalam hal ini, karena baik kamu dan aku sama-sama telah membangun kerajaan masing-masing di InterVEST.

Masalah ini terlalu penting untuk didiskusikan melalui pesan pribadi. Aku meminta kamu dan aku untuk berbicara dalam private chat di Ilgoin, bagian selatan Mandana. Kita bisa berbicara di kolam yang terpencil di ujung padang rumput. Aku pikir tidak akan ada orang-orang yang berkeliaran. Balas pesanku dan aku akan di sana dalam waktu kurang dari lima menit.

Aku tidak ingin melewatkan kesempatan ini... jadi aku mengambil resiko menemuimu di lingkungan terbuka... tanpa senjata.

Hormat,

Helroi Damaski-is

P.S. Jangan coba-coba bawa obormu. Aku datang dengan maksud damai.'

Sakura tidak bisa menahan senyum membaca komentar tentang obornya. Obor itu adalah benda yang akhirnya ia gunakan melawan Damaski-is ketika ia salah memperhitungkan amunisi senjata aslinya. Yah, benda itu bisa membakar sesuatu jadi kenapa tidak memakainya sebagai senjata? Itu tidak seperti dirinya yang biasa, tapi meskipun begitu karakternya berhasil selamat dalam pertarungan melawan Damaski-is karena menggunakannya.

Sekali lagi Sakura menatap layar dan membaca ulang pesan itu dari awal sampai akhir. Patch baru InterVEST? Apa itu sungguhan? Selama ini hal itu hanya rumor kalau para developer dan admin merencanakan hal yang besar dengan InterVEST. Satu lagi hal baru bagi game online. Tapi ia juga dengar hal tersebut terlalu ambisius. Untuk detilnya, ia sama sekali tidak tahu. Tapi sekarang, Damaski-is ingin memberi tahunya.

"Apa ada patch semacam itu? Atau dia hanya membual?" Sakura bertanya-tanya sendiri. Bisa jadi itu jebakan. Sakura mendapati dirinya menimbang-nimbang tindakan yang akan dilakukan. Sekali lagi, Damaski-is membuatnya kesulitan. Entah dengan maksud damai atau tidak. Sakura menghela napas dan berbaring di kasur, matanya masih tertuju pada layar.

"Kedengarannya menarik... lebih baik iya... atau tidak?"

Sakura menarik dirinya ke posisi duduk. Apakah ia akan mengambil resiko? Logika berkata bahwa tidak bijak bertemu secara pribadi dengan Damaski-is. Tapi di suatu tempat dalam dirinya, ia merasa bersemangat dan penasaran. KALAU patch itu benar-benar ada, apa isinya? Apakah sebesar yang dikatakan rumor? Dan kenapa Damaski-is rela melakukan transaksi dengannya? Apakah hal itu sebanding? Jarang bagi full player seperti Damaski-is mendatangi rogue macam dirinya. Pertukaran kecil itu biasa tapi transaksi itu hal lain.

Ada tiga macam pemain di InterVEST; full player, half player dan rogue. Full player adalah orang-orang yang bermain di InterVEST yang dapat melakukan transaksi di dalamnya dan hasilnya akan menjadi sah di dunia nyata. Identitas mereka bisa atau tidak diketahui orang lain tapi untuk menjadi full player mereka harus mendaftar secara resmi di InterVEST menggunakan nama asli. Hanya admin yang memiliki informasi ini dan hal ini bersifat rahasia. Mereka mendapat akun bank di dunia nyata yang terhubung dalam InterVEST. Berarti mereka bisa mentransfer uang dari dalam game ke akun bank dunia nyata. Bisa seperti itu atau mereka bisa mencari klien dalam game yang banyak berurusan dengannya di dunia nyata. Mereka juga membayar biaya yang mahal karena hal tersebut.

Half player juga orang-orang yang mendaftar dengan identitas dunia nyata dan dicatat oleh admin tapi hanya mendapat 50% hak istimewa legalitas dunia nyata tidak seperti full player. Mereka membayar setengah dari harga yang harus dibayar full player.

Rogue adalah orang-orang yang dapat bermain dengan gratis. Admin InterVEST tidak peduli dengan identitas dunia nyata mereka karena mereka tidak mendapat hak legalitas dunia nyata. Mereka hanya menikmati InterVEST sebagai game dan membantu membangun ekonomi dan komunitas sosial. Dan ciri lainnya adalah, mereka tidak mempunyai nama belakang dalam game. Hanya full player dan half player yang diperbolehkan memiliki nama belakang. Nama depan Damaski-is adalah Helroi, tapi ia pikir tidak ada yang memanggil Damaski-is dengan nama depannya.

InterVEST, memang, dunia yang berbeda dan Sakura ketagihan akan fantasi dan perasaan menjadi sosok yang diinginkan tanpa ada siapapun yang menghalanginya. Ia merasa bebas. Bebas dari gosip, bebas dari kegelisahan, bebas dari bahaya di dunia nyata.

Sakura menghela napas dan mencengkeram ujung kakinya saat ia menyilangkan kaki dan membungkuk ke laptop-nya. Ia segera mengetik di keyboard dan mengirimnya. Setelah beberapa saat, akhirnya ia mengklik tombol 'Enter the World'.

Ia toh hanya rogue. Ia tidak akan kehilangan apapun.


Syaoran tersentak bangun mendengar suara keras. Ia menyadari dirinya tertidur. Syaoran menegakkan dirinya dan mengecek jam di ponselnya yang secara tidak sadar ia jatuhkan. Untungnya benda itu masih utuh, ia melihat jam. Saat itu hampir jam dua. Syaoran lega ia terbangun karena jika tidak, ia bisa terkena flu di pagi harinya jika ia tetap tertidur di luar.

Hal lain menghantamnya. Ia terbangun...tidak...ia dibangunkan...oleh suara keras.

Syaoran segera melirik layar komputer di dalam. Dari kejauhan ia masih bisa melihat cahaya terang tanda peringatan.

'ALERT! ALERT! ALERT!

Anda menerima pesan dari Agatha.'

Syaoran tersandung kakinya sendiri. Kaki kirinya terbentur meja dekat kursi santai. Ia menggumamkan sumpah serapah pelan dan tertatih-tatih menuju komputernya. Ia mengklik tanda merah yang berkedip-kedip dan duduk di kursi empuk. Tidak seperti meja super besarnya di kantor, yang satu ini hanya sebuah meja kecil modern. Sebenarnya, kondominiumnya didesain menggunakan alat-alat modern entah dari sisi seni maupun perabot. Meja ini juga dilengkapi dengan perangkat komputer paling canggih karena bagaimanapun juga, ia menjalankan perusahaan IT.

Syaoran membaca pesan tersebut.

'Kalau begitu di Ilgoin.'

Syaoran mengambil napas dalam-dalam. "Ayo kita mulai."


Sakura berbaring di atas tempat tidurnya. Gaun tidur sutra pink yang ia pakai sedikit kusut karena ia mengayunkan kakinya ke atas dan ke bawah. Sekarang ia menggunakan karakternya, 'Agatha', dan berkeliling di sekitar desa Ilgoin. Sakura mengklik mouse-nya ke arah tujuan Agatha. Ada lima kota besar di InterVEST. Sisanya desa-desa kecil. Ilgoin termasuk salah satu desa terpencil dan miskin. Jarang ada orang datang ke desa ini. Sebenarnya, dari awal ia tidak tahu kenapa desa ini ada. Bahkan tidak ada satu quest yang dapat dilakukan di desa ini. Tidak ada pebisnis yang mau repot-repot datang kesini karena tempat ini tidak punya sumber daya alam sama sekali.

"Tempat yang sangat bagus bagi orang-orang yang gak mau ditemukan," Sakura berkata sendiri.

Karakternya, Agatha sampai di kolam tempat mereka bertemu. Sakura memutar pandangan kamera, tidak ada orang sama sekali. Ia sedikit lega. Sebenarnya, ia merasa gugup. Ia tidak tahu apa yang diharapkan Damaski-is darinya. Ia lega tidak ada orang yang dapat melihatnya sekarang. Jika ia bertemu seseorang seperti Damaski-is di dunia nyata, ia tidak akan tahu harus bersikap seperti apa. Tapi dalam InterVEST, karakternya terlihat tenang dan dapat menguasai dirinya. Ia bertanya-tanya apakah ia dapat bersikap seperti itu di dunia nyata dalam keadaan yang sama.

Sakura membiarkan karakternya duduk di atas batu di samping kolam; dengan kaki terlipat. Matanya mengamati dunia 3D di depannya. Tidak banyak pohon di sekitar, tidak seperti bebatuan dan pegunungan di belakangnya. Ia tidak bisa tidak memuji pemandangan yang hampir serupa dalam dunia InterVEST dengan dunia nyata. Pemandangan di desa Ilgoin tidak begitu sedap dipandang mata karena tempat ini bisa dibilang telantar dan kotor. Tapi bagaimanapun juga, dapat menghasilkan efek semacam ini benar-benar menakjubkan. Bahkan detil terkecil seperti bagaimana rumput hijau bergerak karena angin tampak jelas. Air kolam yang tenang kadang beriak karena ikan kecil. Walaupun seseorang tidak dapat benar-benar merasakan game ini dengan indera sentuhan, mata mereka membuatnya tampak nyata seakan hampir bisa merasakannya sendiri.

Sakura menolehkan pandangan dari layar laptop dan melihat jam di kamar hotelnya. Damaski-is berkata ia hanya perlu membalas pesannya dan dia akan datang dalam waktu kurang dari lima menit. Ia sudah melakukannya dan bertanya-tanya apakah Damaski-is akan datang. Di InterVEST masih sore, matahari baru terbenam. Matahari menarik dirinya mengusir bayangan di pegunungan dan bukit sekitar. Tapi di dunia nyata, masih jam dua pagi. Siapa yang masih bangun dini hari seperti ini? Selain dirinya tentu saja. Tapi toh, ia memutuskan untuk menunggu.

Tapi hanya lima menit. Hanya lima menit.


Syaoran sudah masuk ke InterVEST sebelum Agatha membalas pesannya. Mudah baginya memindahkan karakternya, 'Damaski-is', ke desa terpencil, Ilgoin. Dalam hati ia merasa bersemangat juga gelisah. Ini pertama kalinya ia akan mengobrol dengan Agatha dalam kondisi ramah.

Sound system yang ia pasang di kondominiumnya sekarang menggetarkan efek suara dalam dunia InterVEST. Ia mengarahkan karakternya ke tempat perjanjian. Ketika sudah dekat, ia melihatnya. Agatha duduki di atas batu besar di samping kolam; kakinya terlipat. Agatha adalah salah satu pemain, seperti dirinya, yang memiliki fasilitas untuk memodifikasi karakter sesuka hati mereka. Hanya orang-orang elit yang dapat melakukan hal ini di InterVEST. Sekali lagi, sangat sedikit rogue yang berhasil mendapat status ini. Matanya penuh kekaguman ketika karakternya menghampiri gadis itu.

Agatha menoleh ke arah karakternya. Mata birunya menatapnya saat ia mendekat. Rambutnya yang berwarna tembaga dikepang dua dan terjuntai di depan dadanya. Agatha mengenakan jubah pendek bertudung dan rok pendek berwarna coklat yang memperlihatkan kakinya. Sebuah armor yang berbahan seperti kulit melindungi tubuhnya tapi tetap tidak bisa menutupi lekuk tubuhnya.

Beberapa meter darinya, ia mengamati bahwa Agatha tidak membawa senjata yang biasa dibawanya. Syaoran bersandar di kursinya dan tersenyum. Setidaknya Agatha percaya padanya.

Itu awal yang bagus.


Jantung Sakura hampir melompat keluar dari tenggorokannya ketika ia mengenali karakter yang mendekat. Sosok Damaski-is semakin jelas. Rambut ungu panjang dikuncir ekor kuda di belakangnya. Tubuhnya tinggi dan ramping ditutupi pelindung. Armornya berbunyi nyaring saat menghancurkan batu kecil di bawahnya. Sakura mengamati pria itu dan lega ketika dia memang tidak bersenjata.

Damaski-is berhenti di samping karakternya dan sebuah pesan muncul di layarnya.

'Damaski-is mengundang Anda dalam private chat.' 'Terima' 'Tolak'

Sakura menghela napas berat saat menatap layar. Ia berhenti sejenak untuk melihat Damaski-is ragu. Ia menarik dirinya ke posisi duduk sekali lagi dan mengklik 'Terima'. Dalam sekejap muncul kotak pesan lain, di tengah-tengah layar. Kedua karakter masih terlihat di latar belakang.

'Selamat datang di private chat InterVEST di Ilgoin. Selamat menikmati.'

Damaski-is mulai mengetik di seberang.

'Damaski-is: Apa? Gak ada obor? Aku kecewa.'

Sakura mengetik balasannya.

'Agatha: Aku jadi nyesel gak bawa. Wow, kamu beneran datang... dalam waktu kurang dari lima menit pula.

Damaski-is: Tentu saja. Aku selalu menepati janjiku.

Agatha: Aku kaget kamu masih bangun jam segini.

Damaski-is: Tapi kamu juga. Dan itu yang paling penting.

Agatha: Jangan menghakimiku. Langsung saja. Omong kosong apa ini tentang patch baru?

Damaski-is: Kamu gak mau buang-buang waktu ya? Bagus, bagus... Kita mulai akrab di daerah itu.

Agatha: Akrab denganmu itu hal terakhir dalam daftar prioritasku.

Damaski-is: Ouch. Dan aku berharap kita bisa akrab.

Agatha: Siapa yang bikin kamu mikir kayak gitu?

Damaski-is: Tiga kata. InterVEST Ultimate Patch.

Agatha: Patch itu lagi...

Damaski-is: Kamu gak percaya?

Agatha: Siapa yang percaya? Setahuku, itu cuma rumor, gosip. Apa maumu, Damaski-is? Kamu mau menjebakku?

Damaski-is: Aku gak menjebakmu. Dan asal tahu saja, patch itu bukan sekedar rumor.

Agatha: Oh ya?

Damaski-is: Apa yang kukatakan itu benar. Patch itu sungguhan.

Agatha: Berhenti membuang-buang waktuku.

Damaski-is: Oh tapi, apa kamu sungguhan berpikir aku membuang-buang waktumu, Agatha? Karena kalau memang begitu, kamu gak akan menemuiku sekarang.

Agatha: ...

Damaski-is: Ya kan? Kamu tahu mungkin ada kebenaran di balik kata-kataku. Sejauh ini InterVEST berhasil mengenalkan fitur-fitur yang tidak realistis dan tidak ada seorang pun yang bisa menebak apa yang akan mereka keluarkan selanjutnya. Segalanya mungkin bagi mereka.

Agatha: Oke, baiklah. Anggap saja, apa yang kamu katakan itu benar. Apa hubungannya denganku?

Damaski-is: Apa kamu puas jadi rogue, Agatha?

Agatha: Apa urusanmu?

Damaski-is: Jawab saja pertanyaanku.

Agatha: Aku pikir aku melakukannya dengan cukup baik.

Damaski-is: Itu saja?

Agatha: Gini ya... Setengah jam lagi jam tiga dan aku capek banget, Damaski-is. Cepat katakan apa yang mau kau katakan.

Damaski-is: Oke. Oke.

Agatha: -

Damaski-is: Apa yang akan kukatakan padamu itu bersifat sangat rahasia. Janji kamu gak akan bilang siapa-siapa.

Agatha: Kamu beneran percaya aku bakal menjaga rahasia? Kamu sehat? oO

Damaski-is: Aku serius, Agatha. Janji dulu dan aku akan kasih tahu.

Agatha: Oke..oke..baiklah..aku janji. (Tapi aku melakukannya cuma untuk mempercepat obrolan ini karena aku mau tidur)

Damaski-is: Aku cukup puas dengan hal itu sekarang.

Agatha: ...

Damaski-is: Seperti yang kubilang tadi. Ini menyangkut InterVEST Ultimate Patch.

Agatha: Aku mendengarkan...dan mendengkur...ZZzzzzz

Damaski-is: Patch itu sudah diinstal.

Agatha: Maaf?

Damaski-is: Disini, Agatha. Tepat di depan mata kita. Patch itu sudah diupload kemarin.

Agatha: Oh ya?

Damaski-is: Kamu gak percaya aku, ya?

Agatha: Gak.

Damaski-is: Aku gak heran. Tapi jangan salahkan aku pas pemberitahuan resminya keluar. Aku gak mau bilang "apa kataku". Sumberku belum pernah mengecewakanku.

Agatha: Baiklah. Anggap saja patch itu sudah diinstal. Bukannya hal ini sesuatu yang harusnya gak kamu kasih tahu ke aku? Aku dari semua orang. Apa syaratnya?

Damaski-is: Syaratnya kekuatan terpendam dari patch ini gak bisa digunakan satu orang. Butuh dua orang agar semuanya bisa berjalan.

Agatha: Intinya, kamu mau memanfaatkan aku.

Damaski-is: Kamu mengatakannya tanpa basa-basi. Di satu sisi bisa dibilang begitu.

Agatha: Ha! Dan apa kamu pikir aku bakal membiarkan kamu memanfaatkanku dalam rencanamu ini.

Damaski-is: Karena kamu juga bakal mendapat imbalan yang setimpal.

Agatha: Yaitu?

Damaski-is: Kamu memanfaatkanku juga.

Agatha: ?

Damaski-is: Istilah "memanfaatkan" lebih berarti kerjasama dalam kamusku.

Agatha: Kamu mau "kerjasama"? Sama aku?

Damaski-is: Ya.

Agatha: Kamu gak mungkin serius.

Damaski-is: Aku gak bercanda. Itu kenapa tadi aku tanya apa kamu puas hanya menjadi rogue. Setahuku, kinerja dan aset InterVEST-mu bisa disejajarkan dengan full player manapun.

Agatha: Jadi?

Damaski-is: Aku mau kamu mendaftar jadi full player.

Agatha: Haha... dan kamu pikir aku bakal nurut gitu aja karena kamu nyuruh aku?

Damaski-is: Kamu beneran susah ditangani.

Agatha: Ini karakterku di InterVEST. Pasrah saja.

Damaski-is: Karaktermu di InterVEST? Maksudmu, kamu gak seperti ini di dunia nyata?'

Sakura tersentak membaca pertanyaan Damaski-is. Apakah ia benar-benar berbeda di dunia nyata? Ini pertama kalinya Damaski-is menyebut tentang latar belakang dunia nyata. Ada sesuatu yang salah. Ia tahu ini semua hanya kebohongan, tapi tetap saja... ia terdengar sangat serius.

'Agatha: Apa kamu berusaha mengecohku? Karena sekarang kamu bertanya seperti apa aku di dunia nyata. Kita punya kesepakatan, Damaski-is. Tidak ada informasi dunia nyata.

Damaski-is: Sedikit informasi dunia nyata akan membantu jika kita bekerjasama sebagai partner.

Agatha: "Kerjasama" itu lagi. Jangan sembarangan ambil kesimpulan. Aku gak bakal jadi "partner"mu. Aku bahkan gak bisa memikirkan alasan apapun kenapa aku harus jadi partnermu.

Damaski-is: Ultimate patch itu bakal menutupinya. Gini, aku bakal bahas isi patch itu. Cuma hal-hal pentingnya sih. Terserah kamu mau percaya atau gak. Tapi seenggaknya aku tahu kamu bakal memikirkannya. Pemberitahuan resminya dua minggu lagi. Sebagai pemain veteran, aku mau bersiap-siap. Aku mau semuanya sudah siap jadi aku bisa ambil start duluan sebelum semua orang. Dan sebagai pemain elit, kamu seharusnya membuat rencana juga.

Agatha: Aku ini rogue. Aku cuma bersenang-senang di InterVEST.

Damaski-is: Apa cuma itu? Aku pikir kamu juga menginginkan hal lain dan kamu cuma menggunakan itu sebagai alasan.

Agatha: Aku gak menggunakannya sebagai alasan.

Damaski-is: Benarkah? Pokoknya, dengarkan aku. Ultimate patch itu hal paling ambisius, yang pernah dilakukan InterVEST. Hal itu benar-benar membutuhkan legalitas penuh. Hal itu bukan hanya sekedar konversi uang atau transaksi bisnis. Patch itu akan menggabungkan aset dunia nyata ke dunia InterVEST.

Agatha: Tunggu, tunggu... aset dunia nyata ke InterVEST?

Damaski-is: Ya. Orang-orang di balik InterVEST berhasil melakukan kesepakatan lain dengan pemerintah. Full player akan mendapat keuntungan maksimal. Kalau kamu memiliki mall di InterVEST, bisa dibilang kamu juga mempunyai mall di dunia nyata?

Agatha: Apa? Aku jadi bingung. Kok bisa?

Damaski-is: Instansi di dunia nyata, juga perusahaan-perusahaan, sekarang punya pilihan untuk menempatkan bisnis mereka di dalam InterVEST. Misalnya, Restoran Jade di Jalan Avalon 4. Kamu pernah makan disitu?

Agatha: Yeah. Kakakku suka kuenya.

Damaski-is: Pemiliknya sudah diberi undangan. Undangan untuk memasukkan instansinya ke dalam InterVEST. Apa kamu gak heran kenapa aku pilih tempat ini, desa Ilgoin, sebagai tempat kita bertemu?

Agatha: Karena tempat ini terpencil dan gak ada orang yang datang kesini?

Damaski-is: Itu salah satunya. Alasan lainnya karena, dua minggu dari sekarang, desa Ilgoin ini akan berubah. Di balik pegunungan dan bukit berbatu ini, kota terbesar di InterVEST akan bangkit.

Agatha: Di sini?

Damaski-is: Selama ini, tempat ini dibiarkan terlantar tapi sekarang aku tahu kenapa. Karena mereka merencanakan sesuatu yang besar di tempat ini. Dan di kota ini, kalau pemilik Restoran Jade setuju untuk memasukkan bisnisnya ke dalam InterVEST. Maka Restoran Jade yang sama akan muncul disini. Keuntungan dan kekurangan yang didapat di dunia nyata dan di dalam InterVEST akan sama. Bagi full player, tidak ada lagi yang namanya "cuma online" atau "hanya di dunia nyata". Semuanya bakal jadi berhubungan. Sekarang coba bayangkan... kalau nilai aset dan mata uang dalam InterVEST setara dengan di dunia nyata. Bayangkan apa pengaruhnya bagi para pemain elit yang punya banyak aset di InterVEST? Itu bakal jadi kesempatan untuk memonopoli industri.

Agatha: Kalau benar-benar terjadi... maka itu benar-benar hal paling ambisius yang pernah dilakukan InterVEST. Aku masih belum ngerti kenapa kamu butuh aku, Damaski-is. Setahuku, kamu toh udah kaya di dalam game ini. Kamu akan baik-baik saja tanpa aku.

Damaski-is: Ada satu masalah kecil.

Agatha: ?

Damaski-is: Ada syarat tertentu sebelum kamu bisa masuk ke kota baru ini. Dan karena alasan ini aku mau menawarkan sesuatu padamu... sekarang.

Agatha: ...sejumlah aset?

Damaski-is: Bukan.

Agatha: ...emas cair?

Damaski-is: Bukan. Ini cuma sesuatu yang berhubungan dengan peran karakter untuk bersosialisasi di masyarakat agar menambah "kesan" realistis.

Agatha: ?

Damaski-is: Kamu harus terikat dengan seseorang secara konjugal.'

Wajah kaget Sakura tidak dapat dideskripsikan saat ia berhenti mengetik balasannya. Kata-kata terakhir Damaski-is terulang dalam kepalanya ketika realisasi menyadarkannya.

'Damaski-is: Umm...halo? Agatha, kamu masih disitu?'

Tanpa pikir panjang, Sakura meraih mikrofon portabel dan menancapkannya ke laptop yang secara otomatis mengaktifkan fungsi voice chat dan berteriak sekuat tenaga, "HELROI DAMASKI-IS! Apa kamu menyarankan aku untuk menikah denganmu di InterVEST?"


A/N

Review, kritik, saran atau sekedar salam ditunggu~

Informasi sepele aja sih ini. Tapi dalam ilmu sosiologi (kalau gak salah inget, jangan segan untuk mengoreksi ;), sistem dalam keluarga dibagi jadi dua, yaitu konsanguinal dan konjugal. Konsanguinal itu keluarga yang lebih mementingkan ikatan darah (lebih memprioritaskan ayah atau ibu dibanding suami atau istri). Dan konjugal itu keluarga yang lebih mementingkan ikatan perkawinan (lebih memprioritaskan suami atau istri dibanding ayah, ibu atau sanak saudara lain). Hmm, apa berarti konjugal tu bisa disamakan dengan durhaka?

Have a nice day :D