My Enemy
Naruto©Masashi Kishimoto
Pair : SasuSaku
Rated : T
Genre : Drama Komedi , Romance And Friendship.
Warning : Typo , OOC , Gaje dll.
Author : Aisya-Chan
.
.
Karna rasa penasaran yang teramat sangat , Sasuke mengendam-endam layaknya seorang penguntit.
Ia penasaran apa yang Anikinya bicarakan pada Sakura dibalkon yang terlihat sangat akrab dan bahkan terkadang mereka tertawa bersama .
"Cih! kenapa aku jadi kepo" gumam Sasuke yang ngumpet di balik pot besar yang tak jauh dari balkon tempat Sakura dan Itachi mengobrol.
"Mereka sangat akrab sekali, bahkan gadis bakka itu tertawa , cih! kenapa Gadis bakka itu bisa tersenyum manis didepan Aniki, berbeda sekali jika saat bersamaku " gerutu Sasuke menatap jengkel Sakura dan Itachi.
...
"Jadi Itachi-san sudah pernah kerumah ku dulu?" tanya Sakura pada Itachi dengan nada ceria, membuat pria dewasa didepannya gemas melihatnya.
Itachi mengacak acak rambut soft pink Sakura dan tersenyum.
"Hn, kau sangat manis dulu waktu masih kecil" komentar Itachi.
"Benarkah ? berarti sekarang aku sudah tak semanis dulu ya ?" Sakura cemberut.
Itachi terkekeh.
"Tidak, kau masih terlihat manis. Bahkan sangat cantik" puji Itachi yang membuat Sakura sedikit tersipu malu.
Sasuke yang masih dalam tempat persembunyiannya, mendengar hal itu dan terlihat kesal saat melihat Sakura yang tersipu malu dengan pujian Anikinya.
"Cih!" Sasuke yang sudah tak tahan lagi melihat keduanya hendak pergi namun...
PRAAAKKK
Tak sengaja ia menyenggol pot tanaman tersebut .
Kontan Sakura dan itachi menoleh kearah sumber suara tersebut.
"Sasuke?" ucap Sakura yang heran melihat Sasuke yang tiba tiba ada di situ dan menjatuhkan pot.
"Sedang apa kau disana ? kau menguping ya, Otouto?" tanya Itachi terkekeh geli melihat tingkah sang adik yang terlihat salah tingkah itu.
"J-jangan sembarangan ya" Sasuke nampak tak terima."Siapa yang menguping ,aku cuma mau ke kamarku dan tak sengaja melihat kalian dan..." Mata onyxnya menundunk melihat pot yang tergeletak berantakan dilantai. "...T-tidak sengaja pula menendang pot ini " elak Sasuke yang nampak lucu saat salah tingkah.
"Pot sialan, siapa sih yang menaruh pot besar ini disini " lanjutnya menggerutu.
"Pot itu memang sudah ada disitu sejak kau masih kecil, Sasuke" sahut Itachi menggeleng.
Sakura tersenyum geli melihat Sasuke.
karna malu Sasuke memutuskan pergi kekamarnya.
BLAAMMM
Sasuke menutup pintu kamarnya dengan keras, menginggalkan Sakura dan itachi yang sweatdrop karnanya.
...
"Kenapa setiap kali aku didepannya, aku seperti tidak menjadi diriku yang sebenarnya. Sifat cool ku hilang saat didepannya" gumam Sasuke dibalik pintu kamarnya.
...
"Cih! dasar pantat ayam "
"Sepertinya, Sasuke cemburu" komentar Itachi.
"Kenapa dia harus cemburu. Aku dan dia, tak ada hubungan apapun kecuali hubungan Musuh" sanggah Sakura menekankan kata Musuh.
"Musuh?" Itachi menaikan sebelah alisnya. "Tapi Sakura, kau dan Sasuke kan sudah-... "
"Itachi!" panggil Mikoto tiba tiba, Mikoto sengaja memotong ucapan Itachi.
"Ibu, ada apa ?" tanya Itachi heran.
"Ibu ingin bicara dengan mu. Ayo turun ikut Ibu" Mikoto pergi lebih dahulu dan menuruni anak tangga.
Itachi mengikuti ibunya turun kebawah meninggalkan Sakura sendirian di balkon.
Sakura menghela nafas , ia merasa bosan dan raut wajahnya berubah sedih. Rambutnya yang tergerai melambai-lamabai tertiup angin. Ia mendongakkan wajahnya menatap langit.
"Saat bicara dengan Itachi-san, aku seperti bicara dengan Gaara-niisan" gumamnya lirih "Aku merindukanmu Aniki , Ibu Ayah dan teman teman , apa kalian juga merindukanku ? " tanpa sadar air matanya turun bersamaan dengan kedua matanya yang terutup.
CEKLEKK
Dengar suara pintu yang terbuka.
"Gadis bakka, sedang apa kau sendirian disana" tanya Sasuke yang baru keluar dari kamarnya dan berjalan menghampiri Sakura di balkon.
Mengetahui suara itu adalah Sasuke, Sontak Sakura langsung menyeka air matanya kasar dan tak berani menoleh kearah Sasuke yang kini berdiri disampingnya.
"Dimana Aniki ku ?" Sasuke melihat kearah Sakura yang membuang muka.
Sakura, tak ingin Sasuke melihatnya menangis.
Pria Uchiha itu jadi heran dan mengerutkan keningnya." Kau kenapa?"
"Tidak apa apa" ketus Sakura yang hendak pergi meninggalkan Sasuke.
Pria itu tak tinggal diam.
"Apa kau habis menangis ?" tebak Sasuke sambil memegang pergelangan tangan Sakura.
"Tidak " dustanya menundukan kepala tak berani menatap mata onyx Sasuke yang mengintimidasi.
Sasuke merasa ada yang aneh pada sikap Sakura , tangannya menarik lengan Sakura hingga membuat gadis itu membalikan badan dan menghadap tepat didepannya.
"Kau, habis menangiskan?" tanya Sasuke lagi namun kali ini syarat akan kelembutan, Pria berambut raven itu memperhatikan wajah Sakura dengan seksama.
Tangan Sasuke bergerak dan menyeka sisa air mata Sakura yang masih tertinggal, membuat Sakura terbelalak karnanya.
"Apa kau terbebani tinggal disini?" tanya Sasuke masih dengan nada yang lembut tak seperti biasanya. Mata onyxnya yang tajam menatap mata emeraldnya penuh perhatian.
"Tidak" Jawab Sakura menggeleng lemah.
"Hn, lalu?"
"Aku... Aku, hanya merindukan Keluargaku disana" ungkap gadis itu dengan raut wajah sendunya.
"Mulai sekarang, belajarlah hidup jauh dari keluargamu dan anggaplah ibuku juga ayahku sebagai orang tuamu sendiri dan anggaplah Anikiku sebagai Anikimu sendiri" ujar Sasuke tersenyum tulus. Gadis didepannya terpesona melihat senyum pria yang jarang sekali tersenyum seperti itu.
"Sasuke " gumam Sakura pelan .
Nampak Sakura yang masih terperangah dengan sikap Sasuke yang tiba tiba berubah padanya.
Adik dari Gaara itu tersenyum manis didepan Sasuke .
Mata emeraldnya terus menatap lurus kearah mata Onyx Sasuke, begitu juga dengan pria itu.
Sejenak suasannya menjadi hening , mereka masih saling memandang .
"Perasaan apa ini ,kenapa aku jadi gugup ditatapnya seperti itu dan jantungku..." batin Sakura yang mulai merona didepan Sasuke.
Seringai muncul dibibir Sasuke kala melihat gadis didepannya merona karnanya.
"Kau terpesona dengan kata kataku barusan ya, gadis bakka?" ujar Sasuke memecah keheningan. Seringai masih menghiasi bibir pria itu.
Sakura memutar bola matanya jengah.
"Mulai lagi. Sepertinya jantungku tak jadi berdebar , dia membuatku melayang kemudian menjatuhkanku" gerutu Sakura dalam hati dan menatap malas pada Sasuke.
"Kenapa melihatku seperti itu ?" Sasuke mulai menggoda Sakura seperti biasa.
Sakura hanya menghela nafas dan hendak meninggalkan Sasuke namun lagi lagi Sasuke menahannya dengan menarik pergelangan tangan Sakura.
"Kau mau kemana ? Aku masih ingin bicara dengan mu"
Sakura menepis tangan Sasuke.
"Aku tidak mau bicara dengan mu, pantat ayam mesum" ketus Sakura.
Gadis bermata emerald itu dapat melihat sorot mata Sasuke yang berubah dingin.
"Kenapa?" suaranya pun menjadi lebih dingin tak selembut tadi. "Tadi, aku lihat. Kau berbicara akrab dengan Aniki ku dan tersenyum manis tapi kenapa saat bicara dengan ku kau sangat ketus dan galak?" wajah Sasuke begitu serius.
Sakura benar benar dibuat bingung dengan sikap Sasuke. Ia mengerutkan dahinya dalam dan memandang bingung pria didepannya. Apa itu karna dia menyukaiku? itulah yang ada dipikiran Sakura.
"Sasuke, Apa kau menyukaiku ? " tanya Sakura tiba tiba , yang sontak membuat Sasuke terkejut dan terbelalak.
"Jika iya, apa kau akan menerimaku?" tantang Sasuke dan kini giliran Sakura yang terkejut dan terbelalak.
.
My Enemy © Aisya-Aoi-Chan
.
Dilantai bawah tepatnya di ruang bersantai keluarga. Itachi dan Mikoto duduk disalah satu sofa yang ada disana.
Mikoto nampak serius berbicara pada putra sulungnya.
"Itachi, jangan beritahu Sakura tentang perjodohan ini" pinta Mikoto.
"Tapi kenapa bu?" Itachi tak mengerti. "Bukankah akan lebih baik bila Sakura juga tau tentang perjodohan ini agar dia bisa menerima Sasuke?" kata Itachi.
"Ini permintaan dari orang tua Sakura. Jika Sakura tau, mungkin dia akan langsung pergi dari sini ,Ibu tidak mau itu dan sepertinya Sasuke juga sudah mulai suka dengan Sakura" ujar Mikoto.
"Aku mengerti. Bu" ucap Itachi datar. Putra sulung itu kelihatan tak suka namun apa boleh buat. Ia tak bisa melawan ucapan ibunya tersebut.
...
Sasuke dan Sakura masih di balkon , Sasuke masih menunggu jawaban dari Sakura.
"Kenapa kau diam? cepat jawab" desak Sasuke.
"Apa kau mau tau jawabanku?" Sakura mengerling jail.
"Hn" respon Sasuke malas.
"Dekatkan telingamu" pinta Sakura. Sasuke pun menurut dan mendekatkan telinganya kearah Sakura.
"DASAR PANTAT AYAM MESUMMMM! " teriak Sakura ditelinga Sasuke.
NGIIINGGG
Telinga Sasuke berdenging akibat ulah Sakura.
"Ish..." Sasuke meringis kesakitan sambil memegang telinganya.
"Rasakan itu, Wlekkkk " ejek Sakura berlalu pergi.
" DASAR GADIS BAKKA! AWAS KAU " teriak Sasuke kesal.
.
.
Mentari menampakkan cahayanya yang cerah. Sasuke yang sudah rapi dengan seragam sekolahnya sedang kesal didepan rumahnya. Ia bersandar pada mobilnya yang setiap hari ia pakai kesekolah. Sesekali mata onyxnya melihat jam tangan yang bertenger dipergelangan tangannya dengan raut wajah kesal.
"Oi...Gadis bakka! nanti kita bisa terlambat" teriak Sasuke didepan rumah dengan lantang.
Sakura keluar dari rumah sambil mengerucutkan bibirnya.
"Berisik!" Bentaknya pada Sasuke. "Kau berangkat saja dulu sana". ketusnya sambil melipat kedua tangannya kedada.
"Kenapa? kau tak mau berangkat sekolah?" tanya Sasuke heran.
"Aku akan berangkat sendiri. Aku tak mau berangkat sekolah satu mobil dengan mu" ujarnya sambil membuang muka.
"Ada apa denganmu? kau takut ya, dengan fansgirls ku?"
"Tidak" nampak Sakura tak terima. "Untuk apa aku takut dengan mereka. Aku bisa menghajar mereka satu persatu jika mereka cari masalah denganku" congkaknya.
"Ya, dan kau akan langsung dikeluarkan dari sekolah itu. Dasar gadis bakka " sahut Sasuke.
Sakura menatap kesal Sasuke. "Sudahlah, cepat sana pergi"
"Baiklah kalau itu mau mu, bye" Sasuke pun langsung masuk ke dalam mobilnya.
BRUUMM... BRUMMM
Suara motor terdengar cukup keras dari arah bagasi rumah Uchiha. Motor sport keren itu berjalan dan berhenti tepat dibelakang Sakura.
Sasuke yang masih belum berangkat, melihat pria yang mengendari motor sport keren itu lewat kaca mobilnya.
"Sakura, kau tak mau berangkat sekolah dengan Sasuke?" tanya Itachi yang duduk di atas motor kerennya.
Sakura menoleh kebelakang dan bergerak menyamping.
"Tidak aniki, aku mau naik bus saja" tolaknya ramah. Berbeda sekali saat ia menolak ajakan Sasuke tadi yang syarat akan emosi.
"Kalau begitu, berangkat bersamaku saja. Kebetulan arah kampusku dan KHS satu arah. Naiklah"
Gadis itu nampak ragu , namun karna tak mau membuat Itachi tersingung. Akhirnya Sakura pun mengiyakan ajakan baik Itachi.
"Baiklah , arigatou Itachi-san " Sakura pun naik ke motor itachi.
"Aa, panggil saja. Itachi-niisan."
Sakura tersenyum "Um.. Itachi-niisan".
Gadis itu dan Itachi tak tau, bahwa pria bermata onyx yang sedari tadi diam di dalam mobilnya, menatap mereka dengan kilatan marah. Bahkan tanpa sadar pria bersurai raven itu mengeratkan genggamannya pada setir kemudi.
"Cih!"
.
.
Pemuda berwajah baby face berdiri didepan gedung sekolah KHS. Pemuda bernama Sasori itu tersenyum penuh arti seraya menatap gedung sekolah didepannya.
"Jadi ini, sekolah KHS" ujarnya.
.
.
.
Tim basket KHS hari ini terlihat sedang berlatih.
Dibangku penonton banyak sekali murid gadis yang menonton mereka , kebanyakan adalah fansgirlsnya Sasuke.
"Kyaaa Sasuke-kun. Ganbatte ! "
" Kyaaaaa Sasuke-kun keren "
teriak para fansgirl Sasuke menggema di lapangan basket indoor tersebut.
Tenten, Sang manager mengerucutkan bibir dan menatap jengah kebangku penonton. "Apa apaan mereka " gerutunya. Ia kelihatan tak senang mendengar sorakan dukungan para siswi yang menonton latihan tim KHS dengan meneriakan nama sang kapten mereka.
Disisi lapangan, Sasuke mendrible bola orange bergaris hitam dan...
WUUUSHH
Bola itu masuk kedalam keranjang yang ada di ring basket.
PRIIITTTT...
Terdengar suara peluit dari pelatih mereka yang mengakhiri sesi latihan mereka saat ini.
"Kita istirahat sebentar " teriak Kakashi sang pelatih pada tim nya.
Para pemain basket berjalan menuju bangku mereka untuk istirahat.
Kiba duduk disamping kiri Sasuke dan Naruto duduk disamping kanannya. Sedangkan Neji terlihat duduk menyendiri di ujung bangku seraya menyeka keringat dilehernya dengan handuk yang diberikan Tenten sebelumnya. Sai dan pemain basket cadangan sedang sibuk mendapat teguran dari Kakashi karna permainan mereka yang kurang bagus.
"Kapten, kau semakin hebat saja" puji Kiba pada Sasuke.
"Hn" respon singkat Sasuke.
"Oi, Teme. Aku lihat tadi pagi Sakura-chan diantar Itachi-niisan , bagaimana mereka bisa saling mengenal?" tanya Naruto.
"Hn" jawab ambigu Sasuke sambil menggidikan bahu.
"Sasuke-kun,ini air mineral untukmu" Tenten menyodorkan botol minum pada Sasuke.
Pria itu pun langsung menerima dan meneguknya.
Naruto yang masih tidak puas akan jawaban ambigu Sasuke , kembali bertanya. "Teme, Apa mungkin Sakura-chan itu pacarnya Itachi-nii ? " tampang polos menghiasi wajah Naruto saat bertanya.
BUUURRRR...
Sasuke menyemburkan minuman yang ia minum tepat di wajah Tenten yang saat itu masih berdiri didepannya.
"Uhuk...Uhuk" Sasuke tersedak minumannya karna pertanyaan asal Naruto tadi.
"Aaah...Sasuke-kun,kenapa kau menyemburkan minumanmu ke wajahku , basah deh " keluh Tenten sambil menyeka wajahnya yang basah kuyup akibat semburan dari mulut Sasuke.
"Kau salahkan saja, Dobe." Bukannya meminta maaf pada Tenten, Sasuke malah melempar kesalahannya pada orang lain. Sedangkan orang yang dimaksud kelihatan tak terima.
"Kenapa jadi aku yang salah" protes Naruto.
Sasuke berdiri sambil menyeka sisa minuman dibibirnya dan menatap marah Naruto. "Tentu saja kau yang salah" sengitnya. "Kenapa kau membuatku terkejut dan asal kau tau Dobe, Sakura bukan pacar Itachi-niisan, Sakura itu..." Sasuke menghentikan ucapannya.
"Bakka, hampir saja aku keceplosan " batin Sasuke merutuki kebodohannya.
"Sakura-chan itu...,Apa?" Naruto masih menunggu lanjutan dari ucapan Sasuke.
Begitu juga dengan Tenten dan juga tim KHS yang ada disana yang mendengar obrolan mereka.
"...Bukan siapa-siapa" lanjut Sasuke ketus dan berlalu pergi.
"Kau mau kemana,Teme " teriak Naruto.
"Kenapa dengan Sasuke ?" tanya Sai memandang heran kepergian pria itu.
"Entahlah" sahut Naruto sambil mengangkat kedua bahu.
Menager tim KHS memandang sendu punggung Sasuke yang semakin menjauh. Sepertinya gadis bercemol itu menyadari bahwa pria yang ia cintai itu kini menyukai gadis lain.
Gadis itu tak menyadari bahwa ,ada seorang pria yang juga menatapnya dengan sorot mata yang terluka.
"Kapan, Kau akan melihatku. Tenten"
.
My Enemy © Aisya-Aoi-chan
.
Sakura berada dikantin dan duduk seorang diri sambil meminum jusnya.
"Bukankah itu pantat ayam. Kenapa dia terlihat dingin dan kesal seperti itu" gumam Sakura menatap heran saat melihat Sasuke dari kejauhan.
Sasuke terlihat membeli minuman kaleng dikantin.
"Kyaa~ Sasuke-kun, duduklah disini bersamaku " pinta salah satu fansgirls Sasuke yang ada dikantin.
Namun tak ada respon dari Sasuke , Pria itu berlalu pergi melewati gadis itu dengan wajah yang dingin dan cuek.
"Dingin sekali sikapnya " komentar Sakura yang melihatnya. "Perasaan, setiap bersamaku dia tidak sedingin itu" gumamnya menerawang. "Dia memang aneh" Sakura mengidikan bahunya acuh.
.
.
.
.
"Eh? itu Teme. Ia sudah kembali." tunjuk Naruto kearah Sasuke yang berjalan menghampirinya."Kemana saja kau " tanya Naruto saat Sasuke sudah didepannya.
"Bukan urusanmu" Jawabnya ketus.
"Kau ,ini " geram Naruto.
"Sudahlah Naruto, ayo kita lanjutkan latihan kita" ucap Neji dingin.
"Kenapa dengan, Neji?" gumam Tenten yang menyadari berubahan sikap Neji yang menjadi dingin.
Tim KHS pun kembali bermain basket.
Sakura ternyata mengikuti Sasuke tadi dan sekarang ia berada di lapangan basket indoor dan duduk untuk menonton Tim basket Sasuke Dkk yang sedang berlatih.
"Hebat , permainan dan teknik mereka bermain basket benar benar mengagumkan. Berbeda sekali dengan tim SGS dulu " puji Sakura yang melihat permainan tim basket KHS yang apik.
Matanya kini beralih menatap Sasuke yang memegang bola.
dengan kecepatan dan kelincahannya, Sasuke berhasil mengecoh Neji yang mencoba menghalanginya.
Sasuke melompat dan melempar bola itu ke ring basket .
Sakura terpukau melihat aksi keren Sasuke itu.
"Dia kelihatan keren saat bermain basket " batin Sakura yang terus memperhatikan permainan basket Sasuke.
"Kyaaa~ Sasuke-kun hebat " teriak para fansgirls Sasuke .
"Hah~ melihat mereka berlatih basket jadi ingat tim basket SGS, bagaimana kabar mereka ya" Sakura tampak lesu, namun sedetik kemudian semangat jiwa mudanya kembali membara.
"AAAHHHH~~ AKU MERINDUKAN MEREKAAAAA! " teriak Sakura kencang.
"Krik... Krik...Krik...Krikk" terdengar suara jangkrik disuasana yang tiba tiba menjadi hening seketika. ^_^
Semua yang ada di lapangan basket melihat kearah Sakura yang tadi berteriak dibangku penonton.
bahkan tim basket KHS menghentikan permainan mereka secara tiba tiba karna teriakan 'gaje' Sakura tadi.
Gadis yang kini menjadi pusat perhatian , menelan ludahnya. Sakura bingung saat suasana menjadi hening dan semua mata tertuju padanya.
"K-kenapa kalian semua melihat ku? " tanya Sakura heran. Mata gadis itu berkedip kedip berberaba kali.
"Oi gadis bakka. Kau gila ya" seru Sasuke.
"Aish...Kuso! aku berteriak terlalu keras tadi" rutuk Sakura dalam hati setelah tau akan kesalahannya.
Karna malu Sakura pun pergi dari tempat itu.
"Kenapa dengan Sakura-chan? aneh sekali" gumam Naruto memandang heran kepergian gadis itu.
"Pelatih, sepertinya aku tak bisa ikut latihan lagi hari ini, Aku pergi dulu" pamit Sasuke yang langsung pergi meninggalkan latihannya.
"Kenapa pula dengan si Teme " gumam Naruto lagi.
"Kau, Menyukainya ya. Sasuke-kun" Tenten meneteskan air matanya saat melihat kepergian Sasuke untuk mengejar Sakura.
Neji yang melihat Tenten meneteskan air mata, mengepalkan kedua tangannya dan berjalan mendekati Tenten.
"Ikut, Aku" Tanpa basa basi pria Hyuga itu menyeret pergi Tenten bersamanya. Semua mata tim KHS memandang heran kepergian mereka.
Naruto menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Aku benar benar tidak mengerti. Sebenarnya ada apa sih, dengan mereka semua." tanyanya frustasi.
.
.
.
.
"Kuso! Kuso! Kuso!" gerutu Sakura yang berjalan menuju halaman sekolah sambil terus merutuki kebodohannya.
"Manager Bakka" panggil Seseorang yang cukup familiar baginya.
Seketika langkah gadis itu terhenti.
"Suara itu..." Sakura mengenal suara orang tersebut. Ia mengedarkan pandangannya dan tepat saat itu ia melihat seseorang yang sudah ia kenal tengah tersenyum kepadanya.
"Akhirnya. Aku bertemu dengan mu lagi. Manager bakka" ucapnya.
"Sa-So-Ri?" gumam Sakura tak percaya.
"Ayo, kita kembali ke Suna , Sakura" kata Sasori dengan wajah serius.
DEG
.
.
TBC
