Chap 6
Main Cast : Kim Joong Woon ( Yesung ) ( N )
Choi Ryeowook ( Y )
Cho Kyuhyun ( N )
Lee Sungmin ( Y )
Choi Siwon ( N )
Cho Kibum ( Y )
Pair : Yewook, slight Kyumin & Sibum
"Buka mulutmu!" perintah Wookie. Dengan rela jongwoon membuka mulutnya. Segera wookie memasukan jjajangmyeon itu ke mulut jongwoon. Jongwoon hanya tersenyum yang lebih terlihat seperti seringai di wajahnya itu, sambil terus memainkan games di hpnya. "Ternyata enak juga punya pembantu kekekeke..." innernya.
" Minum Wookie-ah..." pinta jongwoon. Wookie hanya bisa menghela nafas sebelum akhirnya melakukan apa yang dipinta jongwoon.
" Ini.!" katanya ketus " seperti aku pembantunya saja, kalau saja tangannya bukan terluka karena aku, mana sudi aku,.." dalam hati wookie hanya merutuki kebodohan itu.
" Kenapa kau menatapku seperti itu eoh?, apa kau sudah mulai jatuh cinta padaku hmmm?" lagi lagi jongwoon menggoda ryeowook. Sedangkan Wookie hanya meengerutkan keningnya.
" Dalam mimpimu kepala besar!, aku takkan tertipu lagi oleh sikap mu itu jongwoon-ssi. Cepat habiskan makananmu, setelah ini aku mau pulang" jongwoon hanya tersenyum karena usahanya gagal kali ini untuk menggoda gadis ini.
" Apa aku boleh pulang hari ini ya? Aku bosan jika harus disini terus..." wookie tidak menjawab pertanyaan jongwoon, dia hanya mengangkat bahunya tanda ia juga tifak tahu.
" Apa sebaiknya kau yang tanyakan saja Wookie-ah, sepertinya kau kenal baik dengan Dokter Kibum. Iya kan?" Wookie hanya memandang kesal pada jongwoon, dia seperti dimanfaatkan sekali oleh namja ini.
" Arra, arra... yasudah kalau tidak mau juga tidak apa-apa. Tidak usah memandangku seperti itu. kau ini judes sekali sih!, aku sudah selesai makannya. Kalau kau mau pulang ya pulang saja sana" Jongwoon membaringkan tubuhnya lalu membelakangi Ryeowook.
" Haahh... kau ini merepotkan sekali seperti bayi saja" Wookie meninggalkan ruangan jongwoon, dia berjalan ke arah dokter yang merawat Jongwoon, ya.. itu Kibum calon kakak iparnya.
Tok.. Tok... Tokk...
" Masuk !" terdengar suara seseorang dari dalam.
" Onnie...," Wookie memasuki ruangan Kibum yang rapih itu.
" Oh,, Kau Wookie-ah... ada apa kau kesini?" Kibum mengalihkan pandangannnya yang semula berkutat dengan laptopnya.
" Ani, onnie... apa aku mengganggu?" tanya Wookie ragu, ia takut mengganggu onnienya itu. Kibum hanya menggeleng sambil tersenyum.
" Anni, duduklah..." Wookie tersenyum senang karena Kibum tidak merasa terganggu olehnya.
" Wae?"
" Hmm,, aniyo onnie... aku hanya ingin menanyakan pasien yang bernama Kim Jongwoon. Apa dia sudah boleh pulang onnie?" Kibum mengernyitkan kening nya " jongwoon ?". tapi tak lama senyum mulai terkembang dari bibir chery nya.
" Apa Jongwoon namjachingumu Wookie-ah?" tiba tiba wajah wookie memerah malu.
"A...anniyo... onnie... enak saja masa aku pacaran sama si kepala besar itu?" dengan tergagap wookie menjawab pertanyaan kibum. Kibum hanya tertawa renyah saat wookie mengatakan hal itu.
" Dia memang sudah boleh pulang, wookie-ah,, tapi untuk 2 bulan kedepan dia tidak bisa menggunakan tangan kanannya dulu untuk hal hal yang berat berat karena masih harus menjalani pemulihan"
" Separah itukah onnie? Sampai 2 bulan kedepan dia tidak bisa menggunakan tangan kanannya?" Kibum hanya mengangguk.
" Arasseo,, yasudah onnie, wookie pamit dulu ne.. gomawo untuk informasinya. Sering seringlah main ke rumah.. annyeong onnie"
Wookie meninggalkan ruangan kibum dan menuju ruang rawat wookie hampir membuka pintu, terdengar percakapan dari dalam ruang jongwoon.
" Anni, oppa tidak apa-apa minnie-ah.., kau jangan khawatir begitu. Begitu merindukan oppa eoh?"
". . . . . . . . . . . . . . . . ."
" Hahaha... oppa memang selalu suka saat menggodamu minnie-ah..., yasudah kalau kau mau bertemu dengan oppa, kau datang saja ke seoul int'l hospital kamar no. 13 ya"
". . . . . . . . . . . . . . "
"Yak! Jangan berteriak begitu minnie-ah, oppa bisa bisa tuli kalau begini..."
". . . . . . . . . . ."
"Yasudah minnie kesini saja ne, oppa tunggu."
". . . . . . . . . . . . ."
" Iya... oppa tidak apa apa, kau jangan khawatir begitu"
". . . .. . . . . . . . ."
" Arraseo... gomawo dongsaeng-ah"
Wookie sedikit mengembangkan saenyumnya ketika mendengar kalimat terakhir yang jongwoon ucapkan. Sebelum ini dia terlihat sangat kesal karena jongwoon terlihat sagat errr... mesra dengan sepupunya sendiri Lee Sungmin.
Wookie Pov
Aku berjalan menuju ruangan rawat si kepala besar itu, kalau dipikir pikir jika bukan aku yang menyebabkan tangannya terluka seperti itu, dan taruhan bodoh itu aku mana mau menemaninya di rumah sakit seharian. Walaupun dia tidak mengungkit ngungkit perihal taruhan itu, tapi aku merasa kalau aku memang harus bertanggungjawab terhadapnya ah, ani... terhadap tangannya maksudku.
Perlahan aku mendengar jongwoon sedang berbicara pada seseorang, sepertinya dia sangat bersemangat sekali berbicara dengan orang di sebrang telpon sana. Huh... kenapa mendadak jadi tidak suka begini ya? Aku menggelengkan kepalaku untuk menghilangkan pikiran aneh itu, ya fikiran kalau aku sedikit errr... cemburu mungkin.
" Babboya wookie-ah, untuk apa kau cemburu... andwe!" aku menggerutu pada diriku sendiri, kenapa harus ada kata cemburu. Huft... menyebalkan...
Kubuka perlahan pintu ruangan itu, tapi sepertinya si kepala besar itu belum menyadari bahwa aku sudah berada di ruangan ini. Dan bisa kuyakini bahwa yang sedang menelponnya adalah seorang yeoja.
" Iya... oppa tidak apa apa, kau jangan khawatir begitu"
". . . .. . . . . . . . ."
" Arraseo... gomawo dongsaeng-ah"
Terulas senyum di bibirku ketika mendengar kalimat terakhir yang jongwoon ucapkan. Eh, tersenyum? Untuk apa aku tersenyum? Kenapa aku terkesan senang sekali ketika jongwoon mengucapkan kata itu. sekali lagi aku menggelengkan kepalaku, mencoba menghilngkan fikiran yang tidak tidak ini lagi.
Dia menutup sambungan teleponnya, dan menoleh kearahku. Aku hanya bersikap biasa saja. Tapi sejujurnya aku merasa jantungku kembali berdetak ketika melihat dia menatapku dengan tatapanya itu. sungguh saat menatap mata sipit itu, aku merasa nyaman. Haaah? Lagi lagi fikiran aneh itu. aku mencoba menghampirinya dan bersikap seperti biasanya.
" Kau sudah boleh pulang jongwoon-ssi..." kataku dingin, tapi berkebalikan dengan sikapku yang dingin dia malah menampakkan senyum itu lagi, senyum yang membuat dadaku berdesir halus.
" Jinjja? Wahhh,, akhirnya aku bisa keluar juga dari tempat ini. Kau tahu Wookie-ah aku sangat bosan di tempat ini" dia terlihat sangat senang.
" Hmm... kau boleh pulang besok, kalau begitu aku akan pulang dulu sebentar, aku mau mandi lalu kembali kesini. Kau mau aku bawakan apa?"
" Mandi?" tanyanya dengan senyum misterius menurutku. Aku hanya mengangguk mengiyakan.
" Mau mandi bersamaku Wookie-ah..." ucapnya dengan sedikit mendesah.
" Yak! Dasar kepala besar mesum!" aku berteriak emosi, bagaimana bisa si kepala besar ini mengucapkan kata kata vulgar itu lagi, dasar namja aneh.
" Hahhahaha... hahhaah..., aku sangat menyukai tampangmu yang shock begitu Wookie-ah, ahhhahahah"
Apa barusan dia bilang? Menyukai? Hmmm... Dia menyukaiku mungkin karena dia berhasil mempermainkan aku dasar babbo!, kau berfikir dia menyukaimu wookie-ah? Dunia memang sudah gila.
" Yakk! Kau memang menyebalkan Kin Jongwoon!" dia masih saja tertawa
" Aku mau pulang saja,..."
" Eh, tunggu Wookie-ah.." langkahku terhenti ketika dia memanggilku, aku membalikan tunuhku untuk menghadapnya
" Kau mau kesini lagi kan? Bawa minnie-ah juga ya.. dia bilang dia ingin bertemu denganku katanya" aku hanya mengangguk mengerti
" Arasseo.. Ghalkke..." dia tersenyum padaku dan membaringkan tubuhnya di ranjang.
Wookie Pov End
" Oppa..." terdengar teriakan ketika pintu ruang rawat jongwoon terbuka. Lee Sungmin berlari menghampiri pasien yang sedang tertidur. Perlahan mata jongwoon terbuka untuk melihat siapa yang telah mengganggu tidurnya kali ini.
" Eoh, minnie-ah..." jongwoon tersenyum ketika ia tahu ternyata minnie lah yang datang bersama wookie.
" Oppa, gwencanha? Mana yang sakit oppa?" minnie terlihat panik sedangkan jongwoon hanya mampu tersenyum maklum melihat sepupunya itu sangat panik padanya.
" Gwencanha minnie-ah.., hanya luka ringan koq.."
" Jinjja? Tapi sepertinya tangan oppa belum sembuh.."
" Memang belum sembuh minnie-ah, dokter bilang jongwoon tidak bisa melakukan hal yang berta dulu selama 2 bulan dengan tangan kanannya itu" Wookie menjawab pertanyaan minnie dan menghampiri meja didekat ranjang jongwoon dan menyimpan beberapa buah-buahan segar disana.
" 2 bulan wookie-ah? Kenapa lama sekali?" wookie hanya mengendikan bahunya,
" Entahlah minnie-ah, menurut dokter yang merawatnya.. ya.. memang begitu" Minnie mengangguk mengerti.
" Arasseo,,, oppa, apa oppa lapar? Atau mau makan sesuatu?" tanya minnie dengan penuh semangat
" Anni, minnie-ah.. oppa tidak mau apa apa, oppa hanya mau pulang saja" jawab jongwoon lemas.
" Kau kan memang mau pulang besok jongwoon-ssi, jadi hentikan wajah memelas mu itu, kau terlihat sangat bodoh" ucap wookie sarkastik. Jongwoon hanya mendengus kesal. Sedangkan minnie hanya menggelengkan kepalanya melihat 2 orang dihadapannya seperti kucing dan anjing jika bertemu.
2 hari kemudian
" Oppa, apa tidak apa-apa, oppa kan masih sakit..."
" Tidak apa-apa minnie-ah, kau tenang saja..."
" Tapikan oppa belum sembuh benar, kenapa memaksa untuk sekolah"
Jongwoon memang memaksa untuk sekolah hari ini, dia sudah bosan dirumah sakit dan berdiam di rumah walupun hanya sebentar. Minnie mencoba membujuk oppanya ternyata tidak berhasil. Dia hanya menghela nafas pasrah dan mengikuti keinginan oppanya.
" Wookie-ah, kau sudah bertemu dengan Siwon hyung dan Kibum noona?" Tanya Kyu pada Wookie. Memang saat ini Minnie, Jongwoon, Wookie dan Kyuhyun berangkat bersama. Berhubung jongwoon tidak bisa menyetir karena tangannya terluka, dengan terpaksa wookie meminta bantuan Kyuhyun untuk mengantar mereka ke sekolah.
Wookie dan Kyuhyun duduk didepan, sedangkan Minnie dan jongwoon dibelakang.
" Sudah kyu, tentang pernikahan mereka kan?" Kyuhyun hanya mengangguk
" Ne, kau tahu dengan begitu kita bisa menjadi saudara ipar Woookie-ah,, waaahh... aku senang sekali bisa bersaudara denganmu Wookie. Nanti aku akan memanggilmu wookie noona..." Wookie tertawa renyah mendengar candaan kyuhyun.
"Yak! Jangan memanggilku noona...! shireo! Aku memang lebih tua darimu 2 tahun, tapi tetap saja badanmu itu lebih besar dariku, bahkan aku lebih pantas memanggilmu dengan oppa... Kyuhyun oppa..." Wookie membalas candaan Kyuhyun dengan nada dibuat-buat. Mereka berdua hanya tertawa.
Mereka belum menyadari ada 2 orang lain dibelakang yang tersenyum saling memandang.
" Oppa, ternyata kyuhyun akan jadi saudara dengan wookie... aku bahagia oppa..." inner Sungmin
" Ternyata mereka akan jadi saudara Ipar minnie-ah,, kau bisa mendekati kyuhyun"inner Jongwoon
Sesampainya di sekolah Jongwoon
" Hyung, kita sudah sampai di sekolahmu, nanti mau kujemput pas pulang sekolah"
" Tidak usah Kyuhyun-ah, terimakasih. Nanti aku bisa pulang dengan temanku saja. Ghalkke! Minnie-ah, Wookie-ah, Kyuhyun-ah annyeong" jongwoon keluar dari mobil kyuhyun dan beranjak masuk kesekolahnya.
" Annyeong oppa/hyung..." jawab ketiga orang itu.
Mobil kyuhyun meninggalkan wilayah sekolah jongwoon, tapi wookie tetap melihat kearah kaca spion untuk melihat jongwoon. Terlihat beebrapa yeoja mendekati jongwoon dan menarik-narik tangan jongwoon manja. Melihat itu Wookie hanya mendengus sebal.
" Apa mereka tidak tahu kalau tangannya terluka, dasar yeoja yeoja centil" entah pada siapa wookie berbicara, dia kesal dengan apa yang dilihatnya.
" Kenapa Wookie-ah?" menyadari Wookie berbicara kyuhyun meamandang wookie heran.
" Eoh, anniya... bukan apa-apa" sungmin hanya tersenyum dibelakang.
"S epertinya Wookie benar-benar menyukai jongwoon oppa" batinnya.
Skip time...
Jongwoon POV
Sepulang sekolah tadi aku meminta donghae untuk mengantarku pulang, ya Cuma dia yang bisa menantarku dengan selamat. Para yeoja mengerikan itu tadi selalu saja mendekatiku hiiii... aku jadi takut sendiri.
" Gomawo Donghae-ah..."
" Ne, hyung... aku pulang dulu ya.."
" Eoh, hati-hati"
Krriieett...
Aku memasuki rumah, dan menuju kamarku. Kurebahkan tubuhku di kasur.
" Haaaaaaaaaaahhhhhhhhh... hari yang melelahkan, kenapa yeoja yeoja tadi selalu menggangguku sih?"
Jongwoon jadi membayangkan bagaimana kewalahannya dia tadi menghadapi yeoja yang merupakan fansnya itu.
Flashback on
" Kyaa...Jongwoon oppa, mau aku antar pulang..." salah seorang gadis menarik tangan kiriku dan menarikku ke dekatnya, Taeyeon namanya.
" Yak! Andwe, Jongwoon oppa harus pulang denganku, ya kan oppa... Kajja.." ada gadis lain yang menarik tanganku dan melepaskan pegangan tanganku pada Taeyeon, dan mendelik kesal kemudian tersenyum manis padaku, .
" Jongwoon oppa!" terik beberapa gadis lagi menghampiriku dan sepertinya hendak mengajakku pulang juga. Huft... susahnya jadi orang populer! Kkekekeekeke... J
Aku hanya tersenyum kaku pada mereka, bagaimanapun ini didepan umum, aku malu jika harus jadi rebutan beberapa gadis seperti ini.
" Hmm,, mian... aku tidak bisa pulang dengan kalian..." aku jadi tidak enak sekali pada mereka, padahal mereka baik sekali padaku. Tapi kalau aku ikut dengan salah satu dari mereka, kejadian memperebutkan seorang kim jongwoon yang tampan tidak akan habisnya kkekeke... :D
Terlihat wajah mereka menjadi murung. Hah, biarkan saja lah, aku melihat donghae yang hendak menuju parkiran, segera saja aku memanggilnya, dan segera meninggalkan yeoja-yeoja itu.
" Donghae-ah!" donghae terlihat mencariku orang yang memanggilnya.
" Oh, hyung ternyata kau.."
" Hosh... hosh... a... pha aku... bho.. leh.. meminta.. to..long padamu hae-ah.." aku terengah karena aku berlari mengejar donghae.
" Wae hyung? Kau seperti dikejar setan hyung?"
" Aku bukan dikejar setan hae-ah, tapi segerombolan bidadari..., lebih tepatnya" donghae mengernyitkan keningnya heran
" Bidadari?" aku mengangguk, lalu aku menunjuk segerombolan yeoja yang sedari tadi memerhatikanku dengan daguku. Donghae mengikuti arah yang kutunjuk, diapun hanya tersenyum maklum.
" Mereka lagi ya? Bidadari agresif lebih tepatnya hyung,.. kekeekeke" donghae terkekeh begitu juga denganku.
" Begitulah hae-ah, apa aku boleh ikut denganmu? Aku kan tidak bisa membawa mobil ataupun motor saat ini." .
" Tentu saja hyung, kau ini jangan sungkan begitu padaku hyungie...kajja!" donghae merangkul pundakku dan meninggalkan sekolah.
Flasback off.
Drrrtt... drrrtt...
Ponselku bergetar, sepertinya ada panggilan masuk. Aku mengernyit melihat id pemanggilnya. –choi ryeowook- segera kuangkat telponku.
" Yeobseyo..."
" Apa kau sudah pulang?" tidak biasanya dia perhatian padaku,biasanya juga dia galak sekali padaku
" Ne?"
" Huufftt... apa kau sudah pulang?" kudengar dia menghela nafas dan mengulang lagi pertanyaannya.
" Ah,, ne.. aku baru saja sampai. Wae?'
" Ah, anni... hanya saja apa kau sudah makan?" aku semakin bingung dengan keadaan ini, kenapa dia jadi seperti ini.
" Belum,," jawabku singkat
" Baiklah, aku akan ke tempatmu sekarang, kirimkan alamatmu padaku ok?"
" Arraseo" terdengar sambungan telepon yang diputus, aku makin heran kenapa dia jadi seperti itu ya?
Jongwoon Pov End
Tok tok...
" Ne..." jongwoon berjalan untuk membukakan pintu.
" Lama sekali sih,,, aku pegal tahu!, dimana dapurnya?" ternyata yang datang adalah wookie, dia merenggut kesal karena jongwoon lama sekali membuka pintunya. Saat ini wookie membawa beberapa kantong yang berisi bahan masakan.
" Yea? Disana.." jongwoon menunjukan sebuah ruangan yang disebut dapur.
" Kau duduk saja, nanti kalu sudah selesai aku akan memanggilmu" jognwoon mengangguk patuh.
Setelah 10 menit wookie segera memanggil jongwoon untuk makan.
" Jongwoon-ssi... masakannya sudah matang, kau bisa makan sekarang" jongwoon segera mematikan tv nya dan bergegas menuju ruang makan yang terletak di dekat dapur.
" Wuaaahhh... keliatannya enak wookie-ah..." mata jongwoon berbinar setelah melihat hasil karya wookie.
" Kajja, kita makan.." jongwoon segera duduk dan menikmati makannya, tapi dia lupa saat ini dia tidak bisa menggunakan sumpit untuk makan, yang sudah sudah dia lebih memilih makan sayur, sedangkan untuk saat ini dia membutuhkan sumpit untuk makan. Wookie yang melihatnya hanya terheran, "tadi semangat sekali, sekarang malah diam begitu, dasar aneh.." batinnya
" Wae?" jongwoon memandang wookie dengan tatapan memelas
" Aku kan tidak bisa pakai sumpit Wookie-ah.., tanganku masih di gips, eotokhae?" wookie hanya akan menghea nafas, dan pindah ke bangku disamping jongwoon.
" Wookie, memasukkan beberapa makanan ke mangkuk, setelah itu dia menyumpitnya, lalu mengarahkan makanannya ke arah mulut jongwoon.
" Buka mulutmu.." perintah Wookie. Jongwoon yang masih belum menyadari apa yang dilakukan wookie hanya terdiam.
" Cepat buka mulutmu, atau kau mau makanan ini aku ganti jadi bubur saja, agar kau bisa menggunakan sendok ketika memakannya?" mendengar perkataan wookie, jongwoon membuka mulutnya. Jonggwoon sudah menghabiskan makanannya, diapun melihat wookie yang sedang membereskan meja.
" Wookie-ah..."
" Hmmm..." tanpa menghiraukan panggilan jongwoon, Wookie terus saja fokus pada pekerjaannya
" Wookie-ah..."
" Hmmm..." lagi lagi wookie hanya menjawab seadanya.
" Wookie-a...hhhh" jongwoon mulai kesal karena wookie tidak juga menghiraukannya
" Wae?" bentak Wookie, sedangkan jongwoon hanya tersenyum gaje.
" Gomawo..." wookie berhenti membereskan meja dan beralih menatap mata sipit jongwoon. Matanya mengerjap lucu.
Cup...
Mata wookie terbelalak kaget dengan apa yang dilakukan jongwoon barusan, ya... jongwoon mengecup sekilas pipi wookie, membuat pipinya memerah karena malu..
" Yak! Apa yang kau lakukan hah?" wookie membentak jongwoon karena dia sangat kaget dengan apa yang dilakukan jongwoon barusan. Yang ditanya hanya nyengir sambil meninggalkan dapur...
" Gomawo Wookie-ah...!, dan yang tadi itu untuk balasan yang tempo hari..." dengan sedikit berteriak jongwoon meninggalkan wookie yang masih dengan pipi merahnya.
" Bodoh!" wookie hanya bisa mengumpat pelan, tapi meskipun mulutnya bilang tidak suka, tapi tiba tiba hatinya menghangat dan tangannya kembali menyentuh pipinya yang dikecup jongwoon barusan. Dia tersenyum lembut..
Tok..Tokk...tok...
" Jongwoon-ssi..." Wookie mengetuk pintu kamar jongwoon, ini sudah hampir malam dan Wookie akan pamit pulang, bagaimanapun dia itu orang yang tahu tata krama, tidak mau dianggap orang yang tidak tahu sopan santun ketika bertamu ke rumah orang lain. Tak kunjung ada jawaban dari dalam kamar.
Krieet,,,
Wookie, membuka pintu yang sebenarnya tidak terkunci itu.
" Eh, tidak dikunci.., " wookie memasuki kamar jongwoon bermaksud pamit secara langsung, pada namja sipit itu. Tetapi pandangan wookie semenjak tadi tidak menemukan sosok yang ia cari. Hingga..
" Coz I can't stop thinking about you girl..." jongwoon yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan rambut basah dan dia hanya memakai celana boxer yang menempel ditubuhnya, seketika berdiri kaku. Wookie yang sadar ada seseorang yang ada dibelakangnya, seketika melebarkan matanya kaget...
" Kyaaaaaa!" mereka berdua berteriak kaget ketika pandangan mereka bertemu. Wookie segera menutup wajahnya. Sedangkan jongwoon segera masuk ke kamar mandi lagi, tapi karena tergesa gesa kakinya membentur pintu, dan itu membuatnya meringis sakit.
" Au... yak! Sedang apa kau dikamarku eoh?" teriaknya dari kamar mandi
" Mian... aku hanya mau pamit padamu tadi, Yak! Kenapa kau tidak memakai bajumu di kamar mandi saja tadi... kenapa keluar dari kamar mandi dengan celana itu saja dasar bodoh!" Wookie berteriak lebih keras dari pada jongwoon, sejujurnya dia sangat malu, ketika melihat tubuh atas ber-ABS jongwoon yang tidak tertutup sehelai benangpun.
" Mian... aku tidak tahu kalau kau ada disana tadi,, Yak! Kenapa harus aku yang minta maaf ! jelas jelas kau yang masuk kamarku tanpa ijin.."
" Kau saja yang bodoh, aku tidak menyuruhmu minta maaf kan..."
" Sebenarnya apa yang kau lakukan dikamarku Ryeowook-ssi?" jongwoon keluar dari kamar mandi dengan pakaian lengkap dengan langkah pincang, bagaimanapun dia tadi tergesa masuk ke kamar mandi dan tidak sengaja menabrak pintu kamar mandi.
" Itu... aku mau pulang, aku hanya mau pamit padamu tadi" Wookie berbicara dengan pelan, dia masih malu jika mengingat kejadian tadi.
" Oh... kau mau pulang, baiklah, kalau begitu ayo aku antar sampai kedepan, mian tidak bisa mengantarmu, tanganku masih belum bisa digunakan untuk menyetir" Wookie hanya menggeleng, mereka berdua meninggalkan kamar jongwoon dan menuju keluar rumah. Belum sempat mereka sampai diluar rumah, wookie baru menyadari jongwoon berjalan dengan tidak benar.
" Kakimu kenapa jongwoon-ssi?"
" Hah? Ani, tadi hanya terbentur pintu sedikit?" jongwoon hanya nyengir, atas kebodohannya. Wookie melirik pada lutut jongwoon yang sedikit membiru
" Duduklah..." Wookie menyuruh jongwoon duduk di kursi ruang tamu
" Yea?" jongwoon mengernyitkan dahinya
" Duduklah, aku akan mengobati lukamu dulu sebelum aku pulang" Wookie meninggalkan jongwoon yang sudah duduk dikursi, dia bergegas mengambil es batu untuk mengompres luka di kakinya.
Wookie dengan cekatan mengobati luka dikaki jongwoon, kakinya sedikit membiru, jadi dia mengompresnya dengan es batu agar tidak semakin membengkak. Jongwoon menatap lekat pada Wookie yang sedang mengobatinya, tanpa ia sadari ia tersenyum lembut memandang Wookie.
Wookie yang merasa diperhatikan, menolehkan kepalanya pada jongwoon.
" Wae?" dengan nada galak Wookie membentak jongeoon, merasa risih juga bila ditatap seperti itu
" Anni, Aish... kau ini galak sekali sih jadi yeoja, kalau begitu caranya mana ada namja yang bisa tertarik padamu" Wookie mendelik mendengar pernyataan jongwoon, tapi beberapa detik kemudian tatapannya meredup, dia menunduk sedih, ternyata jongwoon menganggap dia adalah yeoja yang galak
" Aahhh,,, mian mian wookie-ah, aku tidak bermaksud" menyadari perubahan wajah Wookie, jongwoon jadi merasa bersalah.
" Anni, kau memang benar, aku memang yeoja galak.., kalau begitu aku pulang dulu ne... aku sudah memasak makan malam untukmu, ghalkke..." Wookie beranjak dari duduknya, saat dia hendak berjalan, sebuah tangan menahannya, kontan Wookie menoleh ke tangannya yang digenggam tentu saja oleh jongwoon, siapa lagi?
Manik obsidian jongwoon menatap caramel Wookie yang terlihat tenang, dia bangun untuk mensejajarkan tubuhnya dengan wookie. Dia memeluk wookie dengan lembut, wookie hanya bisa menerima, ada kehangatan yang dia rasakan saat ia dipeluk oleh namja ini.
" Mianhae... geurigo... gomawo..." jongwoon semakin memeluk erat wookie dan sepertinya wookie juga sangat menikamati pelukan jongwoon, dia menutup matanya merasakan kehangatan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.
" Gwencanha.." wookie melepaskan pelukan jongwoon dan menatap mata jongwoon dalam
Perlahan jongwoon mendekatkan wajahnya pada wajah wookie, tinggal beberapa centi lagi bibir tipis jongwoon mendekat dengan bibir wookie, reflek wookie mnutup matanya. 3 centi, 2 centi...
" Opp... pa..." jongwoon menoleh ke arah suara yang memanggilnya, ternyata itu minnie, Wookie segera membuka matanya menatap seseorang yang memanggil jongwoon, dengan tergesa wookie melepaskan pelukan jongwoon ditubuhnya, wajahnya tertunduk malu.
" Upppss...mian, aku mengganggu kalian berdua, silahkan lajutkan..." minnie membalikan tubuhnya, ia merutuki kebodohannya yang mengganggu kegiatan jongwoon dan wookie barusan.
Jongwoon dan Wookie saling berpandangan dan mereka terlihat kaku satu sama lain
" Ehm... kalau begitu aku pulang dulu jongwoon-ssi.." lagi lagi tangan jongwoon menahan tangan wookie.
" Bisakah kau tidak memanggilku seperti itu wookie-ah, kau bisa memanggilku oppa seperti minnie"
" Yea?" wookie berfikir sejenak, kemudian mengangguk sambil tersenyum.
" Nice girl, coba kau panggil aku.."
" Oppa..." wookie terlihat malu malu memanggil jongwoon seperti itu
" Wuaaahhhh... kau imut sekali wookie-ah jika malu seperti itu..." mata jongwoon berbinar melihat semburat pink di pipi wookie, dia menarik pipi wookie gemas, sedangkan wookie hanya makin terlihat malu oleh sikap jongwoon.
" Kajja, aku antar kau sampai kedepan rumah" jongwoon menggandeng tangan wookie. Terasa desiran halus didalam dada mereka berdua.
" Minnie-ah, kenapa tidak masuk, diluar dingin.., eh, kau juga disini kyuhyun-ah"
" Iya hyung, aku tadi mengantar minnie kesini, wookie-ah, kau juga disini" pandangan minnie dan kyuhyun tertuju pada tangan kiri jongwoon yang sedang menggenggam tangan wookie mereka berdua tersenyum aneh. Merasa aneh pada pandangan 2 orang dihadapannya, waookie dan jongwoon mengikuti arah pandang kyuhyun dan minnie. Dia baru tersadar, sejak tadi dia menggenggam tangan wookie. Jongwoon segera melepas genggaman tangannya di tangan wookie. Jongwoon dan wookie merasa sangat malu.
" Ah, iya oppa, mian menggangggu kalian tadi.. aku hanya ingin menengokmu oppa.." Jongwoon terlihat gugup mendengar pernyataan minnie barusan.
" Anni, minnie-ah.."
" Kyuhyun-ah, kau antar minnie dan wookie pulang ne, ini sudah malam, sebaiknya kalian pulang cuacanya pun semakin dingin"
" Baiklah hyung, kajja minnie-ah, wookie-ah.."
" Kajja ..., oppa annyeong..." minnie melambaikan tangannya kearah jongwoon.
" Annyeong jongwon-ss..oppa.." jongwoon menatap lembut wookie dan tersenyum geli mellihat ekspresi wookkie yang mwnurutnya lucu itu.
" Annyeong minnie-ah, wookie-ah... hati hati kyuhyun-ah.." jongwoon melambaikan tangannya ke arah mobil kyuhyun yang sudah mulai meninggalkan halaman depan rumahnya.
" Aku rasa aku memang menyukainya..." gumam jongwoon entah pada siapa, dia lalu masuk ke rumahnya.
TBC...
Wahhh... kurang banyak ya yewook momentnya... Author masih belum dapet ide yang lebih dari sekedar ini.. hehehe..
Gomawo yang udah nunggu kelanjutan ff ini... jeongmal gomawo... bungkuk hormat sama readerdeul..
Ga bosen bosen ngucapin gomawo buat yang udah ngasih review...
Mind review again for this chap chingudeul...
