"Aku dengar kau tidak masuk kuliah. Tadi aku menjemputmu di kampus." Zhoumi bergumam pelan sambil menaiki tangga. "Maaf aku cemas, jadi aku datang kemari."
Sungmin menganggukkan kepalanya. "Untunglah kau datang. Aku tidak bisa masuk karena aku merawat Kyuhyun."
Zhoumi mengerutkan keningnya. "Kyuhyun sakit? Sakit apa?"
"Sepertinya dia sedang flu dan batuk. Dia sedang tidur di atas."
"Dokter sudah memeriksanya?"
"Sudah, dan aku juga sudah memberinya obat."
Lelaki itu menganggukkan kepalanya. "Jangan cemas, Min. Aku akan menginap di sini, untuk menemani kalian."
Sungmin menghembuskan nafasnya lega. Setidaknya kalau ada lelaki dewasa lain di rumah ini, dia bisa tenang kalau nanti Kyuhyun kenapa-napa. Zhoumi adalah sahabat Kyuhyun dia pasti akan menjaganya.
-oOo-
"Tak kusangka seorang Cho Kyuhyun bisa sakit juga." Zhoumi tersenyum sambil melipat lengannya, dia menatap Kyuhyun dan tersenyum lucu. "Kupikir kau bukan manusia. Ternyata kau manusia biasa."
"Kau datang kesini hanya untuk mengejekku?" Kyuhyun menatap tajam, terbatuk-batuk sebentar.
Zhoumi terkekeh dan mengangsurkan segelas air pada Kyuhyun untuk meredakan batuknya, "Wah, aku datang untuk menjagamu, kebetulan tadi siang aku mampir dan begitu masuk, Sungmin datang dengan cemas mengatakan kalau kau sakit."
"Sungmin mencemaskanku?" Kyuhyun bergumam, membayangkan Sungmin. Tatapan lembut Kyuhyun itu tidak lepas dari pengamatan Zhoumi yang tajam.
"Yah siapapun juga akan cemas kalau mendengar suara batukmu yang keras dan kering itu."
"Aku tertular salah satu staffku mungkin. " Kyuhyun mengerang. "Sial, mungkin aku lelah dan daya tahanku turun."
"Yang penting kau minum obatmu. Sakitmu akan sembuh kalau kau banyak istirahat."
-oOo-
"Aku memasak sup." Sungmin mengintip di pintu, sambil membawa nampan.
Kyuhyun melirik Sungmin dan mendengus. "Aku tidak mau sup-mu, rasanya pasti tidak enak."
Sungmin berdiri mematung sambil membawa nampan dengan bingung. Lelaki ini memang sangat ketus, tetapi ketika dia sakit, sikap ketusnya berubah menjadi menjengkelkan, Sungmin menghela napas panjang, dia harus sabar menghadapi Kyuhyun, lelaki ini sedang sakit.
Sungmin memasak sup jagung, sosis dan ayam. Kuah kaldunya menguarkan aroma harus ke seluruh penjuru ruangan, membuat Kyuhyun merasakan perutnya keroncongan, tetapi dia memalingkan mukanya, berpura-pura bersikap dingin.
Zhoumi yang melihat pemandangan itu tersenyum geli, dia berdiri dari kursinya dan menghampiri Sungmin, mengambil nampan itu darinya.
"Tidak apa-apa, Min. Aroma supmu sangat harum, aku jadi lapar."
Sungmin menatap Zhoumi dengan menyesal. "Eh? Tapi aku hanya membuat satu mangkuk." Dia membuat sup itu khusus untuk Kyuhyun. Dia tidak berpikiran kalau Zhoumi juga ingin karena di ruang makan, koki telah menyiapkan makan malam untuk Zhoumi. Oh astaga dia sungguh tidak sopan pada Zhoumi.
Zhoumi terkekeh melihat penyesalan di mata Sungmin, dia meletakkan nampan itu di meja. "Tidak apa-apa. Toh Kyuhyun tidak menginginkannya, jadi aku pasti boleh mencicipinya. Benar kan, Kyu?" Zhoumi melirik ke arah Kyuhyun yang tetap diam
Dengan gaya ala pencicip makanan, Zhoumi menghirup aroma sup itu. "Hmm harum sekali, rasanya pasti seenak aromanya." diarihnya sendok hendak mencicipi.
"Jangan!" Kyuhyun berseru tiba-tiba, membuat gerakan Zhoumi terhenti.
"Ada apa, Kyu?" Zhoumi terlihat geli, Sungmin bisa melihat itu di matanya.
"Aku harus minum obat, jadi kupikir aku akan memakan sup itu."
Kali ini Zhoumi benar-benar tampak menahan tawa. "Kau mau disuapi siapa? Aku atau Sungmin?"
Kyuhyun memandang Zhoumi dan Sungmin berganti-ganti dengan muram, lalu mendengus. "Tidak, aku bisa makan sendiri."
"Kalau begitu aku keluar dulu" Sungmin tersenyum dan mundur ke pintu.
"Terimakasih, Min." Gumam Zhoumi pelan. Ketika Sungmin melirik Zhoumi, lelaki itu mengedipkan matanya dan tersenyum. Membuat Sungmin membalas senyumannya dengan senyuman lebar.
-oOo-
Malam itu hujan turun dengan begitu derasnya. Dan petir menyambar-nyambar. Sambaran petir diikuti suara gemuruh membuat jendela kaca bergetar dengan begitu kerasnya.
Kyuhyun terbangun mendengar suara berisik itu, dan langsung teringat pada Sungmin, dia ingat betapa takutnya Sungmin terhadap petir, betapa tubuhnya gemetar seakan menanggung rasa sakit yang amat sangat.
Dengan panik, Kyuhyun mencoba bangun, tetapi kepalanya pening, membuatnya jatuh lagi ke atas ranjang. Dipanggilnya Zhoumi yang tampaknya tertidur di sofa dengan suara keras, Zhoumi mengenakan earphone di telinganya untuk mendengarkan musik, sehingga suara keras itu tidak langsung membuatnya bangun
"Zhoumi! Zhoumi Bangun!" Kyuhyun akhirnya berteriak dengan lebih keras, lengannya menggapai dan berhasil menyentuh Zhoumi, mengguncangnya keras.
Zhoumi menggeliat, setengah terjaga mendengar panggilan Kyuhyun, dia melepaskan earphone-nya dan mengerutkan kening bingung, tetapi kemudian langsung terjaga ketika petir menyambar lagi, menimbulkan suara yang luar biasa kerasnya.
Lelaki itu langsung tegak berdiri.
"Zhoumi! Sungmin! Sungmin takut suara petir."
"Aku tahu." Zhoumi setengah melompat dan berlari keluar dari kamar Kyuhyun.
-oOo-
Petir datang lagi menyambar-nyambar, menimbulkan bayangan cahaya yang menakutkan di kamar. Sungmin bersembunyi di pojok, bersandar di kaki ranjang, kakinya dilipat di atas karpet dan tangannya menutupi kedua telinganya. Seluruh tubuhnya gemetar ketakutan. Keringat dingin membasahi tubuhnya, membuatnya ingin pingsan.
Lalu suara petir menyambar lagi.
Sungmin memekik ketakutan setiap petir itu berbunyi. Dia mulai menangis. Oh Ya Ampun. Apa yang harus dia lakukan? Petir ini sepertinya tidak akan berhenti menyambar dalam waktu yang lama, karena hujan masih turun dengan derasnya. Kaki Sungmin terlalu lemah untuk berdiri, dan dia tidak bisa mengharapkan Kyuhyun datang kepadanya, memeluknya seperti malam itu.
Petir menyambar lagi. membuat Sungmin menjerit kencang,
Pada saat itulah pintu terhempas dengan kasar, Zhoumi berdiri di sana, terengah-engah karena setengah berlari. Dan mereka berdua bertatapan.
-oOo-
Kaki Sungmin terlalu lemas untuk berdiri menghampiri Zhoumi, dia tetap menutup kedua telinganya ketika petir itu menyambar lagi dan lagi, menimbulkan suara keras yang memekakkan telinganya.
Zhoumi melangkah pelan, dan berjongkok lembut di sebelah Sungmin,
"Hei... jangan takut, ada aku di sini."
Seluruh tubuh Sungmin gemetaran dan berkeringat dingin, Sungmin menangis dan Zhoumi mengusap air matanya dengan lembut. Ketika petir menyambar lagi, Sungmin memekik dan menenggelamkan wajahnya di dada Zhoumi. Lelaki itu langsung memeluknya erat, mengusap punggungnya, mencoba menenangkannya.
Zhoumi mengecup puncak kepala Sungmin lembut, lalu melepas earphone yang masih tergantung di lehernya. Dipakaikannya earphone itu ke kedua telinga Sungmin.
Suara musik yang familiar mengalun di telinganya. Nadanya... Ini nada yang dinyanyikan anak kecil itu di mimpinya. Ini.. Ini adalah rekaman permainan biola Zhoumi. Sungmin merasakan aroma yang familiar itu melingkupinya. Dia mendongak dan menatap Zhoumi dengan bingung.
Zhoumi tersenyum kepada Sungmin. Lalu memeluk Sungmin erat-erat.
"Sekarang petir tidak akan menakutimu lagi." Dipeluknya Sungmin dan dibuainya dalam pelukannya sampai Sungmin tertidur lelap.
-oOo-
Ketika bangun keesokan harinya, Sungmin sendirian. Dia tertidur di karpet, tetapi selimut menyelubungi tubuhnya dan membuatnya hangat.
Di telinganya masih mengalun earphone yang mengalunkan lagu itu dari pemutar musik warna hitam yang tergeletak di lantai
Sungmin tercenung. Lagu ini. Dia tidak mungkin salah, ini adalah lagu yang selalu muncul di dalam mimpi-mimpinya.
Apakah Zhoumi anak lelaki kecil di mimpinya itu?
Tetapi kenapa? Bagaimana bisa?
...
...
...
TBC
Chap yg pendek. Tp dapet 1 clue lagi.
Trimakasih yg udah review.
Review, please.
