Gomen telat update ya, *nunduk-nunduk* ini gara-gara flashdisk saya yang gak ada angin gak ada hujan tiba-tiba rusak..!! *ngelirik flashdisk*

Balas review ya...

Uchiha Ry-chan : Ng? Maksudnya, gak ngerti apa itu benang merah atau nggak ngerti benang merah terlarang antara Sasuke dan Sakura..?? Kalau benang merah itu, maksudnya sudah terhubung dari dulu atau lebih jelasnya dari dulu sudah ditakdirkan bersama. Menurut Deidara, dia dan Sakura terhubung benang merah yang sudah seharusnya dan diberkahi sedangkan Sasuke dan Sakura, terhubung benang merah yang terlarang dan seharusnya tidak ada. Apa alasannya? Baca yaa...!! Hehe, thanks ya dah review..!!

Dei-kun : Hehe ok deh senpai..!! Baca yaa..!! Thanks dah review..!! ^^

Mayura : Hehe makasih =3 jadi malu *ditendang* thanks ya dah review..!!

Kakkoii-chan : Hehe gomen kependekan yaa…!? *bersungut-sungut -dibanting* ok, ini udah update kok maaf telat hehe thanks ya dah review..!!

Ayam LoVe jidat : Haha belum tahu juga nih, lagian kayaknya si Saku masih bimbang perasaan dia sebenarnya sama Sasu.. :3 Hehe ntar Sasu kalau gak ada yang mau, buat kita berdua ya? *ditendang* hoho thanks ya dah review..!!

MayukaRui : Haha nggak kok kak, nggak telat-telat amat hehe ^^ Lho? Bukannya justru Uchiha yang selalu dapat masalah ya..?? *ngebela XP* hehe makasih dah review ya kak..!!

Nakamura Kumiko : Hehe nggak apa kok, yang penting sekarang sudah bisa mereview kan..?? *ngelus kepala -ditendang* Wah wah, semua pertanyaanmu bakal dijawab di chapter ini kok, baca ya ^^ terus DeiSakunya coba aku tambah lagi ya, hoho thanks dah review..!!

Chiwe-SasuSaku : Ok deh, bakal dijawab di chapter ini. Thanks ya dah review..!!

Badboy sheva : Hehe bukan saudara kok senpai, di chapter ini bakal dijelaskan kok. Makasih dah review ya senpai..!! Terus apa endingnya err, belum kepikiran *tampang innocent –ditabok* hehe... ^^

Hehe : Waaii, makasih ^^ *cengar-cengir sendiri -dicekik* gomen telat update, makasih dah review ya..!!

Haruchi Nigiyama : Heeem, ada apa di antara Sasu dan Saku ada di sini, terus gimana jadinya baca terus ya ^^ *maksa –dibanting* hoho thanks ya dah review..!!

Orihime Faatin Aikogaara : Hohoho ada apa yaaa... *dilempar sandal* gomen telat update ya, soalnya komputernya baru selesai diservis nih *meluk komputer* thanks dah review ya..!

Sessio Momo : Hehe gak apa-apa makasih Momo, tapi gomen telat update, karena komputer saya baru sembuh diopname *ngelus komputer* makasih banyak dah mau review ya, aku seneng banget..!! ^^

He.. Sepertinya sudah, ok selamat membaca..!!



Disclaimer : Always Masashi Kishimoto…

Genre : Romance/Crime

Pairing : SasuSaku, DeiSaku

I AM DIFFERENT



CHAPTER 6 : AWAL KISAHKU DAN DIA

Deidara-senpai mengelus kepalaku lagi, membuatku tertunduk untuk berpikir. Setiap aku mengangkat kepala dan menatap wajahnya, senpai selalu memberikan senyum terbaiknya ke arahku. Menunggu jawaban dariku dengan sabar, akhirnya aku menyerah dan mengeluarkan nafas panjang.

"Baiklah senpai, tolong ceritakan semuanya," jawabku lagi. Deidara-senpai memejamkan matanya lalu berbalik untuk melihat langit biru. Lalu dia tersenyum dan mulai bercerita...

"Aku mendengar cerita ini dari sahabat lamaku, sebenarnya aku juga tidak begitu percaya, un. Tapi..." senpai terdiam lagi, aku menggeser diriku semakin mendekat padanya.

"Tapi kenapa senpai?" tanyaku lagi.

"Tidak, kisah ini dimulai 20 tahun lalu. Kau belum lahir, tapi Sasuke sudah. Dalam umur 1 tahun, dia sudah melihat semuanya. Un, dia salah satu dari anak broken home, yah bisa dibilang seperti kamu, un," jelasnya lumayan panjang. Aku memandang lurus ke depan dan menghela nafas panjang.

"Lalu memangnya apa hubungannya denganku?" tanyaku.

"Pertama-tama, apa kau tahu dengan siapa dulu orang tuamu berhutang, hingga mereka tidak bisa membayar hutangnya dan diusir dari rumah denganmu?" tanya Deidara-senpai, aku mengangguk dan menatapnya tajam. Sungguh, aku ingin tahu siapa orang yang sudah membuat aku dan keluargaku menderita seperti ini.

"Fugaku Uchiha, dengan kata lain ayah dari Sasuke Uchiha," jawab senpai dengan tenang, aku membelalakan mataku. Degup jantungku berdetak kencang tak karuan. Ingin rasanya aku menutup telingaku untuk tidak mendengar lanjutan cerita ini. Bagaimana tidak? Salah satu orang yang sangat kubenci selama ini ada di dekatku. Harusnya ini bukan salah Sasuke, tapi kenapa perasaan ini selalu menyalahkannya? Aku tidak habis pikir.

"Keluarga Haruno dan Uchiha adalah saingan bisnis yang tidak pernah ada yang mau mengalah. Mereka tamak, tidak pernah puas, sungguh sangat menjijikan melihat persaingan mereka. Bagaimana tidak? Jika usaha Haruno berhasil, mereka akan menyombongkan diri pada Uchiha begitu juga sebaliknya. Uuun, sahabatku yang menceritakannya," ucap Deidara-senpai lagi sambil sesekali menghela nafas panjang.

"Memangnya... Siapa sahabat senpai, sampai bisa tahu sedetail itu?" tanyaku heran.

"Itachi Uchiha kakak Sasuke, dia meninggal karena sakit waktu Sasuke masih berumur 10 tahun, beberapa bulan sebelum bertemu denganmu," jawab Deidara-senpai lagi dengan parau.

"Akhirnya peringatan dari Kami-sama datang, keluarga Haruno bangkrut dan berusaha mencari pinjaman. Karena sudah nunggak dimana-mana, tidak ada yang mau memberi mereka pinjaman lagi sampai setidaknya Uchiha menawari bantuan. Seperti udang di balik batu, Uchiha memberi bunga yang sangat tinggi setiap telat 1 bulan," gumam Deidara-senpai lagi, sepertinya dia tak sadar kalau sekarang aku sedang mengepal tanganku erat.

"Dan.. Akhirnya kau tahu, keluargamu diusir dari rumah. Sekarang gantian Uchiha yang jatuh, tapi sebelum itu terjadi Itachi yang sudah tidak tahan dengan sifat keluarganya kabur dari rumah membawa Sasuke lalu bertemu denganku. Tapi memang dasar orang tuanya gila harta, Itachi dan Sasuke kabur pun mereka tidak sadar. Bahkan ibu mereka sampai mengadakan pesta di rumahnya, tapi tetap saja tidak peduli keberadaan Sasuke dan Itachi," jelas Deidara-senpai lagi. Baru kali ini aku melihat senpai bicara serius tanpa ada kata 'un'.

"Aku dan Itachi berjuang bersama di jalanan, Sasuke yang masih kecil waktu itu kami biarkan di rumah. Sampai akhirnya Itachi terkena penyakit campak yang cukup parah hingga meninggal. Dia menitipkan Sasuke padaku, lalu sekitar 3 bulan setelahnya kami bertemu denganmu, Sakura," ucap Deidara-senpai sambil tersenyum padaku.

"La.. Lalu bagaimana keadaan keluarga Uchiha sekarang?" tanyaku ragu-ragu.

"Entahlah, menurut kabar ibu dan ayah Sasuke bunuh diri karena stress," gumam Deidara-senpai sambil berdiri, aku memandanginya.

"Jadi... Maksud benang merah terlarang antara aku dan Sasuke adalah karena ini semua..??" tanyaku meyakinkan. Deidara-senpai mengangguk.

"Haruno jatuh karena Uchiha. Dan Uchiha adalah keluarga Sasuke, kau tidak mungkin bersatu dengan orang dari keluarga yang sudah membuatmu menderita kan, Sakura un?" tanya Deidara-senpai balik. Aku berdiri untuk menatapnya dalam.

"Tapi menurut cerita senpai, Sasuke tidak ada hubungannya..!! Dia sama sepertiku, dia juga korban..!!" balasku. Entah kenapa aku ingin sekali membela laki-laki itu.

"Un, bagaimana ya Sakura? Sebab Sasuke juga sudah menganggap kau membencinya karena dia merasa berkhianat setelah menangkapmu dan aku," jawab senpai tenang dan menatapku tajam dengan mata birunya. Aku menatapnya sedih, teringat kembali akan Sasuke.

"Ya memang, aku membencinya karena telah menangkap kita berdua, senpai. Tapi kenapa dia tidak menceritakan ini semua padaku? Padahal aku dan dia juga sama-sama korban, bisa saja aku tidak jadi membencinya," geramku menahan amarah. Deidara-senpai menggeleng lagi.

"Sasuke itu pengecut dari dulu. Dia takut menceritakan ini semua padamu. Sasuke... mengira kau akan lebih membencinya setelah menceritakan ini, ya dia tidak mau itu sampai terjadi," gumam senpai dengan suara parau. Aku tidak mengerti lalu berusaha menatap mata biru senpai dalam-dalam.

"Maksud... senpai..?" tanyaku lagi. Beberapa saat senpai terdiam hingga akhirnya memberikan jawaban yang tidak terduga.

"Sasuke... sangat menyayangimu, tidak, dia mencintaimu lebih dari yang kau duga,"

Aku membelalakkan mataku lagi, tidak tahu harus berkata apa. Akhirnya tangisku pecah juga, aku menunduk dan kurasakan Deidara-senpai memelukku membiarkan aku menangis di dadanya. Jadi selama ini Sasuke mencintaiku? Kenapa aku tidak menyadarinya? Jadi, selama ini bukan aku yang tersiksa melainkan Sasuke? Bukan aku yang disakiti Sasuke, melainkan Sasuke yang disakiti olehku. Bagaimana tidak? Aku selalu mengatakan kalau aku membenci Sasuke di depannya, bayangkan saja bagaimana rasanya dibenci terang-terangan oleh orang yang kita sayangi?

"Un, Sakura?" tegur Deidara-senpai, aku tidak menjawab masih sibuk memaki diriku di tengah isakan.

"Apa... kau mencintai Sasuke?" tanyanya lagi. Aku menggeleng dan semakin menenggelamkan kepalaku ke dalam pelukannya...

"Aku... tidak tahu... terlalu sakit..." jawabku parau. Sebab sejujurnya, aku bimbang tidak tahu harus memilih yang mana. Deidara-senpai membelai rambutku dengan lembut dan tersenyum.

"Jangan nangis un, kau itu gadis terkuat yang pernah aku temui, un," gumamnya. Aku sedikit terhibur, perlahan beban di hati berkurang aku tersenyum.

"Arigato, senpai," jawabku, senpai mengangguk.

"SI... SIAPA KAU..!?" teriak seseorang tiba-tiba. Aku dan senpai kaget dan spontan menengok ke pintu belakang. Celaka, itu kan Naruto-sama..!!

"Na.. Naruto-sama..!?" ungkapku kaget. Naruto-sama memandangku heran.

"Sakura..!! Siapa dia dan mau apa..!?" tuntut Naruto-sama. Aku tergagap, bingung harus berkata apa. Tapi tiba-tiba saja Deidara-senpai angkat bicara.

"Un? Jangan ganggu kami, kau sendiri siapa..!?" bentak Deidara-senpai.

"Se.. Senpai..!! Dia Naruto-sama, majikanku sekarang..! Naruto-sama gomenasai, saya akan mengeluarkannya dari sini," jawabku sambil menunduk lalu menarik tangan Deidara-senpai.

"YA..!! CEPAT BAWA DI- AAAHK...!!" tiba-tiba Naruto-sama memegang dadanya kencang. Seperti kesulitan bernafas, dia terengah-engah. Matanya mengeluarkan sedikit air, tentu saja aku panik melihatnya. Akhirnya Naruto-sama jatuh terbaring kesakitan, membuatku tidak bisa berhenti untuk teriak...

"NA.. NARUTO-SAMA...!!"

Normal POV

Di Markas Pusat...

Seorang polisi tampan terus duduk di kursinya yang berada di pojokan, terasing dari pergaulan polisi lainnya. Dia terus mengamati pigura yang sedari tadi dia pegang, entah apa yang dipikirkannya. Matanya memandang kosong pada pigura itu, hingga salah satu temannya yang berambut merah menepuk bahunya. Membuat laki-laki berambut pantat ayam ini menoleh...

"Ada apa Sasuke? Sedari tadi kuperhatikan, kau sedang tidak semangat?" tanya laki-laki berambut merah itu.

"Tidak ada apa-apa Gaara," jawab Sasuke tenang lalu menaruh pigura foto yang dia pegang itu kembali di mejanya.

"Hmm, apakah karena tadi kau gagal menangkap buronan itu, makanya kau jadi tidak semangat? Tenang saja Sasuke, kau itu polisi berbakat. Buronan seperti itu sih pasti bisa kau tangkap," hibur Gaara, Sasuke hanya mendengus kecil dan membetulkan posisi duduknya.

"Sudah kubilang tidak apa-apa, lagipula sekarang aku sedang tidak ingin berpikir masalah pekerjaan," jawab Sasuke lagi.

"Hoo, berarti masalah pribadi ya? Kalau begitu, aku memang tidak boleh ikut campur ya," gumam Gaara sambil mengangkat sebelah alisnya yang tidak ada. Sasuke hanya tertawa kecil.

"Sasuke, Gaara, kalian dipanggil atasan. Ada rapat," tegur seorang polisi dari kejauhan pada 2 laki-laki ini.

"Baik, ayo Sasuke," ajak Gaara sambil berlalu.

"Ya," jawab Sasuke singkat dan segera bangkit.

Saat berdiri, Sasuke tersandung kaki kursi hingga keseimbangannya tidak teratur. Demi mendapatkan keseimbangan, Sasuke memegang meja tapi menyenggol pigura foto yang tadi dia pegang hingga pecah. Sasuke panik dan cepat-cepat mengambil foto itu dan melihatnya, ternyata itu foto dia dan Naruto saat masih berumur 15 tahunan. Anehnya, bagian kaca yang pecah hanya di bagian wajah Naruto yang sedang tersenyum cengengesan saja hingga menimbulkan retak. Sasuke merasakan degup jantungnya sangat kencang, firasat tidak enak menghampirinya sama seperti 10 tahun yang lalu...

"Aniki...??"

To Be Continued



Hmm, kayaknya chapter ini pendek banget ya..? Sudahlah *digebukin rame-rame* hehe (^_^)v

Ok, ada pertanyaan lagi..? Revieeeew pleeeeease..??