Title : My lovely enemy

Genre : Humor, Romance, hurt/comfort (?)

Rated : T (?).

Author: atikayunjae

Chara : YunJae, YooSu and others

Warning! Gaje, abal, Yaoi, Humor gagal, typos

DON'T LIKE DON'T READ = ="

Length : 6 of (?)

Disclaimer : Jae-umma milik Yunho-appa. yang jelas fic ini milik saya..

Summary:

BRUK!

Tedengar suara yang cukup keras yang berasal dari salah satu meja seorang siswa. Ternyata ia terjatuh dari tempat duduknya saat ini. Bukan karena terpesona oleh sang guru magang. Tetapi karena merasa terkejut yang amat sangat luar binasa.

"min..minnie?" ujar sang guru magang tak kalah terkejutnya saat melihat siapa orang yang terjatuh tadi..

.

.

.

'kyunnie? Apa itu kau? 'tanya changmin dalam hati saat melihat orang yang memanggilnya dengan sebutan 'minnie' tadi. Matanya memandang makhluk indah di depannya dengan tatapan terluka. Ia segera bangkit dari tempatnya terjatuh dan membersihkan bajunya yang terkena pasir dan debu lantai tersebut.

Sedangkan sang guru hanya menundukkan kepala tidak berani menatap changmin yang kini berjalan kedepan kelas. beberapa siswa tampak heran dengan apa yang terjadi diantara sang guru magang dan namja tiang tersebut.

BRAK!

"kau.. siapa kau?!" bentak changmin kepada kyuhyun. Sedangkan yang dibentak hanya terdiam dan memejamkan matanya erat-erat berharap apa yang dialaminya saat ini hanya sebuah mimpi buruk.

"hei, jawab aku.. apa kau tuli?! Apa kau bisu?!" lanjutnya membuat kyuhyun tersadar bahwa ini adalah kenyataan. Ia menggepalkan kedua tangannya untuk mengekspresikan bahwa betapa takut dan kalutnya ia saat ini.

"aku rasa kau memang tuli, tidak ada gunanya aku bicara dengan makhluk hina sepertimu!" setelah berkata begitu changmin pun tampak keluar kelas dengan membanting kuat pintu kelas tersebut. Sedangkan kyuhyun kini tampak menahan amarah dan tangisannya. Ia menggigit bibir bawahnya kuat sambil melihat pintu kelas tersebut dengan tatapan nanar .

"changmin-ah..tunggu!" panggil jaejoong pada changmin, ia berlari keluar kelas di susul junsu yang tampak khawatir akan sepupu kesayangannya tersebut.

Jaejoong menarik pergelangan tangan changmin, sehingga mau tak mau namja yang lebih muda darinya itu menghentikan langkahnya. Ia berbalik dan menatap kosong pada 'hyungnya' tersebut. "changmin-ah.. tenangkan dirimu!" ujar jaejoong pada changmin. ia menatap iba pada sosok di depannya. changmin tampak begitu terluka.

"hyung.. kenapa dia kembali hyung.. KENAPA?!" teriak changmin dengan tatapan penuh luka.

Jaejoong yang mendengarnya hanya dapat memeluk changmin. berharap changmin dapat mengurangi rasa sakit di hatinya. Jaejoong memeluk changmin dengan sangat erat, ia dapat merasakan sakit yang changmin rasakan.

"molla.. sudah lah ne? pulanglah.. tenangkan diri mu!" ujar jaejoong sambil melepaskann pelukannya dan mengusap rambut changmin. Sedangkan namja yang lebih tinggi dari dirinya tersebut hanya mengangguk pasrah tanpa suara. Ia berusaha menenangkan dirinya sendiri dengan menarik nafas dalam-dalam.

"junsu-ah.. antarkan changmin ne? pastikan dia beristirahat saat sampai dirumah nanti.." suruh jaejoong pada junsu yang sedari tadi hanya diam di belakang mereka. "ne.. akan kupastikan hyung..kajja.." jawab junsu sambil menarik changmin. yang di tarik hanya diam dan menurut.

#

-kelas-

Kyuhyun masih tampak syok atas kejadian yang menimpanya tadi. ia terduduk lemas di kursi guru sambil memainkan spidol di depannya. sedangkan murid-murid di kelas hanya bingung dengan apa yang terjadi pada guru barunya tersebut.

Sraak

Terdengar pintu kelas di buka menampakkan sosok namja cantik yang menatap tajam pada seluruh isi kelas. Terlebih pada seseorang yang kini menatapnya dengan tatapan memelas. Membuat jaejoong berdecih sebal. Ia melangkahkan kakinya kembali ketempat duduknya.

"i-itu.. changmin dan junsu kemana? Mengapa mereka tidak kembali?" Tanya kyuhyun takut-takut pada jaejoong. sedangkan jaejoong hanya diam dan berpura-pura tidak mendengar.

Kyuhyun menelan ludahnya dengan susah payah. Kemudian, dengan penuh keberanian ia berjalan mendekati jaejoong. "jaejoong-ssi.. changmin dan junsu, kau tau mereka kemana?" Tanyanya lagi dengan suara selembut mungkin, berharap namja cantik di depannya menjawab pertanyaan dirinya tersebut. Jaejoong menatap tajam kyuhyun sebelum menjawab pertanyaan 'guru' nya tersebut. " haruskah aku menjawabnya? "jawab jaejoong dingin. sedangkan kyuhyun hanya terdiam membatu atas jawaban jaejoong. ia tidak menyangka jaejoong yang ramah dan baik hati yang dikenalnya 'dulu',kini berubah sangat dingin pada dirinya. sebesar itukah kesalahannya? Sehingga ia benar-benar di benci seperti ini?

Teng..teng..teng…

Bel pertanda jam istirahat pertamapun berbunyi. Dengan segera kyuhyun meninggalkan kelas tanpa mengucapkan sepatah katapun. Di luar kelas tampak dua orang namja tampan yang di gilai setiap yeoja ataupun namja di tohoshinki senior high school tersebut tengah mengerutkan seorang dari kedua namja tersebut, yang memiliki jidat 'sedikit' lebar tampak sedang mencari-cari sesuatu.

"jae.. kemana perginnya junsu-ku?" tanyanya kepada jaejoong setelah tidak mendapatkan apa yang ia cari. "molla.."jawab namja cantik itu dingin. Yoochun hanya menghela nafas setelah mendapatkan jawaban tersebut. Dengan tampang tidak bersemangat Ia lalu pergi berjalan keluar kelas untuk mencari sang kekasih.

"jae.. tampaknya kau sedang tidak mood, apa kau sakit.. hm?" Tanya namja tampan yang memiliki mata musang itu kepada jaejoong yang sedang menekukkan wajahnya.

"ani.. gwenchana.." ujar jaejoong sekenanya. Ia melirik malas pada namja tampan yang sedang mengelus-elus rambutnya.

"ck! jangan berbohong boo~ aku tau kau sedang ada masalah, mau cerita padaku hm?" ujar yunho sambil tersenyum manis. Jantung jaejoong berdegup kencang saat melihat senyum manis itu. ia sejenak lupa akan semua masalah yang menimpanya hari ini. Ralat, yang menimpa changmin hari ini. Di tatapnya yunho dengan lembut. Lalu di peluknnya yunho dengan amat sangat erat. Membuat yunho sedikit susah bernafas.

"haaah… biarkan sebentar seperti ini…jebal…" ujar namja cantik itu seraya menyembunyikan wajahnya di dada bidang yunho. sedangkan yunho hanya tersenyum simpul menanggapinya.

-Skip time-

Changmin house

PRANG!

"OMO! Changmin-ah! Apa yang kau lakukan?!" teriak junsu pada changmin saat melihat sebuah bingkai foto sudah pecah berkeping-keping dan berserakan dilantai. Dengan takut-takut Ia mendekati changmin yang terlihat sangat menyeramkan.

"JANGAN MENDEKAT!" teriak changmin pada junsu.

DEG

'ya tuhan, mengapa changmin menjadi begini?! tolong aku tuhan! Sadarkan dia!' doa junsu dalam hati. ia hanya diam dan menangis melihat changmin menjadi brutal seperti itu. atau lebih tepatnya tidak mampu berkata apa-apa karna rasa takut dan khawatir yang sangat amat luar biasa.

Kini tampak changmin sedang memungut kembali pecahan kaca dari bingkai foto tersebut. ia menggepalkan tangannya sehingga darah segar mengalir dari kedua belah tanggannya. Lalu ia mengambil sebuah foto yang terselip di bingkai itu dan mengelap darahnya dengan foto tersebut.

Ia lalu tersenyum senang sebagai perwujudan atas rasa puas yang di dapatkannya. Sedangkan junsu yang melihat kejadian itu hanya dapat menangis dan menangis, ia duduk lemas karna energinya benar-benar terkuras habis.

"k-kumohon… kumohon hentikan semua ini min!" ucap junsu pada akhirnya. ia melirik takut pada changmin yang mendekatinya saat ini.

"min.. SADARLAH ! KEMBALI LAH MENJADI CHANGMIN YANG DULU! Kumohon…" dengan kekuatan yang tersisa junsu berteriak kencang dan menangis sejadi-jadinya. Sedangkan changmin hanya tersenyum dan menghapus air mata junsu dengan tangan yang penuh darah.

"maafkankan aku… maaf" ujar changmin sembari memeluk erat junsu. "maafkan aku yang telah membuatmu ketakutan seperti ini hyung.."lanjutnya sambil tersenyum penuh arti kepada junsu. sedangkan junsu hanya dapat menghelakan nafasnya dan tertidur di pundak changmin.

Tbc..

Mind to review?

Huaaa~ akhirnya saya melanjutkan ff ini setelah sekian lama *nangis kejer di pundak changmin*

Mianhe chingu~ ff nya lama update T.T *bow*

Mungkin ini akan menjadi sedikit pendek, tapi saya harap kalian dapat menikmatinya

Akhir kata.. author meminta readers semua untuk mereview lagiiiiiii..

Arigatou minnaaa..