Pairing : KanaFemZero
Rating : T (untuk saat ini)
Keterangan :
"FlashBack"
'Mind'
~Bab 6~
.
.
"Aku pulang" Zero berkata sambil memasukki rumah Cross, dia baru pulang dari misi yang diberikan oleh Asosiasi.
Zero mengernyitkan dahinya bingung karena ini baru sore hari kenapa rumah begitu sepi, dia akan mengerti jika itu di rumah orangtuanya tapi saat ini dia berada di rumah Kaien Cross dan itu aneh untuk suasana yang sepi mengingat ini baru sore hari.
Zero pun memutuskan untuk memeriksa keadaan rumah.
"Onee-chan!" Zero menoleh begitu dia mendengar suara Ichiru memanggilnya.
"Ichi-" belum selesai Zero berkata, Ichiru sudah berlari menerjang Zero.
"Nee-chan syukurlah kamu sudah pulang" Ichiru berkata sambil mendongak kearah Zero.
"Ada apa Ichiru" Zero bertanya dengan lembut sambil mengusap kepala Ichiru.
"Ah! Hampir lupa, ayo nee-chan kamu harus membantu" Ichiru berkata sambil menarik Zero kearah dapur. Zero yang melihat adiknya panik hanya bisa mengikuti dan membiarkan Ichiru menarik tangannya.
"Lihat nee-chan" Ichiru berkata begitu mereka sampai didepan pintu dapur. Zero yang penasaran pun memutuskan untuk memeriksa dapur.
"APA YANG TERJADI DISINI" Zero berkata dengan terkejut begitu dia melihat keadaan dapur yang seperti kapal pecah.
"Zero-nee, kamu sudah pulang" Zero mendengar suara Yuuki yang baru saja datang.
"Yuuki, Ichiru ceritakan apa yang terjadi" Zero berkata sambil melihat kearah mereka berdua.
Yuuki dan Ichiru yang ditatap Zero membuat mereka menelan ludah gugup mereka tidak pernah melihat langsung kemarahan Zero, karena Zero selalu bersikap tenang dan lembut kepada mereka. Apa mungkin karena Zero baru pulang dan kelelahan, Yuuki dan Ichiru pun saling menatat satu sama lain dan menganggukkan kepala mereka tanda perjanjian.
Yuuki dan Ichiru pun menarik napas sebentar kemudian menceritakan segalanya apa yang terjadi dari awal, dima Kaien mencoba memasak resep baru, oven yang meledak serta penghancuran dapur lainnya, walaupun Yuuki dan Ichiru pergi bersembunyi begitu mereka melihat Kaien yang meledakkan oven.
Zero yang mendengar itu berusaha menenangkan amarahnya karena ini bukan kesalahan Yuuki dan Ichiru yang membuat dapur hancur.
Zero pun menarik napas dalam-dalam sebelum bertanya kepada Yuuki dan Ichiru.
" Ok. Dimana Kaien kalau begitu" Zero bertanya sambil melihat Yuuki dan Ichiru karena dia tidak menemukan Kaien didapur tadi.
Zero melihat jika Yuuki dan Ichiru sama-sama menunjuk kearah bawah tangga dimana Zero bisa melihat secuil rambut pirang.
"Kaien kemari" Zero berkata dengan nada tenang berusaha menyembunyikan amarahnya.
"Ze-zero, kamu sudah pulang" Kaien berkata dengan nada gugup sambil mengintip kearah Zero. Zero yang melihat itu menyipitkan matanya.
"Bisakah kamu menjelaskan kenapa kamu memasuki dapur disaat aku sudah melarangmu" Zero berkata sambil tersenyum manis.
"Ze-zero a-aku ha-hanya" Kaien berkata gugu sambil meneguk ludahnya, Zero terlihat mengerikan saat ini.
Zero yang melihat jika Kaien tidak menyelesaikan penjelasannya hanya bisa memijit kepalanya.
"Hanya membersihkan kekacauan yang kamu ciptakan Kaien. Aku akan mandi dulu kita akan memesan makanan diluar saja" Zero berkata sambil berjalan ke arah kamarnya.
"Baiklah Zero-chan~" Kaien berkata dengan nada riang.
"Ah tapi Kaien aku ingin setelah aku selesai mandi, dapur sudah bersih tanpa noda" Zero berkata memperingatkan Kaien.
"O-ok" Kaien berkata gugup.
Zero yang melihat jika Kaien sudah mengerti pun kembali berjalan menuju kamarnya.
"Bukankah aku sudah bilang kalau nee-chan akan pulang cepat" Ichiru berkata setelah melihat kakaknya menghilang dibalik pintu kamar.
Kaien yang mendengar apa yang Ichiru katakan hanya bisa cemberut.
"Mou~ Ichi-chan bagaimana jika kamu dan Yuuki-chan~ membantu papa~ untuk membersihkan dapur" Kaien berkata sambil melihat kedua putrinya penuh harap.
Ichiru dan Yuuki yang mendengar apa yang dikatakan Kaien langsung menggelengkan kepala mereka tanda menolak permintaan Kaien.
"EEEEh! Kenapa" Kaien berkata setelah melihat Ichiru dan Yuuki yang menolak membantunya.
"Sebaiknya paman Kaien mulai membersihkan sebelum nee-chan selesai mandi dan memutuskan memeriksa dapur" Ichiru berkata mengingatkan Kaien yang belum mulai untuk membersihkan dapur.
Kaien yang mendengar perkataan Ichiru pun mulai berlari kearah dapur untuk mulai bekerja.
Yuuki dan Ichiru saling menatap karena mereka ditinggalkan berdua saja mengingat Zero yang sedang mandi dan Kaien yang sibuk membersihkan dapur.
"Kita nonton Tv saja yuk Ichiru" Yuuki berkata sambil mengajak Ichiru ke ruang Tv. Ichiru yang mendengar apa yang dikatakan Yuuki hanya bisa mengikuti Yuuki mengingat tidak ada yang bisa dia lakukan lagi.
Zero sudah selsai mandi dan berjalan menuruni tangga menuju ruang Tv dimana dia tahu adiknya dan Yuuki sedang menonton Televisi.
"Apa yang ingin kalian makan" Zero bertanya begitu dia memasukki ruang Tv.
"Eh! Nee-chan sudah selesai" Ichiru berkata terkejut mendengar suara Zero.
"Ya Ichiru, jadi apa yang ingin kalian makan untuk makan malam" Zero kembali bertanya kepada Ichiru dan Yuuki.
"Emmm aku ingin tempura" Yuuki berkata dengan semangat. Zero yang mendengar Yuuki hanya bisa menganggukkan kepalanya tanda mengerti.
"dan kamu Ichiru" Zero bertanya melihat kearah adiknya. Karena Ichiru belum mengatakan apapun.
"aku ingin sushi" Ichiru berkata tersenyum kepada Zero.
"Dan aku ingin ramen~" Kaien berkata bergabung dengan obrolan.
Zero hanya menatap datar Kaien yang baru saja bergabung dengan mereka.
Ting Tong
Ting Tong
Mereka mengalihkan perhatian mereka begitu mendengar suara bel pintu rumah yang ditekan.
"Ah aku akan membuka pintu dulu" Kaien berkata sambil berjalan menuju pintu depan.
Zero, Ichiru dan Yuuki saling menatap sebentar sebelum mengangkat bahu bingung.
"Yuuki-chan lihat siapa yang datang" suara Kaien yang terdengar semangat membuat Yuuki berlari menghampiri Kaien.
Ting Tong
Ting Tong
Zero mengalihkan perhatiannya kearah suara bel pintu yang terdengar, tubuh Zero tegang begitu aura yang dia kenali, dan Zero pun tahu siapa yang sedang bertamu.
'Heh, sudah dua bulan ya' Zero berpikir sambil mengingat pertemuan mereka.
"Ah aku akan membuka pintu dulu" Zero mendengar Kaien berkata sambil berjalan menuju pintu depan. Zero hanya menetap datar dimana Kaien menghilang.
Zero pun kemudian mengalihkan perhatiannya kembali ke Ichiru dan Yuuki yanng menatapnya, Zero hanya menatap mereka sebentar sebelum mengangkat bahu pura-pura bingung.
"Yuuki-chan lihat siapa yang datang" suara Kaien yang terdengar semangat membuat Yuuki berlari menghampiri Kaien. Zero yang melihat itu pun menggandeng tangan Ichiru untuk pergi ke ruang tamu.
"Ayo Ichiru" Zero berkata sambil tersenyum pada Ichiru.
Zero tidak terkejut begitu melihat siapa yang datang berkunjung, tapi Zero merasakan jika Ichiru disampingnya meremas tangannya erat dan Zero pun menoleh untuk melihat Ichiru yang saat ini bersembunyi dibelakang tubuhnya.
"Ichiru, kamu baik-baik saja" Zero berkata sambil berjongkok menghadap Ichiru.
"Vam-vampir" Zero mendengar Ichiru berkata ketakutan. Zero yang mendengar itu terkejut karena dia tidak tahu jika Ichiru masih trauma kehilangan orangtua mereka. Zero pun berdiri sambil menggendong Ichiru.
"Tidak apa-apa, nee-san disini" Zero berkata sambil mengelus punggung kecil Ichiru. Zero juga bisa merasakan jika Ichiru menyembunyikan wajahnya di leher Zero.
"Ehm Zero apa Ichiru baik-baik saja" Kaien berkata sambil melihat saudara Kiryu.
Zero yang mendengar Kaien memanggilnya pun menoleh dan berjalan mendekati Kaien.
"Ya dia baik-baik saja" Zero berkata sambil melihat kearah tamu mereka.
"Uhm Zero-nee ini adalah Kaname-sama dia sering berkunjung kerumah" Yuuki berkata dengan canggung sambil memperkenalkan Kaname ke Zero.
"Aku tau" Zero berkata singkat tanpa mengalihkan perhatiannya dari tamu mereka.
"Ah uhm bagaimana jika kita memesan makanan saja. ha ha ayo" Kaien berkata dengan canggung karena merasa atmosfir ketegangan antara Zero dan Kaname.
Saat ini di meja makan Kaien duduk gelisah di tempat duduknya. Mereka sudah memesan makanan dan saat ini sedang makan bersama dimeja makan. Namun ketegangan antara Zero dan Kaname belum mereda jika dilihat dari bibir Zero yang menipis setiap kali melihat Kaname dan Kaname yang tetap tanpa ekspresi seperti biasanya.
Setelah mereka selesai makan mereka pindah ke ruang juga bisa melihat jika hanya dia yang merasakan atmosfir ketegangan antara Zero dan Kaname masih berlanjut dari tadi, jika dilihat dari kediaman Kaname dan aura dingin disekitar Zero.
"Ha ha ha Yuuki bagaimana jika kamu menceritakan apa yang terjadi selama Kaname tidak mengunjungi" Kaien berkata sambil tertawa gugup berusaha memecahkan atmosfir yang ada.
Yuuki yang mendengar apa yang Kaien katakan pun melihat Kaname dan menceritakan apa saja yang Kaname lewatkan selama dia tidak berkunjung ke rumah Kaien.
"Ada apa Ichiru?" Zero bertanya karena merasa jika Ichiru sedang gelisah di tempat duduknya.
"Apa kamu mengantuk" Zero menambahkan. Zero bisa melihat jika Ichiru mengangguk pelan sambil menempel Zero.
"Baiklah mari kita tidur" Zero berkata menggendong Ichiru.
"Aku akan tidur deluan Kaien. Selamat malam" Zero berkata begitu dia melihat jika semua perhatian terpusat kearahnya dan Ichiru.
"Baiklah selamat malam Zero" Kaien berkata. Zero yang mendengar itu hanya mengabaikan dan membawa Ichiru ke kamarnya.
"Kaname?" Kaien berkata memanggil Kaname karena melihat jika Kaname erus menatap ke arah Zero dan Ichiru menghilang.
"Ah Tidak ada Kaien" Kaname berkata sambil melihat Kaien. Kaien yang mendengar itu hanya menatap Kaname bingung.
"Sepertinya aku harus pulang sekarang mengingat ini sudah waktunya Yuuki tidur" Kaname berkata sambil bangkit berdiri.
"Ah ya selamat malam Kaname-sama" Yuuki berkata malu-malu walaupun dia kecema karena Kaname-sama nya sudah mau pulang.
"Selamat malam Yuuki" Kaname berkata tersenum lemut sambil menepuk kepala Yuuki pelan. Yuuki yang diperlakukan seperti itu hanya bisa memerah.
"Ah aku akan mengantar mu ke depan" Kaien berkata sambil berjalan mengikuti Kaname yang sudah mau pergi.
"Kalau begitu sampai jumpa lagi Kaien" Kaname berkata sambil berjalan pergi ke arah mobil yang sudah menunggunya.
"Sampai jumpa Kaname-kun" Kaien berkata sambil melihat mobil Kaname yang menghilang dari pandangannya.
~TimeSkip~
4 tahun kemudian
"Ze-nee-san apa kau benar-benar harus pergi" Ichiru berkata melihat Zero yang saat ini sedang mengunci tasnya.
"Kita sudah membicarakan ini Ichiru. Nee-san akan sering memberi kabar dan jika libur nee-san akan pulang" Zero berkata sambil menepuk kepala Ichiru sayang. Ichiru yang mendengar Zero hanya bisa cemberut.
Tidak terasa sudah 4 tahun Zero dan Ichiru tinggal di rumah Kaien Cross, saat ini Zero berumur 17 tahun dan sebentar lagi mengambil tanggung jawab sebagai kepala keluarga Kiryu. Sedangkan Ichiru saat ini sudah berumur 8 tahun.
Banyak yang sudah berubah selama 4 tahun selain umur mereka yang bertambah, sifat mereka juga sedikit berubah walaupun Zero tidak memiliki banyak perubahan hanya saja dirinya yang semakin ditakuti di Asosiasi Pemburu, walaupun dia ditawarkan untuk menjadi guru bagi pemburu muda namun Zero menolak karena dia ingin memusatkan perhatiannya kepada pelatihan Ichiru.
Dan untuk Ichiru, dia sudah mulai pelatihan nya sebagai pemburu semenjak dia berumur enam tahun yang diajarkan sendiri oleh Zero dan kadang Yagar-sensei yang mengajarkan jika Zero sibuk, walaupun dia tidak diperbolehkan untuk pergi misi sampai dia berumur duabelas atau tigabelas tahun. sikap nya juga sudah berubah, Ichiru tidak lagi takut kepada Kaname atau vampir yang lainnya, itu berkat Zero yang kadang mengajak Ichiru pergi misi semenjak Ichiru berumur tujuh tahun, kata Zero sih pelatihan lapangan. Sikap Ichiru juga semakin ceria dan mandiri walaupun kadang masih bermanja manja pada Zero. Zero jika tidak keberatan memanjakan Ichiru. Zero juga mengajarkan Ichiru bagaimana cara memasak mengingat mereka tinggal dengan dua orang yang tidak memiliki keahlian apapun dalam memasak jadi kadang jika Zero tidak sempat memasak maka Ichiru yang akan memasak.
Yuuki tidak banyak berubah selama 4 tahun ini dia juga berumur 8 tahun dan sebentar lagi akan berumu 9 tahun. Yuuki semakin ceria dan ceroboh, walaupun sikap ceroboh Yuuki pasti diturunkan dari Kaien, Yuuki juga kadang mencoba meniru Zero mengingat Yuuki menganggap Zero sebagai kakaknya. Dia dan Ichiru juga semakin dekat mereka sudah seperti saudara sungguhan, walaupun Yuuki tidak mengikuti pelatihan pemburu mengingat dia bukan keturunan pemburu tapi Yuuki mengambil kelas bela diri sesuai saran Zero. Yuuki juga diajarkan memasak oleh Zero, namun sepertinya dia mengambil bakat dari Kaien dalam hal memasak, jadi Yuuki menyerah dalam belajar memasak setidaknya dia bisa membantu membereskan rumah.
Dan untuk Kaien pria itu sama sekali tidak berubah dia masih ceria dan idiot yang kadang sering membuat Zero marah dan jika sudah begitu baik Yuuki dan Ichiru akan pergi bersembunyi atau menjauh dari tempat kejadian. Dan selama 4 tahun juga Kaien sering memaksa Yuuki, Ichiru dan Zero untuk memanggilnya papa atau otou-san, walaupun hanya Yuuki dan Ichiru yang kadang memanggil Kaien otou-san itu juga mereka memanggilnya otou-san hanya untuk menghentikan Kaien merengek, sedangkan untuk Zero dia hanya menatap Kaien dengan pandangan jijik sebelum pergi setidaknya Zero kadang akan memanggil paman Kaien.
Sedangkan untuk Kaname saat ini dia juga berusia 17 tahun mengingat dia seumuran dengan Zero. Kaname juga semakin sering untuk datang berkunjung, dan biasanya jika dia berkunjung Kaname tidak hanya mengunjungi Yuuki atau Kaien tapi juga saudara Kiryu walaupun Kaname hanya akan perang tatapan tajam sama Zero tapi setidaknya ketegangan diantara mereka mulai berkurang sedikit. Mereka mencoba untuk bersikap sipil mengingat Kaname yang memang sering berkunjung ke rumah Kaien dan Zero yang tinggal disana jadi mau tidak mau mereka harus bersikap sipil untuk satu sama lain. Untuk Kaname itu adalah untuk Yuuki karena Yuuki akan sering menganggap jika Kaname membenci Zero yang Yuuki anggap sebagai kakaknya sendiri. Dan untuk Zero adalah untuk Ichiru mengingat sikap Zero akan selalu membuat Ichiru gelisah.
Sesuai perjanjian Zero dengan presiden pemburu 4 tahun yang lalu, jika Zero akan pergi sampai suasana tenang karena ketegangan tantang pembunuhan Shizuka Hio masih berlangsung sampai sekarang walaupun kejadian itu sudah 4 tahun berlalu. Memang perjanjian antara Zero dan presiden terjadi 4 tahun lalu, tapi kan presiden tidak mengatakan kapan Zero harus pergi, jadi Zero memilih pergi jika dia sudah memastikan keselamatan Ichiru dan jangan salahkan Zero jika itu memakan waktu 4 tahun mengingat sikap ketidakamanan yang dimiliki Ichiru. Setelah memastikan Ichiru ditangan yang baik, Zero akan pergi ke Perancis karena selain melanjutkan studi nya, Zero juga akan menjadi duta pemburu disana.
Jadi disini dia membujuk Ichiru yang sedang cemberut karena kepergian Zero
"Apa kamu sudah selesai Zero. Mobil dari Asosiasi sudah datang" Kaien berkata mengintip kearah kamar Zero.
"Ya aku sudah. Ayo Ichiru kamu tidak ingin menemani nee-san sampai kedepan" Zero berkata mengambil tas miliknya dan melihat Ichiru. Ichiru yang mendengar Zero langsung menggandeng tangan Zero.
Mereka berjalan menuju pintu depan dengan Ichiru yang masih menggandeng tangannya dengan erat. Dan Zero bisa melihat jika Yuuki sudah menunggu didepan pintu rumah.
"Zero-nee, aku akan merindukanmu" Yuuki berkata memeluk Zero begitu Zero terlihat sambil mencoba menahan tangis.
"Papa~ juga akan merindukanmu, sepertinya baru kemarin papa melihat mu belajar berjalan dan sekarang kamu harus pergi ke dunia luar tanpa perlindungan, huuaaa putriku yang rapuh akan pergi dan papa tidak bisa melindungimu dari kekejaman dunia huuuaaaa" Kaien berkata sambil menangis kencang.
Zero yang melihat itu menatap tajam Kaien. Sedangkan pemburu yang disana yang memang bertugas menjemput Zero hanya menatap datar Kaien.
'Rapuh?. Gadis itu tidak ada rapuhnya sama sekali justru dunia yang akan berlindung dari kekejamannya' pemburu itu merinding sendiri karena mengingat betapa menakutkannya Zero jika marah.
"Bisakah kalian tenang" Zero berkata dengan nada dingin yang langsung membuat tangisan Kaien berhenti, serta membuat Yuuki melepaskan pelukannya pada Zero dan membuat pemburu yang menjemput Zero berdiri tegang.
"Ichiru, Yuuki aku akan sering menghubungi dan jika libur aku akan pulang jadi jangan khawatir. Dan untukmu Kaien bisakah setidaknya kamu bertindak sesuai dengan usiamu" Zero berkata melihat Ichiru dan Yuuki dan memberikan Kaien tatapan tajam.
" Dan untuk mu Ichiru jangan khawatir tentang pelatihanmu, Yagari-sensei akan mengambil alih. Ah dan juga jaga dirimu, kamu dan Yuuki jangan menerima apapun yang Kaien masak, karena nee-san tidak ingin mendapat kabar kamu dirawat dirumah sakit karena keracunan makanan" Zero menambahkan. Kaien yang mendengar apa yang Zero katakan mencicit kecil karena merasa terhina jika masakkannya dianggap racun oleh Zero.
"Baiklah Ze-nee-san/Zero-nee" Ichiru dan Yuuki berkata sambil terkikik kecil mendengar apa yang Zero katakan.
"Nah baiklah nee-san pergi sekarang" Zero berkata sambil memberikan Ichiru pelukan dan mengecup kening Ichiru. Zero juga memberikan Yuuki pelukan kecil dan menepuk kepala Yuuki. Mengingat dia akan pergi lama jadi dia memberikan Kaien pelukan singkat.
"Sampai Jumpa" Zero berkata sambil berjalan menuju mobil yang sudah menunggunya.
"Sampai jumpa Ze-nee-san/Zero-nee/Zero-Chan" Ichiru, Yuuki dan Kaien berkata setelah melihat Zero memasuki mobil. Mereka terus berdiri didepan sampai mobil yang dinaiki Zero menghilang dari pandangan mereka.
"Sekarang apa yang akan kami lakukan" Kaien berkata sambil melihat Yuuki dan Ichiru.
Disuatu tempat di Ichijo manor tepatnya kamar Kaname Kuran. Sang pemilik Kamar saat ini sedang berdiri melihat ke luar dari jendela kamarnya.
"Sampai jumpa Zero" Kaname berkata dengan tenang sambil tersenyum kecil.
~Tbc~
.
Balasan Review:
Hime : Hehe makasih, ini sudah update kok, thanks for review :D
Yuuki : Ini sudah update kok, makasih atas reviewnya ^^
.
Please Review
