Angel and The Beast
Himkyu's Present
Genre : Romance Humor
Disclaimer : SEVENTEEN's cast are owned by PLEDIS, this fic by me (Himkyu as Miyu)
.
.
.
.
.
.
Halo semuanya! Perkenalkan namaku adalah Miyu! Penulis dari ff Angel and the Beast :D Untuk mengawali tahun, Miyu telah persiapkan chapter spesial TAHUN BARU dengan membawakan karakter-karakter dalam ff ini untuk bisa ngobrol dengan kalian tentang kehidupan pribadi, masalah percintaan, atau hal-hal lain yang belum terbahas hingga ff ini tamat.
Pertanyaan sudah dikumpulkan! Dan Miyu akan menjadi narator sekaligus mc untuk kali ini sebagai pembawa cerita (dan pelerai kalau ada yang berantem nanti bhak). Siapapun yang sudah memberikan review di chapter Q/A (sudah terhapus), berhak mendapatkan kesempatan untuk dijawab pertanyaannya! Bagi yang belum sempat bertanya, kita akan kumpulkan lagi untuk sesi Q/A berikutnya di ff yang lain, ya ;)
[CERITA BERIKUT MASIH BAGIAN DARI FF , MAKA JAWABAN YANG DIBERIKAN ADALAH MURNI FIKSI BELAKA MENGIKUTI ALUR DI DALAM CERITA. APAPUN JAWABANNYA, MOHON DIKENAN DALAM HATI AGAR TIDAK ADA BASH DAN FLAME :)
Nama pengirim juga tidak disebutkan! Demi kebaikan masing-masing juga ^^ Kalian bisa check nama pengirimnya di kotak review! TERIMA KASIH]
Jeonghan mengamati seluruh ruangan dengan tatapan curiga. Kedua bola matanya tidak henti bergerak ke sana kemari pada sebuah ruangan kosong tanpa penghuni, yang menyuruhnya untuk segera datang. Ia sedari tadi terduduk, tidak melakukan apapun. Menunggu dan menunggu.
Brak
"Untuk apa kalian ikut, brngsk!" seorang laki-laki mendorong 3 pemuda lain yang sedari tadi menempel padanya. Dia tidak sudi diikuti terus.
"Aku sudah bilang! Aku juga diundang kemari!" pemuda dengan rambut ke cokelatan, berwajah agak western memaksa ingin masuk duluan. Tapi dorongan tangan Seungcheol menahannya.
"AKU MAU IKUT! si tanpa nama akan terus menelponku kalau aku tidak ikut kemari! Aku tidak mau mati mudaa dibantainya!" orang kedua merengek memaksa ikut serta masuk ke dalam ruangan, masih tetap tubuhnya tak berhasil melewati pertahanan seungcheol yang menghalangi pintu dengan tangan kuatnya.
Sementara itu Mingyu hanya bisa menggeleng dengan tingkah kekanakan 3 sahabatnya. Ia masih berdiri di belakang, menunggu pertikaian yang tidak habisnya di antara daun pintu agar segera diselesaikan. Tak berapa lama, seorang pemuda lain ikut berdiri tepat di samping Mingyu.
"Kenapa mereka menghalangi jalan?" pemuda tampan itu ikut mengamati keributan tersebut, namun tetap tenang setenang Mingyu.
"Oh. Biasa. Seungcheol tidak mau diganggu kalau urusan berdua saja dengan jeonghan." Mingyu memperlihatkan monitor hp nya. "Tapi sebenarnya kita juga diundang oleh si tanpa nama, kan?"
"Ya. Aku juga diundang." Ungkap pemuda bernama Joshua itu sambil berdehem tenang. Ia kira ia sendiri yang diundang untuk menemani Jeonghan, karena itu pesan yang disampaikan. "Kau diundang untuk sebuah obrolan tahun baru bersama Jeonghan". Tidak mengungkit 4 semut-semut pembuat hama di hadapannya.
"Seungcheol! Apa yang kau lakukan?! Kau hanya membuang-buang waktuku disini!"
Mendengar sahutan Jeonghan dari dalam ruangan, Seungcheol tidak bisa menolak. Ia segera menyudahi penahanan 2 korban, dan beralih mengejar tempat duduk terdekat dengan sang Kekasih. Terlihat pemuda cantik itu berkerut alis dengan sebal karena perbuatan Seungcheol barusan. Sedangkan pacar bodohnya itu hanya menyengir lebar tanda perdamaian.
Diikuti Vernon dan Wonwoo yang sudah lelah menghabisi tenaga demi bersekutu dengan bos mereka, kemudian Mingyu dan Joshua yang memilih untuk duduk paling ujung untuk menghindari keributan 3 orang aneh yang duduk di samping jeonghan. Kini sebaris bangku sudah disiapkan.
Ada Jeonghan, Seungcheol, Vernon, Wonwoo, Mingyu, dan Joshua. Di sebuah ruangan yang mereka tak ketahui dipakai untuk apa.
.
.
Keterangan dialog :
Kalimat di dalam ( ) : petunjuk ekspresi
Kalimat cetak miring : kata asing
Kalimat /cetak miring/ : kalimat dalam pikiran
Kalimat tebal/bold : kalimat narator
.
.
.
Oke, semuanya sudah berkumpul! Jeonghan, Seungcheol, Vernon, Wonwoo, Mingyu, dan Joshua! Salam semuanya! Dan Selamat Tahun Baru!
Ww : "Aku tidak tahu , tapi ini terasa sangat menyeramkan. Kenapa tiba tiba kita diucapkan tahun baru oleh seseorang yang wujudnya tidak terlihat?"
Vn: "Apa seharusnya kutanyakan saja siapa dia?"
Sc : "Apa dia melihat kita dari kamera tersembunyi?" (menengok ke sekeliling) "aku tidak akan membiarkan mereka melakukan hal tidak-tidak pada Jeonghan-ku!" (memeluk jh)
Jh: "kubunuh kau kalau kau memelukku lagi!"
Oke, tidak usah takut! Aku adalah pembawa cerita kalian disini. Sekaligus adalah penulis cerita kalian juga! Jadi kalau kalian macam-macam, aku tidak akan segan untuk menghapus nama kalian dalam daftar chara, ok?!
Ww : "waaaa! Sekarang dia mengancamku! Aku tahu, dia itu si tanpa nama yang dari tadi menelponku!" (reflek memegang bahu Mingyu)
Mg : "lebih baik ikuti saja maunya. Kalau kalian tidak mau cerita ini direka ulang tanpa nama kalian."
Sc : "sial. Aku harus berlaku baik saat ini, kalau tidak mau cerita ini direka ulang. Aku tidak mau sampai Joshua yang jadi pemeran utamanya."
Js : (mendelik tajam pada sc) /mati saja kau sc. Biar aku yang jadi kekasihnya Jh/
Simple saja kalian dalam event kali ini. Kalian hanya perlu memberi jawaban sejujurnya pada setiap pertanyaan yang telah diberikan para pembaca. Harap dijawab semuanya, tapi kalian berhak tak menjawab jika keberatan, namun dengan alasan sebaik-baiknya. Namaku Miyu! Kalian bisa bertanya atau meresponku jika kalian masih mau bingung dan ingin bertanya, ok?
Js: "tidak sulit. Hanya perlu menjawab."
Vn: "Waaa aku sudah seperti artis saja hingga ada yang mau bertanya padaku! Tapi, ada gak ya?"
Ww: "Aku tidak yakin. Karena yang jadi pemeran utama kan bukan kita, Ver?" (berwajah sedih)
Mg : "Aku setuju dengan Wonwoo."
Sc : "Hahaha! Jangan cemburu ya. Lagipula memang cerita ini didedikasikan untuk kita berdua, iya kan Han-ney(honey) ?" (gengam tangan Jh)
Jh : (setengah marah, setengah malu-malu) "Menjijikkan" (berdehem tenang)
Oke tidak usah banyak basa-basi lagi. Pertanyaan diberikan untuk.. eumm.. semuanya?
Ww : "WAAAA PERTANYAAN PERTAMA! KU PUNYA PERTANYAAN PERTAMA! Cenat cenut rasanya."
Vn : "Aduh jangan sampai nanya yang kusimpen dalam bawah tempat tidur apa aja. Aku gak bisa jawab kalau begituan."
Js n Mg : (mendelik curiga ke Vernon)
Oke pertanyaan pertama untuk Jeonghan dan Seungcheol. "Jeonghan, kenapa kamu cantik sekali?" dan "Seungcheol,kapan kamu ajak menikah Jeonghan?".. eum... (nahan ketawa)
Sc : "DIA CANTIK LEBIH DARI MALAIKAT MANAPUN, JADINYA AKU JATUH CINTA! DAN .. SECEPATNYA! KALAU PERLU SEKARANG JUGAAA! AKU INGIN MENIKAHINYA SEKARANG JUGA!" (ngangkat tangan Jeonghan tinggi-tinggi)
Jh : "YAK! APA-APAAN INI! Oke, aku tidak akan menikah. Titik! Dan aku cantik, pas—hei! Aku ini laki-laki! Dan hentikan omong kosongmu, brngsk!" (pukul keras kepala Sc)
Sc : "Kau tidak mau menikahiku?!" (ekspresi memelas)
Jh : "Eh, eum. Bukan gitu, tapi kan, ya tunggu sampai aku lulus dulu setidaknya." (mengusap tangan Sc)
Js, Vn, Mg, Ww : (mendelik tajam Sc) /dasar, ular berbisa/
Terima kasih atas jawabannya. Kalian sebaiknya membicarakan lebih lanjut tentang pernikahan setelah obrolan kali ini /ehem/ , oke. Kita tidak berpindah dari Jeonghan maupun Seungcheol dulu. Kali ini kuberikan pertanyaan pada Jeonghan dulu agar Seungcheol tidak main nyerobot jawab.
Baiklah, pertanyaannya : "Yang Jeonghan suka dari Seungcheol apa?" hmm.. pertanyaan bagus.
Jh : "Ehmm.." (melirik Sc yang sudah tersenyum lebar) "Tidak ada."
Sc : (menurunkan senyum, kecewa)
Jh : "Tidak ada yang tidak kusuka. Mungkin kalau pertanyaannya diubah jadi tidak suka akan lebih mudah?"
Sc : "JEONGHAN KU!" (memeluk erat Jeonghan)
Wah. Kuharap jawabannya tulus dari hati, Jeonghan (berkedip). Bagaimana untuk Seungcheol? Apa yang kau suka dari Jeonghan?
Sc : "Sebenarnya sangat mudah! Tapi aku ingin jujur saja. Awal aku suka dari Jeonghan karena perhatiannya. Aku tidak pernah diberi perhatian oleh lelaki yang keras kepala seperti dia. Tapi semakin aku membencinya, maka semakin muncul perasaan tidak rela menjauhinya. Karena melihatnya yang selalu menyebalkan, tapi sekalinya memperhatikanku, aku merasa sedikit .. eum.. gemas? Dan mau lagi dan lagi mendapatkan perhatian itu. Sekalipun harus membuatnya marah dahulu. Yup, itu jawabanku."
Jh : (membelakak, terkesima)
Js, Vn, Mg, Ww : (mendelik tajam Sc) /dasar, ular berbisa/
Wow. Jawaban yang luar biasa Seungcheol! Tak mengira kau ini maso juga, ya.
Sc : "HEI! AKU BUKAN MASO!"
Oh ya, ehem. Maaf kalau begitu, meleset lidah ini. Oke, sekarang untuk pertanyaan lanjutan "seandainya kau bisa punya anak dengan jeonghan... dari segi visual dan sifat siapa yang mendekati tipe 'seseorang yang cocok menjadi anak pasangan seunghan'?
Sc n Jh : (bertatapan satu sama lain, blushing)
Ww : "Wowowo! Semakin lama, semakin ambigu saja pertanyaannya! Lol"
Vr : "Kalau menurutku sih, yang cocok buat mereka itu dari visual lebih ke Jun."
Mg : "Hah? Anak sekelas kalian pindahan china itu?"
Vr : "Ya. Kau lihat saja kalau dia sudah main tongkat wushu, wajahnya bisa seserem Sc. Tapi kalau sudah hormat ke kakak kelasnya, wajah ramahnya menawan juga loh." (Vr senyum-senyum sendiri membayangkan senyum Jun)
Ww : "awas nanti ada yang marah."
Js : "Nope. Aku lebih ke Tzuyu. Dia sama cantiknya dengan Jeonghan. Aku tak peduli mirip atau tidaknya dengan Seungcheol. Tapi itu anak impian kami—maksudku, anak yang sama menawannya dengan Jeonghan. Itu saja."
Vr : "Itu tidak fair, menjadikan artis sebagai perbandingan!"
Mg : "Hmm.. kalau untuk sifat tetap ke Dino, anak kelas 1 itu. Dia sangat patuh akan aturan sama seperti Jeonghan. Bukankah panutannya adalah Jeonghan? Dia bahkan rela mengekori Jeonghan, tapi dia tahu ada batasannya. Dia juga jago berkelahi, terbukti dia ikut karate. Sama seperti Seungcheol."
Ww : "Kau kenal sekali dengan anak itu? Kau siapanya dia, emang?"
Mg : (mendesah kecil) "Aku ini pembimbing belajarnya."
Vr, Ww, Js : (menjatuhkan rahang) /Tidak salah lagi dari seorang anak pintar/
Jh : "Kalian ini banyak berkhayal! Aku dan Sc tidak mungkin punya anak! Tapi kalau pun punya, eum.."
Sc : "Hehe.. mungkin lebih enak kalau kita bahas secara pribadi. Bagaimana anak idamannya nanti, penampilannya, hobinya, namanya. Setelah kita sudah ehem , semuanya pasti mudah terjawab.. AWWW!"
Jh : (menginjak keras kaki Sc)
Fiuh. Sangat sulit sekali ya untuk diterka. Oke, kita berpindah pada pertanyaan selanjutnya. "Kalau ada orang lain dengan bintang yang sama dengan Jeonghan, apa Seungcheol mau bersamanya?"
Sc : "Eum. Sebenarnya untuk urusan zodiak dalam urusan percintaan, aku tidak terlalu peduli. Zodiak itu kupercaya untuk menafsirkan keberuntunganku. Aku pun suka Jeonghan tidak melibatkan masalah zodiak, langsung suka saja. Tak tahu ternyata zodiak kami berjodoh, hahaha! Apa itu berarti aku harus lebih mengandalkan ramalan tersebut?"
Jh : "Ramalan itu hanya omong kosong. Aku tidak percaya hal semacam itu. Kalau pun ditulis berjodoh dengan zodiak tersebut, jangan langsung percaya. Kau akan tahu akibatnya."
Js : "Sekalipun kau memaksaku menjadi selingkuhanmu karena kau percaya akan ramalan yang kuberitahu padamu. Ckckck.. Baca chapter 4 saja kalau tidak percaya."
Sc : "Hah?! Jadi kalian cuman bohong—an?!"
Jh : "E—EH!? I—ITU—!"
Sc : (mendelik tajam pada Jh) "Awas kau. Kuberi hukuman setelah ini."
Jh : (menelan ludah)
Wowowo! Tenang semuanya. Kita bisa bahas lebih lanjut lagi setelah sesi tanya jawab, ok? Selanjutnya "Jeonghan, kamu tidak kangen Dino? Tidak mau diangkat jadi anak angkat?"
Mg : "Sudah kuduga. Ternyata bukan hanya aku yang sepaham."
Jh : "Kenapa dari tadi ungkit Dino? Jangan ungkit anak tidak berdosa itu, dong. Kasian dia."
Sc : "Sebenarnya kita gak keberatan kalau Dino sendiri mau. Tapi, anak itu bahkan dipalak saja susah. Aku tidak mau punya anak tidak patuh kayak dia. Kalau dia menendang bapaknya sendiri dengan jurus karatenya, punggungku bisa patah duluan."
Jh : "Jadi kamu pernah coba palak Dino?" (memelotot kasar ke Sc)
Sc : "Eh? So—soal itu.. Itu kan dulu! Sekarang kan aku udah baik." #emotAngelic
Baiklah kali ini 2 pertanyaan lainnya tersisa untuk Seungcheol. "Kalau kau janjian makan malam dengan Jeonghan tapi teman-temanmu tertimpa masalah dan sangat membutuhkanmu saat itu juga. Apa yang kau lakukan?"
Sc : "Tentu saja aku pilih Jeong—"
Vr, Ww : "Seungcheol, kok kamu tega banget sama kitaa?!" (ekpresi disengaja agak menangis) "padahal kita juga loh yang bantu Sc bisa deket sama Jeonghan!"
Sc : "Masalahnya apa dulu? Kalau mereka buat masalah yang gak penting untuk diurusi, ngapain diurusin. Resiko mereka sendiri yang buat, ya selesain sendiri. Aku bukan bapak mereka."
Mg : "Kalau salah satu dari kami kena celaka?" (muka serius.)
Sc : "Eum, ya." (lirik Jeonghan) "Jeonghan gak marah kan ya kalau aku tinggalin makan malem buat jenguk salah satu dari mereka? Kalau salah satu anak buahku sakit, aku juga yang repot."
Jh : (buang muka) "Aku ajak Joshua kalau gitu."
Sc , Js : "EHHHH?!"
Jh : "Karena kita sama sama punya sahabat yang juga harus dipentingkan. Jadi kau juga harus beri waktu untuk sahabatmu, aku juga dengan sahabatku."
Sc : "Benar!"
Js : (sedih, merasa di friendzone in)
Selanjutnya untuk Seungcheol lagi. "Kamu sebelumnya sudah pernah pacaran? Atau Jeonghan adalah cinta pertama mu?"
Ww : "Woahh! Sc dulu lady killer pas SMP lol! Aku satu sekolah dengannya. Dia pernah berkali kali nembak cewek dan—" (dibekap mulutnya oleh Sc)
Sc : "Brngsk kau! Sudah kuduga aku tidak sudi satu sekolah denganmu, sialan!"
Vr: "Wonwoo pernah cerita kalau tidak salah Sc pernah pacaran sekali waktu SMP. Dengan seorang cewek yang kakak kelasnya."
Sc : "YAK! HENTIKAN! Sudah berapa banyak anak sialan ini cerita ke kalian, hah?!"
Vr: "Kalau tidak salah juga—"
(Sc, Vr, Ww akhirnya saling ribut.)
Jh : "Memangnya aku peduli siapa pacar lama mu. Kau cinta dengannya?"
Sc : (berhenti bertengkar) "Eh? A—aku tidak suka dengannya. Aku hanya ingin punya pacar saja karena aku sering digodain anak biadab ini."
Ww: (beri tanda peace, menyengir lebar) "Sc itu sudah tidak normal sejak dulu, makanya aku godain dia. Dia menyangkal terus, makanya mau punya pacar cewek. Tapi aku yakin, dia cinta nya ke kamu, Han! Lol."
Vr: "Ya itu yang mau kubilang tadi, tapi Seungcheol udah menahanku saja."
Sc : "berhenti bilang aku ini seolah gay, sialan!"
Vr: "Halah bilang saja kau memang tidak pernah serius dengan cewek manapun. Bahkan itu sebabnya kau lebih suka masuk sekolah khusus laki-laki."
Jh : "Sudah selesai kan masalahnya? Cinta pertama mu itu aku. Aku tidak peduli kau dekat dengan cewek manapun."
Sc : (terharu) "Jeonghanney! (peluk erat)"
Fiuh. Ternyata sudah selesai untuk semua pertanyaan buat pasangan utama kita, Seungcheol dan Jeonghan. Tapi tenang saja, yang lain juga kebagian. Ada beberapa pertanyaan untuk kalian.
Oke, yang pertama untuk.. eum.. (lirik ke dua orang) sepertinya ada yang cukup antusias dengan pasangan ini.
Vr : "Hah? Pasangan baru?"
Js : /pasti aku dengan Jeonghan/
Ww : "Emang pasangan mana lagi?"
Pertanyaan ini kulempar untuk Mingyu dan Wonwoo. "Kalian cocok. Kenapa tidak pacaran?" Yup. Bagaimana respon kalian?
Mg, Ww : "..."
Vr : (ngakak) "HAHAHA! Selamat kalian berdua! (salamin keduanya) Aku tidak menyangka 3 sahabatku tidak ada yang normal!"
Js : "Kalian memangnya ada hubungan tertentu?" (lirik curiga)
Sc : "Woah, aku tidak tahu ternyata kalian saling menyimpan perasaan. Sudah kuduga kau ini yang gay, sialan!"
Ww : "So—soal itu—" (lirik ragu-ragu ke Mingyu. Mukanya mendadak merah) /Loh kok jadi gak enak hati gini ya?/
Mg : "untuk saat ini kami hanya sahabat dekat—" (Muka tenang)
Ww: "YA! SAHABAT DEKAT!" (terkekeh senang)
Mg : "—Tapi gak tahu nantinya."
Ww: "..." (blushing)
Vr: "JIAHAHAHA! SELAMAT WONWOO! Secara tak langsung, Mingyu mau nembak kamu. Persiapkan diri!" (salamin lagi)
Js : "Diam kau, bule bodoh. Kau juga sama tidak normal dengan sahabat-sahabatmu."
Vr : "Hah?! Situ yang gak normal!" (mendelik tajam ke Joshua)
Oke, sudah-sudah. Kita lanjut ke pertanyaan selanjutnya. Masih belum berpindah ke Mingyu dan Wonwoo. "Kapan kalian pcaran? Dan jika Mingyu akan mengabulkan satu permintaanmu untuk seumur hidup, apa yang kau inginkan, Wonwoo?" Hmm..
Ww : "Kalian kenapa sih ngeship aku sama Mingyu! T^T aku masih polos~"
Mg : "Sebenarnya memang banyak yang suka dengan kita, Wo." (pegang tangan Wonwoo) "Jawab saja apa yang ia inginkan, biar semuanya selesai, dan kau sendiri bisa bernafas lega"
Ww : /Gimana bisa tenang?!/ "Oke, eum. Kalau soal pacaran, kami belum sampai disitu. Haha. Kita masih sahabat baik. Terima kasih atas dukungan kalian—eh—maksudnya terima kasih sudah memperhatikan hubungan kami."
Mg : "Jika Miyu tidak keberatan memberikan sekuel untuk kita pun, kami siap."
Ww : "YAK! Aku sudah capek-capek ngelurusin masalah."
Mg : "Oke, maaf. Kau jawab yang pertanyaan kedua."
Ww : "Oh ya. Buat permintaan. Eum. (melirik Mingyu) Aku mau sama pinternya kayak Mingyu! Jadi dia harus ngajarin aku biar cepet pinter!"
Mg : "Itu akan berlaku seumur hidup."
Ww: "Hei! Aku ini gak sebodoh itu juga, tahu!"
Mg : "Maksudku, aku gak keberatan kalau kamu gak pinter-pinter, yang berarti aku bisa nemenin kamu belajar terus."
Ww: "..." (blushing, lagi)
Vr, Js, Sc, Jh : /Mingyu suka Wonwoo. Pasti suka/ (angguk-angguk)
Wow. Cukup intens sekali kalian berdua. Akan kupertimbangkan untuk sekuel kalian. Itu pun kalau pembaca antusias , hehe. Oke kali ini untuk Vernon. Vernon, kamu suka dengan para pembaca tidak?
Vr : "SARANGHAE, i love you so much!" (kasih flying kiss)
Nah, kalau ke Boo Sungkwang?
Vr : "..."
Ww : "HAHAHA! Selamat vernonku sayang! Gebetan kamu disebut, ternyata! (salamin)"
Vr : "Di—dia bukan gebetan ku, brngsk!"
Mg : "Asal kalian tahu. Boo Seungkwang adalah anak yang paling sering dibully Vernon. Bahkan dia rela samperin ke kelasnya demi menganggu anak muda tak berdosa itu."
Js : "Seperti tidak ada korban lain saja."
Ww: "Yup yup! Seperti tidak ada korban lain saja. Boo adalah anak kesayangan Vernon. Lalalala~"
Vr : "Berisik kalian! Dengar, oke! Boo itu bukan siapa-siapa aku! Dia hanya anak menyebalkan yang harus dikasih pelajaran."
Sc : "Walaupun anak itu sangat mematuhimu, kau masih saja licik padanya."
Ww : "Tsun tsun~ (tsundere)"
Vr : "DIAAAAMM (dekap telinga)"
Baik. Untuk Joshua. Kamu ternyata banyak diamnya ya. Gak pusing perhatiin Jeonghan terus dari jauh?
Js : "E—eh , a—aku.. si—sial mana sih kameranya?! (menengok ke sekeliling)"
Sc : (pelototin Js)
Joshua, kamu gak tertarik move on saja. Mungkin ke para pembaca. Banyak yang suka sama kamu, loh.
Js : "Kalian yang terbaik. Kalau kita ketemu, aku tidak keberatan kok."
Jh : "Tipikal Joshua yang rambutnya panjang lembut lurus, dan punya senyum indah. Jadi, persiapkan diri kalian yang setipe dengan Joshua, oke?"
Vr : "Bukannya itu kamu, ya, Han?"
Jh: " Eh? Aku?"
Sc : "POKOKNYA YANG MIRIP JEONGHAN, jangan harap bisa dekat-dekat dengan Joshua!"
Js : "Apa-apaan kau!?"
Sc : "HAH?! MAU RIBUT?!"
Sudah sudah. Kalian ini kerjaannya ribut terus. Bikin capek tahu gak. Joshua, kamu kan pinter bahasa inggris. Kamu mau ngajarin bahasa inggris gak ke para pembaca?
Js : "I dont mind. Im so glad to help everybody. I dont know if im really that good, but i will try my best. Vernon will help me too, right."
Vr: "Who are you, anyway? (masih kesel) Even this bastard didnt tell me, i will always help you, guys (flying kiss lagi)"
Sc, Ww : "kalian ngomong apa sih?"
Oke. Sekian dari semua pertanyaan. Sudah dibahas semuanya! Kalian hebat sekali. Kuharap setelah ini hubungan kalian akan lebih akur lagi, oke.
Selamat tahun baru semuanya! Bye~
Js : " Lah, kita langsung ditinggalin?"
Vr : "Yess! Aku bisa langsung pulang buat tiduran di rumah!"
Sc : "Han, tahun baru mau kemana? Kuanterin, ya?"
Jh : "Aku mau pergi bareng ayahku."
Sc : (sedih)
Jh : "Kau mau ikut? Aku mau jalan ke Namsan Tower nemenin ayahku jalan bersama pekerja bisnisnya."
Sc : (ekspresinya berubah riang)
Ww : "UWAH! AKU MAU NAMSAN TOWER JUGA!"
Mg : "Mau kutemenin?"
Ww : "GAK!"
Js : "Aku mau pulang ke California saja."
Jh : "Hei, tapi sebelum kita pergi. Kita gak ucapin Selamat Tahun Baru juga?"
Js : "Oh iya!"
SELAMAT TAHUN BARU SEMUANYA~ :D
.
.
.
.
Sekian dari cerita khusus tahun baru ini! Absurd? Iyap! Wkwk. Tapi setidaknya sudah cukup menemani kisah tahun baru lainnya :D Maaf jika tidak memuaskan.
Mohon dukungan , review nya! Review kalian akan begitu membantu untuk karya-karya selanjutnya :) Bagi yang sudah menemukan pertanyaan kalian, bagaimana comment nya?
TERIMA KASIH
