A/N : Yezz!!! Akhirnya sampe chapter 6! XD Arigatou!!!!!!! Masih pada mau baca penpik saia yang puanjaaaangg……. bener -ditimpuk- Honto arigatou!!! XD Review-review anda juga sangat diterima!!! XD Chapter ini bakal ada chara-chara yang sudah dipesen sama Naix n' Inuzuka Aufa. Yang lain kalau mau ketemu chara yang kalian mau masih dibuka kesempatan!!!! XD halah… Well… onto the story :p

Names

Naix : Nanami (gonta-ganti bingung deh :)) -ditimpuk-)

Inuzuka Aufa : Aufa (aku ga tau namanya mau apa jadi, 'Aufa' aja ya?)


Complicated Way To Be With You

Chapter 6:Complicated Relationship (Part 1)

"Hm… Nami, apa benar ia adalah pendatang baru itu?"

"benar, Gaa-chan!"

"… Gaara, dudutz!" kekesalan 25 persen

"Iya! Gaa-chan!!!"

"… Jangan singkat namaku!" kekesalan 50 persen

"eh? Gaa-chan kan?"

"…" kekesalan 100 persen "Kamu!!!!!"

"Mank napa Gaara-chan?"

"nih… anak satu… ini…" batin Gaara kesal (kekesalan terpaksa diturunkan menjadi 20 persen)

"Gaara-chan kenapa?"

"Sudahlah… tapi ini benar dia ya?" tanya Gaara serius

Nanami mengangguk "Yup! Tidak salah lagi!" (khusus Gaara akan memanggil namanya Nami :p)

"Hm… aku ingin bertemu dengannya besok…" ujar Gaara singkat

"Oce!" Nanami langsung saja ke arah meja kerjanya dan mulai mempersiapkannya, seakan-akan ia tahu apa yang diingini tunangannya itu


"Hei! Nanti yang sopan lho!"

"Iya.. iya… my angel jangan khawatiran gitu dong!"

"… sudah… jangan mempermalukan dirimu nanti…"

"Uuh!!! Saso-chan hidoi!!!!"

"Itachi-san! Dengerin Sasori-san tuh!"

"Huweee……."

"tapi tak kusangka ia akan dipanggil direktur terbesar dari dunia permodelan… hmmh…" batin Neji

CKREK……

"permisi…"

"Ah… orang yang dipanggil Gaara-sama ya? Silahkan masuk…" sapa wanita berambut panjang berwarna hitam dan berkacamata

"wah… warna matanya… merah darah… keren…" batin Neji kagum.

"Maaf mengganggu…" ujar Sasori sambil membungkukkan badannya

"Waah!!!! Mewah sekali!!!!!!" seru Itachi girang

BUK!

"Hus! Jangan bicara macam-macam!" seru Neji

"… puuh…"

"Gaara-sama… tamu anda sudah tiba…"

"terima kasih Nanami. Kau boleh kembali bekerja."

"Ha-I, Gaara-sama." Ujar Nanami, kembali ke meja kerjanya di sebelah ruangan Gaara, tapi sebelumnya ia sempat membisiki Sasori sesuatu

"Baik… silahkan duduk"

"terima kasih."

"Hm… Itachi Uchiha… benar itu namamu?" tanya Gaara sambil memandangi Itachi dengan serius

"Emm… kalau ditanya begitu memang benar sih…" ujar Itachi sambil melihat-lihat ke kiri dan kanan

"hm… Neji, Sasori, kuharap agar kalian keluar sebentar… aku… ingin berbicara dengan Itachi…" ujar Gaara

Sasori menatap ke arah direktur itu dengan tatapan curiga tapi ia hanya menurut saja dan mengajak Neji keluar

"Ng… kenapa kau harus 'mengusir' mereka?" tanya Itachi setengah bingung

"Nami…"

"Oce!"

"Eeeh??? Nami? Bukannya namanya Nanami?"

"Ai! Namaku memang Nanami!" jawab Nanami

"Nami, cepetan…"

"Orang itu manggil Nana-chan mesra bener…" batin Itachi –kebiasaan memberi nama untuk orang lainnya muncul neeh… hohoho…-

Nanami terlihat membawa setumpuk berkas-berkas penting milik tunangannya (Itachi belum tahu) Gaara mengambil sebuah berkas yang terletak paling atas dari tumpukan itu. Ia membukanya dan memperlihatkannya pada Itachi

"Hei, kau ingat siapa dia?" tanya Gaara

"Di… Dia kan…?!"


"ne… ne… Sasori-san… kira-kira apa yang mereka bicarakan ya?" ujar Neji bosan menunggu Itachi. Mereka sudah menunggu mereka selama hampir 1 jam

"hmh… apa yang ia bicarakan tadi…" gumam Sasori kesal

Nii-san, jangan marah sama Gaa-chan ya…

"Dasar Nanami…"

"SASORI-SAANN!!!!!!!!"

"Ekh?! Apa?!"

"… Sasori-san… sejak keluar dari ruangan direktur itu kamu jadi aneh…" ujar Neji

"walau biasanya memang diem sih…" batin Neji

"… dia—"

"Oooh!!! Neji!!!"

Neji berbalik ke arah suara itu "ng… Ah! Aufa!"

"Yow, tak melupakanku kan?"

"Kiba-kun! Halo!" sapa Neji

"…" Sasori terdiam… -hehehe…-

"sedang apa kalian di sini?" tanya Neji pada pasangan di depannya

"oh… kami tadi dipanggil untuk pemotretan di sini…" ujar Aufa

"Yup! Seneng banget bisa sama-sama Aufa. hehehe…" ujar Kiba sambil melingkarkan lengannya di leher Aufa –you know what I mean…-

"ck…ck…ck… dasar kalian ini…"

"Kiba, sesek nih…" keluh Aufa

melepaskan Aufa "hahaha…"

"Oke, kami pergi dulu ya! Siapa tahu kita akan bertemu di pesta 'itu'." Ujar Aufa

"Ja matane!"

"ja!!!"

"… hmh… pesta 'itu' ya… tak kusangka sebentar lagi…" batin Neji

"Neji… kau… benar-benar akan datang?" tanya Sasori

"ng… sepertinya… kita memang di harus datang ya… lagi pula… Itachi-san tidak mungkin datang sendiri…" ujar Neji

"tapi ada Deidara" ujar Sasori

"… aku tetap akan datang" ujar Neji menegaskan

34 menit 59 detik kemudian –wew…-

CKREK…..

"Lama………"

"HUWAA!!!!!!!"

GUBRAK!

"angel-chan ke… kenapa?" tanya Itachi setengah kaget, setengah bingung

"mukanya deket banget… minta dicium apa ya?" batin Itachi

"Jangan pikir yang itu…" ujar Neji, seakan-akan tahu pikiran yang ada di kepala Itachi

"eh? Tepat ya?"

"Um… maaf, Neji-san, silahkan… ini undangan untuk pesta 'itu'. Ada … 1… 2… 3… ng… 5 lembar"

"li… lima?! Banyak sekali! Bukankah 3 sudah cukup?" tanya Neji bingung

"Gaara-sama bilang kalau Deidara-san sudah kembali bersama adiknya." Ujar Nanami

"wuah… dari mana dia tahu…" batin Neji

"Jangkauan informasi Gaara-sama memang luas…" ujar Nanami sambil tersenyum lebar

"Wakh!!! Silau men!!!" ujar Itachi

Tiba-tiba personalitynya berubah "Ah… bisa aja kamu… eph…"

Si—Lence…………...

"…"

"Ahahahaha… maaf saya harus kembali bekerja… hohoho…"

CKREK… BLAM…….

"…"

"Cuma perasaanku saja atau…"

"Angel-chan!!!!!!!!! Pulang yuuuu………"

"Itachi-san! Jangan teriak-teriak!" seru Neji

"Iya… iya…"

CKREK……

"ng… tadi pintunya terbuka ya?" gumam Neji

"Angel-chan!!!!!!!! Pulang yuuuuu…….."

"iya… iya… berisik amat…"

Lalu mereka berdua pergi, meninggalkan Sasori, atau tepatnya… melupakannya


"Ah… Sasori-san… tak kusangka kau akan mampir…" ujar Gaara, memunculkan senyum liciknya "tidak setelah kejadian itu… hmh…"

"… aku tidak ada urusan denganmu, tapi adikku…" ujar Sasori sinis

"Nii-san… kenapa kau tidak pernah akur sama Gaa-chan sih?" tanya Nanami, innocently

"Nanami, kenapa kau harus…….. kenapa kau…"

"???????"

"kenapa kau sama si Gaara-sama –bleh… pueh… cuih…- yang 'itu' sih?!"

"apa maksudmu yang ITU?" tanya Gaara kesal

"lho, kan ada Gaara-sama –bleh… pueh… cuih…- trus Sabaku no Gaara… trus Red Gaara… trus… trus…… trusssss……………"

"Cape de… nii-san…"

"perasaan itu julukanku semua……"

"tapi baru tahu kalo ada Red Gaara….. aneh……" batin Gaara

"Ohhhhhh…….. boong….."

"Enak saja!!"

"Boong!!!!!"

"Nggak!!!!"

"Boong!!!!!"

"Nggak!!!!"

"Boong!!!!!"

"Nggak!!!!"

"Boong!!!!!"

"Nggak!!!!"

"STOPPPPPP!!!!!!!!!!!!!" teriak Nanami

"………" keduanya memandang ke arah Nanami

"Kamu!!!!!!!"

"EEH?!!!!!!!"

Kehancuran telah terjadi :)) Lalu mereka berdua malah berbalik menyalahkan Nanami –dihajar Nice-

-personality berubah semua (author ngakak, dihajar pembaca)-


Ceklek… Ceklek… Ceklek…

"WOI!!!!!!! Itachi-san!!!!!! STOP! Nanti mobilnya rusak tau!" seru Neji

"….. kok ga bisa dibuka…?"

"Sasori-sa…n?? Lho? Mana Sasori-san?!"

"eh? Saso-chan mana?"

"Jangan-jangan……. pasti tadi itu Sasori-san…" batin Neji

"Itachi-san! Ayo jemput Sasori-san!"

"Hah???"


"……."

"……."

"……."

"Udah puas lo?!"

"heh…….."

"Nii-san n' Gaa-chan jahattt!!!!!!! HUWEEEEEE……." Nanami nangis boong-boongan, walo untuk Gaara n' Sasori terlihat sungguhan

"O…oi!! Jangan nangis dong!"

"na… nanti kuajak ke… restoran itu deh!!!" bujuk Gaara

"hoe? Beneran nih?"

"…"

"…"

"…"

"HUWEEEEEEEHHHH…….."

"I… Iya… Iya!!! Beneran!!!!!!!!!"

"HOREE!!!!!!!!!" –hugs Gaara-

"woi….. lepasin……"

"Sial… napa gue ga bisa ngelawan anak satu ini…" keluh Gaara dalam batinnya

Sasori berbalik ke arah pintu "…… ck….. sebaiknya aku kembali… tak ada lagi yang bisa kukatakan…" ujar Sasori

"Terutama padanya…. (Gaara)" batin Sasori kesal

"… kau… masih saja begitu…"

"Iya! Lalu kenapa?!"

"nii-san… kenapa kau tidak merestui kami?" tanya Nanami

"… Nanami… maaf… tapi… tapi….. tidak ada seorang pun yang bisa melepaskan adik kesayangannya begitu saja….." Sasori menatap Gaara dengan tajam "TERUTAMA PADA ORANG SANGAR KAYA DIA!!!" seru Sasori

"Hei… Hei… tenang…" ujar Gaara bersabar diri

"hmph… siscom-nya belum ilang……" batin Gaara "lagian… gua ga sangar tau!"

"Nii-san! Dia bukan orang sangar!" seru Nanami marah

"Oh ya? Tapi ia terlihat begitu…" ujar Sasori dengan santai

"Nii-san!!!"

"Sudahlah Nami… kalau dia benar-benar tidak mau biarkan saja…" ujar Gaara menenangkan tunagannya

"itu yang kuharapkan! Aku pergi!"

"mate, Nii-sa—"

CKREK……

"Nii-san? Sasori-san, Nanami-san itu….. adikmu?!" seru Neji kaget

"Waa… Nana-chan adiknya Saso-chan" ujar Itachi dengan… senang?

"hoe……."

"…… yah… begitulah……" ujar Sasori "Ayo pulang…"

"Ta… tapi….."

"Jangan halangi jalan, Neji…"

"……"


"……"

"……"

"……"

"……"

"kok… sepi banget…?" ujar Yuu merasa tidak enak karena keheningan yang berlanjut dari tadi, sejak Sasori, Neji dan Itachi bergabung dalam makan malam

"Danna kenapa sih? Neji juga….. dan…"

"Ita-chan juga!!!" sambung Yuu –ketularan Itachi :))-

"Ng…… aku sudah kenyang. Aku akan kembali ke ruanganku…" ujar Neji sambil beranjak dari kursinya

"Ng… Itachi-san, tolong berikan ini pada Yuu dan Deidara-san ya…" bisik Neji sambil menyerahkan undangan yang diterimanya dari Nanami. Lalu ia pergi meninggalkan teman-temannya dan Itachi yang membatu, terlalu senang karena tidak sering Neji mau mendekatinya tanpa alasan tertentu… -hyahahaha…-

"……aku… akan kembali ke perpustakaan…" ujar Sasori singkat lalu pergi meninggalkan ruangan itu

"Danna…"

"Aniki! Mereka semua menjadi aneh……" ujar Yuu sambil memeluk kakaknya –acik! (ditimpukin pembaca)-

"… Itachi, kau tahu apa yang terjadi?" tanya Deidara pada Itachi

"… sebenarnya sih… tadi…"


Perjalanan pulang, saat di mobil…

"Sasori-san, aku tidak tahu kalau kau punya adik!" ujar Itachi

"…"

"Sejak kapan ia bekerja di sana?" tanya Itachi

"…"

"…Sejak kapan ia bekerja di sana?" ulang Itachi

"…"

"SASORI!!!!??" teriak Itachi

"… berisik…"

"… Sasori-san, kau bisa menceritakannya pada kami kan?" tanya Neji baik-baik

"… tidak…"

"Kenapa?!"


"Ups… istirahat dulu!" ujar Itachi

"Hei!!! Kamu istirahat di saat yang kurang tepat tahu!!! Pas seru-serunya malah di-stop! Payah!" seru Deidara

"Hei, aku kan mau menyerahkan ini padamu dan Yuu" ujar Itachi sambil memberikan sebuah lembaran undangan pada kedua temannya

"he? Undangan? Aniki, kita mau ke sini?" tanya Yuu

"Hm… pesta ini… yah… mungkin kita akan— HEI!!! Jangan alihkan pembicaraan!!! Cepet lanjutin!!!" seru Deidara

"Huh… kau tidak asyik… ya… ya… ya… aku lanjutin deh…"


"Aku bilang TIDAK! Kau bisa mendengarku kan?!" seru Sasori marah tanpa sebab

"…Grr…… Sasori-san?! Itachi hanya menanyakan itu padamu, kenapa kau marah tanpa sebab?!" ujar Neji

"Wah… acik… dibela my angel…" batin Itachi senang –bisa-bisanya ngomong kaya gitu sekarang-

"…Grrrh……. Diamkan aku untuk sekarang! ARGH!!!!!"

"…?!"

"Sa… saso-chan… kalo nggak mau ngomong, udah… ga usah dipikirin…" ujar Itachi menenangkan Sasori "Angel-chan juga ya…" ujar Itachi

"…"

"…"

"…"

"Duh… kok jadi kaya gini sih?" batin Itachi kebingungan

Lalu kebisuan di sepanjang perjalanan menuju rumah pun terjadi…


"Begitu…"

"Hyaa… seram…"

"… padahal Danna itu bukan tipe orang yang cepat marah gitu lho… hm… apa yang membuatnya marah begitu ya?" gumam Deidara

"Yah… apa yang akan kita lakukan pada kedua orang itu dong?" tanya Itachi

"hem… kita harus tahu dulu apa penyebab mereka bertengkar. Itachi kau ingat sesuatu?" tanya Deidara

"penyebab-penyebab!!!" ujar Yuu, ikut-ikutan kakaknya

"Ng… seingatku, Saso-chan berubah setelah ia keluar dari kantor direktur terbesar ato apalah yang semua orang sebut-sebut itu. Yang pasti setelah itu…" ujar Itachi

"Di… Direktur yang mengerikan itu???" ujar Yuu

"… sepertinya begitu, Yuu. Si merah itu! Dia akan membayarnya!" seru Deidara marah

"Hee? Kenapa? Siapa? Di mana?" tanya Itachi mengaktifkan ketelmiannya

"Jah… Ita-chan payah…" ujar Yuu

"sudah Yuu, dia memang belum tahu." Ujar Deidara

"Eh? Yang bener?! Kupikir Neji nee-san sudah menceritakannya pada pacarnya" ujar Yuu

"PACAR?!!"

"My Angel pacarku?! Happy me!!! Huahahahaha……….." tawa Itachi

"He-hei?! Yuu! Kamu kok bisa ngomong begitu?!" tanya Deidara

"Lho? Salah?" tanya Yuu innocently

"Tidak… tidak… itu benar sekali… huahahahahahaha!!!!!!!!"

"Hentikan!!!!!!!"

"Huahahahahahahahahahaha!!!!!!!!!!!!!!!!!!"

"HENTIKAANN!!!!!!!!!!!!!"

Ancur deh :)) –dihajar pembaca-

5 menit kemudian

"Oke, sekarang kukasih tahu siapa sebenarnya direktur -gila- yang kau temui tadi…" ujar Deidara sambil merapikan bajunya –kusut habis lari-lari :))-

"Ita-chan… kau tahu kalau Sasori-san punya adik?" tanya Yuu

"Eh? Nggak sih…"

"Mana kutahu tentang Saso-chan, ngomong aja udah susah n' Cuma pas waktu-waktu tertentu aja bisa bicara…" batin Itachi

"Danna memiliki seorang adik perempuan, tak tahu namanya tapi—"

"Nana-chan?"

"Eh?"

"Nana-chan?! Maksudku Nanami?! Itu namanya?" tanya Itachi

"… kau tahu? Aku aja ga tahu tuh…"

"mungkin salah… ng… teruskan Dei-chan!" ujar Itachi

"dan adiknya itu adalah tunangan…"

"Ya?"

"…"

"Tunangan adiknya Gaara, direktur yang kau temui hari ini…"

"Oohh…"

tik…

tok…

tik…

tok…

tik…

"EEEEEEEEEEEEEEEHHHHHH???????????!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!"

"Telat…"

TBC
A/N : Nyaa……… -dihajar pembaca- huwee…… gomen kalo chapter kali ini: tidak nyambung, kurang seru, ga lucu, DLL. Lagi macet juga ternyata :)) -ditimpuk- Honto gomen Aufa-san, munculnya baru dikit! Nanti pasti aku munculin lebih banyak deh… :D untuk para pembaca sekalian, minta review plezz!!!!!!! XD Chapter berikut mungkin rada telat, tapi pasti ku-update secepatnya! Honto gomen n' Reviews plezzz!!! TT.TT

P.S. : Nice…… jangan 'bunuh' aku… TT.TT (karena personality-nya dobel –wkakakaka……. (dihajar Nice)-) N' Aufa, jangan hajar saia karena baru dikit munculnya :p


Tobi saat ini : Huwee…… gua dilupain author-nya… ga dimasukkin di chapter kali ini TToTT – tambahan cerita dari author : Tobi terkunci di kamarnya dan tidak bisa keluar, jadi dia ga bisa ke mana-mana hari itu… hehehe…-

Nanami saat ini : Eh, undangan yang kutitipin Neji kurang satu… waduh… punya sapa ya? T.T – tambahan dari author : Nanami rada telmi… :)) (dihajar Nice)-

Author saat ini : -ngakak- Wkakakaka…… aku melupakan Tobi Sori, ya, Tob -ngakak-