BIG EVENT HUNHAN INDONESIA .

PRESENT I WILL JUST LOVE YOU MYSELF BY OCTAAERIN MAIN CAST:
OH SEHUN XI LUHAN CAST:
BYUN BAEKHYUN PARK CHANYEOL D.O KYUNGSOO KIM JONGIN PARK SUNHEE SUPPORT CAST: OTHER EXO MEMBER CATEGORY: GENDERSWTICH FOR ALL UKE GENRE: HURT/COMFORT, ROMANCE, FRIENDSHIP RATE : M (MATURE)
SUMMARY:
JANGAN PERGI, JANGAN TINGGALKAN AKU, KAU TIDAK PERLU MENCINTAI DIRIKU, BIARKAN AKU YANG MENCINTAIMU, BISAKAH WAKTU DIULANG KEMBALI, DISAAT DIRIMU MASIH MENCINTAIKU?

TYPO (S)
DONT BASH ME DONT LIKE DONT READ (SO, IF YOU DONT LIKE THIS FF JUST GO AWAY. I REMIND YOU)
CRITIC AND SUGGESTION ARE PERMITTED HAPPY READING

. . .
Flashback Brakk...
Tubuh yeoja itu menghantam kerasnya badan mobil yang menabraknya. Tubuh kakunya terkapar diatas jalanan sore itu. Matanya sayunya seakan mengisyaratkan ketidakberdayaannya lagi. Darah segar mulai menuruni dahinya hingga ke pipi. Ia dapat melihat samar-samar banyaknya orang yang mengerubunginya saat itu sebelum akhirnya ia menutup matanya.
Calling...
" sehun-ah kau dimana?"
" aku ada di hotel appa. Kenapa?"ucap sehun " baekhyun kecelakaan" ucap appanyaa " apa? Jangan berbohong appa. Tadi dia baik-baik saja keluar dari hotel" ucap sehun terbata-bata " datanglah kerumah sakit sekarang juga. Dan ingat hati-hati membawa mobilmu"nasihat appanya.
Sehun merasakan dadanya sesak. Ini liburan pertama mereka tapi kenapa hal buruk terjadi. Tuhan tidak adil,batinya. Ia segera turun dari lantai empat hotel dan berlari menuju parkiran mobil. Ia mengendarai mobilnya tergesa dan terkesan buru-buru. Yang ia pikirkan saat ini hanya baekhyunnya. Sehun mengeluarkan airmatanya. Ia merasakan sakit. Ia merasa tidak bisa menjaga baekhyun. Padahal orangtuanya memberikan kepercayaan padanya atas baekhyun. "aarghh" geram sehun sambil memukul setir mobilnya.
Ia menancapkan gasnya dengan kecepatan tinggi supaya cepat sampai di rumah sakit.
Flashback end.

Luhan bingung saat ini. pasalnya ia sudah menginap di rumah sakit lebih dari 3 hari dan tidak masuk ke sekolah selama 3 hari juga.
Ia kembali menatap ke ibunya yang saat ini terbaring di tempat tidur. " eomma palli ireona" ucapnya sambil menggenggam tangan ibunya.
Kriett...
Pintu terbuka dan menampakkan sosok orang yang selama 3 hari ini juga selalu datang mengunjungi mereka. Luhan juga tidak mengenal siapa orang itu. Karena memang orang itu tidak pernah berkunjung kerumahnya. Ditambah lagi dengan penampilan orang ini yang selalu rapi mengunjungi mereka dirumah sakit seperti orang penting perusahaan.
" selamat pagi luhan-ssi " sapa orang itu.
Aku hanya membalas dengan bungkukan. Ia berjalan menuju kearahku sambil membawa bungkusan yang sepertinya adalah makanan. Ia meletakkan bungkusan tersebut diatas meja disamping kasur ibuku. Ia juga tidak lupa membawa bunga mawar merah dan putih. Aku tidak tahu apa maksudnya namun ia melakukannya setiap hari dan menggantinya setiap hari.
" ini sudah 3 hari. Apa kau tidur dengan baik?" tanya orang itu.
" hm.. aku tidur dengan baik. Bolehkah aku mengerti satu hal? Aku masih tidak tahu kenapa kau mau melakukan hal ini setiap hari. Datang ke rumah sakit dua kali dalam sehari, membawa makanan untukku dan juga selalu mengganti bunga setiap hari." Jelas luhan.
" baiklah. Mungkin kau masih butuh waktu untuk mengerti itu semua. Dan satu hal yang perlu kau ingat yaitu kedatanganku setiap hari dengan maksudku baik dan tidak ada niat untuk mencelakaimu ataupun ibumu. " jelas orang itu " tapi kenapa kau baru muncul sekarang? Disaat hal yang buruk terjadi. Kalau bukan karena ada maksud tertentu yang kau inginkan" tanya luhan dengan berani " kau akan mengerti nantinya. Tunggulah waktu yang tepat untuk mengetahui itu semua. Oh ya, kau sudah 3 hari tidak masuk sekolah. Bukankah kau sedang dalam masa ujian? Kalau kau bersedia aku akan menyewa perawat untuk menjaga ibumu disini dan kau bisa sekolah." Orang itu memberi penawaran pada luhan.
Luhan tampak berpikir sejenak. Ia teringat dengan kata kyungsoo dan sunhee bahwa minggu ini mereka melaksankan ujian semester. Dan ia tidak masuk 3 hari. Itu artinya dia harus mengambil jadwal susulan ujian. Apakah ia harus percaya saja pada orang ini? kata luhan dalam hati.
"tapi bagaimana aku bisa mempercayaimu kalau perawat yang akan kau sewa adalah orang baik dan kau tidak merencanakan apapun pada ibuku?" tanya luhan "kau bisa memilih perawat yang ada disini dan itu adalah perawat yang kau kenal baik menjaga ibumu selama tiga hari ini. percayalah aku tidak merencanakan apapun padamu. Dan kalau kau mau kau juga boleh ikut tinggal bersamaku mengingat kau akan tinggal sendirian dirumah. " kata orang itu kembali "hm. Tidak terimakasih. Aku akan tetap tinggal dirumahku saja. aku akan mencoba mempercayaimu. Tapi kalau ada sesuatu yang terjadi pada ibuku, kau akan dalam masalah. Aku akan meminta perawat itu datang kesini dan mengatakan padanya kalau kau ingin berbicara dengannya." Kata luhan sembari beranjak dari tempatnya.
Lima menit kemudian, luhan datang bersama dengan perawat yang ia pilih menuju ruangan ibunya. Luhan mendengar pembicaraan mereka karena orang itu berbicara dengan perawat tersebut didalam ruangan ibu luhan. luhan yang memintanya untuk memastikan tidak ada hal yang direncanakan. Luhan pun mencegah perawat itu memberikan nomer teleponnya pada orang itu dan hanya percaya padanya saja. Luhan yang hanya mendengarkan penjelasan mereka, hanya berpikiran tentang orang itu. Luhan juga merasa tidak enak sebenarnya pada orang itu. Kenapa dia baik? Kenapa dia selalu memberikan penawaran yang dibutuhkan olehnya? Dan yang lebih hebatnya, orang itu mau menanggung perawatan ibunya.
Segera setelah percakapan itu, luhan mengucapkan terimakasih pada perawat yang setuju untuk menjaga ibunya nanti. Orang itu pun ikut beranjak dari tempat duduknya. mungkin saja karena ia sudah terlambat ke kantor. "makanlah, makanan yang kubawa tadi. Aku tidak ingin kau sakit juga dan rawat ibumu. Jika ada apa-apa telpon saja aku" kata orang itu.
Luhan pun hanya membalas, "kamsahamnida" sambil membungkuk.

Sore itu mereka bertemu karena sehun yang memintanya.
Sehun menjemput baekhyun dari rumahnya sambil meminta ijin pada ibu baekyun yang saat itu sedang ada dirumah. Sehun membawa baekhyun ke pantai yang sering mereka kunjungi. Style baekhyun saat ini hanya memakai kaos putih tipis dengan bawahan jeans hitam yang match dengan sepatu kets putihnya. Sama seperti sehun, dia juga memakai pakaian yang tidak formal seperti biasanya. Hanya memakai kaos hitam dengan tambahan jaket kulit hitam serta jeans hitam dan sepatu. Bahkan dengan style nya yang seperti itu siapapun yeoja yang melihatnya pasti akan terpesona.
Sama seperti saat ini. mereka berduka duduk menghadap pantai sambil menanti sunset. Mereka duduk berdampingan tanpa ada sedikit kata yang keluar dari bibir keduanya. Hampir satu jam mereka menanti sunset, hingga akhirnya ia pun datang. Baekhyun yang melihat itu pun tersenyum kemudian berkata,
"mungkin kalau bukan karena kau aku pasti tidak akan melihat keindahan sore ini lagi"
Sehun yang tadinya menatap kedepan beralih menatap baekhyun yang berbicara disampingnya. Ia tidak menjawab dan hanya kembali menatap sunset didepannya.
"tapi satu hal yang aku ingat pada saat itu," gantung baekhyun sambil menatap sehun kesampingnya.
Sehun pun menatap baekhyun tepat di manik matanya. "kau mengatakan bahwa kau akan selalu bersamaku dan tetap mencintaiku apapun yang terjadi padaku" sambung baekhyun.
Sehun yang mengerti arah pembicaraan baekhyun beralih dengan mengecup hangat kening baekhyun. Kecupan ringan yang selalu baekhyun ingat. Baekhyun tersenyum pada sehun sambil memeluknya erat dari samping yang kemudian dibalas oleh sehun tak kalah hangatnya. Mereka masih bertahan duduk disana untuk beberapa saat hingga mereka menatap satu sama lain kemudian tertawa. mungkin saja karena kelakuan mereka seperti remaja yang baru saja merasakan yang namanya jatuh cinta.
"kajja, sudah mulai larut. Aku tidak ingin kau sakit karena masuk angin" sehun bersuara.
"hm,, shireo. Tunggu lebih lama lagi. Aku masih ingin bersamamu" balas baekhyun "kita ke taman aja. Eotte?" tawar sehun. Baekhyun tampak menimang-nimang tawaran sehun kemudian dia bilang,"ice cream?"
"setuju" ucap sehun sambil menarik tangan baekhyun dan merapatkan tubuhnya pada yeoja itu.

Malam itu luhan berjalan menuruni tangga rumah sakit dengan membawa ransel kecilnya. Ia berencana untuk meninggalkan tempat itu untuk sesuatu hal. Namun, sebelumnya ia sudah meminta ijin pada ibunya untuk pergi meninggalkannya sebentar yah walaupun sebenarnya ibunya tidak akan menjawab perkataannya.
Luhan berjalan menuju halte dan menaiki bus yang menuju ketempat yang akan dia tuju. ...
Baekhyun berjalan sambil menggenggam tangan sehun. mereka berjalan menuju toko ice cream yang ada berada di dekat dengan beberapa toko disana. "pilihlah" kata sehun "aku mau yang strawberry. Kau rasa apa?" sahut baekhyun "hm, aku tidak mau. Kau sajalah" kata sehun kembali.
Sehun membayar ice cream yang diminta oleh baekhyun di kasir, setelahnya mereka pun keluar dari toko tersebut.
Malam itu terasa indah menurut baekhyun. Malam yang indah bersama kekasihnya ditambah dengan sejuknya udara malam di taman bunga yang sedang bermekaran. Benar-benar keadaan yang sangat menyenangkan. Baekhyun menyantap ice cream nya dengan lahap tanpa sadar kalau ia sedang ditatap oleh sehun yang duduk disampingnya.
"aigoo... lihatlah. Kau melupakanku disini karena se-cup ice cream? Aku cemburu pada ice-cream" ucap sehun dibuat-buat.
Baekhyun hanya menatap sehun seraya tertawa, " hehehe... mian" kata baekhyun.
"kau kotor sekali karena ice cream" ucap sehun sambil mengusapkan tangannya pada sudut bibir atas baekhyun. Baekhyun yang tadinya menunduk segera mengangkat kepalanya dan menatap sehun sambil tersenyum.
"kau mau?" tanya baekhyun malu-malu "aigoo... apakah pipimu memerah karena bibirmu yang kusentuh? Padahal kita sering melakukan hal yang..." sehun menghentikan ucapannya karena baekhyun yang memukul lengannya. "hentikan" ucap baekhyun.
"baiklah, baiklah" ucap sehun. mereka cukup lama terdiam hingga sehun kembali berbicara,
" baekhyun-ah, apakah kau pernah memikirkannya lagi?"
Baekhyun mengerti maksud perkataan sehun. Raut wajahnya menyiratkan kesedihan. Ia kembali mengingatnya. Terlalu lama yeoja itu larut dalam pemikirannya hingga sehun menyikut lengannya.
"oh,? Aku tidak pernah memikirkannya lagi" ucap baekhyun gugup. "kenapa kau menanyakannya?" giliran baekhyun yang bertanya pada sehun.
"hm.. aku hanya tidak ingin berbohong padamu, kalau sebenarnya belakangan ini aku memikirkannya" ucap sehun pelan.
Baekhyun hanya mengangguk sekenanya," itu hakmu untuk mengingatnya,"ucap baekhyun sambil tersenyum pada sehun.
"yaa.. apa kau marah? Wajahmu? Maafkan aku kalau kau tidak suka dengan pembicaraan ini" ucap sehun.
"hm, sehun-ah ayo pulang. Aku kedinginan" ucap baekhyun.
Sehun beranjak berdiri dan melepaskan jaketnya kemudian memakaiannya pada tubuh baekhyun, "kajja, kau mau menunggu didepan? Aku akan menyusul ke halte", ucap sehun Baekhyun juga berdiri," ya aku menunggu didepan."
Sehun berjalan berlawanan arah dengan baekhyun. Baekhyun tampak murung saat itu. Ia terus berjalan dan tampaknya pandangannya kosong kedepan.
Sementara sehun...
Namja itu dengan cepat melangkah menuju parkiran dan segera melesatkan sepeda motornya. ia menancapkan gasnya menuju halte depan taman. Ia dapat melihat baekhyun berjalan menuju halte, tapi kenapa dia berjalan lama sekali? Apakah ia melamun? Kenapa pandangannya kosong sekali? Sehun kemudian berhenti dipinggrian halte taman. ia segera turun dan mengejar baekhyun karena melihat baekhyun yang terus berjalan dan tidak melihat lampu penyebrangan yang sebentar lagi akan berubah menjadi merah. Tttinnnn...
Baekhyun menoleh ke samping. Tepat ada mobil yang mengarah padanya. Bruk... baekhyun terdorong kedepan dan tubuhnya yang menyentuh pinggiran jalan. Ia melihat dirinya. Ia dapat membuka matanya. Tidak ada luka pada tubuhnya hanya ada sedikit nyeri yang dirasakannya pada tubuhnya. Segera ia melihat kesamping, ada sehun disampingnya.
Sehun mencoba bangun, "kau tak apa?" tanya nya pada baekhyun.
Baekhyun yang masih memasang ekspresi bingung dan takut nya menggelengkan kepalanya, " aku tidak apa-apa"
"oh baguslah kalau begitu. Ayo kita pulang" ucap sehun sambil menarik tangan sehun.
Baekhyun kembali menarik tangannya, " kau berdarah" kata baekhyun takut.
"oh?" ucap sehun sambil memegang keningnya sebelah kanan. "ini tidak apa-apa" ucap sehun.
"ayo kita ke rumah sakit" baekhyun menarik tangan sehun.
"aku tidak apa-apa baekhyun-ah" ucap sehun kembali memastikan.
"aku tidak mau kau terluka. Ayo kita ke rumah sakit" ajak baekhyun.
"kau saja yang mengobatiku nanti. Ini juga tidak parah kok. Ayo kita pulang" ucap sehun menenangkan. Baekhyun yang tidak ingin memaksakan sehun lagi, akhirnya mengikuti sehun berjalan dibelakangnya dan menaiki motor sehun.
"pegangan yang erat baekhyun-ah" ucap sehun sambil mengeratkan tangan baekhyun pada pinggangnya.

luhan memasuki gedung tersebut dan berjalan menuju ruangan kepala pemilik gedung tersebut.
"annyeong haseyo" ucap luhan ramah sambil membungkuk "duduklah" ucap pemilik tempat itu.
"apa yang membawa mu kesini?" tanyanya "hm.. ijinkan saya untuk memperkenalkan diri terlebih dahulu. Nama saya xi luhan. anda bisa memanggil saya luhan. saya bersekolah di kyunghee school di tingkat akhir. Tujuan saya kemari pastinya untuk bekerja, karena ibu saya sedang sakit di rumah sakit sekarang. Jadi saya berniat untuk bisa membayar pengobatan ibu saya" jelas luhan "dimana ayahmu?" tanyanya kembali "kalau itu,,, ayahku sudah meninggal dunia sejak aku masih kecil " ucap luhan pelan.
"oh. Maafkan aku" ucapnya kembali. "ah tidak apa-apa pak" balas luhan cepat.
"sebenarnya kuota pekerja disini sudah penuh. Tapi mengingat kau masih sekolah dan ingin membantu pengobatan ibumu aku akan mencoba membantumu. Dari wajahmu kau kelihatannya anak baik. Tapi apakah kau tidak apa bekerja disini?" tanyanya "hm.. tidak apa pak. Saya sedang membutuhkan ini" jawab luhan "baiklah kalau itu maumu. Datanglah besok kesini lagi. Aku akan membuat daftar petugas baru. Tapi aku tidak bisa langsung memberimu gaji setara dengan mereka yang ada disini. Karena sebelumnya kau juga belum pernah bekerja dan belum ada pengalaman ditambah dengan kau masih berstatus pelajar" jelas pemilik tempat itu.
"tidak apa pak. Saya akan mencoba bekerja dengan baik disini. Terima kasih" ucap luhan sambil membungkuk pada pemilik tempat itu.
Setelah itu luhan pun meninggalkan tempat itu dan pulang ke rumah untuk membawa perlengkapan ibunya dan juga perlengkapannya.

Sesampainya di rumah baekhyun, yeoja itu langsung membawa sehun masuk kerumahnya. Awalnya sehun sempat menolak karena ia tidak mau ditanyai oleh keluarga byun kenapa ia bisa mendapat luka itu. Tapi ia tidak ingin melihat baekhyun khawatir terhadapnya. Ia pun memilih mengikuti baekhyun dibelakangnya dan beriringan masuk. Tuan byun dan nyonya byun menyambut kedatangan baekhyun, namun baekhyun cuek dan hanya berjalan menuju kamarnya. Sehun pun hanya membungkuk hormat pada orangtua baekhyun karena jaraknya yang terlalu jauh dengan yeoja itu saat ini.
"ada apa dengan mereka?" tanya tuan byun pada nyonya byun "tidak tahu. Mungkin masalah kecil. Biarkan mereka menyelesaikannya sendiri. Mereka masih belum cukup umur ternyata" ucap nyonya byun namun dengan raut wajah yang hampir tertawa.
Baekhyun membuka kamarnya dan diikuti oleh sehun yang masuk ke kamarnya "duduklah di sofa, aku akan mengambil kotak obat" ucap baekhyun dingin Baekhyun berlalu dari hadapan sehun sementara sehun mengangguk menanggapi perkataan baekhyun. Sementara baekhyun tidak ada, sehun mengeksplorasi kamar baekhyun. Rapi dan tertata dengan baik semuanya pikirnya. Sehun melihat sebuah foto di atas laci kecil disamping kasur baekhyun. Foto yang menampilkan dirinya dan baekhyun saat liburan bersama keluarga waktu itu.

Flashback " ayo sehun-ah ambil foto ku,"
" berpose lah dengan baik, aigoo... uri baekhyun neomu kyeopta" ucap sehun pada baekhyun yang tampak malu-malu padanya saat ini.
"kenapa kalian tidak berpose bersama?" ucap tuan oh "ne?" jawab baekhyun.
"appa,,, aku tidak mau" ucap sehun pada appanya "ini kenang-kenangan. Berpose lah dengan baik"ucap nyonya byun.
Sehun yang saat itu merasa awkward dengan situasi tersebut memilih memeluk baekhyun dari samping yang kemudian langsung dibalas baekhyun dengan pelukan dan bibirnya yang hampir menyentuh bibir sehun.
"crek" Baekhyun tertawa setelah melepas pelukannya pada sehun. "aku tidak tahu kenapa aku berbuat begitu. Hahaha" Sehun mengambil kertas foto yang menampilkan dirinya dan baekhyun." Lihatlah kau lucu sekali",ucap baekhyun pada sehun yang sedang memberikan deathglare nya.
"kau jelek sekali",ucap sehun tak kalah. "mwo? Rasakan ini", baekhyun memukul lengan dan punggung sehun berkali-kali sampai akhirnya sehun memohon untuk berhenti.
"aku akan menyimpannya" kata baekhyun.
Flashback end

Baekhyun datang dengan kotak obat dan handuk hangat. "mungkin ini akan perih. Jadi jangan teriak atau aku akan menendangmu" ucap baekhyun "aku akan teriak"ucap sehun dengan smirk nya "awas saja", ucap baekhyun sambil mengelap darah disekitaran dahi sehun dengan handuk hangat yang dibawanya. Kemudian dia mengambil alkohol dan membersihkan luka sehun dengan kapas. "akhh" teriak sehun. Refleks baekhyun terkejut dan ia pun ikut teriak. Ia menutup matanya. "aaaaaa... eomma" teriak baekhyun sambil terisak. Sehun yang melihatnya langsung memeluknya. Namun malah baekhyun menyikut perutnya.
"awh,, sakit" ucap sehun sehingga ia melepaskan pelukannya dari baekhyun dan pura-pura meringis kesakitan diatas kasur baekhyun.
Baekhyun membuka matanya, matanya berair. Ia menoleh kearah sehun yang meringis namun Sehun segera memeluk dirinya. "mianhae chagi-ya. Mian kalau aku membuatmu takut. Aku tidak ingin melihatmu khawatir. Berhentilah membuat ekspresi takut seperti itu. Aku jadi takut melihatmu. Aku tidak apa-apa selama kau bersamaku" bisik sehun di telinga baekhyun. Namun malah baekhyun mengeraskan tangisannya. "hei, kenapa kau menangis. Aku tidak apa-apa. Berhentilah menangis atau aku akan menciummu" ucap sehun. seketika tangisan baekhyun berhenti. Ia menatap sehun kemudian mengambil kotak obatnya dan memberikan sehun obat pengurang nyeri pada dahinya. Mengobatinya dengan hati-hati dan akhirnya ia membalut luka sehun dengan perban.
"sudah. Pulanglah" ucap baekhyun segera beranjak "tunggulah sebentar lagi. Aku ingin lebih lama lagi denganmu"ucap sehun "kau mau makan? Aku akan membuatkan pasta" kata baekhyun "boleh juga. Aku kan jarang memakan masakanmu. Ayo ke dapur biar aku membantumu"jawab sehun dan berjalan duluan menuju dapur.

Luhan membawa seragam sekolahnya beberapa bukunya yang akan ia pelajari nanti dan beberapa pasang baju ibunya. ia memasukkan semuanya kedalam tas jinjing miliknya dan bergegas menuju rumah sakit, karena ibunya pasti sudah menunggu.
Luhan berjalan menyusuri setiap sudut rumahnya. Ia berjalan menuju kamar ibunya, kamar tamu bahkan dapur. Ia juga sempat duduk sebentar diruang santai sekedar untuk menonton tv. Ia juga memasak makanan untuk makan malamnya. Tidak mewah karena ia hanya menggunakan bahan yang masih layak pakai di kulkasnya. Mengingat bahan makanan mereka yang tidak diganti selama 3 hari jadi ia hanya memakan seadanya. Selesai makan ia pun membersihkan bekas makanannya dan membersihkan rumahnya. Menyapu setiap sudut ruangan, merapikan dapur dan menempatkan barang-barang ditempat asalnya, hingga mengepel rumahnya. Setelah selesai, ia pun duduk diruang makan. Ia menatap kearah dapur dimana biasanya ibunya memasak disana. Ia merindukannya. ia menjatuhkan kepalanya ke meja, matanya memerah, airmatanya menetes kembali. Itu hanya berlangsung sebentar. Karena ia harus kembali ke rumah sakit. Luhan menghapus kasar bekas airmatanya dan berjalan keluar dengan tas miliknya. Mengunci pintu depan dan gerbang lalu meninggalkan rumahnya.

Orang itu kembali menemui ibu luhan dirumah sakit. Namun karena ia tidak melihat keberadaan luhan disana, akhirnya ia memutuskan untuk pulang. Ia hanya menatap ibu luhan dari pintu kamar nya sebentar dan meletakkan makanan didepan pintu kamarnya.
Orang itu keluar meninggalkan rumah sakit dan berjalan menuju mobilnya.
"kau dimana?"ucapnya dengan lawan bicaranya pada telepon "aku baru saja ingin kembali. ada apa" balas orang yang ditelpon "pulanglah kerumah. Aku ingin mengatakan sesuatu padamu"perintah orang itu "tidak bisakah kau memberikan ku kebebasan sekali saja"jawab orang yang disebrang sana "ini perintah. Lakukan atau aku akan..." ucapnya "iya, baiklah. Aku akan segera pulang kerumah"
Pip.. telepon terputus Orang itu membawa mobilnya meninggalkan rumah sakit itu...

Haloo... masih ada yang baca ff aku tak? oh ya sebelumnya aku minta maaf harusnya ff ini dipublish kemaren, tp sinyal ngajak ... oh ya, berhubung akun ffn aku ini diblok aku ada rencana buat akun ffn baru. soalnya ribet karna akunnya diblok. dan udh 2 chap allign nya gak rapi karena gabisa di edit. kalo ada yang mau ngasih solusi atau tanggapan silahkan tulis di review ya. makasih banget...
Aku baru bisa update padahal udah seminggu selesai ujian. Ini semua karena comeback EXO yang menurut aku ugghhh.. daebak. Ada yang masih kobam sama lagu Monster disini? Kalo ada kita sama.. hehehe Oh ya btw, selamat berpuasa buat readers octa yang menjalankan puasa, maaf ya kalo,huhuhu semoga lancar sebulan kedepan. #amin Octa ada rencana buat ff chanbaek angst, yang tertarik boleh kasih pendapat di kotak review yaw... octa bakal usahain update ff ini seminggu sekali. Kalau masih ada yang bingung di chap ini bisa tulis comment kalian di kotak review. Karena chap ini aku buat sedikit maju, apalagi hunbaeknya. Hehehe Kalau mau follow ig octa ya ms_octa keep supporting me, Gomawo #saranghae #yehet