[A/N]
Last chap. Hard to say good bye but... ;(
Disclaimer: Sherlock Holmes adalah milik Sir Arthur Conan Doyle dan Detektif Conan adalah milik Aoyama Gosho.
Listening To: The Red Book - Hans Zimmer. Soundtracknya Sherlock Holmes: A Game A Shadows.
Setelah mengurus jenazah Shinichi dan memastikan kejiwaan Ran sudah pulih, mereka melanjutkan perjalanan. Holmes berjalan dengan Vespucci di depan dan Watson mendampingi Ran di belakang, apabila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Setelah berjalan cukup lama, jalan mereka dihalangi oleh sebuah batu besar.
"Apakah ini jalan buntu?" tanya Holmes pada Vespucci. "Aku tidak tahu. Tapi adikku berkata jika kita menemui batu besar, kita harus mendorongnya. Itulah Eldorado." kata Vespucci takjub. "Baiklah. Ayo kita dorong batu ini!" kata Holmes bersemangat. Holmes, Watson, Vespucci, dan Ran bergotong royong mendorong batu itu. Tanpa diduga, batu itu terjungkal.
"Inikah Eldorado?" tanya Vespucci.
Sebuah tempat yang asri. Anehnya, banyak dipenuhi oleh batu-batu putih keperakan. Holmes segera mendekati sebongkah batu putih itu dan meniupkan udara ke atasnya. Batu tersebut berubah menjadi hitam. Holmes lalu terbelalak dan tertawa terbahak-bahak; tawa penuh kemenangan.
"Adikmu memang orang yang pintar. Ia menyadari kalau sampai penemuannya ini berada di tangan yang salah, dunia akan hancur." kata Holmes pada Vespucci. "Memangnya apa penemuan adikku?" tanya Vespucci bingung.
"Adikmu menemukan tambang uranium!"
Semua orang terbelalak saat mendengar kata 'uranium'. "Mustahil! Tapi orang bilang Eldorado adalah Kota Emas!" kata Vespucci tak percaya. "Uranium disini direpresentasikan sebagai emas karena uranium adalah zat yang sangat mahal dan berharga karena dapat dipakai sebagai bahan bakar nuklir. Bahkan mungkin uranium lebih berharga daripada emas." kata Holmes.
"Benar sekali, Sherlock Holmes." kata seseorang dari belakang mereka. Mereka lalu berbalik. "Black Organization..." kata Ran tercengang. Ia lalu menengok pada Holmes. Holmes menggertakkan giginya saking marahnya. "Jadi kau... Kau dibalik semua ini..." kata Holmes penuh emosi,
"... Moriarty..."
Orang yang dipanggil Moriarty itu tersenyum licik. "Akhirnya kita bertemu lagi, Holmes. Ya, akulah Anokata. Kalian sudah menikmati keindahan Eldorado, bukan?" tanya Moriarty sambil masih tersenyum licik. "Sialan kau..." kata Holmes. "Sudahlah, toh aku akan menghabisi kalian. Gin, Vodka..." kata Moriarty memanggil anak buahnya, "Kalian habisi Vespucci dan Mouri. Holmes dan Watson akan menjadi kehormatan untukku." kata Moriarty dengan senyum liciknya yang memuakkan. Gin dan Vodka pun muncul dari kegelapan.
Vodka menyerang Vespucci. Vespucci melawan serangan Vodka dengan belatinya. Terjadi pertarungan sengit antara mereka berdua.
Gin menyerang Ran dengan pistolnya. Tidak kalah sengit, Ran membalas dengan karate. Tapi Gin berhasil menembak kaki Ran. Ran pun menjadi tidak berdaya.
Bagaimana dengan Holmes dan Watson? Mereka tidak bisa membantu karena mereka berdua sudah ditodong oleh Moriarty alias Anokata.
"Hehehe... Aku selalu suka bagian ini..." kata Gin sambil memain-mainkan pistolnya di dagu Ran. Ran hanya bisa pasrah. Sebentar lagi Shinichi, sebentar lagi aku akan menyusulmu... Vodka dan Vespucci masih terus bertarung dengan sengit; pistol melawan belati.
"Heh, om-om tua! Beraninya sama cewek ya!" ejek seseorang. "Heh! Siapa itu?" Gin merasa tersinggung. "Hahaha, ngerasa ya om... Lihat atas dong!" kata seseorang itu. Semua orang menengok ke atas.
Terlihat dua orang remaja dengan kemiripan yang nyaris identik menaiki gantole putih. Mereka lalu mendarat.
"Kaito Kid dan Shinichi Kudo!" kata Holmes takjub. Semua orang terbelalak sejenak. Dengan tangkas Kid menembak kaki Moriarty, Gin dan Vodka.
Holmes dan Watson segera berbalik menodong Moriarty, Vespucci membekap Vodka dengan pisaunya, dan Ran menghajar Gin dengan tendangan cangkulnya.
"Sialan..." kata Moriarty sambil mengeluarkan sesuatu dari kantong celananya. Tiba-tba ada cahaya menyilaukan dari arah Moriarty, dan Moriarty menghilang. Gin dan Vodka melakukan hal yang sama.
"Sepertinya kau memberi mereka lebih dari sekedar contoh uranium ya." kata Holmes pada Kid. "Maaf. Setidaknya, kita semua selamat, kan? Dan yang lebih penting lagi, kita menemukan Eldorado!" kata Kid. Shinichi lalu segera menghampiri Ran. "Kau... Kau benar-benar Shinichi yang aku kenal?" tanya Ran. Shinichi lalu mengangguk dan tersenyum. Ran lalu memeluk Shinichi.
"Tapi bagaimana denyut nadinya bisa menghilang?" tanya Watson. "Ceritanya panjang. Kita harus kembali ke Baker Street." kata Holmes.
Setelah melaporkan kekayaan Eldorado pada pemerintah Brazil dan mengurus jenazah Aurelia, mereka lalu kembali ke Baker Street.
"Pada awalnya, aku sudah meminta bantuan kepada Kid untuk menjadi mata-mata. Kid memang tidak tertari pada kekuasaan; Ia hanya suka kekayaan. Ia pun direkrut oleh Black Organization untuk mencuri peta Eldorado dari Aurelia. Aku harus mengakui kecerdasan adikmu. Aurelia selalu memotong peta menjadi bagian-bagian, sehingga jika ada pencurian seperti ini, peta tidak akan hilang seluruhnya. Karena itulah, Aurelia tidak melawan saat Kid mencuri petanya."
"Tetapi tetap saja, Gin membunuhnya demi keamanan. Itulah mengapa mereka bisa sampai lebih dulu di Eldorado. Mengapa tidak ada yang menghalangi kita di jalan? Karena itulah Moriarty. Ia memang suka pamer. Ia ingin memamerkan Eldorado pada kita."
"Oh iya, Shinichi. Aku sudah menyuruhnya untuk meminum cairan ekstrak rhododendron poticum. Cairan itu sebenarnya adalah racun, yang jika diberikan dalam dosis tertentu, dapat menyebabkan kematian. Tapi dalam dosis yang lebih kecil, racun itu dapat menyebabkan 'Penyakit Madu Gila' yang menyebabkan hilangnya denyut nadi untuk sementara waktu. Saat ia sudah sadar, Kid berjalan dengannya menuju Eldorado, menyusul kita."
"Untuk apa kau menyuruhnya begitu?" tanya Ran. "Pertama, untuk mengecoh Black Organization. Kedua, untuk bantuan darurat. Seperti tadi, saat kita semua sudah di ujung tanduk, Ia datang untuk menyelamatkan kita." jawab Holmes.
"Yah, walau kita tak berhasil menangkap Black Organization, tapi tetap saja, kerjasama yang menyenangkan." kata Kid sambil berdiri dan menyalami Holmes. Setelah itu, Kid, Shinichi, Ran, dan Vespucci kembali ke tempat tinggal masing-masing.
Side Story
"Watson, apakah kau lihat jam tanganku?" tanya Holmes. "Tidak, aku tidak melihatnya. Mungkin ada di kotaknya." kata Watson. "Oh iya," kata Holmes sambil membuka kotak jam tangannya.
Alih-alih menemukan jam tangannya yang hilang, Holmes malah menemukan secarik kertas kecil.
Jam tanganmu bagus juga. Anggap saja sebagai imbalanku.
1412
Holmes hanya tersenyum.
[A/N] Hwaa! Selesai juga ya! Makasih banget ya, semuanya! Terutama buat pembaca-pembaca setia... makasih banget pokoknya. :')
Buat mimin DCandMK:
Aku ucapin met ultah dulu dong! Hehe...
Account twitterku: liongholmes14
