This present by Shclyod_
My Love, You
.
.
Park Chanyeol X Byun Baekhyun
.
Italic - Flashback
.
.
.
"Chanyeol-ah."
Seorang lelaki berperawakan mungil berjongkok sambil memeluk dirinya , memerhatikan hujan yang turun membasahi bumi.
"Baekhyun-ah, lihat!"
Seorang gadis cantik datang dan berjongkok disamping si mungil sambil mengatungkan jarinya keseberang jalan. Disana ada lelaki tinggi yang sedang berteduh bersama dengan motor besarnya.
"Dia tau kau menyukainya."
"Apa? Chanyeol mengetahuinya?"
.
.
Bagaimanapun itu nampak jelas. Dari raut wajah, tingkah polah, dan segala hal yang Baekhyun lakukan. Lelaki itu mencintai Chanyeol. Dari dulu hingga sekarang.
.
.
"Ini. Dari Baekhyun."
Pria tinggi itu kebingungan saat menerima bunga putih dari seorang gadis yang dikenalnya sebagai sahabat dari lelaki mungil itu. Lelaki yang seperti penguntit, menatapnya dari kejauhan dan lari tunggang-langgang untuk bersembunyi ketika Ia datang mendekat.
"Aku penasaran akan sesuatu. Kenapa Ia lari saat melihatku? Apa aku terlihat seperti akan menerkam atau memakan seseorang?"
"Dia malu. Dia tidak ingin kau melihatnya. Hanya dia yang ingin menatapmu. Meskipun hanya punggung."
.
.
"Chanyeol itu lelaki yang manis. Dia baik hati dan pengertian. Kami sering bercanda bersama. Dia terkadang konyol dan tidak tau malu."
Baekhyun memperhatikan gadis dihadapannya yang tersenyum lembut sambil menceritakan tentang Chanyeol. Dan Baekhyun pikir pasti banyak orang yang mengagumi sosok Chanyeol yang hangat itu.
.
.
"Jangan mencintainya. Kau akan sakit. Dia tidak seperti yang terlihat."
"Lagipula, apa yang kau sukai dari lelaki itu? Kalian bahkan tak pernah bertegur sapa. Apa kalian pernah keluar bersama? Makan bersama? Lupakan saja dia, kalian tidak akan bisa menjalin sebuah hubungan seperti yang kau impikan, Baekhyun. Cepatlah move on dan cari lelaki lain."
Baekhyun menangis seorang diri setelahnya. Apa salahnya mencintai? Baekhyun tidak pernah melihat Chanyeol karena pria itu tampan, kaya atau semacamnya. Ia hanya tulus.
"Aku ingin menyerah."
"Aku ingin menyerah, Tuhan."
.
.
"Baekhyun-ah!"
Baekhyun menoleh dan menemukan pria tinggi sedang berlari ke arahnya.
"Kau sudah makan?" Tanya lelaki itu sambil tersenyum.
"Ini untukmu"
Lelaki tinggi itu menyerahkan roti isi di genggaman tangannya kepada Baekhyun
"Terima kasih, Sehun-ah."
Baekhyun dan Sehun sedang duduk berhadapan di kantin universitas mereka. Ah, tidak. Sehun bahkan duduk menyamping dan tidak menghadap ke arah Baekhyun.
"Kenapa kau meletakan makananmu di kursi dan tidak memakannya diatas meja?"
Baekhyun mengerutkan dahi saat melihat Sehun menggeleng.
"Tidak. Aku merasa malu jika harus makan berhadapan denganmu."
Seketika Baekhyun termenung, mengingat sesuatu yang sama seperti ini. Dejavu.
.
.
Baekhyun dan sahabat perempuan satu-satunya, Ji eun sedang santap siang dikantin ketika tiba-tiba tiga orang yang Baekhyun kenal sebagai Jessica Jung, Im Yoona dan Park Chanyeol datang menghampiri mejanya.
Mengatakan bahwa tidak ada tempat kosong bagi mereka untuk duduk Baekhyun dan Ji eun mau tak mau harus rela berbagi meja. Baekhyun menyantap makanannya dengan khidmat, mengabaikan kinerja jantung yang meningkat jutaan volt.
Bukk!
Semua orang di meja itu seketika mengalihkan pandangan kearah Jessica dan Chanyeol karena gadis itu dengan sadisnya memukul punggung Chanyeol dengan keras.
"Kenapa kau memakan makananmu di kursi? Diatas sini, makan diatas meja." Perintah Jessica sambil menepuk nepuk ujung meja. Tetapi Chanyeol hanya melanjutkan makannya tanpa menghiraukan perkataan itu.
"Yak!"
"Sudahlah noona. Tidak apa-apa. Aku lebih nyaman begini."
Saat itu Baekhyun berpikir mungkin Chanyeol akan kehilangan selera makannya jika harus meletakan makanannya diatas meja dan berhadapan dengan Baekhyun.
.
.
"Semua hanya membuatku semakin mengingatmu. Saat kau tak disini pun, hanya kau yang terekam dalam ingatanku. Bagaimana agar aku bisa melupakan semua perasaan ini?"
.
.
Baekhyun menangis memandang foto lelaki tinggi yang tersimpan di dalam ponselnya.
"Aku merindukanmu Chanyeol."
Jieun yang melihat itu hanya bisa membagi pelukan untuk sahabat kecilnya.
"Bagaimana ini? Aku tidak bisa melupakannya. Dimana aku bisa melihatnya lagi sekarang."
"Yak!"
Jieun melepas pelukan dan mengulurkan tangan untuk mengusap air mata Baekhyun.
"Kau merindukannya bukan karena dia jauh. Tetapi karena dia sudah ada di dalam hatimu. Yakinlah, jika dia untukmu, dia akan kembali."
Baekhyun tersenyum mendengarnya. Lelaki itu bersyukur bahwa masih ada yang perduli padanya.
.
.
"hahaha, aku tidak percaya lelaki sepertinya bisa menyukaimu Chanyeol. Oh Tuhan. Lalu apa kau tertarik padanya juga?"
"Ya, aku selalu memperhatikannya akhir-akhir ini. Dan dia menarik."
Baekhyun tersenyum senang saat Jieun mengatakannya. Jieun mendengar percakapan Jessica dan Chanyeol itu ketika Ia keluar dari bilik toilet dan dengan segera mencari Baekhyun untuk menyampaikannya.
.
.
Baekhyun tersenyum mengingat potongan-potongan kecil itu. Ia sangat ingin kembali ke masa itu. Ke tiga tahun lalu, ketika Ia masih bisa melihatnya di tengah keramaian, memberi sesuatu untuk lelaki itu, bisa mendengar apa yang lelaki itu bicarakan tentang dirinya. Baekhyun rindu. Rindu segalanya tentang Chanyeol.
.
.
"Baekhyun. Dia tidak seperti yang orang-orang katakan. Dia tidak berharap kau mencintainya. Dia hanya ingin berteman. Agar bisa menjadi lebih dekat denganmu."
"Iya, aku tau. Ia bukan orang seperti itu."
Jieun tersenyum. Ternyata Chanyeol tidak seperti yang ia pikirkan. Lelaki itu masih mau memikirkan perasaan Baekhyun disaat ia juga merasa risih mendengar omongan orang tentang Baekhyun dan dirinya.
"Ah, aku baru mengingat sesuatu. Beberapa minggu ini ada seorang lelaki yang selalu perhatian pada Baekhyun. Dan kau tau Chanyeol, lelaki itu menyatakan perasaannya pada Baekhyun semalam."
Lelaki itu melotot kaget mendengar penuturan Jieun
"Siapa lelaki itu? Apa aku mengenalnya? Apa Baekhyun menerimanya?"
"Tidak. Dia menolaknya. Kau pikir itu karena siapa hah?"
Seketika lelaki itu tersenyum lebar
"Ya aku tau Baekhyun orang yang setia." Katanya sambil berlalu meninggalkan Jieun yang menatapnya aneh.
.
.
"Aku menyesal. Dulu saat kau masih bisa kulihat dengan mata kepalaku sendiri, kenapa aku tidak melihatmu lebih jelas?"
"Aku menyesal. Dulu saat kau masih ada dalam jangkauanku, kenapa aku tidak menyapamu lebih dulu?"
"Aku menyesal. Dulu aku adalah orang yang dengan sengaja mendorongmu pergi disaat kau akan datang kearahku."
"Aku menyesal. Dulu saat tiga tahun lalu, andai aku bisa menyatakan perasaan ini, apa hubungan diantara kita juga akan berubah?"
Baekhyun lagi lagi menangis. Menatap foto lelaki yang sama seperti sebelum sebelumnya, yang sampai kini tak pernah teralihkan dari hatinya.
.
.
Baekhyun terlihat suram hari ini. Semua karena lelaki itu. Lelaki itu akan kembali ke tempat tinggalnya di luar negeri. Dan Baekhyun tak tau apa yang bisa ia lakukan selain hanya bersedih dan menangis.
"Baekhyun. Chanyeol mengadakan pesta perpisahan dan ia mengundangmu. Ayo ikut."
"Maaf, aku tidak bisa."
"Oh ayolah Baekhyun. Ikut ya?"
"Tidak bisa. Ah! Itu kakakku. Maaf yaa aku pergi dulu!"
Baekhyun menaiki sepeda motor kakaknya tanpa melihat kearah Chanyeol yang menatapnya.
'Aku tidak bisa Tuhan. Aku tidak bisa ikut bukan karena tak mau, tapi karena aku tidak bisa menghentikan air mata bodoh yang selalu mengalir ini. Apalagi mengingat bahwa besok Ia sudah tak akan hadir di sekelilingku lagi.'
.
.
'Baekhyun.'
'Cha-chanyeol?'
'Hei. Aku kembali.'
'Apa doa ku selama ini telah terkabulkan?'
Lelaki mungil itu menangis karena bisa bertemu lagi dengan pujaan hatinya.
'Ah Chanyeol. Aku berjanji kepada Tuhan jika kita dipertemukan kembali, aku ingin mengatakan sesuatu kepadamu.'
'Apa?'
'Aku mencintaimu Chanyeol. Bahkan setelah tiga tahun berlalu.'
Chanyeol tersenyum lembut
'Ya, aku tahu Baekhyun. Tapi apa tidak ada lelaki lain yang kau cintai?'
"Hyun-Baekhyun?"
Baekhyun mengerjap matanya pelan dan memandang Sehun yang ada dihadapannya.
'Apa itu hanya mimpi?'
"Hei apa kau terlalu lama menunggu hingga kau tertidur disini?"
Baekhyun ingat sekarang. Sehun mengajaknya bertemu di taman ini untuk mengatakan sesuatu tetapi Baekhyun tertidur dan malah memimpikan Chanyeol.
Sehun menggenggam lembut tangan Baekhyun saat lelaki kecil itu menatapnya bingung.
"Baekhyun, bolehkah aku berharap lebih padamu. Maksudku kita sudah saling mengenal selama dua tahun. Dan seperti yang ku perhatikan selama ini kau tidak memiliki kekasih. Jadi bisakah aku mengisi tempat kosong itu?"
Baekhyun termenung. Apa ia harus memilih Sehun yang selalu ada untuknya atau bertahan menunggu Chanyeol yang takkan pernah kembali?
'Chanyeol, apa aku boleh mencintai pria lain?
.
.
.
Hei hei. Author newbie ini balik lagi setelah lama berjamur hehehe.
Seneng rasanya bisa balik ke kampung halaman. Cieilehh!
Bagaimana ceritanya?
Apa ada yang kurang?
Ini hanya tentang Baekhyun yang susah move on . udah itu aja (':
Mind to review?
Atau mau menghujat di whatsapp?
Monggo review sek, engko tak ke'i ✌🙆
