LONG TIME NO SEE EVERYONE
(Lama tak jumpa semuanya)
THIS ACCOUNT PROBABLY DELETED. GIN-MADOKA22 CAN'T CONTINUE TO WRITE
(Akun ini seharusnya sudah dihapus. Gin-Madoka22 tak bisa melanjutkan untuk menulis)
SOMETHING WRONG WITH HER LIFE AND I DON'T KNOW WHY
(Ada sesuatu yang salah dengan hidupnya dan aku tidak tahu kenapa)
SHE JUST ASKED ME TO CONTINUE THIS FIC AND ANOTHER FIC NAMED UNWANTED
(Dia hanya memintaku untuk melanjutkan fic ini dan fic lain berjudul Unwanted)
ONCE AGAIN, THIS IS NOT THE REAL AUTHOR.
(Sekali lagi, ini bukan Author yang sebenarnya)
FROM TODAY AND NOW ON, YOU WILL CALL ME "ALESSANA"
(Mulai sekarang dan selanjutnya, kau akan memanggilku "Alessana")
BEWARE OF ME, I WROTE LOVE-HARD-FLUFF-HARD-FLUFF-HARD-HARD-HARD STUFF.
UP WE GO, SEXTHURA CH 6...
.
.
.
[CHARA HERE ALWAYS BELONG TO Fujimaki Sensei)
SEXTHURA
CH 6
.
.
.
This is not my idea
.
.
I love teasing people *smirk*
.
.
[WARNING : YAOI, HARD YAOI]
.
.
.
.
.
Aomine mendapat angka 13. Midorima meneguk keras ludahnya mengingat angka keramat itu sangat haram untuknya. Wanita cantik berpakaian bunny mendekati korban permainan ular tangga yang nista ini. Kaki jenjangnya ia sentuhkan perlahan pada pelipis seorang pemuda berambut kuning yang terbaring lemah dilantai. Kotor, najis, tak pantas lagi untuk hidup adalah cemooh yang tepat untuk pemuda malang itu.
"Ayo, Aomine. Kau dapat angka 13. Kau mendapat 13 permintaan gratis tampan" Ujar pemandu permainan bernama Jupe.
Saat itu otak Aomine sedikit lebih pintar dari biasanya. Ia berpikir sebaiknya ia meminta untuk dikeluarkan dari permainan mengerikan ini. Atau mungkin dia ingin bajunya untuk dikembalikan. Namun sebelum ia mengatakan semua itu,
"Kalau kau mencoba keluar dari permainan ini, budak ini akan terbunuh" Gumam Jupe.
Iris biru rentenir berkulit tan itu langsung terbelalak seketika. Otak udangnya mencoba untuk meningkatkan kecepatan berpikir. Tapi, apakah gerangan yang menyebabkan Aomine mengurungkan permintaan keluar dari permainan? Apakah yang membuatnya menjadi gemetaran hebat seperti saat ini? Ini bukan lagi kekalahan winter cup yang dulu kala membuatnya tak bisa tidur semalaman. Ataupun rentetan AV Tape Mai-chan dalam folder XXX yang ia sembunyikan rapi dalam laptopnya.
Lalu, apa yang sebenarnya terjadi pada sang Ore-sama ?
Kenapa ia mengepalkan tangan? Kenapa ia menggigit bibir?
Kenapa ia tak katakan saja "Cih! Aku tak peduli dengan orang itu! Yang penting hidupku selamat!"?
Kenapa ia terlihat ... begitu...
"A...o...mne...ncchi..."
Tersiksa..?
Jupe tersenyum lebar, lebih mengerikan sedikit dari senyum Akashi. Ia mendekat kearah Aomine yang sudah ambruk dan bertekuk lutut dihadapannya.
mangsa yang sudah dicincang habis harga dan martabatnya itu mencoba bangkit,
"R...Ryo...ta..."
Tatapan nanar dibalas rekahan senyum lemah,
Getaran lutut dibalas jatuhnya air mata
Suara serak bajingan pengecut yang biarkan bagian jiwanya dihancurkan tak tersisa dibalas lagi oleh seulas senyuman lemah
Dulu, dulu sekali ia berjanji takkan pernah berhenti untuk tersenyum apapun keadaannya
Mengaitkan jemari-jemarinya, disaksikan tuhan dan sepoi angin
Atau bahkan ring basket berkarat dan sebuah bola spalding biru
karena mangsa malang itu tau,
Janji tak seharusnya dihianati...
I TOLD YOU I LOVE TEASING PEOPLE. AND ALSO I SHIP AOKISE FOREVER. SEE YA
#ALESSANA
