Aku masih Hidup.
Disclaimer : One Piece maupun Naruto bukan punya saya, kalau ada yang bilang punya saya itu fitnah yang kejam. Penulis cuman punya plot nya saja berikut pulau-pulau beserta jurus-jurus imajinernya.
Warning : Karena ini merupakan Alternative Universe, mungkin banyak terdapat Out Of Character (OOC) dari sifat karakter aslinya. Penulis memberikan sifat pada karakter-karakter berdasar pendapat penulis dan penyesuaian terhadap alur cerita.
Chapter 6 : Keputusan.
Matahari terus naik perlahan-lahan ke tahtanya di atas langit sambil memberikan cahayanya ke lautan di bawahnya. Angin bertiup sepoi-sepoi di sebuah lautan yang sangat luas. Awan bergerak bermalas-malasan mengikuti arah angin yang terus mendorongnya. Gelombang laut bergerak naik turun -perlahan dan tenang- dengan beberapa riak air yang terbentuk dari cipratan hewan-hewan air yang memutuskan untuk mengeluarkan bagian tubuhnya dari dalam air. Secara singkat, cuaca pagi hari ini sangat cerah.
Sebuah kapal terlihat membelah gelombang lautan yang tenang. Layaknya kapal pada umumnya, kapal itu bergerak naik turun mengikuti bentuk gelombang laut yang dilaluinya. Bedanya dengan yang biasa melalui perairan itu, kapal bertipe Royal Messengger itu bergerak dengan sangat cepat sekali, jauh lebih cepat dibandingkan dengan kapal-kapal lainnya. Kapal itu bernama Saint Birching dan saat ini telah menjadi milik kelompok Bajak Laut yang bernama Bajak Laut Rambut Merah.
Di atas kapal itu terlihat tiga orang pria sedang bekerja di atas kapal. Pria berambut merah bernama Shanks, bekerja di balik roda kemudi kapal Saint Birching. Shanks mengemudikan kapalnya berdasarkan arahan dari first mate-nya, Benn Backmann, yang sedang mengamati keadaan lautan dari tempatnya di crow's nest tiang utama.
Setelah pertarungan terakhir dan kapal mereka berhasil kabur dari pulau Larse, Shanks segera bertindak sebagai kapten kapal dan dengan segera membagi tugas baru pada semua krunya, kecuali Naruto yang sampai saat ini sedang pingsan.
Shanks bertugas mengarahkan kapal. Benn bertugas sebagai pengintai di Crow's Nest dan melihat keadaan sekitar kapal setiap beberapa jam. Robin bertugas merawat Naruto hingga Naruto siuman dan dapat kembali bekerja. Haku bertugas mengeksplorasi dan menata ruangan-ruangan yang ada di kapal mereka. Walaupun kapal ini bertipe sedang, namun kapal ini ternyata terbagi menjadi cukup banyak ruangan. Zabuza bertugas untuk mengatur dan merapatkan layar dan tali-talinya sesuai dengan arahan dari Shanks agar layar dapat menangkap angin semaksimal mungkin. Dengan menangkap angin semaksimal mungkin, kapal mereka dapat melaju lebih cepat dan mereka dapat lebih cepat menjauh dari Markas Marine G-81.
Pada saat dirinya membantu Haku memeriksa beberapa ruangan di kapal ini, Benn menemukan sebuah teleskop berkualitas tinggi yang lain dari telskop-teleskop yang ada di pasaran. Mereka benar-benar sangat beruntung membajak kapal ini.
Tidak hanya telah penuh dengan stok makanan yang dapat digunakan dalam pelayaran yang sangat panjang, namun juga alat-alat yang ada di kapal ini semuanya berkualitas tinggi, terutama alat-alat pelayarannya. Contohnya saja teleskop ini, teleskop ini mempunyai daya pandang yang jauh jika dibandingkan dengan teleskop yang biasa digunakan pelaut atau bajak laut. Jika teleskop yang biasa digunakan mempunyai daya jangkau maksimal sekitar 3 km, teleskop yang saat ini digunakannya dapat menjangkau kira-kira hingga 5 km.
Benn menggunakan teleskopnya untuk mengamati lautan di sekitar kapal mereka. Benn mengamati keadaan lautan dan berjaga-jaga jika ada pulau ataupun kapal yang mendekat. Sesekali Benn juga menengok ke belakang untuk memastikan tidak ada lagi kapal Marine yang mengejar mereka lagi.
Setelah 10 menit mengamati, Benn segera turun dari tempatnya di Crow's Nest dan berjalan menghampiri Shanks yang sedang menjalankan tugasnya dibalik roda kemudi. Shanks yang melihat Benn turun dari Crow's Nest segera bertanya.
"Bagaimana keadaan laut Benn? Apakah kau melihat kapal atau pulau?" Benn menjawab pertanyaan Shanks dengan menggelengkan kepalanya dan berkata. "Nah, aku tidak melihat apapun di sekitar kita."
Shanks yang mendengar jawaban Benn hanya menganggukkan kepalanya beberapa kali. Setelah diam sejenak Shanks bertanya kembali. "Bagaimana dengan keadaan di belakang Benn? Apakah ada kapal Marine yang mengejar kita?" Benn kembali menggelengkan kepalanya.
"Tidak ada sama sekali. Sejauh yang aku amati, sudah tidak ada lagi kapal Marine yang mengejar kita." Kata Benn sambil melihat ke arah belakang kapal.
Shanks hanya menyeringai sambil berkata "Sepertinya kegiatan tengah malam kita benar-benar membuat Markas Marine G-81 lumpuh total. Ditambah dengan atraksi yang dilakukan Naruto pada kapal CP-9 sepertinya membuat pasukan mereka berpikir 2 kali untuk mengejar kita dengan keadaan pasukan yang masih berantakan seperti itu."
"Well, jika petualanganmu dan Naruto yang kau ceritakan tadi itu bukan hanya karanganmu saja maka kita tidak akan melihat Marine lagi dalam waktu yang cukup lama. Saat ini para pemimpin Marine di G-81 pasti sedang kesulitan menyusun kembail formasi pasukan mereka." Zabuza berkata sambil berjalan mendekati keduanya.
Beberapa saat yang lalu, Zabuza telah selesai mengatur layar sesuai arahan dari Shanks dan mengikat tali-tali layar ke rail yang ada di pinggir kapal. Ketika mengikat tali layar yang terakhir dia melihat Benn turun dari tempatnya di Crow's Nest dan menghampiri Shanks. Setelah mendengarkan percakapan mereka selama beberapa saat Zabuza memutuskan untuk ikut masuk dalam percakapan mereka.
Benn yang mendengar pernyataan Zabuza ikut menyeringai tak kalah lebar dari seringai Shanks. Pikirannya kembali ke beberapa jam yang lalu ketika Shanks membagi ceritanya tentang apa yang dilakukan dirinya dan Naruto tadi malam, mulai dari meledakkan gudang mesiu, menjarah buku-buku dan hasil penelitian di perpustakaan Marine, hingga.. hipnotis. Ketika mengingat cerita Shanks tentang bagaimana kemampuan Naruto dalam petualangannya bersama Shank di markas Marine dan bagaimana dia bertarung serta meledakkan kapal CP-9, raut muka Benn menjadi lebih serius dan tanpa sadar tubuh Benn sedikit merinding.
Benn berpikir bagaimana anak semuda itu mempunyai kekuatan tempur yang cukup mengerikan. Dari pengamatan Benn hinga saat ini, Naruto tidak hanya jago dalam bermain pedang, dia juga mampu menghipnotis, menghancurkan kapal dengan satu serangan.. dan jika kecurigaannya terbukti benar, maka Naruto juga mampu meniru kemampuan buah iblis yang lain. Benar-benar mengerikan. Benn tidak tahu akan menjadi apa Naruto jika Naruto dapat mengendalikan dua Haki lainnya.
Benn mengalami dilemma tentang apa yang akan dilakukannya pada kru bajak laut rambut merah lainnya. Di satu sisi, jika Shanks dan dirinya mengajarkan Haki pada mereka, Bajak Laut Rambut Merah akan menjadi sangat kuat dan sulit dikalahkan oleh kelompok bajak laut lainnya. Namun di sisi yang lain, jika setelah Shanks dan dirinya mengajarkan Haki pada kru lainnya dan kemudian mereka berkhianat.
Tidak hanya dirinya dan Shanks membuang waktu untuk mengajarkan Haki pada kru yang tidak dapat mereka pakai lagi, tapi juga akan menjadi sangat berbahaya bagi mereka jika semua anggota kru tiba-tiba berniat menusuk dirinya dan Shanks dari belakang. Terutama Naruto.
Naruto yang (menurut pengakuannya) hanya menguasai Kenbunshoku Haki secara kebetulan saja sudah sangat berbahaya, entah apa yang terjadi jika dia menguasai Busoshoku dan Haoshoku Haki. Bukannya Benn berprasangka buruk pada anggota kru bajak laut lainya namun di lini pekerjaannya, berprasangka buruk dapat memperpanjang karir bajak laut seseorang.. sekaligus memperpanjang umurnya.
Menurut pengamatan Benn, kru bajak laut rambut merah lainnya mempunyai prioritas dan tujuan yang tidak bersinggungan dengan tujuan Shanks maupun dirinya.
Tujuan Naruto dan Robin sudah jelas, mereka ingin kabur dari pulau Larse dan menghidari kejaran Pemerintah Dunia. Benn tahu Naruto adalah anak yang cerdas dan cepat atau lambat Naruto akan menyadari bahwa terus berlayar dari satu pulau ke pulau lainnya adalah cara paling efektif dalam menghindari kejaran pemerintah dunia.
Tujuan awal Haku adalah kecemasannya akan keadaan Robin dan ingin memastikan bahwa Robin akan baik-baik saja, sedangkan tujuan Zabuza hanyalah mengikuti Haku. Atau paling tidak, itu adalah versi resmi yang keluar dari mulut mereka, Benn tidak tahu apa apa yang ada jauh di dalam benak mereka.
Benn tahu bahwa dia tidak seharusnya berprasangka buruk pada kru bajak laut rambut merah lainnya, namun Benn tahu betul bahwa di dunia bajak laut mengkhianati satu sama lain adalah hal yang sangat sering terjadi. Paranoid adalah syarat mutlak bagi bajak laut jika mereka ingin hidup sedikit lebih panjang. Benn juga yakin bahwa Shanks juga berpikiran sama seperti dirinya.
Tiba-tiba Benn tersadar dari lamunannya. Dia membuang prasangka buruknya ke balik pikirannya dan kembali mengalihkan pandangannya ke Shanks dan Zabuza yang saat itu sedang melanjutkan pembicaraan mereka. Benn terdiam sejenak dan berusaha untuk mengikuti arah pembicaraan mereka. Ternyata mereka sedang membahas ulang tentang apa yang masing-masing mereka lakukan dalam kegiatan tengah malam yang baru saja mereka lakukan. Setelah menunggu waktu yang tepat, Benn kembali masuk dalam percakapan mereka.
"Tapi.. aku benar-benar tidak menyangka bahwa Naruto sekuat itu. Tentu saja aku tahu bahwa dia cukup ahli dalam seni berpedang, tapi menghancurkan kapal dalam satu serangan? Tanpa meriam? Tanpa Busoshoku Haki? Aku tidak tahu kalau kedua anak itu sama-sama pemakan buah iblis."
Zabuza yang mendengar ini mengerutkan keningnya."Aku sendiri juga tidak menyangka bahwa Naruto adalah pengguna kekuatan buah iblis. Aku kira hanya Robin saja yang memakan buah iblis, ternyata Naruto juga pengguna kekuatan buah iblis. Dan dengan kekuatan seperti itu… " Zabuza membiarkan perkataannya sedikit menggantung sebelum tenggelam dalam pikirannya sendiri.
"Sepertinya Naruto mempunyai terlalu banyak rahasia." Shanks berkata lebih kepada dirinya sendiri. Benn dan Zabuza hanya mengangguk mendengar perkataan Shanks. "Dan nama panjangnya.. Aku penasaran apa itu benar-benar namanya atau Naruto hanya menggunakan nama samaran untuk menyembunyikan nama aslinya. Tapi jika benar namanya Namikaze D." Shanks diam sejenak. "Maka aku tidak tahu apa yang harus kita lakukan."
Zabuza dan Benn mengangkat sebelah alisnya.
Melihat reaksi keduanya, Shanks bertanya dengan nada tidak percaya. "Kalian tidak tahu nama Namikaze D.?"
Keduanya hanya menggelengkan kepalanya.
Shanks bepikir dan memandang ke atas. Sambil memiringkan kepalanya sedikit ke kanan dan mengusap dagunya dengan menggunakan tangan kanannya (tangan kirinya tetap memegang roda kemudi) Shanks berkata. "Hmm.. mungkin nama Namikaze D. tidak terlalu popular, bagaimana dengan Yellow Flash?"
Dari reaksi wajah yang diberikan Zabuza dan Benn, Shanks melihat bahwa keduanya mengenali julukan itu.
"Yellow Flash? Apa hubungannya nama Namikaze D. dengan Minato si Yellow Flash?" Zabuza bertanya dengan suara terkejut. Tiba-tiba saja Zabuza sadar dan membelalakkan matanya. "Maksudmu.. kau ingin mengatakan bahwa Naruto anak dari Vice Admiral Marine Minato si Yellow Flash?" Benn yang mendengar pernyataan Zabuza juga ikut membelalak dan segera memandang Shanks.
Shanks hanya menggelengkan kepalanya. Shanks segera mengikat roda kemudi dengan tali agar arah kapal tidak berubah. Setelah roda kemudi dia ikat, dia menjawab pertanyaan Zabuza.
"Aku tidak tahu secara pasti. Yang aku tahu Yellow Flash hanya mempunyai seorang anak perempuan. Walaupun beredar rumor bahwa dia juga mempunyai anak laki-laki, tapi aku tidak tahu secara pasti apakah rumor itu benar atau tidak. Tapi jika rumor itu benar, maka saat ini kita tidak hanya membawa sesuatu yang sangat berharga tetapi juga berbahaya." Kata Shanks dengan nada serius.
"Ya, ya, aku memahami dilemamu. Jika Marine mengetahui bahwa kita membawa anak Yellow Flash, entah apa yang akan muncul di pikiran mereka. Aku berani bertaruh bahwa pikiran pertama mereka adalah kita menculik anak Yellow Flash." Kata Zabuza sambil terus tenggelam dalam lamunannya. Tiba-tiba saja dia tertawa kecil. " Aku juga yakin yang pertama kali mereka akan lakukan adalah menyerang kita dan mencoba 'membebaskan' Naruto dari cengkraman kita seolah-olah Naruto benar-benar kita culik dan dia tidak mampu kabur dari cengkraman kita."
"Kuhahahaha.. Ya.. ya.. aku dapat membayangkan itu. Mungkin para anggota Marine yang tidak terlibat dalam kegiatan tengah malam kita kemarin malam akan bepikiran bahwa Naruto hanyalah seorang remaja biasa yang tidak mampu berbuat apa-apa ketika dia diculik. Bayangkan.. bagaimana reaksi mereka ketika mereka tahu bahwa kita tidak pernah menculik Naruto." Kata Benn sambil tertawa.
Shanks yang mendengar perkataan Zabuza dan Benn juga ikut tertawa. "Well.. Aku lebih penasaran dengan reaksi mereka jika Naruto menolak untuk bekerja sama dan malah menyerang mereka menggunakan sosok ethereal.. atau armor?" Shanks diam sejenak sambil berpikir sebutan apa yang cocok digunakan untuk menyebutkan kemampuan Naruto yang seperti armor? Ethereal? Armor Ethereal? kemarin. "Ah, entahlah.. yang pasti kemampuan terakhir yang dikeluarkan Naruto kemarin. Well, aku rasa akan sangat menarik sekali jika Naruto tiba-tiba mengeluarkan armor etherealnya dan menembakkan panah bom seperti yang dia lakukan tadi."
Zabuza dan Benn mengangkat sebelah alisnya ketika mendengar Shanks memberi nama jurus Naruto secara random, tapi karena mereka sendiri tidak tahu nama jurus Naruto mereka tidak memberikan komentar sedikitpun. Sebaliknya, mereka kembali mengingat apa yang telah dilakukan Naruto pada kapal CP-9. Jurus yang dikeluarkan Naruto tadi pagi tidak hanya mengesankan, tetapi juga cukup mengerikan.
Ketika memikirkan aksi mengobrak-abrik G-81 yang dilakukannya bersama Naruto kemarin malam, tiba-tiba saja Shanks mengingat percakapan antara Naruto dan Kapten A. Pada waktu itu, Naruto mengatakan bahwa dia adalah anggota Tenryuubito. Walaupun dia mengatakan tu untuk memprovokasi Kapten A, tetap saja Shanks merasa seperti ada sesuatu yang mengganjal di pikirannya. Shanks merasa hubungan Naruto dengan Yellow flash membuka sebuah informasi penting lainnya.
Shanks terus berpikir dengan keras informasi apa yang dia lupakan. Setelah beberapa saat, Shanks mengingat informasi yang berhubungan dengan Naruto. Shanks mendengar ini ketika dia menjadi kru bajak laut Gol D. Roger. Informasi ini ia dapatkan ketika ia ditugaskan oleh Reylight-san untuk menghimpun informasi tentang Yellow Flash.
"Well, terlepas dari pengandai-andaian yang cukup menarik.. Sepertinya aku mempunyai informasi tentang rumor yang sedikit.. er.. sensitif mengenai Naruto." Shanks berkata dengan nada tidak yakin. Sebenarnya dia masih merasa dilemma dalam menyampaikan informasi ini. Tidak hanya informasi ini kurang dapat dipercaya, tetapi informasi ini dapat membuat masalah menjadi lebih kompleks.
"Oh ya? Informasi apa lagi yang kau punya tentang Naruto? Aku rasa rumor yang akan kau katakan tidak lebih mengagetkan dari rumor tentang Naruto anak dari Yellow Flash." Benn berkata dengan nada enteng.
Betapa salahnya anggapan awal Benn ketika Shanks menjatuhkan bomnya.
"Hmm.. Mungkin Naruto adalah bagian dari Tenryuubito."
.
.
.
.
.
Hening
.
.
.
.
.
Benn Backmann dan Zabuza Momochi hanya terdiam mendengar perkataan Shanks. Jika kapal mereka mengangkut anak dari Vice Admiral Marine Minato si Yellow Flash yang sedang melarikan diri dari keluarganya mungkin mereka masih bisa menerima walaupun mereka tahu konsekwensi yang mereka tanggung. Tapi jika kapal mereka mengangkut (orang yang dicurigai) Tenryuubito yang kabur dari keluarganya apalagi jika (orang yang dicurigai) Tenryuubito itu telah melakukan hal kriminal dan telah sukses menjadi kriminal bersama mereka, situasi yang mereka alami telah naik beberapa level hingga menjadi situasi yang benar-benar sangat kompleks.
Setelah Shanks mengatakan itu, keheningan terjadi selama beberapa saat. Benn dan Zabuza sedang terjebak dalam keadaan shock, sedangkan Shanks termenung memikirkan informasi yang baru saja dikatakannya.
Setelah beberapa saat terdiam karena shock, Benn akhirnya keluar dari keadaan shocknya dan memecahkan keheningan yang menyelimuti ketiga pria itu.
"Apa maksud perkataanmu tadi Shanks?"
Shanks terdiam sejenak, larut dalam pikirannya. Dengan nada tidak pasti dia menjawab, "Hmm.. Dulu ketika aku masih menjadi anak buah kapal aku pernah mendengar rumor bahwa Vice Admiral Minato si Yellow Flash menikahi seorang gadis bangsawan. Gadis itu keturunan jauh dari keluarga kerajaan Uzumaki dan Tenryuubito." Shanks mengernyitkan dahinya mencoba mengingat-ingat rumor yang telah dia dengar beberapa tahun yang lau. "Seingatku, kakek gadis itu adalah seorang Tenryuubito dan neneknya adalah putri dari kerajaan Uzumaki. Nama gadis itu.. er.. siapa ya? Aku sedikit lupa. Nama awalnya Uzumaki.. Uzumaki.. Ushi.. Uzumaki Ushida? Uzumaki Kusuzhu?"
Pada saat Shanks mencoba mengingat-ingat nama istri Yellow Flash tiba-tiba saja terdengar jawaban dari pintu deck.
"Uzumaki D. Kushina"
"AH! YA.. Uzumaki Kushina." Shanks berseru dengan suara keras sambil menepukkan kepalan tangan kanannya ke telapak tangan kirinya. Tiba-tiba Shanks tersadar akan siapa yang membantunya mengingat nama istri Yellow Flash.
"Naruto!" Shanks menyerukan nama Naruto dan menengok ke arah pintu deck. Zabuza dan Benn yang mendengar Shanks segera ikut mengalihkan perhatian mereka ke arah pintu deck. Di sana, di pintu deck terlihat Naruto yang sedikit menumpukan tubuhnya pada Robin. Setelah Naruto mengatakan nama ibunya, keduanya kemudian berjalan menaiki tangga ke arah tiga pria bajak laut rambut merah.
"Uzumaki D. Kushina, Ratu dari kerajaan Uzushios dan istri dari Namikaze D. Minato, Vice Admiral Marine yang mempunyai julukan Yellow Flash. Dia adalah ibu dari Uzumaki D. Izumi dan Namikaze D. Naruto. Dengan kata lain, dia ibu adalah ibuku." Naruto menyebutkan status ibunya sebagai ratu sebuah kerajaan dan istri seorang Vice Admiral Marine.
'Walaupun aku tidak tahu lagi apakah dia masih menganggapku sebagai anaknya.' Naruto menambahkan di dalam hatinya.
Sebenarnya, hingga saat ini Naruto masih bingung dengan pengkhianatan keluarganya. Mengapa keluarganya tega membuang dirinya? Apa alasan mereka? Apakah yang memukulnya hingga pingsan di kapal dan membuangnya ke laut adalah pihak ke-tiga ataukah keluarganya? Jika yang membuang dirinya adalah keluarganya, siapa saja kah yang terlibat di dalamnya? Hanya segelintir saja ataukah semua keluarganya? Naruto mempunyai banyak sekali pertanyaan yang belum dapat dia jawab.
Di belakang mereka terlihat Haku yang membelalakkan matanya ketika mendengar bahwa Naruto adalah bagian dari Royal Family di Kepulauan Elemental. Perasaan dalam dirinya berkecamuk ketika mendengar informasi bahwa remaja lelaki yang baru sekitar tiga hari dikenalnya merupakan anggota dari World Nobles atau bangsawan dunia.
Walaupun Haku tidak pernah diperlakukan buruk oleh Naruto maupun keluarganya –mengingat Haku tidak tinggal di kerajaan yang dipimpin oleh keluarga Naruto– namun tetap saja World Nobles lah yang menyebabkan Haku kehilangan ibunya dan hidup menderita di slum ketika dia masih kecil.
Sebagai wanita yang telah beranjak dewasa, sisi rasional Haku menyadari betul bahwa sangat tidak fair bagi Naruto jika Haku memutuskan untuk menyalurkan dendamnya terhadap World Nobles kepada Naruto yang tidak pernah campur tangan dalam penderitaan masa kecilnya. Oleh karena itu, setelah Haku menutup matanya dan bernafas panjang beberapa kali dia membuat resolusi untuk menujukan dendamnya pada World Nobles yang bertanggung jawab atas penderitaan orang-orang yang sama seperti dirinya, bukan kepada Naruto. Selain itu, jika dia mengalihkan dendamnya terhadap World Nobles pada Naruto, entah apa persepsi Robin terhadap dirinya.
Zabuza yang mengetahui masa lalu Haku melihat wanita muda itu dengan pandangan sedikit khawatir. Zabuza khawatir jika Haku tiba-tiba menyerang Naruto. Menyerang anak Vice Admiral Marine adalah suatu hal yang cukup konyol, tapi menyerang seorang Tenryubito adalah hal yang konyol dan bodoh, atau dalam kasus ini menyerang Tenryuubito yang lebih kuat dari dirinya.. akan merubah peringkat aksi itu menjadi salah satu cara bunuh diri yang bodoh dan konyol.
Awalnya Zabuza berniat untuk mengalihkan perhatian Haku yang saat ini fokus pada Naruto ke arah dirinya. Namun, Haku yang pada awalnya sedang dalam keadaan Shock –seperti keadaan yang baru saja dialami oleh Benn dan dirinya– tiba-tiba saja menenangkan dirinya dan menutup matanya serta bernafas dalam-dalam.
Setelah hening sejenak, tiba-tiba Haku membuka matanya dan membuka mulutnya untuk berkata.
"Apakah kau tahu informasi ini Robin-chan?" Haku kepada Robin dengan nada biasa, seperti percakapan pada umumnya. Ini membuat Zabuza sedikit terkejut, dia sempat mengira bahwa Haku akan melayangkan Divine Retribution pada Naruto. Sepertinya ketika seseorang bertambah umur maka akan bertambah pula kebijaksanaannya.. paling tidak hal itulah yang berlaku pada Haku saat ini.
Robin yang melihat perhatian semua orang tiba-tiba saja teralihkan pada dirinya hanya bisa mengangguk pelan. Setelah Robin mengangguk, Haku mengalihkan perhatiannya pada Naruto.
"Apakah kau benar-benar seorang Tenryuubito?" kata Haku pada Naruto.
Naruto hanya terdiam. Dia kemudian berjalan ke tepi kapal dan bersandar pada rail kapal. Sejenak kemudian dia menggelengkan kepalanya dan berkata dengan nada jijik yang cukup terlihat di dalamnya. "Tidak, aku bukan Tenryuubito. Mungkin.. jika aku tetap di keluargaku hingga aku berumur 17 tahun aku berkesempatan untuk menjadi Tenryuubito. Tapi.. karena aku bukan lagi Royal Family kerajaan Uzushio.." Naruto mengangkat bahunya. "Aku bukan.. Tenryuubito."
Semua kru bajak laut rambut merah kecuali Naruto dan Robin mengangkat sebelah alisnya ketika mendengar Naruto secara tidak langsung menyebut dirinya 'mantan' Royal Family. Mereka juga melihat dari nada bicara Naruto terdapat sedikit kesedihan di dalamnya.
Shanks mengernyitkan dahinya. Dia menimbang-nimbang apakah dia harus mempertanyakan pernyataan Naruto tentang 'mantan' Royal Family atau tidak.
Di satu sisi, Shanks merasa pertanyaan semacam itu merupakan pelanggaran privasi Naruto, terutama dari nada bicara Naruto sepertinya dia enggan mengungkapkan masa lalunya. Shanks tidak ingin hubungan Naruto dengan dirinya beserta kru yang lain menjadi semakin buruk atau yang lebih parah lagi jika Naruto tiba-tiba saja ingin keluar dari bajak laut rambut merah.
Shanks sangat tidak menginginkan Naruto keluar dari kru bajak lautnya. Tidak hanya kekuatan Naruto yang membuat Shanks ingin terus mempertahankan Naruto, kemampuan berpikir Naruto serta hubungannya dengan Robin juga merupakan salah satu alasan Shanks tidak ingin melepaskan Naruto. Jujur saja, semakin banyak jumlah pengguna Haki dan pemakan buah iblis di dalam sebuah kru bajak laut maka semakin kuat bajak laut tersebut. Hal ini telah dia sadari ketika dia masih menjadi kru bajak laut Gol D. Roger.
Namun di sisi yang lain dia dan kru lainnya akan lebih mudah untuk mempercayai Naruto jika Naruto mau terbuka pada anggota kru lainnya, mengingat posisi Naruto sebagai salah satu bajak laut rambut merah. Sebagai kapten dari bajak laut rambut merah, salah satu tugasnya adalah meningkatkan kepercayaan antara satu kru dan kru lainnya.
Selain itu, dia juga sedikit penasaran dengan apa yang menyebabkan Naruto sampai ke tempat ini. Bagaimana mungkin seorang Vice Admiral Marine seperti Yellow Flash dan Ratu Kerajaan Uzushio membiarkan anak mereka (dan putra mahkota mereka) berkelana seorang diri, dan jika insting Shanks bekerja sebagus biasanya maka Naruto telah berkeliaran sendiri selama beberapa bulan.
Apakah mungkin Naruto telah ditendang keluar dari keluarga kerajaan dan ahli warisnya? Apakah mungkin keluarganya telah menghianati Naruto dan membuangnya ke alam liar?
Itukah alasan seorang anak dari Vice Admiral Marine dan 'mantan' putra mahkota + 'mantan calon' Tenryuubito mau melakukan kejahatan kriminal dengan menghancurkan sebuah Markas Marine (dengan bantuan dirinya dan kru bajak laut rambut merah lainnya), membantu kriminal berbounty tinggi (Nico Robin) dan membantu Bajak Laut untuk membajak kapal milik Tenryuubito.
Shanks menimbang-nimbang keputusannya untuk beberapa saat. Sejenak kemudian dia memutuskan untuk sedikit berjudi dengan apa yang akan dikatakannya.
"Naruto.. apa maksudmu kau bukan Royal Family lagi?"
Naruto hanya menatap Shanks dengan pandangan mata kosong selama beberapa saat. Sekejap kemudian dia berkedip dan berkata dengan suara datar. "Persis dengan apa yang kalian pikirkan saat ini. Aku telah dikeluarkan dari daftar Royal Family. Keluargaku meninggalkanku sendirian di sebuah perahu ditengah lautan. Mungkin mereka berharap tidak akan melihatku lagi untuk selamanya. Aku sedikit curiga mereka ingin mengumpankanku pada Sea Monster, mengingat perairan di dekat pulau tempatku terdampar merupakan sarang Sea Monster."
Naruto kemudian terdiam dan pandangannya menerawang jauh. Tiba-tiba saja seringai kecil muncul di pinggir bibirnya. "Paling tidak mereka meninggalkan barang-barang pribadiku. Sepertinya mereka lupa dengan kemampuan berpedangku.. dan keberuntunganku. Seharusnya mereka tahu, jika mereka benar-benar ingin menyingkirkanku mereka sebaiknya membunuhku ketika aku tidur dan segera membuang mayatku ke laut."
Naruto mengernyitkan kedua alisnya. "Atau mungkin mereka tidak ingin mengotori tangan mereka dan memutuskan untuk menyerahkan nasibku pada Sea Monster? Hmm.. bisa jadi."
Naruto terdiam kembali masih dengan mata menerawang jauh.
"Aku tidak tahu alasan pasti mengapa mereka membuangku di tengah laut. Apakah karena aku berbeda? Apakah karena aku tidak bersikap seperti Tenryuubito dan Royal Family lainnya? Ataukah karena pandanganku yang berbeda tentang Marine Justice? Ataukah ada alasan lainnya? Aku tidak tahu." Naruto mengakhiri perkataannya dengan menutup matanya dan menggelengkan kepalanya.
Haku yang mendengar perkataan Naruto cukup bersimpati terhadap cerita Naruto. Akan tetapi, di dalam pikirannya terdapat beberapa hal yang sangat menggangu. Dengan mengernyitkan dahinya dia berkata.
"Naruto.. Bukannya aku tidak mempercayai ceritamu. Tapi ada sesuatu yan mengganjal pikiranku. Bagaimana mungkin anak seorang Vice Admiral Marine dan putra mahkota dari keluarga bangsawan mengalami sesuatu seperti dalam ceritamu itu? Tidakkah masyarakat bertanya-tanya dengan keadaanmu? Walaupun aku ingin mempercayai ceritamu, tapi tetap saja ceritamu itu cukup mustahil terjadi."
Mendengar perkataan Haku, Naruto tertawa lepas.
"Hahahahahahaha.. Kau tidak tahu sistem yang berlaku pada masyarakat kelas atas Haku-san. Aku bukanlah anak pertama yang di'hilang'kan dalam daftar keluarga. Cukup banyak anak para bangsawan yang tiba-tiba menghilang dan berganti anak lain. Walaupun dalam Royal Family.. Mungkin akulah yang pertama.. atau paling tidak dalam sepengetahuanku aku lah yang pertama." Naruto kembali tertawa.
Dengan tetap menyengir dia berkata, "Kau akan terkejut dengan banyaknya anak Petinggi Marine maupun keluarga bangsawan yang memutuskan untuk kabur dari keluarga mereka, Haku-san.. atau seperti yang kukatakan tadi 'menjadi anak yang tiba-tiba berganti menjadi anak lain'."
"Kita ambil contoh saja, aku mempunyai seseorang yang dapat aku panggil Aniki. Dia adalah anak lelaki dari seorang Vice Admiral yang sangat terkenal." Sambil mengangangkat tangan kanannya untuk menghentikan rasa penasaran kru lainnya. "Aku tidak mau menyebutkan nama kakak laki-lakiku maupun orang tuanya. Bahkan Robin pun tidak pernah aku beritahu. Jadi simpan rasa penasaran kalian."
"Aniki mempunyai pandangan yang hampir sama denganku, seperti pandangan kami tentang 'Justice' yang dianut Marine maupun sistem-sistem yang ada di masyarakat kalangan atas. Aku dengar dia telah kabur dari rumahnya beberapa minggu sebelum aku ditendang dari Royal Family. Entah di mana dia sekarang." Perhatian Naruto kemudian beralih kepada Shanks. "Jika kau mau aku bisa mengajaknya menjadi kru bajak laut rambut merah. Walaupun aku tidak tahu apakah dia mau menjadi bajak laut atau tidak."
Haku masih tetap mengernyitkan dahinya. Informasi ini adalah berita baru baginya. Dia tidak tahu apakah Naruto berkata jujur ataukah hanya mengarang cerita. Jika Naruto mengarang cerita, maka dia benar-benar pembohong yang lihai. Haku mengalihkan perhatiannya pada Robin.
"Dan apakah dia juga menceritakan cerita ini kepadamu, Robin-chan?"
Robin menganggukkan kepalanya dan berkata "Naruto sudah menceritakan sebagian besar kehidupan keluarganya ketika pertama kali kami bertemu, kecuali 'Aniki' yang baru saja dia ceritakan."
Haku memejamkan matanya dan mengangguk.
Suasana hening untuk beberapa saat, semua orang di kapal Saint Birching sedang menunggu Haku untuk mengatakan sesuatu.
Beberapa saat kemudian Haku membuka matanya dan berkata. "Baiklah, jika Robin-chan tetap mampu mempercayai Naruto setelah mendengar kisahnya maka aku juga akan mencoba untuk mempercayai Naruto sebagai sesama anggota kru bajak laut rambut merah." Haku kemudian mengalihkan perhatiannya ke arah Naruto dan tersenyum sambil berkata dengan nada lembut. "Maaf ya Naruto-kun.. jika aku membuatmu tidak nyaman karena kurang mempercayaimu. Aku melakukan itu karena aku.. mempunyai banyak kenangan buruk terhadap World Nobles."
Naruto menggeleng pelan pada pernyataan Haku. Dia membalas senyum Haku dan berkata. "Bagiku itu bukanlah sebuah masalah yang besar Haku-san. Jika aku menjadi dirimu, aku akan melakukan hal yang sama sepertimu, bahkan mungkin lebih."
Keduanya saling tersenyum satu-sama lain.
Melihat tensi berat telah hilang dari percakapan mereka, Shanks segera mengambil alih pembicaraan.
"Ok, ok.. Kalau percakapan yang depresi ini sudah berakhir mari kita berpindah ke percakapan lainnya."
Perhatian kru bajak laut rambut merah lainnya segera teralihkan kepada Shanks.
Setelah perhatian ke-lima orang tertuju padanya Shanks segera bertanya. "Ok.. Aku hanya ingin bertanya. Jadi.. Apa yang akan kalian lakukan sekarang?"
"Aku tahu kalian berdua setuju untuk membajak kapal ini agar kalian berdua bisa kabur dari pulau Larse. Sekarang ketika kalian berhasil kabur dari pulau Larse apa yang akan kalian lakukan? Apa kalian tetap menjadi kru kapalku atau kalian ingin turun di pulau terdekat?" Shanks berkata sambil memandang ke arah Naruto dan Robin.
"Dan kalian." Shanks berkata sambil mengalihkan perhatiannya ke arah Zabuza dan Haku. "Yang aku tahu, alasan Haku-chan setuju untuk membajak kapal ini adalah untuk menemani Robin kabur dari Pulau Larse. Sedangkan Zabuza hanya ingin menemani Haku." Shanks kemudian memandang semua kru kapalnya. "Jadi setelah alasan awal kalian telah tercapai, apa yang ingin kalian lakukan sekarang?"
Keempat orang itu hanya terdiam. Ekspresi keempat-nya terlihat seperti larut dalam pikirannya masing-masing. Naruto dan Zabuza, utamanya, kembali berpikir keras tentang untung dan ruginya menjadi kru kapal Shanks.
Shanks yang melihat keempatnya juga hanya diam, dia menunggu keputusan keempat orang di depannya. Shanks memberikan pilihan kepada mereka. Dia tidak ingin memaksa mereka menjadi kru kapalnya. Shanks tahu betul bahwa loyalitas yang diberikan lewat paksaan tidak akan bertahan lama dan hanya akan menimbulkan banyak masalah di kemudian hari. Karenanya, dia akan selalu memberikan pilihan pada calon krunya dan membiarkan mereka bergabung sesuai dengan kemauan mereka.
Beberapa menit kemudian, Naruto membuka mulutnya.
"Sebelum aku mengatakan keputusanku, aku ingin bertanya apa yang membuatmu menjadi bajak laut, Shanks?"
Shanks mengangkat satu alisnya atas pertanyaan Naruto. Kemudian dia mengerutkan dahinya dan mengusap-usap dagunya dengan telapak tangan kanannya. Sambil berpikir dia mengatakan. "Hmm.. Salah satu alasanku adalah karena aku ingin melanjutkan karir bajak lautku. Alasan lainnya adalah karena dengan menjadi bajak laut aku bisa berpetualang dan berpergian dari satu tempat ke tempat lain di dunia ini."
Dengan menggunakan gerakan tangannya Shanks melanjutkan alasannya. "Planet ini mempunyai banyak hal yang misterius, kebudayaan yang berbeda antara satu pulau dengan pulau yang lain, satu lautan dan lautan yang lain. Banyak misteri, keunikan dan petualangan yang melingkupi planet ini. Dan kita hanya bisa melakukannya dengan menjelajahi satu pulau ke pulau lainnya menggunakan kapal. Selain menjadi Marine, hanya dengan menjadi bajak lautlah aku dapat melakukan semua itu. Bukankah begitu?" Shanks mengakhiri perkataannya dengan senyum lebar di bibirnya.
Naruto menatap Shanks beberapa saat, kemudian dia mengangguk pelan dan tersenyum kecil. Dia cukup setuju dengan alasan Shanks. Dari pengamatannya beberapa hari ini, Naruto dapat menyimpulkan bahwa Shanks bukanlah seperti Bajak Laut normal lainnya. Shanks sebuah 'keanehan' dalam dunia bajak laut. Insting Naruto mengatakan bahwa dia dapat mempercaya Shanks, namun tetap saja, dunia bajak laut mempunyai pepatah 'Curiga akan memperpanjang umurmu'.
Akhirnya, Naruto mengatakan keputusan yang telah dipikirkannya sejak dia tersadar dari pingsannya. "Hmm.. Baiklah, aku setuju untuk menjadi kru kapalmu. Begitu pula dengan Robin-chan. Marine dan Pemerintah Dunia akan lebih mudah menemukan Robin-chan jika kami terus berdiam di satu tempat. Karenanya, aku merasa akan lebih aman bagi kami bila kami terus berlayar dari satu pulau ke pulau lain."
Shanks dan Benn tersenyum lebar ketika mendengar keputusan Naruto. Mereka berdua puas karena mendapatkan dua kru yang menggunakan kekuatan buah iblis dan petarung sekuat Naruto.
"Tapi!"
Shanks yang hendak mengatakan perkataan 'Selamat bergabung dengan Bajak Laut Rambut Merah'nya terpaksa menunda perkataanya ketika mendengar Naruto kembali berbicara.
"Aku mempunyai beberapa syarat." Kata Naruto sambil menatap Shanks dan Benn bergantian.
Shanks dan Benn saling berpandangan beberapa saat sebelum Benn akhirnya menggangguk kepada Shanks. Shanks yang membalas anggukan Benn segera mengalihkan perhatiannya kembali kepada Naruto.
"Katakan. Kalau itu masih dalam batas kewajaran, aku akan mempertimbangkannya."
Naruto mengangguk dan memulai tawarannya. "Pertama, aku ingin kau atau Benn melatih aku dan Robin-chan."
Shanks memiringkan kepalanya dengan ekspresi bertanya-tanya. "Melatih? Melatih apa?"
"Haki. Dari pertarungan tadi malam, aku bisa melihat bagaimana Haki dapat sangat berguna dalam bertahan hidup."
"Deal." Jawab Shanks sambil menganggukkan kepalanya. Dua kru kapal pengguna kekuatan buah iblis yang mampu mengendalikan Hakinya merupakan sebuah tambahan kekuatan yang signifikan bagi kelompok bajak lautnya. Ini dapat membuat kelompok bajak lautnya menjadi semakin sulit untuk dikalahkan.
"Kedua, aku ingin satu ruangan di kapal ini."
Kali ini Benn yang bertanya maksud Naruto. "Akan kau gunakan untuk apa ruangan itu?"
"Penelitian.. Modifikasi Alat.. Membuat Alat Baru.. Atau semacamnya." Jawab Naruto dengan enteng sambil mengangkat bahunya. "Aku ingin meneruskan kegiatanku sebelum dibuang keluargaku. Sebelum aku dibuang, aku suka meneliti, memodifikasi, dan menciptakan sesuatu. Itulah salah satu alasan mengapa tadi malam aku memutuskan untuk merampok seluruh perpustakaan G-81."
Mendengar ini Benn menjadi lebih tertarik pada Naruto.
"Ohh.. Jadi kau peneliti dan inventor? Jika kami memberimu satu ruang di kapal ini, apa yang bisa kamu berikan pada kami?"
"Untuk saat ini? Mungkin modifikasi pada kapalmu. Tapi sebelum memodifikasi kapal ini, aku harus mempelajari Blue Print-nya terlebih dahulu. Setelah itu.. aku akan melihat apa saja yang bisa aku modifikasi. Untuk selanjutnya? Aku bisa memodifikasi senjata-senjata di kapal ini. Aku sendiri sudah mempunyai rencana untuk memodifikasi meriammu."
"Aku hanya mengetahui beberapa peneliti, salah satunya Dr. Vegapunk. Menurut rumor dia sedikit… ekstrim? Apa kau pernah mempelajari penelitiannya?" Benn bertanya pada Naruto apakah dia pernah mempelajari penelitian salah satu koleganya.
Naruto mengangkat sebelah alisnya. "Oh, jadi kau tahu Dr. Vegapunk? Dia cukup terkenal di kalangan peneliti. Seorang Genius. Aku sendiri belum pernah bertemu dengannya, tapi dari rumor yang aku dengar dia mempunyai teknologi yang lebih maju beberapa puluh tahun daripada teknologi saat ini."
Naruto diam sejenak untuk berpikir. "Sejujurnya aku tidak tahu apakah rumor itu benar atau tidak karena aku tidak tahu apa saja yang telah dilakukannya. Tapi mungkin aku dapat segera mengetahui dimana levelku jika dibandingkan Vegapunk. Beberapa penelitian yang kita curi dari G-81 adalah salah satu hasil penelitiannya."
Saat ini, Benn merasa seperti sedang berjudi. Dari satu sisi –jika Naruto dapat membuktikan perkataanya– dengan memberikan Naruto sebuah ruangan untuk dia melakukan penelitiannya, Naruto dapat memodifikasi peralatan mereka menjadi lebih baik. Dia tahu bagaimana seorang peneliti dan inventor dapat mengubah sebuah barang yang sepertinya tidak berguna menjadi senjata yang mematikan. Vegapunk dapat menjadi contoh peneliti dan inventor yang dapat melakukan itu.
Di sisi yang lain, dia khawatir jika Naruto melakukan penelitiannya di dalam kapal maka kapal ini tidak akan bertahan lama. Sebuah penelitian, apalagi penelitian senjata, dapat menjadi bencana besar jika penelitian itu gagal. Ledakan dan api sudah menjadi hal biasa dalam sebuah penelitian yang gagal. Lagi-lagi Vegapunk dapat menjadi contoh peneliti dan inventor yang sering melakukan itu.
Naruto sepertinya dapat melihat dilema Benn dari raut mukanya. Dengan senyum lebar dia berkata. "Tenang saja, aku tidak akan melakukan penelitian sekarang. Aku tahu apa saja yang dapat terjadi dalam sebuah penelitian. Tunjukkan saja padaku ruangan yang dapat aku pakai sebagai , nanti aku sendiri yang akan mengurusnya. Di pulau selanjutnya aku akan berbelanja alat-alat dan bahan untuk memperkuat agar jika ada jika ada sesuatu buruk terjadi di lab maka efeknya tidak akan menjalar ke bagian kapal yang lain."
Benn menganggukkan kepalanya, dengan seringai kecil dan uluran tangan dia berkata. "Deal."
"Hey! Aku kan kapten kapal ini. Kenapa sekarang jadi kau yang memutuskan Benn?" Shanks memprotes dari sebelah Benn.
"Oh.. Apa kau mau menolak tawaran Naruto?" Kata Benn sambil melirik Shanks.
"Er… Emm… Dahahahaha.. Tentu saja tidak! Deal!" Kata Shanks sambil tertawa dan mengacungkan kedua jempolnya pada Naruto. Kelima orang lainnya hanya memandang Shanks dengan tatapan kosong.
Shanks yang menyadari bahwa dia telah mempermalukan dirinya sendiri dihadapan kru kapalnya segera menyelamatkan mukanya dengan mengalihkan pembicaraan.
"Bagaimana denganmu Zabuza? Apakah kau dan Haku-chan mau menjadi kru kapalku atau kau turun di pulau berikutnya?"
Zabuza memiringkan kepalanya kemudian memandang Haku. "Bagaimana menurutmu Haku?"
"Hmm.. Mengelilingi empat lautan di planet ini, berkunjung ke pulau-pulau lainnya dan mengunjungi tempat baru sepertinya sangat menarik, Zabuza-sama." Haku berkata dengan mata menerawang jauh. Sambil tersenyum manis dia berkata. "Aku ingin bergabung dengan Shanks, Zabuza-sama."
"Haku… Kau sadar bahwa menjadi bajak laut lebih berbahaya daripada menjadi Bounty Hunter kan?" kata Zabuza sambil mengangkat sebelah alisnya.
"Tentu saja aku tahu Zabuza-sama. Tapi jika nanti kita harus bertarung, kita akan bertarung bersama kru lainnya bukan?"
"Bagaimana dengan bounty yang bisa melekat di kepalamu."
Haku mendekati Zabuza, dengan senyum yang sangat manis dia berbisik. "Zabuza-sama, kau juga tahu cepat atau lambat aku juga akan mendapat bounty. Kau sendiri sudah mempunyai bounty bukan?".
Zabuza bergumam dan mengeluh dengan suara kecil. Dia heran dengan cara Pemerintah Dunia dan Marine bekerja. Bagaimana mungkin dia yang memberantas para kriminal untuk mereka malah mendapatkan bounty di kepalanya.
"Tapi untuk lebih menenangkanmu, Zabuza-sama. Aku akan memakai topengku jika kita sedang melakukan pekerjaan kita."
Zabuza dan Haku saling memandang selama beberapa saat sebelum Zabuza mengalihkan perhatiannya kembali ke Shanks.
"Baiklah Shanks, aku dan Haku juga akan bergabung denganmu. Tapi untuk bergabung denganmu aku juga mau mengajukan syarat yang sama dengan syarat pertama Naruto."
"Deal." Kata Shanks sambil menjabat tangan Zabuza.
"Baiklah.. Karena kalian memutuskan untuk menjadi kru kapalku. Aku ucapkan selamat bergabung dengan bajak laut rambut merah."Shanks berkata pada lima krunya dengan cengiran lebar pada wajahnya.
"Hal pertama yang harus kita lakukan sekarang adalah mencari nama untuk kapal ini. Karena kapal ini sekarang menjadi kapal kita, sudah seharusnya kita mengganti nama kapal ini. Saint Birtching? Bagiku ini terdengar seperti Saint Bitching." Mata kanan Shanks berkedut ketika dia mengatakan nama kapal yang saat ini dinaikinya. Nama kapal ini harus segera diganti! Jika tidak, bajak laut rambut merah akan menjadi bahan tertawaan semua orang.
Selama beberapa menit kemudian, keenam bajak laut rambut merah terlibat perdebatan seru dalam memberikan nama untuk kapal mereka. Keenam kru bajak laut rambut merah saling melempar ide yang mereka pikir dapat digunakan untuk menamai kapal pertama mereka. Akhirnya setelah berdiskusi selama kurang lebih 15 menit, Naruto memberikan ide nama yang menurutnya cocok digunakan pada kapal mereka.
Pada awalnya, Naruto ingin mengajukan nama Susanoo sebagai nama kapal ini. Namun, karena nama Susanoo telah dia pakai sebagai nama jurusnya maka Naruto mengajukan nama dewa laut lainnya yang pernah dia baca di sebuah buku di perpustakaan kerajaan Uzushio.
"Bagaimana dengan Poseidon?"
""Poseidon?"" Kelima orang bajak laut rambut merah lainnya bertanya bersama-sama.
"Um." Naruto mengangguk. "Sebenarnya aku ingin mengajukan nama Susanoo, Dewa Laut dan Badai. Tapi, nama itu sudah aku gunakan sebagai nama jurusku. Karena aku tidak mungkin mengajukan nama jurusku sebagai nama kapal ini, aku mengajukan nama dewa laut lainnya, yaitu Poseidon. Menurut buku yang pernah aku baca, Poseidon adalah dewa yang menguasai seluruh lautan dan isinya. Jika kita berlayar sebagai bajak laut di'lautan', sudah sewajarnya kita melakukannya seperti laut yang sedang mengamuk."
"Dewa Lautan Poseidon… Rasanya aku tidak pernah mendengar nama itu di perpustakaan Ohara." Robin bergumam.
"Oh, benarkah? Mungkin buku yang memberi nama itu telah hilang oleh ditelan jaman. Atau mungkin perpustakaan Ohara memang tidak mengoleksi buku itu, karena menurutku itu hanyalah buku dongeng tak berguna untuk anak kecil." Naruto melirikkan matanya ke atas sambil mengingat-ingat.
"Aku menemukan nama itu di sebuah buku dongeng yang sangat kuno, di bagian paling dalam perpustakaan di istana Uzushio. Setahuku para pustakawan di sana tidak pernah menyentuh buku itu. Buku itu seolah.. terlupakan. Aku sendiri menemukan buku itu secara tak sengaja. Aku rasa mayoritas pustakawan di sana tidak pernah menganggap buku itu sebagai sesuatu yang penting, jika kondisinya yang sangat berdebu dapat dijadikan sebagai patokan. Aku hanya menganggap cerita di buku itu hanya dongeng belaka karena terlalu banyak cerita yang berbeda dengan fakta sekarang."
Robin menganggukkan kepalanya. "Hmm, mungkin saja. Mungkin koleksi buku itu telah hilang di masa lampau, atau pustakawan Ohara menganggap buku itu tidak penting dan menyingkirkannya dari koleksi." atau buku itu telah dilarang oleh pemerintah dunia, seperti kemampuan membaca poneglyph. "Yang aku tahu, dari buku yang pernah aku baca di Pohon Pengetahuan, penguasa lautan adalah-"
"Neptunus. Ya, aku juga tahu." Naruto mengangguk. "Seperti yang aku katakan tadi Robin-chan, itu hanya dongeng." Kata Naruto sambil mengangkat bahunya dan berkata dengan suara lembut.
Robin hanya mengangguk kecil atas jawaban Naruto.
Naruto yang melihat Robin mengakhiri perdebatan mereka segera bertanya pada keempat bajak laut rambut merah lainnya. "Jadi? Bagaimana?"
"Hmmm.. Dewa Laut 'Poseidon'? Aku setuju" (Zabuza)
"Boleh juga, sebaiknya kita juga memodifikasi Bowspirit kapal ini agar model kapal ini cocok dengan namanya." (Benn)
"Dewa lautan 'Poseidon'… Aku setuju, semoga saja dengan menamai kapal ini dewa lautan kita dapat terhindar dari berbagai bahaya yang berasal dari dalam lautan." (Haku)
"Aku juga setuju, namanya terlihat historis." (Robin)
"Hmmm… Ok, nama kapal ini adalah 'Poseidon'. Kapal ini akan menguasai seluruh lautan di planet ini." Kata Shanks dengan lebar di wajahnya. "Baiklah, selain menamai kapal ini kita juga harus membuat Jolly Roger! Setiap bajak laut harus punya Jolly Rogernya sendiri. Apa kalian ada ide?"
Kejadian itu pun kembali terulang. Keenam bajak laut rambut merah kembali terlibat perdebatan dalam memberikan gambaran Jolly Roger versi mereka.
"Aku rasa sebaiknya kita memakai Jolly Roger biasa saja. Dengan begitu kita dapat lebih mudah untuk membaur dengan bajak laut lainnya." Zabuza berkata pada kelima anggota lainnya.
"Aku setuju dengan Zabuza, dengan menggunakan Jolly roger biasa kita dapat lebih mudah membaur dengan bajak laut lainnya. Kita ini hanyalah bajak laut yang baru terbentuk, aku merasa sebaiknya kita tidak terlalu menonjol dulu. Bukankah kita masih bisa mengganti Jolly Roger kelompok kita di masa depan?" Naruto berkata sambil menatap kelima nakamanya secara bergantian.
"Hmm.. Aku setuju denganmu Naruto. Walaupun kekuatan individu kelompok kita cukup destruktif, tetap saja kita hanyalah kelompok bajak laut baru dengan anggota yang kecil. Sebaiknya kita tidak terlalu menonjolkan diri kita."
Benn menghela nafasnya. "Kita akui saja, pada pertarungan tadi pagi kita sudah cukup kewalahan ketika kita menghadapi hanya satu kapal Marine. Bagaimana jika kita dikepung lebih dari satu kapal? Jangan lupa, West Blue menjadi laut paling berbahaya diantara empat Blue lainnya karena para bajak laut dan kriminal dari lautan ini termasuk yang paling kuat dan kejam." Melihat wajah khawatir Haku dan Robin Benn menenangkan keduanya. "Tenang saja, mungkin ketika kalian menguasai Haki kita mulai dapat menonjolkan diri kita diantara bajak laut di West Blue."
"Hmm…. Aku juga berpikiran sama dengan kalian." Shanks mengangguk. "Baiklah, Jolly Roger Bajak Laut Rambut Merah hanya tengkorak merah dengan 2 pedang melintang di belakangnya."
Shanks kemudian menepuk kepalan tangan kanannya ke telapak tangan kirinya. Dia baru saja teringat hal yang tidak kalah penting dalam sebuah kelompok bajak laut. "Ah, ya. Hampir saja aku terlupa. Bagaimana dengan peran kita dikapal ini? Aku sebagai kapten, Benn sebagai first mate, Naruto sebagai.. ehh.. Peneliti? Bagaimana dengan Robin, Haku-chan dan Zabuza?"
"Aku juga akan menjadi peneliti.. dan arkeolog." Robin berkata sambil mengacungkan tangannya.
"Robin-chann… Kau ingin membantuku? Aku terharu sekali.. Kau bersedia menjadi asisten dan kelinci percobaanku." naruto berkata sambil seakan-akan menyeka air mata palsunya.
Robin yang mendengar ini membelalakkan matanya. "Kelinci percobaan? Shanks-san aku berubah pikiran, aku tidak mau menjadi peneliti."
Naruto yang mendengar Robin menjadi panik segera tertawa. "Hahaha.. Tenang saja Robin-chan. Aku tidak bereksperimen pada manusia. Tapi mungkin nanti aku akan meminta bantuanmu untuk mencoba beberapa alat yang aku ciptakan."
Robin yang masih terlihat curiga pada Naruto hanya menganggukkan kepalanya namun tidak berkata apa-apa. Hanya saja, pandangan mata Robin seakan berkata 'kalau kau mencoba memberi barang yang aneh padaku, kau akan menyesal'.
"Aku akan menjadi chef kapal ini. Walaupun masakanku tidak seperti chef pada restoran-restoran, tapi aku cukup yakin dengan kemampuanku. Selain itu, sudah lama aku ingin mempunyai dapurku sendiri. Hidup nomaden sebagai bounty hunter membuatku tak pernah berkesempatan mempunyai dapur sendiri." Kata Haku dengan mata yang seperti berbintang.
Haku kemudian memalingkan pandangannya ke arah robin. "Robin-chan, bagaimana kalau kau membantuku di dapur? Aku dapat mengajarkanmu beberapa masakan yang pernah aku temui selama aku menjadi Bounty Hunter, selain itu aku juga bisa mempunyai teman bicara ketika memasak."
Robin mengangguk. "Um.. Aku akan membantumu Haku-nee-chan. Kebetulan aku juga mempunyai cukup pengalaman bekerja di dapur.. walaupun itu bukan memasak." Robin mengatakan kalimat terakhirnya dengan suara yang sangat pelan.
"Ok.. Bagaimana denganmu Zabuza?" Shanks bertanya pada Zabuza yang belum menentukan perannya di kapal ini.
"Hmm.. Bagaimana dengan navigasi? Walaupun aku tidak terlalu menguasai ilmu navigasi paling tidak aku bisa mempelajarinya dengan cara mempraktekkannya langsung." Kata Zabuza pada Shanks. Zabuza pernah mempelajari ilmu navigasi ketika dia masih mengembara sendirian, tapi karena waktu itu dia tidak terlalu tertarik dengan ilmu navigasi maka dia tidak pernah benar-benar cabang menguasai ilmu itu.
"Hmmm.. Bagaimana kalau kau bekerja bersama Benn seperti tadi? Kalian berdua bisa sama-sama ada salahnya mempelajari banyak kemampuan bukan?" Shanks kemudian mengalihkan perhatiannya pada Naruto, Robin dan Haku. "Ini juga berlaku untuk kalian bertiga." Ketiganya menganggukkan kepala mereka tanda mereka mengerti.
"Sebelum kalian kembali ke pekerjaan kalian aku ingin bertanya kapan kalian siap untuk berlatih Haki? Naruto, butuh berapa lama lagi agar kau kembali ke keadaan sempurnamu?" Shanks bertanya pada Naruto karena pada saat ini keadaan Naruto lah yang paling parah di antara semua kru bajak laut rambut merah.
Naruto mengerutkan keningnya. "Aku rasa aku tidak membutuhkan waktu lama untuk memulihkan badanku. Sehari saja sudah cukup. Besok pagi aku akan kembali berlatih dan menyiapkan ."
"Baiklah, besok pagi kita akan mulai berlatih Haki. Untuk Zabuza, Haku-chan dan Robin. Kalian akan berlatih Kenbunshoku Haki bersamaku. Sedangkan Naruto, kau akan berlatih Busoshoku Haki bersama Benn. Ada pertanyaan? Tidak?" Merasa tidak ada topik lain yang mendesak untuk dibicarakan mengirim kru kapalnya kembali ke pekerjaan mereka masing-masing. "Baiklah, karena sudah tidak ada topik mendesak yang perlu dibicarakan, kalian dapat kembali ke pekerjaan kalian masing-masing. Robin, kau bantu Naruto kembali ke kamarnya kemudian bantu Haku merapikan kamar yang lain."
Kelima kru bajak laut Rambut Merah kembali ke kegiatannya semula, kecuali Naruto yang kembali ke kamarnya untuk beristirahat.
Chapter 6 : Keputusan - End
Author Note.
* Cerita ini karangan pertamaku. Kalau jelek, ya penulis nyadar, namanya juga newbie, tolong jangan di flame ya. Kalo kritik yang membangun atau ada ide yang ingin ditambahkan, silahkan tulis di review.
* Penulis meminta maaf atas keterlambatan dalam update. Chapter ini sepertinya terlalu banyak untuk dijadikan 1 chapter sehingga di pecah menjadi 2 chapter. Selain itu penulis juga kembali menemui 'writer block' sehingga membuat tanggal update mundur. Sekali lagi, penulis meminta maaf.
* Penulis sangat berterima kasih kepada pembaca yang mau meluangkan waktunya untuk membaca serta me-review cerita penulis. Bagi pembaca yang telah menunjukkan beberapa kesalahan pada chapter-chapter sebelumnya penulis ucapkan banyak terima kasih.
Dimenstorm - Out
