Halo semua! Maaf ya, saya updatenya lama banget... nyaris setahun, yah... something banget... salahkanlah kesibukan yang melanda saya belakangan ini... makanya, mumpung sempat, saya update sekarang... dan maaf ya, kalo misalkan gaya tulisan saya jadi agak beda... beda banget malah!

Oiya. Lupa. DON'T LIKE? DON'T READ! artinya, kalo ngerasa nggak suka sama fic ini, tinggalin aja. Tapi kalo yang penasaran, Happy Reading, ya!

.


.

Naruto Masashi Kishimoto
Fairly Odd Parents punyanya Nickelodeon

Rated: K+

Genre: Fantasy/Family

Warning: Kayaknya OOC, nggak pake plot, mungkin ada typo(s), aneh, abal, ide pasaran, bahasa tidak baku, authornya newbie, alur yang kayaknya berantakan, EYD banyak yang salah, dan yang lainnya. Buat fans-nya Gaara, maaf ya disini aku bikin dia rada lebay.

Summary: —Gue galau gara-gara Gaara!" "Ya galau gara-gara apa?" Jadi? Siapa yang galau dan gara-gara apa galaunya? Gara gara gara?

.


.

Chapter sebelumnya...

"Jika kau mau, akan kuberikan, Naru.." terdengar suara seseorang dari belakang Naruko. Betapa terkejutnya Naruko saat berbalik dan melihat sosok itu. Siapa sih, dia? Kok Naruko sampe kaget gitu, sih?

.


.

"K-ka-kamu—" kata Naruko agak terbata-bata sambil menunjuk sumber suara itu. "Iya! Ini aku, beibih(?)..." balas suara itu dengan nada menggoda. Oh... sungguh bikin illfeel! Jangankan Naruko, yang ngetiknya aja udah rada mual, nih!

"Kamu—" Naruko berkata lagi, "kita kenal, yah?" Naruko bertanya dengan tampang watados dan JLEB! Dalem, Nar... dalem banget...

"Kejam sekali kau... tidak mengingatku... baiklah... kuperkenalkan diriku yang menawan ini—" seseorang—atau apaan, yah? Kalo peri seseorang apa sebuah apa sesuatu, yah?— atau apalah itu, kini mulai memperkenalkan dirinya. "—akulah! Gaara Kazekage!" kata sesuatu itu yang diketahui bernama Gaara itu berkata sambil menyerahkan mawar—entah darimana datangnya— kepada Naruko.

"Gaara mana, yah?" respon Naruko sok nggak kenal. Karena emang Naruko nggak ingin, kenal sejak awal! Dan dari jawaban Naruko tadi, sukses bikin Gaara nepok jidatnya.

.


.

My Parents is Fairy
Created by: Devangel Heavaell

-Chapter 6(Siapa Gaara? Cari Sasuke, Yuk!)-

.


.

"Naruko! Dia siapa, Nar?" tanya Naruto yang entah sejak kapan sudah bangun dari tidurnya.

"Ah! Naruto, kita pergi aja dari sini, yuk! Kita ke rumahku..." kata Naruko mengalihkan pembicaraan. Asli, deh... Naruko paling males kalo udah ngobrolin Gaara. Mendingan ngobrolin per-yaoi-yuri-fujoshi-an di , dah!—promosi dikit—

"O-oke..." balas Naruto yang nggak tau mau komentar apa lagi. Walau sebenernya dia rada bingung juga, sih...

"Hahh... Naruko... kau meninggalkanku lagi..."

Dan Gaara pun ditinggal 2Naru(?). Sendirian di kamarnya Naruto. Oh... betapa malangnya kau, Gaara...

.


.

Di dunia peri, di rumah Naruko-Sasuke, atau lebih tepatnya di kamar Naruko.

Yap! Disinilah mereka, di kamarnya Namikaze Naruko. Kamar seorang cewek yang lumayan rapi. Bernuansa cerah, banyak pernak-pernik yang lucu-lucu, banyak boneka yang unyu-unyu, dan yang lainnya. Kini, Naruko sedang tiduran di kasurnya sambil memeluk boneka sapinya. Sedangkan Naruto, dia duduk di... apaan, yah... dibilang kursi, bukan kursi. Dibilang sofa, bukan sofa juga. Dibilang boneka juga... bukan. Ah pokoknya itulah! Benda empuk-empuk gede kayak boneka yang bisa didudukin.

"Hey... Naruko..." kata Naruto membuka pembicaraan. Maksudnya, sih... buat ngehibur Naruko yang kayaknya lagi galau gara-gara Gaara tadi.

"Ada apa, Naruto?" tanya Naruko yang masih tiduran sambil meluk sapi(?) dengan pandangan kosong yang mengarah ke langit-langit kamarnya yang cukup tinggi.

"Kamu kenapa?" Naruto balik bertanya.

"I feel so blue like G10..." jawab Naruko gak jelas. Hah? G10? Apaan, tuh? Karena penasaran, Naruto pun bertanya lagi. "G10 apaan?"

"Gue galau-galau gila gundah gulana gimana-gimana gitu guys..." Naruko menjawabnya sambil memejamkan matanya tidak lupa dengan nada-nada suara seperti orang yang lagi galau berat. 'Ooh... Naruko lagi galau ternyata...'

Dan... G10? Istilah dari mana itu? Kok kesannya... apa banget gitu... so something tau nggak...

"Galau kenapa, Naruko?" Naruto nanya lagi. Ni anak banyak nanya banget, ya?

"Gara-gara Gaaraaa!" jawab Naruko dengan nada yang agak meninggi kayak anak labil yang lagi frustasi. Hah? Gara gara gara? Ya gara-gara apa?

"Ya gara-gara apa?"

"Ya gara-gara Gaara!"

"Iya... tapi gara-gara apa?"

"Gue galau gara-gara Gaara!"

"Ya galau gara-gara apa?"

Dan habislah kesabaran Naruko sekarang ini... "Gue. Galau. Gara-gara. Kazekage Gaara." Naruko menjawab sambil agak-agak gitudeh. Maklumlah, dari galau jadi labil.

"Oh... gara-gara Gaara..." pada akhirnya, Naruto pun sadar bahwa dari tiga kata gara itu ada gara nama orang.

"Hey! Emangnya Gaara siapanya kamu? Kok cuma ketemu aja malah bikin kamu jadi kayak anak ababil gini, sih?" Naruto bertanya lagi.

"Gaara itu... cowok nyebelin yang dari dulu sebenernya gak penah mau aku kenal!" jawab Naruko yang labilnya udah mulai ilang.

"Kalo kamu nggak keberatan... kamu boleh cerita kok, Naruko..." tawar Naruto yang sebenernya penasaran juga...

"Janji gak akan bilang siapa-siapa?" tanya Naruko sambil menatap Naruto. Oh iya! Naruko masih meluk-meluk sapi, yah!

"Tenang aja... rahasia Anda, aman pada saya..." jawab Naruto memakai ciri khas guru BP di sekolahnya.

"Oke... jadi gini ceritanya..."

.


.

Flashback

Hari itu, Naruko masih berumur 13 tahun. Masih pelajar SMP. Dia duduk di bangku kelas 9. Naruko sekelas dengan Sasuke dan Gaara. Mereka bertiga adalah sahabat baik.

Walaupun sahabat, sebenarnya Gaara nyimpen hati sama Naruko alias dia suka dalam artian cinta sebagai pacar sama Naruko. Karena takut Naruko menjauhinya, Gaara pun memendam rasa cintanya dalam-dalam.

Namun ternyata Sasuke, sahabatnya sendiri telah lebih dulu menyatakan cintanya pada Naruko dan ternyata diterima! Hal itu sebenarnya membuat Gaara... jealous...

Setelah Sasuke-Naruko jadian...

"Selamat ya, kalian udah jadian..." kata Gaara dengan senyum di wajahnya. Padahal dalam hati, sih... dia tuh udah dongkol banget! Gereget pengen bejek-bejek si Sasuke!

"Makasih ya, Gaara!" Naruko berkata dengan senyum yang terkembang di wajahnya. Membuat Gaara iri sama Sasuke... kenapa harus Sasuke yang selalu dapat senyum seperti itu dari Naruko? Kenapa bukan dia? Kenapaa?

"Sama-sama, Naruko..."

Maka sejak saat itu, Gaara bersumpah. Bagaimanapun caranya, dia harus bisa membuat Naruko menjadi miliknya seorang. Sumpah Gaara itu dia beritahukan pada Naruko. Walaupun sukses bikin Naruko sweatdrop gara-gara itu. Namun ternyata, sumpah Gaara itu benar! Sampai sekarang, Gaara masih terus saja mencari cara bagaimana agak Naruko dan Sasuke berpisah. Dan membuat Naruko menjadi miliknya seorang.

End of Flashback

.


.

"Oh ternyata begitu... pantes aja kamu jadi galau gara-gara Gaara..." komentar Naruto setelah mendengar curhatannya Naruko yang mungkin bisa dibilang agak lebay itu.

"Iya... jadi gimana ini, Naruto? Aku harus gimanaa? Aku udah males liat Gaara lagi! Huaaaaa!" dan Naruko pun mendadak jadi labil lagi.

"Umm... e-eto... aduh... gimana, yah... err... gimana kalo kita cari Sasuke aja? Siapa tau dia punya solusinya?" saran Naruto yang kayaknya udah mulai nggak tahan sama Naruko yang labil.

"Iya juga, yah... kalo gitu kita cari Sasuke aja, yah!" Naruko yang setuju dengan usulan Naruto pun mengangkat tongkat sihirnya dan...

SRIIIING!

Mereka pun secara tiba-tiba ada di kamar Naruto lagi. Kalo tadi di kamar Naruko, sekarang pindah ke kamarnya Naruto.

"Kok kesini lagi sih, Naruuuu?" protes Naruto yang udah ada feeling gak enak di rumah ini. Kayaknya Sakura masih ada disini, ya?

"Soalnya feeling aku bilang kalo Sasuke ada di sekitar sini... tapi dimana, ya..." gumam Naruko agak mengabaikan protesnya Naruto.

"Iya! Tapi feeling aku bilang kalo Sasuke ada di dunia peri dan feeling aku juga bilang kalo disini berbahaya, Naruko!" Naruto protes lagi. Dia udah keringet dingin! Lho kok? Iya! Dia udah ngebayangin dia yang disiksa sama Sakura kalo dia tetep aja disini.

"O-oke... kita cari Sasuke..." Naruko pun menyerah. Mengangkat tongkat sihirnya lagi dan...

SRIIIIIING!

Mereka pun kembali lagi ke dunia peri. Ke rumahnya Naruko-Sasuke.

.


.

Sementara itu, di tempat yang berbeda... Sasuke sedang... duh apaan, yah... umm... ngapain sih ituuuu! Sebenernya sih, simpel aja, yah... Sasuke cuman lagi jongkok di pinggir kolam kecil yang ada di tengah taman depan rumahnya sendiri. Lah kalo gitu ngapain ya, pake diceritain panjang-panjang segala? Oke! Dan apa yang dilakukan Sasuke dengan jongkok di pinggir kolam itu? Ya... ngapain lagi kalo bukan menenangkan pikiran? Ya... sebenernya nenangin pikiran dengan cara kayak gini tuh... rada-rada salah. Secara, biasanya orang-orang itu nenangin pikiran dengan tidur, dengerin musik, teriak-teriak(?), nangis, dan sebagainya. Tapi nggak gini juga! Bukan jongkok di pinggir kolam kayak orang lagi... gimana-gimanaaa gitu. sepertinya ada banyak sekali ikan kecil yang berwarna biru dan oranye, juga beberapa bunga teratai hitam. Taman aneh yang indah.

"Haahh..." Sasuke menghela nafas sambil memperhatikan ikan-ikan kecil yang asik berenang-renang di kolam yang ada di depannya. 'Asik banget ya, jadi ikan... seneeeng aja di dalem kolam... renaaaang aja tiap waktu...' pikir Sasuke agak... ngawur...

Sasuke masih memperhatikan ikan-ikan oranye-biru yang kayaknya lagi main di sekeliling teratai hitam. "Naruto sama Naruko lagi pada ngapain, yah..." gumam Sasuke kayak orang abis ditinggal pergi sama pacarnya. Tapi emang bener juga, sih... Sasuke kan sekarang lagi ditinggalin tunangan sama anaknya. Iya nggak?

Okeh. Sambil nungguin Sasuke nggak galau lagi, gimana kalo kita liat Sakura lagi ngapain?

.


.

Sakura POV

Sekarang ini, gue lagi duduk. Selain duduk, ya gue napas. Selain itu? Ya gue berkedip(?). Selain itu semua? Oke! Gue lagi mikir. Dimana Naruto sekarang? Ini udah malem! Dan... masa Naruto masih belum juga dirumah? Galak-galak gini, gue babysitter yang baik. Lagian, babysitter mana yang nggak panik kalo anak asuhnya belom dirumah malem-malem gini? Kecuali kalo babysitter itu sakit jiwa.

Tapi!

Gue nggak gila. Gue, Sakura Haruno, nggak gila. Sekali lagi, GUE NGGAK GILA! Gue cuma kekurangan pemuas. Lagian gue cuma jail, sadis dan kejamnya ke Naruto doang! Nggak ke yang lain! Soalnya... nggak tau kenapa, gue ini... nggak ada rasa seneng kalo ngejailin orang! Selain Naruto.

Sekejam-kejamnya gue, gue nggak pernah bisa ngelampiasin kekeselan gue ke sembarang orang! Gini-gini juga gue cewek! Gue punya hati! Gue... gue... gue... gue juga punya cinta...

Duh... si Naruto... sekarang dia lagi dimana, sih? Gue pun ngeliat hape bebe(?) merah gue... siapa tau Naruto ngasih tau gue kalo dia pulang rada malem buat kerja kelompok sama temennya. Tapi ternyata... nggak ada. Lampu bebe gue nggak ngedip-ngedip merah kayak biasa kalo ada sms, mention, BBM, miss-call, ato apapun yang berhubungan sama gue. Hape bebe merah itu nggak ada apa-apanya. Nggak ada yang ngehubungin gue.

Well, saking paniknya gue, gue sampe nggak nyadar kalo Naruto nggak tau nomer hape gue dan gue juga nggak yakin apa gue punya nomer hape Naruto dan gue nggak yakin juga kalo Naruto punya hape. Tapi... kalopun Naruto punya hape juga... hapenya pasti ditinggal, kan? Kemaren gue baca di internet kalo sekolahnya Naruto ngelarang murid-muridnya bawa hape. Che!

"Haaaahhh..."

Gue menghela nafas... ngeyakinin diri gue kalo Naruto baik-baik aja sekarang.

Ah udahlah... ntar juga dia pulang sendiri kalo lapar(?)...

Dan tanpa sadar, gue baru aja nyamain Naruto sama kucing gue dirumah yang suka kabur-kabur dan cuma bakalan pulang kalo laper aja. Dan gue... juga nggak mikirin kalo Naruto laper, ntar dia makan apa? Gue kan nggak bisa masak?

End Sakura POV

Yaudah! Kita tinggalin aja Sakura karena sesudah ini, bakalan ngebosenin. Sakuranya mau tidur kayaknya...

.


.

Udah ini... kita liat 2Naru, yuk! Kita liat gimana perjuangan mereka nyariin Sasuke yang ternyata lagi menggalau di pinggir kolam ikan rumahnya Naruko-Sasuke.

Naruto POV

Ya ampun... Sasuke kemana, sih? Bikin ribet! Elo tuh bikin gue sakit jiwak, tau nggak? Yah... kayaknya itulah kata-kata yang pas dari gue buat Sasuke. Bikin sakit jiwak!

Barengan sama tunangannya Sasuke—Naruko—, aku nyariin Sasuke di dalem rumahnya Naruko-Sasuke.

Mau tau gimana perjuangan kami nyariin Sasuke? Kita liat setelah ini!

.


.

Oke. Pasti pada tau kan, kalo rumahnya Naruko-Sasuke itu keliatannya biasa padahal luaaaaaaaaas banget? Nah buat nyariin Sasuke, artinya aku sama Naruko harus keliling-keliling rumah! Duh... ngebayanginnya aja udah capek banget apalagi kalo dilakuin, ya?

Daripada banyak omong lagi, mari kita mulai pencarian Sasuke yang hilang!

.

Ruangan 1: Lantai 1, Ruang Tamu.

"Di ruang tamu ini kayaknya nggak ada apa-apa ya, Naruko?" kataku ke Naruko yang lagi sibuk nyariin Sasuke di kolong kursi.

"Ada, lah! Disini tuh ada kursi, meja, vas bunga—"

"Maksudnya... nggak ada siapa-siapa ya, kayak ruangan-ruangan lain yang maid-maidnya bolak-balik terus daritadi..."

"Oh itu... soalnya ruangan ini agak pribadi gitu, yah... khusus nerima tamu gitu, walaupun kamu sendiri tau, lah... jarang banget ada tamu yang mau dateng ke rumah aneh macam gini. Kalopun ada, yah... suka datang tiba-tiba! Tiba-tiba ada di kamar, di ruang makan, pokoknya dimana-mana!" Naruko ngejelasin sambil sekarang nyariin Sasuke ke dalem vas bunga kecil yang ada di tengah meja yang meja itu ada di tengah-tengah ruangan ini. Dikelilingin sama kursi-kursi yang kayaknya nyaman banget buat didudukin.

"Oh gituya..." balesku sambil liatin hal aneh yang dilakuin Naruko. Ya yang tadi. Nyariin Sasuke ke dalem vas bunga. Nggak aneh gimana, coba? Masa Sasuke yang segitu gedenya bisa masuk ke vas bunga yang malahan pergelangan tangan aja nggak bakalan bisa masuk saking kecilnya! Ckckck... dasar... walaupun fic ini genre-nya fantasy, tapi nggak segitunya juga, lagi...

"Disini nggak ada Sasuke, kita cari ke tempat lain..." kata Naruko bikin aku sadar dari lamunanku tadi.

"Okee!"

.

Ruangan 2: Lantai 1, Ruang Keluarga(?)

Ruangan Keluarga ini masih nggak ada apa-apa. Nggak ada maid yang jalan-jalan satu orangpun. 'Itu babu segitu banyaknya... masa nggak ada yang jagain ruang ini sama sekali? Ngapain kerjaannya itu para babu, ya?' pikirku sambil ngeliatin ruangan ini.

Ini ruangan kayaknya nyaman, ya? Ada televisi 50 inch, perapian, sofa yang kayaknya empuuuk banget, ruangan ini dilapisin sama karpet yang warnanya merah tua, diterangin sama cahaya anget-anget dari perapian, ditambah lagi ada dispenser! Kayaknya kalo-kalo mau minum apaa gitu udah instant, banget dah! Ada kulkas juga! Mantap! Ruangan idaman... coba aja kamarku kayak gini, Sakura pastinya nggak bakalan pergi kemana-mana! Di kamarku aja terus... lumanyan buat ngurung dia disini, kan? Jadinya dia nggak bakalan ngejer aku lagi! Nyahahahaa!

Aku liatin Naruko... dia serius banget nyariin Sasuke. Tapi... ya sekali lagi, walaupun fic ini genre-nya fantasy, nggak segitunya juga, lagi! Nyariin Sasuke nggak perlu sampe ngeliatin ke debu-debu bekas di perapian, bawah karpet, dalem sofa, dalem kulkas, coba? Emangnya Sasuke se-stress itu apa sampe ngurung diri di kulkas sendirian? Cuma orang sakit jiwa yang mau pundung ke dalem kulkas! Dan kayaknya Sasuke nggak mungkin masuk ke dalam golongan orang-orang yang sakit jiwa itu, kan?

"NARUTO! Bantu nyariin, kenapa sih?" Naruko mulai protes gara-gara frustasi.

"Disini kayaknya nggak ada Sasuke. Kita cari ke tempat lain!" saranku supaya Naruko nggak begitu frustasi. Kami pun ninggalin ruang keluarga dan pindah ke ruangan lain buat nyariin Sasuke.

.

Ruangan 3: Lantai 1, Ruang Musik

Beneran, deh! Ini rumah... komplit banget! Ada ruang musiknya segala! Dan di ruangan ini... ada beeerbagai jenis alat musik yang berbeda! Ada biola, cello, harpa, piano, gitar, drum, seruling, sampaaaai ada gong, angklung, bahkan kecrekan yang biasa dipake penyanyi jalanan aja ada disini! Juga disini, ada partitur lagu yang guedeeee banget! Nggak tau buat apa, yang jelas ditempel di salah satu tembok.

Ruangan ini dilapis sama karpet krem kedap suara. Kayaknya biar kalo ada yang main musik tapi nggak nyaman di kuping, nggak begitu menggangu. Kedap suara ini.

Beda dari yang tadi, kali ini aku ngebantuin Naruko buat nyariin Sasuke. Aku nyariinnya di tempat-tempat yang normal aja, kayak di bawah piano, belakang tirai, ya macam-macam itulah... nggak kayak Naruko yang nyariinnya ke dalem drum, ke lubang yang biasa ada di gitar itu? Sukurnya Naruko nggak nyariin ke dalem mic yang ada di ruangan mirip kayak ruangan buat konser itu.

"Naruko! Kayaknya disini nggak ada Sasuke, deh!" kata aku yang udah nyerah nyariin Sasuke. Walopun baru 3 ruangan, tapi lumayan nguras tenaga, loh! Satu ruangan aja luasnya luar biasa! Ditambah sama nyariin ke pojokan-pojokannya... hahh... kerja menguras tenaga namanya!

"Yaudah... kita cariin Sasuke ke ruangan yang lain aja..." saran Naruko yang kayaknya sama kayak aku. Udah capek walopun daritadi Naruko terbang. Nggak jalan kayak aku.

.

Ruangan 4: Lantai 2, Kamar Sasuke

Ada yang mau nanya kenapa di lantai satu cuma ngejelajah 3 ruangan aja? Kenapa langsung ke lantai 2? Jawabannya sih, sederhana aja. Karena semua ruangan di lantai 1—kecuali 3 ruangan tadi— ada maid-nya. Ada yang jagain. Berhubung Naruko udah nge-broadcast(?) pengumumannya yang kalo liat Sasuke kasih tau dia, jadi Naruko nggak usah nyariin Sasuke ke ruangan lain lagi.

Dan di lantai 2 ini, kita cari Sasuke di kamarnya sendiri.

Kami nyariin Sasuke sampe ke pojok-pojok terkecil kamar Sasuke. Oiya, kamar Sasuke ini bisa dibilang kamar yang cowok banget. Nuansanya gelap. Dindingnya aja dilapis karpet biru tua, lantainya juga. Kasurnya, kasur king size yang pake bedcover biru-hitam, ada sedikit corak-corak merah di ujung-ujung bedcovernya. Disana juga ada lemari gede buat baju, rak gede yang isinya buku—padahal di rumah ini kan ada mini perpusnya—, di ruangan itu ada 3 pintu. Satu pintu buat keluar-masuk ruangan, satu pintu buat ke kamar mandi pribadi ruangan itu, satu pintu lagi buat ke balkon.

Pintu yang ke balkon itu pintu yang kayak jendela gede. Soalnya pake kaca, di dalemnya cuma pake tirai biru aja.

Aku sama Naruko nyariin Sasuke, bener-bener sampe pojokan terkecil. Kami nyari mulai dari kolong kasur, dalem lemari, kamar mandi, balkon, saaaaampe ke kloset saking seriusnya kami nyariin Sasuke.

"Ya ampun! Sasuke kemana sih, sebenernya? Aku udah capek nyariin dia!" Naruko ngeluh sambil narik-narik rambutnya yang dikucir dua itu terus duduk kayak berlutut. Kayaknya Naruko frustasi banget, ya? Sampe segitunya...

"Naruko... gimana kalo kita cariin Sasuke ke halaman depan? Siapa tau dia lagi main-main disana, kita kan langsung masuk aja, nggak lewat depan dulu, kan?" aku ngusulin Naruko buat ke halaman depan. Naruko pun berdiri terus terbang(?), ngangkat tongkat sihirnya dan...

SRIIIIINGG!

Kami pun pergi ke halaman depan dengan sihirnya Naruko.

End Naruto POV

.


.

Sasuke masih jongkok di pinggiran kolam ikan. Masih aja menggalau. Hey Sasuke, jika kau sedang galau, kenapa kau malah jongkok di pinggiran kolam? Karena sesungguhnya, ketika galau senang melanda dirimu, bershowerlah! Oke. Ngaco. Back to fanfic!

Masih dengan posisi orang galau sambil menatap ikan, tiba-tiba...

"HEY! SASUKE!"

"—HUWAAAAAAA!"

JEBUR!

Dan Sasuke pun masuk kolam ikan. Siapa yang sudah membuat Sasuke nyebur ke kolam ikan? Kenapa dengan teganya orang itu ngagetin Sasuke yang sedang galau? Mau tau? Mau tau? Tunggu chapter 7 mendatang!

.


.

To Be Continue

.


.

Yap! Inilah chapter 6 yang sudah ditunggu-tunggu(emang ada yang nunggu?). Sebenernya ini chapter 6 udah siap sejak bulan Juli. Cuman... yah males update juga, sih. Dan sebenernya saya baru mau ngasih chapter 6-nya kalo review udah nyampe 50-an. Tapi karena gak naik-naik, aku update aja sekarang.

Saatnya balas review!

Aoi Cyclid: Haha! Iya. Ho iya! Sakura gitu loh! Ini udah update, makasih reviewnya!

Misa Yagami Hitsugaya*Special Thanks for you, Misa!*: hoho! Iya! 2Naru gituloh! Inu udah update, makasih reviewnya!

Putri Luna: Makasih, ya! Ini saya update, makasih reviewnya!

zee rasetsu: Ini saya update, makasih reviewnya!

yuuchan no haru999: Sudah update! Makasih reviewnya!

*nggak ada namanya*: Emang aneh, sih... makasih reviewnya!

Orange naru: Requestnya mungkin ada di chap 7, tobatnya... gimana ya... udah update, makasih reviewnya!

naomi arai: Emang inspirasinya dari situ, sih... makasih reviewnya!

Guru Besar Innocent: Sudah update, makasih reviewnya!

Noctis 77: Udah update, Noct! Nggak bisa gitu! Walo aku suka fic rated M, tapi aku belom sanggup bikin! Bisa-bisa ini fic jadi gore kalo ratednya M. Makasih reviewnya!

.
.

Balasan review selesai. Hey! Hey! Gimana kalo saya kasih chapter 7 nya kalo review udah nyampe 7 kuadrat lebih? Gimana? Gimana? Mau ya? Mau dong!*maksa*

Oiya, masalah rated... mungkin bakalan naik di chapter 7-9.

Untuk menentukan nasib fic ini kedepannya, review, please?

With Cute Smirks, I'm Devilish Angel. December 7th, 2011