Jadilah Hyungku
.
.
Kibum & Kyuhyun
Sumarry: Kyuhyun mempunyai satu orang Noona namun masih menginginkan seorang hyung. Saat bertemu Kibum, ia menganggap Kibum sebagai hyungnya dan selalu mengikuti kemanapun Kibum pergi. Namun apa yang terjadi jika Kyuhyun mengetahui siapa Kibum sebenarnya?
Chapter 6
Younghwan sudah keluar dari area Genie SHS dengan sedan hitamnya, ia segera menyuruh sekertaris Hwang untuk mengehentikan laju mobilnya saat mendapati Hanna tengah duduk dihalte dekat sekolahan sambil menggendong Saehee. Hanna dan para calon penumpang bus yang ada disana sempat bingung karena ada mobil yang berhenti disana, heey mereka tidak salah halte kan? Tapi sekertaris hwang langsung melajukan mobilnya dan memarkirkannya sedikit dipinggir jalan.
"Tunggulah sebentar" Ucap Younghwan pada sekertaris Hwang sebelum keluar dari mobilnya
Jantung Hanna berpacu sangat cepat mengetahui seseorang yang tengah keluar dari mobil itu, matanya terbelalak dan semakin terkejut ketika Younghwan berjalan mendekatinya.
"Apa kabar Hanna" Mati-matian Younghwan menahan suaranya agar tidak bergetar. Dia juga tidak ada bedanya dengan Hanna yang deg-degan.
"Ba-baik, bagaimana bisa k-kau disini?" Tanya Hanna balik yang tidak bisa menahan kegugupannya.
"Akan kujelaskan nanti, ah kajja" Tanpa babibu Younghwan menarik lengan Hanna dan segera mengajaknya masuk kedalam mobil.
"Turunkan aku diapartementku" Perintah Younghwan pada sekertaris Hwang yang awalnya bingung dengan Sajangnimnya yang membawa wanita asing. Younghwan dan Hanna hanya diam disana, menetralkan jantung mereka yang belum mau tenang. Saehee? Bayi tukang tidur itu ya pasti tidur digendongan maknye.
Setelah beberapa lama, sampailah mereka diapartement Younghwan. Sekertaris Hwang disuruh pulang duluan. Sepertinya Younghwan sedang tidak ingin diganggu. Tanpa menunggu lama, Younghwan dan Hanna masuk kedalam apartement, menidurkan Saehee dikasur setelahnya mereka duduk di sofa ruang tamu apartement mewah tersebut.
"Tempat ini, tempat kita bertemu 18 bulan yang lalu." Ucap Younghwan memecah keheningan disana, lalu menatap Saehee dari pintu yang terbuka "Dia, adalah buktinya" Lanjutnya.
"Younghwan..hiks.." Hanna tak dapat menahan isakannya, jujur dia sangat bahagia sekarang. Tapi apa yang membuatnya bahagia?
"Ssstt..uljima, maafkan aku karena baru bisa menemukanmu sekarang yeobo" Younghwan merengkuh tubuh Hanna yang tengah terisak, dan apa? Dia memanggil Hanna yeobo?
"A-aku sangat bahagia bisa bertemu denganmu Younghwan, aku merindukan suamiku" Jawab Hanna setelah isakannya reda.
"Aku juga merindukan istriku saja kau selama ini hm? Aku mencarimu kemana-mana, tidak tahukah kau aku sangat menghawatirkanmu saat mengetahui kau hamil setelah pertemuan kita 18 bulan yang lalu" Tanya Younghwan dan semakin mempererat pelukannya.
"Aku tidak kemana-mana yeobo" Jawab Hanna, dia tersenyum disana karena Younghwan yang ternyata (masih) suaminya itu peduli padanya, buktinya dia mencarinya selama ini.
"Ah iya, aku sudah bertemu Kibum, dia tumbuh menjadi anak yang sangat tampan dan sopan, pasti kau yang mengajarkannya kan?" Ucap Younghwan menceritakan pertemuannya dengan Kibum pagi tadi.
"Aku tahu, dan aku juga sudah bertemu Kyuhyun, dia sering bermain ke rumah. Sepertinya dia sangat menyukai Kibum, dia menganggapnya hyungnya" Hanna tertawa kecil disana dan Younghwan juga tertawa.
"Kurasa naluri anak kembar memang sangat kuat, seberapa jauh mereka terpisah pasti akan bertemu lagi" Ucap Younghwan, dia melepaskan pelukannya dan menatap Hanna yang wajahnya berubah sendu "Waeyo?"
"Aku memikirkan Kyuhyun, dia bercerita katanya dia jarang diperhatikan, kau yang sibuk bekerja dan Mamanya yang lebih senang dengan Ahra." Ucap Hanna sedih.
"Maafkan aku, kami memang jarang memperhatikannya. Tapi Mamanya tidak seperti itu, dia menyayangi Ahra dan Kyuhyun yeobo" Jawab Younghwan menyesal, tetapi Hanna malah tersenyum.
"Sudahlah, kau bekerja juga untuknya kan. Tapi mulai sekarang lebih perhatikanlah dia, kasihan dia juga jarang sekali makan" Ucap Hanna mencoba menenangkan.
"Arasseo, mulai sekarang kau yang akan memperhatikannya selama aku bekerja" Younghwan tersenyum lebar.
"Aku? Maksudmu?" Hanna bingung.
"Mulai sekarang kau akan merawat anak-anak kita dan tinggal bersamaku" Jawab Younghwan yang hanya ditanggapi Hanna dengan tatapan datarnya saja. "Wa-waeyo? Kenapa kau seperti tidak senang yeobo?" Tanya Younghwan
"Aku tidak bisa, bagaimana dengan istrimu? Belum lagi orangtuamu yang sudah dari awal menolakku sebagai menantunya" Jawab Hanna sedih, masalalu menyakitkan kembali hadir diingatan Hanna.
Masalalu ketika hubungannya dengan Younghwan ditentang orangtuanya karena Younghwan sudah dijodohkan dengan pilihan orangtuanya. Masalalu ketika Younghwan bersikeras akan tetap menikahi Hanna apapun yang terjadi, dan jadilah mereka kawin lari.
"Maafkan aku yeobo, aku lemah pada saat itu. Tapi aku akan membicarakan ini pada mereka. Kau tenang saja ne. Semua akan baik-baik saja" Younghwan mencoba menenangkan Hanna yang sudah terlihat sedih.
"Tapi aku tetap tidak bisa, istrimu pasti tidak akan terima. Belum lagi Kibum,Kyuhyun dan Ahra pasti akan bingung." Ungkap Hanna
"Tenanglah, kita bicarakan ini pelan-pelan. Aku yakin mereka akan mengerti" Younghwan kembali memeluk Hanna "Semua akan baik-baik saja yeobo~" Ucapnya lembut membuat Hanna tenang
"Yeobo" Panggil Hanna
"Ne, ada apa yeobo? Kau ingin sesuatu?" Tanya Younghwan
"Ani" Hanna tertawa kecil "Aku merasa aneh dengan panggilan ini" Lanjutnya yang membuat Younghwan juga tertawa
"Aneh kenapa? Kau kan istriku" Jawab Younghwan menanggapi
"Haha kau benar"
"Oh iya, apa Kibum masih menanyakanku?" Tanya Younghwan membuat senyuman Hanna hilang lagi dan melepaskan pelukannya
"Ani, terakhir dia menanyakannya saat dia masih SMP sebelum Saehee lahir, tetapi aku memarahinya jadinya sejak itu sampai sekarang dia tidak pernah menanyakanmu" Jawab Hanna jujur membuat Younghwan cemberut (ngakak deh bayangin Ayahnya Kyuhyun cemberut kkk)
"Kenapa jahat sekali,eoh? Kau tidak memberitahunya bahkan namaku saja kau tidak menyebutkannya, Aigoo" Protes Younghwan yang hanya di balas gendikan bahu dari Hanna saja
.
.
.
Mansion Cho...
"Ahra.. sayang..Mama pulang~" Sapaan manis terdengar di Mansion mewah tersebut. Ahra yang disebut namanya tadi melongok dipagar pembatas yang ada dilantai dua.
"Mama" Gumam Ahra
"Ahra sayang, apa kau baik-baik saja? Kenapa nekad pulang sendiri,eoh? Mama khawatir tahu" Mama Kyuhyun naik kearah tangga, baru sampai setengah Ahra sudah menyusulnya.
"Mama jangan naik, kita bicara di sofa saja" Ucap Ahra mengerti pasti Mamanya ini lelah akibat perjalanan.
Setelahnya keduanya duduk disofa, Ahra menyenderkan kepalanya manja di bahu sang Mama, dengan lembut Mamanya mangusap rambut wangi Ahra.
"Mianhae, aku merindukan Kyuhyunnie Mama, jadi aku pulang sendiri." Jawab Ahra menjawab pertanyaan Mamanya tadi
"Lain kali jangan seperti itu lagi,ne. Mama khawatir sayang, apa kau tidak apa-apa? Semalam Papamu terlihat marah saat Mama memberitahu kau pulang sendiri" Jawab Mama masih dalam posisinya.
"Aku dihadang orang-orang jahat Mama, tapi aku bisa kabur" jawab Ahra
"Apa?" Mama Kyuhyun langsung memegang bahu Ahra dan memperhatikan tubuh Ahra panik "Apa mereka menyakitimu? Mana sayang? Dimana ? katakan pada Mama" Ucap Mama Kyuhyun cemas
"Mama~ aku tidak apa-apa. Hehe, untung saja ada bibi baik hati yang menolongku. Aku menginap disana semalam. Dan apa Mama tahu, ternyata Kyuhyunnie juga menginap disana." Ucap Ahra senang, bahkan ia menepuk kedua telapak tangannya.
"Apa? Kyuhyunnie juga menginap disana?" Tanya Mama Kyuhyun
"Eum. Kyuhyunnie menginap disana karena Kibummie ternyata teman Kyuhyun, mereka sudah akrab seperti saudara, dan itu membuatku cemburu" Ahra mengerucutkan bibirnya imut mengingat kedekatan Kyuhyun dengan Kibum.
"Nugu? Kibummie?" Tanya Mama Kyuhyun mengulang nama teman Kyuhyun yang disebutkan Ahra.
"Iya Kibummie, anaknya bibi baik itu, bibi Hanna, Kim Hanna" Jawab Ahra jelas, mata Mama Kyuhyun sedikit melebar mendengar nama itu. Diapun jadi kikuk.
"A-Ahra, Mama kedapur sebentar,ne" Pamit Mama Kyuhyun yang langsung melesat kedapur. Entah apa yang dirasakannya, matanya tiba-tiba panas. Ahra yang duduk sendirian disofa hanya mengulung-gulung rambutnya dengan jari telunjuknya yang lentik.
Duling..!
Bunyi BBM dari ponsel Mamanya menarik perhatian Ahra, karena penasaran Ahrapun membuka pesan BBM itu.
"Nugunde?" Ahra mengernyit membaca pesan dari seseorang bernama Sungmin "Chagiya, apa kau sudah bertemu anak-anak suamimu? Kalau sudah cepat kembali kesini, aku merindukanmu" Gumam Ahra membaca pesan itu "Chagiya?" Ahra semakin penasaran, kemudian membuka semua pesan dari seseorang bernama Sungmin itu. Ahra tidak percaya dengan semua isi pesannya itu, karena tidak tahan lagi, iapun berlari masuk ke kamarnya setelah sebelumnya melempar ponsel Mamanya ke sofa.
"Ahra-ya~" Panggil Mamanya seusai dari dapur. "Kenapa anak itu?" Gumamnya. Dengan acuh Mama Ahra mengambil ponselnya dan hendak masuk kekamar sebelum suara seseorang menginterupsinya.
"Nyonya besar" Sekertaris Hwang datang, membungkuk sebagai penghormatan dan disambut dengan ramah oleh Mama Kyuhyun.
"Ne, ada apa sekertaris Hwang? Dan mana Sajangnimmu?" Tanya Mama Kyuhyun
"Ah, itu yang ingin saya bicarakan Nyonya. Sajangnim sedang berada di apartementnya bersama..." Sekertaris Hwang menggantungkan kalimatnya membuat Nyonya besarnya itu makin kepo.
"Bersama siapa?" Tanya Mama Kyuhyun tidak sabaran
"Bersama Kim Hanna-ssi"
Seketika jantung Mama Kyuhyun rasanya mau copot. Baru tadi dia membicarakannya dengan Ahra, wanita itu sudah bersama suamianya di apartement? Apa yang mereka lakukan disana? Dengan wajah memerah, Mama Kyuhyun melangkah keluar dari area Mansion itu.
Sementara itu Sekertaris Hwang merasa sedikit menyesal telah mengatakan ini semua. "Maafkan aku Sajangnim, kuharap ini yang terbaik" Sekertaris Hwang yang sudah dari lama mengetahui permasalahan ini sudah bosan melihat kepura-puraan dikeluarga ini. Dia berniat dengan kelakuannya yang ini semua bisa terungkap dan Kibum juga Hanna mendapatkan apa yang seharusnya mereka dapatkan.
.
.
.
Tak lama kemudian, Ahra keluar dari kamar. Dia sepertinya mau keluar, sekertaris Hwang segera mencegah Nona nya. Awalnya Ahra menolak namun sekertaris Hwang tetap memaksa akhirnya Ahra mau duduk disofa dan mendengar apa yang dikatakan sekertaris Hwang.
"Jadi, apa yang sebenarnya terjadi? Mama selingkuh, dan sudah menikah di Taiwan dan juga ternyata aku bukan anak Mama. Lalu aku anak siapa?" Tanya Ahra frustasi, matanya memerah dan sudah sembab.
"Tenanglah Nona~" Sekertaris Hwang mencoba menenangkan.
"Cepat katakan jika kau tahu semuanya, aku anak siapa?!" Bentak Ahra dan air mata itu akhirnya keluar dari mata bening Ahra.
"Kim Hanna adalah Ibu Nona dan Tuan muda Kyuhyun" Jawab sekertaris Hwang sedikit lirih takut para pelayan ada yang mendengar. Ahra hanya bisa diam, tidak percaya. Tentu saja.
"Tidak mungkin!" Ahra frustasi, dia menangis.
"Memang sulit untuk percaya Nona, tetapi itu kenyataannya. Kim Hanna adalah istri dari Cho Younghwan sajangnim, mereka terpaksa kabur saat menikah karena Halmeoni dan Harabeoji dari Sajangnim menolak hubungan mereka. Sajangnim sudah dijodohkan dengan Nyonya Kim Sa Eun, atau Mama Nona sekarang ini. Akhirnya orangtua sajangnim mencari keberadaan sajangnim dan setelah berhasil, sajangnim dipaksa meninggalkan Ny Kim Hanna untuk dinikahkan. Saat itu Nona baru berusia 2 tahun dan Hanna baru satu bulan melahirkan 2 orang putra kembar, mereka adalah Tuan muda Kyuhyun dan Kibum" Jelas sekertaris Hwang panjang lebar. Ahra semakin meraung-raung dalam tangisannya. Tidak bisa dipercaya.
"Kenapa? Hiks...kenapa..?" Gumam Ahra ditengah isakannya. Sekertaris Hwang hanya menghela nafas dan tidak melanjutkan cerita berikutnya karena tidak tega melihat Ahra seperti itu.
"Kenapa hanya aku dan Noona yang dibawa? Kenapa Kibum hyung tidak?" Sebuah suara yang tak lain adalah Kyuhyun menginterupsi keduanya. Ahra berhenti sejenak dari tangisnya ketika mendengar itu. Dilihatnya Kyuhyun berdiri disudut ruang tengah, pipinya sudah basah. Pasti dia sudah mendengar sumuanya dari tadi.
"Kyuhyunnie..hiks..." Isak Ahra mnggumamkan nama adiknya
"Tu-tuan muda" Kejut sekertaris Hwang, namun dalam hati ia merasa senang karena tidak perlu mengulang ceritanya ini lagi, Kyuhyun sudah mendengarnya.
"Jawab pertanyaanku Hwang ahjussi" Ucap Kyuhyun tegas mendekat kearah keduanya dan mendudukkan dirinya disebelah Ahra. Walau ragu sekertaris Hwang tetap melanjutkannya.
"Ba-baiklah Tuan muda, ehem,, awalnya Halmeoni dan Harabeoji ingin membawa semua anak-anak Sajangnim, akan tetapi Nyonya Hanna memohon agar dia juga merawat anak yang telah dilahirkannya, jadinya Tuan muda Kibumlah yang ditinggal" cerita sekertaris Hwang membuat dada Kyuhyun semakin sesak, kembarannya yang seharusnya mendapat sesuatu yang sama dengannya ternyata sudah dibedakan sejak mereka baru berusia 1 bulan.
"Lalu, si-siapa Saehee? Apa Ibu Hanna menikah lagi?" Tanya Kyuhyun dengan airmata yang kembali menetes walau tidak ada isakan.
"Aniyo, Saehee adalah adik kandung Tuan muda Kibum dan Tuan muda Kyuhyun, juga Nona Ahra. 18 bulan yang lalu Sajangnim bertemu dengan Nyonya Hanna diapartemen pribadi Sajangnim dan saya rasa Saehee adalah buah dari pertemuan mereka itu, Tuan muda" Jawab Sekertaris Hwang bijak.
.
.
.
Kibum yang barusaja sampai dirumah hanya celingak-celinguk karena rumahnya tampak sunyi, tidak ada suara berisik dari mesin cuci atau pengering, atau ocehan dari mulut mungil adik bayinya yang kini tak tampak batang hidungnya, diayunannya pun juga tidak ada. Aah jangan lupakan pintu rumah yang biasa terbuka lebarpun tadi tertutup rapat.
"Kemana Ibu dan Saehee? Bukankah pertemuan orangtua sudah selesai dari tadi?" Kibum memasuki kamarnya. Mengganti baju seragam, setelahnya dia ingin makan.
Sementara itu Kim Sa Eun, dia dengan amarah yang memuncak menekan tombol lift agar sampai dilantai apartemen pribadi suaminya. Mendengar suaminya berada diapartemen bersama wanita lain yang tenyata bukan lain, melainkan istrinya yang dulu yang tenyata masih istrinya (bingung) membuatnya emosi. Hey, bukankah Sa Eun juga selingkuh?
Mata Kim Sa Eun melebar mendapati pemandangan yang tak mengenakkan didepan matanya. Suaminya tengah berpelukan dengan wanita lain, Hanna. Hey itu hanya berpelukan..
"Cho Younghwan!" Geram Sa Eun yang berdiri didepan pintu, sontak kedua manusia itu tersentak dan melepaskan pelukannya seperti tertangkap basah sedang berselingkuh, #Lah?
"Sa Eun?" Lirih Younghwan
"Apa-apaan ini? Berani-beraninya kau menemui wanita ini lagi?" Marah Sa Eun
"Sa Eun, dengarkan aku'
"Diam!" Bentaknya dan mendekat dengan langkah perlahan kearah Hanna "Dasar murahan, masih mau menemui suamiku,eoh? Masih mengharapkan uang darinya? Cih, wanita macam apa kau ini?" Cibirnya meremahkan Hanna. Bahkan dia berjalan memutari tubuh Hanna.
Hanna memilih diam dan mengemasi barang-barangnya juga Saehee, Younghwan mencoba mencegah namun tangannya dicekal Sa Eun.
Akhirnya Younghwan memilih pulang, dirumahpun Sa Eun masih marah-marah, dia terus mengoceh sedaritadi membuat Younghwan sakit kepala. Namun Younghwan seakan tidak diberi kesempatan barang mengucapkan 1 huruf saja.
"Younghwan kau tega padaku, kau tega menemui istrimu yang dulu itu." Dan airmata dari Kim Sa Eun pun menetes dari mata lebarnya. Ahra yang kebetulan dari arah dapur melihat itu hanya berdecih 'Air mata buaya'
"Hey Nyonya Kim Sa Eun yang terhormat, tidak sadar diri, eoh?" Ucap Ahra tidak sopan membuat Sa Eun dan Younghwan tidak percaya. Ahra yang mereka sayangi barusaja berbicara tidak sopan.
"Ahra sayang, apa maksudmu, nak?" Tanya Sa Eun sembari menghapus air mata buayanya.
"Papa, istri baru Papa ini ternyata selingkuh dengan namja lain bernama Sungmin Lee. Bahkan Mereka telah menikah di Taiwan" Ucap Ahra, kali ini Ahra terlihat sangat berbeda dari biasanya, auranya penuh kebencian dan kemarahan. Atau mungkin kekesalan.
"Apa maksudmu Ahra? Dan apa? Istri baru?" Younghwan tampak bingung.
"Sudahlah, tidak usah disembunyikan. Aku sudah tahu semuanya, wanita ini bukan Mamaku, Mamaku adalah Kim Hanna, dan seperti yang sudah kukatakan tadi, wanita ini berselingkuh dibelakang Papa. Dan parahnya, dia tidak tahu malu. Ya ampun" Setelah mengatakan itu, Ahra melengang naik ke lantai atas menuju kamarnya, tak digubrisnya panggilan berulang-ulang dari Younghwan maupun Sa Eun.
"Yeobo, aku bisa menjelaskan semuanya" Kali ini nada suara Sa Eun kembali melirih, merasa bersalah mungkin.
"Sudahlah, kau boleh pergi darisini. Maaf sudah membuatmu tertekan, berbahagialah dengan suamimu." Nah lho? Kok Younghwan malah ngomong kayak gini? Sa Eun tercengang mendengar penuturan Younghwan.
Namun memang benar apa yang dikatakan Younghwan, selama ini Sa Eun memang sedikit tertekan, sebenarnya dia tidak mencintai Younghwan, dia juga sama dengan Younghwan yang dijodohkan secara paksa. Dia harus berpura-pura mencintai Younghwan agar orangtuanya senang. Jadinya selama belasan tahun ini tidak ada cinta diantara Younghwan dan Sa Eun, buktinya selama itu mereka tidak mempunyai anak, hanya anak-anak dari Hanna lah yang mereka besarkan.
.
.
.
Malam tengah datang, banyak perjalan kaki menikmati suasana malam seperti ini. namun tidak bagi Kibum, dia duduk diteras rumahnya, menunggu Ibu dan Saehee, bahkan ia sengaja menunda makan malamnya agar bisa makan bersama Ibu dan adiknya. Sudah hampir 1 jam Kibum duduk diteras rumah tetapi Ibunya tak kunjung pulang.
"Ini dingin~" Kibum memeluk tubuhnya sendiri yang dibalut jaket tebal warna hijau tua. Senyumnya sedikit terukir tatkala mendengar suara derap langkah kaki mendekati rumahnya. Itu pasti Ibunya. Kibum berdiri dan merentangkan tangannya padahal belum tahu itu siapa.
"Aku sud-"
Grep..
Sosok itu tiba-tiba memeluk Kibum membuatnya sedikit tersentak, hey sejak kapan Ibunya berubah menjadi laki-laki? Tak butuh waktu lama, Kibum sudah mengetahui siapa yang memeluknya secara tiba-tiba, dari baunya sudah jelas ini pasti Kyuhyun. Tapi kenapa dia datang dan tiba-tiba memeluknya? Oke, Kyuhyun memang suka memeluknya seenak jidat, tetapi kali ini lain dari biasanya, anak itu pasti akan mengoceh banyak entah itu apa tetapi ini hanya diam.
"Hiks.." Nah lho, kok malah mewek sih? Perasaan Kibum gak nakalin nih anak atu.
"Kyu? Waeyo?" Tanya Kibum lembut, tadinya dia ingin menendang Kyuhyun namun setelah mendengar isakan itu Kibum malah membalas pelukan itu.
"Kibum Hyung, kau hyungku" Jawab Kyuhyun disela isakannya.
"Bukankah kau mengatakan aku hyungmu sejak kita bertemu pertama kali?" Tanya Kibum bingung, apa ini?
"Bukan begitu..hiks..Kau hyungku sungguhan..hiks.." Jawab Kyuhyun membuat Kibum makin bingung namun tetap mengusap punggung Kyuhyun berharap Kyuhyun tenang dan mungkin anak ini sedang kumat manjanya.
"Tenanglah, jangan menangis dan jelaskan padaku kenapa malam-malam kesini,eoh? Papamu akan mencarimu" Ucap Kibum namun Kyuhyun malah semakin mempererat pelukannya. Kibum mengernyit tidak suka, dengan susah payah ia mencoba melepas pelukan itu.
"Dengar, aku tidak punya namdongsaeng yang cengeng, sudah jangan menangis atau aku tidak akan mau menjadi hyungmu" Ancam Kibum yang berhasil membuat Kyuhyun terdiam, menggigit bibir bawahnya agar isakannya tidak keluar. Kibum yang melihat wajah Kyuhyun seperti itu, memerah, hidung yang basah juga matanya yang sembab merasa menyesal mengucapkan kata-katanya barusan. Akhirnya diapun memeluk Kyuhyun lagi.
"Mianhae, menangislah jika kau ingin" Ucap Kibum meralat perkataannya tadi.
Kyuhyun kembali menangis dipundak Kibum, dengan sayang diusapnya punggung Kyuhyun, entah kenapa Kibum juga ikut terluka melihat airmata itu. Hey, apa-apaan ini?
Setelah 15 menit, Kyuhyun sudah tenang. Keduanya duduk dikursi teras berdampingan. Hati Kibum sedikit lega melihat senyuman dibibir Kyuhyun yha walau hanya tipis.
"Sekarang jelaskan padaku ada apa kau datang kemari malam-malam? Menangis pula? Cih, tidak malu apa?" Cibir Kibum namun tangannya mengusap jejak airmata yang masih membekas dipipi Kyuhyun dengan Ibu jarinya.
"Hyung"
"Hng"
"Mungkin hyung tidak akan percaya"
"Apa?"
"Kau hyungku sungguhan"
"Apa maksudmu?"
"Papa. Dia adalah orang yang selama ini kau cari, dia Ayah hyung dan juga Ayahku"
Kibum mengernyit, hal bodoh apa lagi yang akan dibuat anak ini? Papanya juga Ayahku? Apa maksudnya? Ibu selingkuh dengan Papanya? Yang benar saja? Apa dia barusaja menghina Ibuku wanita murahan? Kurangajar.
"Omonim adalah Ibu kandungku"
"Bicara apa kau ini? jangan mengada-ada, aku tahu kau terobsesi memiliki hyung, tetapi bukan begini caranya" Ucap Kibum malah emosi.
"Sudah kuduga hyung tidak akan percaya, tapi beginilah kenyataannya hyung. Aku dan hyung terlahir dari Ibu yang sama, bahkan kita kembar. Dan Papa adalah Ayah kita, lalu Omonim adalah Ibu kita. Kita terlahir pada tanggal yang sama, aku baru menyadarinya sore tadi hyung." Jelas Kyuhyun membuat Kibum menautkan kedua alisnya, bicara apa anak ini?
"Mana mungkin? Kau punya Mama sendiri, Ibuku tetap Ibuku bukan Ibumu, dan Ayahku, dia berada di Taiwan" Jelas Kibum masih tidak mempercayai cerita Kyuhyun.
"Mama? Dia Mama tiriku. Memang sejak kita dipisahkan Papa sempat pindah ke Taiwan agar tidak bisa bertemu dengan Omonim karena Halmeoni dan Harabeoji menentang hubungan mereka. Papa sudah dijodohkan dengan oranglain, yaitu Mamaku"
"Jangan mengada-ada Kyu" Ngeyel Kibum, namun hatinya sedikit membenarkan, dia ingat foto yang dia temukan dikamar Kyuhyun. Pantas saja foto itu sama, jadi dia adalah Ayahnya?
"Aku tidak mengada-ada hyung, Hwang ahjussi yang menceritakannya padaku." Kyuhyun memegang bahu kanan Kibum mencoba meyakinkan bahwa inilah kenyataannya. "Hyung, tidak percaya sekarang juga tidak apa-apa. Tapi inilah yang sebenarnya hyung"
"Tidak adil"
.
.
.
Kyuhyun pulang setelah Kibum mengusirnya. Tak berapa lama kemudian Ibunya pulang dan langsung menidurkan Saehee dikamar, setelahnya ia beranjak kedapur
"Ibu" Panggil Kibum diambang pintu dapur.
"Ada apa Kibum-ah? Kenapa belum tidur? Apa mau makan?" Tanya Ibu Kibum yang sempat menoleh kearah putranya lalu kembali berkutat dengan kegiatan paginya.
"Ada yang ingin kutanyakan" Jawab Kibum, merasa putranya ingin berbicara sesuatu yang serius akhirnya Ibu Kibum menunda sejenak kegiatannya dan menuntun Kibum duduk diruang tengah agar lebih nyaman.
"Sekarang katakan apa yang ingin kau tanyakan" Ucap Ibu Kibum lembut
"Apa Ibu bisa menjelaskan foto ini?" Kibum menyodorkan 2 foto miliknya dan milik Kyuhyun. Ibunya sedikit terkejut melihat foto yang masih terlihat jelas itu.
"Ki-Kibum-ah, da-darimana kau mendapat foto ini?" Tanya Ibu Kibum tergagap.
"Itu tidak penting, sekarang jawab dulu pertanyaanku Bu" Jawab Kibum sedikit memaksa.
"A-eh itu..itu.."
"Arasseo, jawaban Ibu yang seperti itu sudah mewakili jawaban Ibu yang membenarkan bahwa orang yang ada didalam foto ini adalah Ayah." Ucap Kibum tanpa nada, namun rautnya yang datar membuat Ibunya bingung apa yang difikirkan anak bangor ini?
"Sekarang aku tanya. Apa Papa Kyuhyun itu Ayahku?" Tanya Kibum lagi, kali ini dia menekankan setiap katanya.
"Kibum-ah, pertanyaan apa itu?" Ibu Kibum terlihat kikuk, alah udah deh tinggal ngomong 'Iye ntu babe lu Bum, mang nape? Kaga suka lu?' ribet amat. Rempong deh.
"Apa Papa Kyuhyun Ayahku?" Sekali lagi Kibum menekankan kalimatnya membuat Ibunya tidak bisa berbuat apa-apa selain mengangguk pelan.
"Jadi kau su-sudah tahu semuanya? Tapi bagaimana bisa?" Tanya Ibu Kibum
Kibum tersenyum meremehkan sebelum menjawab "Tadi Kyuhyun datang dan menceritakan semuanya" Jeda sejenak "Kenapa aku merasa ini tidak adil Bu!" Marah Kibum dan dengan tergesa dia menuruni tangga. Ibunya tidak sempat mengejarnya karena suara Saehee terdengar, mungkin bayi itu terganggu karena kegaduhan yang dibuat Ibu dan anak ini.
.
.
TBC
Maaf sebelumnya karena di Chapter 5 bahasanya jelek (T_T)
Maka dari itu alurnya saya cepetin biar cepet kelar hiks..hiks.. maaf banget udah bikin chingudeul kecewa dengan ff saya.. jeongmal mianhae..
.
Gomawo^^
.
.
Apriliany Ardeta: kayaknya udah bisa nebak sendiri deh chingu ini siapa Ibu Kibum itu hehehe
Siskasparkyu0: Gokil? Dimananya? Wkwkw
Kyuli99: ok dilanjut deh, gomawo
Zhee614: tapi nanti kayaknya masih lama KIHYUN ROMANCE nya, soalnya saya belum paham betul bikin alur romance nya hahaha,, baru belajar sama tante fujoshi ku
MinGyuTae00: oke deh, tapi kasih ide apaan gitu dong chingu biar lancar bikin KIHYUN ROMANCE nya hehehe
Awaelfkyu13: Ahra dibilang koplak sama chingu ini? aku bilangin aah hahaha
Yolyol: haha aku suka sama chingu ini, kayaknya penasaran banget gitu, ah jadi semangat deh nulisnya wkwkw gomawo
Ariyanindud: oke, tapi GS mungkin ortunya aja kali ya chingu hehe
Kiichan elpeu: nah itulah, awalnya FF punya saya itu mau dibikin serius menurut rencana, eh ya karena otak saya udah di konsep kayak gini jadilah FF kocak bin sableng wkwkwk komedi dah tuh ujung-ujungnye. Gomawo
Shofie kim: jhahaha chingu ini fujoshi ya? #plak
Yeri LiXiu: BWAHAHAHAHA... kacang garudanya kaga udah dibahas juga..! wkwkw itu karena saya ga tau orang korea kalau jajan di kantin belinya apaan, makanya asal aja tuh kebetulan pas liat ada BB Korea foto keliatan bungkus coklat m&m nya hehe.
Hanna shinjiseok: Bahasa aneh? Yang bagian mana ya? Hehe, coba deh lain kali saya lebih perhatikan cara penggunaan bahasa saya, makasih banget koreksinya. Saya butuh banget nih saran kayak gini, Gomawo eonni cantik (y)
Sheehae : haha, anak muda ngapel lah, ngapain lagi chingu? Hihihi
Ririzhi: Bwahaha yang nulis aja koplak apalagi ff nya, Gomawo ne..
Ryu j cloud: maksudnya gimana chingu? Maaf nih agak gak understand hehe, maklum saya ini otaknya sableng. Tapi baiklah lain kali saya akan lebih perhatikan lagi cara penggunaan kata-kata saya saat menulis ff. Hehe, Gomawo koreksinya sangat membantu...
Lydia sparkyu: bener juga ya, haha kok kesannya FF saya ngajarin kurangajar wkwkw
For kyuhyun: mau dilanjut? Okay..!
Wonhaesung: yap dilanjut
