"Right now I'm not crying because you left me sad, but I'm crying because it's hard for me to forget the love that once existed in our lives,"_Kris
Setting
Seoul Police Station
Pagi yg cerah, alunan cicit burung menyiratkan keceriaan menyambut pagi, awan begitu biru penuh kebahagian, berbanding terbalik dengan suasana hati sang namja tampan yg kini sedang berdiri di balkon apartement miliknya sembari membenarkan dasinya. Berselang beberapa saat, lamunannya pun terhentikan karena bunyi ketukan pada pintu balkonnya..
Tok..tok..
Sang namja tiang tampan itu, berlalu menengok ke belakang, melihat si pelaku yg menghentikan aksinya menerawang angan.
"Sajangnim, sudah saatnya",ucapnya
Namja tampan mengangguk mengiyakan sembari mengambil beberapa berkas dari tangannya dan mebacanya sekilas.
"Apa semua ini (sambil lirik berkas) sesuai dengan gugatan kita?",tanya nya
"Nee, semuanya... dari penggelapan dana perusahaan, skandal artis, dan juga pembunuhan terencana, semuanya sudah kami urus sajangnim",ucapnya
"Kerja bagus attorney Zhang (lay)",ucapnya
"Ini tidak seberapa Wu sajangnim, terima kasih atas pujiannya",ucap lay
Sembari mengikuti namja tampan yang tak lain adalah kris wu atau wu yifan. Kini mereka bersiap menuju kantor polisi untuk melayangkan gugatan.
Skip time..
Berselang beberapa saat, sampailah rombongan kris di kantor polisi distrik Seoul. Pengacara lay sedang mengurus beberapa berkas bersama kepala polisi disana. Sedangkan kris tengah bersiap untuk menemui 'pelaku' untuk yg terakhir kalinya. Ia menunggu diruang tunggu sekarang.
Tiga puluh menit berlalu kris menunggu, sampai pada akhirnya ia diperbolehkan menemui seorang narapidana tersebut..
Criiiet..
Masuklah kris kedalam sebuah ruangan yg sangat tertutup, bahkan cendelanya pun berada diujung atas ruangan dan diberi sekat besi, sedangkan diseberang sana, ada dinding berbahan kaca dan seseorang tengah duduk diseberang kaca menyambutnya. Namja mungil itu tetap cantik seperti biasanya, dan malah kini ia tengah tersenyum tulus pada kris, mata rusanya semakin cantik karena senyumannya itu.
"Kau datang?,"ucapnya
"Aku hanya mampir sebentar lu'',ucap kris
Kini kris berlalu melangkah menghampiri namja cantik yg tak lain adalah kekasihnya, ah anii mantan kekasih lebih tepatnya.
"Bagaimana kabarmu?",tanya kris
Luhan kembali tersenyum sembari mengangguk lemah..
"Seperti kau lihat, aku baik baik saja.. lalu kau, apa kabar kris?",tanya luhan
"Aku baik",ucap kris singkat
'Tapi hatiku begitu sakit',batin kris
Luhan lagi lagi tersenyum manis didepan kris, tapi hati kris sudah beku dan tidak berpengaruh apapun dengan senyuman manis seorang Xi Luhan.
"Aku tidak mau berkata basa basi lagi, aku hanya ingin menegaskan.. jangan pernah kau muncul lagi dihadapanku Xi Luhan, aku muak melihatmu!",ucap kris dingin
Tes..tes..
"Kenapa? Bukankah kau masih mencintaiku? Oooh atau jangan jangan karena namja jalang itu yg merubahmu seperti ini?",tanya luhan
"Ani, ini tidak ada hubungannya dengannya!",ucap kris
"Aku tak percaya, pasti juun yg membuatmu seperti ini, tipu muslihat apa yg ia lakukan padamu? Aku tahu kau masih mencintaiku kris, aku tahuu !",ucap luhan
"Yaa, aku mencintaimu, tapi dulu.. sebelum kau berselingkuh dibelakangku dan menyakitiku.. andai saja aku tidak memiliki rasa cinta itu, sudah sejak lama aku mencampakanmu Lu..",ucap kris
"Apa maksudmu? Berselingkuh? Aku tidak berselingkuh kris.. sungguh, kenapa kau menuduhku seperti itu?",tanya luhan tak terima.
Sreeet, kris mengeluarkan beberapa foto dari saku mantelnya, dan membantingnya didepan Luhan. Mata luhan terbelalak kaget, karena foto foto yg diberikan oleh kris adalah foto tentang dirinya bersama dengan xiaotong bercumbu didalam sebuah kamar hotel.
"Itu photoshop kris, bukan aku",kilah luhan
Kris menyeringai, melihat keterkejutan luhan saat ini sangat mudah baginya melihat kebenaran di mata rusanya, meskipun ucapannya berbohong tapi matanya menyiratkan ketakutan, dan dapat dipastikan bahwa foto itu benar adalah dirinya.
"Kau tahu lu, kenapa aktor Oh Sehun lebih terkenal darimu? Itu karena ia berbakat menyembunyikan ekspresinya dan menjiwai karakter yg ia mainkan.. sedangkan kau, kau hanya aktor yg didompleng oleh kekuatan uang, dan menurutmu aku tidak tahu, jika selama ini diam diam kau menggelapkan uang perusahanku untuk ketenaranmu heeh?!, dengan dalih sebagai kekasihku, kau mengancam Huang Zitao direktur keuangan perusahaanku untuk menggelapkan dana perusahaan untuk diberikan padamu, aku tak habis fikir, bahkan berbohong pun kau tak mampu, mata rusamu sungguh tak bisa membohongiku Lu, apalagi sutradara.. jelas jelas kau tak memiliki bakat",ucap kris sarkas
Luhan tertunduk lemas, karena saat ini kris mengungkap semua kebenaran yg ia simpan rapat rapat. Memang benar setahun belakangan ini, hubungan kris dan luhan terlihat renggang. Mungkin orang awam melihatnya secara kasat mata hanya karena kedua pasangan ini begitu sibuk dengan pekerjaannya, tapi sebenarnya masalah mereka jauh lebih rumit dari itu.
"Aku lelah lu, dan hubungan kita sudah berakhir sejak kemarin.. jadi tak ada alasan lagi bagiku menemuimu.. kuharap kau jaga dirimu baik baik.. bye!",ucap kris final
Bukannya sedih, tapi luhan tengah tertawa diseberang sana yg membuat kris berbalik melirik tajam padanya..
"Hahahahahaha, setidaknya.. aku berhasil membuatnya menderita, jika aku tak bisa memilikimu.. maka dia juga tidak bisa.. kris.. tapi baiklah.. jika kau memutuskan meninggalkanku, aku tak peduli.. melihatnya menderita seperti itu.. sudah membuatku puas.. hahaha..haha",ucap luhan
Kris geram, ingin sekali ia memukulnya, tapi diurungkan.. karena seorang petugas polisi sudah menyuruh kris untuk pergi karena jam berkunjung sudah selesai.
Blam..
Bersamaan dengan tertutupnya pintu, tiba tiba luhan menghentikan tawanya dan mendadak menangis, tangisan pilu yg terdengar begitu sedih menggema didalam ruangan.. sebenarnya luhan tidak benar benar ingin tertawa ataupun berniat berkata sarkatik pada kris. Tapi, ia sengaja melakukannya untuk menyembunyikan hatinya yg rapuh. Luhan mencintai kris, sangat.. tapi luhan terlalu possesive dan menuntut padanya, ketika ia tidak mendapat kepuasan dari hubungannya karena kris terlalu sibuk, maka luhan mencari cara lain dengan mengencani xiaotong. Sebenarnya mereka hanya melakukannya satu kali, tapi apa daya kris mengetahuinya. Dan luhan, hanya bisa pasrah sekarang, dan menyesali segala perbuatannya. Terutama dalam hal menggelapkan uang perusahaan untuk karirnya dan terakhir menabrak orang tak bersalah seperti suho. Jujur saja, orang yg ingin luhan tabrak adalah kris bukan suho, tapi malaikat mungil itu menyelamatkan kris.
Skip time.
In other side
Sebenarnya tak ada bedanya dengan luhan, kris tengah menangis dalam diam ketika ia keluar dari dalam penjara. Yaa kris menangis, bukan karena ia berpisah dari luhan, tapi kris menangisi nasib buruk 'orang' yg selama ini tulus mencintainya 'choi suho'. Sebenarnya kris membentak suho waktu itu hanya refleks saja, karena ia merasa dibohongi oleh suho yg notabenenya berasal dari keluarga Choi. Kris bukannya tak terima jika suho dari keluarga choi, tapi kris tak menerima kebohongan, karena kris cukup lelah dengan segala kebohongan luhan makanya ia tak sengaja menampar dan membentak suho saat itu, kini kris merasa bersalah, sangat merasa bersalah ketika mengingat insiden menimpa sang malaikat mungilnya tempo lalu.
Flash back on
6 november, 22.42 KST
Setelah pertengkeran hebat kris,suho dan luhan. Kris memilih untuk menenangkan diri menjauh dari kedua namja cantik itu. Disatu sisi, seorang namja cantik bernama xi luhan sedang merasa tak terima di putuskan secara sepihak, kini berlalu mengemudikan mobil sport miliknya pergi. Sedangkan suho yg baru saja mendapatkan penolakan kedua kali dari kris tengah terbatuk dan mengeluarkan dahak bunga scabious, mendadak panik dan segera mengejar sang terkasih. Takut akan kutukan bunga yg ia terima saat itu.
Disaat suho melihat sesosok kris yg hendak menyebrang jalan secara linglung, tiba tiba dirinya berlari dengan kencang menghampiri kris dan mendorongnya ke sisi badan jalan yg lain, sedangkan dirinya sendiri tak sempat untuk menyelamatkan diri. Tubuh mungil milik suho bertabrakan dengan bongkahan logam dingin bernama mobil itu, badannya terpental diatas deck mobil bahkan sempat mengguling didepan kaca mobil luhan, tapi.. disisi lain, luhan sang pelaku aksi tabrakan berencana itu sempat melihat suho tersenyum didepannya. Berselang beberapa saat, tubuh suho berlalu jatuh ditanah, dengan aliran merah pekat disekeliling tubuhnya dan bercecer ditrotoar.
Diseberang sana, kris sedang linglung karena adegan tabrakan maut didepannya, dan sempat shock mendapati sang penolong tengah tergeletak diseberang jalan tempatnya terduduk, secara refleks ia berteriak..
"Suhooooooo",ucap kris lantang
Tubuh kris serasa membeku ditempat, mulutnya kelu, badannya pun tak mampu ia gerakan, dan disi lain luhan menghentikan mobilnya dan tengah menangis sejadi jadinya, merasa bersalah pada malaikat cantik bernama suho. Meskipun ia sempat membenci suho karena ia merasa suho merebut kekasihnya, tapi disaat luhan melihat senyuman tulus suho didepan kaca deck mobilnya, luhan pun dapat merasakan ketulusan cinta suho pada kris yg selama ini tidak pernah luhan tunjukan pada mantan kekasihnya, hal itulah yg membuat luhan merasa bersalah melukai suho yg berhati semurni dan setulus malaikat itu.
Perlahan lahan, kris bangkit dari tempatnya dan berlalu menghampiri tubuh ringkih suho diseberang sana.
Kris mencoba menggoyang goyangkan tubuh suho yg hampir tak sadarkan diri...
"Suho..suho.. nan gwenchana.. aku disini.. aku disini bersamamu.. kumohon bertahanlah..",ceracau kris
Suho berlalu mengangkat tangannya memberi kode untuk kris menggenggam tangannya, kris segera meraih tangan kanan si mungil dan menggenggamnya erat.
"Kri..is... sa...rang..hae..",ucap suho terbata
"Ucapkanlah setelah kau sembuh, jangan seperti ini.. jebal...",balas kris
Sembari menekan nomor di ponselnya bermaksud memanggil ambulance, setelahnya ia kembali menatap suho didepannya.
"Suhoo..suho..suhooooooo",ucap kris
Perlahan lahan suho memejamkan matanya, kris gusar dan berlalu memeluk suho possesive, kris benar benar takut kehilangan malaikat cantiknya itu.
"Mianhae..jeongmal mianhae.. mianhae..'',ceracau kris
Sampai pada.. berselang beberapa saat, ambulance datang dan segera membawa suho berlalu kerumah sakit untuk dilakukan aksi pertolongan.
Skip time
Flasback off..
Back to kris..
Kris menyeka air matanya yg mengalir ketika mengingat kejadian memilukan tempo lalu, bahkan beberapa pegawainya pun ikut menangis dibelakang kris, serasa ikut merasakan kesedihan dan juga kekhawatiran kris saat ini. Berselang kemudian, tiba tiba kris mendapat telefon dan anehnya seseorang mengaku sebagai hyung dari suho yg menelfonnya. Yaa dr jong yg kini menelfon kris dan memintanya untuk datang kerumah sakit.
Kris berlalu menutup telfonnya dan segera berlari menuju parkiran, bermaksud untuk segera pergi menemui suho di rumah sakit choi, tempat suho dirawat.
Setting, rumah sakit Choi
Sesampainya dirumah sakit choi, dengan gusar kris kembali berlari menuju kamar perawatan suho, hanya saja berbeda dengan wajah kris sebelumnya.. karena lengkungan kurva senyuman menghiasi wajahnya sekarang.. dan tanpa basa basi, kris segera membuka pintu perawatan suho sekarang.
Ceklek..
Diseberang sana, terlihat seorang namja mungil cantik tengah menatap kris dengan senyuman, senyuman angelic yg selalu menjadi kebahagiaan untuk kris.
"Suho..",panggilnya
Yaa, sang malaikat cantik, choi suho baru sadar dari tidur panjangnya. Kris segera berlalu berlari mendekati suho dan memeluknya dengan erat sangat erat seolah hari esok tak akan dia dapatkan.
"Syukurlah..syukurlah kau kembali suho yaa.. aku merindukanmu.. sangat..sangat merindukanmu",ucap suho
"Aku juga merindukanmu yi.. ",ucap suho lemah
Sembari membalas pelukan kris, sama eratnya dengan kris lakukan.. suho menyesap aroma maskulin milik kris begitu dalam, menyalurkan perasaan kerinduan yg mendalam pada dirinya.
Sekitaran sepuluh menit mereka berpelukan, dan kini suho perlahan mencoba melepas pelukan kris.. setelahnya, suho mencoba mendudukan kris disisi ranjangnya dan mengelus pipinya sayang.
"Kenapa kau semakin kurus yi?", tanya suho
Kris menggeleng, dan meraih tangan suho dan berlalu menggenggamnya. Sangat hangat dan menenangkan..
"Aniyaa.. aku tidak sekurus itu, lagi pula aku tetap tampan suho ya..",ucap kris
Suho tersenyum geli mendengar pernyataan narsis kris, tak biasa biasanya ia senarsis ini, mungkin sudah terkontaminasi dengan kenarsisan malikai pikir suho.
"Kau yang malah terlihat lebih kurus suho",ucap kris
Sembari mengusap perban putih yg melilit kepala suho lembut..
"Itu karena aku tidak makan beberapa hari, jaa.. bagaimana kalau kau membuatkanku makanan?",ucap suho
Kris mengerjab ngerjabkan matanya sembari mengarahkan jari telunjuknya pada dirinya sendiri.
"Aku.. kau menyuruhku memasak? Kau serius ho?",tanya kris
Suho mengangguk antusias, dan menunjuk pantry dapur mini dipojok ruangan, yaa berhubung kamar perawatan suho adalah kamar vvip jadi jangan heran jika dilengkapi fasilitas dapur mini.
"Aku tak masalah kau memasak apapun, asal kau yg memasaknya, aku akan memakannya..",ucap suho
Sembari mencubit gemas pipi kanan kris..
Kris masih terdiam bingung, mana mungkin dia menolak permintaan malaikat penolongnya itu, bahkan dengan senyuman angelicnya itu sudah mampu meruntuhkan hati kris yg sedingin es ini. Dan setelahnya kris mengangguk dan menuruti peemintaan suho untuk memasak.
Saat berada di pantry, kris sempat terkejut, karena isi kulkas disini penuh dengan bahan makanan, kris mencoba memilih bahan makanan yg sekiranya mudah untuk dimasak. Awalnya kris berniat membuat ramen, tapi dia sendiri mengurungkan niatnya, Mengingat.. suhonya yg baru saja tersadar, mana baik memakan ramen dengan komposisi berbahan pengawet itu.
Dan kini, kris berlalu mencuci beberap sayur seperti wortel, kubis, jagung mini, sawi, sawi putih, dan brokoli, serta sedikit paprika, meskipun dia tak paham memasak apa, dia hanya menuruti kata hatinya saja menyiapkan bahan makanan yg bergizi untuk sang terkasih.
Berselang kemudian, kris menyiapkan penggorengan, melumurinya dengan sedikit minyak, kemudian memasukan bawang merah dan bawang putih sebagai bumbu, saus tiram, dan sedikit gula dan garam, dirasa cukup lezat kris menambahkan potongan sayurnya yg sesungguhnya tak berbentuk karena dipotong asal asalan kedalm penggorengan, mengaduknya, dan juga menambahkan beberapa potong ayam dan sosis serta fishcake. Diaduknya masakan itu dengan semangat oleh kris..
Diseberang sana, suho tersenyum geli melihat tingkah kris yg sedang gelisah dengan masakannya dan berubah semangat ketika sudah pada tahap memasak. Merasa tak tega dengan tingkah sang terkasih, suho bangkit dari bed nya dan berjalan perlahan mendekati kris. Kris sempat terkaget melihat suho berdiri disampingnya dan bermaksud mengambil alih spatula ditangannya. Dengan terburu buru kris menepisnya, tidak memperbolehkan suho mengambil alih.
"Suho.. don't disturb.. this is my great recipe..",ucap kris bangga
Suho mengangguk angguk imut, dan berlalu duduk di meja makan, menunggu kris menyelesaikan masakannya. Cukup lama suho menunggu, sampai bosan juga.. dan akhirnya suho berlalu menuju kulkas dan mengeluarkan dua cup nasi instan dan memanaskannya di microwafe.
Sepuluh menit kemudian, suho mengeluarkan nasi dari dalam microwafe, tapi mungkin karena suho masih belum sadar sepenuhnya dan sedikit linglung, ia lupa mengenakan alas tangan yg membuat sebagian tangannya merasa terbakar menyentuh cup nasi yg panas.
"Awww... anas.. anas.. (panaa..panas..)",ucap suho
Mendengar rintihan suho, kris berlalu menghampirinya, dan refleks menggenggang tangan suho dan sembari meniupinya supaya sedikit meredakan sakitnya. Suho tersenyum melihat tingkah manis kris didepannya.
"Suho ya, sudah kubilang kan.. lebih baik kau istirahat saja, biar aku yg menyelesaikannya, arra",kesal kris
Sembari menyentil ringan kening suho, suho mempoutkan bibirnya merajuk dan kini berlalu duduk dimeja makan sambil menghentak hentakan kakinya kesal. Kris yg melihat tingkah menggemaskan suho pada akhirnya mengikutinya setelah mematikan kompor dan memindahkan masakannya kedalam piring serta mengambil cup nasi instant untuk dibawanya duduk dimeja makan.
Sreet..
Kris menarik sebuah kursi tepat disamping suho, dan kini menata makanan diatas meja makan. Melihat masakan yg terlihat menggoda, tiba tiba suho menghilangkan niatan merajuknya dan berlalu dengan semangat menyuapkan makanan masakan kris kedalam mulutnya. Suho terdiam beberapa saat, tapi...
Tes..tes.. tiba tiba air mata suho mengalir, membasahi pipi chuby miliknya..
'Terima kasih, kau sudah memasakan makanan untukku kris, aku akan mengingatnya',batin suho
Kris yg melihat suho menangis, kini mendadak khawatir dan buru buru mengarahkan kedua ibu jarinya untuk mengahapus jejak air mata di wajah cantik orang terkasihnya.
"Suho, apa makanannya tak seenak itu, sampai sampai kau menangis.. mianhae, jeongmal mianhae",ucap kris khawatir
Suho menggeleng, tak setuju atas perkataan kris.. dan kini berlalu menyuapkan kembali tumis sayur masakan kris kedalam mulutnya dengan lahap.
"Ani.. aku hanya tidak menyangka kau bisa memasak seenak ini yi",ucap suho tulus
Kris kembali tersenyum mendapati suho tersenyum, dan mereka tengah kembali menikmati makan siang mereka dengan khidmat. Sesekali suho akan menyuapi kris, dan senang hati kris akan membuka mulutnya lebar lebar, sungguh.. biarkanlah mereka menikmati quality time mereka saat ini.
Skip time
Sore menjelang malam, dan kris masih setia menemani malaikat mungilnya dirumah sakit. Waktu mereka dihabiskan untuk mengobrol dan juga menunggui suho yg sempat tertidur beberapa jam karena pengaruh obat yg disuntikan padanya. Dan kini suho sedang merengek pada kris untuk diajak berjalan jalan.
"Kris.. ayo jalan jalan ke taman seoukcho seperti waktu itu, nanti malamnya kita bisa menjemput minho dikantornya, nee jebal..",rajuk suho
"Kau sedang sakit pabbo, dan sekarang kau baru saja sadar dan meminta jalan jalan? Nanti saja kalau kau sudah sembuh",kesal kris
"Tapi aku tidak punya banyak waktu'',gumam suho pelan, sangat pelan..
"Kau bicara apa?",tanya kris
Suho menggeleng lemah.. dan menundukan kepalanya sedih..
Melihat kesedihan suho, kris tak tega juga, dan pada akhirnya menuruti keinginan suho untuj berjalan jalan ke taman yg dulu menjadi tempat pertemuan mereka. Yaa, taman seoukcho, taman bunga sakura yg terdapat danau buatan ditengahnya, taman yg sangat indah.. dimana takdir mempertemukan mereka disana.
Dibantu oleh beberapa suster, suho bersiap mengganti pakaiannya dengan pakaian normal casual. Tapi anehnya, saat kris meminta ijin untuk membawa suho keluar, para dokter tidak ada yg melarangnya. Malah mereka terkesan seolah menyuruh kris menuruti segala keinginan suho. Awalnya kris merasa aneh, tapi lama lama ia masa bodoh karena merasa tersihir akan pesona kecantikan malaikat mungil didepannya yg sudah berganti pakaian.
Suho menggenggam lengan kris, tapi kris merubahnya dengan genggaman tangan ditelapak tangannya. Suho tersenyum sangat manis dan berlalu berjalan disisi kris dengan riang.. disisi lain baekhyun, kyungsoo dan beberapa dokter lain tengah melambaikan tangannya menatap kepergian suho, meskipun sebagian dari mereka menatapnya dengan menyiratkan kesenduan..
"Berbahagialah suho.. selamat jalan",gumam baekhyun lemah
Disela pelukan hangat menenangkan yg diberikan kyungsoo padanya..
Skip time..
Taman seoukchou lake
Kris memarkirkan mobilnya diarea parkir, setelahnya ia melepas seatbelt milik suho dan menuntunnya keluar. Dengan hati hati kris memapah suho berjalan, merengkuh pinggulnya secara possesive seolah kekasih yg sangat possesive terhadap namjachinggunya. Sesekali suho tersenyum mendapati kelopak bunga sakura menyapa wajahnya. Tangannya pun sesekali bermain main dengan kelopak bunga sakura itu dan kembali melepasnya tertiup angin. Kris disampingnya merasa de javu akan kelakuan suho, yaa kris mengingat kencan pertama mereka tempo lalu.
Dirasa cukup lelah berjalan, suho meminta kris untuk duduk dibangku panjang disisi danau dimana dulu sempat mereka gunakan untuk makan gula gula kapas disana, tapi sepertinya mereka tak bisa mengulang memakan gula kapas karena sang penjual tidak berada disini. Tapi kini, suho tengah mengeluarkan sesuatu, dua lembar kertas, bolpoint, amplop dan sebuah kotak besi. Kris sempat bingung atas barang bawaan suho.
"Apa yg mau kau lakukan dengan itu semua suho ya?",tanya kris
Bukannya menjawab, suho memberikan selembar kertas berwarna biru langit dan bolpoint untuk kris. Kris menerimanya dengan linglung..
"Kau tahu apa itu fossil?",tanya suho
"Fossil dinosaurus? Yg digali para ilmuan ilmuan itu?",tanya kris
"Ani, bukan yg itu.. fossil yg biasa dimainkan masyarakat jepang, dimanamereka akan menuliskan sebuah surat untuk mereka baca dimasa depan, dan menguburnya di dalam tanah, menunggu hingga waktunya tiba dan membacanya bersama orang terkasih mereka di waktu yg tepat",ucap suho
Kris tersenyum, tak menyangka suho memiliki pemikiran melakukan hal romantis seperti itu..
"Kau bisa menuliskan apapun yg kau inginkan yi, bahkan perasan terpendam tentang cinta, kau boleh menuliskannya dalam suratmu",tambah suho
Kris menatap suho disampingnya mendadak kesal..
"Kenapa harus ditulis? Bukanya lebih baik dikatakan saja secara langsung?",kesal kris
"Ada kalanya perasan tidak untuk dinyatakan yi..",sanggah suho
"Apa maksudmu?",tanya kris
"Ada kalanya perasan itu dipendam, agar orang lain tidak terluka.. terlebih jika perasaan itu tidak terbalas",ucap suho
"Yàaa, kau benar",ucap kris
"Tapi, seharusnya.. lebih baik dikatakan kan meskipun itu sulit, aku lebih menghargai orang yg berani menyatakan perasaannya meskipun orang yg diberi cinta olehnya terlambat mencintainya",gumam kris
"Kau bilang apa tadi?",tanya suho
Kris menggeleng dan berlalu mengusap perban putih suho sayang...
"Tidak ada, cepat tulis fossil suratmu, aku tak sabar untuk segera membacanya di masa depan'',ucap kris
"Arra..arra.. tapi kau juga jangan mengintip suratku sekarang, baca saja nanti dimasa depan yi",ucap suho
Sembari membelakangi kris, kris tersenyum geli akan tingkah kekanakan suho yg seakan tak ingin memberinya contekan disaat ulangan.
Setelahnya, mereka pun kembali menulis surat masing masing..
Butuh beberapa menit mereka menulis secara rahasia, setelahnya mereka melipat surat itu rapi, dan suho malah melipatnya dalam bentuk hati, dan kris tak mau kalah dan melipatnya dalam bentuk origami burung phonix (dikira ini lomba origami ma.. pa? Hadeeeh.. fokus thor.. maaf)
Setelah beres dengan surat masing masing, mereka memasukkannya kedalam kotak besi.. dan menutupnya serta menguncinya. Masing masing orang memegang kuncinya satu satu, karena memang lubang kuncinya hanya bisa dibuka jika kedua kunci digabungkan. Suho sengaja mencari kunci spesial seperti itu, karena ia tak mau kris bersikap curang padanya.
Kini, mereka berlalu menggali lubang dibawah pohon bunga sakura di sisi jembatan danau, sebenarnya kris sih yg gali lubang, suho mah sedari tadi cuma perintah perintah az.
Selesai menggali lubang, kris menyuruh suho mendekat.. suho menurut sembari membawa kotak fossil mereka berjalan mendekati kris. Dimasukkannya kotak itu secara perlahan dan kemudian menguburnya kembali dengan tanah. Mereka sempat tersenyum dan saling memandang satu sama lain. Dirasa cukup beres, kris menggandeng suho kembali menuju bangku panjang dan berlalu membersihkan tangan suho dengan air,cukup bersih dan setelahnya kris mengusapnya dengan tissue basah antiseptic, yaa kris mah super perfeksionis.
Beberapa sat kemudian, suho merasa matanya begitu berat, ia pun menyandarkan kepalanya pada dada bidang milik kris.. kris menyambutnya dan mengusap surai rambut suho sayang, dan sesekali menciumi perban putih milik suho.
"Kris... saranghae..",ucap suho tiba tiba
Kris pun refleks menghentikan usapan rambutnya dan perlahan menggerakan tubuh suho untuk menatapnya, di tatapnya intens manik mata milik suho, bermaksud memberikan jawaban..
"Suho.. maaf ak..",ucap kris menggantung
Karena kini suho membekap mulutnya dengan sebuah..
Ciuman..
Ciuman yg hangat penuh kasih sayang, bukan karena nafsu atau pun hasrat yg memburu. Kris secara reflek memeluk pinggang ramping milik suho, dan mengarahkan tangan yg lain menuntun tengkuk suho untuk semakin mendekat pada dirinya berlalu memperdalam ciuman mereka. Lumatan lumatan kecil diberikan kris, mencecap bibir manis milik suho yg kini menjadi candunya. Merasa butuh pasokan oksigen, suho menggigit lemah bibir bawah kris, mengerti akan kode yg diberikan suho, kris menyudahi ciuman mereka. Benang saliva tipis terbentang diantara mereka.. dan juga bibir bengkak milik suho membuat senyuman kris kembali mengembang. Diusapnya sisa saliva dibibir sang terkasih. Awalnya kris ingin melanjutkan perkataannya, tapi suho kembali mencegahnya, dan malah memeluk kris erat.. sangat erat.. seolah tak ingin berpisah dari kris.
"Mataku sangat berat kris, biarkan aku tidur sebentar",ucap suho
"Kenapa kau tib..",ucap kris kembali menggantung
Karena serangan tiba tiba dari pihak submitif didepannya, seolah suho menyuruh kris untuk diam dan tak membiarkannya berbicara. Kris.. kembali memejamkan matanya menikmati bibir chery milik suho, dengan lembut kris melumat bibir bawah dan atas suho, begitu pula suho.. yg mengikuti permainan kris..
Tapi..
Perlahan..lahan..
Kris merasa pergerakan bibir suho terhenti, dan kini pegangan tangan suho melemah pada lehernya. Kris sedikit cemas, tapi tetap berusaha melumat bibir mungil sang terkasih.. sampai pada kenyataan, kris.. saat ini, tidak bisa merasakan degupan jantung sang terkasih, bahkan suhonya pun tak lagi protes seperti sebelumnya untuk meminta ijin bernafas.
Tes..tes..
Entah sejak kapan, buliran bening tengah menetes di wajah tampan milik kris, ia mengakhiriciumannya pada suho dengan ciuman dalam, menyalurkan rasa cinta yg tak sempat ia ucapkan.
"Kumohon, jangan cintai aku lagi, jika kau akan menderita seperti ini",gumam kris
Disela pelukannya pada suho, yg entah.. ada dimana ia sekarang..
Diseberang sana sesosok cahaya putih terlihat mengusap pelan surai rambut kris hangat.. sangat hangat.. seolah ingin mendekapnya erat..
"Sampai kapan pun, aku akan tetap mencintaimu, baik dikehidupan ini, maupun dikehidupan mendatang.. hanya kau kris.. saranghae", ucapnya.. untuk yg terakhir kalinya.
Kris menangis dalam diam sembari memeluk suho, kris kalut, sungguh kalut.. tapi yg bisa ia lakukan saat ini hanyalah menangis sembari menggumamkan kata cinta mengiringi kepergian kekasihnya.
Skip time
(Kalau menurut author, ini happy ending.. ada yg butuh sequel ndk? Kira kira yg baca tuh fossil siapa? Masa' iya tuh fossil dibiarin nganggur?)
