Previous :

Dalam catatan buku manual perawatan kucing Nijimura, ada sebuah catatan kecil di bagian profil Tetsuya. Isinya:

"Kalau Tetsuya hilang, tak perlu khawatir. Cukup telepon unit pemadam kebakaran, dan minta Kagami untuk datang menolong. Biasanya Tetsuya akan langsung nongol."

Sayang catatan itu kecil sekali, nyaris tidak terlihat apalagi terbaca.

...

"Cu ... cuaca di luar cerah ya, hahaha ...."

KLIP ... BLARRR! Sesaat setelah Nijimura selesai berkata kilat dan petir datang bergantian. Suara yang terdengar selanjutnya adalah suara gemuruh hujan.

'Apanya yang demi cuaca cerah diluar sanaaa!'

..

*…*…*

..

Felis

Chapter 6: Kalian tidak perlu tahu.

Proud to you by:

emirya sherman

Disclaimer:

Kuroko no Basuke owned by Fujimaki Tadatoshi.

Neko Atsume developed by Hit-Point Co.,Ltd.

~ I gain no profit by publishing the story ~

This is only a work of fiction. If there any similarities among the names, the places or the plotlines are entirely coincidental.

Warnings:

AU. Out of Character. Misstypes.

..

Happy reading :)

..

*…*…*

..

Satu hal yang dipikirkan Tetsuya, Riko dan tuannya itu sama saja, selalu melupakan eksistensi dirinya. Padahal, Tetsuya selalu anteng di atas meja. Barangkali mereka pura-pura tidak tahu, atau tidak tahu betulan? Mungkin mereka perlu benda yang ditenggerkan di atas telinga, yang membuat manusia jadi punya mata empat. Tujuannya? tentu saja agar penglihatan mereka lebih akurat.

NIjimura Shuuzou, tuannya, dalam jangka waktu 3 minggu baru bisa hafal di mana saja tempat Tetsuya biasa nongkrong. Sekalipun pada awalnya kadang-kadang penglihatannya luput juga.

Pertama melihat tempat barunya tinggal, ia merasa asing, sehingga tidak kunjung keluar dari pet cargo. Bau apartemen Riko sama sekali berbeda dengan apartemen Nijimura. Ia membau pengharum ruangan aroma lavender, dan ada sekelebat bau gosong? Entahlah. Ia merasa hidungnya iritasi kalau membau hal yang terakhir disebutkan.

Akhir-akhir ini Riko sering mengingatnya saat jam makan, dan Tetsuya bersyukur untuk itu. Usut punya usut, Tetsuya pernah lupa tak diberi jatah makan, ia kemudian iseng mencicipi telur dadar buatan Riko. Baru satu jilatan, dan mukanya berkerut masam.

"Inikah yang dikatakan manusia sebagai garam?"

Mungkin ada yang mengira benda yang dicolek lidah Tetsuya adalah garam betulan, jangan mengira mata Tetsuya siwer sehingga yang ia lihat sebenarnya adalah toples berisi garam. Tetsuya yakin, karena saat itu Riko baru saja memindahkan masakannya di atas piring kemudian dibiarkan begitu saja karena Riko keburu mengangkat telepon.

Harus menunggu beberapa menit hingga Tetsuya berhasil mencomot sedikit makanan dari piring, ada jejak hitam yang menghiasi di beberapa bagian. Ditunggunya beberapa saat, dicakar-cakar sedikit—siapa tahu masih bisa bergerak—dilemparkan 2 sampai 3 kali, dan terakhir dijilatnya. Asin minta ampun. Ia menyesal jiwa dan raga—jangan lupa lidah juga.

Seingat Tetsuya, Riko sebelumnya memecahkan telur kemudian digoreng. Ia heran kenapa ayam bisa mengeluarkan telur yang rasanya begitu. Mana ada ayam yang seperti itu? Ayamnya digelonggong air laut atau bagaimana? Tetsuya tidak punya ide soal itu.

Tetsuya selalu berpikiran positif, mungkin ayam yang menelurkan telur yang dibeli Riko adalah ayam varietas baru. Tetsuya yakin itu.

...

...

Saat Riko akan berangkat, ia memberikan kunci apartemen pada seorang pria tak dikenal. Ada yang aneh hari ini, siapa pria berambut belah tengah itu? Datang-datang langsung menanak nasi sambil memasak sepanci kare, setelah itu dihidangkan pada mangkuk makanan kucing warna-warni. Izuki hanya menyiapkan 3 mangkuk pula.

Seijuurou membaui makanan itu. "Meow?" Seijuurou mengeong meminta penjelasan, ke mana hilangnya pakan kucing biasanya yang ada ekstrak tunanya?

"Oke, ini makanan kalian. Habiskan ya."

Daiki seolah menggumam aneh, apa-apaan ini.

Kalau bisa menepuk jidat, ingin Tetsuya lakukan sekarang. Ternyata ada varietas manusia yang memberikan nasi dan kare untuk kucing sebagai makanan. Izuki Shun adalah salah satunya.

Tetsuya duduk anteng di atas kotatsu, berdempetan dengan Atsushi yang masih molor.

"Asal kalian tahu ya, kami itu ras paling unggul di Bumi. Kalian manusia itu bagaikan serangga dibanding kami, kalian lebih hina daripada e*k kami. Dari dulu zaman firaun, manusia itu cuma jadi kacung tukang bangun prasasti. Bahkan, sampai zaman android, manusia jadi kacung aplikasi."

"Meow ...." Artinya sekian. Begitulah isi kepala Tetsuya. Kalau ucapan sarat akan (sok) berkuasa itu meluncur dari pikiran Sei-chan itu wajar, sedangkan ini?

Abang Tetsuya, Chihiro yang dirawat Mibuchi Reo pernah bilang agar tidak perlu vokal dalam menyuarakan aspirasi. Jadi, Tetsuya memilih untuk menutup mulut saja, menjadi kucing oenyoeh yang anteng, dan tak banyak cing-cong. Begitulah Tetsuya, meskipun pada akhirnya efek tak banyak cing-congnya berimbas pada seringnya ia tidak ternotis. Chihiro juga sering tidak dinotis, sekadar informasi saja.

Tidak ada yang menyangka kucing anteng, berbulu putih kinclong idola seluruh penggemar kucing ini mampu berpikir ekstrim macam ini. Jika ada yang dapat membaca isi pikiran Tetsuya, maka mereka akan dengan mudah menyimpulkan kalau bangsa kucing itu hendak menggulingkan dominasi Homo sapiens di Bumi. Dasar bangsa teroris. Lihat saja, di balik kepala kecil mereka, tersusun beragam ide untuk memperbudak manusia. Di balik mata besar tak berdosa itu tersimpan tipu muslihat untuk memperdaya manusia. Nijimura adalah salah satu korbannya.

...

...

Waktu sudah menunjukkan jam 10 pagi, kwartet kucing itu belum makan sama sekali. Sementara Izuki, bukannya memberi makanan kucing, malah membelikan bola mainan. Mana ada makhluk yang mau bermain di saat perutnya belum diisi. Kalau Atsushi, meskipun belum makan, ia bisa memecah lipid di tubuhnya, kemudian bisa dijadikan energi. Lah, bagaimana dengan kucing macam Seijuurou, Daiki, dan Tetsuya? Memecah molekul bulu? Yang benar saja!

Satu meongan singkat Daiki yang maksudnya, manusia di depan mereka itu bego. Izuki telah dihujat sejak jam 6.30 pagi. Mana dari tadi pria itu sering tertawa sendiri, tepatnya menertawakan kalimatnya yang antik itu.

Namun, anehnya Daiki dan Sei-chan mau bermain dengan Izuki. Biarkan Izuki kampret itu terlena, kemudian mintalah makanan dengan mata tak berdosa. Rencana yang sempurna. Kalau tidak berhasil, mintalah dengan kekerasan, hajar Izuki sampai hilang kesadaran. Ah, rencana cadangan ini juga oke punya. Seijuurou sempat bimbang akan melancarkan aksi yang mana.

Mereka berempat memilih untuk menggasak keripik yang dibuka Izuki saat orang yang dimaksud sedang pergi ke toilet.

Sei-chan mengeong untuk memanggil Tetsuya, Daiki, dan Atsushi. Artinya keadaan aman, bos kucing itu telah mengganjal pintu toilet dengan gagang sapu. Izuki tidak akan bisa membuka pintu toilet dengan mudah. Mereka akhirnya bisa sarapan—dan mungkin sekaligus makan siang—dengan keripik kentang yang isinya tinggal setengah. Namun, Atsushi kalap, lalu menghabiskan seluruh sisanya.

Tanpa diketahui kamerad-kameradnya, Tetsuya melenggang melewati beranda. Dari satu ke beranda lain, melompati plafon demi plafon rumah tetangga, dan berakhir di atap sebuah rumah. Tetsuya memilih tidur siang di sana.

...

...

Dalam mimpinya, ia seperti teringat suatu pembicaraan via telepon antara Nijimura dan ibunya. Ibu Nijimura pernah bersabda lewat telepon, saat hendak menjodohkan Nijimura dengan seorang kembang desa. Ibu Nijimura berkomentar betapa asinnya masakan si kembang desa.

"Shuuzou-chan, kamu ingat Maeda anak kepala desa itu. Lebih baik kau lamar saja. Barangkali dia segera ingin menikah, masakannya asin begitu."

Anak kepala desa yang pernah mengatainya monyet itu?

Nijimura yang memegang gagang telepon menyahut malas, "Maaf Ibundaku tersayang. Aku tidak mau menjadi penderita darah tinggi di kemudian hari, jadi aku menolak. Aku sudah punya calon."

Tetsuya menguap, saban hari Nijimura hanya bolak-balik tempatnya mengajar, toserba langganan, menggebuki preman pengkolan depan, lalu kempali ke apartemen. Lihat saja daur hidup Nijimura, mana ada ia punya calon buat dinikahi.

Setelah menutup pembicaraan dengan ibunya, Nijimura berujar mantab, "Siapa yang perlu istri kalau aku punya 4 anak yang ganteng-ganteng ini Nee~"

Waktu itu Seijuurou, Daiki, dan Atsushi langsung dipeluk satu-satu. Sementara Tetsuya dengan ingatan setajam gajah, masih ingat kalau dia dikacangi.

Mengingat informasi tentang kehidupan sosial manusia dari memori pembicaraan Nijimura dengan ibunya, Tetsuya bisa ambil kesimpulan, "Hm, jadi Aida-san ingin segera kawin? Makanya masakannya asin gila seperti itu?"

...

...

Tetsuya dibangunkan dengan suara berisik di bawahnya. Oh, ibu-ibu pemilik rumah memergokinya tidur di atas cucian keringnya.

"Ya, mana aku tahu. Seingatku aku idur di atas atap tadi. Masalah?"

Bukan masalah untuk Tetsuya, tetapi masalah untuk si ibu. Alasannya adalah, si ibu itu persis Riko, benci kucing. Tetsuya ambil langkah seribu. Keselamatan adalah prioritas utama.

Tetsuya hendak kembali ke apartemen Riko, tetapi jalannya dihalangi dengan serangan acak si ibu-ibu dengan sapu ijuk. Tetsuya memilih untuk belok kanan, melompati atap demi atap. Maklum, jika ia belok kiri, maka ia bisa saja tertangkap sekte sesat pemangsa kucing. Kalau disembah sih, ia senang saja. Masalahnya aktivitas wajib sekte jahanam itu termasuk dalam tindak kriminal terhadap kucing, termasuk menguliti, dan menjadikannya keset bertulis selamat datang.

Sayangnya, Tetsuya memilih jalan yang salah pula. Ia malah menuju rumah preman kompleks yang pernah digebuki tuannya. Ia hanya berdoa agar Haizaki tidak menemukannya. Dulu, Haizaki pernah mencoleng Atsushi, dan hendak dijual ke sekte pemuja kucing setempat dengan harga tinggi lantaran beratnya. Motifnya Haizaki sekadar untuk balas dendam pada Nijimura. Jadi, ternyata ada orang lain pula yang mengetahui bahwa Nijimura punya 4 ekor kucing.

Chihiro memang pernah mengajarinya bahwa manusia adalah kacung bagi bangsa kucing, tetapi Tetsuya tidak sampai hati kalau ia sampai ditangkap Haizaki, karena ia sayang Nijimura. Dalam artian seandainya ia diculik NEET berkedok preman itu, kemudian dijadikan sandera untuk sarana balas dendam Haizaki pada Nijimura, ia akan menyusahkan Nijimura yang wajahnya sudah kusut akhir-akhir ini.

Memang dasar Tetsuya sedang apes, Haizaki mendapatinya melompati atap. Sekonyong-konyong, ia disemprot air. Sejak kapan Haizaki menyiapkan selang?

"RASAKAN INI NIJIMURA SIALAN! WAHAHAHAHA ...."

Dasar preman gadungan.

Tetsuya tak mau salah langkah, ia memilih untuk menaiki tiang listrik. Ia memanjat tiang listrik dengan kesetanan, karena Haizaki masih mengejarnya di belakang. Memang selang yang dipakai sepanjang apa?

Terlihat mustahil bagi kucing untuk memanjat tiang listrik. Menggunakan kekuatan seadanya, Tetsuya bisa memanjat dengan mengerahkan seluruh tenaganya pada keempat kaki untuk mencengkeram lempeng besi. Padahal tenaganya haya bersumber dari 4 potong keripik yang sempat ia mamah sebelum dihabiskan Atsushi.

Tetsuya mencapai ujung tiang listrik. "Meow!" Artinya, kamu tidak bisa mengejarku, preman gembel.

Haizaki masih kalap, ia arahkan selang airnya ke arah Tetsuya.

BRUSS ....

"HA! KIRIMKAN SALAMKU UNTUK NIJIMURA KAMPRET ITU, KUCING TENGIK!"

Kurang dari 10 hitungan, terjadi konsleting. Bunga api meletup-letup. Haizaki masih acuh, dan tidak menyadarinya. Fokusnya adalah mengguyur Tetsuya dengan air sebanyak-banyaknya. Kucing benci air, 'kan? Karena itulah Tetsuya berusaha menghindar.

Memasuki detik ke-15—

BLARRR ....

—travo di tiang listrik itu meledak. Haizaki melonjak karena kaget, sementara Tetsuya masih berdiam kemudian menjauhi travo. Listrik di sekitar kejadian terputus.

Warga sekitar mulai berdatangan untuk melihat, salah satu di antaranya melakukan panggilan darurat. Agak sedikit lama hingga terdengar sayup-sayup lolongan sirine pemadam kebakaran, suaranya makin lama makin terdengar keras. Truk berwarna merah terparkir di bawah tiang listrik, seorang pria beralis cabang keluar dari truk.

"Selamatkan aku, Paman."

Bagaimana dengan Haizaki? Biarlah. Oknum NEET itu sudah kabur menyelamatkan diri. Kalau tuannya sudah pulang, Tetsuya berjanji akan mengadukan kejahatan preman kampret itu pada NIjimura.

...

...

Felis Chapter 6 : END

..

*…*…*

..

'Emir is typing' corner :

Kisah hilangnya Tetsuya. Sekian :-p

Jaa nee .…

:D

...

...

Segmen nirfaedah

"Kalian itu tidak perlu tahu, tapi perlunya itu tempe! Dasar kedelai!"

"Daiki, jangan ribut deh."

"O ... oke. Kalem Seijuurou."

...

...