Dangerous Twin

Title : Dangerous Twin

Cast : Cho Kyuhyun, Cho Kibum, Choi Siwon, Tan Hangeng, etc.

Genre : Romance, Brothership, Family, Mistery(?).

Lenght : Chapter

Discover : Semua cast adalah ciptaan Tuhan,, walau salah satu dari mereka _Kyuhyun_ adalah

suami masa depan Author.

Warning : boyXboy, typo(s), OOC, failed mistery, angst(maybe).

Summary :

Cho Kyuhyun memiliki hidup yang sempurna. Dia memiliki wajah manis dan imut yang bisa membuat yeoja dan namja bertekuk lutut di hadapannya. Dia memiliki suara indah yang membuat semua orang terpana. Dia memiliki otak cerdas yang membuat guru-guru kalah telak darinya. Dia memiliki kekayaan berlimpah dan orang tua yang perhatian dan memanjakannya. Dia memiliki sahabat-sahabat yang dengan tulus mendukung dan menyayaginya. Dan yang terpenting, dia memiliki Choi Siwon yang selalu ada di sampingnya.

Tapi dia harus rela memberikan hidupnya yang sempurna itu kepada Cho Kibum, kakak kembarnya.

Chapter 7

Author POV

Siwon mengendarai mobilnya dengan perasaan cemas. Dia merutuki kebodohannya karena terlamabat menjemput Kyuhyun. Ketika sampai di rumah Keluarga Cho, Mrs Cho berkata Kyuhyun sudah berangkat dengan Mr Cho. Harusnya Siwon bisa tenang karena Mr Cho pasti bisa menjaga Kyu dengan baik tapi kenapa dia merasakan perasaan tidak tenang memenuhi hatinya.

Siwon menginjak rem mendadak saat melihat sosok yanag mirip Kyuhyun menyebrang tepat di depannya "Mau kemana dia? Itukah arah berlawanan daari sekolah?" Siwon berkata pada dirinya sendiri. Dia melihat sekitar mencari keberadaan Mr Cho tapi dia tidak menemukannya.

Siwon segera menepikan mobilnya dan berlari menyusul Kyuhyun. Siwon sempat kehilangan sosok Kyuhyun ketika dia melihat seorang laki-laki berambut hitam. Wajahnya mirip Kyuhyun tapi entah kenapa sosoknya agak transparan.

Sosok yang mirip Kyuhyun itu menunjuk sebuah gang sempit di depannya. Siwon tidak membuang waktu, dia melesat cepat menuju gang sempit itu. Gang itu berakhir di sebuah jalan raya yang ramai. Siwon mengedarkan pandangannya dan jantungnya seolah berhenti berdetak ketika dia melihat Kyuhyun berjalan pelan menyebrangi jalanan yang ramai.

"KYU!" Siwon menanggil Kyuhyun tapi Kyuhyun sama sekali tidak mendengarnya. Dunia Siwon terasa runtuh saat onyx gelapnya menagkap pemandangan sebuah truk melaju kencang siap menabrak tubuh kurus Kyuhyun.

"Kyu! Awaaaass" Siwon tidak pernah berlari sekencang itu walau dia adalah pelari tercepat di sekolahnya.

Suara klakson yang memekakkan telinga membuat Kyuhyun sadar sedang berada dimana dia sekarang. Sedikit lagi Siwon berhasil meraih lengan Kyuhyun. Siwon tak pernah begitu ketakutan seumur hidupnya seperti ini. Dia melihat Kyuhyun tersenyum dan memejamkan mata seolah sudah siap menghadapi kematian.

Seandainya Siwon telat menarik Kyuhyun sedetik saja bisa dipastikan tubuh Kyu hancur tertabrak trus sebesar itu. Mereka berdua terduduk di jalan raya dengan nafas tersengal-sengal.

"Siwon hyung?" Kyuhyun sama sekali tak menyangka akan bertemu Siwon disini.

Siwon menatap tajam Kyuhyun. Wajahnya keras dan meenyeramkan. Kyuhyun menatap bingung Hyung yang dicintainya itu. Siwon tidak pernah melihat Kyuhyun dengan pandangan smenakutkan ini. Dia hanya akan memberikan tatapan mautnya pada orang jahat yang mengganggu Kyuhyun-nya.

"Kalian tidak apa-apa?" seorang ibu-ibu pejalan kaki yang kebetulan melihat semua kejadian itu menatap cemas dua namja di yang masih terduduk di jalanan. Kyuhyun baru menyadari mereka berdua jadi bahan tontonan.

Siwon berdiri lebih dulu lalu menarik kasar Kyuhyun agar berdiri. Tangan kekarnya mencengkram erat pergelangan tangan namja di sampingnya itu dan menuntunnya menuju sebuah tempat yang sepi.

"Siwon hyung lepaskan. Ini sakit" Kyuhyun meronta merasakan cengkraman tangan Siwon menyakitinya.

Setelah sampai di tempat sepi Siwon melempar pergelangan tangan yang dipegangnya. Kyuhyun sungguh bingung kenapa Siwon bersikap sangat kasar padanya. Selama ini Siwon selalu memperlakukannya dengan lembut, seolah dia bayi yang sangat sensitive.

"Tertabrak truk itu jauh lebih menyakitkan dari ini" suara Siwon tak pernah sidingin ini jika ditujukan pada Kyuhyun.

Kyuhyun akhirnya mengerti apa yang membuat namja di depannya ini marah "Aku… aku hanya…"

"Mati saja kalau kau mau" potong Siwon.

Kyuhyun yang tadi menundukkan kepalanya menongak dan melihat wakah Siwon yang memandangnya dingin. Ada rasa kecewa dan sedih mendengar perkataan Siwon yang seolah juga menyuruhnya mati, sama seperti saudara kembarnya sendiri "Hyung…"

"Mati saja kalau itu memang maumu. Dan kau juga akan melihatku mati" Siwon berkata kemudian dia menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Dia berlutut di tanah yang kotor.

Kyuhyun menyadari seluruh tubuh Siwon bergetar. Tak hanya itu Kyuhyun mendengar suara isakan dari balik tangan besar Siwon "Hyung…" Kyuhyun ikut berlutut. Tangannya menyentuh tangan Siwon.

"Kenapa kau melakukan itu Kyu. Kenapa kau mau meninggalkanku?" Siwon membiarkan tangannya digenggam Kyuhyun. Membiarkan Kyuhyun melihat wajahnya yang besimpah air mata.

Kyuhyun tertegun. Dia tak pernah melihat Siwon menangis seumur mereka bersama "Aku…" Kyuhyun tak tahu harus mengatakan apa "Aku hanya ingin menebus dosaku hyung"

"Dengan membuat dosa baru? Apa kau ingin aku mati?" Siwon bertanya menatap dalam wajah Kyuhyun.

Kyuhyun kaget dengan perkataan Siwon "Aku tak pernah menginginkanmu mati hyung"

"Tak ada artinya hidupku jika kau mati Kyu. Aku tak bisa membayangkan hidup tanpamu. Itu sama saja dengan mati" Wajah Siwon begitu serius.

Kyuhyun langsung memeluk Siwon "Mianhae hyung… aku tak ingin membuat hidupmu seperti itu"

Sungguh Kyuhyun tidak tahau harus berbuat apa. Siwon menumpahkan air matanya di pelukan Kyu membuat punggung seragam Kyu basah. Dia tak pernah melihat Siwon yang begitu rapuh dan lemah seperti ini. Biasanya dialah yang bersandar pada punggung Siwon yang besar.

"Saranghae babby… jeongmal saranghaeyo… jebal, jangan pernah tinggalkan aku" Siwon berkata. Entah kemana perginya sikap gentlemen yang selama ini melekat pada diri Siwon. Siwon tidak peduli, dia akan melakukan apapun, bahkan merengek sekalipun jika itu bisa membuat Kyuhyun tidak meninggalkannya.

Kyuhyun segera melepaskan pelukannya menatap wajah Siwon yang basah oleh air mata. Jari tangannya menghapus jejak air mata di pipi tampan Siwon. Matanya mengamati kesungguhan dan ketulusan dalam mata Siwon. Kyuhyun sadar dia sangat mencintai namja di depannya ini tapi dia harus melakukan apa yang diinginkan kakak kandungnya "Mianhae hyung… aku juga mencintaimu tapi…"

Tangan Siwon menggenggam erat tangan Kyuhyun "Aku tak bisa hidup tanpamu babby. Kalau kau memang ingin mati, bawalah aku bersamamu. Aku akan mengikutimu kemanapun kau pergi"

Kyuhyun memang tidak keberatan jika mati tapi dia tak mau membawa orang yang dia cintai. Kyuhyun menghembuskan nafas berat. Sepasang tangan yang tadi menggenggam tangannya kini beralih menyentuh lembut kedua pipinya. Onyx hitamnya bertemu dengan onyx Siwon yang indah. Siwon mendekatkan wajahnya dan mencium bibir merah Kyuhyun. Tak ada nafsu disana. Hanya ada ketulusan dan perasaan cinta yang begitu berlimpah. Kyuhyun memejamkan matanya. Hatinya sudah bertekat.

'Mianhae Bummie hyung. Aku tak bisa meninggalkan Wonnie hyung'

wonkyu

"Kau mau mati ya?" suara sinis Kibum menyambut Kyuhyun yang baru saja masuk ke kamarnya. Dia dan Siwon suah berjanji untuk merahasiakan apa yang dilakukan Kyuhyun tadi. Mereka juga sudah berjanji untuk selalu bersama.

"Bukankah hyung yang ingin aku mati agar kita impas?" Tanya Kyuhyun masih berdiri di dekat pintu kamarnya.

"Ya Tuhan! Kenapa aku punya adik yang begitu bodoh sih! Kau sungguh menganggap serius perkataanku waktu itu?" Kibum menatap adiknya tidak percaya.

Kali ini Kyuhyun bingung "Jadi hyung tidak menginginkan kematianku?"

Kibum mengalihkan pandangannya ke kedua tangannya yang terlihat lebih transparan seperti biasa "Well, waktu itu aku sedang kesal dan berniat membuatmu susah. Mana kutahu kalau kau serius ingin mati"

Kyuhyun berjalan mendekati hyungnya "Jadi aku tidak perlu mati?"

"Kau sebenarnya mikir tidak sih? Kalau kau mati tubuh siapa yang bisa kupakai untuk hidup?" Kibum sungguh tidak mengerti kenapa banyak orang mengatakan Kyuhyun cerdas. Mereka melihat dari sudut pandang mana sih?

Masih tidak percaya dengan pendengarannya Kyuhyun bertanya "Aku boleh tetap hidup?"

"Aku sungguh yakin IQmu tidak mungkin 3 ddigit. Memangnya kau pikir aku Tuhan. Kenapa kau bertanya padaku" Kibum agak risih melihat tatapan berbinar adiknya. Hal itu mengingatkannya pada sosok Kyunnie kecil yang sangat disayanginya.

"Hyung tak akan membenciku jika aku memilih untuk hidup?" mata berbinar Kyuhyun menatap Kibum penuh harap.

"Astaga! Kau pikir aku susah-susah membimbing Siwon agar bisa menyelamatkanmu dari truk sialan itu untuk membuatmu mencoba cara bunuh diri lainnya? Aku sampai mengerahkan seluruh tenagaku untuk tampak di depannya" jelas Kibum kesal karena Kyuhyun masih menatapnya dengan wajah polosnya.

"Eh? Hyung yang membawa Siwon hyung kesana untuk menolongku?" sekarang dia sungguh-sungguh terkejut. Bukan hanya tidak mengingkannya mati, ternyata Kibum juga menolongnya.

Kibum langsung salah tingkah "Jangan pikir aku melakukan itu karena aku menyayangimu. Aku hanya tak ingin tubuh yang kugunakan untuk hidup lenyap" mata Kyuhyun berubah berkaca-kaca "Yak! Cho Kyuhyun! Jangan menatapku seperti itu. Aku sudah bilang aku sama sekali tidak peduli padamu. Memangnya kau siapa kenapa aku harus pe…"

Kibum tidak bisa menyelesaikan perkataan(kilahan)nya karena detik itu juga Kyuhyun memeluk tubuh semitransparan kakaknya "Gomawo hyung"

Kibum membeku. Dia ingin memberontak tapi tangannya malah terangkat untuk menyentuh punggung adiknya. Dia mengusap pelan punggung sang adik. Merasakan kehangatatan mengaliri seluruh tubuhnya. Hatinya yang dipenuhi kebencian perlahan mencair. Dia tersenyum dalam pelukan saudara kembarnya.

wonkyu

Genap 2 bulan sejak pertemuan pertama Kyuhyun dan roh kakak kembarnya. Sejak kejadian Kyuhyun hampir tewas tertabrak mobil, sikap Kibum makin melunak. Dia memang belum mengaku secara terang-terangan. Tapi caranya memperlakukan Kyuhyun jauh lebih baik dari awal mereka bertemu setelah dipisahkan 14 tahun lalu. Terbukti juga dengan makin sedikitnya kuantitas Kibum menggunakan tubuh Kyuhyun. Dia hanya meminjamnya sesekali saja, malah 5 hari belakangan dia sama sekali tidak menggunakannya. Tapi hari ini Kibum sedang ingin sekolah untuk menghalau rasa aneh yang menjalari hatinya karena sudah 5 hari tidak bertemu dengan seseorang.

"Aku heran bisa-bisanya kau betah pacaran dengan orang seperti itu" Kibum yang baru pulang dari sekolah Kyuhyun mengomel pada adiknya.

Kyuhyun tersenyum melihat wajah kesalnya sendiri yang dihasilkan roh kakaknya "Bukankah hyung pernah bilang kalau hyung juga menyukai Siwon hyung? Hyung bilang senyum Siwon hyung membuat hati hyung berbunga"

"Aku akui dia namja yang tampan, perhatian dan bisa diandalkan. Tapi sikapnya benar-benar bikin sakau. Masa dia sampai mengusir Seohyun ketika kami berdiskusi tentang buku Galaxi Bima Sakti" Kibum berbaring di kasur Kyuhyun "Parahnya dia itu penganggu. Setiap aku menggunakan tubuhmu aku harus extra hati-hati di dekatnya atau rahasia kita akan ketahuan"

"Lho memangnya Siwon hyung curiga?" Tanya Kyuhyun. Setahunya Siwon sama sekali tidak pernah bertanya aneh-aneh padanya. Apalagi didukung kehebatan acting Kibum. Semua orang sama sekali tidak curiga padanya.

"Entahlah. Tapi setiap kami hanya berdua saja dia selalu bilang 'Kenapa rasanya kau berbeda dari biasanya ya?' aku jadi bingung harus jawab apa" jawab Kibum mengingat kejadian tadi sepulang sekolah ketika Siwon menunggu di depan kelasnya.

"Eh? Lalu hyung jawab apa?" Tanya Kyuhyun penasaran.

"Ya aku bilang saja mungkin itu hanya perasaannya saja. Kalau dia tidak percaya aku menyuruhnya menciumku. Gaya ciuman kita kan sama karena kita kembar jadi dia tidak akan curiga" jelas Kibum asal. Dia kan sama sekali tidak pernah ciuman jadi mana tahu dia gaya ciumannya seperti apa. Well, kecuali jika saat dia bertukar tempat dengan Kyu bisa disebut ciuman.

Mata Kyuhyun melotot memandang kakaknya yang dengan santai menatapnya. Kyuhyun menarik tangan kakaknya agar duduk di depannya "Hyung bilang begitu? Lalu kalian berciuman?"

Kibum mengangguk "Dia benar-benar hebat. Sehebat wajahnya"

"KIBUM HYUNG! Tega sekali hyung padaku!" Kyuhyun menatap hyungnya kesal. Walau tidak membuat perjanjian tertulis, Kyuhyun sudah membuat Kibum berjanji akan menjaga hubungan fisik dengan Siwon jika sedang ada dalam tubuh Kyuhyun.

"Aissh kau ini berisik" Kibum menutup telinganya mendengar teriakan sang adik "Aku bercanda. Siwon memang tipe gentlemen kesukaanku tapi aku tahu dia pacar adikku. Kau tenang saja Cho si Pencemburu"

Kyuhyun menghembuskan nafas lega. Dia merasa bodoh karena cemburu pada kakaknya sendiri. Kalaupun Siwon menciumnya bukankah karena dia mengira Kibum adalah Kyuhyun?

Kibum menatap Kyuhun menyelidik. Mata elangnya tampak kesal "Kau sungguh mencintai Siwon hyung?"

Wajah Kyuhyun memang tidak bisa memerah karena saat ini dia hanyalah sebuah roh tapi Kibum bisa melihat ekspresi malu-malu adiknya "Aku sangat mencintainya"

"Kau lebih mencintainya daripada aku?" pertanyaan itu melontar begitu saja dari Kibum tanpa bisa ditahan. Dia sudah ingin bertanya itu dari dulu "Kau lupa padaku karena ada Siwon yang menggantikanku?"

Kyuhyun yang tadinya menundukkan kepalanya malu kini mengangkat kepalanya dan menggeleng kuat "Aniya. Aku memang mencintai Siwon hyung tapi rasa cintaku pada hyung berbeda dan lebih kompleks dari itu"

"Tapi kau melupakanku dan yang kulihat kau kelihatan bahagia asal ada Siwon di sampingmu. Kau seolah tidak membutuhkanku" Kibum berusaha keras terdengar datar walaupun dia merasakan cemburu.

Kyuhyun menggeleng lagi. Dia menyentuh bahunya yang saat ini diisi roh kakaknya "Itu tidak benar. Siwon hyung memang salah satu sumber kebahagianku. Tapi aku juga sangat membutuhkanmu hyung. Aku melupakanmu bukan karena Siwon hyung. Itu terjadi karena kepalaku terbentur ketika aku mencoba kabur dari rumah sakit" jelas Kyuhyun.

Kibum menatap adiknya kaget. Dia tidak tahu apa penyebab Kyuhyun melupakannya. Selama ini dia berasumsi karena dia hanyalah masa lalu yang ingin dilupakan Kyuhyun. Hanya sampah yang mengganggu hidupnya "Jatuh bagaimana?"

Roh Kyuhyun mengingat-ingat kejadian lama itu "Begitu aku bangun setelah kecelakaan itu, aku menanyakanmu pada eomma dan appa tapi mereka bilang kau sudah pergi jauh. Aku menangis dan ingin pergi ke tempatmu tapi mereka melarangku. Selama beberapa hari aku mogok makan dan terus menangis ingin bertemu denganmu. Akhirnya suatu malam aku berhasil kabur dari rumah sakit tapi ketika melewati tangga rumah sakit itu aku terpelet dan kepalaku terbentur. Kurasa itulah malam terakhir aku bisa mengingatmu sampai hyung datang 2 bulan lalu"

Kibum menggut-manggut mulai mengerti apa yang terjadi. Jadi selama ini dia sudah salah sangka "Aku sempat berniat mendorong Siwon ke jalan raya karena kesal padanya"

"HYUNG!" Kyuhyun berteriak keras.

Kibum tertawa "Aku hanya bercanda" Kyuhyun terpana mendengar tawa kakaknya. Membuat kenangan indah semasa dia masih bisa hidup berdampingan dengan saudara kembarnya itu kembali berputar dalam ingatannya "Ayo kita bertukar tempat. Kau bisa mengajak Siwon hyung jalan-jalan setelah itu"

"Eh hyung sudah mau selesai?" Kyuhyun bertanya bingung.

Kibum mengangguk. Dia sudah mendekatkan wajahnya ke wajah roh sang adik saat HP di saku jasnya berdering keras. Dia melihat nama 'Hangeng Hyung' tercantum disana. Secepat kilat dia mengangkat telepon itu.

"Annyeong hyung" sapanya semangat.

"Kau sudah pulang sekolah?" terdengar suara Hangeng.

"Ne" Kibum menjawab "Ada apa hyung?"

"Kita sudah lama tidak bertemu. Bagaimana kalau kita makan siang hari ini? Aku melihat toko pizza baru yang nyaman" jawab Hangeng ceria "Kau mau? Aku bisa menjemputmu 10 menit lagi"

Kibum tersenyum cerah "Aku mau. Kutunggu di rumah 10 menit lagi"

"Baiklah. Dandan yang manis ya" jawab Hangeng.

"Aish hyung! Aku ini namja. Namja keren dan misterius" Kibum tidak terima dibilang manis. Dia mengutuk wajah manis dan imut adiknya.

Hangeng tertawa "Baiklah Pangeran Keren yang Misterius. Bye"

"Bye" jawab Kibum menutup percakapan mereka. Wajahnya terlihat tersipu. Dia tersenyum sambil geleng-geleng kepala. Jika boleh dibilang, setiap menggunakan tubuh Kyuhyun, Kibum sering bersama Hangeng karena Hangeng yang dewasa dan bijak membuatnya tenang dan nyaman.

"Kyu, kita pertukaran tempatnya nanti saja ya. Aku mau makan siang dulu dengan Hangeng hyung" kata Kibum.

"Kau mau kencan dengan Hangeng hyung? Waah apa hyung menyukainya?" Tanya Kyuhyun melihat wajah bersemu Kibum.

"Aku tidak menyukainya" jawab Kibum agak lebih keras dari yang dia inginkan "Lagipula yang disukai Hangeng hyung bukan aku tapi kau"

Kyuhyun langsung menggeleng "Dia tidak menyukaiku. Sebenarnya aku tahu siapa yang disukai hangeng hyung"

"Siapa?" Tanya Kibum tidak peduli karena dia tahu Hangeng sangat mencintai Kyuhyun.

"Siwon hyung" jawab Kyuhyun sedih.

Gubrak! Kibum hampir terpeleset saat dia berjalan menuju lemari untuk mencari baju ganti yang pantas "Apa kau gila? Hangeng hyung tidak mungkin menyukai Siwon hyung. Dia menyukaimu Kyu phabo"

"Aniya. Aku pernah melihatnya memandang sayang lukisan kuda di ruang keluarga kita dia bilang lukisan itu mengingatkannya pada Siwon hyung" Kyuhyun berkata keras kepala. Lalu tiba-tiba ekspresinya berubah mengerti "Astaga! Jangan-jangan dia tahu aku dan Siwon hyung berpacaran dan berniat memisahkanku dengan Siwon hyung agar dia bisa mendapatkan Siwon hyung! Shiero! Jangan sampai itu terjadi. Aku harus ikut hyung! Aku tak akan membiarkan dia melakukan itu padaku dan Siwon hyung. Aduhh kenapa Hangeng hyung yang kusayangi juga menyukai Siwon hyung-ku sih"

Kibum yang specless hanya menggeleng-geleng meratapi ketidakpekaan adiknya terhadap yang namanya 'cinta'. Suatu keajaiban dia bisa menyadari perasaan cintanya pada Siwon.

wonkyu

"Hyung kemana saja selama 5 hari ini?" Tanya Kibum pada Hangeng yang sedang mengunyah pizzanya. Ya, sudah 5 hari mereka berdua tidak bertemu membuat perasaan aneh yang menyakitkan di hati Kibum. Itulah yang membuatnya malas bertukar tempat dengan Kyuhyun kalau tidak ada Hangeng.

"Aku berlibur ke rumah Kakekku. Dia ayah kandung eommaku. Satu-satunya keluargaku di Korea selain keluargamu" jawab Hangeng tersenyum. Senyum yang selalu bisa membuat Kibum damai "Kau merindukanku Kyunnie?"

Kibum langsung menggeleng walau semburat pink menghiasi pipi chabi Kyuhyun "Aniya"

Hangeng tertawa pelan dan mengacak-acak rambut Kibum –Kyuhyun sebenarnya- "Aku tahu kau hanya menyimpan rasa rindumu untuk namjachingumu yang tampan itu. Ngomong-ngomong hubunganmu baik-baik saja dengan Siwon?"

'Ini dia inti masalahnya' pikir roh Kyuhyun yang duduk di sebelah tubuhnya yang diisi roh Kibum.

"Kami baik-baik saja" jawab Kibum datar. Jujur ada perasaan kesal saat Hangeng terlihat sangat perhatian pada adik kembarnya.

"Syukurlah kalau begitu" jawaban Hangeng yang biasa saja membuat Kyuhyun dan Kibum -yang tadinya berpikir itu adalah alasan mereka disini- melongo "Walau begitu aku tidak akan menyerah begitu saja"

"Tuh kan Hangeng hyung memang mengincar Siwon hyung. Dia mengajak makan siang untuk mengibarkan bendera persaingan" Kyuhyun berbisik di telinga Kibum walau dia sadar tak ada artinya karena dia toh tidak bisa dilihat dan didengar siapapun kecuali Kibum.

Sedang Kibum yang malas mengurusi ketidakpekaan Kyuhyun menyimpan perasaan kecewanya sendiri. Dia berharap Hangeng akan menyerah dan membukan hatinya untuk orang lain karena Kibum tahu sekeras apapun Hangeng berusaha Kyuhyun hanya akan mencintai Siwon dan entah mengapa Kibum tidak ingin Hangeng menderita.

"Aku meminjam buku dari kakekku. Kau ingin melihatnya?" tiba-tiba Hangeng merubah topic pembicaraan.

Kibum agak kaget "Ne" jawabnya lalu matanya yang redup langsung berubah cerah ketika Hangeng mengeluarkan sebuah buku bersampul biru dongker tapi kelihatan kusam dan tua. Buku itu lumayan tebal dan berbau seperti sudah disimpan selama 1000 tahun. Kibum langsung antusias seperti melihat harta karun Mesir "Woww!"

Hangeng memberi buku itu ke Kibum "Aku sudah membacanya ceritanya tentang dunia roh. Di rumah kakekku banyak buku seperti itu. Dia suka mengoleksinya"

Kibum menatap Hangeng dengan mata berbinar "Ayo kita kesana!"

"Tapi rumahnya agak menyeramkan. Terbuat dari batu. Orang menyebutnya Kastil Batu Arwah karena disana agak menyeramkan" jawab Hangeng.

Roh Kyuhyun terlihat gemetar. Dia benci hantu. Dia benci hal-hal mistis yang tidak bisa dijelaskan logika. Aneh memang karena saat ini dia adalah roh yang merupakan salah satu benda mistis. Berbeda dengan Kibum yang malah makin berbinar semangat "Ayolah hyung! Ajak aku kesana. Ya? Ya? Ya?"

Hangeng kembali tertawa "Oke" jawabnya "Kau sungguh-sungguh tidak pernah berubah ya Bummie. Bukankah begitu Kyunnie?"

Kyuhyun ternganga bukan karena panggilan Hangeng terhadap tubuh Kyuhyun yang saat ini ditempati Kibum tapi karena Hangeng berkata padanya. Tepat menatap matanya dan tersenyum menatapnya. Kibumpun berhenti mengamati buku di tangannya. Dia menatap Hangeng yang mengalihkan pandangannya dari Kyuhyun ke Kibum. Senyum berkembang di wajah Hangeng saat berkata

"Ada apa Bummie? Kaget aku bisa melihat roh Kyunnie disampingmu itu?"

wonkyu

Chapter 8

"Ada apa Bummie? Kaget aku bisa melihat roh Kyunnie disampingmu itu?"

Author POV

Suasana langsung hening menyambut perkataan Hangeng. Hangeng dan Kibum saling menatap tanpa berkedip. Kyuhyun yang bingung mengalihkan pandangannya dari Hangeng ke Kibum, Kibum ke Hangeng sampai lehernya sakit.

"Sejak kapan kau bisa melihatnya hyung?" suara ceria Kibum berubah dingin.

Tak sekalipun senyum lenyap dari bibir Hangeng "Aku bisa melihatnya sejak 2 bulan lalu. Tapi aku pikir aku salah lihat dan hanya melihat sosok hantu lain di rumah kalian. Aku memang bisa melihat makhluk halus tapi kadang hanya terlihat bayangannya saja. Pertama melihat roh Kyuhyun, aku sama sekali tak menyangka. Aku tak pernah menduga bahwa roh seorang yang sudah mati 14 tahun lalu kini kembali untuk menuntut keinginannya"

"Oh jadi yang Hangeng hyung lihat bukan lukisan kuda bodoh itu tapi rohku" Kyuhyun tahu tidak seharusnya dia lega. Tapi itulah yang dia rasakan. Lega karena Hangeng hyungnya tidak menyukai namjachingunya.

"Sejak kapan hyung mulai menyadari aku yang mengendalikan tubuh Kyuhyun?" Tanya Kibum lagi tak mempedulikan perkataan Kyuhyun.

"Aku merasa ada yang aneh ketika Kyuhyun tahu tentangmu. Apa yang dirasakan Kyuhyun lebih ke perasaan bersalah dan penyesalan. Harusnya dia merasa kaget dan kecewa karena semua orang menyembunyikan hal sepenting itu. Tapi dia sama sekali tidak terlihat kaget. Jadi aku berpikir dia pasti sudah tahu tentang itu dan mendapat penjelasan lengkap langsung dari orangnya. Aku juga berpikir kau tak mungkin kemari tanpa sebab" jelas Hangeng.

Mata Kibum terlihat datar, menyembunyikan perasaan resah yang sebenarnya dia rasakan saai ini "Semua yang kau katakan benar hyung. Aku hanya kaget kenapa jika kau sudah tahu dari sebulan yang lalu baru sekarang kau memperlihatkannya?"

"Aku perlu bukti dan informasi. Dan cara terbaik memperolehnya adalah dengan pergi ke rumah kakekku. Dia memiliki indera keenam yang kuat. Dia mengetahui banyak hal tentang dunia mistis" jawab Hangeng "Ada lagi yang ingin kau tanyakan Bummie?"

Kibum menatap dalam mata Hangeng "Apa yang akan kau lakukan setelah mengetahui hal ini?"

Hangeng tersenyum sedih "Mau tak mau aku harus memintamu keluar dari tubuh itu dan memberikan pada orang yang seharusnya berada disana. Orang yang menjadi pemilik sebenarnya. Berikan tubuh itu pada Kyuhyun"

Kibum menyeringai. Sudah lama dia tidak menampilkan ekspresi menakutkan itu "Kalau aku tidak mau apa yang akan kau lakukan hyung?"

Hangeng tahu tidak akan mudah melakukan semua ini. Tapi dia harus melakukan ini demi orang yang begitu dia cintai "Aku akan mengusirmu dengan paksa dari tubuh itu"

"HENTIKAN!" Kyuhyun berteriak membuat 2 orang di meja itu akhirnya sadar bahwa dia ada disana "Kenapa kalian berdebat seolah aku tidak ada disini? Akulah seharusnya menentukan apa yang ingin kulakukan dengan tubuhku"

"Maksutmu kau ingin Hangeng hyung segera mengusirku?" suara sinis Kyuhyun terdengar tapi otak Kibumlah yang merangkainya.

"Aku tidak pernah berkata seperti itu hyung" Kyuhyun menatap kakak kembarnya "Kenapa sih hyung tak pernah mau menerima ketulusanku dan selalu saja berasumsi sendiri"

Kibum berdiri dengan kasar membuat beberapa orang berbisik-bisik penasaran "Aku tidak butuh ketulusanmu" lalu dia keluar dari café itu meninggalkan Hangeng dan roh adik kembarnya.

wonkyu

Kyuhyun POV

Aku ingin mengejar Kibum hyung dan menjelaskan bahwa aku tak ingin Hangeng hyung mengusir paksanya. Aku tidak keberatan berbagi tubuhku dengannya. Tapi kenapa Kibum hyung selalu saja menganggapku ingin mengusirnya pergi. Kenapa dia tidak sadar bahwa aku sangat mencintainya dan rela melakukan apapun untuknya.

"Sudahlah Kyu. Biarkan Kibum sendiri saat ini. Dia butuh ketenangan" Hangeng hyung berkata. Saat ini kami berdua ada di sebuah taman yang sepi. Saat aku ingin mengejar Kibum hyung, Hangeng hyung menahanku dan mengajakku disini karena pasti dia dikira orang gila jika dia bebicara dengaku. Ingat saat ini aku hanyalah roh tanpa raga.

"Aku tahu hyung. Tapi aku tak mengerti kenapa Kibum hyung begitu membenciku" jawabku sedih.

"Dia sama sekali tidak membencimu" Hangeng hyung berkata. Aku menoleh padanya. Mata cokelatnya terlihat sangat yakin "Dia tak bisa membencimu walaupun dia mau. Dia sangat menyayangimu Kyu. Dia hanya belum sadar dan masih terjebak pada perasaan terpuruknya"

"Tapi akulah yang menyebabkannya begitu hyung. Aku yang membuatnya meninggal" nafasku selalu sesak jika aku memikirkan itu. Tapi saat ini aku tidak bernafas, karena aku roh.

Bisa kulihat Hangeng hyung seperti ingin memelukku tapi ketika dia memegang bahuku tangannya tembus. Sepertinya hanya Kibum hyung yang bisa menyentuhku "Mungkin kau lupa tapi kita bertiga dulu sangat akrab. Kita sering bermain bersama. Aku bisa lihat dari sana begitu besar perasaan sayang Kibum padamu. Begitu berartinya dirimu baginya"

Aku ingat. Walau dengan samar-samar masa kecilku saat kami bertiga bermain bersama. Aku ingat betapa Kibum hyung melindungiku dari segala sesuatu yang bisa melukai dan menyakitiku.

Aku ingin menangis tapi apa roh bisa menangis? Aku terlalu lelah uttuk mencobanya "Kumohon hyung, jangan usir paksa Kibum hyung"

"Jadi kau akan membiarkan Kibum menggunakan tubuhmu?" Tanya Hangeng hyung.

Aku mengangguk yakin "Aku tidak keberatan berbagi dengannya. Kami bisa bergiliran menggunakan tubuhku. Kami sudah melakukannya selama 2 bulan ini dan hasilnya baik"

Hangeng hyung menarik nafas terlihat sedikit kesal "Kau tahu tidak apa yang akan terjadi padamu setelah kau sering melakukan perpindahan tempat? Kau tahu apa jadinya jika kau terus-menerus keluar dari tubuhmu, berkeliaran tanpa tubuh dan membiarkan Kibum mengendalikannya?"

"Kibum hyung bilang jika kami sering melakukan itu tubuhku akan bisa menerima rohnya seutuhnya" jawabku.

"Nah itu dia masalahnya. Kau mengerti apa arti menerima rohnya seutuhnya Kyu? Itu artinya tubuhmu akan mengakui bahwa roh yang seharusnya berada disana adalah roh Kibum bukan rohmu sang pemilik asli. Bahkan tubuhmu akan menolak rohmu sendiri. Tak lama kemudian rohmu akan terbawa ke tempat orang-orang yang sudah mati. Kesimpulannya kau akan mati jika terus melalukan hal itu Kyu"

"Aku tahu" jawabku sambil menunduk "Kibum sudah memberikan nyawanya demi menyelamatkanku. Jadi harusnya aku juga melakukan itu untuknya"

"Apa kau gila? Kalau kau melakukan itu, itu sama saja menyia-nyiakan pengorbanan Kibum! Aku tak tahu apa yang kau yakini sampai membuatmu mengambil jalan itu, tapi kaulah yang memiliki hak hidup seutuhnya. Kau harus mengambil hakmu dan menajalaninya" Hangeng hyung berkata marah.

Aku menatapnya dan tersenyum "Hyung tenang saja. Aku akan melakukan apa yang hatiku katakan. Bukankah hyung yang selalu mengajarkan itu padaku"

Hangeng hyung mengerang frustasi "Kumohon Kyu, jangan lakukan itu. Aku tahu kau sangat menyayangi hyungmu, tapi jangan korbankan dirimu. Apa kau tega meninggalkan orang tuamu, meninggalkan sahabat-sahabatmu, meninggalkan Siwon dan meninggalkanku?"

Aku terdiam. Aku sungguh tak ingin meninggalkan mereka semua. Aku sangat menyayangi mereka. Tapi aku tidak boleh egois. Aku sudah merasakan hidup yang menyenangkan selama 17 tahun sudah saatnya Kibum hyung yang bahagia "Aku akan melakukannya hyung. Asal itu bisa membuat Bummie hyung bahagia"

"Kau sungguh…" omelan Hangeng hyung terputus karena detik itu juga aku merasakan perutku seperti dihantam sesuatu yang besar dan keras. Sontak aku memeganginya dan menggigit bibirku menahan sakit "Kyunnie,, Ada apa?"

Suara Hangeng hyung sangat panik. Aku tidak bisa menjawabnya. Mulutku terkunci. Rasanya sakit sekali. Perutku seperti remuk. Seandainya bisa keringat dingin pasti sudah mengalir di keningku. Tiba-tiba di tengah rasa sakit itu aku menyadari sesuatu. Bummie hyung! Pasti terjadi sesuatu padanya "Ca..ri Bu…mmie… h..yung…" ucapku tersendat-sendat.

"Akkkhhh" kali ini lengan kananku yang sakit.

Penglihatanku mulai kabur. Andwae! Aku tidak boleh pingsan. Aku harus mencari Kibum hyung. Aku harus memastikannya baik-baik saja.

wonkyu

Kibum POV

Demi semua harta karun di piramida Mesir aku sama sekali tidak menyangka Hangeng hyung memiliki indera keenam. Dari semua orang di dunia ini kenapa harus dia? Oh Tuhan pasti sangat membenciku? Apa aku ini teroris dikehidupanku sebelum menjadi Cho Kibum?

Aku berjalan tak tentu arah. Aku butuh ketenangan. Sial! Harusnya tadi aku tidak mengiyakan ajakan makan siangnya. Harusnya aku memberikan tubuh ini ke Kyuhyun dan menyendiri di tempat itu.

Aissh! Menyebalkan. Kenapa aku begitu kesal melihat betapa Hangeng hyung membela Kyuhyun? Tentu saja dia membela Kyu. Diakan mencintai anak itu. Bodoh! Apa yang kau harapkan Kibum? Kau itu sudah mati. Tak ada seorangpun yang mencintaimu. Kau hanya bayangan masa lalu yang seharusnya lenyap dan dilupakan.

"Kyuhyun-ssi!" aku mendengar seseorang memanggil Kyuhyun. Aku menoleh dan melihat beberapa namja berbadan besar mengerumuniku.

Aku menatap mereka bingung. Apa lagi ini? Aku sungguh sedang tidak mood melakukan apapun.

"Kau tidak ingat siapa aku?" seseorang yang bertubuh paling kecil diantara 5 namja itu bertanya.

Aku berusaha mengingat. Setahuku Kyuhyun tidak pernah punya teman seperti orang itu walaupun dari seragamnya dia anak SM High School "Maaf, tapi aku sedang buru-buru" aku berkata seperti itu lalu berbalik tapi salah satu dari namja itu menarikku kasar.

"Kau takut pretty boy?" orang tadi berkata "Baiklah jika kau lupa padaku, akan kuingatkan. Namaku Seoman. Aku seniormu"

"Lalu apa urusanku denganmu?" aku bertanya kesal. Tidakkah mereka tahu aku sedang tak ingin diganggu?

Tiba-tiba 2 orang diantara mereka memegang tanganku kasar. Membuatku tidak bisa bergerak dengan leluasa.

Namja bernama Seoman itu menyeringai puas "Kau sudah merebut Lolly ku. Kau pikir kau keren hanya karena banyak orang mengangumimu? Kau pikir kau hebat karena orang tuamu kaya? Kita lihat saja namja sombong dan lemah sepertimu bisa apa"

Seringai jeleknya semakin lebar saat seorang temannya memberinya balok kayu. Ommo apa yang akan dilakukan orang beringas ini dengan balok itu. Aku melihat sekitar berusaha mencari pertolongan tapi jalan yang kulalui ini sangat sepi. Jangankan orang, kucingpun tak ada yang lewat.

"Pengecut! Kau Cuma berani menyeroyok" walaupun panik aku tak bisa diam saja. Aku berusaha meronta tapi 2 orang yang memegangiku jauh lebih kuat.

BUUUUGGG!

Brrruukk…

Dia memukul perutku dengan balok kayu itu. Aku terjatuh di tanah memegang perutku. Rasanya sakit. Biasanya aku tidak merasakan sakit apapun yang terjadi pada tubuh Kyuhyun, tapi sepertinya itu tidak berlaku lagi.

Rasa sakitnya memang tidak seberapa, sepertinya aku hanya merasakan sedikit rasanya saja. Jika baru sedikit sudah sesakit ini, apa yang terjadi pada Kyuhyun? Oh Tuhan! Semoga saat ini dia bersama Hangeng hyung.

Buug!

Aku meringis. Orang itu kali ini memukul lengan kananku. Kyu, kumohon bertahanlah dimanapun kau berada.

"Bagaimana rasanya Tuan Muda? Masih kurang?" kali ini mereka menendang tubuhku yang sudah jatuh ke tanah. Walaupun aku merasakan sedikit rasa sakitnya, tubuh Kyuhyun menerima semua akibatnya.

"Cukup!" aku bisa mendengar orang itu berkata, seketika tendangan bertubi-tubi itu terhenti. Dia menjambak rambutku "Ini hanya permulaan. Intinya akan segera kau rasakan" dia lalu mengangkat baloknya bersiap menghantam kepalaku.

Kumohon siapa saja tolonglah. Aku tak peduli apa yang terjadi padaku. Aku tak ingin Kyu yang akan merasakan sakit ini. Aku memejamkan mata berdo'a saat

BUUGG!

Tak ada rasa sakit baru yang datang. Aku memberanikan diri membuka mata dan melihat Siwon hyung yang entah datang dari mana menjulang di depanku. Dia memukul, menendang dan menghajar 5 namja yang tadi mengeroyokku. Hanya dalam waktu semenit dia berhasil membuat orang-orang itu lari tunggang langgang.

"Kyunnie, gwencana?" dia berlutut dan membantuku duduk.

Aku menyerngit merasakan sakit pada perutku.

"Babby, kumohon katakan sesuatu?" Siwon hyung terlihat sangat panik.

Aku mengangguk sambil memegang perutku. Apa yang harus kulakukan untuk mengurangi rasa sakit ini? Aku tak berani membayangkan betapa besar sakit yang dirasakan Kyuhyun.

"Aku akan menelepon ambulans" katanya melihatku kesakitan. Saat tangan kanannya merogoh saku mencari HP aku langsung menggeleng.

"A…ku mau pulang hyung" jawabku. Suaraku pelan. Sepertinya aku perlu segera keluar dari tubuh ini untuk memulihkan tenaga.

"Tapi Kyu, wajahmu pucat sekali. Brengsek! Harusnya aku membunuh mereka. Kenapa aku begitu bodoh membiarkan mereka kabur. Aku benar-benar payah membiarkan orang yang kucintai kesakitan" Siwon hyung memaki dirinya.

Aku tak tahu apa yang merasuki. Aku tiba-tiba saja menangis. Aku menangis memikirkan Kyuhyun. Apa yang terjadi dengannya sekarang? Apa dia bisa menahan rasa sakitmya? Kenapa aku begitu lemah sehingga tak bisa menjaga tubuhnya? Aku merasa sangat tidak berguna.

"Uljima babby. Apa rasanya sangat sakit?" tangan besar Siwon hyung mengelus pipiku lembut.

Aku berusaha duduk tegak di depannya "Hyung, bawa aku pulang"

Siwon hyung menghapus air mataku "Baiklah" dia kemudian memelukku.

Hangat. Pelukannya terasa hangat dan menenangkan. Aku langsung terbayang Hangeng hyung. Dia sering memelukku seperti ini ketika kami masih kecil. Aku sering tertidur dalam pelukannya.

"Apa kau sangat mencintai Kyu ah maksutku apa hyung sangat mencintaiku?" aku bertanya dalam pelukan Siwon hyung. Menghirup kedamaian disana.

"Tentu saja Babby. Kau adalah segalanya bagiku. Aku lebih mencintaimu daripada diriku sendiri" jawabnya. Dari suaranya dia terdengar sangat meyakinkan.

Aku memejamkan mata dan menghembuskan nafas lega "Syukurlah. Aku bisa tidur dengan tenang sekarang" kemudian aku tak ingat apa yang terjadi setelahnya.

wonkyu

Author POV

Siwon tak sekalipun melepas pengawasannya dari wajah Kyuhyun yang tertidur di kasurnya. Kadang-kadang dia bertanya apa yang terjadi pada Babby Kyunnie-nya yang imut sehingga akhir-akhir ini dia sering terbaring kesakitan seperti itu. Siwon bersyukur tadi ikut menemani eommanya ke salah satu acara amal panti asuhannya. Seandainya dia tidak kebetulan jalan-jalan di sekitar panti asuhan kecil itu dia tak akan bisa menyelamatkan Kyuhyun yang dikeroyok bajingan-bajingan itu.

Hangengpun ada disana. Dia menatap nanar tubuh Kyuhyun. Dia shock setengah mati ketika melihat roh Kyuhyun yang kesakitan sedangkan dia hanya bisa melihat saja. Ingin benar rasanya Hangeng mengobati luka dan memeluk Kyuhyun tapi jangankan itu, menyentuhnya saja Hangeng tidak bisa. Walau kesakitan Kyuhyun menjelaskan pada Hangeng tentang asal rasa sakitnya. Menyuruh Hangeng mencari keberadaan Kibum dan memastikan namja itu baik-baik saja. Sungguh keberuntungan saat dia menelepon Siwon dan diberitahu kalau Siwon dalam perjalanan ke rumah Kyuhyun dengan membawa 'tubuh Kyuhyun' yang pingsan.

Lalu apa yang terjadi dengan roh Kyuhyun? Dia juga ada di ruangan yang notabenya adalah kamarnya sendiri. Duduk di tepi ranjang dan juga menatap tubuhnya sendiri. Dia sangat cemas dengan keadaan Kibum yang tidak pernah pingsan sekalipun saat berada dalam tubuh Kyuhyun. Rasa kawatirnya membuatnya lupa akan rasa sakit pada sekujur tubuhnya.

Mata Kibum perlahan terbuka. Hal pertama dia lihat adalah Hangeng dan Siwon yang berjongkok di depannya dan menatapnya cemas.

Kibum langsung menfokuskan pandangannya pada Hangeng "Mana dia?"

Siwon yang tak tahu maksutnya hanya menatap Kibum bingung sedang Hangeng yang mengerti menjawab "Dia baik-baik saja. Iya kan Kyunnie?"

"Aku tak apa-apa" jawab roh Kyuhyun.

Kibum langsung menoleh ke arah suara itu. Siwon sungguh bingung dengan apa yang terjadi. Mungkin Kyuhyun masih setengah sadar, itulah yang dia pikirkan.

"Kau harus istirahat Kyu. Kami akan meninggalkanmu sendiri. Kalau ada apa-apa kau tinggal panggil kami" kata Hangeng sadar Kibum butuh waktu berdua dengan Kyuhyun.

Kibum mengangguk tapi Siwon menggeleng "Aku ingin menemaninya hyung"

"Kehadiran kita hanya mengganggunya. Tenang saja. Kyunnie akan pulih dengan banyak istirahat" Hangeng berusaha membujuk Siwon.

"Baiklah" jawab Siwon akhirnya lalu dia menatap Kibum –tubuh Kyuhyun- "Istirahatlah Babby. Aku akan menemanimu di luar"

Kibum mengangguk. Dia pura-pura menutup mata dan ketika terdengar suara pintu tertutup matanya langsung terbuka lebar.

"Kyu, kau sungguh tidak apa-apa?" Kibum duduk dan memeluk roh adiknya.

Walau Kyuhyun merasakan sakit di seluruh tubuhnya terutama di perutnya dia tetap menggeleng "Tadi dokter Jang sudah mengobati lukanya"

Kibum sungguh bersyukur melihat adiknya tidak apa-apa "Kau masih kuat kan jika kita bertukar tempat sekarang? Tubuhmu akan semakin cepat pulih jika bersatu dengan rohmu"

Kyuhyun menggangguk "Hyung sendiri apa masih sakit?"

Kibum tersenyum "Aniya. Aku hanya agak kaget karena bisa merasakan sakit walau hanya sekitar 10% saja"

"Syukurlah hyung hanya merasa 10%nya saja" celetuk Kyuhyun.

"Apa rasanya sesakit itu?" Tanya Kibum menyadari Kyuhyun yang kelihatannya sangat kesakitan.

"Tidak terlalu" jawab Kyuhyun tersenyum "Hangeng hyung mengurusku dengan baik. Dia berusaha mengurangi rasa sakitku walau dia sendiri tidak bisa menyentuhku"

"Bagus kalau begitu" Kibum mendekatkan wajahnya ke wajah Kyuhyun "Ayo cepat kita lakukan sebelum Hangeng hyung datang dan memarahiku karena membuat kesakitan orang yang begitu dia cintai"

Kyuhyun kembali merasakan sensasi dingin yang membekukan. Tapi tidak ada rasa sakit dan sesak yang biasanya terjadi. Saat membuka matanya dia sudah berada di tubuhnya sendiri. Dia mengiris sedikit saat menggerakkan lengan kananya.

"Sepertinya lebih parah dari dugaanku. Aku bisa membayangkan wajah Siwon hyung saat menghajar orang-orang itu" kata Kyuhyun.

Kibum mendorong pelan tubuh Kyuhyun menyuruhnya berbaring "Jangan berpikiran macam-macam. Sekarang tidurlah. Kau pasti sangat lelah"

Iya, Kyuhyun memang sangat lelah dan lemah. Tubuhnya terasa remuk. Pasti karena hasil keroyokkan 5 namja tadi. Perlahan Kyuhyun menutup matanya yang mulai berat.

"Kyu…" panggil Kibum pelan sambil berusaha memperbaiki selimut adiknya. Cukup sulit karena dia juga merasakan lelah dan tak bertenaga.

"Emm?" jawab Kyuhyun tanpa membuka matanya.

"Mianhae karena aku tak bisa menjaga tubuhmu dengan baik. Mianhae karena selama ini aku hanya membuatmu susah" Kibum mengelus lembut rambut hitam adiknya membuat sang dik merasa semakin nyaman.

"Itu bukan salah hyung" Kyuhyun membuka matanya walau hanya sebelah karena dia sudah sangat mengantuk "Oya, aku sudah membujuk Hangeng hyung untuk tidak mengusir hyung dan dia setuju"

Kibum terdiam "Gomawo"

Kyuhyun kembali memejamkan matanya "Sepertinya Hangeng hyung sangat menyukaimu hyung. Dia membelamu mati-matian di depanku. Dia juga sangat mencemaskanmu ketika mendapat telepon dari Siwon hyung"

Kibum tidak membalas perkataan adiknya karena dia tahu tak ada gunanya sebab si magnae sudah tertidur pulas begitu menyelesaikan perkataannya. Kibum tersenyum tipis.

"Hyung…" tiba-tiba Kyuhyun membuka matanya kembali.

"Ada apa? Apa perutmu sakit?" Tanya Kibum cemas.

Kyuhyun menggeleng. Wajah pucatnya terlihat serius "Berjanjilah hyung akan selalu bersamaku apapun yang terjadi"

Kibum terdiam dia tak tahu harus berkata apa. Kyuhyun walau sudah sangat mengantuk tetap setia menunggu jawaban kakaknya "Ne, aku janji sekarang tidurlah"

Kyuhyun mengangguk dan tak lama kemudian terdengar suara nafasnya yang teratur. Mimpi indah menghiasi tidur lelapnya. Mungkin karena Kibum terus berada di samping adiknya, mengelus sayang rambut kembarannya.

wonkyu

Kibum menepati janjinya. Selama seminggu ini dia selalu berada di samping Kyuhyun. Kadang-kadang dia menggunakan tubuh Kyuhyun hanya untuk membaca buku di perpustakaan dan melakukan beberapa hal yang dia senangi. Tapi dia lebih sering hanya mengikuti adiknya sebagai arwah menjaga sang adik agar tidak mendekati bahaya.

Hangengpun konsekuen dengan perkataannya pada Kyuhyun dia tidak sekalipun berusaha mengusir Kibum. Hanya saja hari ini dia sudah membulatkan tekat untuk melakukan apa yang dia yakini.

"Baiklah jika Kibum sedang tidak bersamamu. Memangnya kau dimana sekarang Kyu?" Hangeng menelepon Kyuhyun untuk bertanya dimana Kibum sekarang.

"Aku ada janji makan malam dengan Siwon hyung. Setelah memilihkanku baju Kibum hyung bilang dia pergi ke tempat kesukaannya" jawab Kyuhyun dari seberang sana.

"Kau tahu dimana tempatnya?" Tanya Hangeng lagi. Dia tidak boleh menunggu hari esok atau tekatnya akan dibengkokkan kebaikkannya lagi.

"Emm entahlah. Aku tak begitu ingat tapi aku rasa tempat itu berupa taman. Dulu Kibum hyung pernah bilang sesuatu tentang taman" jawab Kyuhyun.

Hangeng langsung ingat sebuah taman tempat dia dan dua bocah kembar Cho sering bermain ketika mereka kecil dulu. Dia segera menyambar kunci mobilnya "Kalau begitu, semoga sukses dengan kencanmu Kyunnie. Jangan biarkan kuda mesum ini melakukan lebih dari ciuman"

"Yak! Hyung!" terdengar suara Kyuhyun yang berteriak.

Hangeng tertawa dan memutuskan hubungan teleponnya. Begitu dia menutup pintu apartementnya wajahnya langsung berubah keras "Mianhae" entah pada siapa kata itu terucap karena di sekitarnya tak ada seorangpun.

wonkyu

Seorang namja berusia 5 tahun menangis di sebuah bangku taman yang terlihat indah. Dia menangisi kepergian ayahnya. Ayahnya tidak meninggal tapi kedua orang tuanya bercerai dan dia ikut eommanya dan harus rela melepaskan appanya pergi ke China. Meski usianya baru 5 tahun, dia mengerti apa itu bercerai dan mengetahui banyak hal yang harusnya belum patutu dia mengerti.

"Appa…" suaranya serak karena banyak menangis.

Tiba-tiba sepasang tangan mungil mengelus lembut rambutnya. Dia mendongak dan mendapati seorang bocah berusia 2 tahun berambut hitam terseyum indah padanya "Hyung…" panggil bocah itu pelan.

Anak 5 tahun itu langsung memeluk bocah 2 tahun itu "Bummie…"

"Hyung tenapa?" bocah yang dipanggil Bummie itu bertanya dalam pelukan.

"Appa akan meninggalkanku" jawab anak itu.

Bummie mengeratkan pelukannya "Tak apa-apa, man ada Bummie. Bummie dan Kyunnie akan celalu cama hyung"

Anak itu melepas pelukannya menatap bocah 3 tahun lebih muda darinya itu. Dia melihat mata elang bocah itu dipenuhi ketulusan "Gomawo Bummie"

Bummie tersenyum manis menyebabkan pipi chabinya terlihat menggemaskan. Dia menghapus air mata hyungnya lembut "Hyung tampan"

Anak itu tersenyum mendengar perkataan dongsaengnya "Bummie lebih tampan" kemudian dia mengecup lembut kening Bummie membuat semburat merah menghiasi wajah bocah 2 tahun itu dan membuatnya tambah manis.

wonkyu

"Kau ingat taman ini rupanya Bummie" Kibum tersentak ketika mendengar suara seseorang yang sudah sangat dikenalnya itu.

"Hangeng hyung?" Kibum menatap tamunya tidak percaya.

"Kenapa masih belum yakin aku bisa melihat rohmu?" Tanya Hangeng tersenyum. Dia duduk di bangku taman di sebelah Kibum. Bangku taman yang sama tempatnya menangis 15 tahun lalu karena orang tuanya bercerai.

Kibum memilih untuk mengabaikan perkataan Hangeng "Ada apa hyung kemari? Kalau untuk mengusirku, itu hanya akan membuat Kyu…"

"Aku mencarimu. Aku ingin mengatakan apa yang seharusnya kukatakan sejak dulu" potong Hangeng.

Kibum menoleh padanya dengan tatapan bingung "Apa?"

Hangeng menatap dalam wajah Kibum. Wajah yang sangat rupawan walaupun terlihat tembus pandang "Saranghae Bummie, jeongmal saranghae"

Kibum membelalakkan matanya karena shock "Mwo?"

"Aku tahu ini bukan saatnya, tapi aku tak bisa menahannya lagi. Aku tak mau kehilangan kesempatan untuk mengatakannya. Mengatakan betapa aku mencintaimu" jawab Hangeng. Matanya menatap lurus Kibum.

"Jangan bercanda Hyung. Kau mencintai Kyuhyunm bukan aku" Kibum menatap curiga orang di depannya.

Hangeng menggeleng "Aku mencintaimu sejak aku berumur 5 tahun. Tapi aku baru mengerti apa yang kurasakan selama ini padamu beberapa tahun lalu. Saat aku tahu kau meninggal aku sangat shock. Aku ingin sekali menyusulmu. Tapi aku menyadari satu hal. Kau berkorban demi Kyuhyun, kau sangat menyayangi dongsaengmu. Aku akan lebih berguna jika meneruskanmu untuk melindungi Kyuhyun. Kupikir aku melihatmu dalam diri Kyuhyun dan aku berusaha mencintai Kyuhyun. Hanya saja bayanganmu selalu ada. Akhirnya ketika aku tahu kau kembali, aku berniat mengatakan ini padamu"

Kibum hanya terdiam mendengar penjelasan Hangeng. Jujur hatinya berbunga-bunga bahagia. Dia tak menyangka perasaannya akan terbalas. Tapi sisi lain dia sedih karena tak akan ada gunanya toh dia sudah mati. Sisi lain lagi meragukannya.

"Kalaupun perkataan hyung benar tak aka nada gunanya. Aku sudah mati. Kita tak akan bisa bersama" jawab Kibum berusaha menyembunyikan rasa sedihnya.

"Apa kau meragukanku? Aku mengatakan apa yang kurasakan. Saranghae Cho Kibum. Aku akan melakukan apapun agar kau percaya padaku" Hangeng berkata yakin.

Kibum menatap mata Hangeng yang sama sekali tidak kelihatan berdusta. Hanya ada ketulusan disana. Kibum ingin menangis "Aku sudah mati hyung. Aku hanya roh yang bahkan tidak bisa kau sentuh"

"Aku tidak peduli. Aku hanya mencintaimu dan aku hanya ingin mendengar kau menjawab pertanyaanku jujur" Hangeng menarik nafas "Apa kau mencintaiku?"

Kibum menunduk merasakan sakit di hatinya. Perlahan dia mengangguk.

"Katakanlah Kibum, jebal" pinta Hangeng.

Kibum mengangkat wajahnya menatap Hangeng "Saranghaeoyo Hangeng hyung"

Hangeng tersenyum puas "Kalau begitu ayo kita lakukan"

Ekspresi bingung terlihat di wajah Kibum "Melakukan apa?"

"Selama berhari-hari aku di rumah kakekku dan aku akhirnya aku menemukan cara mengusir roh seseorang dari tubuhnya. Aku akan mengusir roh Kyuhyun dan kau bisa menggunakan tubuhnya agar kita bisa bersama selamanya"

TBC

NGEBBBUUUUTTTT…

Mianhae ya kalo Author terlalu maksa ngebutnya,,

Semua demi cepatnya FF ini sampai chapter 10, krn Author sudah share 10 chapter di tetangga

Tapi kalo sedikit yg review,, Author kasi 1 chapter deh XP

Gomawo yang udah review, kalian bikin semangat Author melonjak! #andai semangat kuliah gue juga kayak gitu#

EviL Smile

Anin :3