My best friend or my boy friend

Chapter ke enam. Bisa juga di sebut dengan last chapter. Aku lagi gak punya inspirasi buat nerusin nih fic. Jadi ya gue stop nyampek sini aja –sambil nangis n guling-guling di tanah- gomen kalo pada kecewa –padahal gak ada yang kecewa- langsung aja last chapter or chapter ke enam.

Summary : Haibara apa yang terjadi padamu ?

Disclamer : kayaknya ini yang terakhir kalinya kau pinjam tapi mungkin suatu saat akan ku pinjam lagi. Hehehe...

Rating : T

Genre : romance/drama

Ai x Conan n Shiho x Shinici

My best friend or my boy friend chapter 6

Haibara sakit...

+ Sesampainya di rumah +

Aku langsung masuk kamarku. sampai makan malam datang aku belum keluar-keluar.

"Ai, makan malam sudah siap." Teriak kakak. Tapi tak ada balasan dariku.

"Ai, ayo cepat turun." Teriak kakak lagi tapi nggak ada respon dariku.

"Conan tolong lihat Ai sebentar dong." Pinta kakak.

"Baik." Jawab Conan.

Sesampainya di depan kamarku Conan mengetuk pintu kamarku.

"Tok… tok… tok… Haibara kau harus makan dulu."kata Conan tapi aku tak merespon.

Dengan sangat hati-hati Conan memasuki kamarku.

"Hai…" kata-kata Conan terhenti ketika melihat aku berwajah merah dan menggigil di temapt tidurku.

"Haibara apa yang terjadi padamu ?" tanya Conan.

Aku yang merasa di panggil langsung membuka mataku. Terlihat di depan pintu ada Conan yang sedang kebingungan.

"Conan… tolong aku." Kataku sambil mencoba mengangkat tanganku.

"Hai… bara, Haibara kau tidak kenap-kenapa kan ?" katanya sambil meraih tanganku. Di genggamnya erat-erat tanganku. Ku rasa tangannya bergetar tanda dia ketakutan.

"Tenang saja, aku tidak akan mati kok, aku hanya terkena demam doang, kamu maukan menemani aku sebentar sampai aku tidur ?" kataku sambil sedikit tersenyum.

"I… iya, aku mau, tenang saja, aku akan menjagamu kapanpun dan menemanimu dimanapun." Jawabnya.

"Aku mau minum, tolong ambilkan minum dong Conan." Pintaku.

"Baik sebentar ya, aku akan segera kembali." Jawabnya sambil berlari ke dapur.

+ Di dapur +

"Eh Conan, mana Ai ? Dia kok gak turun-turun sih." Tanya kakak.

"Maaf kak Shiho, aku gak ada waktu lagi." Jawabnya.

"Nggak ada waktu ? emangnya kamu mau kemana Conan ?" tanya Shinici.

"Sudah, aku pergi dulu ya." Kata Conan sambil meninggalkan kakak dan Shinici.

Di sana terlihat wajah kakak dan Shinici penuh dengan tanda tanya. Setelah sadar.

"Memang, adikmu itu orangnya serius ya." Kata kakak.

"Ya, itu memang sifatnya." Jawab Shinici.

"Dia beda sekali denganmu tau." Kata kakak sambil melotot ke Shinici.

"I... iya. Memang dia beda denganku. Tapi tetep ajakan gantengan aku." Kata Shinici PD.

"Kamu... kamu darimana gantengnya." Kata kakak.

"Gini-ginikan tetep pacarmu Shiho." Kata Shinici melas. Kakak langsung tersenyum.

"Iya-iya, aku tau, sudah ah, kita makan malam dulu saja." Ajak kakak.

"Iya, aku sudah lapar nih." Kata Shinici sambil menuju ke meja makan.

+ Di kamar Haibara +

"Haibara... maaf menunggu lama, ini minummu." Kata Conan sambil masuk ke kamarku.

"Tapi tolong bantu aku dong, kepalaku pusing banget nih." Kataku sambil memegangi kepala.

"Baik, maaf ya, aku akan memegangmu." Katanya.

"Ng... nggak apa kok, lagian ini semua bukan salahmu kok, maaf kalau ini membuatmu repot." Kataku.

"Ng... nggak kok, nggak sama sekali." Kata Conan sambil mengangkat badanku.

Aku minum dan kembali tidur lagi. Conan menaruh minumku di meja kecil pinggir lampu. Sekali lagi dia memegang tanganku.

"Maaf, aku hanya bisa berbuat seperti ini saja." Katanya sambil menundukkan kepala. Terlihat sedikit semu merah di pipinya. Aku hanya tersenyum saja.

"Kau jangan berlebihan seperti itu, aku tidak akan menyesal kalau mati karena dirimu." Kataku. Aku merasa pipiku ikut memerah.

Hening mengiringi kita. Tak lama kemudian aku tertidur. Tangan Conan masih menggenggam erat tanganku.

"Ternyata dia sudah tidur ya, tapi mungkin aku akan menjaganya sampai besok saja." Katanya sambil melihat wajahku.

Dia terus memandang wajahku lekat-lekat. Tak terasa dia juga ikut tertidur. Dia tertidur di sampingku. Terasa berat tapi hangat. Aku mencium bau wangi. Karena agak risih aku membuka mataku perlahan. Terlihat dengan jelas kepala Conan yang tertidur di pinggir bahuku. Karena kasihan aku tidak memebangunkannya. Karena merasa ngantuk, aku langsung tidur lagi.

+ Di meja makan +

"Ngomong-ngomong, Conan dan Haibara kemana ya ?" tanya Shinici.

"Iya juga ya, mereka berdua kemana ya, dan juga merekakan belum makan." Kata kakak.

"Kita lihat ke kamarnya masing-masing yuk, jangan-jangan mereka berdua sudah tidur tanpa makan malam." Kata Shinici.

"Jangan-jangan katamu benar Shinici, mungkin mereka berdua sudah tidur duluan." Kata kakak.

"Ayo kita lihat yuk." Ajak Shinici.

"Bentar dong, belum selesai cuci piring nih." Kata kakak.

"Cepat dikit dong." Kata Shinici.

"Eh... kamu itu, ngomong seenaknya saja, padahal kamu sendiri aja kalau di suruh cuci piring aja lama, udah lama, piringnya pecah semua lagi." Balas kakak.

"I... iya Shiho, sabar sedikit dong, aku kan cuma beranda." Kata Shinici takut.

"Kamu sendiri sih yang mulai." Kata kakak sambil mencibir.

"I... iya, aku ngalah deh." Kata Shinici.

Tak lama kemudian kakak sudah selesai cuci piring. Dan dia langsung menarik Shinici menuju kamarku dan kamarnya Conan.

+ Di kamarnya Conan +

"Conan, apa kau di situ ?" tanya Shinici sambil membuka pintu kamarnya.

"Wah... nggak ada tuh." Kata kakak.

"Lalu di mana dong adik gue ?" tanya Shinici.

"Gue juga gak tau, jangan-jangan adik loe di culik ma kelompok jubah hitam." Kata kakak.

"Jangan nakut-nakutin gitu dong Shiho." Kata Shinici.

"Tapi kan bisa juga." Kata kakak.

"Kalau gitu kita lihat di kamar Haibara saja, ayo." Kata Shinici sambil narik kakak.

Segera mereka berdua menuju kamarku.

+ Di kamar Haibara +

"Haiba..." kata kakak terhenti ketika melihat Conan yang tidur di sampingku.

"Wah... adik-adik kita lagi tidur bareng lagi nih, gimana kalo kita foto aja ?" Kata Shinici.

"Iya... kesempatan yang jarang nih." Jawab kakak.

Akhirnya mereka ngeluarin kameranya. Segera mereka memotret kami dan langsung tersenyum.

"Gambarnya bagus." Kata mereka barengan.

"Kalau begitu kita keluar saja, lebih baik kita tinggalkan saja mereka berdua." Ajak kakak.

"Iya sebaiknya kita tinggalkan saja." Kata Shinici.

Akhirnya kami di tinggalkan. Tak tau kenapa aku sangat tenang saat tidur. Tak sepeti biasanya, baru kali ini aku bermimpi indah, tenang dan terus tersenyum.

*Author : hahaha.... judulnya gak nyambung ma ceritanya ya. Shiho nyaut.

Shiho : ya itukan salah kamu.

Author : ya deh aku ngalah. Haibara nongol.

Haibara : kok aku terus sih yang harus di goda, sekali-kali Shiho kan bisa.

Author n Shiho : tapi aku sukanya kamu yang di goda.

Haibara : ah... terserah kalian lah.

Author n Shiho : emang semuanya up to me.

Haibara : ya udah... aku ngambek deh kalo gitu. – sambil mencibir-

Author n Shiho : cie'elah ngambek niye.

Haibara : pokoknya ngambek.

Shiho : uda ah... mending kita akhiri aja sebelum kedua cowok =Shinici n Conan= yang aneh itu ngejek kita lagi. –di bogem ma fansnya Shinici n Conan-

Author : iya deh, kalo gitu makasih buat yang udah ngereview, makasih juga buat yang baca. Sayonara minna. Arigatou.*