1314
Genre : Romance, Drama, Hurt, Angst.
Author : Nella Wu
Cast : HunTao, ChenBaek, ChanKai, SuDo, LuMin, Lay, Beibei.
NO FLAME
NO BASH CHARA
NO BASH COUPLE
NO BASH HUNTAO/TAOHUN/TAOSE/SETAO
NO BASH AUTHOR
NO PLAGIAT
DON'T LIKE, DON'T READ!
.
.
Happy Reading~
.
.
Chapter 6 : "Wo Xiang Ni!"
.
Preview :
Sehun tersenyum jahil dan kemudian menyentil ponselnya. "hahaha kau tampak lucu jika berpose seperti itu. baiklah nanti malam aku akan meneleponmu. Sampai jumpa sayang! Niga joha!"
"paipai hunnie~"
PIIP
Tao tersenyum, ia senang jika sehun sudah sadar dan bisa meneleponnya seperti saat ini.
"hunnie, tunggu aku nanti malam.. huaa... aku tidak sabar pulang ke korea.. hunnie, aku sungguh merindukanmu! Saranghae hunnie" ucap tao senang.
Di luar kamar kris, tampak seorang sedang menguping pembicaraan sehun dan tao. ia mengepalkan kedua tangannya. Ia tidak bisa membiarkan tao bersikap seperti ini terus menerus.
"CIH! Busuk!"
Beibei, yeoja cantik itu rupanya telah menguping pembicaraan Setao couple.
Ia menyiritkan kedua alisnya, mengepalkan salah satu tangannya. "lihat saja, aku akan bogkar semua rahasiamu pada semua orang!" bisiknya lalu pergi menuju ke lantai dasar.
.
~O~
.
-Seoul-
Semenjak kejadian tadi –sewaktu baekhyun mempergoki kai dan chanyeol yang ada di balkon, kai merasa tidak enak dengan baekhyun. Ia harus meminta maaf walaupun letak kesalahan bukan hanya padanya.
Kai terus mondar-mandir di depan ruangan sehun. Ia bingung harus bagaimana, sementara dua namja yang bernama chanyeol dan chen sibuk dengan aktifitas dan pikirannya masing-masing.
Saat mengingat kejadian tadi, chen terus menerus menghela nafasnya, sungguh ia ingin menonjok muka chanyeol –yang sudah berani membuat baekhyun menangis.
"kau bodoh atau apa sih park! Seharusnya kau tidak melakukan ini kepada baekhyun. Kau tau? Dia rela korbankan kebahagiannya demi kebahagianmu! Tapi mana balasanmu? Kau hanya bisa membuatnya menangis" Ucap chen sembari mengacak rambutnya frustasi.
Chanyeol menatap chen tidak suka "apa? Apa yang kau tau tentang baekhyun? Kau tak tau apapun tentang dirinya jongdae! Kau tidak mengerti semua permasalahan kami! Kau tak boleh ikut campur! Ini bukan urusanmu"
Chen mencibir, "aku lebih mengenalnya dibanding dirimu!" berdiri, berjalan selangkah kemudian berhenti menatap chanyeol kembali "Dan satu lagi, jangan pernah lagi menjadikan baekhyun jadi umpanmu untuk mendapatkan orang yang kau incar!" lanjutnya lalu meninggalkan chanyeol yang terbengong dan kai yang masih berdiri menatap kepergian chen.
Chanyeol tidak menyangka, kenapa chen bisa tau? Ini sungguh mustahil.
Ada dua kemungkinan kenapa chen bisa mngetahui rahasia yang selama ini ia simpan... kemungkinan pertama chen menyukai baekhyun, sebab itulah chen mengetahui semua rahasia baekhyun. Kemungkinan kedua baekhyun membongkarnya karena dia sedang patah hati...
Chanyeol menggeleng, "tidak mungkin, baekhyun tidak mungkin melakukannya." Ia menatap kai yang masih berdiri, menarik tangan kai, mendudukkan kai di sampingnya. "maafkan aku, karena aku... kau juga kena imbasya." Chanyeol menuntun kepala kai untuk bersandar di pundaknya. "seharusnya ini tidak terjadi. Maafkan aku kai."
Kai masih terdiam, otaknya berfikir keras karena percakapan antara chanyeol dan chen tadi. Ia menggeleng lagi dan lagi. kemudian melirik chanyeol yang ada di sampingnya "hyung..."
Chanyeol memegang tangan kai, mengelusnya dalam diam "eum?"
"apakah benar yang di katakan chen hyung tentang hubunganmu dengan baekhyun hyung? apakah benar kau meminta baekhyun hyung untuk menjadi pacar bohonganmu... hanya untuk melabuhiku?"
Ia sungguh kaget, secepat itukah kai memproses apa yang di katakan chen barusan?
Secepat itukah kai sanggup menganalisa semua permasalahan yang selama ini chanyeol rahasiakan?
"jika itu benar apakah kau akan dan semakin membenciku kai?"
Kai menggeleng, ia terdiam untuk beberapa detik kemudian. "hyung.. kenapa kau melalukan ini semua? Kenapa kau meyakiti perasaan semua orang?"
Chanyeol masih memengang dan mengelus tangan kai, "bukan maksudku untuk menyakiti perasaan semua orang kai. Sejujurnya aku melakukan ini karena aku ingin membuktikan bahwa aku pantas menjadi seme untukmu. Aku tidak menyangka jika semuanya akan serumit ini."
Sungguh, kai tidak menyangka jika cinta chanyeol begitu tulus untuknya. "tetapi baekhyun terlanjur mencintaimu hyung. dan kau tau jika aku sudah milik kyungsoo hyung.." kai terdiam sejenak sebelum akhirnya kembali berbicara. "seadainya dulu kau berkata bahwa kau ingin berjuang demi cintamu, mungkin semuanya tidak akan serumit ini."
Chanyeol menoleh ke arah kai, ia sungguh terkejut dengan apa yang kai katakan "apakah itu tandanya kau mulai menerimaku kai?"
Kai mendelik, bukan itu maksud ucapannya. "ani, ani.. maksudku.."
"terimakasih kai... aku akan berjuang untuk hubungan kita. berjanji akan selalu melindungimu." Ucap chanyeol sembari memeluk tubuh kai dengan sangat erat.
"hya bodoh.. lepaskan.. aku tidak bisa bernafas, park bodoh!"
Chanyeol berdiri, ia berjalan meninggalkan kai "kau tidak usah khawatir, aku yang akan meminta maaf ke baekhyun dan kyungsoo tentang masalah ini."
Kai mendelik kembali, ia meremas rambutnya frustasi "TIDAK!" teriaknya.
Sementara yang ada di dalam ruangan sehun, mereka bertiga –luhan, xiumin, sehun- menggeleng-gelengkan kepalanya. Luhan dan Xiumin mengintip melalui jendela kamar vvip tersebut.
Mereka tertawa saat melihat ekspresi kai yang pasrah. Namun tawa mereka hanyut saat seseorang masuk kedalam ruangan sehun.
CKLEK
Sesosok namja cantik berdimple masuk tanpa mengetuk pintu ataupun memberi kode. Namja yang bernama lengkap zhang yixing ini berjalan ke arah sehun dan mengambil obat yang ada di laci.
Ia bersikap tenang tanpa ekspresi saat luhan, xiumin dan sehun menatapnya.
"Apa?" tanya lay dingin.
"apa kau melihat ekspresi kai tadi?" –xiumin
"bagaimana mukanya? Mengenaskan?" –sambung luhan
Sehun memengang tangan lay, mencegah tangan tersebut untuk tidak mengambil obat-obatan miliknya "hyung, tadi aku sudah minum obat. Hyung dari mana sih? Kenapa lama sekali?"
Lay meletakkan kembali obat itu kedalam laci. "maaf, tadi hyung ada urusan." Ia berdiri menempelkan punggungnya di tembok. Mengotak-atik ponsel yang saat ini ia pengang "kai sedang frustasi. Memangnya kenapa?" jawabnya cuek dan tidak perduli dengan topik pembicaraan kali ini.
Luhan berjalan ke arah kulkas, mengambil minuman berkaleng yang ia beli tadi pagi. "cinta chanyeol bersemi kembali." Jawab luhan asal.
Lay menaikan alisnya, menatap luhan yang ada di depan kulkas. "maksudmu hyung?"
Xiumin berjalan kearah lay, menepuk pundak lay dan duduk di kursi tinggi yang kecil itu. "kai memberikan lampu hijau untuk chanyeol secara tidak langsung."
Luhan mengangguk, "aku jadi kasihan dengan kyungsoo dan baekhyun.. jika kai dan chanyeol jadi berpacaran aku yakin kyungbaek akan terlantar."
Xiumin mendelik, "hya lu, jangan berbicara seperti itu."
Sehun mengangguk setuju. Kali ini sehun setuju dengan xiumin.
Lay melotot tidak percaya, "maksudmu kai menerima cinta chanyeol secara tidak langsung?"
Xiumin dan sehun mengangguk.
"terus bagaimana dengan baekhyun?" sambung lay.
Luhan menggeleng, "walaupun hubungan chanbaek adalah settingan tetapi tetap saja baekhyun menangis. Aku pikir baekhyun meyukai chanyeol."
Lay sungguh tidak percaya, ini begitu rumit. 'Hubungan baekyeol adalah settingan, chanyeol menyukai kai dan kai sendiri mulai membuka hatinya untuk chanyeol. Disisih lain hubunganku dan suho juga perintah dari Ceo. Lagipula suho dan kyungsoo juga sekarang resmi menjadi sepasang kekasih. Sekarang tinggal baekhyun... aku harus membujuknya agar semua permasalahan terselesaikan.' Batinnya.
Lay berjalan ke arah pintu kamar vvip. Sepertinya ia menulikan indra pendengarnya, buktinya xiumin dan luhan terus meneriaki lay namun lay tidak mendengarnya.
Lay berjalan keluar dan menatap kai yang masih duduk pasrah di kursi depan kamar sehun. Ia menepuk pundak kai pelan "jangan khawatir, semuanya akan baik-baik saja. aku akan bicara ke baekhyun." Ucapnya lalu meninggalkan kai dan berjalan lurus ke depan.
Lagi-lagi kai mengacak rambutnya frustasi. "ya Tuhan apa salahku?"
.
/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\O/\/\/\/\/\/\/\/\/\/\
.
Lay, namja cantik berdimple itu terus berlari kecil di kooridor rumah sakit elite di korea. Ia menoleh ke kanan dan ke kiri, mencari 2 sosok lelaki yang beberapa jam lalu ia temui. Ia berhenti sejenak, mengambil handphonenya mengetik beberapa kata hingga menghubungkan kesebuah saluran telepon.
"hyung, kau di mana?"
"aku sedang di depan pintu keluar. Kenapa lay?"
"tunggu, aku akan kesana. Aku punya berita bagus untukmu."
Lay memutuskan sambungan telepon di antara mereka. ia berlari ke arah pintu keluar rumah sakit. setelah tiba di tempat tersebut lay segera tersenyum sembari mengatur nafasnya yang tersengal-sengal.
"lay hyung, gwenchana?" tanya namja bermata bulat. namja itu terus menggandeng kekasih barunya –sungguh ia takut jika kekasihnya pergi darinya.
"ne, lay. Waeyo? Berita apa?" tanya sang kekasih yang bernama suho.
Lagi-lagi lay tersenyum cerah, saat lay hendak mengeluarkan argumentnya, sesosok namja datang dan menyela perkataan lay.
Sesosok namja bertubuh tinggi dengan pakaian kaos, jaket dan celana jeans dan ohhh jangan lupa topi yang selalu menemaninya kapanpun "kalian semua ada di sini rupanya.." ucap namja itu menatap lay, kyungsoo dan suho secara bergantian.
Namja yang bernama chanyeol itu membulatkan matanya saat kyungsoo menggandeng tangan suho "kenapa kalian?" tanya chanyeol curiga. Suho dan kyungsoo melepaskan gandengan mereka masing-masing, bahkan keringat dingin mulai menetes melalui pori-pori kulit mereka.
"ini.. ini.. eum... kau salah paham." Gugup, kyungsoo. Sedangkan suho dengan tegas kembali menggandeng tangan kyungsoo –menggandengnya dengan penuh posesif.
"kalian?" tanya chanyeol menggantung. Chanyeol menatap lay yang ada di dekatnya, ia melihat lay yang memasang pokerface sembari memutar kedua bola matanya.
"membosankan!" ucap lay. Kedua tangan lay bergerak ke arah pundak suho dan chanyeol. Ia menghela nafas sebelum akhirnya menepuk pundak mereka pelan. "chanyeol, kau tak perlu meminta maaf karena pada dasarnya kyungsoo dan suho saling mencintai. Dan kau hyung, kau harus meminta chanyeol agar menjaga kai dengan baik. kau juga harus meminta maaf di depan kai bahwa kau menyukai kyungsoo." Lay melipat kedua tangannya. "tuhan telah memberikan yang terbaik untuk kita. Dan hmm... sebaiknya kalian harus saling jujur dari awal... cobalah bercerita.."
Lay berlalu, ia meninggalkan ketiga namja itu di depan pintu keluar rumah sakit. seharusnya ia bergabung dan menjelaskan semuanya, namun kali ini ia tidak bisa ikut campur lebih jauh. Dan mengenai baekhyun, lay harus berbicara kepada baekhyun. Ia harus memberi semangat dan dukungan untuk adik kesayangannya itu.
Lay berlari, ia harus mencari chen terlebih dahulu. Siapa tau chen bisa membantu misinya kali ini. karna ia tidak mungkin meminta bantuan chanyeol, kai, suho, kyungsoo, luhan, xiumin, sehun, kris ataupun tao. satu-satunya cara ialah meminta bantuan chen.
Lay kembali mengetik beberapa nomer hingga menghubungkannya dengan panggilan yang ia inginkan. "chen kau ada di mana?"
"taman!"
Ia mencibir saat mendengar jawaban singkat dari salah satu adiknya. Bahkan lay mendumel karena dengan mudahnya chen memutuskan panggilan di saat ia hendak bertanya kembali.
"dasar! Aish..."
Lay berlari menuju kearah taman samping kanan rumah sakit. ia kembali mencibir saat ia tak melihat batang hidung chen. Ia kembali mengambil ponselnya, mencari nomer ponsel chen dan memanggilnya.
"waeyeo" jawab chen malas.
"kau di taman mana?"
"taman belakang!"
PIIP
"Aish.. di matikan lagi? AGRH..." ucap lay frustasi.
Lay kembali berlari kearah pintu keluar rumah sakit, ia tersenyum tipis saat ia tidak melihat chanyeol,kyungsoo dan suho. Ia kembali berlari kearah taman yang terdapat air mancur. Lay mendudukkan tubuhnya di samping namja yang sedang duduk di bawah pohon sambil membaca buku.
"chen, bisakah kau membantuku?" ucap lay, chen mengangguk namun masih membaca sebuah buku kecil –yang selalu ia bawa. "begini, kyungsoo dan suho berpacaran sedangkan kai sudah mulai membuka hatinya untuk chanyeol. Kau taukan bahwa baekhyun menyukai chanyeol. Dan eumm..." lay sungguh gugup, walaupun chen adalah adiknya tetapi ia sungguh tidak enak jika chen bersikap dingin seperti ini.
"kau memintaku untuk mengatakan semuanya? Kau ingin aku menyakiti perasaannya lagi? cih.. kalian hanya memikirkan perasaan kalian saja! kalian tidak pernah mau mengerti perasaannya! Aku tidak menyangka ternyata... aish lupakan.." ucap chen meninggikan volume suaranya. Ia menutup bukunya kasar dan berdiri sejenak.
Lay tersentak, ia menatap chen. Sungguh bukan itu yang ia maksud. Lay hanya ingin agar chen menghibur baekhyun. "dae, bukan itu maksudku!"
Setelah mendengar jawaban lay, ia berjalan meninggalkan lay. Berjalan kearah mobil sedang limo –medium size- putih miliknya. Menambah gas mobil dan melaju sangat kencang. Ia menekan tombol music dan memperbesar volume lagu.
Chen menangis, ia menangis dalam diam. Ia tidak bisa lagi melihat baekhyun menangis dan terluka.
Tagh
Chen memukul keras stir mobilnya, ia sungguh frustasi jika mengingat kejadian di hari ini.. "Mianhae, byunbaek!"
~O~
Baekhyun tengah duduk di sebuah bangku di sungai han. ia menatap iba air yang mengalir di sungai tersebut. Walaupun waktu menunjukkan pukul 06:30 Pm tetapi tetap saja baekhyun masih terdiam sendiri sembari menatap air dengan tatapan hampa. Ia menghela nafasnya lagi dan lagi. ia sungguh tidak habis pikir kenapa tao terus mengotot meminta baekhyun untuk menjemputnya di bandara. Kenapa tidak meminta yang lain saja.. Padahal tao tau bahwa baekhyun belum memiliki mobil ataupun SIM. Dan lebih parahnya lagi, tao juga tau jika baekhyun selalu nebeng di mobil chanyeol. Apakah ini siasat tao agar baekhyun meminta chanyeol untuk menjemput tao? atau... aish... molla
Baekhyun terus menggeleng, dan entahlah kepulangan tao berhasil membuat baekhyun sedikit melupakan kejadian tadi siang.
"Byunbaek.. kau disini.." sesosok namja tampan berjalan menuju kearah baekhyun. Ia menjejalkan tangannya di masing-masing kantong celanan. Ia berjalan dengan gaya cool hingga membuat baekhyun sedikit terhipnotis karena gaya yang namja itu berikan.
Sesosok namja itu duduk di samping baekhyun, ia tersenyum ramah dan tunggu.. sepertinya ia melupakan kejadian tadi siang. "kau masih butuh waktu?"
Baekhyun masih terdiam, ia masih menatap sesosok namja yang ada di sampingnya itu.
"jika aku mengganggumu, aku akan pergi.." ucap namja tampan itu. ia berdiri namun saat namja itu hendak melangkah, kedua tangan baekhyun menahan langkah namja itu.
'kumohon jangan pergi!' batin baekhyun yang masih terdiam. Ia menatap namja itu, ia takut sendirian. ia takut kesepian.. ia membutuhkan seseorang, untuk menghapus semua luka yang ada di hati "Chennie, kumohon tetaplah di sini." Mohon baekhyun kepada namja yang bernama chen.
Chen tersenyum senang, "ne." Ia kembali mendudukkan tubuhnya, membantu kepala baekhyun untuk bersandar di pundaknya. Ia memejamkan matanya, merasakan udara di dekat sungai. "kau tidak pulang?"
Baekhyun menggeleng di pundak kokoh chen. "aku butuh tempat untuk menjernihkan pikiran."
Chen diam, ia mengerti perasaan baekhyun. Ia kembali tersenyum saat mengingat bantuan dari tao beberapa jam yang lalu. Sejujurnya, chen meminta bantuan tao untuk menanyakan keberadaan baekhyun dan ia juga meminta tao untuk mendesak baekhyun agar menjemput tao di bandara. Yah... Ini adalah bagian dari rencanannya...
-FLASHBACK-
Sesosok namja yang bernamanya chen kini sedang mondar-mandir di depan dorm EXO. Namja itu sedang mencari sesuatu yang hilang, sesuatu yang sangat berharga baginya.
Ia menepuk pelan kepalanya, mengakaui bahwa otaknya bekerja sangat pelan hari ini. "aku harap tao bisa membantuku" monolognya sembari menekan dial di ponselnya.
"yobose..."
"tao, Apakah kau bersama kris hyung?"sela chen di kala tao hendak menyapa. Walaupun chen terlihat tidak sopan, tetapi inilah chen, ia tidak suka dengan sesuatu yang bertele-tele.
"ne?" bingung tao.
"kau ada dimana? Kris hyung bersamamu?" tanyanya bertubi-tubi.
"oh.. aku sedang di bandara. Aku sedang di perjalanan pulang. Dan untuk kris hyung, baru saja ia kembali ke rumah keluarganya."
"kalian akan pulang? Katanya kalian akan pulang be..."
"hanya aku yang pulang. Oh ya kenapa chen hyung menghubungiku? Ada perlu apa? Dan kalau kau mau tau, pesawatku akan segera berangkat.. jadi cepatlah."
"aku mau minta tolong, tolong hubungi baekhyun dan tolong tanyakan, dia ada di mana sekarang. Lalu.. kau menyuruhnya untuk menjemputmu di bandara setelah kau tiba di korea."
"memangnya kenapa?"
"aku akan cerita setelah kau sampai di seoul."
"oh arra!"
PIIP
Chen mengangguk, ia patut bersyukur karena ada tao yang bisa di andalkan.
END FLASHBACK
Mereka –chenbaek- masih terdiam, memejamkan kedua mata mereka sembari menghirup udara sungai dalam-dalam. "chennie" ucap baekhyun menghangatkan suasana.
Chen masih tediam, ia tidak menjawab sepatah kata sekalipun. Bahkan berdehem saja pun tidak.
"kau mendengarku, Dae?" ucap baekhyun lagi.
Chen membuka matanya, ia tersenyum tipis dan menjawabnya dengan suara lembut yang ia miliki "aku selalu mendengarmu byunbaek!"
Baekhyun juga ikut membuka matanya, ia senang dengan perlakuan chen yang begitu lembut kepadanya, hanya kepadanya. Baekhyun kembali duduk tegap, ia memandang paras tampan chen "bisakah kau membantuku?"
Chen mengangguk, "tentu saja."
Baekhyun menggandeng tangan chen, entah apa yang ia lakukan ini. "bisakah kau membantuku untuk melupakan chanyeol? Dan kumohon tetaplah di sampingku."
Chen terdiam, ia tidak tau harus menjawab apa.
"ini bukanlah pelarian, hanya saja aku membutuhkan seseorang untuk..."
"ssssttttt.." telunjuk chen berada di bibir baekhyun. Menghentikan semua ocehan yang baekhyun keluarkan. "tanpa kau meminta, aku tetap harus menghiburmu bukan? Bukankah dulu kita pernah berjanji untuk terus bersama di saat senang maupun sedih.. dan kau ingat janjiku untuk selalu melindungimu..."
Baekhyun mengangguk, ia tersenyum senang mendengar ucapan chen yang begitu tulus dan perhatian. "gomawo chennie.."
Chen mengangguk. Mereka terdiam beberapa saat hingga chen kembali berkata "kajja kita pulang, angin malam tidak baik untuk kesehatan." Ucapnya sembari mengusap punggung baekhyun.
Baekhyun mengangguk, berdiri kompak dan berjalan beriringan menuju ke tempat parkir mobil. Kedua tangan mereka saling bertautan satu dengan yang lainnya. Merasakan kehangatan yang mereka berikan. Sungguh malam yang indah.
"chennie, bisakah kau membantuku." Tanya baekhyun lagi.
Chen mengangguk, "tentu."
"bisakah kau membantuku menjemput tao di bandara malam ini?"
Lagi, lagi chen mengangguk. Ya, memang inilah yang ia rencanakan. "tetapi malam ini aku harus menjaga sehun di rumah sakit. memangnya tao pulang jam berapa?"
"jam 9 malam."
...
~O~
...
"Chenbaek..."
"Aaaaa... Baekhyun..."
"Huaaa... Chen Oppa!"
"Chenbaek moment..."
"mau kemana mereka?"
"Kencan Kya~"
Teriakan demi teriakan terdengar begitu ricuh di dalam incheon airport. Walaupun ini bukan kali pertama mereka –chenbaek- mendengar teriakan EXO-L tetapi tetap saja mereka harus siap siaga menjaga diri –lagipula saat ini mereka tidak menggunakan pengawal.
"Kya Tao!" teriak seorang fans yang mengetahui bahwa tao berjalan kearah chenbaek.
Sesosok fan baekhyun tersenyum remeh, kemudian menatap chen tidak suka "Cih betulkan chenbaek tidak berbuat hal yang aneh.. lihat saja, mereka kesini hanya menjemput Kristao saja.. dan aku yakin baekhyun tidak akan menghianati chanyeol" ucap salah satu fans mereka dengan bangga.
Sedangkan fan chen yang mendengar ucapan tersebut, ia hanya mendelik dan menatap yeoja itu tidak suka. Walaupun dia –fans chen- adalah fanboy, tetapi tetap saja ia tidak bisa menerima ucapan tersebut.
Brugh
Namja itu menabrak baekhyun dengan sengaja. Ia kembali menoleh dan meminta maaf kepada baekhyun dan chen. Ia tersenyum sesaat saat melihat chen membantu baekhyun yang terjatuh.
.
Baekhyun mengaduh sakit karena seseorang namja menyenggol tubuhnya hingga ia terjatuh tidak elite. Bahkan tanpa baekhyun sadari ia jatuh dalam keadaan memengang tangan chen dengan sangat erat.
Chen membungkuk, "kau baik?"
Baekhyun mengangguk, kemudian ia berdiri di bantu oleh chen dan juga namja –chen fan- tampan itu.
"Maafkan aku. maafkan aku. kau baik? apakah sakit?"
Chen tersenyum, ia menarik tubuh baekhyun hingga berada di pelukkannya. "kau tidak perlu meminta maaf, karena ini salahku yang tidak bisa menjaganya." Chen kembali menatap baekhyun yang ada di pelukkannya. "dan sekarang dia akan aman di pelukkanku."
Namja itu tersenyum dan berkata terimakasih. Kemudian ia berlalu dan berdiri tepat di belakang yeoja –baekhyun fan- dan berbisik "bagaimana?" sementara yeoja yang ada di depannya mendumel kesal kerena melihat chenbaek moment.
.
...
~O~
...
Saat ini ketiga member exo –chenbaektao- nampak diam. Chen yang fokus menyetir mobil, baekhyun yang sibuk memandang kaca jendela sedangkan tao yang ada di belakang nampak tersenyum menatap ponselnya. Ia terkekeh beberapa kali saat melihat puluhan sms dari kekasihnya... ahh tidak lebih tepatnya dari selingkuhannya.
SMS 1 : Chagi, kau tidak merindukanku eoh?
SMS 2 : Chagi, balas!
SMS 3 : Jangan berbuat yang macam-macam! ARRA?
SMS 4 : Kenapa kau tidak membalas pesanku?
SMS 5 : Kenapa nomermu tidak aktif?
SMS 6: Hey kau sedang apa!
SMS 7 : Jangan membuatku marah ya zitao! kau Harus di hukum!
SMS 8 : Sayang... aku merindukanmu sangat!
SMS 9 : Sayang... ayolah...
SMS 10 : Sayang...
SMS 11 : Kau ketahuan berselingkuh denganku?
SMS 12 : Jika ketahuan, aku pasti akan sangat beruntung bisa memilikimu seutuhnya.
...
...
...
SMS 59 : Hey Panda! Kau membuatku gila!
Tao menggeleng saat membaca pesan terakhir yang sehun kirim. "Hah.. dasar gak sabar huh!" monolognya pada diri sendiri. Baekhyun menoleh, ia mentap tao bingung kemudian ia bertanya tanpa ada kecurigaan. "Siapa?"
Dengan polos dan semangat, tao menunjukan ekspresi gembirannya. "Sehun ups... Maksudnya Kris gege.. dia menanyakan aku sudah sampai apa belum."
PIIP PIIP
Dua sms masuk untuk yang terakhir kaliya. Ini adalah sms dari kris dan juga sehun.. "lagi-lagi dia sms.." ucap tao menggeleng senang, sungguh ia merindukan sehun.
From Kris : Kau sudah sampai? Hubungi aku jika kau sudah sampai. Aku mencintaimu.
From Sehun : Heh panda nakal... kau harus ku hukum karna telah membuatku khawatir.
...
~O~
...
Kali ini tao sedang duduk di tepi ranjangnya. Ia segera memberi kabar untuk kris dan setelah itu segera membalas pesan dari sehun.
To : Sehunnie
Aku siap menerima hukumanmu kapanpun... kekeke~
.
Cklek
Pintu kamar tao terbuka lebar. Menampilkan sesosok namja bertubuh mungil dengan membawa bantal dan gulingnya. "tao... bolehkan aku tidur bersamamu malam ini?" ucap namja itu ragu.
Tao mengangguk kemudian menggeser duduknya "kalian bertengkar?"
Baekhyun menggeleng, "tidak!" ia mendudukkan tubuhnya di samping tao.
"boleh, tetapi aku tidak bisa menemanimu" ucap tao masih menatap ponselnya. Yah hari ini ia memang patut gembira, terbukti ia tersenyum terus menerus menatap ponselnya.
"memangnya kenapa? Kau tidak ingin tidur bersamaku ya?"
Tao menggeleng, ia menatap baekhyun dan meletakkan ponselnya di sampingnya. "bukan bukan begitu.. aku ingin menemani sehun malam ini."
"kalau begitu, aku ikut kamu."
...
~O~
...
Cklek
"Annyeong Sehunnie!" teriak tao lantang saat hendak memasuki kamar rawat sehun.
Sedangkan sehun yang mendengar suara tao mulai membuka matanya dan terseyum cerah. "Chagi..." kedua tangan sehun melebar otomatis. Bagitu juga dengan tao yang berhambur di pelukan sehun.
Sehun mencium bibir tao dan melumatnya dengan semangat. Sungguh ia merindukan panda yang saat ini ada di dalam pelukkannya.
Tao melepaskan ciuman itu dan menatap kekasihnya senang. "sehunnie, kau tau? Aku khawatir saat mendengar keadaanmu.."
Sehun mengangguk, diam sejenak dan kembali terseyum "kenapa kau berbohong kepadaku eoh?" ucap sehun memeluk tubuh tao, memberikan kecupan ringan di paras cantik tao.
"ini kejutan hunnie.." bibir tao mengkerucut sexy hingga membuat sehun menciumnya beberapa kali. " Hunnie di mana chen hyung?"
Sehun masih di posisinya, sampil terus mengecup bibir tao "dia ada di kamar mand~"
Cklek
Chen membelalakan kedua mataya, sungguh ia tidak habis fikir kenapa tao dan sehun... terlebih ada baekhyun yang berdiri tak jauh dari pintu. "Baekhyun? Tao, Sehun apa yang kalian lakukan?" tanya chen shock melihat sehun yang duduk dan sibuk mencium tao yang ada di pelukkannya ia juga terkejut ketika melihat baekhyun yang menatap Huntao bingung.
Sedangkan kedua namja Huntao saling menjauh dan menyadari kecerobohan mereka masing-masing. Tao menunduduk, sungguh ia takut jika baekhyun dan chen marah tentang ini semua.
Kedua mata baekhyun memerah "kalian berpacaran?" Baekhyun terduduk lemas, mendundukkan kepalanya menyadari ketidak pekaannya "Kenapa kau membohongiku?"
TBC
Hua... mian updatenya lama banget... soalnya author kehilangan feel...
Mungkin dalam waktu dekat author akan update FF horror dan juga "gara-gara perjodohan". Kalau ada banyak waktu author akan update FF chenbaek (+Huntao dan ChanKai)
Thanks ya buat readers setia dan yang baru baca.. kalau kalian ga review mungkin FF ini gak akan bisa sampai chapter 6.. dan mungkin FF ini end di chapter 12.
Untuk konflik Lay dan Kris akan di perlihatkan setelah masalah sudo dan chankai terselesaikan.. berhubung lay juga biasku jadinya konfliknya nanti ada kog :)
