Balas Review! :D
Bigfoot the 2nd: Sebenarnya maksud ane itu berita yang terjadi di dunia nyata kayak kasus korupsi atau semacamnya, tapi kalau dari dunia LS kayaknya boleh juga sih! ^^a Kalau kartun mah jangan lupain 'PAW Patrol' sama 'Super Wings', kan lumayan tuh daripada lumanyun! :V *plak!* Anggap aja Icy pake provider lain selain itu! :V *dibekuin Icy.* Okay, Thanks for Review! :D
RIVAIFURUYA: Itu lagu 'Vivi' dari Kenshi Yonezu (semoga tak salah nulis nama penyanyinya) dan 'Tree Maiden ~Millennium Wiegenlied~' dari Hatsune Miku (sebelumnya sih 'The Wooden Girl ~Millenium of Wiegenlied~'), silakan cari di Youtube jika anda penasaran! *plak!* Mereka tak bisa malem mingguan karena Elwa cuma pacar tak resmi (?) Icy! :V *dibakar Elwa.* Baiklah, terima kasih Review-nya! :D
Happy Reading! :D
Malam Minggu Teiron: Balada Bencong Berjambul
Mari kita lanjutkan kejadian di cerita Alexia untuk mengawali Chapter ini!
"Oy, daripada galau, mending makan bareng aja yuk!" ajak Alexia yang kagak tega ngeliat kedua makhluk galau putus cinta itu pundung seharian.
Telinga keduanya pun berdiri, kemudian langsung bangkit dengan aura sumringah.
"Cakep! Entar gue yang traktir, daripada dompet gue isinya sia-sia dicampakkan!" seru Exoray bersemangat.
'Seperti cintaku yang dirobek-robek kayak tiket bioskop...' lanjutnya dalam batin dengan hati pedih.
Setelah beberapa saat...
"Udah selesai milihnya?" tanya Exoray kepada kedua junior-nya yang lagi ngeliatin daftar menu.
"Udah, yuk mesen!" balas Alexia sambil menutup buku menu-nya.
"Nitip satu kopi latte sama cupcake, ya!" ujar Teiron yang kayaknya lagi kebelet.
"Lha, memangnya kenapa?" tanya kedua orang lainnya bingung.
"Gue mau ke toilet dulu, nih! Kebelet!" Teiron pun langsung cabut ke toilet terdekat.
"Hey, Alexia!" panggil Exoray sambil nyengir nista.
"Kenapa?" tanya pemuda pirang itu bingung.
"Gue punya rencana, nih! Jadi..." Exoray pun mendekat ke telinga Alexia dan membisikkan sesuatu.
Sepertinya dia mulai jahil, nih!
"Boleh juga..." gumam Alexia sambil masang evil grin, kemudian berjalan ke meja pesanan.
"Selamat datang di RestoCafé Citadel, mau pesan apa?" tanya gadis penjaga meja pesanan.
"Saya pesan dua milkshake, satu kopi latte, sama cupcake ya, mbak!" jawab Alexia.
"Ditunggu ya, nanti saya panggil! Atas nama siapa?"
"Gini aja, mbak! Atas nama..." Alexia mulai membisikkan sesuatu.
Beberapa menit kemudian...
"Ah, leganya~" ujar Teiron setelah kembali dari toilet, kemudian duduk di bangkunya. "Eh iya, nanti dipanggilnya atas nama siapa?"
"Entar lu juga tau!" balas Alexia sambil nyengir nista.
Tiba-tiba, speaker tempat itu pun langsung ngomong, "Atas nama Chairone Teiron yang minggu lalu nonton b0k3p (Note: Pake sensor alay biar greget! :V) tanpa pakai headset dan terdengar satu asrama..."
"Eh?" Teiron pun hanya bisa masang tampang pokerface.
Padahal dalam hatinya, dia udah berkoar-koar kayak gini: 'ANJRIT! KAMPRET LU BERDUA! NGAPAIN AIB GUE DISEBARIN?!'
"Pffffft..." Exoray berusaha menahan tawanya, sementara Alexia udah masang troll face.
Sontak, seisi ruangan itu pun langsung melirik ke arah meja yang dipakai ketiga orang tersebut dan sang Earth Mage berkacamata itu pun langsung pergi untuk mengambil pesanan mereka tanpa ngomong apa-apa plus mengabaikan tatapan mencurigakan dari sebagian pengunjung di tempat itu.
'Awas aja lu berdua, entar gue bales! Liat aja nanti!' batinnya penuh dendam kesumat.
Setelah mengambil pesanan, Teiron buru-buru menghabiskan makanannya dan meneguk kopi latte-nya sampai habis, kemudian langsung pergi begitu saja.
Setelah kepergian cowok berambut merah itu, Alexia dan Exoray pun high five dan langsung ngakak guling-guling karena sukses mengerjai Teiron.
'Dasar bocah-bocah stress...' batin beberapa pengunjung yang sweatdrop melihat kelakuan mereka.
Sepulangnya dari RestoCafé Citadel...
"Sialan tuh dua orang, malu banget gue!"
Oke, orang yang tadi ngomong di atas barusan adalah Teiron. Maklum, dia kesal gara-gara aibnya dibongkar sama kedua cowok Mercowlya itu, di depan umum pula.
"Dosa gue apa, sih?! Udah ditolak Emy-chan, aib gue disebar di tempat umum, sekarang apalagi coba?! Bencong kabur dari Taman Lawang buat gombalin orang di tengah jalan gitu?!" gerutu cowok berkacamata itu emosi tingkat dewa sambil menendang batu di depannya.
Sementara itu, di suatu tempat yang agak jauh dari jalan yang dilalui Teiron, terdapat sekumpulan makhluk abal-abalan yang sedang merencanakan sesuatu.
"Gini aja, yang kalah harus nyamar jadi bencong buat nakutin 'dia'!" usul Eiuron Avelon si Vampire Wannabe. *ditebas yang bersangkutan.*
"Idih, kok bencong sih? Bisa kagak yang lebih elit dikit?" tanya Thori si Bebek Ababil sambil merinding. *ditembak yang bersangkutan.*
"Lu kan tau sendiri kalau 'dia' tuh takut sama bencong, kalau mau nakutin pake kostum anjing mesti dapetin dari mana coba?" balas Vion sambil melipat tangan plus menghentakkan kakinya.
"Sayang si Ikyo kagak ikutan, kalau iya kan kita bisa suruh dia pura-pura jadi anjing! Wong siluman rubah!" ujar Dodi lesu.
By the way, memangnya rubah sama anjing itu saudaraan ya? Apalagi Ikyo tuh Gumiho alias 'Rubah Ekor Sembilan', mau ditaruh dimana mukanya kalau disuruh pura-pura jadi anjing? *dicakar yang bersangkutan.*
"Oy, orangnya mau lewat sini! Kenapa lama ngobrolnya?" tanya Yasha dari atas pohon sambil megang teropong buat mengamati sesuatu.
"Ya udah, ayo suit!" seru Eiuron.
"Paling juga lu kalah, Ron! Tampang lu kan Vampire Wannabe, harusnya lebih cocok jadi bencong!" celetuk Thori watados.
"Awas 'senjata makan tuan' lu, Ri!" balas Dodi risih.
"Udah, udah! Ayo mulai!" ujar Vion kagak sabaran.
Mereka berempat pun mulai suit.
"Gunting..."
"Batu..."
"KERTAS!"
Mau tau hasilnya?
3 kertas lawan 1 batu dan yang jadi batunya adalah...
"WHAT THE HELL?! KENAPA MESTI GUE?!"
"Derita lu, Ri! Sana dandan!"
Rupanya celetukan Thori tadi benar-benar jadi 'senjata makan tuan' seperti yang dikatakan Dodi barusan dan dia pun terpaksa dandan jadi bencong.
Tapi moncong-moncong, mereka mau nakutin siapa ya?
Yuk kita tengok keadaan Yasha yang katanya lagi mengamati 'seseorang' bareng Fira.
"Gimana? Dia udah nyampe mana?" tanya Fira.
"Hampir mau nyampe kursi taman, mendingan lu suruh mereka siap-siap!" perintah Yasha.
"Oke!" Fira pun langsung turun dari pohon.
"Oy, orangnya udah mau nyampe ke bangku taman! Cepetan!" seru Fira yang teringat sesuatu. "Tapi, siapa yang jadi bencongnya?"
"Aku..." ujar Thori dengan tampang masam karena udah dandan kayak bencong, tapi masalahnya...
"Pffffft..." Eiuron, Vion, Dodi, dan Fira berusaha menahan tawa mereka, tapi gagal karena mereka langsung ngakak guling-guling. "GYAHAHAHAHAHAHAHA!"
"Aduh, perut gue..."
"Pinggang gue kepental, deh..."
"Ri, kayaknya lu mesti potong tuh jambul..."
"Kagak pantes banget! Masa bencong punya jambul?"
Rupanya Thori melupakan masalah jambulnya yang esentrik.
"Oke, fine... THUNDER TACKLE!"
Setelah satu setruman yang sukses membuat gosong keempat temannya, Thori pun melaksanakan misinya.
Oh iya, kita kembali ke Teiron yang sekarang sedang duduk di bangku taman.
"Kenapa ya, gue selalu apes begini?" gumamnya sambil memainkan kunciran kecil di rambutnya. (Note: Sebenarnya model rambutnya itu 'Two Tail Hair' karena ane memang sengaja mengikuti style aslinya di artwork LS! ^^V)
Entah kenapa, suasana horror yang mencekam sukses membuat bulu kuduknya berdiri dan dia pun mulai merinding.
'Perasaan nih tempat kagak berhantu deh, kenapa suasananya jadi begini?' tanya cowok berkacamata itu dalam hati.
Tiba-tiba, muncullah sosok berjambul di belakangnya yang sukses membuat Teiron tambah merinding.
"Ayy mz..." (Note: Ejaan anggur merah, yang kagak tau silakan searching sendiri! :V *dihajar massa.*)
Begitu cowok berambut merah itu nengok ke belakang, dia pun langsung jantungan dan kemudian...
"GYAAAAAAAAAAAAAAARGH! BENCOOOOOONG!" jerit Teiron sambil ngacir dari tempat itu.
Setelah cowok berkacamata itu kabur, sang bencong dan antek-anteknya pun langsung keluar dari tempat persembunyian masing-masing.
"Aku nggak tega, tapi itu ngakak banget!" ujar Yasha sambil megangin perutnya karena kebanyakan tertawa.
"Harusnya Eiuron yang jadi bencong, dong!" gerutu Thori sebal.
"Derita lu!" balas Eiuron.
"Yah, semoga aja dia kagak nyadar kalau bencong itu Thori!" celetuk Dodi watados.
"Betul banget! Kan ngeri kalau sampai dia tau, bisa-bisa kita bakalan di-Earth Rage sama dia!" sahut Fira agak risih.
"Setuju!" gumam Vion pelan.
Jadi begitu, toh! Rupanya mereka mengerjai Teiron!
Bener-bener apeslah nasib si Earth Mage yang satu ini!
Sementara itu, Teiron yang kabur karena melihat bencong langsung melesat ke asrama Heroes Gakuen sambil jejeritan kayak orang dikejar zombie.
"AAAAAAAAAAAAH! BENCONG BERJAMBUL, BENCONG BERJAMBUL! GYAAAAAAAAARH!"
Teriakannya pun sukses mengagetkan seluruh penghuni asrama, bahkan sampai mengalahkan suara speaker yang dipakai Icilcy untuk karaoke di kamarnya. Tapi anehnya, orang yang bersangkutan sama sekali kagak denger teriakan itu saking asiknya karaokean.
Di kamar Teira...
"Hmm..." Teira terlihat memasang tampang serius yang tidak biasa.
"Kenapa, Tei-chan?" tanya Elemy bingung.
Thundy yang juga bingung dengan perilaku Teira hanya diam karena merasa ada sesuatu yang salah.
"Perasaanku, atau tadi aku denger Teiron-nii lagi teriak-teriak di luar?" gumam Teira sambil mikir.
Elemy dan Thundy langsung saling berpandangan.
"Gue curiga itu tadi memang Teiron!" bisik Thundy penuh keyakinan. "Bisa aja kan dia teriak-teriak karena sesuatu!"
"Kita periksa, yuk!" ajak Elemy sambil mengambil jaket ungunya yang tergeletak di atas meja dan memakainya.
Thundy pun mengangguk dan langsung meninggalkan kamar Teira diikuti Elemy.
"Senpai, aku ikut!" seru Teira sambil menyusul mereka berdua.
Di kamar Icilcy...
Begitu ada enam orang yang menyambangi kamarnya dan (kebetulan) sang pemilik kamar menengok ke arah pintu yang terbuka, sang Ice Mage pun langsung kaget dan segera mematikan speakernya.
"INI KENAPA SEKAMPUNG PADA DATENG KE SINI?! MEMANGNYA SUARA GUE SEMERDU APA SIH, SAMPE SEGITUNYA?!" tanya Icilcy dengan suara 100 oktaf (?).
"Kita ke sini bukan karena denger lu karaoke..." jelas Alexia sweatdrop. "Tapi tadi kita denger ada orang teriak dan dateng ke sini, makanya kita kemari!"
"Hah? Gue kagak dengar ada orang teriak, tuh!" balas cowok Ice Mage itu bingung.
'Makanya speaker tuh jangan dipasang dengan volume maksimal, jadi budek sendiri kan?' batin mereka semua (kecuali Teira) sweatdrop berjamaah.
"Kalau Icy-senpai kagak denger, terus kenapa topi Teiron-nii bisa ada di lantai?" tanya Teira sambil menunjuk sesuatu di lantai.
Icilcy dan kelima orang lainnya pun langsung melirik ke arah yang ditunjuk Teira dan mendapati sebuah topi yang tergeletak di lantai.
"Itu... Topi Teiron, kan?" tanya Exoray cengo.
"Pasti dia ngumpet di sekitar sini!" ujar Thundy menyimpulkan. "Ayo kita gerebek kamar ini!"
'Lu kate mau gerebek bandar narkoba?' batin Icilcy, Exoray, dan Alexia sweatdrop.
Alhasil, mereka bertujuh pun mulai menggeledah setiap sudut kamar. Mulai dari lemari baju, rak sepatu, tempat tidur, bahkan sampai lampu gantung (?).
Teira yang sedang celingukan di sebelah tempat tidur langsung melirik ke arah kolong kasur dan kaget karena melihat sepasang mata yang dikenalinya.
"Tei-"
"Ssssst..." Sosok itu menempelkan telunjuknya di atas bibir tanda menyuruh Teira untuk diam. "Jangan kasih tau mere-"
"TEIRON-NII NGAPAIN DI BAWAH SITU?! CEPAT KELUAR!" pekik Teira sambil menarik keluar orang itu.
"Jangan tarik aku, Teira! Aku nggak mau keluar!"
Sontak, keenam orang lainnya langsung menengok ke arah kasur, tepatnya ke arah Teira yang sedang berusaha menarik seseorang untuk keluar dari kolong kasur.
"ASTAGA KAMBING, TEIRON! LU NGAPAIN NGUMPET DI BAWAH KASUR GUE?!" teriak Icilcy kaget.
Teiron pun berhasil ditarik keluar dari kolong kasur dan sebelum bisa kabur, dia udah keburu digencet duluan sama adiknya sendiri.
"Aduuuuh, lepasin dong..." pinta Teiron yang udah sekarat.
Jangan salah, lho! Teira itu kecil-kecil cabe rawit! Badannya mungil, tapi tenaganya kayak Hulk!
"Nggak bisa! Teiron-nii harus diintrogasi dulu, baru aku lepasin!" balas Teira watados.
'Kau pikir mengintrogasi penjahat, Tei-chan?' batin July dan Elemy sweatdrop.
"Sebenernya ada apaan, sih? Jangan bikin satu asrama panik, deh!" tanya Thundy penasaran.
"Aku bakalan cerita, tapi sebaiknya kau turun dulu dariku, Teira!" perintah Teiron yang kagak tahan digencet sama adiknya.
Teira pun langsung turun dari badan kakaknya dan Teiron segera bangkit untuk duduk.
"Jadi, be-begini..."
Setelah sepenggal cerita kemudian...
"Bencong berjambul?" tanya mereka semua bingung dan dibalas anggukan dari Teiron.
Tapi entah kenapa, Teira malah berusaha menahan tawanya, "Pfffffft..."
"Kamu kenapa, Tei-chan?" tanya July bingung.
"NYAHAHAHAHAHA!" Gadis itu langsung tertawa dan langsung digencet sama Teiron yang sukses membuat keenam orang lainnya langsung sweatdrop berjamaah melihatnya.
"A-aduh, lepas- Ahahahahaha! Geli! U- Ahahahaha!" Teira berusaha menahan geli karena digelitik kakaknya.
"Kamu gencetinnya kuat banget sih, sekarang gantian!" balas Teiron sambil menggelitik adiknya.
"Ahahahahaha! Udah, udah! Geli!"
Teiron pun berhenti menggelitik adiknya dan segera menjauh sambil melipat tangannya, sementara Teira berusaha mengatur nafas setelah digelitik kakaknya barusan.
"Hehehe, habisnya... Aku yakin bencong berjambul itu... Thori-senpai..."
Telinga Teiron pun langsung berdiri mendengar nama itu, sementara yang lainnya hanya bisa saling berpandangan.
"Tadi kau bilang siapa?" tanya Teiron sambil memancarkan aura gelap dari tubuhnya yang sukses membuat mereka semua (kecuali Teira) langsung merinding.
"Thori-senpai..." ulang Teira watados.
Webek, webek...
"ANJER! PANTESAN AJA TAMPANGNYA KAYAK KENAL! SIALAN TUH ORANG! MAU MINTA DI-EARTH RAGE KALI, YA?!" teriak cowok berkacamata itu frustasi.
Sontak, mereka semua langsung menjauh dari Teiron sambil berpelukan di pojok kamar. Elemy meluk Thundy, July meluk Exoray, Icilcy terpaksa meluk Teira karena dia nggak mau dikira homo kalau meluk Alexia, sementara Alexia terpaksa meluk topinya sendiri.
Yah, begitulah kisah apes Teiron di malam minggunya!
Omake:
Sehari setelah kejadian itu...
"THORIIIIIIIII! GUE PUNYA URUSAN SAMA LU!"
Satu teriakan menggelegar itu pun sukses membuat Thori dan Neila yang lagi pacaran langsung kaget. Di depan mereka, terdapat sang Earth Mage berkacamata yang mengeluarkan aura mengerikan plus menggenggam staff di tangannya.
"E-eh? A-apa?" tanya Thori gelagapan.
"KAGAK USAH SOK POLOS, SINI LU!" perintah Teiron sangar.
"Nei-chan, a-aku pergi dulu ya..." ujar Thori yang langsung kabur, tapi sayangnya...
"ANTLION HELL! ERUPTION! SAND JAIL! EARTH RAGE!"
Dia udah keburu babak belur dihajar Teiron.
Omake End!
OC of the Day:
Chairone Teiron
Umur: 16
Tanggal lahir: 30 Maret
Zodiak: Aries
Warna rambut/mata: merah/biru kehijauan
Hero: Earth Mage
Kelas: Rare
Fakta unik:
-Cowok yang pemalu, ceroboh, dan juga rada bodoh, tapi agak serem kalau marah jika dia (atau adiknya) dikerjain.
-Lepasin kacamatanya hanya kalau pengen tidur (jangan tanya gimana caranya dia bisa mandi dengan kacamata masih bertengger di hidungnya) dan kagak bisa ngeliat kalau kacamatanya diambil tiba-tiba, soalnya dia bisa jatuh kesandung sesuatu atau malah nabrak tembok.
-Dia dan Teira saudara kembar, tapi kagak ada yang percaya (soalnya kembar franteral memang kagak terlalu mirip satu sama lain).
-Sebenarnya pervert, tapi jarang ditunjukin (apalagi kalau ngumpul bareng sesama orang pervert di Heroes Gakuen, sebutlah Kitsukami Ikyo dan Miuto Rottenbrick).
-Kalau dia marah, seisi kelas Rare bisa kena imbasnya (kecuali Teira entah kenapa, mungkin karena faktor saudara).
Bonus: Suka makan cupcake, tapi paling takut sama bencong dan anjing. :V *digebukin Teiron.*
Syalalalalalala~ Uye, uye, Teiron nista tralala~ Poor my Earth Mage~ ~ (:V) ~ *di-Eruption.*
Teiron: "KAGAK USAH NGELEDEK!"
Me: "Iye, iye, peace!" ^^V
Entah kenapa ane seneng banget nistain OC yang satu ini sampe pengen ane unyel-unyel (?) saking unyunya! :3
Teiron: "Nggak nyambung, ah!" -w-"
Me: "Itu kenyataan, oy!"
Yah, setidaknya begitulah yang bisa kulakukan! ^^/
Review! :D
