Disclaimer: All chara belongs to Masashi Kishimoto. This fic is pure by me!

Rated: T

A/N: Yep, kembali lagi dgn saya ^^ terima kasih ya yang udah review ama ngefav :) Saya mau ngebales review ^^ akhirnya bisa on laptop jugaaa (^o^)/

Vii-Chan 155: Makasih ya udah di fav dan di review ^^

Syeren: WAhh enak banget ya jepangg! aku juga pengen dapte tandatangan Kishimoto-senpai.. makasih udah di review :)

: Makasih :) salam kenal juga :D aku gka post fi fb.. sorii :)

namikaze nakato: ini udah dilanjut :)

Kamikaze no Shinigami: ini udah dilanjut ^o^

1: Sasukenya gila ya? :O wkwk

Zocchan: berarti kita sama dong :) suka pengen nangis pas nonton chp itu hahaha :D makasih udah di revieeeww :)

Putri Hyuuga: Wkwkwk bukan :) baca aja

suka snsd: kok kamu slalu tau ya? :o kerenn.. makasih ya udah di review :)

yeppp segitu dulu ya review nya :) sori kalo belum ada yang dibales.. ok cekidots

.

'Benar-benar unik..' pikir Sasuke. Ia langsung saja melesat pergi dengan mobilnya.

Sasuke tidak melihat papan yang ada dipagar kost Naruto.

Genre: Humor? Romance?

Warning: Sasuke OOC. Typo(s). Naruto girl. EYD gak perfect. Humor kurang. Sedikit Hentai (gak terlalu).

Don't Like Don't Read! No Flame Please!

Happy Reading ^^b

.

Murid-murid KHS belajar seperti biasa. Termasuk Naruto dan Hinata. Naruto sadar, kalau Hinata sekarang benar-benar menghindarinya. Dia tau kalau Hinata cemburu dengannya. Naruto ingin sekali menyampaikan perasaannya kepada Hinata. Dia juga sudah berjanji, setelah menghajar orang itu. Naruto akan menembak Hinata sebagai pacarnya.

Naruto hanya membiarkan Hinata saja saat ini. Walaupun dalam hatinya ia tidak rela. Ia harus mengikuti syarat si Teme. Agar Sasuke memberitahu siapa orang itu. Dan hari ini adalah hari terakhir Naruto dan Sasuke 'pacaran'.

Berita ini sudah menyebar luas di sekolah. Hampir semua murid tau kalau mereka itu pacaran. Naruto sih, diam-diam saja. Sedangkan Hinata? Dia ingin benar-benar menangis. Mungkin pikirannya benar kalau Naruto itu juga menyukai Sasuke. Berarti Naruto maho dong?

Fans Girl-nya Sasuke tak henti-hentinya mencemooh dan mencegat Naruto. Naruto yang dicegat hanya ber'oh' ria dan langsung melenggang pergi saja. Orang yang mencegatnya benar-benar tidak dianggap. Dan untuk siswa laki-laki yang sudah terlanjur jatuh cinta pada Naruto, harus patah hati mendengar Naruto sudah jadian dengan Sasuke.

Dan ada juga sebagian guru kecewa dengan Sasuke. Gak sebagian sih, cuma satu orang. Yang tak lain adalah Orochimaru, suka dipanggil maho-sensei. Tetapi dia sih diam-diam saja dipanggil begitu, dia merasa kalau tubuhnya ini menggoda bagi kaum adam. Lah apa hubungannya? Orochimaru juga membenci Naruto yang dia kenal sebagai Arruka. Dia pikir kalau murid kesayangannya itu diambil begitu saja tanpa bilang-bilang. Dia juga membentuk AHC yaitu Arruka Haters Club, hanya siswi perempuan yang rata-rata penggemar Sasuke masuk ke club itu.

Club tidak berguna sama sekali. Apalagi yang memimpin nambah gak berguna.

{{-}}

Kelas XIB sedang belajar mengenai biologi. Yang mengajarnya adalah maho-sensei yaitu Orochimaru si penari ular. Tak henti-hentinya sensei itu membahas tentang ular. Mulai dari pergantian kulit ular, bisa-bisa ular dan sebagainya. Bukan hanya mengajar saja, tetapi Orochimaru juga unjuk kebolehan didepan kelas yaitu menari tarian ular. Murid yang ada di kelas pada sweatdrop berjamaah. Dia juga membawa ular kesayangannya yaitu Manda.

Lagi seriusnya belajar. Murid kelas XIB dan Orochimaru dikagetkan oleh suara pintu yang didobrak.

"Ahh Sasuke-kun.. Ngapain kamu disini? Pengen ketemu aku ya?" ucap Orochimaru sambil mengedipkan sebelah matanya. Murid-murid pada sweatdrop(lagi) ngeliatnya.

"Aku ingin mengajak pergi Hime-ku! Kemana dia?" tanya Sasuke. Pantas saja Sasuke tidak menemukan Naruto karena Naruto sedang berada di toilet. Naruto ahkirnyapun datang. Dia melihat keributan dari si pantat ayam itu.

"Ada apa ini?" ucapnya.

"Ahh Hime! Ayo kita pergi." Sasuke asal menarik saja. Dia tidak tau siapa yang ditariknya sekarang, yang ditarik malah senyum bahagia. 'Kok tangan Hime gua kasar sih? Agak bersisik pula? Mana baunya nyenget banget dihidung.' batin Sasuke.

"Ih, apaan sih Sasuke-kun? Suka ya?" Sasuke menghentikan larinya. Ia menoleh kebelakang. Ternyata ia menarik tangan Orochimaru bukan Naruto. Pantas saja tangannya beda banget. "Ngapa jadi lu Ero? Mana Hime gua?"

"Nama aku Oro, bukan Ero. Kamu lucu deh." jawa Orochimaru mencolek dagu Sasuke.

'Hoeekkkk...' Sasuke ingin sekali muntah. Dia memang jijik dengan guru ini. Pernah Sasuke dicium dipipi oleh si guru maho ini. Alhasil 7 hari 7 malam gak bisa tidur. Dan pernah juga Orochimaru pamer paha dimuka Sasuke. Waw gilaa... Ternyata paha Orochimaru penuh codet gan! Apa karena suka digigit ularnya ya? Jadi codetan begitu. Pantas aja sih digigit oleh ularnya sendiri, orang majikannya aja udah menjijikkan.

Sasuke melepas tangan Orochimaru dan balik ke kelas. Ia langsung menarik tangan Naruto. Yang ditarik pasrah saja. "Sasuke-kun kenapa sih kamu milih dia? Kenapa gak pilih aku aja?" Orochimaru kesal melihat Naruto yang tangannya dipegang oleh Sasuke. "Orang sarap yang udah milih lo! Hime gua lebih perfect dari lo! Lah kalo lo itu cuma penari ular aja! Cihh kagak napsu gua!" bentak Sasuke. Dia memang tidak takut dengan guru ini.

"Ihh Sasuke-kun jahat deh ama aku! Aku udah operasi gini, lihat tubuhku! Bohay kan? Lebih bohayan aku dari Arruka!" debat antara guru dan murid.

'Oplas aja udah ancur. Apalagi aslinya ya?' batin Naruto bertanya. "Bohay bohay! Uler lu tu bohay! Ayo Hime kita pergi aja." Sasuke menarik tangan Naruto lagi. Orochimaru terus berteriak memanggil Sasuke. Sasuke tetap pergi saja.

{{-}}

"Ngapain kita ke mall?" tanya Naruto dengan kesal. Dia kesal, waktu belajarnya diganggu. Sejak kapan ya Naruto kesal diganggu kalau sedang belajar? Hanya kami-sama yang tau.

"Refreshing lah say." jawab Sasuke masih menggandeng tangan Naruto. Naruto benar-benar ingin muntah dengar sebutan Sasuke untuknya. Dari 'Honey' ke 'Hime' dan sekarang 'sayang'.

"Ahh sudah jam 11 rupanya. Kau mau makan?" tanya Sasuke lagi dengan menoleh kearah Naruto.

"Terserah."

"Jangan jutek gitu dong say." rayu Sasuke sambil merangkul Naruto. Naruto tetap jutek aja. "Kalo tetep jutek nanti aku cium nih." ujar Sasuke nyosor aja ke arah bibir Naruto. 'Anjrit ni orang gua bunuh juga nanti.' batin Naruto kesal. Naruto langsung mendorong Sasuke tanpa belas kasihan. Yang didorong, pantatnya langsung mencium lantai. 'Kuat amat ya jadi cewek?' tanya Sasuke dalam hati.

{{-}}

Sekarang mereka berada di restaurant jepang. Naruto langsung saja memesan mie ramen. Pelayan di restaurant itu bilang "wah, kalian pasangan yang sangat serasi. Begini saja. Ada ramen khusus pasangan. Mau?"

"Wah bagus tuh! Aku pesan itu!" ucap Sasuke antusias.

"Ehh tidak! Aku tidak mau!"

"Kenapa? kan sekarang kita pacaran? Dan ini juga hari terakhir kita."

"Pokoknya aku tidak mau!"

Naruto baru saja ingin bilang ke pelayannya kalau pesanan ramen khusus 'couple' tidak jadi. Tetapi, keburu pelayan itu sudah pergi. Naruto hanya pasrah saja. Setelah pesanan mereka sampai, yang terlihat hanyalah semangkuk besar mie ramen dan dua sumpit.

"Wahh enak ni!" ucap Sasuke langsung memakannya. Naruto yang melihat itu tidak nafsu makan. "Kok gak dimakan? Mau aku suapin?" kata Sasuke.

"Gak lapar!"

Orang-orang yang melihat mereka hanya menatap bingung. Mereka berpikir kalau 'cewek' yang berada didepan cowok raven itu galak banget. Merasa dilihati, Sasuke langsung ingin menampilkan kemesraan dengan Hime-nya. "Sayanggg.. Suapin aak dong.." Naruto langsung mendongak. "Mau disuapin?" tanya Naruto bersikap lembut kepada Sasuke. Sasuke senang sekali dilembutin sama Hime-nya. Baru kali ini dia mendengarnya dari Naruto.

"Iyaaa... Aaaaaaaa..." Sasuke membuka mulutnya lebar-lebar. Naruto mengambil sumpit dan mengambil mie yang ada dimangkok. Setelah itu, dia memasukkannya ke mulut Sasuke. Dimasukkannya dalam-dalam.

"Uhuukkk uhuuukk..." Sasuke terbatuk-batuk. "Hmmm tu rasain!" jawab Naruto. Rencana buat mesraan didepan banyak orang, gagal total!

{{-}}

Yang memakan mie ramen tadi hanya Sasuke. Naruto benar-benar tidak mau walaupun sudah dipaksa. Yang benar saja? Semangkuk berdua? Itu gila!

Mereka melewati tempat baju-baju wanita. Sasuke ingin membelikan Naruto. Tapi Naruto tetap saja tidak mau. Mereka juga melewati pakaian dalam khusus wanita. Sasuke berhenti dan melihat bra dan celana dalam yang ada di situ.

"Mau kubelikan bra? Ahh ini cocok untukmu!" ujar Sasuke sambil mengangkat bra berwarna pink berenda-renda putih. Orang yang ada di sekitar situ terkikik geli saja. Naruto sudah menahan malu. Diambilnya bra itu dan dilemparkannya diwajah tampan Sasuke.

"MESUM!" teriak Naruto pergi dari tempat itu.

Ibu-ibu yang sedang membeli bra pada berbisik-bisik.

"Ihh.. Kecil-kecil udah mesum tuh!"

"Iya! Gak banget deh! Padahal mukanya ganteng loh." itulah bisikan-bisikan yang didengar Sasuke. Hancur sudah image Sasuke.

Naruto pergi begitu saja meninggalkan Sasuke. Ia diamkan saja panggilan dari Sasuke. Sasuke terus mengejar Naruto dan berhenti karena sekarang Naruto menghampiri anak kecil. Mungkin anak itu masih SD. "Oy Konohamaru! Ngapain kau disini? Bolos ya?" teriak Naruto seraya memukul belakang leher Konohamaru. Yang dipukul menatap bingung kepada yang memukul. "Siapa kau? Kenapa tau namaku? Mbak-mbak kurang kerjaan! Main pukul aja!" oceh Konohamaru.

'Waduh, gua lupa! Dia kan gak tau, kalo gua nyamar jadi cewek.' batin Naruto menyesal. "E-eto.. Karena aku ini temannya Naruto, ya Naruto.. Kau tau kan Naruto? Naruto sering bercerita tentangmu. Dan aku langsung tau karena nama yang ada diseragammu itu!" jawab Naruto asal. Sasuke yang merasa dikacangin dari tadi akhirnya berbicara. "Naruto? Siapa itu say? Apa jangan-jangan selingkuhanmu?" tanya Sasuke cemas.

"Berisik!" teriak Naruto didepan muka Sasuke. Sasuke langsung mingkem. Konohamaru nyengir saja melihatnya. "Ya aku tau kak Naruto. Jadi nama kakak ini siapa? Mencurigakan deh. Mana gaya biacaranya mirip banget ama kak Naruto." ujar Konohamaru menatap Naruto lekat-lekat.

Merasa gak punya alasan yang tepat, akhirnya Naruto cuma menyebutkan nama samarannya. Sasuke juga memperkenalkan diri. Padahal Konohamaru cuma menanyakan nama Naruto. Si Sasuke narsis abis.

Akhirnya mereka jalan-jalan bertiga. Mereka terlihat seperti keluarga. Yang menatap mereka pada berbisik-bisik.

"Keluarga bahagia ya.. Tapi kok orang tuanya masih SMA? Mana anaknya SD lagi."

"Iya ya. Jangan-jangan mereka menikah pas masih SD lagi!"

"Mana mungkin! Gila saja anak SD sudah menikah!"

Begitulah celotehan yang keluar dari orang-orang yang menatap 'keluarga' itu. Mereka bertiga pun memilih ke tempat Game center. Konohamaru langsung main shoot gun melawan Naruto. Sasuke cuma ngeliatin mereka berdua. Dari tadi Naruto yang menang melawan Konohamaru. Konohamaru kesal karena dikalahkan oleh seorang 'wanita'. Karena kesal, Konohamaru langsung menyeringai mesum ke arah Naruto. Sasuke yang melihat itu langsung berada dibelakang Naruto. Jaga-jaga biar Hime-nya gak diapa-apain.

"BAAAAA!" teriak Konohamaru sambil mengangkat rok depan Naruto. Naruto bengong. Otaknya meloading lama. Sasuke? Dia cuma bisa melihat paha belakang Naruto. Alhasil...

'CROTTTTT!'

Sasuke langsung mimisan gak henti-henti. Paha Naruto sama Orochimaru beda jauh ternyata! Bagaikan orang dengan eeknya. Tentu saja eeknya itu si Orochimaru. Paha Naruto mulus boo! Kayak paha-paha model pro! Kalah dah author...

Konohamaru langsung syok setengah mati setelah apa yang dia liat. Ia langsung pergi dengan sempoyongan sembari menutup mulutnya yang ingin muntah.

'Ukhhh... Testis.' batin Konohamaru yang bibirnya sudah memucat.

Naruto langsung sadar. "WOY Konohamaru! Asal ngintip aja! Gua laporin ke kakek lu nanti!" suara cowok milik Naruto keluar begitu saja. Orang-orang yang berlalu-lalang langsung kaget mendengar suara Naruto.

Sasuke terkapar tidak berdaya. Ia berpikiran 'macam-macam' tentang Naruto. 'Gila mulus banget tu paha.. Pengen nyentuh deh.' batin Sasuke mesum.

{{-}}

Mereka -Naruto dan Sasuke- sudah sampai didepan kost Naruto. "Terima kasih karena sudah mau jadi pacarku selama dua hari ini. Dan juga sudah menemaniku jalan-jalan." ucap Sasuke tersenyum.

"Hnn. Ya sudah aku masuk. Tidak usah mampir!" Naruto membanting pintu mobil Sasuke. Sasuke hanya tertawa kecil saja.

Dia melihat papan yang ada dipagar kost itu.

"Heh? Kost khusus laki-laki?" Sasuke terus mengucek-ngucek matanya tapi hasilnya sama saja. Apa Naruto itu cowok? Apa dia menyamar sebagai wanita? pikir Sasuke.

Kepalanya pusing dan langsung saja pergi dari tempat itu. Dia masih bingung.

TBC!

Yepp, sudah selesai chp nya ^^b masih pendek? Sori ya, segini aja udah macet-macet ngetiknya.. Yaudah review please :)

Jaa-nee!