Chapter 6:
Blood - Master
Rin POV
"Pemuda itu, Len Kagamine…"
"Sama seperti kita…"
"Dia adalah, seorang Vampire!"
A-Apa?! Len?! Seorang vampire?! Bagaimana mungkin?!
Aku menoleh pada Len, meminta penjelasan, tapi nampaknya dia juga tidak mengetahui apa-apa, sama sepertiku… Dan dia juga sangat terkejut, sama sepertiku…
"Tidak.. Tidak mungkin! Kalian pasti berbohong, kan?!"
"Huh! Terserahmu, mau percaya atau tidak!"
"Ta-Tapi, bagaimana mungkin?!"
"Yah, kami hanya mengatakan kebenarannya.. DIA adalah seorang vampire, bahkan DIA ada di level yang jauh di atas kita…"
"Ti-Tidak mungkin! Aku tidak percaya! Aku tidak akan menyerahkannya pada kalian!"
"Huh! Dasar keras kepala! Baiklah, mau bagaimana lagi? Sepertinya kami harus merebutnya secara paksa!"
Kata Miku sambil menyeringai pada kami..
Dan 1 detik kemudian,
Mereka berdua menghilang..
Aku menggenggam erat tangan Len, takut kalau dia tiba-tiba menghilang…
Kami pun bersama-sama berlari menuju arah pintu yang kami masuki tadi..
Memang, kecepatanku tidak bisa mengalahkan kecepatan Miku dan Kaito, karena aku hanya meminum darah hewan, dan sudah lama sekali sejak aku meminum darah…
Kami hampir sampai di pintu itu, saat tiba-tiba aku merasakan sesuatu memukul perutku dengan sangat kuat…
Dan itu membuatku terjatuh…
"Rin! Rin, kau tidak apa-apa?!"
"Len.."
"Rin, bertahanlah!"
Uggh.. Rasanya sakit sekali…
Satu pukulan itu saja sudah cukup untuk menjatuhkanku… Aku benar-benar lemah… Tidak berguna…
Tapi..
Kalau kami berhenti di sini, nyawa Len dalam bahaya..
Aku tidak mau menjadi beban baginya…
"Len! Larilah! Cepat!"
"eh?"
.
Len POV
"Len! Larilah! Cepat!"
"eh?"
Perasaan ini.. Kejadian ini.. Sepertinya aku pernah mengalaminya sebelumnya..
"Len! Kumohon! Cepat pergi sebelum mereka menangkapmu!"
Ah, ya…
Ini sama seperti waktu itu.. Saat aku tidak bisa menyelamatkan ibuku…
"Len! Pergilah! Kau masih mempunyai kesempatan!"
Kalau aku pergi, semuanya hanya akan berakhir seperti waktu itu, aku hanya akan menjadi orang yang tidak berguna..
Hanya dapat melihat orang yang ku sayangi menderita, tanpa dapat melakukan apapun…
"Tidak, aku tidak akan pergi…"
"Len…?"
Aku mengangkat tubuh Rin, dan berlari ke arah pintu itu..
Aku tau, mungkin hasilnya sia-sia saja… Aku tidak akan bisa mengalahkan mereka…
Tapi ini lebih baik daripada menjadi orang yang tidak berguna sama sekali…
Paling tidak, aku ingin berusaha sampai akhir… Aku tidak mau menyerah begitu saja…
Kedua orang itu, tepat berdiri di depan pintu keluar itu…
Mereka tersenyum sinis pada kami…
"Nah, Sekarang kalian tidak bisa kemana-mana lagi, kan?"
"Rin, Rin… Inilah akibatnya kalau kau tidak pernah mau meminum darah manusia…"
Eh?
Rin, tidak pernah meminum darah… manusia?
Tapi.. Kenapa?
"Wah, wah… Lihat betapa lemahnya kau sekarang ini…"
"Seharusnya kau mengikuti nasihat kami, Rin…"
Mereka..
Apa mereka akan melukai Rin lagi?
"Kalian… Jangan melukai Rin lagi! Kalau kalian mengincarku, silahkan saja! Tapi jangan melukai Rin lagi!"
"Len.. Kenapa..?"
"Rin.. Aku tidak mau menjadi orang yang tidak berguna… Paling tidak dengan begini, kau tidak perlu takut lagi…"
"Hmm? Maaf, tapi sepertinya hal itu tidak akan terjadi…"
"eh?"
"Kami juga memerlukan Rin… Jadi kalian tidak akan terpisahkan.."
"eh?"
Dan saat itu juga, aku merasakan sesuatu memukul kepalaku,
Dan aku tidak ingat apa-apa lagi…
Yang kuingat hanyalah Rin yang memanggil namaku,
Lalu semuanya menjadi gelap…
…
Rin POV
…
ugh… Dimana aku ini? Apa yang terjadi?
Aku terbangun di sebuah ruangan besar berbentuk lingkaran, dengan dinding yang terbuat dari batu. Tidak ada orang ataupun barang apapun di ruangan ini.. Aku sendirian.. Nuansa di ruangan ini hampir sama seperti di rumah Len—
LEN!
LEN! DIMANA DIA?!
Aku melihat ke sekelilingku, tidak ada siapapun.
Aku mencoba berdiri dan mencari pintu keluar, tapi hasilnya nihil.
Tidak ada pintu, jendela, ventilasi, atau apapun di ruangan ini. Hanya sebuah ruangan besar yang kosong. Tidak ada satupun benda di sini. Dan aku terkurung di sini.
Kalau tidak ada pintu di ruangan ini, bagaimana caraku masuk ke sini?!
Gawat! Kalau aku tidak cepat, Len dalam bahaya!
—Beberapa menit kemudian,
Aku merasakan sesuatu membasahi kakiku, disertai dengan aroma yang menggiurkan… Aroma yang sangat familiar.. Aroma yang selalu membuatku mabuk…
Aku melihat ke bawah,
'Cairan merah' keluar dari sela-sela lantai ruangan ini.
Darah.
Darah… Ini darah…
Dan aroma ini… Tidak salah lagi, ini darah manusia…
Darah ini masih hangat…
Ini…
Ini darah manusia yang masih baru!
Apa-apaan ini?!
—Tanpa kusadari, darah itu sudah memenuhi lantai ruangan dan dalam beberapa menit tingginya sudah mencapai pinggangku.
Ba-bagaimana ini?! Sekarang aku terperangkap di ruangan ini.. Dan dalam beberapa menit lagi bisa-bisa aku tenggelam di dalam lautan darah ini! Apa yang harus kulakukan?!
Darah itu tetap keluar dari sela-sela lantai, dan sekarang sudah hampir mencapai daguku..
Gawat!
Tiba-tiba, sebuah suara terdengar dalam kepalaku.
Hey…
Kenapa kau tidak meminumnya saja?
Eh?
'Meminumnya'?
Sepertinya itu ide yang bagus—
Ah!
Tidak! Tidak! Tidak!
Apa yang kupikirkan?!
Aku tidak akan pernah meminum 'benda' itu!
Dasar keras kepala…
Kau lupa? Kau itu vampire…
Dan vampire sudah seharusnya meminum darah, terutama darah manusia…
Kau itu hanyalah seorang 'monster' penghisap darah…
Kau tidak bisa lari dari kenyataan, kau tau?
Tidak! Itu tidak benar!
Aku…
"Memangnya kenapa? Siapa peduli kalau kau itu vampire? Apa salahnya menjadi seorang vampire?"
"Aku tidak peduli! Aku mencintaimu, Rin! Aku mencintaimu, apapun yang terjadi!"
Len…
"Aku tau kau tidak seperti… seperti pria yang membunuh ibuku itu… Aku tau kau berbeda…"
Aku… Aku berbeda! Aku bukan monster!
Heh…
Kau? Berbeda?
Bodoh.. Kau sama saja seperti 'monster penghisap darah' lainnya…
Bahkan, kau lebih parah daripada mereka,
karena kau mencoba menghindari kenyataan bahwa kau hanyalah seorang monster…
Menyedihkan…
Hentikan!
Yahh,
Kita lihat saja, apa kau bisa membuktikan,
Bahwa kau berbeda dari 'monster penghisap darah' lainnya…
—Darah itu sekarang sudah mencapai mulutku.
Aku menutup mulutku rapat-rapat. Menolak untuk meminum darah itu..
Tapi…
Tubuhku dan otakku tidak bisa bekerja sama.
Tubuhku bergolak hebat, memaksaku untuk membuka mulutku dan meminum darah itu.
Otakku — dengan sedikit sisi kemanusiaanku yang masih tersisa — menolak untuk meminum darah itu dan memaksa tubuhku untuk tetap diam.
—Darah itu sudah menutupi sebagian wajahku, dan bahkan sekarang aku tidak bisa bernapas.
Ugh..
Apa…
Apa yang harus kulakukan?!
—Dalam beberapa detik, sekarang aku sudah sepenuhnya tenggelam dalam lautan darah ini…
Seluruh tubuhku bergetar hebat, dipenuhi dengan hasrat untuk meminum darah manusia yang masih segar ini.
Aku bahkan sudah tidak bisa lagi mengendalikan tubuhku sendiri…
Gawat…
Sepertinya aku sudah hampir mencapai batas.
Aku sudah hampir kehilangan seluruh sisi kemanusiaanku.
Mungkin sekarang aku akan benar-benar menjadi seorang monster…
Dalam beberapa detik…
Hanya dalam hitungan detik…
.
.
.
Bye bye, Rin.
.
.
.
Len POV
Rin…
Rin…
"RIN!"
"Ah, Master! Baguslah! Anda sudah sadar!"
seorang wanita dengan rambut pink panjang berdiri di sampingku..
"Ini! Anda pasti haus, sebaiknya Anda meminum ini.."
kata wanita itu sambil menyerahkan sebuah gelas berisi 'cairan merah' kepadaku.
"Eh? Apa? Kau… Kau siapa? Master? A-Apa maksudmu?"
Aku ada di sebuah ranjang besar di tengah-tengah sebuah ruangan yang juga sangat besar.
"Ah, maaf, Master… Saya lupa kalau Anda masih belum bisa mengingat semuanya… Tapi tidak usah khawatir… Anda akan tetap menjadi Master dari klan kita. Sebentar lagi Anda akan mendapatkan kembali kekuatan Anda, dan kembali seperti semula…"
kata wanita itu sambil tersenyum padaku.
"H-Hey! Apa-apaan ini?! Apa maksudmu?! Master?! Klan?! Kekuatan?! Aku tidak mengerti! Kau.. Kau pasti salah orang!"
Wanita itu terlihat kebingungan melihat reaksiku.
"Master? Anda baik-baik saja?"
Bagaimana aku bisa baik-baik saja?! Hal terakhir yang kuingat adalah bahwa dua orang vampire menyerangku, dan sekarang seseorang yang tidak kukenal memanggilku Master dan mengatakan bahwa aku adalah Master dari 'klan' mereka (kami)…
Apa yang terjadi di sini?!
Ahh… kuharap Rin baik-baik saja…
Eh.. RIN!
"Master? Ada apa?"
"Ka-kau… Dimana Rin?! Apa yang kalian lakukan padanya?!"
"Rin? Ah, itu.. Jangan khawatir, hal itu sudah ditangani dan sedang dalam proses… Sebentar lagi prosesnya akan selesai… Tunggulah, Master, sebentar lagi kekuatan Anda akan kembali dan Anda akan kembali seperti semula…"
"Hey! Aku sama sekali tidak mengerti apa yang kau bicarakan! Proses?! Kekuatan?! Kembali seperti semula? Apa maksudmu?! Katakan padaku!"
"Hmm… Baiklah, kalau Master yang memintanya…"
"Ugh… Kenapa… Kenapa dari tadi kau memanggilku Master?"
"Tentu saja, karena Anda adalah Master kami…"
Master kami?
Apa maksud wanita ini?!
Tiba-tiba, aku teringat perkataan para vampire yang tadinya mengejar aku dan Rin…
...
"Pemuda itu, Len Kagamine…"
"Sama seperti kita…"
"Dia adalah, seorang Vampire!"
...
"Kau... Katakan padaku… Aku ini… Apa?"
"Anda adalah Master dari klan kita, klan vampire…"
"Aku… Apa?!"
Wanita itu tersenyum lembut padaku, dan menjelaskan.
"Anda adalah vampire terkuat dan terkejam yang pernah ada… Anda sudah membunuh ratusan, ribuan, bahkan jutaan manusia… Anda lah yang menciptakan klan kita ini, klan para vampire… Bisa dibilang, Anda adalah Raja kami, para vampire…"
"A…"
"APA?!"
