Blue Moon - Chapter 6

Author : Clou3elf

Main Cast : Kyuhyun, Yesung, Kibum, Kai, Sehun, Kwangmin, Youngmin and others

Pairing : KyuSung, slight! KiSung, HunKai, YoungKwang.

Genre : Supranatural, Fantasy

Rate : T-M

Warning : BxB, uke!Yesung, Kai, Kwangmin dan seme!Kyuhyun, Kibum, Sehun, Youngmin, Aneh, Alur Ngebut, Membosankan, EYD ancur dsb

Disclaimer : Semua cast milik Tuhan, agensi, keluarga dan fans mereka. Saya cuman pinjem nama aja. But this story is mine. Kalau ada kesamaan harap dimaklumi karena itu bukan unsur kesengajaan. Dan terakhir... Kim JongWoon, Kim JongIn dan Jo KwangMin is mine xD

A/N : Ini sebenernya bisa dibilang nekat. Ketika aku membuat 2 genre yang sangat jarang kubuat dengan menggabungkan OTP kesayanganku jadi satu. Jadi yang nggak suka sama pairingnya diharap menjauh pwease~ . Sedikit ragu sebenernya xD tp apalah daya kalo ada yang bilang kalo ini harus sampe end *lirik Byu*

Thanks banget buat yang udah mau ripiu ini ff gaje bin ajaib xD. Dan maapkan saya atas keterlambatan update. Semoga kalian nggk muntah bin kejang yak.

.

.

And last~

.

.

Don't Like Don't Read

.

.

Happy Reading

.

.

.

~Previous chapter~

.

.

"Apa...apa jadinya jika orang yang kucintai itu bukan Kyuhyun?"

Nyonya Cho menghela nafas, "Kyuhyun akan diasingkan. Dia akan jadi vampire yang lebih hina daripada vampir yang berubah menjadi manusia sekalipun. Dia akan disiksa, dibuang, diinjak, diperlakukan seperti seorang budak. Kyuhyun tak akan merasakan kebahagiaan lagi. Dia tak akan bisa berubah jadi manusia dan mati.

Kyuhyun dan kedua adiknya adalah vampire spesial yang abadi Yesungie. Itu yang membuatku cemas. Kyuhyun akan merasakan derita tak ada akhir. Kyuhyun bilang dia tak ingin memaksamu dan aku pun begitu. Cinta tak bisa dipaksa kan?"

Yesung memandang Kyuhyun yang juga memandangnya. Seketika hatinya mencelos. Yesung tak tau siapa yang dicintainya. Rasanya Yesung tidak mencintai siapapun. Setidaknya untuk saat ini.

Sedikit terbersit dalam pikirannya jika orang yang dia cintai bukan Kyuhyun. Namja itu akan diasingkan.

.

.

Chapter 6

.

.

Danau yang terbentang, langit biru cerah dan angin yang berhembus lembut. Seharusnya ketiga hal itu membuat pikiran menjadi tenang. Seharusnya. Sayangnya hal itu tak berlaku bagi Kim Yesung. Sejak pembicaraan itu, pikirannya kusut. Dia takut.

Kyuhyun yang menemaninya pun hanya membiarkannya bergelut dengan pikiran. Pun bahkan jika Yesung tak mem-block pikirannya, Kyuhyun tak akan mendengar suara hati itu. Walau sebenarnya vampire itu penasaran. Dia tau beban yang dipikirkan Yesung.

"Lupakan"

"Apa?" Yesung langsung menatapnya.

"Lupakan semua yang dikatakan eomma-ku" ucap Kyuhyun lagi.

"Apa maksudmu?"

"Jangan membebani dirimu dengan hal itu. Karena percuma saja" Kyuhyun menghela nafas. "Tak akan ada yang bisa membuatku lepas dari pengasingan. Kecuali kau mencintaiku, tapi rasanya tak mungkin bukan?"

Yesung tak tau, tapi ada sebagian dari hatinya menolak pernyataan Kyuhyun barusan. Hatinya terasa tercabik mendengar kata-kata Kyuhyun walaupun namja itu mengatakannya dengan nada yang tenang. Yesung tak ingin mengakuinya tapi itu memang kenyataan.

"Kalau begitu...buat aku jatuh cinta padamu" ucap Yesung begitu saja.

Kyuhyun sedikit tercengang. Dia menatap Yesung dalam. Kemudian bibirnya tersenyum kecil.

"Sejujurnya aku tak perduli dengan blue moon itu" itu bohong.

"Tapi aku perduli!" tanpa sadar Yesung menaikkan oktaf-nya.

Kyuhyun melangkah mendekati Yesung lalu memeluk namja manis itu dengan erat. Menenggelamkan wajahnya di perpotongan leher jenjang sang aset. Tangannya menepuk punggung sempit itu.

Yesung melingkarkan tangannya di pinggang Kyuhyun. Memeluk vampire itu seerat yang dia bisa. Dia butuh kekuatan dan entah mengapa pelukan Kyuhyun memberinya hal itu.

"Percaya padaku, aku akan baik-baik saja"

'Aku yang tidak baik-baik saja, bodoh! Aku takut kau diasingkan' sayangnya Yesung hanya bisa meneriakkan hal itu dalam hati.

.

.

Blue Moon

.

.

Ini sudah 2 tahun sejak Yesung mengetahui fakta itu. Selama ini sebisa mungkin mereka berdua menghindari topik itu. Yesung sudah berjanji akan berusaha untuk mencintai Kyuhyun. Dan sampai sekarang pun belum ada yang memberitahu hal yang sebenarnya pada Jongin dan Kwangmin.

Jongin dan Kwangmin tumbuh menjadi remaja yang manis. Banyak yang mau berteman dengan mereka. Youngmin dan Sehun saja sampai harus mati-matian menahan diri agar tidak melakukan kekerasan pada orang-orang yang mendekati mate mereka.

Tanpa diketahui oleh siapapun, sampai saat ini pun Yesung masih sering diburu oleh para vampire. Beruntung Yesung masih bisa melawan mereka untuk menyelamatkan diri. Terkadang Kyuhyun juga datang untuk membantu.

Tapi sepertinya hari ini hari yang sial untuknya. Hari ini bulan merah dan Yesung dikejar oleh 5 orang vampire. Tentu saja Yesung menghindar. Mana mau dia merelakan diri pada vampire. Kalau pun dia rela, rasanya hanya Kyuhyun yang pantas.

'Astaga apa yang kau pikirkan bodoh' rutuk Yesung.

Yesung terus berlari menjauh. Sesekali melakukan teleportasi. Sedangkan kelima vampire itu masih saja mengejarnya. Yesung tau mereka vampire biasa karena mereka tidak bisa mengeluarkan kekuatan sinar.

"Hah! Sial. Mereka masih mengikuti" gumam Yesung.

Walaupun vampire biasa, tapi Yesung tetap tak bisa meremehkan mereka. Buktinya Yesung beberapa kali hampir tertangkap. Tubuhnya sudah lelah. Kekuatannya menipis.

Sling~

Bruk!

"Ugh!"

Tadinya Yesung ingin melakukan teleportasi, tapi kekuatannya sudah tak bisa dipakai lagi. Alhasil dia terjatuh dari ketinggian 30 meter. Beruntung tak ada yang patah.

"Sudah menyerah eh?" salah seorang vampire mengejeknya.

Yesung merayap mundur saat kelima vampire itu mendekat. Sungguh! Yesung tak mengenal satu pun dari mereka. Dan sejujurnya, dia mulai takut.

"Apa yang kalian inginkan dariku?!" sentak Yesung.

"Kau masih bertanya? Tentu saja kami ingin menjadikanmu mate kami"

Yesung berdecih, "Cih, sampai mati pun aku takkan sudi"

"Heh! Kau sudah tak berdaya baby~"

Grep!

Salah seorang vampire mencengkeram kakinya. Menariknya sampai berakhir telentang. Yesung memejamkan matanya erat.

"Takut eh? Kemana semua pemberontakanmu tadi sayang~"

Yesung ingin berontak tapi tubuhnya sudah tak mampu bergerak. Hanya beberapa menit lagi sebelum dia tertidur karena efek bulan merah. Yesung tak berani membayangkan hal buruk apa yang akan menimpanya.

'Cho Kyuhyun'

"Menyingkir darinya!" sebuah suara yang sangat familiar baginya.

Dengan sisa tenaganya, Yesung bisa melihat sosok Kyuhyun yang menghajar kelima vampire itu. Yesung tersenyum lega karena akhirnya dia aman. Setelah itu semuanya gelap.

.

.

.

"Hyung, apa Yesung hyung baik-baik saja?" samar-samar Yesung mendengar suara Kwangmin.

Sudah 4 hari ini Yesung ijin dari pekerjaannya karena efek bulan merah. Dan Jongin serta Kwangmin pun memutuskan libur sekolah demi menjaga hyung tersayang mereka.

"Bagaimana ini Kwangie? Apa yang harus kita lakukan? Sudah 4 hari Yesung hyung tidak bangun. Kau tau sendiri ini sudah sering terjadi" Jongin cemas.

"A-aku tak tau hyung" cicit Kwangmin.

Tok! Tok! Tok!

"Biar aku yang membukanya hyung. Jongin hyung jaga Yesung hyung saja" ucap Kwangmin.

"Ne~"

Kwangmin berjalan menuju pintu depan. Sedikit ragu untuk membuka pintu itu. Tapi akhirnya dia memberanikan diri untuk membukanya.

"Oh? Sehun hyung~" serunya senang.

'Sehun' hanya meliriknya sekilas lalu melangkah masuk tanpa memperdulikan Kwangmin. Kwangmin terhenyak. Tak biasanya 'Sehun' sedingin itu padanya.

Cepat-cepat dia menutup pintu dan menyusul 'Sehun'. Sedikit bingung saat melihat 'Sehun' malah duduk di tepi ranjang Yesung. Tidak biasanya.

Kwangmin melirik Jongin yang ternyata memandang 'Sehun' tajam. Ah~ rupanya Jongin curiga pada namja itu. Jongin menatap Kwangmin lalu menggeleng tegas.

"Aku akan membawa Yesung ke mansion" ucap 'Sehun'.

"Andwae!" seru Jongin langsung.

'Sehun' sontak menatap nyalang pada Jongin, "Apa maksudmu?!"

"Kau bukan Sehun hyung!" sentak Jongin.

"Aku Sehun"

"ANIYA! KAU BUKAN SEHUN HYUNG!" teriak Jongin marah.

Teriakan Jongin membuat Yesung terbangun dari tidurnya. Matanya melebar melihat Jongin yang tampaknya marah pada 'Sehun'. Apa yang terjadi?

"Jonginnie, Kwangminnie, ada apa?"

Mendengar suara itu, 'Sehun' sontak berbalik menghadap Yesung. Yesung kembali terperanjat saat melihat taring 'Sehun'.

"Jauhi Yesung hyung!" Jongin dan Kwangmin meloncat ke arah 'Sehun'. Memegangi lengan namja itu dan menariknya menjauh.

Tapi kekuatan kedua remaja itu tak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan 'Sehun'. 'Sehun' bahkan tak bergeser dari tempatnya. Taringnya sudah memanjang dan matanya berwarna orange.

"Ggrrrmm~" 'Sehun' menggeram tak suka karena gangguan kedua adik Yesung itu.

"Pergi jauh-jauh!"

"Kau bukan Sehun hyung!"

Kwangmin menggigit lengan 'Sehun' dengan keras. 'Sehun' langsung menyentakkan tangannya kuat hingga membuat Kwangmin terpental dan terhempas di lemari Yesung sampai lemari itu hancur.

"Kwangmin!" Yesung dan Jongin berteriak bersamaan.

Yesung yang melihat Kwangmin mengerang kesakitan pun langsung bangkit dari tidurnya dengan susah payah. Tubuhnya terasa bergetar bahkan Yesung merasa dia lumpuh. Tenaganya belum pulih.

"Butuh bantuan baby" 'Sehun' menyeringai.

"Menjauh kau dari hyung-ku!" Jongin masih berusaha keras menarik namja itu menjauh.

Kesabaran 'Sehun' habis. Tangannya langsung mencekik leher Jongin sampai tubuh namja itu terangkat. Yesung membulatkan matanya.

"Kau pengganggu!" 'Sehun' berdesis.

Slash~

Yesung menghempaskan tangannya dan mengeluarkan sinar biru yang membuat 'Sehun' terpental. Jongin langsung terjatuh dan terbatuk hebat. Cengkeraman 'Sehun' di lehernya tak main-main.

"Kau...jangan sakiti adik-adikku!" desis Yesung.

'Sehun' menyeringai, "Well, mereka yang membuatku melakukannya baby"

Kwangmin yang sudah bisa bangkit langsung menerjang 'Sehun'. Memukul wajah tampan itu bertubi-tubi. Tak perduli tubuhnya yang kesakitan.

Melihat Kwangmin yang seperti itu membuat Jongin tak ingin kalah. Jongin pun ikut memukuli 'Sehun'. Mereka berdua kalap.

"Kwangmin! Jongin! Hentikan!" Yesung berusaha berdiri.

Sret!

'Sehun' langsung bangkit lalu mencekik kedua bocah itu. Wajahnya terlihat seram. Matanya menyorot tajam kedua bocah yang disebutnya pengganggu itu.

"A-akh!" pekik Jongin dan Kwangmin begitu 'Sehun' mengeratkan cekikannya.

"Lepaskan mereka!" Yesung berusaha menarik lengan 'Sehun'.

Sret!

Duakh!

"Akh!"

Yesung terjatuh karena tendangan 'Sehun' di kakinya. Dan tendangan itu tak main-main. Yesung bahkan bisa merasakan tulangnya sedikit bergemeretak.

Brak!

Pintu terbuka secara kasar. Menampilkan ketiga pangeran vampire yang menatap marah pada sosok yang menyerupai Sehun itu.

"Seharusnya aku membunuhmu waktu itu, Zhe Yi-sshi" desis Kyuhyun berbahaya.

"Keh! Kau takkan bisa membunuhku, Guixian" Zhe Yi menyeringai.

"Aku dan Sehun yang akan membunuhmu!" Youngmin menatap Zhe Yi dengan mata merahnya. Taringnya sudah mencuat.

Diliriknya Kwangmin yang melihatnya dengan pandangan terkejut. Bahkan ada sedikit ketakutan dalam binar mata bulat favorit Youngmin itu. Youngmin jadi sedikit merasa bersalah. Dia berencana akan memberitahu Kwangmin soal ini, tapi bukan dengan cara seperti ini.

Perhatian Youngmin kembali pada Zhe Yi. Amarahnya memuncak saat melihat luka di sekujur tubuh Kwangmin dan bekas memar merah di leher bocah berusia 15 tahun itu.

"Kau! Beraninya menyentuh milikku!" geram Sehun saat dia juga melihat luka-luka pada Jongin.

"Urus dia. Lakukan apapun yang ingin kalian lakukan padanya. Dan sisakan bagian akhirnya untukku. Aku akan mengurus mate kalian" ucap Kyuhyun datar.

"Baiklah. Jaga mate kami" Sehun menyeringai.

Sret~

Kedua adik Kyuhyun itu langsung menarik lengan Zhe Yi yang entah sejak kapan terkunci pergerakannya. Setelah itu mereka bertiga menghilang.

"Kalian baik-baik saja? Maaf kami terlambat" sesal Kyuhyun.

"Hyu-hyung.." Kyuhyun tau Kwangmin dan Jongin takut padanya, pada mereka.

Kyuhyun berjalan mendekati kedua remaja polos itu lalu mengusap kedua kepala mereka, "Kami tak akan menyakiti kalian"

"Bohong! 'Sehun' hyung buktinya tadi menyakiti kami" air mata Kwangmin menetes.

"Benar. Sehun hyung bahkan menyakiti Yesung hyung" Jongin berusaha menahan diri agar tidak menangis. Ada kekecewaan disana.

"Dia bukan Sehun. Dia hanya orang yang menyamar menjadi Sehun. Sehun tak mungkin menyakiti kalian bertiga" Kyuhyun berusaha memberi pengertian pada mereka. "Apa selama ini kami bertiga pernah menyakiti kalian?"

Kedua namja itu menggeleng, "Kami takut hyung"

"Kalian boleh membenci dan menjauhi kami kalau kami menyakiti kalian"

"Hyung yang akan menghukum mereka bertiga kalau mereka berani menyakiti adik-adik hyung yang manis ini" ucap Yesung yang sedari tadi diam.

"Yesung hyung~" Kwangmin dan Jongin langsung bangkit lalu berlari memeluk Yesung.

"Hey kalian baik-baik saja?" Yesung menelusuri sekujur tubuh kedua adiknya. Memastikan kalau tak ada luka yang terdapat di tubuh adik-adiknya. Walau jelas itu tak mungkin.

Yesung terpaku pada luka-luka di punggung Kwangmin dan di leher mereka. Mendadak amarahnya memuncak. Tak ada siapapun yang boleh menyakiti adik-adiknya.

"Bisa bawa aku ke Zhe Yi?" tanya Yesung seraya memandang Kyuhyun.

"Kau yakin? Kondisimu tak kalah parah dengan adik-adikmu" Kyuhyun melirik kaki Yesung.

Yesung menggigit bibir bawahnya, dia ragu, "Apa...apa kau bisa menyembuhkanku?"

Kyuhyun tersenyum kecil, "Baiklah. Kau juga harus menyembuhkan adikmu kan?"

Kyuhyun berjalan lalu berjongkok di samping namja itu. Mengulurkan tangan kanannya dan mendarat di atas lutut Yesung.

Slash~

Seberkas butiran cahaya berwarna biru tampak keluar dari tangan Kyuhyun. Berputar di sekitar luka Yesung. Yesung sedikit mengernyitkan keningnya saat butiran cahaya itu masuk ke tubuhnya. Ternyata rasanya seperti ini.

"Sekarang sembuhkan adikmu sembari kita menunggu Sehun dan Youngmin" ucap Kyuhyun.

Yesung menurut, "Kwangminnie, Jonginnie...jangan pernah beritahukan hal ini pada siapa pun ne?"

Jongin dan Kwangmin yang tak mengerti apa-apa pun hanya mengangguk. Yesung mendekatkan dirinya. Mengulurkan kedua tangannya pada sekujur tubuh kedua adiknya itu.

Mata kedua remaja itu terbelalak melihat butiran sinar berwarna putih mengelilingi tangan Yesung sebelum akhirnya mengenai leher mereka. Yesung tak bereaksi apapun karena dia sedang berkonsentrasi memusatkan kekuatannya. Dia sedang dalam kondisi yang tidak baik, ingat?

Melihat si namja manis tampak kesulitan bahkan sampai wajahnya pucat, Kyuhyun berinisiatif mentransfer energi pada sang aset. Disentuhnya pergelangan tangan kanan Yesung tepat di bagian nadi-nya. Cahaya putih dan biru itu kini berbaur.

"Kwangminnie berbaringlah" titah Yesung.

Kwangmin menurut. Sedangkan Jongin langsung menggeser posisinya. Dia masih belum percaya jika Yesung bisa melakukan hal itu.

Yesung kembali mengarahkan tangan kirinya pada Kwangmin. Menelusuri tubuh Kwangmin untuk menyembuhkan luka yang ada di sekujur tubuh adik bungsunya.

"Kau yakin ingin menemui Zhe Yi? Kondisimu tak stabil" ada nada khawatir yang samar saat Kyuhyun mengatakan hal itu.

"Aku harus memberi sedikit pelajaran pada vampire tak tau diri itu" geram Yesung.

"Baiklah kalau begitu naik ke punggungku" Kyuhyun memposisikan dirinya. "Jongin-ah, Kwangmin-ah, kalian tetap disini oke? Jangan keluar dari kamar Yesung"

"Hyung-"

"Hyung akan baik-baik saja. Ada Kyuhyun hyung yang akan menjaga hyung" ucapan Yesung membuat hati Kyuhyun menghangat.

.

.

At other place

.

.

Kyuhyun membawa Yesung ke suatu tebing yang curam. Ternyata Sehun dan Youngmin membawa Zhe Yi ke tempat ini.

"Yesung hyung? Kau baik-baik saja?" tanya Sehun.

"Bagaimana Kwangmin?" ada nada cemas dalam pertanyaan Youngmin.

"Aku baik-baik saja, begitu pun Kwangmin dan Jongin. Kalian berdua cepat ke rumah. Ada yang harus kalian jelaskan pada kedua adikku" Yesung tersenyum kecil di balik punggung Kyuhyun.

"Apa yang kau lakukan disini?" tanya Youngmin.

Perhatian Yesung beralih pada sosok vampire yang dikunci Sehun dan Youngmin. Pandangan mata keduanya beradu. Yesung menyeringai.

"Menemani Kyuhyun bermain"

"Wow~ aku baru pertama kali melihat sang aset semurka ini" gurau Sehun.

"Sang aset hanya akan murka apabila sesuatu yang penting baginya diusik" Kyuhyun melirik Yesung. "Dan mate kalian adalah hal penting itu"

Yesung turun dari gendongan Kyuhyun. Sedikit bersandar pada namja itu.

"Kau tau? Kami hampir saja kelepasan membunuhnya" ujar Sehun.

"Cih! Aku bahkan masih belum puas memberinya pelajaran" gerutu Youngmin.

Kyuhyun berdecih, "Daripada kalian hanya mengumpat disini mungkin lebih baik kalian pergi menemui mate kalian. Aku tak menjamin barier yang kupasang sanggup bertahan lama" ujarnya enteng.

"Mwo?! Apa maksudmu?!" Sehun melotot.

"Oh shit!" setelah mengatakan hal itu Youngmin langsung pergi. Sehun menyusul.

"Kau serius barier-mu tak bisa bertahan lama?"

"Tentu saja tidak. Aku tak mau menanggung 2 resiko sekaligus. Bertarung dengan Youngmin dan Sehun, serta menghadapi kemurkaanmu"

Yesung mendengus kesal, "Well, hampir saja aku memenggal kepalamu"

"Penggal saja. Aku bukan vampire yang bisa musnah. Dan lagi-" jeda, Kyuhyun menatap Yesung. "-bukankah kau masih sangat membutuhkanku?"

Yesung memalingkan wajahnya yang tiba-tiba memanas. Berpura-pura kembali menatap Zhe Yi yang tampak mengenaskan. Walau harus diakui, Yesung memang masih sangat membutuhkan Kyuhyun dalam artian karena Kyuhyun adalah mate tertulisnya.

"Mau eksekusi sekarang?" tanya Kyuhyun.

"Kenapa tidak?" Yesung menyeringai.

Kyuhyun ikut menyeringai. Well, walaupun seorang aset, manusia terpilih, Yesung tetaplah manusia yang punya sisi buruk dalam dirinya. Dan sepertinya Zhe Yi sangat tidak beruntung mendapat tontonan seperti ini.

Yesung menghampiri Zhe Yi yang tak mampu lagi bergerak karena ikatan Sehun dan Youngmin. Sosok vampire yang dua kali menyerangnya itu tampak ketakutan.

"Kau tau apa kesalahanmu wahai tuan vampire yang terhormat"

"Mi-mianhae..jeongmal"

Yesung menyeringai lalu dengan mudah melepas ikatan yang dibuat Sehun dan Youngmin dengan sekali tebas menggunakan pedang Kyuhyun. Zhe Yi menyeringai tipis. Kyuhyun yang melihatnya hanya mendengus.

"Lupakan rencana bodohmu itu Zhe Yi-ah. Kau takkan selamat" ucap Kyuhyun.

"Apa yang dia rencanakan?" tanya Yesung.

"Berpura-pura memohon ampun padamu, bersujud lalu kemudian menyerangmu dengan racunnya"

Zhe Yi membelalakkan matanya saat mendengar ucapan Kyuhyun. Sepertinya dia melupakan fakta bahwa Kyuhyun bisa menerobos ke dalam pikirannya bahkan sampai ke bagian terdalam.

"Cih! Taktik murahan" gumam Yesung.

Sriingg~

Yesung sedikit memainkan pedang yang ada di tangannya sebelum menghunus ke depan mata Zhe Yi. Hanya beberapa senti sebelum mengenai matanya.

"Ayo bertarung" Yesung mengajak bertarung seolah mengajak bermain.

"Kau akan menyesal. Kalian akan membayar semuanya"

"Dengan kematianmu" cetus Kyuhyun.

Zhe Yi yang geram langsung merangsek maju. Dia berusaha menyerang Yesung dan Kyuhyun. Sayangnya Kyuhyun dengan gesit membawa Yesung menghindari serangan. Yesung sendiri tak tinggal diam.

Tangan mungilnya bergerak lincah menebas serangan Zhe Yi menggunakan pedang. Tatapan mata sang aset itu menajam.

"Kau bisa keluarkan racunnya?" tanya Yesung pelan.

"Racun? Kau tau aku punya racun?"

"Tentu saja. Aku sudah cukup banyak tau tentangmu"

Kyuhyun menyeringai, "Stalker eh?" guraunya. "Posisikan pedangmu di depan"

Yesung mengikuti arahan Kyuhyun. Memposisikan pedang di depan tubuhnya. Memejamkan mata lalu kemudian mengikuti nalurinya sebelum akhirnya tangannya bergerak menebas tubuh si vampire.

Sraakkk~

"Arrgghh!" vampire itu terjatuh.

"Berapa lama?"

"30 menit sebelum akhirnya dia akan mati"

Yesung menyeringai melihat Zhe Yi yang sangat kesakitan. Racun yang dibuat Kyuhyun itu sangat berbahaya. Reaksinya cepat dengan efek kesakitan yang lama sebelum akhirnya mati.

Yesung berdiri angkuh di samping Kyuhyun. Mata tajamnya tampak mengejek kondisi Zhe Yi yang mengenaskan. Itu balasan setimpal menurut Yesung.

Dan pertunjukan itu ditutup dengan Zhe Yi yang berteriak meregang nyawa tepat di depan mata Yesung. Diiringi senyum puas Yesung dan seringai Kyuhyun.

"Ayo pulang" baru saja Yesung berbalik, tubuhnya sudah oleng. Nyaris saja terhempas di tanah jika Kyuhyun tak dengan sigap menggendongnya.

"Dasar keras kepala" gumam Kyuhyun.

.

.

Blue Moon

.

.

Keesokan harinya ketiga vampire itu kembali mendatangi rumah Yesung. Mereka khawatir terjadi sesuatu pada namja itu. Terlebih lagi sepertinya Jongin dan Kwangmin belum mau berbicara dengan mereka.

"Kalian tak sekolah?" tanya Kyuhyun.

"Aniya"

"Kami takut terjadi sesuatu pada Yesung hyung" ucapan Kwangmin kembali menohok Sehun dan Youngmin.

"Kwangminnie~ mianhandago"

Kwangmin mundur saat Youngmin mendekatinya. Sungguh, vampire bungsu itu jadi serba salah. Dia tak tau jika Kwangmin akan setakut ini.

"Apa kalian takut pada Kyuhyun hyung, Sehun hyung, dan Youngmin hyung?" tanya Yesung.

Jongin dan Kwangmin hanya bisa diam. Mata mereka sesekali melirik ke arah ketiga vampire itu. Youngmin dan Sehun menatap mereka harap-harap cemas.

Kwangmin berjalan menghampiri ketiganya. Youngmin bahkan sudah maju untuk menyongsong namja yang setinggi dadanya itu.

Kwangmin mengulurkan jari kelingkingnya, "Kalian harus berjanji tidak akan menyakiti kami lagi" suaranya bergetar.

Kyuhyun yang terlebih dahulu menyambut jari kelingking itu, "Yaksok! Kami berjanji tidak akan menyakiti kalian"

Disusul Sehun yang juga menyambut kelingking itu. Meyakinkan bocah itu bahwa mereka tak akan menyakiti mereka.

Dan terakhir adalah Youngmin, "Kami berjanji tak akan menyakiti kalian. Hyung berjanji tak akan menyakitimu"

Kwangmin tersenyum manis, "Kalau kalian ingkar janji, terutama Youngmin hyung, aku akan sangat membenci kalian"

Grep~

Youngmin langsung memeluk bocah itu dengan erat. Menelusupkan wajahnya di leher Kwangmin. Menghirup aroma bayi yang menguar dari tubuh mate tercintanya itu.

"Gomawo Kwangminnie" bisik Youngmin. 'Hyung mencintaimu' kata-kata itu tak bisa diucapkan Youngmin secara langsung untuk saat ini.

Melihat sang adik yang sudah berani, membuat Jongin juga berjalan perlahan menuju Sehun. Melihat sedikit keraguan dalam diri Jongin, Sehun langsung menggendong bocah itu.

"Kau masih takut pada kami?"

Jongin menggeleng pelan, "Yesung hyung dan Kwangminnie saja sudah mempercayai kalian, maka aku juga menjadi tak takut"

"Sepertinya memang kalian harus menjelaskan siapa kalian kepada adik-adikku. Aku takut kejadian ini terulang lagi" ucapan Yesung kembali menyadarkan ketiga vampire itu.

"Kau benar. Sehun, Youngmin, jelaskan semuanya pada Jongin dan Kwangmin"

"Semuanya?" Sehun melebarkan matanya.

"Bagaimana kalau mereka takut lagi? Bagaimana kalau mereka tak percaya pada kami lagi?" tanpa sadar Youngmin semakin erat memeluk Kwangmin.

"Jonginnie dan Kwangminnie percaya pada Sehun hyung dan Youngmin hyung kan?" tanya Yesung.

"Ne"

Sehun dan Youngmin saling berpandangan lalu menghela nafas secara bersamaan. Tak ada pilihan lain selain mereka memberitahukan semuanya pada kedua bocah itu.

.

.

Blue Moon

.

.

Setelah seminggu hanya bisa beraktivitas di dalam rumah, Yesung akhirnya kembali pada pekerjaannya. Kwangmin dan Jongin juga kembali bersekolah. Dan ketiga vampire itu tentu saja mengawasi mate mereka.

"Oh? Yesung hyung! Apa kau sudah sehat?" Kibum langsung menyongsong kedatangan Yesung.

Yesung tersenyum kecil, "Kalau aku belum sehat mana mungkin aku kemari"

Kibum mengeluarkan senyum pembunuhnya lalu mengacak rambut halus Yesung. Yesung sedikit mundur untuk menghindari kontak fisik lebih jauh dengan Kibum.

"Cha! Kembalilah bekerja. Kami sedikit kesulitan tanpamu"

Yesung melebarkan matanya, "Benarkah? A-ah! Maafkan aku. Jeongmal mianhamnida"

Kibum tertawa, "Hey~ tak perlu secemas itu" tangan Kibum menyentuh lengan Yesung.

"A-aku akan siap-siap" dengan sedikit gugup Yesung melepas pegangan Kibum pada lengannya lalu segera berlari menuju ruang ganti.

Kibum sedikit menyeringai, "Gotcha! Ternyata benar"

Selama bekerja, Yesung sama sekali tak bisa fokus. Dia tau ada beberapa pasang mata vampire yang mengawasinya. Rasanya Yesung belum puas mengacak-acak Zhe Yi karena vampire itulah hidupnya jauh dari kata tenang.

"Apa kau baik-baik saja hyung?" tanya Kibum.

Yesung tersentak, "A-aku baik-baik saja"

Yesung tak sempat menghindar saat tangan Kibum terulur menyentuh keningnya. Membuatnya terpaku dengan pandangan kosong untuk beberapa menit.

Kibum menyeringai tipis, "Kalau kau lelah bilang padaku, ne"

Yesung mengangguk patah-patah. Kepalanya mendadak pusing lagi. Yesung merasa seolah ada yang mencoba memasuki pikirannya secara perlahan.

Kibum masih menatapnya lekat. Tanpa mengucapkan apapun. Hanya memandang tepat di bola matanya. Membuat Yesung sebisa mungkin tidak balas menatap mata hitam itu.

Chu~

Tak diduga, Kibum mencium keningnya cukup lama. Membuat sekujur tubuh Yesung membatu. Terlalu terkejut Kibum melakukan hal itu di depan umum. Mereka berada di meja kasir omong-omong.

"Ki-Kibum"

"Jangan sakit lagi. Kau membuatku khawatir hyung"

Yesung mengedipkan matanya beberapa kali. Wajahnya memanas. Dia malu, sungguh. Apalagi suasana cafe yang tadinya cukup ramai mendadak menjadi sepi.

Kibum tidak berbohong saat mengatakan dia khawatir pada Yesung. Sungguh. Lebih dari seminggu Yesung tak masuk kerja bahkan kuliah membuat Kibum kelimpungan. Namja itu juga tak mengetahui tempat tinggal Yesung.

Kibum tak memiliki akses untuk mengetahui semua tentang Yesung. Tidak juga teman kampus Yesung. Well, satu-satunya yang tau informasi tentang Yesung hanya vampire itu, Kyuhyun. Tapi jangan menyuruh Kibum untuk bertanya pada Kyuhyun. Kibum takkan mau.

"Bagaimana kuliahmu?" tanya Kibum tiba-tiba.

"Kuliahku baik-baik saja. Begitu masuk kuliah aku akan mengejar ketertinggalanku. Ini tahun terakhirku"

"Jangan ragu meminta bantuan padaku. Aku tak ingin kau sakit lagi" Kibum mengelus pipi kanan Yesung.

Yesung hanya bisa terdiam. Dia sedang berusaha menetralisir debaran jantungnya yang tidak bisa berdetak normal itu. Debaran menyakitkan yang membuat Yesung menggerutu dalam hati.

Kibum bersorak dalam hati saat melihat rona merah terpoles samar di kedua pipi chubby Yesung. Kibum menginginkan namja ini. Terlepas dari obsesinya untuk membunuh Kyuhyun, Kibum ingin memiliki Yesung untuk dirinya.

Dia akan merebut Yesung dari Kyuhyun. Menjadikan Yesung miliknya dan secara perlahan menghancurkan Kyuhyun beserta kedua adiknya.

.

.

Blue Moon

.

.

Kibum mengantar Yesung sampai di depan rumah namja manis itu. Waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam. Kibum turun lalu membukakan pintu mobil untuk Yesung.

"Kau tak perlu melakukan itu Kibum-ah" Yesung tersenyum manis.

Kibum mengacak rambut itu gemas, "Tak masalah selama itu dirimu. Anything for you"

Yesung hanya tersenyum menanggapi Kibum. "Kau mau mampir?"

"Aniya. Ini sudah malam dan kau pasti perlu istirahat" ujar Kibum lembut.

"Baiklah. Kalau begitu hati-hati di jalan"

"Baik princess"

Yesung melotot saat Kibum memanggilnya princess. Kibum hanya tertawa lalu menuju bagian kemudi. Namja itu menurunkan kaca mobilnya demi melihat Yesung.

"Aku pulang ne"

Yesung hanya mengangguk lalu melambaikan tangannya. Begitu Kibum hilang dari pandangannya, kepalanya kembali pusing.

"Yesung hyung..siapa dia?" sebuah suara mengagetkannya. Yesung berbalik dan menemukan Kwangmin di depan pintu.

"Oh? Kwangminnie. Dia Kibum hyung. Pemilik cafe tempat hyung bekerja" Yesung mulai berjalan masuk. "Kenapa kau belum tidur?"

"Sejak kapan hyung dekat dengan Kibum hyung?" tanya Kwangmin bingung. Pasalnya Yesung tak pernah menyebut nama itu.

Pandangan Yesung seolah kehilangan fokus, "U-um..hyung sendiri tak tau. Sejak tadi mungkin" jawabnya ragu.

"Hyung baik-baik saja?" tanya Kwangmin cemas saat melihat tatapan mata Yesung terasa kosong.

"Ne~ hyung baik-baik saja. Kajja masuk" Yesung menggandeng tangan Kwangmin.

Mereka tak tau kalau sedari tadi Kyuhyun memperhatikan mereka. Sejak Yesung datang bersama Kibum sampai namja manis itu masuk. Kyuhyun juga mendengar percakapan Kwangmin dan Yesung.

"Kim Kibum. Apa yang kau lakukan pada Yesung?" buku-buku jari Kyuhyun memutih saking eratnya namja itu mengepalkan tangannya.

~~Keesokan harinya~~

Paginya Yesung dikejutkan dengan kedatangan 4 orang namja tampan di depan rumahnya. Ah tapi abaikan saja 2 namja tampan itu karena sudah jelas mereka berdua datang untuk kedua adiknya.

"Kibum?" Yesung mengernyitkan keningnya. Tak biasanya namja itu ada di rumahnya. "Ada apa? Tumben sekali"

Kibum tersenyum, "Aku hanya ingin menjemputmu"

Kening Yesung semakin berkerut. Mata sipitnya menatap Kyuhyun seolah bertanya. Kyuhyun mengedikkan bahunya cuek.

"Eum..kurasa aku sebaiknya pergi dengan Kyu-"

"Yesungie hyung" Kibum memotong ucapan Yesung.

"Ne?" Yesung reflek menyahut sembari menoleh ke arah Kibum.

Kibum hanya tersenyum. Yesung memasang wajah datar. Semenit kemudian dia tersenyum.

"Baiklah kajja kita berangkat" Yesung malah menghampiri Kibum.

Kibum menyeringai sambil menatap Kyuhyun. Menyunggingkan senyum kemenangan pada vampire itu. Youngmin dan Sehun nyaris bergerak menghajar Kibum jika saja tatapan Kyuhyun tidak mencegah mereka.

"Ah Sehun-ah, Youngmin-ah..tolong antar Jongin dan Kwangmin. Aku pergi dulu" ujar Yesung sebelum memasuki mobil Kibum.

Tak ada jawaban. Hanya deru mesin Kibum yang mendominasi sampai mobil itu hilang dari pandangan mereka.

"Perasaanku saja atau memang Yesung hyung aneh hari ini" gumam Sehun.

"Bukan hanya kau hyung. Aku juga merasakannya" kali ini Youngmin.

"Youngmin hyung, apa hyung tadi orang baik?" tanya Kwangmin.

"Eoh? Kenapa kau bertanya seperti itu?" tanya Youngmin seraya mensejajarkan wajahnya dengan Kwangmin.

Kwangmin hanya menunduk, tak berani menatap Youngmin di depannya. "Aku hanya merasa aneh" cicitnya.

Youngmin tersenyum gemas, mengacak rambut mate-nya sebelum akhirnya menggendong tubuh ringan itu. "Kajja kita berangkat sekolah"

"Hyung" Sehun memandang Kyuhyun yang sedari tadi diam dengan penuh prihatin.

Kyuhyun tersenyum tipis, "Jangan khawatir, aku baik-baik saja. Sekarang cepat antar mereka berdua"

"Kalau kau perlu bantuan, langsung saja" ucap Sehun sebelum akhirnya membawa Jongin masuk ke dalam mobil. Begitu pun Youngmin dan Kwangmin.

Kyuhyun hanya diam. Sedikit mengangguk saat kedua adiknya berpamitan menggunakan isyarat. Begitu dia sendirian, mata Kyuhyun memerah. Dia merasakan sesuatu yang ganjil disini.

"Akan kuselidiki"

~Yesung's side~

Sejak meninggalkan rumah tadi, Yesung sama sekali tidak bersuara. Pandangannya terus menyapu ke luar jendela. Tanpa ada niatan untuk mengajak Kibum berbincang.

'Ada apa denganku?' tanyanya dalam hati.

"Kau baik-baik saja?"

"Aku baik-baik saja" ucap Yesung tanpa menatap Kibum. Ada satu hal yang salah jika Yesung menatap namja itu.

Kibum tak lagi mengeluarkan suara. Sengaja membiarkan Yesung terbiasa bersamanya. Hingga akhirnya mereka sampai di depan gerbang kampus Yesung.

"Gomawo" ucap Yesung seraya membuka pintu mobil secepatnya.

"Ternyata memang sulit. Biasanya hanya sekali tapi kali ini sudah berkali-kali belum berhasil" Kibum menghela nafas. Semenit kemudian dia tersenyum miring, "Sesuatu yang berharga pasti memerlukan pengorbanan untuk mendapatkannya"

.

.

Blue Moon

.

.

Begitu malam tiba, Yesung langsung berpamitan pada Heechul untuk segera pulang. Kibum belum datang karena ada beberapa urusan yang harus dikerjakannya. Dan kesempatan itu digunakan Yesung dengan baik.

Dewi fortuna mendukungnya karena di depan cafe sudah ada Kyuhyun menunggunya.

"Kajja kita pulang" tanpa mengatakan apapun lagi, Yesung langsung membuka pintu mobil dan duduk disana.

Kyuhyun menuruti tanpa bertanya. Segera memasuki mobil, menyalakan mesin lalu melajukan mobil membelah keheningan malam kota Seoul.

Tak ada percakapan. Yesung sibuk meremas-remas tangannya yang entah mengapa berkeringat dingin. Sesekali diliriknya Kyuhyun yang hanya terdiam sembari fokus pada jalanan. Tidak biasanya.

"Kyu-Kyuhyun-ah" cicit Yesung.

"Hum?"

"Kau..eum-kau marah?"

Kyuhyun melirik sekilas, "Hanya perasaanmu saja"

'Matilah kau Kim Yesung' gerutu Yesung dalam hati.

Diam-diam Kyuhyun menyeringai tipis. Dia bisa mendengar gerutuan namja manis itu ingat?

Rasanya Kyuhyun ingin segera menandai Yesung-nya. Tapi keinginan itu ditahannya kuat-kuat. Karena percuma saja. Justru dia akan merasakan siksaan lebih awal. Harus Yesung sendiri yang menyerahkan diri.

"Hey kemana kekasihmu?" ucap Kyuhyun.

"Huh? Kekasih? Siapa?" Yesung mendadak blank.

"Tentu saja Kim Kibum"

"Dia bukan kekasihku" Yesung menggerutu. "Aku sendiri bingung bagaimana bisa dia mengetahui rumahku dan kenapa aku mau mengikutinya" lirihnya.

"Bukankah kau sendiri yang menunjukkan rumahmu padanya? Kwangmin bilang Kibum mengantarmu semalam"

Yesung langsung menatap Kyuhyun penuh tanda tanya, "Aku? Kapan? Aku tak mengingatnya"

Ckit~

"Omo!" Yesung terlonjak ke depan saat tiba-tiba Kyuhyun menginjak rem dan menatapnya. "Ya! Kau mau membunuhku?"

"Kau yakin tidak mengingat kejadian semalam?" Kyuhyun tidak memperdulikan protesan Yesung.

"Tentu saja! Aku sendiri terkejut saat tiba-tiba aku sudah satu mobil dengannya. Seingatku aku pergi bersamamu" suara Yesung memelan saat mengucapkan kalimat terakhir.

Kyuhyun diam. Pikirannya berkecamuk mencari hubungan kedekatan Yesung dengan Kibum dan ucapan Yesung barusan. Hingga akhirnya dia menemukan satu kesimpulan. Walau sedikit ragu sebenarnya. Kyuhyun harus memastikannya.

"Berhati-hatilah dengan Kibum"

"Ada apa? Apa akan terjadi sesuatu yang buruk?" Yesung mendadak panik. Percayalah jika Kyuhyun mengatakan hal seperti itu maka hal itu sangat serius.

"Hanya berhati-hatilah" Kyuhyun hanya mengatakan hal itu. Membuat Yesung kesal.

"Terkadang kau menyebalkan" sungut Yesung.

"Kuanggap itu pujian" Kyuhyun menjawab enteng.

Yesung langsung melotot, "YA!"

Kyuhyun tertawa melihat wajah menggemaskan Yesung saat sedang kesal seperti sekarang. Dia tau Yesung takkan pernah bisa marah padanya. Dan karena itulah Kyuhyun jadi sangat suka menggoda Yesung.

Disisi lain, Yesung diam-diam tersenyum melihat Kyuhyun mulai tertawa. Ada rasa lega di dadanya karena Kyuhyun akhirnya tertawa. Sungguh dia takut sekali saat Kyuhyun mendiamkannya.

"Tinggallah di mansion"

Yesung langsung menatap Kyuhyun, "Apa maksudmu?"

"Aku ingin kau dan adik-adikmu tinggal di mansion bersama kami" Kyuhyun menepikan mobilnya lalu menatap tepat di bola mata hitam milik Yesung. "Kami hanya ingin kalian berada dalam jangkauan kami"

Kyuhyun menggunakan kata 'kami' daripada 'aku'. Toh kedua adiknya itu takkan protes bahkan akan sangat berterima kasih nantinya. Sebenarnya Kyuhyun juga tak tau kenapa dia mengajak Yesung untuk tinggal di mansionnya. Yang dia tau, dia harus melakukannya.

"Ke-kenapa?"

Kyuhyun terdiam. Sang pewaris itu tak tau lagi jawaban apa yang harus dia katakan pada Yesung. Ini serba membingungkan. Hingga akhirnya Kyuhyun menyerah, dia kembali menatap ke depan.

"Sudahlah. Lupakan" ucap Kyuhyun lirih. "Berjanjilah untuk menjauhi Kibum"

"Jangan mengatakan hal yang membuatku penasaran" gerutu Yesung.

Kyuhyun hanya tersenyum simpul sebagai balasan. Dia harus memastikan hal itu dulu sebelum memberi tahu Yesung. Untuk saat ini, sepertinya dia perlu semakin menjaga Yesung-nya.

"Yesungie" jeda sejenak. "Panggil namaku jika Kibum mulai mendekatimu"

"Hah?"

"Cha istirahatlah" ucap Kyuhyun.

"Hah?" sejak kapan mereka sudah berada di depan rumahnya? Ah, Kyuhyun terlalu sulit untuk dimengerti.

"Istirahatlah" Kyuhyun mengacak rambut halus Yesung.

"Ne~" tapi Yesung sama sekali tak beranjak dari tempatnya.

"Apa kau ingin ikut ke mansion?"

"A-ah! T-tidak" elak namja manis itu cepat.

Kyuhyun tersenyum kecil. Membiarkan Yesung secara perlahan keluar dari mobilnya. Tapi sebelum Yesung benar-benar keluar, Kyuhyun menahannya.

Sret

Chu~

Yesung tak sempat mengeluarkan protesan karena saking terkejutnya saat Kyuhyun mencium keningnya lembut. Sangat lembut bahkan. Seolah dia adalah sesuatu yang sangat berharga bagi vampire itu.

"Selamat malam dan..istirahatlah" bisik Kyuhyun.

Yesung keluar dengan wajah yang luar biasa merah. Ekspresinya sungguh menggemaskan. Rasanya Kyuhyun ingin membawa namja itu pulang ke mansionnya.

Setelah melewati pintu gerbang, Yesung langsung lari memasuki rumahnya. Membuat Kyuhyun tergelak di posisinya. Tawa itu luntur saat melihat sebuah mobil SUV berada di depannya.

Sang pengemudi turun, ah Kim Kibum. Dengan senang hati Kyuhyun turun dari mobilnya. Menghampiri rival abadinya.

"Merindukanku tuan?" Kyuhyun menyeringai.

Kibum hanya mendengus pelan, "Kurasa tak berlebihan kalau aku menyuruhmu untuk menjauhi kekasihku"

"Kekasih? Siapa?"

"Siapa lagi..tentu saja Kim Yesung" Kibum menyeringai penuh kemenangan.

Kyuhyun tertawa sarkas, "Kau pikir aku akan percaya?"

"Bagaimana kalau seandainya Yesung memang kekasihku?" tantang Kibum.

"Well, itu tandanya terjadi sesuatu yang buruk terhadap Yesung. Karena Yesung tak mungkin jatuh cinta padamu" setelah mengatakan hal itu, Kyuhyun langsung melesat pergi. Meninggalkan mobilnya di depan rumah Yesung.

"Ck sombong sekali" Kibum menyeringai, "Tapi memang seperti itu awalnya"

.

Keesokan harinya

.

Seharian ini Yesung sebal setengah mati. Kyuhyun menghilang tanpa jejak. Sulit sekali melacak namja itu. Beberapa kali telepatinya terabaikan.

"Siapa yang kau tunggu hyung?" tanya Kibum tiba-tiba saat Yesung berada di halte dekat kampusnya.

Hari ini Yesung tidak bekerja karena dia harus konsultasi kepada dosen pembimbing untuk tugas akhir kuliahnya. Kibum dan Heechul memakluminya, tentu saja.

"Kenapa kau disini?" tanya Yesung bingung.

"Menjemputmu. Aku sudah memperkirakan konsultasimu akan sampai malam hari"

"Ini baru jam 7 Kibum-ah. Sebentar lagi bus-ku datang" sebisa mungkin Yesung berusaha agar tidak memandang Kibum.

Sret~

Kibum menarik tangan Yesung hingga akhirnya namja manis itu mau tak mau memandangnya.

"Ayo pulang" ajak Kibum.

Yesung hanya mengangguk lalu tersenyum aneh. Kibum membuka pintu samping kemudi. Mempersilahkan Yesung masuk ke dalam. Kibim memperlakukan Yesung layaknya dia seorang ratu.

Sepanjang perjalanan mereka hanya saling berdiam diri. Kibum fokus menyetir. Sementara Yesung hanya memandang ke depan dengan tatapan yang kosong.

Mereka akhirnya sampai di rumah Yesung. Seperti biasa, Kibum membukakan pintu mobil untuk Yesung. Namja manis itu tersenyum kecil.

Kibum memerangkap tubuh Yesung diantara dirinya dan mobil. Matanya memandang tepat ke bola hitam Yesung. Yesung sendiri tatapannya kosong.

"Hyung..aku mencintaimu" Kibum berucap tegas. "Aku ingin kau menjadi kekasihku"

Yesung masih diam. Semenit kemudian dia tersenyum.

"Aku juga mencintaimu dan..aku mau menjadi kekasihmu"

Kibum tersenyum lalu meraup bibir manis Yesung dalam sebuah ciuman manis, menurut Kibum. Yesung hanya diam. Tak ada niat menolak ataupun merespon.

Tak jauh dari situ seseorang melihatnya. Itu Cho Kyuhyun. Kyuhyun melihat semuanya. Bagaimana dengan mudahnya Yesung mengatakan dia juga mencintai Kibum.

"Kim Kibum" desisnya dengan mata merah.

.

.

.

TBC

.

.

Nyahahahahaha ada yang nunggu ini kah? #slap

Maapkeun saya u,u

Tugas akhir semester, ujian dkk menyita waktuku. Sekali lagi maapkan atas keterlambatan ini xD

Saya juga keserang penyakit lupa dan WB xD

Saya akan sangat berterima kasih kalo ada yang mengingatkan saya tentang ini. Kalian bisa ingatkan saya kalau seandainya dalam kurun waktu sebulan saya belum update xD

Ah terima kasih sekali buat yang sudah review~

Dan maapkan lagi saya ngga bisa balas review kalian satu per satu. Tapi percayalah~ itu jdi pemacu semangat buat saya.

So, wanna give me some review?

Big love, clou3elf