Hay aku balik nih , dan sebelum lanjut aku mau coba jawab beberapa pertanyaan yang muncul nih.
Kayaknya pada bingung ya? Kenapa Luhan benci atau gak suka sama Sehun? Iya kan?
Jadi tuh gini, first impression Luhan ke Sehun udah jelek karena tabrakan waktu itu, terus Sehun kan pemaksaan orangnya . Udah gitu first kiss nya Luhan kan direbut ama Sehun. Luhan kan anak panti tuh , dia agak kurang suka sama orang kaya yang sejenis(?) sehun gitu. Nah semoga bisa membantu menjawab pertanyaan kalian ya. Kalau mau tanya lagi review aja ya,, biar kita deket juga cingu...
Makasih , laflaf({})
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Maaf typo bertebaran.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Enjoy guys
.
.
.
.
Chapter 6
"Apaaaa?"
"Iya, kalau aku bilang bahwa alasan aku mau mengajarmu adalah Jong In , apa yang akan kau lakukan?"
"Apa kau serius? "
"Tentu saja , kau tahu? Dia adalah orang yang sangat peduli pada mu. Dia yang berhasil membuat ku berpikir dua kali untuk mengajarmu. Kau mengacuhkannya selama ini, tapi asal kau tahu saja, rasa sayang nya tidak pernah berkurang sedikit pun kepada mu. Sejahat apapun kau padanya , dia tetap akan ada di pihakmu"
Kyungsoo terdiam. Dia tidak tau harus bicara apalagi. Si cupu itu-eum- maksudnya Kai, apa sebesar itu dia mencintai Kyugsoo? Sebenarnya sepeduli apa dia ?
"Kalau kau tidak percaya , besok pagi tunggulah di gang sebelah rumah mu ini. Dia sering memeriksa keadaan mu tiap pagi. "
.
.
.
.
.
.
.
.
Luhan POV
Oh astaga, sepertinya aku merindukan suasana panti. Belum ada sehari penuh aku di sini , tapi aku benar-benar merindukan suasana panti. Biasanya aku akan bercerita untuk membuat anak-anak tidur. Setelah itu aku membantu membuat adonan kue. Hah,, sudahlah. Ini lah kehidupan baru ku , aku harus jalani ini dengan ikhlas.
Luhan POV End
Tok..Tok..Tok
"Apa kau sudah tidur lu?"
Oh astaga , suara itu lagi. Bisakah dia tidak mengganggu hidup Luhan heum?
"Tadinya aku ingin mengajak mu melihat – lihat bintang sebentar , tapi sepertinya kau sudah tidur. Baiklah, aku pergi dulu. Mimpi indah lu"
"Bagus , pergilah" batin luhan.
.
.
.
.
.
.
.
Keesokannya Kyungsoo melihat Kai mengintip dari balik gang. Jadi dia benar-benar melakukan itu. Rasanya Kyungsoo jadi tidak enak hati.
.
.
.
.
.
"Hai lu, mau ikut aku? "
"Apa kau bercanda? Aku ada jam mengajar Kyungsoo pagi ini, dan kau malah mengajak ku pergi? Kau pikir aku datang kesini untuk apa ?"
"Ayolah aku mohon"
"Aku tidak mau suan-ssi , dan jangan tarik tangan ku seperti ini'"
"Oh maafkan aku. Apa kau susah menghafal namaku? Kau butuh alternatif mungkin?"
"Iya. Misalnya ahjussi mesum atau laki-laki kurang ajar. Kau mau pilih yang mana?"
"ow wow wow, jangan emosi begitu nona lu. Apa kau ada masalah dengan ku?"
"Aku rasa aku tidak menyukaimu tuan Oh. Dari sejak kita bertemu dan kau membuat ku menaruh first impression yang buruk"
"Oh jadi itu masalahnya. Biar aku luruskan, aku memang seperti ini . Tapi kalau kau merasa terganggu dengan itu, aku bisa berubah untukmu. Aku akan lakukan apapun demi kau lu"
Pandangannya jatuh tepat di pupil luhan. Tatapan yang berubah hangat itu sukses membuat hati luhan berdetak. Lakukan semua nya demi dirinya? Bukan kah itu manis?
"Eonnie..'"
"Ada apa soo?"
"Bisakah kita mulai sekarang?"
"Hei tumben sekali kau niat belajar jalang cantikku. Ahahaha" sehun tertawa dengan guyonannya sendiri.
"Diam kau . " Sayang nya tawanya harus berhenrti karena tatapan yang mematikan dari Kyungsoo.
Kyungsoo dan Luhan pergi ke atas . Sepertinya Luhan ingin belajar di kamar Kyungsoo saja. Kyumgsoo pun tak keberatan, toh belajar dimana saja sama saja kan?
(skip)
"Jadi berapa elektron valensi dari unsur oksigen?"
"6?" jawabnya tegas
"Iya benar. Lalu dia butuh berapa lagi supaya stabil?"
"Dua.."
"Bagus kyungsoo. Aku rasa kamu sudah mengerti materi ini. Kita akhiri sampai di sini dulu pelajaran kita. Kita lanjutkan nanti malam okey?"
"Baik. Eum eonnie, boleh aku bertanya?"
"Tentu saja boleh. Apa yang ingin kau tanyakan?"
"Masalah Kai, menurut mu aku harus apa? Aku sudah melihat bahwa yang kau katakan benar. Lalu sekarang apa yang harus aku lakukan? Aku merasa tidak enak selama ini tidak pernah menghargainya sedikit pun"
"Kenapa bertanya? Lakukan apa yang ingin kau lakukan. Aku yakin kau sebenarnya tahu harus berbuat apa , tapi kau merasa takut . Begitu kan?"
"Mungkin iya. "
"Tak apa, lakukanlah. Kau tidak akan salah karena mencoba sesuatu"
"Baiklah kalau begitu."
.
.
.
.
.
.
.
Tap
Tap
Tap
Kaki kecil ini menuruni satu – satu tangga dengan hati-hati.
Dia rasa dia lebih baik buat suatu makanan, dia sangat lapar saat ini.
Dia berjalan ke dapur. Dia melihat – lihat sekitar , mencari bahan yang bisa ia olah menjadi makanan.
Aku akan buat omelete saja. Dia mengambil semua bahan dan alatnya. Di tengah jalan proses memasak dia butuh garam. Dia mencarinya, ternyata garamnya ada di lemari makan di bagian atas.
"Oh astaga , tinggi sekali... T-T"
Luhan mencoba meraihnya sampai dia melompat , namun nihil dia tidak bisa menggapainya.
Lalu tiba-tiba ada tangan yang mengambilkannya untuk Luhan.
"Lain kali , kalau butuh apa-apa , bilang saja. Aku atau Kyungsoo pasti membantu"
"Aku hanya tidak ingin merepotkan orang lain. Lagipula aku kan menumpang di sini?"
"Pikiran macam apa itu? Kau tinggal di sini sebagai bagian dari keluarga kami, bukan maid yang hanya ,menumpang hidup. "
"Apakah begitu sehun-ssi?"
"Tentu saja. Akhirnya , untuk pertama kalinya kau menyebutkan nama ku dengan benar. Terima kasih ya. Apa yang ingin kau buat?"
"Aku lapar, aku ingin omelete."
"Kenapa tidak minta dibuatkan saja?"
"Aku terbiasa buat sendiri. Akan lebih sedap nantinya."
"Begitukah? Kalau aku ikut membuat apa akan merusak rasanya?"
"Tentu saja tidak. Ada apa? Kau ingin buat juga?"
"Aku mau, tapi aku tak bisa. Ajarin aku luhanniee"
"Baiklah. Omong-omong, apa itu luhannie?'
"Ahh , bukan apa-apa. Hanya panggilan agar kita lebih dekat. Apa kau keberatan? Akan kuubah kalau kau keberatan ."
"Tidak. Aku rasa itu tidak buruk"
"Benarkah? Terima kasih luhannie"
Ya , sepertinya Sehun tak akan pernah melupakan momen ini. Momen dia masak bersama Luhan adalah yang terindah dalam hidupnya. Walaupun gadis ini merasa ini biasa saja, tapi Sehun rasa ini adalah awal yang baik untuk mendekatinya.
Sehun tidak akan pernah melepaskannya , dia bahkan berjanji pada dirinya sendiri
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Sudah seminggu Luhan tinggal disini. Dia merasa kalau keluarga ini benar-benar menganggapnya seperti keluarga sendiri. Dia sangan disayang disini. Dan untuk masalah Sehun. Luhan rasa Sehun juga memiliki sisi baik. Yah, semua orang punya sisi baik kan? Jadi dia pun sudah bisa menerima Sehun dengan segala kelebihan dan kekurangannya.
"Luhan , bisa kesini sebentar?"
Tuan oh memanggilnya. Saat Tuan Oh memanggil Luhan sama saja dipanggil oleh appanya sendiri. Appa yang belum pernah dia miliki sebelumnya
"Ada apa ahjussi?"
"Ah luhan, kau bisa panggil aku appa saja."
"Baiklah , ap-appa.. Agak aneh ya?"
"Tidak buruk. Biasakan dirimu sayang"
"Baik appa."
"Luhan, boleh kah aku bertanya?"
"Tentu, ada apa?"
"Dari mana asal mu sebelum ini? Bisakah kau ceritakan tentang dirimu?"
"Aku adalah anak yang dibesarkan di panti asuhan. Ibuku meninggalkan ku di depan pohon panti sewaktu aku masih kecil. Saat itu aku hanya memakai gelang bertuliskan Xi. Ibu panti berpikir , mungkin itu adalah marga asli ku. Maka itukah marga ku tetap dipakai sebagai nama belakang ku."
"Jadi kau tidak tahu siapa ibu mu?"
Luhan menggeleng mantap. Dia tertunduk bingung
'Tak apa Luhan. Sekarang kau punya keluarga, jadi jangan pernah berpikir kau sendiri lagi oke?"
"Iya" luhan mengangguk kan kepalanya.
"Ada apa appa tiba-tiba bertanya?"
"Ah tdak, aku hanya tertarik dengan nama belakang mu. Tapi itu bukan apa-apa. Bukanlah sesuatu yang penting, jadi tidak usah kau pikirkan"
"Eumm, baiklah kalau begitu"
.
.
.
.
.
.
Luhan benar-benar bosan saat ini. Apa sebaiknya dia pergi ke taman biasa saja? Sudah lama dia tidak bertemu dengan Kai. Sejak berteman dengan Kyungsoo mungkin Kai melupakan Luhan hihihi.
Dan inilah Luhan, gadis cantik yang berjalan santai ke taman biasa. Dan dia benar, ada Kai disana. Tapi kenapa dia sendiri? Bukan kah akhir-akhir ini dia tengah dekat dengan Kyungsoo?
"Lama tidak berjumpa Kai"
"Oh hai noona. Tumben kau bermain kesini. "
"Aku sangat bosan Kai. Omong – omong, kemana saja kau? Apa karena sudah berteman dengan Kyungsoo kau jadi lupa pada ku?"
"Tidak bukan begitu . Mana mungkin aku lupa pada mu, kau yang membuatku bisa kenal dengan Kyungsoo sekarang."
"Hei. Kau mendapatkan itu karena usaha mu Kai. Kau pantas mendapatkannya"
"Em eonnie, bagaimana menurut mu kalau aku melakukan pengobatan?"
"Pengobatan? Bukan kah itu bagus? Lakukan saja"
"Tapi itu tandanya aku harus pergi jauh dari sini. Dan aku juga tidak tahu kapan aku bisa kembali. Apa itu baik?"
"Apa kau masih ragu?"
"Tentu saja. Meninggalkan semua ini , aku rasa aku belum siap"
"Kalau begitu jangan lakukan, pikirkan matang – matang , baru bertindak"
"Heum , baiklah. Apa kau nyaman dengan tempat baru mu?"
"Aku cukup nyaman. Mereka semua baik pad ku , aku seperti mendapat kan keluarga yang tidak aku punya selama ini."
"Kau pasti bahagia kan? Kau mendapatkan apa yang kau idam-idamkan selama ini?"
"Tentu saja "
Tanpa luhan tahu, ada sepasang mata yang dari tadi menatap tajam ke arah nya dan Kai. Mata yang emnggambarkan kekecewaan mungkin. Tapi ada kesedihan juga di mata itu. Mata dari seorang Oh Sehun yang melihat rusa kecilnya bersama dengan pria lain. Kenapa Luhan masih tidak bisa sadar perasaannya? Apa Luhan tidak tahu kalau itu sangat meyakitkan. Sehun sudah tak sanggup lagi sekarang , dia lebih baik pulang sekarang.
Dia pergi manancapkan gasnya .
Brak!
"Astaga oppa. Hari-hati , jangan memanting pintu seenaknya"
Sehun tidak mendengarkan omelan adiknya. Dia terlalu malas bahkan untuk bangun dari sofa yang sudah dia tiduri saat ini
"Hei. Ada apa? Kenapa dengan wajahmu?"
"Jangan bahas sekarang Kyungsoo. Aku belum ingin membahasnya"
"Ada apa dengan mu? Kau punya masalah?"
"Apa wajahku kurang menjelaskan kyung?"
"Oh okey. Wajahmu sangat buruk. Sepertinya masalah mu serius"
"Aku tidak tahu Kyung. Apa kau pernah jatuh cinta sebelumnya?"
"ahahahahahahahahah" Kyungsoo tak tahu apa yang baru saja di dengar nya. Tapi yang jelas kata-kata itu membuatnya tertawa terpingkal-pingkal . Dia sampai memegangi perutnya dan berguling di lantai.
"Sudah kuduga aku salah bertananya padamu" dia memutar bola matanya malas.
"Hey ayolah, ada apa dengan mu? Kenapa kau tersinggung dengan itu?"
"Aku serius , sementara kau? Ah sudahlah"
"Ayolah oppa. Baik-baik , sekarang kita serius okey. Ceritakan semuanya, aku mau tahu."
"Mungkin ini terlalu awal, tapi yaa , aku rasa aku mencintai Luhan. Dan kau tahu? Aku belum berani bilang padanya. Aku takut dia tidak bisa membalasnya . Aku takut kalau pada akhirnya dia malah akan menjauhiku."
"Baik, lanjutkan .."
"Dan apa kau tahu? Tadi aku melihatnya dengan pria lain. Aku melihatnya tertawa dengan lepas. Aku bahkan belum pernah melakukan itu"
"Sebenarnya menurutku , bukan salah Luhan karena dia dekat dengan pria lain. Dia kan tidak tahu kalau kau suka padanya. Kalau aku adalah Luhan, aku akan melakukan hal yang sama. Aku kan tidak tahu kalau ada orang yang menyukai ku. Memang sulit untuk mengungkapkan perasaan mu, tapi kau adalah laki-laki, kau harus bisa bilang duluan soal perasaan mu. Paling tidak itu membuat dia tahu isi hatimu, jadi dia bisa menjaga jarak dengan pria lain."
"Bagaimana kalau dia malah menjaga jarak dengan ku?'
"Kau tidak akan tahu kalau tidak mencobanya bukan?"
"Lihat nanti saja kalau begitu"
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
T B C
Fiuh , selesai juga next chaptered nya. Gimana nih chingu? Menurut kalian sehun harus apa? Hihihi abang sehun belum pengalaman ternyata..
Kai kira-kira bakal nikung gak ya?
Ditunggu aja yaaa..
Makasih buat yang udah mau main main ke sini ya..
Laflaf({})
